Sudah Teruji

DI 24072018

Yakobus 1:12

  • Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Tuhan kepada barangsiapa yang mengasihi Dia.

Kata berbahagia dlm terjemahan lainnya adalah diberkatilah. Maksud dr ayat ini adalah bhw Tuhan memberi mahkota kehidupan bagi mrka yg bertahan dlm pencobaan krna didapati mrka tetap mengasihi Tuhan.

Jadi tujuan kita masuk dlm pencobaan adalah utk menguji apakah saat mengalami pencobaan, apakah kita tetap mengasihi Tuhan? Tentu saja pencobaan beda dg ujian. Tuhan menguji kita, tp tdk mencobai kita (Yakobus 1:13). Lalu pencobaan itu asalnya dr mana? Yakobus 1:14 menjelaskan bhw pencobaan timbul dr ketertarikan kita akan hawa nafsu, membw diri kita pd nafsu itu dan tergoda olehnya.

Mengasihi Tuhan tentu tdk bs dinilai dr perbuatan baik yg kita lakukan. Mengasihi sesama beda dg mengasihi Tuhan. Bgmna mgkin seseorg berkata bhw dia mengasihi Tuhan tetapi tdk punya hubungan yg intim dg Tuhan, tdk bergaul dg Dia. Berdoa tp hanya 1 arah: mengajukan permohonan pd Tuhan tp tdk memberi Tuhan waktu utk Dia menyatakan isi hati-Nya pd kita. Mengasihi Tuhan dinilai dr saat ujian dan pencobaan sdg kita alami, apakah kita tetap ingat akan Firman-Nya? Apakah tetap mengandalkan Tuhan dan tetap setia? Pencobaan yg kita hadapi selalu berusaha kita tertarik dg hal duniawi shga kita menjauh dr Tuhan. Prosesnya pelan tp pasti, mulai suam-suam kuku, hilang pengharapan bahkan kehilangan percaya pd Tuhan. Kasih kita pd Tuhanlah yg memampukan kita utk tetap setia, tetap percaya, tetap bertahan dan bs menang atas pencobaan yg ada. Jgn sampai kita kehilangan kasih terhadap Tuhan dlm kondisi apapun, krna ada mahkota kehidupan yg Tuhan janjikan bagi kita yg tetap mengasihi Dia. Jgn berpaling pd yg lain selain Tuhan.

Apa yg sdg kita alami hari-hari ini, tetaplah bertahan, tetap kasihi Tuhan, jgn putus pengharapan, krna apa yg kita lakukan tdk sia-sia

Posted in Renungan | Comments Off on Sudah Teruji

Jangan Cuma Status Saja

DI 23082018

Yohanes 15:8 KJV
Herein is my Father glorified, that ye bear much fruit; so shall ye be my disciples.

  • Di dalam hal inilah Bapa-Ku dimuliakan, bahwa kamu berbuah banyak, sehingga kamu akan menjadi murid-murid-Ku.

Saya pribadi berpikir apa maksud Yesus berkata bhw kalau 12 org yg Dia panggil utk jadi murid-Nya baru akan jadi murid saat mrka berbuah banyak? Bukanlah mereka memang murid-murid-Nya? Dan org bnykpun mengakui mrka sbg murid Yesus.

Coba kita umpamakan spt murid sebuah sekolah. Ketika seorg anak atau siswa mendaftar utk bersekolah di sekolah A, lalu melengkapi persyaratan serta membayar biaya yg diminta oleh pihak sekolah, maka scra administratif, anak ini berhak disebut sbg murid di sekolah A. Tp proses sbg murid tdk berhenti cuma sebatas administratif, tp dia mulai diajari oleh para guru, ada proses belajar mengajar. Setelah belajar dan mengikuti ujian, maka dari nilai raportnya kembali jd penilaian, sbg murid di sekolah A yg pny peringkat bagus, sesuaikah prestasi belajarnya dg reputasi sekolahnya.

Yg Yesus maksud dlm ayat ini ternyata ttg bgmna para murid-Nya yg sah scra status, telah belajar bnyk dr Dia, praktek dr yg dipelajari sesuai tdk dg reputasi yg Yesus miliki di mata umum?

Sama spt seorg anak, scra kelahiran memang anak dr orgtuanya, tp dr sifat dan tingkah laku bila tdk sesuai dg didikan orgtuanya, maka org akan mgkin berpikir: apa benar dia anak dr orgtuanya? Bknkah ini jg yg mgkin timbul dlm pikiran org ttg kita: katanya Kristen, koq kelakuan sama spt yg lain? Katanya anak Tuhan, tp malah lebih mirip anak ‘setan’? Org mempertanyakan status kita sbg org Kristen jika hidup kita tdk spt apa yg Tuhan Yesus ajarkan pd kita. Jenis agama hanyalah status saja, tp bgmna kita menjalani hidup sesuai ajaran Tuhan Yesus, itulah yg membuat kita pantas disebut Kristen dan anak Tuhan. Setelah dibaptis tp hidup scra duniawi justru tdk memuliakan Tuhan. Ada tanggung jwb yg melekat dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Cuma Status Saja

Memelihara Mulut dan Lidah

DI 21072018

Amsal 21:23 KJV
Whoso keepeth his mouth and his tongue keepeth his soul from troubles.

  • Siapa mengawal mulut dan lidahnya memelihara jiwanya dari masalah/kesukaran

Lidah tentu berkaitan dg perkataan yg kita ucapkan, sdgkan mulut berkaitan dg apa yg masuk dlm tubuh kita, dlm hal ini berkaitan dg makanan. Mulut itu menyaring yg masuk, lidah itu menyaring yg keluar dr diri kita.

Jd amsal ini menvingatkan kita utk bersikap layaknya seorg pengawal, yg mengawal seseorg/sesuatu spya aman dr bahaya. Mengawal mulut berarti mengawasi apa yg akan masuk ke dlm mulut kita, dlm hubungannya dg kesehatan berarti kita mengawasi makanan dan minuman yg kita konsumsi setiap hari, jgn mkn makanan dan minum minuman yg justru merusak tubuh dan kesehatan kita. Jika tdk kita lakukan maka tubuh bs menjd cepat sakit dan bs berujung pd kematian akibat komplikasi penyakit di bbrpa bagian tubuh kita. Ini jg gambaran spya kita menjaga dan menyaring semua yg akan masuk dlm hati kita, masukkan yg baik, buang yg buruk. Jgn sampai kita masuk dlm pencobaan dan masalah yg sbnarnya tdk perlu kita alami.

Kemudian ttg lidah, kita hrs mengawal perkataan yg akan kita ucapkan, jgn sampai justru merugikan org lain maupun diri kita sndri. Apa yg kita ucapkan dampaknya akan kembali pd diri kita, baik atau buruk yg kita ucapkan. Scra fisik lidah adalah indera pengecap, membedakan rasa sesuatu yg kita makan dan minum. Kalau lidah sampai mati rasa, tentu kita tdk mgkin bs menikmati lezatnya mknan krna di lidah kita tdk terasa rasa apapun. Ini gambaran ttg jika kita ingin hidup bahagia, jgn sampai perkataan kita itu hampa atau kosong maknanya. Perkatakan sesuatu yg bermakna baik dan mulia serta menenangkan hati. Hindari pertengkaran mulut krna tdk ada gunanya selain sbg wadah melampiaskan emosi semata.

Kawallah mulut dan lidah kita, awasi dan lakukan pengawalan yg ketat shga iblis tdk bs memanfaatkannya utk maksud yg tdk baik. Jaga kestabilan emosi.

Posted in Renungan | Comments Off on Memelihara Mulut dan Lidah

Bukti Meterai

DI 20072018

1 Korintus 9:2 KJV
If I be not an apostle unto others, yet doubtless I am to you: for the seal of mine apostleship are ye in the Lord.

  • Jika aku tidak menjadi rasul bagi orang lain, namun pastinya aku kepadamu, karena meterai kerasulanku adalah kamu di dalam Tuhan

Meterai dlm bhsa aslinya adalah ‘sphragis’, yg dalam Perjanjian Baru penggunaan istilah ‘meterai’ menonjol pada gagasan tentang pemilikan, pengesahan dan keamanan. Ada unsur otentiknya, sesuai dg isi dokumen yg diberi meterai atasnya.

Apa yg menjd ‘meterai’ bagi kerasulan Paulus? Hidup org-org yg dia Injili, dia ajar, dia beri teladan, dia dampingi, itulah bukti bhw Paulus benar-benar seorg rasul. Aplikasinya pd zaman ini adalah bukti dr plynan seorg Gembala Jemaat bkn terletak pd gelar pendeta atau gelar teologianya, tp bukti nyatanya adalah jemaat yg digembalakan hidup dlm kebenaran Firman Tuhan, ada ikatan batin antara Gembala Jemaat dg jemaat yg digembalakan. Bkn jadwal khotbah yg padat yg jd ukuran, tp apakah jemaat mengenal ‘suara’ Gembalanya.

Tanpa sadar bnyk grja memperlakukan jemaat sesuai ‘kasta’nya, si A cuma dilayani oleh bawahan gembalanya, si B dilayani langsung oleh si gembala. Blm lg ada pembagian ‘ring 1 ring 2’ yg justru membuat jarak pemisah antara gembala dg jemaat gembalaannya. Ingatlah bhw Yesus memberi perumpamaan, 100 domba, 1 hilang maka gembala meninggalkan yg 99 demi mencari 1 domba yg hilang (Lukas 15:4). Jd sbg gembala jemaat, dituntut hubungan scra personal dg gembalanya, ini baru sesuai dg kebenaran Firman Tuhan.

Utk apa jemaat bertambah jumlahnya tp tdk bertumbuh kerohaniannya. Jgn cuma mencari jiwa baru, tp carilah jg jemaat yg terhilang dan tersesat, di dpn pengadilan Kristus, sbg gembala akan dituntut pertanggung jwbannya. Rasul Paulus bertanggung jwb atas org percaya yg Tuhan percayakan utk diajar dan dibimbing. Bgmna dg kita? Keluarga, anggota komsel, jemaat persekutuan dan jemaat gereja, itulah domba gembalaan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukti Meterai

Bahaya Keberhasilan

DI 19072018

Hosea 10:1 KJV
Israel is an empty vine, he bringeth forth fruit unto himself: according to the multitude of his fruit he hath increased the altars; according to the goodness of his land they have made goodly images.

  • Israel adalah sebuah pohon anggur yang kosong, dia menghasilkan buah untuk dirinya sendiri, sesuai dengan jumlah buahnya, dia telah memperbanyak mezbah-mezbah, sesuai dengan kebaikan tanahnya, mereka telah membuat patung-patung berhala.

Bnyk kisah dlm Alkitab ttg tokoh-tokoh yg justru jatuh ketika mrka dlm masa di mana merupakan masa keemasan, hidup dlm kelimpahan, dsbnya.

Daud jatuh dlm perzinahan justru ketika kemenangan demi kemenangan dia peroleh melawan musuhnya, hingga dlm suatu peperangan, dia tdk maju tetapi tinggal di istana, di sinilah awal dia jatuh. Salomo dlm masa keemasan bangsa Israel, krna cinta pd bnyk wanita justru jatuh dlm penyembahan berhala. Simson yg seharusnya jd hakim bagi Israel, jatuh krna bujuk rayu wanita bangsa asing. Nebukadnezar menjd sombong ketika dia merasa Tuhan memakai dia utk menghukum bangsa Israel, hingga akhirnya dia dibuat Tuhan lebih rendah dr binatang, dan masih bnyk lg. Justru dlm keadaan yg amat baik, bahaya godaan dosa semakin dahsyat.

Israel sdh ‘berbuah’ dlm ayat ini, tp justru mrka jatuh dlm dosa penyembahan berhala, bknnya semakin bersyukur dan takut akan Tuhan, malah sebaliknya. Apa penyebabnya? Krna mrka tdk ingin hidupnya diatur Tuhan.

Bnyk org yg tdk sungguh-sungguh dlm Tuhan menganggap Tuhan hanya sbg penolong di waktu susah, bkn sbg pribadi utk dikasihi dan disembah. Dulu miskin berdoanya sering, sungguh-sungguh, sdh kaya malah sibuk dg hartanya dan mencoba membahagiakan dirinya sndri. Wkt sakit doa minta kesembuhan sambil nangis-nangis, sdh disembuhkan malah tdk mau bersaksi ttg mujizat Tuhan. Semua dinikmati utk dirinya sndri, Tuhan tdk kebagian apa-apa. Apa perlu sampai spt Nebukadnezar, dibuat hilang ingatan dan tdr di luar istananya?

Posted in Renungan | Comments Off on Bahaya Keberhasilan

Mempersilahkan Tuhan

DI 18072018

Matius 8:2 KJV
And, behold, there came a leper and worshipped him, saying, Lord, if thou wilt, thou canst make me clean.

  • Dan lihatlah, di sana datang seorang kusta dan menyembah Dia, katanya: “Tuhan, jika Engkau berkehendak, Engkau dapat membuat aku tahir.”

Kalau sepintas kita membaca ayat ini, kelihatannya org yg berpenyakit kusta sdg mencoba membujuk Tuhan spya Tuhan mau membuat ia tahir dg memberikan pujian bhw Yesus sanggup menyembuhkannya. Tp ternyata tdk demikian.

Yesus sdh menjd tokoh fenomenal saat itu, Dia mengajar tp jg disertai melakukan tanda dan mujizat, menyembuhkan org sakit dan mengusir setan. Ttg hal itu tdk perlu diragukan lagi. Jd kalimat yg diucapkan oleh si org kusta ini ternyata bkn sebuah bujukan, tp sebuah tawaran bagi Yesus utk menyembuhkan sakit kustanya. Spya mudah mengerti, coba pelajari kalimat ini: “Jika bapak mau, bapak boleh menginap di rumah saya.” Artinya org yg bicara ini menawarkan rumahnya utk boleh bapak itu menginap.

Kalau biasanya org meminta Yesus utk disembuhkan, si org kusta ini justru tdk memintanya, tp malah menawarkan dirinya pd Yesus agar kuasa Tuhan dinyatakan lewat penyakit kusta yg dialaminya. Dia tawarkan dirinya utk mengalami kesembuhan dr Tuhan, ini langka sekali. Maka yg terjd kemudian Yesus menerima tawarannya dan seketika itu jg dia sembuh dan menjd tahir. Cepat sekali prosesnya.

Sdh berapa lama Anda berjuang dlm pergumulan hidup yg rumit? Mgkin pola pikir kita perlu diubah spt si org kusta itu, tawarkan diri kita pd Tuhan utk Dia melakukan mujizat-Nya melalui keadaan yg sdg kita hadapi. Artinya kita hrs siap dan percaya penuh pd kuasa Tuhan. Boleh saja meminta pertolongan pd Tuhan, tp cobalah utk menawarkan diri pd Tuhan spya Dia menyatakan kuasa-Nya melalui hidup kita.

Tuhan senang dg org yg memahami sedikit saja dr jln pikiran-Nya, dari sepikir menjd sehati, itulah awal dr sebuah terobosan terjd, awal dr mujizat terjd, awal dr solusi

Posted in Renungan | Comments Off on Mempersilahkan Tuhan

Dimabukkan

DI 17072018

Amsal 20:1
Wine is a mocker, strong drink is raging: and whosoever is deceived thereby is not wise.

  • Minuman anggur adalah seorang pencemooh, minuman keras adalah kemarahan, dan siapapun yang disesatkan dengan cara itu adalah tidak bijaksana.

Dari ayat ini kita diingatkan akan 2 hal penting dlm hidup kita, yaitu ttg apa yg sbnarnya baik (digambarkan oleh minuman anggur/wine), dan ttg apa yg dampaknya buruk bagi kehidupan (digambarkan oleh minuman keras). Keduanya jika berlebihan diminum akan berdampak buruk bagi tingkah laku kita.

Dlm budaya internasional dikenal istilah ‘social drink’ yaitu minuman beralkohol yg diminum sbg tanda bersosialisasi dg batasan sekian % kandungan alkohol yg dianggap normal. Bolehkah org Kristen minum minuman beralkohol? Kita hrs paham dulu beda antara minuman keras dg minuman beralkohol.

Kandungan alkohol 1-5% dianggap dlm batas aman, 5-20% dpt membuat mabuk, 20-45% termasuk tinggi kadar alkoholnya. Kita hrs bijaksana ketika menentukan boleh tdknya meminum sesuatu. Jika kita temukan kadar alkohol dlm minuman pny efek membuat kita mabuk, maka jgn diminum berlebihan atau sebaiknya tdk diminum sama sekali. Selain alasan kesehatan maka pertimbangan hati nurani serta dampak dr minuman itu menjd alasan utk kita meminumnya atau tdk. Mgkin dlm negara yg sdg musim dingin, minum minuman beralkohol bs membantu menghangatkan badan. Sebaiknya jauhi minuman keras krna alasan kesehatan dan pengendalian diri.

Minum ‘wine’ itu baik dlm budaya Israel, namun tetap diperingatkan jgn sampai mabuk. Ini gambaran ttg sesuatu yg baik jgn dilakukan scra berlebihan. Awalnya minta ikut support doa utk seseorg, malah berlanjut bergosip ria, terlalu bangga bs dianggap sombong nantinya, berhemat dianggap pelit, dsbnya. Hal-hal yg baik tentu saja baik utk dilakukan, tp tetap hrs dlm kendali kita, jgn berlebihan atau terlalu bersemangat tanpa memperhitungkan dampak yg ditimbulkan olehnya. Jgn sampai mengganggu org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Dimabukkan

Ingat atau Lupa?

DI 16072018

Mazmur 103:18

  • bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.

Sesuatu yg sifatnya wajib biasanya akan selalu kita ingat utk kita lakukan, jika tdk dilakukan maka ada akibat atau sanksi yg kita terima.

Apakah kita ingat untuk melakukan perintah-perintah Tuhan? Jwban kita menunjukkan bukti apakah kita sadar bhw melakukan perintah Tuhan itu sebuah kewajiban atau tdk. Sbg bukti kita mengasihi Dia adalah melakukan perintah-Nya.

Kalau tdk ingat berarti tdk sengaja lupa atau justru sengaja tdk mengingatnya. Hal yg penting akan selalu kita coba mengingatnya, misalkan saja janji bertemu dg org penting, tanggal lahir org yg kita kasihi, tp utk sesuatu yg tdk penting maka kita sekedar mengingat tp tdk berusaha utk tetap mengingatnya trs menerus, misalnya saja kita pergi ke sebuah lokasi tempat yg hanya sekali kita datangi, kita akan cenderung menggunakan GPS atau Map, tdk mengingat kpn hrs lurus, belok kanan atau kiri. Beda dg tempat yg akan sering kita datangi, kita berusaha utk ingat alur jalan menuju ke sana.

Sbg umat Tuhan, kita wajib lakukan perintah-Nya, maka langkah awalnya adalah berusaha utk tetap mengingat dan jgn sampai lupa nantinya. Utk tetap ingat, hrs dicatat, dihafal dan dipahami isi perintah Tuhan. Spt kita ingin belanja bnyk jenisnya, hrs dicatat spya semuanya terbeli, tdk bs sekedar dihafal. Jd memang perlu trs menerus membc Firman Tuhan krna di dlmnya berisi perintah-perintah Tuhan. Jarang bc bs berakibat lupa, kalau lupa bgmna mgkin melakukan perintah Tuhan?

Apa perintah Tuhan yg blm pernah kita lakukan? Atau mgkin yg lalai utk dilakukan? Check kembali dlm Alkitab dan catatan pribadi kita, segera lakukan sbg bukti kita org yg bertanggung jwb dan setia. Tdk melakukan perintah-Nya maka akan ada akibat yg akan terjd atas diri kita. Jgn sampai Tuhan menegur dg keras dan memberi kita hukuman atas kelalaian kita itu. Bertobat dan kembali pd jalur Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Ingat atau Lupa?

Ternyata Buta

DI 14072018

Matius 15:14 KJV
Let them alone: they be blind leaders of the blind. And if the blind lead the blind, both shall fall into the ditch.

  • Biarkanlah mereka sendiri, mereka menjadi pemimpin buta dari para orang buta. Dan jika orang buta memimpin orang buta lainnya, keduanya akan jatuh ke dalam lobang.

Ayat ini adalah gambaran Yesus ttg golongan org Farisi. Satu golongan religius dalam Yudaisme. Mereka memperjuangkan pengetahuan yang mendasar tentang Hukum Taurat dan tradisi nenek moyang agama Yahudi. Mereka menuntut penafsiran yang paling keras, terutama tentang soal-soal yang berhubungan dengan Sabat, kebersihan/kekudusan, dan yang berkaitan dengan soal persepuluhan. Pertanyaan menariknya adalah bgmna mgkin org yg tahu detail ttg Taurat dan tradisi nenek moyang malah disebut sbg golongan org ‘buta’?

Setiap org dilahirkan dg memiliki mata, tp ada sebagian org yg matanya mengalami gagal fungsi, shga matanya menjd buta, tdk bs melihat. Org Farisi tahu ttg Taurat & tradisi, diibaratkan sbg memiliki ‘mata’, namun pengetahuan dan prakteknya justru mrka tdk bs melihat Tuhan, mrka ‘buta’. Apa sebabnya? Ternyata jwbannya ada dlm ayat sblumnya yaitu Matius 15:4 dan 6, mrka membuat perintah Tuhan tdk punya danpak krna tradisi nenek moyang. Dlm bhsa aslinya ‘parabainō’ bermakna menjadikan kontra, artinya mrka memposisikan Taurat dan tradisi tdk sejalan.

Tentu saja kita jg punya tradisi masing-masing krna kelahiran kita, dilahirkan di Jawa maka tradisi Jawa yg kita pegang, lahir sbg org Batak misalnya, tradisi org Batak yg kita ikuti. Tp tradisi tdklah boleh kita posisikan di atas kebenaran Firman Tuhan, tradisi adalah produk manusia, bkn Tuhan. Jd kita hrs mendahulukan Firman Tuhan drpd tradisi, namun bkn meniadakan tradisi, krna ada bagian dr tradisi yg sejalan dg Firman Tuhan.

Belajar mempraktekkan Firman Tuhan bkn sekedar spya kelihatan kudus di hadapan manusia, tp apakah jg kita kudus di hadapan Tuhan? Tuhan melihat hati.

Posted in Renungan | Comments Off on Ternyata Buta

Dikabulkan Tuhan

DI 13072018

Keluaran 33:17 KJV
And the LORD said unto Moses, I will do this thing also that thou hast spoken: for thou hast found grace in my sight, and I know thee by name.

  • Dan Tuhan berkata pada Musa: “Aku akan melakukan hal ini juga yang telah kau katakan, karena engkau telah menemukan anugerah dalam pandangan-Ku, dan Aku mengenalmu oleh nama.”

Rasanya bahagia sekali bila permintaan kita dikabulkan Tuhan, Musa meminta sesuatu dan Tuhan mengabulkannya, krna ada 2 hal yg Tuhan lihat dlm diri Musa.

Pertama, dlm pandangan Tuhan, Musa telah menemukan ‘grace’ yg dlm bahasa aslinya adalah ‘chên’ artinya perkenanan, diterima, berkualitas. Musa telah teruji dan mendpt perkenanan Tuhan, Dia senang dg yg Musa telah lakukan, dan itu membuat Tuhan bermurah hati mengabulkan permintaan Tuhan.

Usahakan diri kita spt Musa yg mendpt perkenanan Tuhan, caranya adalah dg melakukan Firman dan perintah Tuhan sbg bukti kita mengasihi Dia. Selain itu hrs memiliki hubungan yg intim dg Tuhan dlm penghormatan kepada Dia. Musa tdk menyia-nyiakan pilihan Tuhan atas dirinya utk memimpin bangsa Israel, hidup dlm panggilan Tuhan. Ini bs terjd krna Musa lemah lembut.

Kedua, Tuhan mengenal Musa melalui nama. Arti nama Musa adalah ‘Karena aku telah menariknya (mesyitihu) dari air’. Dlm bhsa aslinya, nama adalah ‘shêm’ yg berarti nama, reputasi. Dlm nama seseorg melekat reputasi dan karakter org yg memiliki nama itu. Misalnya ketika nama aeseorg disebutkan, maka dlm pikiran kita muncul ttg apa yg telah dilakukan org itu dan bgmna karakternya. Bagi Tuhan, pemilik nama Musa dikenali sbg org yg berkualitas dlm reputasi maupun karakternya. Sederhananya kita sebut sbg ‘nama baik’. Apa yg timbul dlm pikiran org lain ketika nama kita disebutkan? Apakah reputasi kita atau justru jejak hidup yg buruk?

2 hal inilah yg hrs kita miliki jika ingin permintaan kita dikabulkan Tuhan. Perkenanan dan nama baik sama pentingnya, hiduplah dlm taat pd perintah-Nya

Posted in Renungan | Comments Off on Dikabulkan Tuhan