Jangan Salah Bergaul

DI 19072025

Amsal 13:20
Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.

Berteman itu membangun network, sebuah habitat yg di mana kita akan banyak mengisi waktu dgn org-org yg kita temani, namun kita diingatkan agar jgn sembarangan berteman.

Tujuannya bukan supaya terlihat ekslusif, tp membentengi diri kita dr pengaruh buruk yg negatif terhadap kualitas diri kita. Dlm ayat ini dijelaskan bhw ada ‘penularan’ kualitas yg terjadi, bergaul dgn org bijak akan menjd org bijak juga, tapi bergaul dg org bebal nantinya akan menjadi malang, banyak mengalami yg buruk bahkan bs menghancurkan hidup kita. Bergaul dgn para penjudi maka kemungkinan besar kita ikut berjudi dan menghilangkan yg semua kita miliki begitu saja. Perlu memilih dlm hal berteman, ada yg sebatas berkenalan saja, ada yg kita jadikan teman, ada yg menjd sahabat hingga jd org terdekat dlm hidup kita ini. Kita bebas berkenalan, tapi tdk semua org yg kita kenal itu bisa dijadikan teman. Hal ini tentu saja perlu sebuah ‘standart’ khusus yg kita tentukan sendiri, karena ke depannya tdk semua teman ternyata adalah teman, ada jg ‘musuh dlm selimut’ yabg menginginkan kita hancur dan mengalami kemalangan. Baik di depan kita tapi ‘menusuk’ kita dr belakang di saat kita terlalu percaya padanya.

Lalu bgmna dgn Yudas Iskariot, 3 tahun lebih dia mengikuti Yesus sbg murid, tp kenapa dia tidak punya moral yg baik? Mencuri uang kas, bahkan mengkhianati Yesus, apakah Yesus tdk berdampak dlm hidupnya? Ingin berubah menjd lebih baik atau tdk, keputusan ada di tangan kita sendiri. Yesus adalah teladan yg sempurna bagi Yudas Iskariot, tetapi dirinya sendiri yg menjatuhkan diri dlm dosa. Orang spt ini hanya ingin mengambil keuntungan dr posisinya sbg bendahara rombongan Yesus dan para murid. Kalau ada teori kalau Yudas ini memang sejak awal ‘ditentukan’ menjd org yg menyerahkan Yesus, ini hal yg berbeda. Tp kalau seseorg berubah menjadi jahat, pasti di dlm hal Ini ada yg salah, Yudas Iskariot dgn sengaja membangun hubungan dgn mereka yg ingin membunuh Yesus, jadi dia bisa juga dikatakan salah memilih teman bergaul. Yg dia pilih adalah org-org yg memusuhi Yesus yg adalah gurunya sendiri, karena dis hanya dimanfaatkan supaya mudah menangkap & mengadili Yesus hingga akhirnya dihukum.

Jgn salah bergaul dgn teman kita, miliki satu standart mulia mengenai siapa yg ingin kita jadikan teman. Ingatlah jg bahwa tdk semua teman memang benar-benar teman.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Salah Bergaul

Sok Pamer

DI 18072025

Amsal 13:10

Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat.

Org angkuh biasanya suka pamer, biasanya yg dipamerkan kekayaannya, kekuasaannya, dsbnya, semuanya bertujuan untuk mendapat pujian bagi dirinya sendiri dan merendahkan org lain.

Org angkuh bisa memicu timbulnya rasa tdk nyaman hingga terjadinya pertengkaran. Dlm sebuah komunitas misalnya, golongan orang dgn latar belakang ekonomi berbeda, ketika ada yg sengaja pamer barang branded harga ratusan juta, biasanya org yg pamer ini bicara terus menerus dan mengganggu konsentrasi org lain yang sdg ngobrol. Topik pembicaraan sengaja diputar ke topik barang branded trs, hingga kemudian pembicaraan menjd hanya satu arah saja, org lain hanya mendengar dan tdk diberi kesempatan berbicara. Penghinaan terhadap org yg miskin biasanya ikut muncul ketika sedang pamer, hingga akhirnya menjd pertengkaran mulut dan berlanjut bertengkar melibatkan fisik. Keangkuhan membuat org menjd terbagi-bagi dlm beberapa level, yang merasa levelnya tinggi akan menusuk orang lain dgn perkataannya yang tajam, membuat telinga jadi ‘panas’, hati terluka hingga mulai timbul niat membalas dr org yg merasa jadi terhina oleh ucapan org yg angkuh itu. Suka pamer justru merenggangkan hubungan yg ada dlm sebuah komunitas.

Org yang ‘haus’ pujian, ingin selalu dihormati spt seorg raja, merasa tdk selevel dgn orang miskin, dsbnya, biasanya punya masa lalu yg kurang baik. Mungkin dulu dia miskin, dihina kerabat dekatnya, mengalami perlakuan yang buruk, hingga menjadi dendam dlm hatinya, ingin membalas jika nanti sudah kaya. Dihina makanya balas menghina, roda kehidupan itu akan trs berputar, ketika dia ada di ‘puncak’ yg tinggi posisinya, kepahitan hatinya muncul dg tanpa terkendali. Bicara mulai kasar, tdk mau bergaul dgn yg tdk selevel, hingga dirinya tdk sadar bhw kekuasaan dan kekayaannya sdh berhasil mengendalikan dirinya, tdk lagi coba berpikir ttg moral, etika, menilai org dr harta miliknya, tingkat pendidikannya, pengalaman serta skill yg dimiliki. Semua hrs berfokus pd dirinya yang hebat, semakin dihormati justru semakin ingin dihormati, takut kehilangan & kekurangan rasa hormat dr org lain. Ketika suatu saat dia kembali ke level bawah, tidak jarang muncul penyakit kejiwaan dan tingkah laku yg tdk normal.

Jgn suka pamer, nikmatilah berkat Tuhan dan pakai berkat itu utk memberkati org lain juga. Jgn angkuh, tp rendah hatilah karena yg kita nikmati dan miliki, itu berasal dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Sok Pamer

Perhatikan Hewan Piaraan

DI 17072025

Amsal 27:23 ILT3
Kenallah baik-baik keadaan kawanan dombamu, condongkanlah hatimu pada ternakmu;

Memelihara hewan terbagi dlm 2 tujuan, yaitu utk tujuan komersial misalnya beternak ayam utk dijual misalnya, ada jg yg tujuannya untuk menghibur diri spt memelihara anjing.

Dlm ayat ini memang yg disinggung itu ialah domba, jadi hewan yg diternakkan utk tujuan komersial, jadi sebuah bisnis dan menjd satu sumber penghasilan bagi pemilik ternaknya. Di sini dinasehatkan utk memantau dgn baik keadaan hewan ternak, supaya sehat dan bs menghasilkan uang sesuai kegunaannya. Yg unik adalah domba termasuk salah satu dari jenis hewan korban, jadi di sini jg ada sebuah anjuran karna mempersembahkan domba itu tdk boleh yg cacat, supaya berkenan sebagai korban persembahan. Ada rumusannya yang perlu kita ketahui: spt domba yg diternak utk tujuan komersil, tp jg utk persembahan bagi Tuhan, maka bisnis yg kita kelola itu harus jg ada sebagian penghasilannya diperuntukkan bagi Tuhan sbg persembahan, jgn yg ‘cacat’, artinya jgn uang yg didapat dgn cara yg tidak sesuai kebenaran firman Tuhan. Itulah knpa uang hasil korupsi tdk berkenan bagi Tuhan utk jadi persembahan: ada ‘cacat’ dr cara utk mendapatkannya, sekalipun jumlahnya besar tapi ‘cacat’.

Memperhatikan keadaan hewan piaraan juga penting, sbg sebuah wujud komitmen dan jg tanggung jawab, berani memelihara hewan, berarti berani bertanggung jawab merawat dgn baik. Mereka memberi kita kesenangan dan hiburan, karenanya perlakukan dgn baik dan sepantasnya. Org yg menyiksa binatang piaraannya tentu bs dianggap sbg org kejam dan sadis: Orang benar memperhatikan hidup hewannya, tetapi belas kasihan orang fasik itu kejam (Amsal 12:10). Jadi perlakukan dan rawat hewan piaraan dgn baik, sampai suatu saat hewan piaraan kita mati, sembuhkanlah sakit mereka jika kita masih mampu, jika ada yang perlu surat khusus karena memelihara hewan tertentu, urus suratnya juga supaya ke depannya tdk ada masalah. Tapi jgn jg menjd berlebihan, lebih sayang hewan piaraan drpd manusia lain, kadang makanan hewan yang kita piara lebih mahal drpd makanan utk org, artinya berkatilah org lain dgn sepantasnya, jgn pelit pd org lain, tp royal utk hewan yang kita piara, manusia jauh lebih berharga drpd hewan manapun jg.

Rawat hewan piaraan kita dgn baik, jgn kasar dan menyiksa mereka, tanggung jawab kita sbg pemiliknya adalah berkomitmen peduli dgn keadaan mereka, terutama kesehatannya setiap saat.

Posted in Renungan | Comments Off on Perhatikan Hewan Piaraan

Ibadah Jadi Sia-Sia

DI 16072025

Yakobus 1:26
Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Mengekang lidah dimaknai mengendalikan apa yg ingin kita ucapkan, menahan diri untuk tdk terbawa emosi lalu mengatakan hal yang sia-sia dan merusak.

Perkataan yg kita ucapkan akan berdampak terhadap ibadah yg kita lakukan. Mgkin kita banyak bertemu dgn org-org spt ini, rajin dtg beribadah tp mulutnya penuh ‘racun’, dimulai dr bergosip, ngomongin org di belakang, tdk bs simpan rahasia, hingga menusuk hati org lain dgn perkataannya yang tajam. Rumusan dari perkataan sebenarnya ialah: “Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Lukas 6:45). Jadi perkataan berasal dr hati, ini rumusannya. Perkataan seseorang akan mencerminkan isi yg terdapat dlm hati, maka bs dinilai hati seseorg dr perkataanya yg terucap. Ada org berdalih bhw perkataan yg dia ucapkan kadang kasar karena bawaan dr lahir dan pengaruh lingkungan dia tinggal, jadi dia ingin dimaklumi, tp masalahnya ialah Tuhan tdk bs memaklumi itu, hukum-Nya itu berlaku utk semua org, apapun latar belakang yg dimilikinya.

Yg bs dimaklumi ialah: wajah sangat tapi hati ternyata lembut. Jadi tdk bs juga menilai org hanya dr wajahnya, tdk cantik bukan berarti cara dia berkata-kata itu buruk, tapi org cantik terkadang sangat buruk dlm berkata-kata. Yg bs kita terima adalah raut wajah seseorg itu mencerminkan suasana hatinya, bukan isi dr hatinya: “Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu” (Amsal 27:19). Cara berbicara seseorg berbeda-beda satu sama lain, ada yg bernada tinggi karena dia tinggal di dekat laut jadi bicara spt teriak, ada yg lembut bicaranya nyaris spt berbisik, bukan ini masalahnya, tp isi dari perkataannya, apakah mencerminkan seorg yg religius, tekun beribadah? Orang yg beribadah akan banyak belajar ttg bagaimana mengatur hidup dirinya sendiri supaya menjd berkat bagi sesama, termasuk dlm perkataan yg diucapkan. Jgn membuat org lain berbuat dosa karena perkataan kita, spt ketika orang Israel bersungut-sungut hingga akhirnya hal itu membuat Musa berbuat kesalahan yang berakibat fatal bagi tugasnya sbg pemimpin.

Kalau rajin beribadah, itu hal yg terpuji, tetapi kekanglah perkataan kita, jgn sembarangan mengeluarkan perkataan yg justru membuat org lain menilai kita sbg org munafik.

Posted in Renungan | Comments Off on Ibadah Jadi Sia-Sia

Rusak Karena Perkataan

DI 15072025

Pengkhotbah 5:6 ILT3
Janganlah mulutmu mengakibatkan tubuhmu berdosa, dan janganlah berkata di hadapan malaikat bahwa itu suatu kekeliruan. Haruskah Elohim menjadi murka atas perkataan-perkataanmu dan merusakkan pekerjaan-pekerjaan tanganmu?

Suasana rusak bisa terjadi karena perkataan yg kita ucapkan, dlm ayat ini dijelaskan bhw perkataan kita bs membuat Tuhan merusak pekerjaan tangan kita.

Terkadang bukan karena kinerja dlm bekerja kita yg buruk mengakibatkan timbul banyak masalah dlm pekerjaan yg kita lakukan, tetapi itu disebabkan perkataan kita yg dinilai Tuhan ‘tdk pantas’ kita ucapkan sehingga Dia murka dan merusak pekerjaan tangan kita. Ada org yg berdalih bhw mulutnya memang spt ‘rem blong’, kadang mengatakan sesuatu tanpa bs dikendalikan, jd dia berharap org lain akan bs memakluminya. Mgkin org bs memakluminya tetapi Tuhan tdk mungkin kompromi dengan kelemahan kita. Apa yg telah diucapkan, itu nanti harus dipertanggung jawabkan org yg mengucapkannya itu di hadapan Tuhan. Jadi org itu sendirilah yg hrs bisa mengendalikan lidah atau perkataannya, apapun caranya, dia hrs dgn keras berusaha menjinakkan lidah & perkataanya. Walaupun dlm Alkitab ada ayat ttg lidah: “Namun tidak seorang pun yang mampu menjinakkan lidah, dia adalah suatu kejahatan yang tidak dapat dikendalikan, penuh racun yang mematikan” (Yakobus 3:8 ILT3), minimal harus meminimalisir lidah utk jgn berucap secara sembarangan.

Ada baiknya kita koreksi diri jika suatu waktu pekerjaan kita mengalami kendala, apa mgkin ada perkataan kita yg salah, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Tuhan. Apakah ada janji atau nazar kita pd Tuhan yg tdk kita tepati? Adakah pikiran atau perkataan dalam hati yg menyalahkan Tuhan atas semua yang sedang terjadi? Adakah perkataan kita salah terhadap orgtua, keluarga, atau org lain? Jika memang ada, segeralah minta pengampunan pd Tuhan dan minta maaf pd org lain, supaya pekerjaan kita tdk terhambat dan rusak. Yang perlu kita ketahui adalah perkataan kita tidak bs ditarik kembali, jadi berhati-hatilah ketika ingin mengucapkan sesuatu, jangan didorong emosi belaka, tetapi berpikirlah dahulu: “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah (Yakobus 1:19). Masalah kadang timbul karena ucapan, jadi bijaklah dan kuasai diri sedisiplin mungkin.

Perkataan yg salah bs menghilangkan nyawa org yg mengatakannya, karena itu waspada & jgn cepat mengucapkan sesuatu, pikirkan dg jernih dan ucapkanlah apa yg baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Rusak Karena Perkataan

Tidak Puas

DI 14072025

Pengkhotbah 5:10 ILT3
Orang yang mencintai uang tidak akan dipuaskan oleh uang dan orang yang mencintai kelimpahan tidak akan dipuaskan oleh penghasilan. Ini pun kefanaan.

Ada satu kaitan antara mencintai dan suatu rasa puas: mencintai hrs siap tdk dipuaskan oleh obyek cintanya, sesuatu yg perlu diingat dan disikapi dengan benar.

Cinta uang akan membuat kita tdk dipuaskan oleh uang, cinta kelimpahan maka tidak akan dipuaskan oleh kelimpahan. Tapi bukankah uang dan kelimpahan itu diperlukan?

Utk mengerti hal ini, kita ambil ilustrasi soal makan, makanan yg enak biasanya membuat kita akan terus menyantapnya, jika makanan di atas piring sdh habis, kita bisa menambah dan makan lagi. Tetapi apa akibatnya jika kita makan berlebihan? Enak di lidah tapi perut jd sakit, suka makan pedas, tp kalau berlebihan pedasnya, tentu bisa berakibat kontraksi dlm perut kita dan bs langsung diare. Jadi ini ttg bukan soal puas atau tdk, tetapi memahami porsi normal yg tepat. Dlm hal uang, memang uang banyak itu sangat berguna, tapi jika itu membuat kita hidup rakus, tamak, itu bisa jd memicu dosa muncul dlm hidup kita. Orang yg korupsi besar kadang bukan org yg butuh uang, mereka sudah kaya tp knpa masih juga korupsi? Jadi ini masalah nafsu yg harusnya bs kita kendalikan. Sesuatu yang berlebihan tentunya tdk baik dampaknya buat hidup kita, bahkan sekalipun kita jadi org yg terlalu baik, kadang justru kebaikan kita dimanfaatkan org lain demi keuntungan diri mereka sendiri. Jd kita perlu punya pengendalian diri yg kuat.

Kenikmatan dan kemegahan duniawi tdk bisa kita bawa saat menghadapi kematian, semua harus ditinggalkan dan direlakan utk dimiliki oleh org lain. Semuanya hanya berguna untuk keperluan hidup selama di dunia, tdk kekal tp fana atau sementara sifatnya. Mengejar hal yg fana tentu saja kurang bermanfaat, tetapi kita perlu seimbang, di dunia ini kita memang perlu uang, tp rohani kita perlu Tuhan. Kalau hanya berfokus pf salah satunya, hidup kita menjd tidak seimbang. Tuhan tahu kita butuh uang, karenanya Dia menolong kita dgn cara memberkati pekerjaan yg kita kerjakan. Dlm Alkitab jg sdh diingatkan supaya kita jangan cinta uang bahkan menjd hamba uang. Uang memang tdk punya roh, tetapi uang memang kuat pengaruhnya dlm hidup setiap org. Jadi kita hrs menguasai diri dlm hal kelimpahan & uang, ingat bahwa keduanya tdk akan dapat memberikan kepuasan sekalipun kita punya keduanya. Rasa puas hanya didapati jika kita memiliki hubungan yg baik dgn Tuhan, kekal itu sifatnya.

Carilah Tuhan, cintailah Tuhan, maka jiwa dan roh kita akan dipuaskan. Dia sediakan semua yg diperlukan bagi kita selama hidup di dunia, tapi kejarlah apa yg kekal.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Puas

Menggunakan Kekuasaan

DI 12072025

Pengkhotbah 4:1 ILT3
Lalu aku menengok dan melihat segala penindasan yang terjadi di bawah matahari. Dan tampaklah air mata mereka yang tertindas, namun bagi mereka tidak ada yang menghibur. Dan di pihak yang menindas mereka ada kekuasaan, tetapi di pihak mereka, tidak ada yang menghibur.

Menindas org karena punya kekuasaan, satu hal yg penulis kitab Pengkhotbah bahas dan mencoba utk mengertinya, penyalah gunaan kekuasaan, inilah jg yg terjd di sekitar kita.

Siapa saja yg punya kekuasaan? Apakah itu org politik saja? Kekuasaan bs didapatkan dr strategi politik yg jitu, tp kekuasaan jg didapat karena punya kekayaan, uang dipakai dengan tujuan ‘membayar’ org lain utk melakukan yg kita mau. Contoh sederhana saja, dulu waktu kita kecil, kadang disuruh membeli sesuatu dgn iming-iming diberikan upah baik berupa uang atau suatu benda misalnya. Ada uang jadi bs suruh-suruh org lain, itulah bentuk dr kekuasaan pd level rendah. Parahnya jikalau ku kekuasaan itu dipakai untuk menindas org lain, memperbudak org lain, menekan orang lain supaya terpaksa mengikuti kemauan yg kita pinta. Kita mengenal istilah ‘raja kecil’ yg berarti org berkuasa di ruang lingkup terbatas namun sangat terasa kekuasaannya. Dengan menindas org lain, sebagian org merasa puas dan terpenuhi hasrat jahatnya. Menindas sbg wujud balas dendam, ini jg banyak terjadi dan kadang sampai menghilangkan nyawa. Satu kekuasaan bs berdampak luas dan bisa juga mengerikan.

Kekuasaan itu pemberian Tuhan, ini yg harus selalu kita ingat. Pd level kekuasaan apapun, gunakanlah kekuasaan itu utk menyenangkan org lain dlm arti yang positif, istilah rohaninya itu menjd ‘berkat’ bagi banyak org. Raja Daud mgkin bs menjd contoh yang tepat, sekalipun tentu saja dia tdk sempurna, namun pd saat dia memerintah sbg raja, kerajaan Israel ada dlm masa jaya, masa keemasan, rakyat hidup bahagia dan Israel disegani oleh bangsa lain. Penyalah gunaan kekuasaan itu akibatnya tdk membuat banyak org merasa senang, menjd takut dan cenderung membenci. Penguasa di dlm pandangan org umumnya dianggap sbg perwakilan Tuhan di dunia ini. Kita diajar sbg org Kristen utk menghormati pemerintahan yg ada: “Ingatkanlah mereka supaya mereka tunduk pada pemerintah dan orang-orang yang berkuasa, taat dan siap utk melakukan setiap pekerjaan yang baik (Titus 3:1). Kalau kita yg dlm posisi punya kekuasaan, pakailah itu utk segala hal yg berdampak dan memberi manfaat positif bagi banyak org.

Jangan gunakan kekuasaan utk menindas yg lemah, ingat mata Tuhan melihat semuanya, Dia akan minta pertanggung jawabannya dari kita, karena Dia juga yg berkuasa atas kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menggunakan Kekuasaan

Bersukacita Dalam Bekerja

DI 11072025

Pengkhotbah 3:22
Aku melihat bahwa tidak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada bergembira dalam pekerjaannya, sebab itu adalah bahagiannya. Karena siapa akan memperlihatkan kepadanya apa yang akan terjadi sesudah dia?

Penulis kitab Pengkhotbah mengatakan bhw manusia lebih baik bergembira dlm pekerjaan karena itu adalah bagiannya, sesuatu yg baik pemberian dr Tuhan.

Bergembira dlm bekerja, sesuatu yg rasanya agak sulit dimengerti karena dlm bekerja itu tentunya ada saja tekanan dan hambatan yg terjadi, apalagi jika posisi kita sbg bawahan, tentu tdk bebas dan terlalu sibuk. Apakah ini hanya cocok bagi mereka yang menjd atasan atau pemilik? Mari kita coba aplikasikan ayat ini dlm kehidupan keseharian kita zaman ini. Pertama, berbahagialah jika masih memiliki pekerjaan, berarti masih punya penghasilan yg tetap, sementara di sekitar kita bnyk yang di PHK atau menganggur. Zaman sedang tdk terlalu baik, kita masih bs bekerja, jadi harus bekerja dgn bersyukur, nasib kita masih jauh lebih baik drpd org lain. Kedua, bergembira itu adalah kekuatan kita menghadapi tekanan dan hambatan yg ada. Org di zaman ini punya motto: jangan lupa bahagiakan diri sendiri, ini sebabnya banyak yg mencari ‘healing’ supaya bs bergembira dan kembali bersemangat dlm beraktivitas dan bekerja. Stress memang ada terapi jgn stress berlebihan.

Ketiga, bergembira karena hidup jadi berarti karena potensi dan kemampuan kita tidaklah sia-sia, bs dimaksimalkan lewat pekerjaan yg kita lakukan. Ada org punya kemampuan dan potensi, tapi tdk punya kesempatan utk bisa menunjukkannya. Pekerjaan jgn dipandang sbg sebuah beban, tapi sebuah kesempatan utk memaksimalkan kemampuan & potensi yg kita miliki. Keempat, bergembira sebagai wujud kebanggaan kita, lewat pekerjaan yang kita miliki, mungkin bs menciptakan lapangan kerja bagi orang lain, dan ini tentunya menjd sebuah berkat dan dampak positif bagi bnyk org di lingkungan kita. Bergembira saat kita bekerja akan menciptakan suasana kerja yg kondusif, nyaman, dan saling mengasah diri dgn org lain dlm pekerjaan yg sama. Serius dlm bekerja memang tetap dibutuhkan, tapi perlu juga suasana yg nyaman supaya semua org bs maksimal dlm bekerja, apalagi dalam bekerja kita terapkan prinsip kebenaran yang berdasar pd firman Tuhan, banyak hal baik yg bs terjadi dlm pekerjaan kita.

Hidup di dunia ini hanya singkat, manfaatkan kesempatan yg Tuhan berikan, termasuk hal pekerjaan kita. Maksimalkan potensi yg kita miliki dgn melakukan pekerjaan dgn sukacita.

Posted in Renungan | Comments Off on Bersukacita Dalam Bekerja

Sakit Hati Pada Tuhan

DI 10072025

2 Tawarikh 16:10, 12
Maka sakit hatilah Asa karena perkataan pelihat itu, sehingga ia memasukkannya ke dalam penjara, sebab memang ia sangat marah terhadap dia karena perkara itu. Pada waktu itu Asa menganiaya juga beberapa orang dari rakyat.
Pada tahun ketiga puluh sembilan pemerintahannya Asa menderita sakit pada kakinya yang kemudian menjadi semakin parah. Namun dalam kesakitannya itu ia tidak mencari pertolongan TUHAN, tetapi pertolongan tabib-tabib.

Pesan Tuhan yg berupa teguran padanya tdk membuat raja Asa bertobat merendahkan diri di hadapan Tuhan, tetapi dia marah pd pelihat yg menyampaikan pesan Tuhan itu.

Ketika kakinya sakit, raja Asa mengandalkan para tabib, tidak mencari pertolongan Tuhan, ini sesuatu yg menandakan ada masalah yg serius dlm hubungan raja Asa dgn Tuhan. Dr sudut pandang Tuhan, raja Asa melakukan yg salah karena mengandalkan pikirannya sndri sehingga dia bersandar pd kekuatan manusia dan tidak bersandar pada Tuhan. Raja Asa ini mengambil keputusan tanpa bertanya dahulu pd Tuhan. Ini suatu bentuk kesombongan yg tdk disukai Tuhan. Kedudukan seseorg menjd seorg raja harusnya dilihat sbg pemberian dr Tuhan walaupun org itu lahir dr keluarga raja atau bangsawan. Pelajaran dr kisah ini ialah apapun posisi dan kedudukan kita sekarang ini, haruslah dilihat sbg pemberian Tuhan, yg kalau Dia tdk berkenan memberikannya pada kita, pastinya kita tdk akan pernah bisa untuk memilikinya. Jangankan soal posisi, masalah makan dan minum saja hrs disadari bhw itu atas seizin Tuhan: “Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah (Pengkhotbah 3:13).

Apakah kita marah jika ditegur Tuhan? Marah lalu menjauh dr Tuhan, biasanya ini yg terjadi dan tentu saja merusak hubungan antara kita dgn Tuhan. Berpikir bhw Tuhan tdk setuju dg rencana yg kita buat, berpikir bhw Tuhan tdk bertindak dan hanya diam, berpikir bhw Dia lebih mengasihi orang lain, dan masih banyak lagi pikiran semacam itu, padahal kita belum bertanya pd Tuhan, kita menyimpulkan sndri menurut pemahaman kita lalu kita percayai sbg suatu kebenaran. Realita kadang sangat berbeda dgn teori, itulah yg terjadi dalam hal kisah Lazarus saudara Marta dan Maria. Dia sakit dan diberitahukan pada Yesus, namun Yesus tdk membesuknya hingga akhirnya dia mati. Barulah di hari ke-4 setelah kematian, Yesus datang dan membangkitkannya. Knpa Yesus bersikap spt itu? Membuat Marta dan Maria sedih, hilang pengharapan, bukankah itu suatu ketidak pedulian? Alasan rohaninya mgkin karena Yesus ingin melakukan hal yg lebih besar dr menyembuhkan penyakit, Dia ingin membangkitkan Lazarus dr kematian, tetapi alasan pastinya hanya Yesus yg tahu.

Tuhan yg pegang kendali atas hidup semua org, Dia berhak melakukan apapun, kita tidak punya hak utk melarang atau mengatur Dia, belajarlah menerima semuanya dgn tulus.

Posted in Renungan | Comments Off on Sakit Hati Pada Tuhan

Tidak Belajar Dari Pengalaman

DI 09072025

Hakim-hakim 14:17
Tetapi isterinya itu menangis di sampingnya selama ketujuh hari mereka mengadakan perjamuan itu. Pada hari yang ketujuh diberitahukannyalah kepadanya, karena ia merengek-rengek kepadanya, kemudian perempuan itu memberitahukan jawab teka-teki itu kepada orang-orang sebangsanya.

Yang kita ingat dr kisah Simson biasanya itu perempuan yg bernama Delila, hubungan yg berakhir tragis bagi hidup Simson karena dia lemah terhadap rengekan wanita.

Sebenarnya kisah dlm ayat ini terjd sblum dia bertemu Delila dan jatuh dlm kelemahannya, mirip sekali, Simson akhirnya memberitahu yg seharusnya dirahasiakan, namun akibat dr rengekan 2 wanita ini, Simson hrs dgn tabah menanggung akibatnya. Simson tidak belajar dr pengalamannya bersama wanita di Timna ini ketika menghadapi rengekan Delila, yang terjd kemudian Simson akhirnya mati dengan cara yg tragis. Kita jg hrs belajar, pengalaman buruk masa lalu jgn sampai terulang di masa depan nantinya, apalagi kalau situasinya itu mirip dgn yg pernah terjd. Kalau sampai kita mengalami hal yg sama tetapi respon kita tdk berbeda, maka bersiaplah utk mengalami hal buruk yg lebih parah drpd sebelumnya. Suatu kebodohan jika jatuh dlm lobang yang sama, itulah kenapa kita perlu org-org bijak ada di sekitar kita, kadang org bijak itu adalah orang tua kita, keluarga, sahabat, gembala gereja & siapapun yang Tuhan pakai memperingatkan kita supaya waspada.

Kelemahan yg kita miliki akan selalu menjadi sebuah alasan mengapa kita terus menerus mengalami hal yang mirip ke depannya, kalau kita tdk memahami apa saja kelemahan yang kita miliki, maka kejatuhan demi kejatuhan ini akan selalu menghantui hidup kita. Tuhan jg ingin kita bs mengatasi kelemahan itu, cara yang Dia pakai adalah melatih kita dg situasi yg sama, Dia ingin kita belajar dr pengalaman masa lalu, kenapa kita dulu melakukan yang salah, mengapa kita tergoda, kenapa dahulu bisa tertipu, dsbnya. Sayangnya kita berpikir utk melupakan pengalaman buruk dan tidak belajar dari itu, suatu pola pikir yg keliru dan merugikan kita. Pengalaman buruk itu dapat mengajarkan kita utk ke depannya punya satu penguasaan diri yg lebih, punya perencanaan yg lebih matang, waspada terhadap tawaran yg menggiurkan, dsbnya. Pengalaman buruk bukan utk dilupakan, tetapi dievaluasi supaya nantinya jgn terulang lagi, supaya hal baiklah yg akan kita alami ke depannya.

Jangan jatuh pd situasi yg mirip dg apa yang pernah terjd di masa lalu, ingatlah bahwa yg penting adalah bgmna mengatasi kelemahan dan menciptakan masa depan yg lebih baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Belajar Dari Pengalaman