Tidak Murni

DI 12072018

1 Samuel 4:4

  • Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo, lalu mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian TUHAN semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub; kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian itu.

Bangsa Israel sdg berperang melawan bangsa Filistin, dan mereka membuat sebuah kesalahan besar yaitu membw Tabut Perjanjian ke medan perang dg harapan beroleh kemenangan, tapi nyatanya mrka kalah dan Tabut Perjanjian dirampas.

Tabut Perjanjian merupakan lambang kemuliaan Tuhan dinyatakan dan dari situlah Tuhan menyampaikan pesan-Nya pd Imam Besar. Namun bangsa Israel saat itu menyalahgunakannya dg menganggapnya spt ‘jimat’, mrka malah tdk berseru pd Tuhan minta kemenangan. Zaman itu moral para pelayan Bait Suci sangatlah bobrok. Anak-anak Imam Eli yakni Hofni dan Pinehas melakukan yg jahat di mata Tuhan.

Ada hukum ttg perang yg Tuhan berikan pd bangsa Israel (Ulangan 20), dlm peperangan kali ini kondisi Hofni dan Pinehas tdk dlm keadaan kudus, melanggar kekudusan Tuhan shga Tuhan tdk ada di antara bangsa Israel, itulah sebabnya mrka kalah melawan bangsa Filistin saat itu.

Ini pelajaran penting bagi kita: jangan campurkan kekudusan dg dosa dlm hidup kita, spt Tabut Perjanjian dg Hofni dan Pinehas saat itu. Di gereja kelihatan kudus, di luar gereja bnyk melakukan dosa. Spt warna abu-abu, putih bukan dan hitam jg bukan. Percaya Tuhan Yesus tp masih simpan jimat. Mengandalkan Tuhan tp bersandar pd harta, suam-suam kuku, panas tdk, dingin jg tdk. Jgn salahkan Tuhan jika nantinya hidup kita mengalami kekalahan demi kekalahan melawan dosa dan godaan duniawi.

Kalau benar sbg Kristen, berkomitmenlah hidup kudus bagi Tuhan, jgn kompromi dg dosa dan iblis. Jgn tanggung-tanggung dan setengah-setengah, hidup kita nanti spt kapal yg terombang ambing oleh badai di lautan, tdk ada damai sejahtera dan kehilangan keselamatan dr Tuhan. Berimanlah hanya pd Tuhan, jgn mendua hati, jgn ragu

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Murni

Kedaulatan Tuhan

DI 11072018

Yeremia 38:21, 23
Tetapi jika engkau enggan menyerahkan diri, maka inilah firman yang dinyatakan TUHAN kepadaku:

  • Semua isterimu dan anak-anakmu akan digiring ke luar ke hadapan orang-orang Kasdim itu. Dan engkau sendiri tidak akan terluput dari tangan mereka, tetapi engkau akan tertangkap oleh raja Babel. Dan kota ini akan dihanguskan dengan api.”

Dlm batasan tertentu, Tuhan bs mengubah keputusan-Nya ketika Dia melihat bhw ada pertobatan yg ditunjukkan spt dlm bbrpa generasi bangsa Israel, mrka dihukum kemudian dikasihani Tuhan berulang kali.

Raja Zedekia mendengar pesan Tuhan melalui nabi Yeremia, pesan yg tdk baik utk keadaan kerajaan Yehuda, dua pilihan ditawarkan Tuhan dan tdk ada yg akan dibatalkan. Inilah yg dimaksud dg kedaulatan Tuhan. Tapi sayangnya bnyk org Kristen yg cuma tahu bhw Tuhan itu penuh kasih, tp tdk menyadari bhw Tuhan itu jg adil, menghakimi dan tdk dpt dipermainkan.

Kadang ada org yg ‘bermain-main’ dg Tuhan, sebentar hidup kudus, sebentar nakal, menyesal, tp tetap berbuat kesalahan lagi berulang-ulang. Spt anak kecil yg nakal berusaha minta maaf dg menggunakan ‘gemes’ yg dimilikinya, ketika orgtuanya memarahi dia, malah dia sengaja menunjukkan ‘gemes’nya dg naik ke pangkuan ibunya, senyam senyum manja kemudian mencium pipi ibunya, dan ada saja orgtua yg terkecoh dg cara spt anak ini, malah larut dg kegemesan si anak, bbrpa wkt kemudian si anak mengulangi kesalahan yg sama.

Sayangnya, Tuhan tahu isi hati dan isi otak kita, Dia tdk bs dirayu apalg dibohongi dg cara apapun. Sampai batas tertentu Dia tunjukkan kasih-Nya, tp selebihnya Dia tunjukkan keadilan-Nya. Ada hal-hal buruk yg tdk bs diubah lg ketika itu sdh menjd keputusan final dr Tuhan. Jgn sampai hal itu terjd pd diri kita, jgn bermain-main dlm hal komitmen dg Tuhan, apa yg pernah kita janjikan segera ditepati, kembali pd perintah Tuhan, perkuat komitmen kita dan berlakulah setia.

Hormati keputusan Tuhan apapun itu bentuknya

Posted in Renungan | Comments Off on Kedaulatan Tuhan

Doakan Gerejamu

DI 10072018

Yehezkiel 8:16

  • Kemudian dibawa-Nya aku ke pelataran dalam rumah TUHAN; sungguh, dekat jalan masuk ke bait TUHAN, di antara balai Bait Suci dan mezbah ada kira-kira dua puluh lima orang laki-laki, yang membelakangi bait TUHAN dan menghadap ke sebelah timur sambil sujud pada matahari di sebelah timur.

Dlm zaman nabi Yehezkiel hidup, keadaan Bait Suci Tuhan sangatlah menyedihkan, bacalah pasal ini seutuhnya maka kita temukan berbagai kejahatan rohani yg dilakukan baik oleh para pemimpin maupun rohaniwan.

Gereja itu kumpulan org-org kudus, dlm pengertian grja adalah kumpulan org-org berdosa yg mau bertobat dan diubahkan Tuhan. Para hamba Tuhan dan jemaat adalah manusia, rentan menghadapi cobaan dan godaan, shga kekudusan grja dinodai oleh oknum-oknum yg beraktivitas di dlmnya. Tetap ada org-org yg hidup benar tentunya, tp ada jg yg ‘bermain-main’ di dlm gereja.

Mgkin pernah kita dengar cerita dlm rapat sebuah panitia acara di gereja berisi saling serang dan hampir-hampir terjd tindak kekerasan ketika rapat terjd, bahkan mgkin dlm sebuah sidang sinode, kubu-kubu dlm organisasi gereja saling berebut kedudukan. Blm lagi saat terdengar gereja ditutup krna kurang ‘menghasilkan’ alias pengeluaran tdk sesuai pemasukan, grja sdh spt perusahaan saja, tujuan buka gereja bkn utk melayani jiwa-jiwa tp mencari keuntungan.

Itu sisi lain yg negatif dr kehidupan bergereja, disamping terjd jg pembedaan perlakuan terhadap jemaat yg kaya, menengah dan miskin. Yg kaya pasti dilayani lgsg oleh gembala sidang, yg menengah dilayani oleh wakil gembala, yg miskin dilayani ketua komselnya saja. Pembagian ‘ring 1,2,3’ spt ini menimbulkan kecemburuan jemaat, pdhal kaya atau miskin, pny hak yg sama dilayani oleh semua hamba Tuhan di grja.

Masih bnyk hal negatif lainnya, namun kita jgn sampai putus asa, selama masih ada Tuhan dan org-org yg berkomitmen melayani Tuhan dg tulus, selalu ada harapan grja menjd tempat ibadah yg kudus bagi Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Doakan Gerejamu

Pemurnian Hidup

DI 09072018

Mazmur 12:6

  • Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.

Setiap dr kita butuh pemulihan dan jg pemurnian, sayangnya bnyk org Kristen berpikir pemulihan saja cukup, maka semua keadaan hidupnya ikut berubah secara otomatis. Ini sebabnya bnyk org Kristen yg akhirnya kecewa dan murtad meninggalkan imannya pd Tuhan krna terkejut dg proses pemurnian dr Tuhan.

Dlm menginjil hrs kita berikan informasi lengkap, Tuhan sediakan keselamatan dan kelepasan, tp jg ada proses kehidupan utk memurnikan hidup dan karakter org percaya. Scra sederhana bs digambarkan spt kita ingin anak dr pembantu rumah tangga kita yg dtg dr kampung, tdk bersekolah krna keadaan yg ada, kita ubah menjd seorg anak yg pandai. Mau tdk mau dia hrs disekolahkan, belajar dan mengikuti ujian, krna nantinya ijazah dr sekolah yg membuat dia bs mengubah nasib hidupnya dg bekerja yg syarat diterima kerjanya sesuai ijazah sekolahnya.

Perak dimurnikan 7x dlm peleburan tanah, barulah peraknya menjd murni. Kehidupan kitapun jg mengalami pemurnian berkali-kali. Jgn berpikir setelah percaya Yesus langsung keadaan berubah: miskin jd kaya, buruk jd baik, dsbnya. Mengapa perlu berkali-kali? Tujuannya spya kita menjd ‘murni’, pikiran duniawi dibuang, cara berpikir yg salah disingkirkan, karakter buruk kita dihilangkan, hati kita dibersihkan dr yg jahat, dsbnya. Berkali-kali Tuhan memproses kita krna kita sering ‘jatuh bangun’ ketika proses itu kita jalani. Spt bayi br belajar jalan, tdk lgsg bs berjalan tegak dan lancar, sering jatuh dan bangun lg, hingga suatu saat dia bs berjalan dg baik.

Sdh brpa kali proses pemurnian yg kita hadapi? Proses ini akan berhenti ketika Tuhan melihat hasilnya terlihat dlm diri kita, jd kalau blm murni, Tuhan akan proses trs, apalg kalau kita ‘bebal dan nakal’, tambah bnyk proses yg hrs kita jalani. Taat saja dan rela diubahkan oleh Tuhan, jgn melawan tp jalani

Posted in Renungan | Comments Off on Pemurnian Hidup

Moral dan Kasih

DI 07072018

Lukas 18:18, 23
Ada seorang pemimpin bertanya kepada Yesus, katanya: “Guru yang baik, apa yang harus aku perbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?”

  • Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya.

Seorg penguasa/pemimpin yg masih muda dtg pd Yesus menanyakan ttg bagaimana bs memiliki hidup yg kekal, dan jwban yg Yesus berikan ternyata membuatnya ada dlm dilema yg dlm.

Pemimpin muda ini terlihat memiliki moral yg cukup baik, dia tdk melanggar hukum Taurat, nyaris sempurna di hadapan Tuhan, sampai ketika Yesus menawarkan sesuatu yg Dia inginkan, pemimpin muda ini tdk dpt memenuhinya dan pergi meninggalkan Yesus dg sedih hati. Rupanya org ini hatinya melekat pd harta dan jabatan, shga permintaan Yesus utk dia menjual hartanya, membagikannya pd org miskin, kemudian mengikuti Yesus, tdk dpt dilakukannya. Apakah pd akhirnya pemimpin muda ini melakukan perkataan Yesus atau tdk, tdk dikisahkan dlm Alkitab.

Org tdk percaya Tuhan bs punya moral yg baik, krna mgkin budaya di mana dia hidup jg mengatur gaya hidup dlm komunitasnya. Misalnya perintah jgn mencuri, ada dlm semua agama dan budaya. Org yg beragamapun blm tentu memiliki moral yg baik, buktinya dlm penjara saja penuh dg org yg beragama. Bagi Tuhan moral saja blm cukup, tp hrs memiliki kasih Tuhan dlm diri setiap umat Tuhan. Tanpa kasih maka moral sekedar membuat org berkelakuan baik, tp ttg hidup kekal di surga bkn ditentukan oleh kelakuan baik manusia, tp ditentukan oleh Tuhan sndri. Kalau kita tdk punya hubungan baik dg Tuhan, bohong kalau kita berkata bhw kita mengasihi Tuhan. Kalau mengasihi Tuhan pasti kita menuruti perintah-Nya. Hukum Tuhan jg mengandung nilai moral yg baik dan luhur, jd bkn hanya membuat kita pny moral yg baik, tp jg kasih Tuhan berdiam dlm diri kita.

Jgn cuma jd org yg beragama, tp jadilah org yg ber-Tuhan dlm hidup, jgn bangga dipuji org lain, banggalah ketika Tuhan menyatakan perkenanan-Nya atas kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Moral dan Kasih

Serupa Kristus

DI 06072018

Kejadian 1:27 KJV
So God created man in his own image, in the image of God created he him; male and female created he them.

  • Demikianlah Tuhan menciptakan manusia dalam gambaran-Nya sendiri, dalam gambaran Tuhan Dia menciptakannya; laki-laki dan perempuan Dia menciptakan mereka.

Seringkali kita keliru mengerti ttg ini: kita mengira Adam adalah sebuah nama dr manusia yg pertama. Kata ‘âdâm’ justru adalah bhsa asli dari ‘man’ yg berarti makhluk hidup. Kekeliruan berikutnya adalah bnyk org mengira Tuhan sekaligus menciptakan laki-laki dan perempuan.

Kejadian 2 adalah penjelasan dr Kejadian 1:27. Pertama kali Tuhan hanya ciptakan manusia tanpa gender laki atau perempuan. Ingat bhw Tuhan itu Roh, tak ada jenis kelamin, jd Adam itu tdk pny jenis kelamin krna dialah manusia yg diciptakan di dlm gambaran Tuhan, spt Tuhan tdk punya jenis kelaminnya. Kemudian Tuhan mengambil satu tulang rusuk Adam, kemudian diciptakannyalah seorg perempuan yg dlm bhsa aslinya adalah ‘ishshâh nâshı̂ym’ (Kejadian 2:21-23). Nama Hawa diberikan Adam pd isterinya setelah jatuh dlm dosa (Kejadian 3:20).

Dari sinilah kita mengerti bhw Tuhan ciptakan manusia di dlm gambaran diri-Nya. Kita selama ini salah memahami krna menjelaskan manusia mnrut perbedaan gendernya, shga yg muncul dlm kegiatan spt ‘camp atau kelas pemulihan’ justru hanya memaksimalkan pria atau memaksimalkan wanita. Bukannya itu tdk diperlukan, sangat perlu, tp justru itu menjebak pikiran kita ke arah yg berbeda dg tujuan Tuhan menciptakan kita. Menjd pria dan wanita yg maksimal hanyalah berkaitan dg psikologi dan hubungan sesama manusia. Lalu bgmna dg hubungan kita dg Tuhan?

Yg Tuhan inginkan adalah baik pria maupun wanita, menjd serupa dg Kristus. Jatuhnya manusia dlm dosa merusak gambaran dirinya, itulah sebabnya Kristus mati utk menyediakan solusi ttg masalah dosa, spya manusia bs kembali spt keadaan sblm jatuh dlm dosa: segambar dg Tuhan (Roma 8:29, 2 Kor 3:18)

Posted in Renungan | Comments Off on Serupa Kristus

Ukuran Kristus

DI 05072018

Efesus 4:7 KJV
But unto every one of us is given grace according to the measure of the gift of Christ.

  • Tapi kepada setiap orang dari kita diberikan anugerah sesuai dengan ukuran pemberian Kristus.

Setiap org yg percaya pd Kristus pasti diberikan sesuatu oleh Tuhan, dlm ayat ini dibahas ttg ‘grace’ atau anugerah.

Dlm bhsa aslinya, ‘grace’ adalah ‘charis’ yg berarti ‘graciousness as gratifying’ atau keanggunan/kuluwesan sebagai sesuatu yg memuaskan. Hidup setiap kita akan Tuhan buat menjd hidup yg ‘elegan’, tdk biasa-biasa saja, di atas rata-rata, dan pastinya Tuhan memuaskan hasrat kita.

Kalau kita berpikir bhw hidup org lain lebih diberkati Tuhan, ada 2 sisi yg hrs kita perhatikan, pertama tentu saja mgkin org itu lebih taat, lebih tekun, bertindak hati-hati drpd kita, kedua koreksi diri kita apakah kita telah memenuhi apa yg Tuhan jadikan standart bagi diri kita. Ayat ini berkata Tuhan memberikan ‘grace’ sesuai dg ukuran Kristus. Jd kita ini ‘diukur’ Tuhan, pantasnya menerima seberapa, jd tentu saja ada perbedaan antara kita dg org lain, tp kita dan mrka sama-sama menerima dr Tuhan.

Kata ‘gift’ berasal dr ‘dōrea’ yg berarti pemberian secara personal dan jg berarti sebuah persenan/tip. Gambarannya spt kalau kita puas dg plynanan di sebuah resto, kita berikan uang tip yg lumayan pd plynan resto yg melayani kita. Jd tiap-tiap org menerima ‘grace’ mnrut ukuran pemberian/tip dr Tuhan. Makin kita taat pd perintah-Nya, ukuran ‘grace’ yg kita terima makin besar, dan tingkat kepuasan hidup kita tentu saja meningkat. Salah jika kita iri dg hidup org lain yg terlihat lebih drpd kita. Kalau kita ingin lebih, lakukan segala sesuatunya lebih utk Tuhan, shga ukuran ‘grace’ yg Dia berikan lebih besar dr sblumnya shga tingkat kepuasan dlm hidup kita jd meningkat.

Kasih Tuhan itu sifatnya adil, Dia mengasihi semua anak-anak-Nya, namun pemberian yg Dia berikan sesuai dg perbuatan kita, ada reward utk semuanya

Posted in Renungan | Comments Off on Ukuran Kristus

Semuanya Sia-Sia

DI 04072018

Pengkhotbah 12:7-8 KJV
Then shall the dust return to the earth as it was: and the spirit shall return unto God who gave it.
Vanity of vanities, saith the preacher; all is vanity.

Dan debu akan kembali ke bumi sebagaimana dia dulu ada: dan roh akan kembali pada Tuhan yang memberikannya

  • Kesia-siaan dari banyak kesia-siaan, kata pengkhotbah, semua adalah kesia-siaan.

Membaca kalimat ini hrs hati-hati dan jgn salah dlm memahami maksud dr penulis kitab Pengkhotbah yaitu Raja Salomo.

Saya pribadi awalnya sulit memahami, namun Tuhan ingatkan kembali dr perkataan bbrpa org mengenai makanan: “Makanan paling enak di dunia dan yg paling standart enaknya itu akhirnya sama saja ‘endingnya’, yg membedakan cuma dari lidah hingga tenggorokan saja, sdh masuk perut kan sama saja dicerna, dan hasil akhirnya berujung dikeluarkan di …. ”

Org kaya atau miskin, besar atau kecil, tua atau muda, pintar atau bodoh, bahagia atau mengenaskan nasibnya, dsbnya, akhir hidupnya ya sama, mati. Apa yg dialami selama hidup, apakah kebahagiaan atau kesedihan, tdk bs menghindarkan diri dr kematian. Mengumpulkan harta banyak mgkin bs memperpanjang umur sekian tahun, tp pasti mati juga. Punya suami ganteng atau istri cantik, pasti mati juga. Jd semua itu sia-sia dlm arti bhw itu cuma dinikmati saat hidup di dunia.

Bnyk org takut miskin tp tdk takut masuk neraka, bnyk org takut sakit, tp tdk takut berbuat dosa, bnyk org kumpulkan harta di dunia, tp tdk menyiapkan diri utk masuk dlm pengadilan Kristus. Hidup di dunia cuma mgkin di bwh 100 tahun (walaupun ada yg lebih), kita gunakan hidup utk semua yg fana atau kebutuhan fisik dan jiwa, tp kita lupa bhw roh kita jg punya kebutuhan, yaitu: hubungan dg Tuhan setiap saat.

Salomo pny semua yg tersedia di dunia: kekayaan, kemuliaan, kehormatan, istri yg bnyk, namun saat dia jatuh dlm penyembahan berhala, dia sadar telah kehilangan yg terpenting yaitu Tuhan. Ayat ini mgkin bukti pertobatan Salomo

Posted in Renungan | Comments Off on Semuanya Sia-Sia

Kerinduan Yang Tercapai

DI 03072018

Kejadian 5:24 KJV
And Enoch walked with God: and he was not; for God took him

  • Dan Henokh berjalan bersama dengan Tuhan: dan dia tidak ada; karena Tuhan mengambil dia

2 org manusia yg tercatat tdk mengalami kematian scra fisik spt manusia pd umumnya adalah Henokh dan Nabi Elia, dan pasti ada alasan mengapa keduanya tdk mengalami kematian.

Dlm ayat ini dijelaskan bhw Henokh berjalan bersama Tuhan. Org yg berjalan bersama kita tentulah punya hubungan yg baik dg kita dan punya tujuan yg sama. Kalau tujuan kita ke mall tp teman kita tujuannya ke pantai, tentu akan berpisah menuju tujuan masing-masing. Di sinilah kita mendpt gambaran bhw Henokh telah mengembalikan kerinduan Tuhan ttg Adam sewaktu blm jatuh dlm dosa.

Ketika Adam dan Hawa jatuh dlm dosa, mrka ketakutan saat mendengar langkah Tuhan di taman Eden. Rupanya saat di taman Eden, Tuhan sering menemui Adam dan Hawa, mgkin berbincang-bincang, dsbnya, tdk tertulis dlm Alkitab, namun kita bs menggambarkannya demikian. Sejak Adam dan Hawa diusir dr taman Eden, Tuhan kehilangan keintiman dg manusia. Sptnya Henokh berhasil mengembalikan kerinduan Tuhan itu, Henokh Tuhan ambil utk diri-Nya sndri. Betapa istimewanya Henokh bagi Tuhan.

Dlm pengiringan kita pd Tuhan, sdhkah disertai dg keintiman dg Dia? Bnyk org cuma sekedar takut pd Tuhan tp gagal membangun keintiman dlm hubungannya dg Tuhan. Cuma sekedar menjauhi larangan Tuhan tp tdk berusaha menyentuh hati Tuhan. Perumpamaannya spt hubungan bos dg karyawan, si karyawan bekerja demi upah, takut dipecat, taat tp hatinya gelisah, beda dg karyawan yg bekerja dg sepenuh hati, bkn krna takut dipecat, tp ingin memajukan perusahaan dan punya hubungan yg baik dg bos. Kalau apa yg kita kerjakan tujuannya utk diri kita sndri, bkn utk Tuhan, maka suatu saat kita bs tdk menjd setia dan tdk bertahan.

Penting utk membangun hubungan yg intim dg Tuhan, namun tetap penuh hormat dan takut akan Tuhan. Dia Bapa dan kita anak.

Posted in Renungan | Comments Off on Kerinduan Yang Tercapai

Pengaruh Roh Kudus

DI 02072018

Kisah Para Rasul 4:13 KJV
Now when they saw the boldness of Peter and John, and perceived that they were unlearned and ignorant men, they marvelled; and they took knowledge of them, that they had been with Jesus.

  • Kini ketika mereka melihat keberanian Petrus dan Yohanes, dan melihat bahwa mereka orang yang tidak terpelajar dan bodoh, mereka heran; dan mereka tahu tentang mereka, bahwa mereka telah bersama dengan Yesus.

Yesus memilih 12 murid yg kemudian 11 dr antara mrka nantinya menjd para rasul dr beragam latar belakang, ada dr nelayan, pemungut cukai, dsbnya. Dlm ayat ini diceritakan ttg latar belakang Petrus dan Yohanes.

Kalau kita melihat bhsa aslinya, kata ‘unlearned’ berasal dari ‘agrammatos’ yg punya arti: buta huruf, tdk memiliki tata bahasa yg baik. Anak org Yahudi yg masih kecil zaman itu ada di bawah pengajaran seorg Rabbi atau Guru, ada bbrpa tingkatan Rabbi di zaman itu, sbg contoh Gamaliel yg adalah Rabbi yg mengajar Paulus termasuk Rabbi level tinggi. Jd Petrus dan Yohanes bs digambarkan sbg org yg tdk bersekolah, tdk berpendidikan.

Kata ‘ignorant’ dlm bhsa aslinya adalah ‘idiōtēs’ yg artinya idiot, kasar. Jd Petrus dan Yohanes dulu dikenal sbg org yg bodoh dan kasar, semua org tahu krna anak yg tdk bersekolah zaman itu pasti ketahuan.

Setelah mrka dipenuhi Roh Kudus yg turun atas mrka, Petrus yg awalnya tdk punya tata bhsa yg baik, bs dg lugas berkhotbah dg luar biasa, bs mengutip ayat dan menjelaskannya. Mana mgkin org bodoh bs menjelaskan ayat Firman Tuhan? Tapi itulah bukti dr kuasa Roh Kudus. Mrka yg dahulu tdk berani, berubah menjd berani, dan mengadakan bnyk mujizat.

Bnyk org ingin mengalami perubahan hidup, tp dg memakai cara yg bkn dr Tuhan. Tentu saja kita menghargai pengetahuan yg luar biasa berkembang saat ini, hrs belajar dan trs melatih diri, tp jgn batasi kuasa Tuhan. Apa yg manusia tdk bs lakukan krna keterbatasannya, Tuhan bs lakukan. Pasti bs krna Roh Kudus

Posted in Renungan | Comments Off on Pengaruh Roh Kudus