Mengatasi Kemarahan

DI 26022018

Amsal 19:11 KJV
The discretion of a man deferreth his anger; and it is his glory to pass over a transgression.

  • Kebijaksanaan seseorang menangguhkan kemarahannya; dan adalah kemuliaannya untuk memaafkan sebuah pelanggaran

Setiap org memiliki ketahanan emosi yg berbeda, misalnya ada yg mudah menangis, mudah marah, dsbnya. Dlm hal marah, apa yg hrs kita lakukan?

Kebijaksanaan itu berhubungan dg hikmat yg dimiliki seseorg, hikmat ada yg dr Tuhan, ada jg hikmat manusia (1 Korintus 2:5). Mnrut hikmat manusia, cara menahan marah misalnya dg teknik menghitung sambil bernafas dg teratur, nasehat-nasehat turun temurun jg ada yg berkaitan dg menahan utk marah. Sbg org percaya, kita diberi hak utk meminta hikmat pd Tuhan (Yakobus 1:5). Hikmat dr Tuhan membuat kita menjd bijaksana, krna kita bijaksana, kita bisa menahan marah demi keadaan yg lebih baik. Bkn cuma butuh sabar, tp jg butuh hikmat.

Marah itu bkn dosa, dikuasai amarah shga kita tdk lg bs mengendalikan diri dan pd akhirnya berbuat dosa, inilah yg jgn sampai terjd pd diri kita. Saat marah kita sulit berpikir jernih, cenderung mengutamakan emosi dan ego pribadi kita. Tdk disarankan berlama-lama ‘adu mulut’ krna bisa berlanjut pd perkelahian fisik dan muncul perkataan hinaan, kutuk, dsbnya. Bnyk pembunuhan terjd diawali oleh adu mulut dan perdebatan ataupun hinaan.

Tdk setiap saat kita bs menahan marah, perlu bantuan org lain utk mengingatkan kita. Bgmna jika saat itu terjd kita tdk ada yg mendampingi? Berdoalah dlm hati pd Tuhan walaupun singkat saja. Atur nafas dan usahakan tenang. Jgn berlama-lama adu mulut, salah satu pihak hrs meninggalkan tempat, spt dulu cara orgtua mengatasi perkelahian anak-anak, dipisahkan kemudian dinasehati.

Selalu usahakan utk menahan marah, krna marah tdk selalu menyelesaikan masalah yg ada. Pembicaraan yg damai bisa lebih menemukan solusi dan hubungan baik tetap terjaga. Kebencian sesaat bs berkembang menjd kebencian yg dlm

Posted in Renungan | Comments Off on Mengatasi Kemarahan

Tetap Bandel

DI 24022018

Ulangan 1:42, 45
Tetapi TUHAN berfirman kepadaku: Katakanlah kepada mereka: Janganlah kamu maju dan janganlah kamu berperang, sebab Aku tidak ada di tengah-tengahmu, nanti kamu terpukul kalah oleh musuhmu.

  • Lalu kamu pulang dan menangis di hadapan TUHAN; tetapi TUHAN tidak mendengarkan tangisanmu dan tidak memberi telinga kepada suaramu.

Mgkin kita pernah spt org Israel dlm kisah ini, sdh dilarang tapi tetap nekad, akibatnya malu sendiri.

Tuhan itu bkn manusia, kalau manusia mgkin bs terpaksa menerima kenyataan, tp Tuhan tdk bs kita atur. Contohnya, anak yg nekad menikah dg org yg tdk direstui orgtuanya, berharap seiringnya wkt berjalan, punya anak, nanti demi sang cucu, orgtuanya bs luluh hatinya, menerima mantu atau menantunya. Manusia mgkin bs bgtu, tp Tuhan tdk mgkin bs kita paksa spt itu.

Mestinya kita berpikir, knp Tuhan melarang kita melakukan sesuatu? Bodoh rohani kalau menganggap Tuhan tdk suka kalau kita sukses, bahagia dan berprestasi, itu keterlaluan bila pny pikiran spt itu. Tuhan melarang justru punya alasan yg kuat, krna Dia tahu apa yg akan terjd nantinya, krna Dia mengetahui niat jahat org terhadap kita, Dia tdk ingin kita celaka, rugi dan terpuruk.

Mengapa lebih memilih nekad? Pasti krna kita terlalu percaya diri, sok pintar dan merasa tanpa Tuhan tak masalah, bisa lakukan tanpa Tuhan. Keberhasilan yg dulu bkn jaminan utk keberhasilan yg skrg dan masa depan. Tak mgkin selalu rintangannya sama, tdk mgkin selalu prediksi kita itu tepat, tdk selalu Tuhan di pihak kita. Penyertaan Tuhan itu ada ketika kita taat dan lakukan apa yg Tuhan suruh. Di luar itu resiko kita tanggung sndri.

Jgn memancing murka Tuhan turun atas kita, meskipun nanti kita menyesal, ada saatnya Tuhan tdk berkenan atas kita, spt dlm ayat ini, Tuhan tdk mau mendengar tangisan bangsa Israel. Tuhan tdk pernah salah, yg salah pasti diri kita sndri. Jgn bertindak arogan dan bodoh, lebih baik taat drpd ‘bonyok’ nantinya. Bertobat

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Bandel

Menghargai Langkah Tuhan

DI 23022018

2 Samuel 2:4

  • Kemudian datanglah orang-orang Yehuda, lalu mengurapi Daud di sana menjadi raja atas kaum Yehuda. Ketika kepada Daud diberitahukan bahwa orang-orang Yabesh-Gilead menguburkan Saul,

Daud telah diurapi oleh Samuel menjd raja atas Israel, namun pd kenyataannya dia tdk langsung menjd raja atas seluruh Israel, tp dimulai dg bnyk konflik dan hanya menjd raja atas suku Yehuda saja saat itu.

Kita mgkin dipercaya Tuhan mengelola sebuah perusahaan besar nantinya, namun yg kita kelola barulah toko dagangan yg kecil, apakah kita menghargai langkah Tuhan? Bnyk org inginnya lgsg punya perusahaan besar, tdk terpikir dimulai dg merintis toko yg kecil dulu. Di sinilah terlihat sesungguhnya kita sdg berambisi atau menjalani rencana Tuhan.

Rencana Tuhan itu butuh wkt, artinya ada proses yg membutuhkan kesabaran dan iman kita. Bnyk org lari dr rencana Tuhan krna menganggap Tuhan terlalu ‘lambat’ bergerak, ingin semuanya cepat namun sesungguhnya org itulah yg ingin mengatur Tuhan sbnarnya. Mengapa hrs lewat bnyk proses? Spya mental dan karakter kita terbentuk dulu, shga berkat tdk berubah menjd jerat dosa. Spt bandara hrs dibangun dulu spya pesawat terbang bs mendarat, pesawat bs pergi ke manapun, masalahnya pesawat tdk bs sembarangan mendarat di mana saja.

Apa yg sdg kita kerjakan hari ini? Hal yg kecilkah? Kerjakanlah dg setia, krna hal yg kecil bs menjd besar nantinya. Jgn mengeluh dan merasa Tuhan terlalu lambat, Dia hrs persiapkan kita utk melakukan hal-hal besar, kalau tdk siap, hidup kita bs jd menderita nantinya. Setialah dlm hal yg kecil, nanti kita dipercayakan hal yg besar. Jgn ikuti emosi dan pikiran yg bkn hasil dr ketenangan, melainkan kepanikan. Tuhan tdk pernah terlambat, Dia tdk pernah lupa akan janji-Nya. Itu jaminan yg bs kita percaya.

Tuhan sayang semua umat-Nya, semua dipercayakan hal yg besar, ada yg sdh mengalaminya, ada yg belum. Itu masalah waktu Tuhan saja, jgn iri

Posted in Renungan | Comments Off on Menghargai Langkah Tuhan

Bisa Tidur

DI 22022018

Mazmur 3:5-6
Aku membaringkan diri, lalu tidur; aku bangun, sebab TUHAN menopang aku!

  • Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang siap mengepung aku.

Nyanyian ini diciptakan oleh raja Daud ketika anaknya yaitu Absalom mengadakan pemberontakan, Daud melarikan diri.

Hal yg unik adalah di saat pelarian ini, Daud masih bs tidur dg baik, biasanya org yg dlm masalah dan tekanan besar, apalg nyawanya terancam, akan sangat depresi dah mgkin saja jiwanya sangat terguncang, tak jarang berakhir jiwanya terganggu atau bunuh diri. Daud dlm kondisi terjepit, tp dia menyerahkan nasibnya pd Tuhan krna dia sadar, tahta raja itu penentuan Tuhan.

Pd akhirnya kita tahu kisahnya, Absalom mati dan Daud kembali duduk di tahta raja. Inilah iman, mempercayakan nasib pd Tuhan. Iman membuat seseorg tdk takut kehilangan apapun di dunia ini: harta, kedudukan hingga nyawa sekalipun.

Apa yg sdg kita hadapi hari-hari ini? Apa yg membuat kita susah tidur hingga berhari-hari. Periksa kondisi iman kita, kalau kita takut, kuatir, bingung dan rasanya ingin ‘mati saja’, itu krna iman kita tdk aktif atau lumpuh. Berserah total pd Tuhan adalah cara yg terbaik. Semua yg kita miliki itu pemberian Tuhan, Dia berhak memberi dan mengambilnya dr kita, jgn kita mencintai pemberian Tuhan, cintailah Sang Pemberi, Sumber dr segalanya.

Daud dicemooh org, tp reaksi Daud sangat rendah hati, dia berserah pd Tuhan. Dlm situasi penuh tekanan, ada saja suara-suara negatif yg masuk ke telinga kita. Hinaan, perkataan kutuk hingga fitnahan yg membuat kita emosi, namun jgn tanggapi itu semua dg serius, Tuhan membela kita selama kita ada di pihak Tuhan dan melakukan yg benar. Ada waktunya Tuhan membalas, jgn sampai malah kita yg jatuh dlm dosa krna ‘pancingan’ dr perlakuan org lain. Jgn terlalu menganggap kita ini hebat, sikap inilah yg justru melumpuhkan iman dan justru melemahkan kita saat kita terpuruk sangat dlm.

Jadilah org yg memperkatakan yg positif, membangun

Posted in Renungan | Comments Off on Bisa Tidur

Status Orang Percaya

DI 21022018

Efesus 2:19 KJV
Now therefore ye are no more strangers and foreigners, but fellowcitizens with the saints, and of the household of God;

  • Karena itu sekarang kamu bukan lagi orang tak dikenal dan orang asing, tapi sesama warga negara dengan para orang kudus, dan bagian dari keluarga Tuhan.

Di negara kita ada yg dulunya adalah orang asing, contohnya org Belanda yg kemudian menjd WNI, melepas kewarganegaraan Belandanya, krna kecintaannya terhadap Indonesia.

Kitapun org-org percaya, yg dahulu bkn penyembah Tuhan, setelah percaya menjd sewarga dg para org kudus, spt org asing yg menjd WNI. Jd para org kudus itu tercatat sbg warga negara kerajaan Tuhan, di mana Tuhan sndri menjd Raja di atas segala raja. Sederhananya adalah kita bkn org asing lg tp jd warga negara, punya hak penuh menikmati yg Tuhan sediakan, tetapi jg punya kewajiban penuh melakukan semua yg Tuhan firmankan.

Sbg warga negara kerajaan Tuhan, kita 100% dilindungi dr iblis dan kejahatan, krna kita bkn lg hamba dosa yg tunduk pd iblis dan dosa, kita tdk terikat lg pd hukum dosa dan maut, krna itulah jgn lg mau diperhamba oleh iblis dan dosa.

Kemudian kita jg menjd bagian dr keluarga Tuhan, artinya menjd anak-anak Tuhan dan Tuhan adalah Bapa dan Ibu bagi kita. Ingat bhw Tuhan itu Roh, tdk ada gender pria atau wanita, sama spt Hawa ada dlm diri Adam, Tuhan punya fungsi sbg ‘org tua’ bagi kita, jd Dia itu berperan sbg Bapa dan jg Ibu bagi kita.

Sbg anak Tuhan maka kita ada dlm pemeliharaan dan didikan Tuhan sepenuhnya. Hrs punya komunikasi yg baik sbg sebuah keluarga, doa itulah komunikasi kita dg Tuhan. Hrs ada keintiman sbg sebuah keluarga, kita hrs intim dg Tuhan.

Kedua status ini tentunya merupakan sebuah anugerah dlm hidup kita, jgn kita sia-siakan anugerah ini. Hiduplah sbg org kudus dan sbg anak Tuhan yg mengasihi Dia. Tunduk pd otoritas Tuhan dlm hidup kita, jgn tergoda utk meninggalkan Tuhan, rugi besar jika kita meninggalkan Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Status Orang Percaya

Pelaku Firman

DI 20022018

Yakobus 1:22

  • Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Tentu kita pernah tertipu oleh orang lain, kasusnya beragam, dr yg lucu hingga menyakitkan. Apa yg kita rasakan?

Ayat yg kita bc mengungkap sebuah tindakan penipuan yg pelaku dan korbannya adalah diri kita sndri. Saat kita cuma mendengar Firman Tuhan tp tdk melakukannya, kita menipu diri sndri. Tertipu ada unsur dibohongi di dlmnya.

Tiap org ingin hidupnya bahagia, sukses, berkelimpahan dlm bnyk hal, dan semua yg positif lainnya. Firman Tuhan menunjukkan cara utk mencapainya. Kita dengar dan kita tahu caranya, tp tdk kita lakukan. Artinya kita ingin bahagia, tp yg kita lakukan justru hasilnya bkn kebahagiaan, kita ingin sukses, tp yg kita lakukan hasilnya kegagalan trs, kita ingin berkelimpahan, tp yg kita lakukan itu justru hasilnya kita berkekurangan, mgkin sdkit mirip dg org yg ingin kurus tp justru makan trs dan tdk berolahraga, kpn kurusnya? Kita ingin sehat tp minum minuman keras, merokok, mkn sembarangan.

Kalau kita blm bahagia, sukses atau berkelimpahan, biasanya kesalahan ada dr dlm diri kita sndri. Menyalahkan org lain dan keadaan yg ada adalah sebuah penipuan terhadap diri sndri, yg salah ya kita, org lain malah disalahkan. Org yg demikian bs dikatakan org yg suka atau senang ditipu, tdk normal jiwanya.

Jgn menipu diri sndri lagi, mulai praktekkan Firman Tuhan yg kita dengar dan ketahui. Tuhan ingin yg terbaiklah yg menjd milik kita, jd Dia memberitahukan cara-Nya, tinggal kita mau lakukan atau tdk. Jgn sesat berpikir bhw tdk melakukan Firman Tuhan itu tdk apa-apa, bebas mau dilakukan atau tdk. Ingatlah ada surga dan neraka, kita mau ada di mana dlm kekekalan nanti? Tdk ada ‘free will’ sbg org Kristen, kalau mau tdk tinggal di neraka, lakukan semua yg Tuhan perintahkan ttg bgmna kita nantinya tinggal di surga. Sdh dibaptis bkn jaminan masuk surga, hati-hati

Posted in Renungan | Comments Off on Pelaku Firman

Berbuat Baik Itu Harus

DI 19022018

Yakobus 4:17 KJV
Therefore to him that knoweth to do good, and doeth it not, to him it is sin.

  • Karena itu pada dia yang tahu melakukan yang baik, dan tidak melakukannya, pada dia itulah dosa.

Bgmna utk memahami ayat ini dg benar? Bknkah ada teori yg mengatakan bhw manusia itu ‘diberikan kehendak bebas/free will’ oleh Tuhan?

‘Free will’ itu apa artinya? Jgn-jgn selama ini kita cuma ikut-ikutan teori ini tanpa tahu makna sesungguhnya. Kata free atau bebas itu punya makna sederhana adalah ‘terserah mau lakukan atau pilih apa saja’. Ada unsur ‘kemerdekaan’ di dlmnya dan pihak lain tdk boleh mengganggu gugat. Lalu knpa Tuhan memberi firman, perintah, larangan, dsbnya kpd umat-Nya? Kalau memang manusia punya kehendak bebas, mestinya manusia itu tdk bergantung pd pihak lain.

Misalnya sbg negara merdeka dan berdaulat, Indonesia punya kehendak bebas menentukan mau menjd apa negara ini nantinya, negara lain tdk punya hak utk mengatur-ngatur apalg menentukan semua peraturan di Indonesia. Bknkah kita semua telah ditebus oleh darah Kristus dan menjd milik kepunyaan-Nya, dg demikian maka sbnarnya yg punya ‘free will’ atas kita itu Tuhan, bkn kita sndri.

Itulah sebabnya ayat ini berkata kalau kita sdh tahu yg baik tp tdk melakukannya, ketdk mauan itulah yg diperhitungkan Tuhan sbg dosa atas kita. Kalau kita punya ‘free will’ maka sbnarnya kita sama spt atheis, hidup ditentukan oleh diri sndri, tp sbg umat kepunyaan Tuhan, hidup kita ditentukan oleh Firman Tuhan.

Org yg tinggal di Indonesia mgkin biasa buang sampah sembarangan, meskipun ada aturan dan sanksi, namun tdk ditindak. Ketika dia ada di Singapura, buang sampah sembarangan akan dihukum sesuai hukum yg berlaku di situ, tak punya ‘free will’ artinya.

Org yg di luar Tuhan memang hidup dg ‘free will’nya sndri, tp org yg dlm Tuhan tdk punya ‘free will’ krna telah menjd ‘hamba tebusan’ oleh darah Kristus. Budak itu tdk punya hak, nasibnya ditentukan tuannya =-)

Posted in Renungan | Comments Off on Berbuat Baik Itu Harus

Iblis Menghalangi

DI 17022018

1 Tesalonika 2:18

  • Sebab kami telah berniat untuk datang kepada kamu — aku, Paulus, malahan lebih dari sekali —, tetapi Iblis telah mencegah kami.

Tak heran iblis selalu berusaha menghalangi pemberitaan Injil krna dia ingin sebanyak mgkin org tdk diselamatkan, binasa bersama dia di neraka.

Bkn hanya mengenai pemberitaan Injil, dlm bnyk hal iblis berusaha menghalangi kita utk berbuat sesuatu. Misalnya ketika kita ingin berbuat baik, iblis akan berusaha spya kita tdk jd berbuat baik, dg menciptakan kondisi yg di luar perkiraan hingga ancaman scra fisik. Bs jg iblis menaruh pikiran yg keliru melalui perkataan org-org di sekitar kita, shga kita terpengaruh oleh omongan itu dan tdk jd melakukan yg seharusnya bs kita lakukan.

Jd tdk cukup hanya bermodalkan semangat dan ketulusan hati saja, diperlukan jg tekad yg mantap dan keberanian utk melawan iblis yg berusaha menghalangi. Itulah alasan mengapa kita butuh Tuhan, krna dlm bbrpa hal, hanya Tuhanlah yg sanggup utk menaklukkan iblis, meskipun kita diberi otoritas dr Tuhan, tdk semua hal bs diselesaikan hanya dg menggunakan otoritas itu. Kita hrs selalu waspada dan tdk mudah menyerah, jgn gentar terhadap apapun jg selama Tuhan menyertai kita. Tdk ada yg mustahil bagi Tuhan dan bagi org yg percaya.

Keragu-raguan merupakan celah bagi iblis utk membuat iman kita goyah. Saringlah setiap input yg masuk dlm pikiran kita, dan lihatlah sesuatu spt Tuhan melihat, artinya kita lihat dg cara pandang dan cara berpikir Tuhan. Percayalah bhw apapun yg baik dan memuliakan Tuhan akan ada penyertaan Tuhan di dlmnya. Bertindaklah hati-hati dan cermat, jgn buat kesalahan yg tdk perlu terjd. Lawanlah iblis dan jgn takut, selalu minta petunjuk Tuhan sblum melakukan apapun, spya semuanya maksimal dan hasilnya maksimal dan berdampak positif. Andalkan Tuhan dan jgn bersandar pd pengertian kita sndri yg sangat terbatas. Dengarkan nasehat yg benar dan terbuka utk dikoreksi, gunakan hikmat

Posted in Renungan | Comments Off on Iblis Menghalangi

Menjadi Teladan

DI 15022018

2 Tawarikh 35:26

  • Selebihnya dari riwayat Yosia dan perbuatan-perbuatannya yang saleh yang sesuai dengan yang ada tertulis dalam Taurat TUHAN,

Kakek dan ayah dr raja Yosia melakukan yg jahat di mata Tuhan, tdk pantas dijadikan teladan, namun raja Yosia mampu memberi teladan yg baik.

Menjd teladan tdk hrs selalu bersumber dr teladan org lain, kita bs menjd teladan dg melakukan Firman Tuhan tepat spt yg Tuhan perintahkan. Jgn tunggu ada figur org yg dihormati dan pantas diteladani, krna suatu saat mgkin kita akan melihat sisi kelemahan dan keburukan mrka. Kitapun jgn takut menjd teladan sekalipun bnyk memiliki kelemahan.

Tdk mudah utk ‘melawan arus’ yg sdg jd ‘trend’ dan ternyata itu hal yg tdk baik. Perlu kemantapan hati utk hidup sesuai Firman Tuhan, berani utk menolak ajakan yg buruk sekalipun nantinya kita dianggap tdk setia kawan dan tdk bs bersosial. Kita hrs berpegang pd prinsip yg benar, dan mulailah memberi contoh yg baik. Setiap org memiiki hati nurani, bila masih berfungsi, mrka bs tahu mana yg baik dan yg tdk baik. Jgn berhenti berbuat apa yg baik krna suatu saat kita akan melihat dampak baiknya dlm hidup kita.

Kembalilah pd jalan yg benar, jika sblumnya kita mengikuti contoh yg tdk baik, jgn tunda utk kembali melakukan yg benar. Setia kawan versi manusia ada batasnya, kawan bs berubah jd lawan, tp pembelaan Tuhan tak pernah berubah selama kita melakukan perintah-Nya. Org mgkin berkomentar negatif, tp hidup kita jgn ditentukan oleh itu, hidup org benar ditentukan oleh apa kata Tuhan.

Jadilah teladan dimulai dlm keluarga kita sndri. Jadilah suami atau istri yg baik, orgtua yg baik. Selalu ingat bhw org menilai apa yg kita buat dan apa yg jd sikap kita. Tuhanpun akan menilainya jg dan membalaskan sesuai perbuatan kita. Baik atau buruk, kita akan terima balasan-Nya. Tetap bersemangat walaupun mgkin hanya kita seorg diri yg mau tetap lakukan yg baik, jgn tunggu org lain mau mengikuti kita

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Teladan

Kualitas Dari Dalam

DI 14022018

1 Samuel 2:17-18
Dengan demikian sangat besarlah dosa kedua orang muda itu di hadapan TUHAN, sebab mereka memandang rendah korban untuk TUHAN.

  • Adapun Samuel menjadi pelayan di hadapan TUHAN; ia masih anak-anak, yang tubuhnya berlilitkan baju efod dari kain lenan.

Dlm bergaul kita memang hrs menjaga diri, apalg kalau lingkungan di sekitar kita itu tdk bgtu baik, jgn sampai kita tertular kebiasaan buruknya.

Samuel sejak kecil tinggal di lingkungan yg sbnarnya rohani tp ternyata duniawi. Dia diserahkan pd Tuhan dan dibimbing oleh Imam Eli, kedua anaknya ternyata sangat buruk tingkah lakunya, sang ayahpun tak bs menasehati mrka lagi. Apakah Samuel berubah menjd jahat?

Samuel tdk terpengaruh oleh kebiasaan buruk anak-anak Imam Eli, ini membuktikan bhw kualitas diri seseorg bkn dipengaruhi apa yg ‘di luar’ dirinya, tp dipengaruhi oleh apa yg ada dlm dirinya sndri. Samuel bs saja ikut menjd jahat, tp dia menjaga dirinya dg baik.

Org yg menyalahkan lingkungannya adalah org yg malu mengakui kesalahan yg dia lakukan sndri. Sbnarnya dirinya sndrilah yg tdk kuat, tdk punya cukup kualitas dan kalah melawan godaan. Dosa hanya bs menggoda, apakah kita menang atau kalah melawan godaan berbuat dosa, itu masalah yg ada dlm diri kita. Kita malas mendekatkan diri pd Tuhan, kita yg menjauh dr Tuhan dan tak heran kita menjd incaran mangsa bagi iblis. Jgn berkata Tuhan bs cegah kita utk berbuat dosa, itu namanya mencobai Tuhan.

Bgmana kita bs punya daya tahan melawan pengaruh buruk di lingkungan sekitar kita? Perkuatlah iman kita, taat melakukan Firman Tuhan dan intim dg Tuhan. Tdk ada manusia yg tdk digodai utk berbuat dosa, ada yg terseret, ada yg bs melawan, tergantung kualitas dlm diri org itu. Sadarlah iblis selalu berusaha menggoda kita saat kita lengah dan lemah, kita hrs tetap berjaga-jaga dan tdk membuat celah utk godaan dosa bs menguasai kita. Bergaullah dg org yg membw dampak positif bagi hidup kita

Posted in Renungan | Comments Off on Kualitas Dari Dalam