Yesus dan Bapa

DI 25092025

Yohanes 14:28
Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

Ayat ini sering digunakan org yg bernafsu utk menjatuhkan ketuhanan Yesus, bahkan dlm bbrpa pengajaran tertentu, kedudukan Yesus diurutkan ada di bawah Bapa.

Bapa, Yesus, dan Roh Kudus bukan dilihat sbg 3 pribadi yg berbeda sehingga punya ‘kehebatan’ yg tdk sama levelnya, jangan samakan spt manusia yg memang dapat dibanding-bandingkan sesuai kategori yg ada. Dlm ayat ini, Yesus mengatakan bhw Bapa lebih besar drpd diri-Nya, ingat bhw Tuhan dan manusia itu berbeda, keadaan Yesus saat itu adalah Dia sbg Tuhan yang utk sementara waktu berdiam dlm sebuah tubuh manusia, sementara pd hakekatnya, Tuhan itu Roh, tdk pny tubuh spt manusia, itulah mengapa kita tdk tahu sosok Bapa dan Roh Kudus itu spt apa, kalau sosok yg kita ketahui hanyalah Yesus dlm rupa yang saat Dia menjd manusia. Mengapa timbul ada lukisan ttg Yesus spt yg diketahui saat ini, itu hanya sebuah perkiraan, tapi apakah itu benar-benar wajah Yesus, masih belum bs dikatakan akurat 100%.

Jadi saat dlm rupa seorg manusia, Yesus dgn tepat mengatakan bhw Bapa itu lebih besar drpd Dia, Tuhan yg tinggal dlm satu tubuh manusia, ini berbeda dgn saat Tuhan itu memperlihatkan diri-Nya spt satu sosok manusia spt yang banyak terjd dlm Alkitab. Jadi berbeda ya antara Tuhan mengambil rupa seorg manusia yaitu Yesus dgn Tuhan yg memperlihatkan diri-Nya spt sosok satu manusia. Yesus yang harusnya Tuhan yaitu Roh, demi menyelamatkan manusia, turun ke dunia bukan dgn memperlihatkan diri & sementara saja, tapi Dia menjd manusia yg nantinya akan mati dan bangkit, perlu satu tubuh manusia supaya bs mati, inilah yang hrs kita pahami, roh tdk bs mati karena roh sifatnya kekal, tapi tubuh manusia itu fana, suatu saat akan ditinggalkan roh sehingga manusia mengalami kematian.

Kita hanya punya satu Tuhan, Bapa, Yesus dan Roh Kudus itu pribadi yg sama, meski manusia mengenal ada 3 pribadi, ini karna keterbatasan pemikiran manusia yg jauh berbeda dgn Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Yesus dan Bapa

Karunia Untuk Mengerti

DI 24092025

Matius 13:11, 13
Jawab Yesus: “Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak.
Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti.

Tidak semua org yg membaca Alkitab, bisa memahami apa yg dibacanya itu, ini karena utk memahaminya, diperlukan karunia utk mengetahui rahasia kerajaan surga.

Mengikuti sekolah teologia memang hal yg sangat membantu utk bs lebih memahami apa isi Alkitab, bgmna menafsirkan sebuah ayat bahkan kalimat sesuai dgn konteks yg berlaku di pasal di mana ayat itu ada. Tapi tdk semua jemaat Tuhan yg mengikuti hal ini yaitu sekolah teologia, tetapi hal ini bkn berarti mustahil utk BS memahami Alkitab, asalkan spt dlm ayat ini: diberi karunia utk mengetahui rahasia kerajaan surga. Untuk bs memilikinya maka perlu ada usaha yang perlu kita lakukan. Pahami ini: rahasia yang dibukakan pasti kepada org yang sdh teruji dlm banyak hal oleh si pemilik rahasia. Dlm konteks para murid Yesus, mereka dengan komitmen tinggi telah memilih mengikuti panggilan Yesus utk nantinya menjd murid yg kemudian menjd para rasul. Ada Yesus yg selalu membuka pengertian ttg apa yg Dia katakan dlm perumpamaan, khususnya hanya utk para murid.

Zaman ini kita bs memahami isi Alkitab dg benar ketika Roh Kudus mengajar kita ttg firman Tuhan: “tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yg telah Kukatakan kepadamu (Yohanes 14:26). Ini alasan mengapa pentingnya membangun hubungan dgn Tuhan, supaya Roh Kudus ini tinggal dlm diri kita, mengajar kita apa yg Yesus ajarkan pd para murid, termasuk ttg bgmna memahami apa yg kita baca di dlm Alkitab, bukan mengandalkan logika atau kepintaran ilmu teologia semata. Ilmu teologia itu baik, namun tetap pencerahan dr Roh Kuduslah yg memberi pengertian yg benar ttg ayat-ayat dlm Alkitab. Keduanya sama pentingnya, tetapi hrs seimbang dan saling berkaitan satu sama lainnya.

Tuhan ingin kita tdk sekedar membaca isi Alkitab, tetapi memahaminya dgn benar & melakukannya dlm hidup keseharian kita, jadi pelaku firman.

Posted in Renungan | Comments Off on Karunia Untuk Mengerti

Mengapa Jadi Lebih Buruk?

DI 23092025

Matius 12:44-45
Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur.
Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.”

Rumah tak berpenghuni, hanyalah sebuah benda mati tak bertuan, siapa saja dapat dgn bebas memasukinya dan mengklaim kepemilikan atasnya.

Roh jahat atau roh najis yg keluar dr tubuh seseorg akan selalu mencari tempat yang bs didiaminya, dlm Alkitab jelas dikisahkan bhw roh jahat bs merasuki tubuh manusia, juga bs merasuki tubuh binatang, spt kisah roh jahat Legion yg masuk ke tubuh hewan babi. Jd perlu diingat bhw selesai seseorg dilayani pelepasan, jgn anggap dia itu sdh bebas selamanya dr roh jahat yang pernah merasukinya. Susuai ayat ini, roh jahat bisa saja kembali merasuki orang yg pernah dia rasuki sebelumnya apabila org itu ternyata ‘kosong’, bukan ‘otak kosong’ atau bodoh, tapi org yg tdk memiliki Roh Kudus dalam dirinya. Digambarkan spt rumah indah tapi tak berpenghuni. Sudah dilayani pelepasan, bukan berarti sudah selesai, hrs dilanjutkan dgn pemantauan dan kewaspadaan penuh terhadap serangan lanjutan dr roh jahat yg bs 7x lebih parah dr sebelumnya.

Diampuni dosanya bukan berarti bebas dr berbuat dosa selanjutnya, pengertian ini yg hrs kita tanamkan dlm pikiran kita. Datang beribadah bukan berarti otomatis bebas dr serangan roh jahat, Yesus saja setelah Dia selesai berpuasa 40 hari 40 malam, iblis datang mencobai-Nya di Padang gurun. Yg perlu kita perhatikan adalah jgn biarkan diri kita ‘kosong’, penuhi hidup kita dgn segala yg baik. Ibarat sebuah rumah, hidup kita ini hrs berpenghuni, hrs ada Roh Tuhan dalam diri kita. Bangun hubungan dgn Tuhan tiap saat, lakukan disiplin rohani dgn rutin dan berkualitas, berjaga-jaga dlm doa, supaya kita punya kekuatan dan kuasa melawan iblis dan rencana jahatnya. Jgn biarkan dia masuk kembali dan menguasai hidup kita yg telah dikuduskan oleh Tuhan. Jgn buat celah utk iblis masuk dan merusak kembali hidup yg telah dipulihkan Tuhan.

Iblis tak pernah berhenti menargetkan kita utk dijadikan ‘tempat tinggal’nya, jgn lelah atau lengah dlm menjaga hidup kita tetap kudus dan berkenan di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Jadi Lebih Buruk?

Pohon dan Buahnya

DI 22092025

Matius 12:33 KJV
Either make the tree good, and his fruit good; or else make the tree corrupt, and his fruit corrupt: for the tree is known by his fruit.

Matius 12:33 TB
Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.

Matius 12:33 ILT3
“Peliharalah setiap pohon yang baik maka buahnya pun baik, sebaliknya, peliharalah pohon yang buruk maka buahnya pun buruk. Sebab dari buahnyalah pohon itu dikenal.

Kali ini kita lihat ayat yg sama dgn 2 jenis terjemahan yg agak berbeda. Intinya sama yaitu baik buruknya sebuah pohon dinilai dr pohonnya.

Terjemahan KJV dan ILT3 memiliki sesuatu kesamaan, yg satu menekankan cara yang dipakai utk memelihara sebuah pohon yg ingin dinikmati hasil buahnya (KJV), kalau diurus dgn baik, pohon itu menjd baik lalu menghasilkan buah yg baik juga, lalu jika kita lihat terjemahan ILT3, ditekankan ttg benih pohonnya, memelihara benih pohon yg baik, tentu nanti pohonnya jadi baik jg, kalau memelihara benih pohon yg buruk, maka buah yg dihasilkan jg buruk. Banyak khotbah cenderung hanya menekankan ttg mengenali org dr perbuatannya (buahnya), tapi tdk membahas bgmna cara utk dapat memelihara sebuah pohon supaya nanti bs menghasilkan buah yg baik. Misalnya dlm harapan ingin memiliki anak yang hebat di masa depan, semua tergantung orgtua di dlm mendidik anak dan mempersiapkan masa depannya. Jadi fokusnya bukan pd ‘buah’, tapi pd ‘pohon’nya.

Manusia bs berpura-pura baik demi suatu kepentingan, misalnya ingin mendapatkan pencitraan positif, mendapat kepercayaan, ingin mendapat pujian dan terkenal, masih banyak lagi motivasi yg buruk. Suatu saat terbongkarlah sifat aslinya, banyak orang yg tertipu oleh penipuan yg dilakukannya, tiba-tiba melakukan tindakan kriminal yang mengejutkan banyak orang, hanya org-org terdekatnya saja yg tahu persis bagaimana karakter dan sifat yg sebenarnya. Menilai org tdk cukup hanya jangka pendek, sekali lagi ingat, org bs berpura-pura, jadi pahami ayat ini dgn benar: jangan lihat perbuatan yg dilakukannya (buah), tetapi lihat dengan jelas karakternya (pohonnya), lebih jernih kita menilai seseorg dr karakternya, bukan perbuatannya saja, tapi sayangnya hanya org-org terdekat yg bs melihat karakter yg aslinya.

Fokus pd karakter, bukan perbuatan baik, karakter yg mulia pasti menghasilkan bnyk perbuatan baik, milikilah karakter yg mulia dan memuliakan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pohon dan Buahnya

Menguji Perbuatan Sendiri

DI 20092025

Galatia 6:4-5 ILT3
Namun hendaklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri dan pada waktunya dia akan memperoleh kemegahan hanya bagi dirinya sendiri dan bukannya bagi orang lain,
karena setiap orang akan menanggung tanggungannya sendiri.

Lebih banyak mana: membicarakan orang lain dgn segala kelebihan dan kekurangan yg dimilikinya, atau menguji diri sndri dgn jujur dan rindu memperbaiki diri?

Terkadang sebagian orang mudah dg teliti menemukan kesalahan dan kekurangan yg org lain miliki, sampai detail, hingga orang itu tak berkutik utk menyangkalnya. Dalam Lukas 6:42 dikatakan bhw :Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” Ayat ini mengingatkan kita utk intropeksi diri terlebih dahulu dgn teliti sblum kita menilai org lain. Dlm ayat lain diingatkan supaya kita jgn spt orang buta yg menuntun org buta (Matius 15:14). Jadi ujilah diri kita terlebih dahulu, bukan malah mengurusi hidup org lain.

Setiap org akan menerima kemuliaan utk dirinya sendiri, apa bangganya melihat org lain dimuliakan tp diri kita sendiri terpuruk dan gagal? Membicarakan keadaan orang lain memang lebih mengasyikan daripada mengakui kesalahan dan kekurangan yang kita miliki. Itulah sebabnya kenapa banyak org memilih utk memiliki idola: si idolanya ini bs mencapai apa yg tdk bs dia lakukan dan peroleh. Kebanggaannya ditaruhan pd diri org lain. Terkadang dlm didikan orang tua zaman dulu, anak dibebankan banyak harapan karena orgtua tak sanggup untuk meraihnya, akibatnya anak jadi tumpuan harapan dan tulang punggung keluarga, si anak tdk punya pilihan utk menjadi dirinya sendiri. Ujilah pekerjaan atau perbuatan yg kita lakukan, sudah beres belum? Karakter sdh oke belum? Rohani kita sdh dewasa?

Bangga pd prestasi org lain hanyalah satu impian yg semu, sementara realita sangat menyedihkan, mulailah lebih banyak waktu utk intropeksi diri sejujur-jujurnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Menguji Perbuatan Sendiri

Dosa Membuat Murka

DI 19092025

Yesaya 64:9
Ya TUHAN, janganlah murka amat sangat dan janganlah mengingat-ingat dosa untuk seterusnya! Sesungguhnya, pandanglah kiranya, kami sekalian adalah umat-Mu.

Dosa itu membuat murka Tuhan bangkit & hukuman Tuhan dijatuhkan. Jadi dosa itu sesuatu yg tdk menyenangkan hati Tuhan, jangan kita sengaja melakukannya.

Kadang pikiran negatif berseliweran dalam otak sebagian manusia: tak apalah berbuat dosa, itu sudah kodratnya manusia, tinggal nanti minta ampun, kan selesai, berbuat lg ya tinggal minta ampun lagi, susah amat! Dgn dalih semua manusia berdosa, tdk ada yg benar dlm pengertian tdk berbuat dosa, maka pikiran spt inilah yang menyesatkan sebagian org yg pd akhirnya berani dengan sengaja ‘mempermainkan Tuhan’: “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu (Galatia 6:7-8). Bermain-main dgn dosa, itu hanya membinasakan diri kita sendiri saja.

Tuhan menyediakan pengampunan, bukan berarti kita bebas terus berbuat dosa. Dia tahu ke depannya, kita masih trs berjuang melawan keinginan daging kita, mungkin suatu saat kita berhasil melawannya, tapi di saat yg lain kita kalah dan jatuh, di saat inilah kita butuh pengampunan Tuhan. Yg membuat Tuhan murka adalah dosa yang tdk diakui sbg dosa oleh org yg melakukan dosanya. Di pikirannya itu sesuatu yg tidak penting, normal, karena banyak orang yang juga melakukannya. Jd kita perlu waspada, bukan berarti kalau banyak org melakukan sesuatu, hal itu bukan sebuah dosa. Suatu pikiran atau prinsip yg berbahaya, sesuatu itu dosa atau bukan, ditentukan sesuai dgn standart Tuhan, kalau Dia sudah tegaskan bhw sesuatu itu dosa, maka apapun alasan yg manusia berikan utk membenarkannya, itu sebuah pembelaan yg duniawi.

Jgn sengaja membangkitkan murka Tuhan dgn sengaja berbuat dosa terus menerus, ingat upah dosa adalah maut, binasa, dan kita kehilangan keselamatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dosa Membuat Murka

Susah Payah Diselamatkan

DI 18092025

1 Petrus 4:17-18 ILT3
Sebab, ini saatnya untuk memulai penghakiman dari bait Elohim, dan jika pertama-tama dari kita, bagaimanakah akhirnya dengan mereka yang tidak taat kepada injil Elohim?
Dan, jika orang benar dengan susah payah diselamatkan, di manakah orang fasik dan orang berdosa akan nampak?

Org benar susah payah diselamatkan saat penghakiman Tuhan terjadi, ini sesuatu yg perlu kita pahami supaya kita jgn sampai meremehkan anugerah keselamatan yang kita terima dr Tuhan.

Setiap manusia termasuk org Kristen tentu melakukan dosa, kadang menang melawan keinginan berbuat dosa, kadang kalah dan akhirnya berbuat dosa. Jadi pengertian ttg org benar dlm Kristen adalah pertama, org yg dibenarkan, artinya dosanya diampuni: “Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah (Roma 5:9). Jadi tdk ada manusia satupun yg sanggup menyelamatkan dirinya dr jerat maut yang diakibatkan oleh dosa yang diperbuatnya, hanya oleh darah Kristus, kita dibenarkan dan diperdamaikan dgn Bapa. Sbg orang yg menerima pengampunan Tuhan, hidup harus benar-benar menghargai kemurahan Tuhan, jgn hidup lagi sbg org berdosa dan jgn diperhamba oleh dosa, kita telah bebas dan dimerdekakan, jgn kembali pd hidup yg gelap, karena kita adalah anak-anak terang yg menerangi dunia ini.

Kedua, orang benar adalah org yg dg sadar ingin hidup benar di hadapan Tuhan. Dlm ayat ini: “Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karna perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman (Yakobus 2:24). Jadi dgn iman kita percaya bhw kita sudah dibenarkan oleh darah Kristus, lalu perbuatan-perbuatan kita seharusnya juga mentaati perintah Tuhan, inilah yg disebut sbg hidup benar di hadapan Tuhan. Bukan hanya bertobat tetapi menanggalkan yang lama, meninggalkan kegelapan dan hidup dlm kebenaran firman Tuhan. Buah harus muncul dr pertobatan kita, perbuatan kita itulah buah pertobatan. Tetapi perbuatan kita tdk bs menyelamatkan kita dari maut, sebenar-benarnya perbuatan kita, hal itu spt: “Namun kami semua menjadi seperti orang yang najis dan semua kebenaran kami seperti kain yang najis. Dan kami semua layu seperti daun, dan kejahatan kami seperti angin mengembus kami (Yesaya 64:6 ILT3). Kita selamat karena Tuhan yg menyelamatkan kita.

Hiduplah sbg org yg bertobat, taati semua perintah Tuhan, jadi pelaku firman, jangan anggap murah kebaikan Tuhan, hidup dgn takut akan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Susah Payah Diselamatkan

Mengasihi Yang Tidak Mengasihi Kita

DI 17092025

Matius 5:43-45 ILT3
“Kamu sudah mendengar yang telah dikatakan: Kasihilah sesamamu dan bencilah musuhmu.
Namun Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu, berkatilah mereka yang mengutuk kamu, perlakukanlah dengan baik mereka yang membenci kamu dan berdoalah bagi mereka yang melecehkan kamu dan menganiaya kamu,
supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga. Sebab Dia menerbitkan matahari-Nya bagi yang jahat dan yang baik, dan Dia menurunkan hujan bagi yang benar dan yang tidak benar.

Apa makna dr mengasihi musuh? Kita bisa sederhanakan makna musuh di sini sbg yg tdk mengasihi kita dan berbuat jahat karna mereka membenci kita.

Dlm konteks perang, tentu prinsip yang ada adalah menaklukkan atau ditaklukkan, tdk cocok prinsip ‘mengasihi musuh’ dlm ayat ini diterapkan. Jd pahami konteksnya spya kita jgn tersesat pikiran kita. Dalam situasi tertentu, Yesus justru mengajar utk musuh coba utk diadakan perdamaian: “Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dgn sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yg mendatanginya dengan dua puluh ribu org? Jikalau tdk, ia akan mengirim utusan slma musuh itu msh jauh utk menanyakan syarat-syarat perdamaian (Lukas 14:31-32) Jd intinya adalah jgn mencari keributan, tp perdamaian dgn semua org, termasuk yg memusuhi dan tdk mengasihi kita. Hitung untung dan ruginya jika kita berurusan dgn org lain, biasanya perselisihan lebih banyak merugikan drpd menguntungkan kita.

Pepatah mengatakan punya 1 musuh jauh lebih merugikan drpd memiliki 1000 teman, 1 musuh saja bs sangat merepotkan, maka lebih baik spt ayat ini, kita mendoakan dan memberkati musuh, biarlah pembalasan yg adalah milik Tuhan itu tetap Tuhan yg pny wewenang melaksanakannya. Bgmna jika kita terus dimusuhi, dipersulit, ditekan, dan diperlakukan tdk adil? Inilah penderitaan yg hrs kita tanggung sbg pengikut Kristus, di ayat ini dikatakan: “Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dlm nama Kristus itu” (1 Petrus 4:16). Bertahan dlm penderitaan yg disebabkan karena kita seorg Kristen, hrs memuliakan nama Tuhan, tetap bersikap dan berbuat kebaikan, menjd terang dunia dan jangan menimbulkan celah bagi org lain utk bisa mencemooh nama Tuhan. Memang sulit, tp tdk mustahil utk kita lakukan.

Jadilah cerminan Kristus dalam keseharian hidup kita, berikan teladan yang baik, kasihi semua org, bahkan mereka yg memusuhi & tdk mengasihi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengasihi Yang Tidak Mengasihi Kita

Beri Juga Pipi Kirimu

DI 16092025

Matius 5:39-40 ILT3
Namun Aku berkata kepadamu: Janganlah melawan yang jahat, melainkan siapa yang menampar engkau pada pipimu yang kanan, serahkanlah kepadanya pipi yang lain juga.
Dan kepada dia yang menginginkan engkau dihukum dan mengambil pakaianmu, tinggalkanlah kepadanya jubahmu juga.

Apa sebenarnya makna dr ayat ini? Apakah kita diajar utk jadi org yg lemah? Ditampar malah diam saja, bahkan memberikan pipi yg lain utk ditampar jg?

Lebih baik kita mengerti apa makna suatu tamparan di zaman itu, dalam Ensiklopedia Alkitab, dijelaskan bhw tamparan pada pipi berarti celaan atau kekalahan (Ayub 16:10; Mat 5:39). Nah jadi konteks ayat ini bukan pd situasi normal spt yg sering kita pikir & bayangkan, keributan lalu terjadi adu fisik dan membiarkan diri ditampar. Jgn terlalu ‘polos’ dlm menafsirkan ayat ini! Org yang ditampar pipinya adalah org yg kalah, ada di bawah kekuasaan musuh. Spt seorang tawanan perang, ditaklukkan dan dengan bebas diperlakukan apa saja oleh pihak yg menaklukkan. Membiarkan diri ditampar tujuannya supaya jgn sampai diperlakukan lebih buruk drpd itu. Emosi orang penakluk biasanya sangat tinggi, lebih baik memberi kepuasan emosi pd orang yg menaklukkan kita drpd nyawa kita hilang pd akhirnya. Di dlm hidup ini, ada waktunya kita kalah dan merugi, di saat inilah kita jgn melawan dgn sembarangan.

Dlm perselisihan, kadang kita hrs dengan sengaja membiarkan orang lain mendapat apa yg diinginkannya. Misalnya ketika ada seseorg yg dijambret, diancam dgn pisau, lebih baik kehilangan harta drpd nantinya kehilangan nyawa, bukan? Di sinilah semua dr kita diajar utk bijak, mana yg lebih patut kita pertahankan, mana yg harus rela untuk dilepas. Memang tdk menyenangkan, tapi di situasi spt itulah kita jangan kehilangan yg paling berharga. Harta masih bs dicari, tetapi kita hanya punya 1 nyawa. Ditampar dan membiarkan ditampar lagi, jauh lebih baik drpd mengalami hal yang lebih buruk, dan kehilangan nyawa. Kali ini kita kalah, tp suatu saat kita bisa bangkit membalikkan keadaan. Dulu ditindas, nanti berkuasa, itu yg hrs kita pahami. Bijaklah dlm menyikapi keadaan buruk yg sedang menimpa, lebih baik mengalah sesaat demi nantinya bisa menang selanjutnya.

Pikirkanlah apa yg paling berharga, jangan biarkan kita kehilangan itu, lepaskan yang berharga, karna suatu saat kita bs memiliki semuanya kembali.

Posted in Renungan | Comments Off on Beri Juga Pipi Kirimu

Walaupun Rugi

DI 15092025

Mazmur 15:4 ILT3
Dan orang yang jahat direndahkan di hadapannya, tetapi dia menghormati orang-orang yang takut akan YAHWEH; dia telah bersumpah sekalipun rugi dan tidak mengubahnya.

Org yg menepati perkataannya, janjinya, itu dihormati Tuhan, sekalipun dia merugi, tapi menepati janji atau sumpah yg diucapkan menjd suatu integritas dirinya.

Pernah mengalami org lain seenaknya dgn gampang mengubah isi perjanjian? Tentu kita menjd kesal bahkan marah, kita sudah menepati yg jadi bagian kita, tetapi org lain yang terikat perjanjian itu malah ingkar, lalu mengubah isi perjanjian seenaknya. Dalam pandangan Tuhan, org yg tdk menepati isi sumpahnya tdk pantas utk mendpt suatu kehormatan dr Tuhan. Pepatah umum yg kita tahu ialah: yg bs dipegang/dipercayai adalah ‘mulutnya’ atau perkataannya. Jika perkataannya saja susah dipegang, tentu sdh pasti kehilangan kepercayaan dan org banyak akan malas berinteraksi dgn orang macam ini. Bersumpah membawa nama Tuhan supaya menyakinkan org lain, tetapi justru dgn tanpa merasa bersalah, ingkar & lari dr tanggung jawabnya. Mgkin selalu bs ‘mengerjai’ org, tapi selanjutnya pasti tidak akan mendapatkan kepercayaan lagi, jadi sebenarnya dia itu merugikan dirinya sndri.

Walaupun rugi, tetap menepati perkataan atau janji yg diucapkan. Dalam PB, semua org memang dilarang mudah bersumpah atas nama Tuhan: Kamu telah mendengar pula yg difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan (Matius 5:33). Yang sering kita ucapkan di keseharian biasanya bukan sumpah, tetapi janji ttg sesuatu. Misalnya, orgtua berjanji jika sang anak bs mencapai sesuatu, mrka berjanji memberikan apresiasi, tujuannya utk mendongkrak semangat si anak untuk bs menaikkan kualitas dirinya. Janjikan yg bs kita penuhi, jgn melampaui kemampuan yg kita miliki, nantinya ketika tidak ditepati, kita akan kehilangan kepercayaan dan bisa dicap sbg pembohong, nama baik kita jadi tercemar, apabila org banyak mengetahui hal ini, sulit bagi kita membangun ‘network’ atau jaringan kerjasama dgn org baru.

Tepati janji atau sumpah kita, kebohongan hanya akan merusak nama baik dan masa depan kita, pertahankan kepercayaan yang sudah org lain berikan pd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Walaupun Rugi