DI 13022018
Yeremia 7:9-10
Masakan kamu mencuri, membunuh, berzinah dan bersumpah palsu, membakar korban kepada Baal dan mengikuti allah lain yang tidak kamu kenal,
- kemudian kamu datang berdiri di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan, sambil berkata: Kita selamat, supaya dapat pula melakukan segala perbuatan yang keji ini!
Sangat salah menganggap gereja sbg tempat yg kudus. Mgkin Anda marah dg kalimat ini, tp coba pahami dulu setelah Anda membaca keseluruhan pasal di atas.
Yg membuat sebuah tempat menjd kudus adalah kehadiran Tuhan di tempat itu, bkn siapa atau megahnya tempat itu. Bisa saja rumah seseorg itu justru kudus dibandingkan gereja di mana dia berjemaat. Knp bs tdk kudus? Krna org yg beribadah di dlmnya mendua hati: hidup dlm dosa tp masih dtg beribadah dg pikiran seolah-olah tdk berdosa. Mgkin ini terlihat vulgar tp coba kita berpikir jujur: yg dtg dlm ibadah mgkin ada seorg suami yg punya ‘simpanan’, ada org yg terlibat okultisme, ada koruptor, mgkin jg ada bnyk penipu bisnis yg beribadah di situ. Inilah gambaran yg dimaksud ayat yg kita baca. Perbuatan manusia tak mgkin membuat Rumah Tuhan atau gereja menjd kudus, tp kehadiran Tuhanlah yg membuat semuanya kudus.
Bkn berarti para pendosa dilarang utk beribadah di gereja, krna bnyk kesaksian ketika beribadah, mrka bertemu Tuhan dan bertobat. Yang dimaksud sbnarnya adalah ketika dlm gereja, fokus kita bkn pd keadaan gedungnya, bkn bagus tdknya alat musik dan pemainnya, bkn pd siapa hamba Tuhannya, tp fokus kita adalah bgmna spya Tuhan menyatakan kehadiran-Nya saat kita beribadah sehingga kekudusan Tuhan itulah yg menguduskan kita dan jg gereja yg kita gunakan utk beribadah. Caranya adalah dg hidup sesuai Firman Tuhan dlm keseharian hidup kita.
Tak ada ayat yg menulis surga bersukacita krna dahsyatnya ibadah di rumah Tuhan, tp krna adanya pertobatan, berbalik kembali pd Tuhan. Penuhilah gereja dg org-org yg hidup dlm pertobatan, ini yg benar