Jangan Memuji Diri Sendiri

DI 25062025

2 Korintus 10:18
Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan.

Kesombongan membuat kita menilai diri dg terlalu positif, terlalu baik, dan sempurna, tp pd kenyataannya, apalagi dalam pandangan Tuhan ternyata kita bukan apa-apa.

Apa yg hebat menurut penilaian manusia, itu belum tentu sama dgn penilaian Tuhan, hal ini karena standart penilaiannya berbeda, jd karena manusia tdk bs melihat isi hati orang lain, maka yg dinilai adalah tampilan luarnya saja. Dan terkadang kita terkecoh karena tdk sebaik yg kita perkirakan. Setiap manusia itu punya kelemahan, punya celah negatif yang bisa terlihat, dsbnya. Jadi pantaskah orang itu menilai dirinya sendiri? Penilaian paling adil tentunya penilaian Tuhan, bahkan bagi bbrpa org yg dinilai baik oleh Tuhan, mendpt pujian secara umum. Misalnya Daud, selalu jadi acuan penilaian yang Tuhan pakai untuk menilai seseorg. Dibandingkan dengan org tertentu, sebenarnya Tuhan ini menunjukkan bahwa ada yg lebih drpd yg ada. Ini jg terjd pd peristiwa Kain dan Habel yg dinilai Tuhan ttg persembahan yg diberikan, persembahan Habel dinilai lebih baik drpd yg Kain berikan.

Setinggi level apapun diri kita, jangan pernah merasa sombong dan lebih baik drpd orang lain. Kita hanya menilai org yg kita kenal dan lihat saja, tp ternyata bnyk jg org lain punya kelebihan dan kehebatan yg lebih drpd yang kita kira sudah hebat. Rendah hati itulah yg hrs kita tunjukkan selaku di depan siapapun, memuji diri sendiri itu sesuatu yg tidak bijak, dan mungkin org jg berpikir kita melakukan hal itu karena kurang mendapat pujian dari org lain sehingga memuji diri sndri. Sesuatu yg sangat tdk patut ditiru dan cenderung jd bahan tertawaan org banyak pada akhirnya. Biarlah org lain yg memuji diri kita walaupun kita sebenarnya tdk sedang mencari pujian dr org lain. Paling bangga ketika Tuhan yang memuji kita, itu suatu kehormatan dan satu pujian yg bs dipertanggung jawabkan mutu dan kualitasnya. Namun tetaplah rendah hati dan tetap merendah di hadapan Tuhan.

Jangan sengaja mencari pujian, biarlah kita terus selalu berusaha melakukan yg terbaik dan jangan lupa pujilah org yg layak dipuji & biarlah itu menyemangati mereka berbuat yg lebih baik lagi.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Memuji Diri Sendiri

Perlu Diuji Dulu

DI 24062025

2 Korintus 8:22
Bersama-sama dengan mereka kami utus seorang lain lagi, yakni saudara kita, yang telah beberapa kali kami uji dan ternyata selalu berusaha untuk membantu. Dan sekarang ia makin berusaha karena besarnya kepercayaannya kepada kamu.

Dalam ayat ini, nama org yg diceritakan oleh rasul Paulus tdk disebut, namun keterangan yg didapatkan, org ini telah diuji berkali-kali dan kemudian banyak dilibatkan melayani bersama.

Utk melayani bukan hanya bermodal hasrat yg besar, keinginan utk melayani itu sesuatu yg baik, tapi perlu adanya suatu pembuktian keseriusan kita dlm melayani. Rasul Paulus berkata bhw org itu telah terbukti serius dan berkali-kali telah diuji. Sesuatu diuji krna ada hasil yg ingin dinilai. Dlm melayani ternyata seseorg perlu diuji oleh pemimpinnya, tidak asal diizinkan ikut melayani, tetapi hrs tahu kemurnian hatinya dlm ikut melayani. Hasil dr pengujian rasul Paulus ternyata orang ini sangat berguna dan didapati setia. Pd saat itu kekristenan baru berkembang, masalah dlm jemaat jg banyak, apakah seorg yakin ingin melayani, ataukah ada motif lainnya, ini yg nanti akan ketahuan saat berhadapan dg situasi yg terjadi. Org yg bermotivasi benar dlm melayani tentunya tetap setia mengikuti gerak pelayanan yg dilakukan pemimpinnya, dan hrs menunjukkan hasil yg baik.

Sesuatu yg menarik adalah mengapa nama org ini tdk disebut rasul Paulus? Di sini kita belajar bhw melayani itu bkn utk cari nama atau jadi terkenal. Zaman ini banyak hamba Tuhan yg ingin viral supaya banyak mendpt perhatian dr org banyak. Sengaja membuat konten mengomentari khotbah atau doktrin org lain, hingga lebih menonjolkan tentang kehebatan dirinya. Yg penting viral dulu, baru nanti bicara kualitas. Ada jg yg sengaja dgn menaruh nomor rekening dlm konten, siapa tahu ada dana yg masuk. Jika tulus hendak melayani di medsos, persiapkan dana dulu sebaik mungkin, jgn berharap pada kiriman uang transfer ke rekening. Itu jualan khotbah namanya. Ketulusan hati itu penting supaya apapun situasinya dlm pelayanan, kesetiaan itu tetap ditunjukkan dan tdk membuat celah org lain menemukan kesalahan hingga nanti nama baik menjd tercemar.

Melayani butuh pengujian supaya kita tetap setia dlm melayani, menghasilkan sesuatu yg berguna bagi jemaat, dan nana Tuhan yg dimuliakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Perlu Diuji Dulu

Perlu Ada Eksekusinya

DI 23062025

2 Korintus 8:21 ILT3
dengan mempersiapkan hal-hal yang baik, bukan hanya di hadapan Tuhan, tetapi juga di hadapan manusia.

Suatu rencana baik akan lebih berguna kalau rencana itu dieksekusi, dibuat jadi nyata, tdk ada gunanya hanya berupa rencana, hanya buang-buang waktu saja.

Pembual, kurang lebih sebutan utk org yang merencanakan sesuatu yg luar biasa, namun tdk pernah mewujudkannya. Hanya pandai membuat rencana tp lemah dalam mencoba mewujudkannya. Demikian jg halnya dengan doa kepada Tuhan, berjanji mau lakukan ini dan itu, tp tdk pernah ada tindak lanjutannya. Cuma doa yg kedengarannya sangat hebat tapi tdk ada manfaatnya terhadap orang lain dan hanya bualan semata. Perlunya dengan perencanaan yg baik disertai dengan punya dana yg memadai. Segala sesuatu akan jadi lebih cepat terwujud bila dananya tersedia. Jadi bila ingin memberkati, pastikan punya cadangan dana yg cukup, karena dana akan sangat berguna di tangan org yg tepat, dana akan sangat berguna bila diserahkan kepada yg memang benar-benar membutuhkannya. Selain dana, kita perlu dikelilingi oleh orang yg pandai, berpengalaman, serta berhikmat.

Pikir dulu sebelum berkata-kata, matangkan dulu rencana sebelum mempublikasikannya. Ini yg harus kita pahami supaya rencana yg isinya hal yg baik itu bs terwujud dgn sesuai perencanaannya. Tiap hal membutuhkan 3D yaitu: doa, dana dan daya. Kurang satu dari ketiganya, tentu perwujudan rencana akan mengalami banyak kendala. Kadang faktor iklim jg berpengaruh terhadap rencana yang sedang dijalankan, itu di luar kekuasaan kita sbg manusia. Misalnya ketika mau KKR, ada peluang hujan turun, maka biasanya pendoa berdoa minta cuaca cerah. Demikian jg dgn proyek perbaikan jalan, hujan dan genangan air bs memperlambat proses perbaikan. Jd sehebat apapun team yg kita miliki, tetaplah kita butuh campur tangan Tuhan. Ada suatu hal yg mustahil, maka kita perlu kuasa-Nya utk membuatnya menjadi mungkin. Tangan Tuhan sangat kita perlukan.

Jangan kita menjadi terlalu percaya diri, kita harus tetap mengandalkan Tuhan, rencana harus disusun dgn matang, perlu komunikasi yg baik dgn team yg ada.

Posted in Renungan | Comments Off on Perlu Ada Eksekusinya

Anak Yang Menyukakan Hati

DI 21062025

Amsal 23:24-25
Ayah seorang yang benar akan bersorak-sorak; yang memperanakkan orang-orang yang bijak akan bersukacita karena dia.
Biarlah ayahmu dan ibumu bersukacita, biarlah beria-ria dia yang melahirkan engkau.

Dalam ayat ini disebutkan 2 kriteria anak yg membuat kedua orgtuanya berbahagia yaitu anak yg adalah org benar dan anak yg bijak, kita akan pelajari bersama.

Org benar dgn sederhana diartikan org yang hidupnya benar, sesuai aturan firman Tuhan. Kalau bagi org Israel tentu saja anak yg taat pd hukum Taurat. Karena kita tdk berdasar pd hukum Taurat, maka dasar kita hidup itu adalah firman Tuhan, sebagian diinspirasi dari PL dan sebagian bersumber pd apa yg jadi pengajaran para rasul sbg pendiri dari gereja. Hukum Taurat kita jadikan sbg suatu gambaran ttg apa yang Tuhan inginkan atas umat-Nya. Org benar banyak dijelaskan dlm PL maupun PB, sederhananya adalah orang yg mendengar didikan orgtua, taat pd hukum dan menjauhi kejahatan. Masa depan orang benar tentu lebih terjamin karna menghindar dr apa yg jahat sehingga tdk muncul banyak masalah yg sebenarnya tdk perlu ada. Tahu mana yg benar dan yg salah, sehingga tidak lagi bertindak ceroboh mengikuti emosi dan nafsu jasmani belaka.

Org yg bijak, sederhananya diartikan orang yg sdh bs memilih mana yg tepat dan benar utk dirinya maupun keluarganya. Punya satu nilai moral dan tdk hidup sekedar ‘mengalir’ mengikuti arus dunia. Dpt memberikan satu solusi utk masalah yg rumit. Contoh orang yg bijak adalah raja Salomo, yg bs memberi solusi pd perkara perebutan bayi oleh dua org wanita yg sama-sama melahirkan. Bijak itu melampaui logika, artinya bergerak tidak sekedar berdasar pd perasaan, insting, dan perkiraan yg tanpa perhitungan matang. Jadi org bijak punya kemampuan beradaptasi dg perkembangan zaman, tahu merawat diri & org-org sekitarnya. Jadi gabungan 2 kriteria ini menjadi sebuah idaman bagi orgtua pada anak-anaknya. Itulah mengapa penting utk mendidik anak sejak dini, punya masa depan yg gemilang dan tdk membuat orgtua kuatir di masa tua mereka.

Jadilah org benar dan bijak, bukan sekedar pintar dan berpengalaman, masa kini tentu berbeda dgn masa lalu, harus beradaptasi dgn tepat supaya hidup berbahagia.

Posted in Renungan | Comments Off on Anak Yang Menyukakan Hati

Isi Hati Yang Berbeda

DI 20062025

Amsal 23:7 ILT3
Sebab seperti orang berpikir dalam jiwanya, demikianlah dia. Dia akan mengatakan kepadamu: “Makanlah dan minumlah,” tetapi hatinya tidak bersamamu.

Kadang keramahan itu sebatas satu sopan santun saja, bukan sebuah kejujuran, mulut manis tapi hati pahit, semua demi terlihat jd baik dan seharusnya.

Atau lebih parah lagi, keramahan itu ternyata hanya sebuah kedok dari keinginan jahat yg terselubung. Misalnya ada org ingin menipu, biasanya dia mengatakan bhw barang yang dijual itu kualitasnya paling oke, tapi itu demi supaya org mau membelinya, kenyataannya kualitas barang itu biasa saja. Atau ada yang sengaja mengajak kita makan tetapi dengan tujuan nanti kita yg bayar, dsbnya. Intinya ini adalah sebuah ‘transaksi’, bukan ketulusan dari hati. Penampilan luarnya terlihat baik & ramah, namun hatinya bisa saja memusuhi, ada dendam, dsbnya. Di sinilah kita harus dengan bijak menilai sebuah situasi, apakah ini bentuk ketulusan seseorg ataukah justru ini sekedar sopan santun yg ada terselubung baik niat ataupun tujuannya. Isi hati seseorg tdk mgkin bs kira ketahui, raut wajah mgkin saja bs dibuat-buat, hanya waktu nanti yang akan mengungkapkan kebenarannya.

Sopan santun itu sesuatu yg penting & baik, tp sbg org Kristen, kita harus melakukannya dgn tulus, dgn hati yang murni, apa yg ada di mulut sama dgn yg ada dlm hati. Namun di sisi lain, kita jg hrs waspada menyikapi yang org lain perbuat terhadap kita, benarkah itu sebuah ketulusan, jangan-jangan itu sebuah jebakan untuk kita, ada niat jahat dibaliknya. Jgn sampai kita terjebak dan dirugikan. Hal spt ini memang butuh hikmat utk menilainya, terkadang kita salah menilai sikap seseorg, dan itu terkadang memalukan sekali. Yang bisa kita lakukan adalah hargai kebaikan yg org perbuat terhadap kita, jika mampu untuk membalas, balaslah kebaikannya, tetapi jika kemudian terbongkar niat jahat di balik apa yang dia lakukan, usahakan jgn terlibat lebih dlm dgn apa yg dia buat, segeralah menjauh dan tetap bersikap sbg orang yg membawa damai.

Miliki nilai moral yang sesuai firman Tuhan, jadilah org yg tulus dlm berbuat baik, tetap bersikap sopan dan ramah. Berikan sebuah kesaksian hidup yg baik di hadapan semua org.

Posted in Renungan | Comments Off on Isi Hati Yang Berbeda

Si Pemalas

DI 19062025

Amsal 22:13
Si pemalas berkata: “Ada singa di luar, aku akan dibunuh di tengah jalan.”

Menyusun sebuah rencana pasti butuh satu pola pikir yang benar, dlm menjalankannya pasti ada tantangan, hambatan, dan sesuatu yang tidak terduga bs saja terjadi.

Penulis amsal ini menggambarkan org yang malas sbg org yang terlalu banyak bengong dan takut oleh pikiran bodohnya sendiri. Ada singa di jalan? Belum juga melihat atau jalan keluar, sudah bilang ada singa di jalan. Bnyk cari alasan yg aneh-aneh, mungkin ini tepat ditujukan utk org yg malas. Belum berusaha atau mencoba tp sudah berpikir pasti gagal atau banyak hambatan. Ketakutan memang he’s disingkirkan dari pikiran jika ingin nanti berhasil pd akhirnya. Kadang ada org yang tdk lagi sanggup membedakan antara yang khayalan atau kenyataan. Org yg malas pasti banyak melewati waktu dgn percuma, tidur terus menerus, jadinya bermimpi yang tanpa makna. Biasanya jd malas karena masih ada org tempat dia bergantung, misalnya orgtua yang kaya, pasangan hidup yg mudah dirayu, atau punya kebiasaan berhutang tp tdk mau bayar hutangnya.

Kemalasan hrs dilawan dengan kerajinan, ini awalnya hrs sengaja memaksa diri utk cepat bertindak, tdk diam saja, mgkin harus alami satu peristiwa yg membuatnya tersentak yg membuatnya sadar bhw kemalasan itu tidak baik utk masa depannya. Hidup di zaman ini yg sedang mengalami krisis ekonomi global tentunya kita hrs menyesuaikan diri bekerja atau berbisnis lebih cerdik dan tekun. Yang tetap malas nantinya akan mengalami satu keadaan buruk ke depannya. Untuk jangan sampai itu terjadi, kemalasan hrs dibuang & mulailah rajin dlm mengerjakan apa yg bisa dikerjakan dgn otak dan tangan kita. Hidup jgn jadi beban utk org lain, tetapi jadi berkat bagi sesama, karena itulah hrs juga memiliki finansial yg bebas dari batasan, artinya akan selalu ada pemasukan yg trs menerus, shga kita bs bertahan di tengah krisis dan banyak menolong org lain yg kesulitan.

Jangan sampai kemalasan menguasai diri kita, betsemangatlah mengerjakan apa yang masih Tuhan percayakan utk kita kelola dan nikmati saat ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Si Pemalas

Jadilah Bijak

DI 18062025

Amsal 22:3 ILT3
Orang bijak melihat kejahatan dan menyembunyikan diri, tetapi orang yang tak berpengalaman melintas dan terkena hukuman.

Bersembunyi seringkali dimaknai sbg suatu wujud ketakutan, tapi dlm ayat ini org bijak justru menyembunyikan diri ketika melihat kejahatan, mengapa?

Menyembunyikan diri biasanya bertujuan utk menyelamatkan atau menghindari sesuatu yg tdk ingin terjd. Dlm ayat ini dikatakan saat melihat kejahatan, dan jawabannya ada pd lanjutan kalimatnya, kalau tdk bersembunyi, lalu melintas, nanti terkena hukuman. Di sini ada terkena hukuman, artinya pelanggaran yg dilakukan. Intinya adalah sesuatu yg jahat itu memancing kita nantinya utk melakukan pelanggaran kalau kita melintasinya. Mgkin ini berupa sebuah jebakan atau perangkap dari si jahat. Nasehat orgtua kita juga mgkin berkaitan dgn hal ini: jgn ikut campur urusan org lain, nanti terkena akibatnya. Jadi kita ini hrs tahu batasannya, kapan kita bs terlibat & kapan hrs menghindar, karna di satu sisi hrs memberikan pertolongan jika mampu, tetapi di sisi lain jgn sampai kita justru melakukan pelanggaran karenanya. Misalnya larangan utk menyentuh barang bukti, karena bs saja kita dianggap terlibat dlm kejahatan.

Dlm ayat ini org bijak dibandingkan dgn org tak berpengalaman, jadi bijaksana itu dapat juga diperoleh dr banyaknya pengalaman yg telah dilalui. Belajar dr pengalaman sangat menolong kita menghindar dr masalah yang sebenarnya tdk perlu ada, namun keadaan atau situasi tdklah selalu sama atau serupa, jadi pengalaman ada gunanya, tapi tdk bisa jadi metode berpikir. Ada waktunya kita utk bersembunyi, tdk melibatkan diri karena di depan kita ada kejahatan, jgn melibatkan diri dgn kejahatan yg dilakukan org lain. Contoh yg sering kita dengar ialah saat berpergian, jgn mau dititipkan sesuatu oleh org yang tdk kita pernah kenal, karena mgkin saja barang itu barang terlarang, lebih baik menolak drpd kita nanti diperiksa dan kedapatan telah dgn sengaja menyimpan atau membawa barang terlarang. Bijaklah dlm bertindak, berbuat yg baik bukan berarti menolong org yg salah.

Bijaklah dlm melibatkan diri dlm satu situasi yg ada di depan kita, apakah tepat terlibat ataukah hrs menahan diri atau bersembunyi, jgn nantinya kita kena hukuman.

Posted in Renungan | Comments Off on Jadilah Bijak

Jangan Hanya Mendoakan

DI 17062025

Yakobus 2:15-16
Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari,
dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu?

Kenapa org Kristen ada yg miskin? Jawaban dr pertanyaan ini memang sulit, karna hanya Tuhan yg tahu. Bukankah hidup org Kristen harusnya diberkati?

Memang mengiris hati melihat ada org yang hidupnya susah dan menderita, apalagi dia adalah sdr seiman kita, mgkin kita bertanya knpa mereka itu miskin, dgn berbagai cara pandang dan berpikir, tapi semua itu hanya sia-sia saja selama kita tdk bertindak untuk menyediakan yg mereka perlukan. Pikiran yg berkata bhw mereka miskin karena banyak dosa yg dilakukan, mgkin ada benarnya, tapi apakah penyebabnya pasti karena dosa? Di sisi lain, utk berbuat kebaikan, bukankah hrs ada obyek yg menerima kebaikan kita? Jadi kalau kesempatan utk berbuat baik itu dari Tuhan, apakah mgkin ada org Kristen yang miskin itu memang ‘dibuat’ keadaannya oleh Tuhan itu sendiri? “Orang kaya dan orang miskin bertemu; yang membuat mereka semua ialah TUHAN (Amsal 22:2). Daripada memikirkan penyebab seseorg jadi miskin, lebih baik berpikir bagaimana menolong dan membuat keadaan mereka jadi lebih baik.

Mendoakan itu berguna, tapi kebutuhan fisik kadang tdk bs menunggu, hrs cepat dipenuhi dan diberikan. Mengasihi bukan cuma lewat perkataan, tp perbuatan nyata. Urusan knpa seseorg itu miskin adalah urusannya pribadi dgn Tuhan, kita tdk punya hak sedikitpun utk menghakiminya. Penghakiman justru datang pd kita saat melihat org butuh pertolongan, kita sanggup untuk menolongnya, tapi hanya diam saja. Org beriman harusnya punya satu kualitas gaya hidup memberi, karna beriman bhw org yg suka memberi tdk akan pernah berkekurangan, tp kalau masih berhitung di dalam untung atau ruginya berbuat baik, ini bukti bhw tidak ada iman dlm dirinya. Yang dia lakukan adalah ‘transaksi’ kenaikan, yg diberikan hrs lebih kecil drpd yg diterima. Itu prinsip ekonomi, lakukan sesuatu hrs dapat untung, apakah ajaran Kristen spt itu? Tentu saja itu pola pikir duniawi semata, jgn menjd suatu landasan berpikir kita.

Tak ada org yg sempurna, termasuk dalam hal perekonomian seseorg, jika kita dlm satu keadaan perekonomian yg lebih baik, jangan gunakan itu utk menghakimi org miskin.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Hanya Mendoakan

Menipu Diri Sendiri

DI 16062025

Yakobus 1:22
Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Penipuan itu satu tindak kejahatan, tdk ada satu orgpun mau ditipu, tetapi apa yg ayat ini katakan adalah kita menipu diri sendiri kalau hanya mendengar firman tp tdk melakukan.

Firman Tuhan itu untuk dilakukan, bukan utk dikoleksi saja, karena sebagian org Kristen ada yg gemar mengkoleksi khotbah dr para pengkhotbah yg menurutnya sanggup untuk berkhotbah dgn sangat bagus, menarik, dan ‘katanya’ mudah dimengerti. Masalahnya itu spt resep masakan, kalau tdk dieksekusi dg praktek memasak, bgmna mgkin menjd satu makanan atau kue yg bs disantap? Jika satu resep obat tdk dibawa ke apotek utk dibuat sesuai resepnya, mgkinkah penyakitnya bs disembuhkan? Mustahil! Mendengar firman memang mudah, tp utk melakukannya dgn tepat sesuai yg difirmankan itu butuh bnyk perjuangan. Misalnya utk menjd sabar, tidak mudah karena pasti diperhadapkan dengan banyak org atau peristiwa yg membuat kita tidak menjd sabar, membuat kita jengkel dan mungkin menjd marah. Tidak mudah bukan berarti mustahil utk diwujudkan, perlu suatu tekad kuat di dalamnya.

Menipu berarti memberikan yang bukan asli atau yg seharusnya, mungkin diberikan yang palsu, jumlahnya kurang, tdk sesuai dengan janji yg diberikan. Menipu diri sendiri artinya kita tdk mengasihi diri sendiri, memberikan satu informasi yg palsu pd diri sendiri. Yang bs jadi contoh misalnya kita berkata kepada diri sendiri bhw kita pasti masuk surga nanti apapun kondisi hidup kita, berdosa ataukah kudus, yg penting percaya Yesus itu Tuhan & Juruselamat kita. Cukup percaya saja, tentu ini bukan hal yg benar sesuai Alkitab. Jadi pelaku firman itu dimulai dari mendengarkan lalu melakukannya. Kadang tdk perlu tunggu bs mengerti dahulu, ada yg harus dilakukan dulu baru nanti kita mengerti. Tapi ada yang harus kita mengerti dulu supaya tidak terjadi kesalahan saat mempraktekkannya. Dua hal ini kadang berjalan beriringan, lakukan dgn kesungguhan hati, taat karna mengasihi Dia dan firman-Nya.

Hiduplah dlm kejujuran pd diri sendiri, menjd pelaku firman, bukan hanya pendengar saja, lakukanlah dgn segenap hati, berjuang jika dibutuhkan pengorbanan ketika melakukan firman itu.

Posted in Renungan | Comments Off on Menipu Diri Sendiri

Tuhan Tidak Mencobai

DI 14062025

Yakobus 1:13
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.

Seringkali org mudah mengatakan sesuatu itu dr Tuhan asalnya, pdhal itu terjd karena akibat dr perbuatannya sendiri, sifat dasar yg selalu menyalahkan org lain sdh dimulai sejak manusia pertama jatuh dlm dosa.

Jawaban yg diberikan ayat ini karena Tuhan tidak dpt dicobai, artinya si jahat tdk pernah akan berani mencobai Tuhan. Lalu apa yang terjd sewaktu Yesus dicobai? Ingat bahwa di saat itu Yesus ada dlm rupa manusia, itulah mengapa Dia dicobai iblis di padang gurun. Karena ada unsur manusia, tubuh-Nya saat itu adalah tubuh manusia, sm seperti yang lainnya, yg membedakannya adalah bahwa yang ada dlm tubuh manusia-Nya itu adalah Roh Tuhan, karena itulah Dia tidak berbuat dosa. Iblis hanya bisa mencobai manusia, lalu apa yang diperbuat Tuhan? Dia menguji yg ada dlm diri manusia itu. Dia menguji ttg iman seseorg, kesetiaan, dsbnya. Terkadang Tuhan menggunakan iblis sebagai penguji, ini terlihat saat peristiwa Ayub, iblis dengan sengaja diberi izin mencobai Ayub, tapi bagi Tuhan itulah ujian iman bagi Ayub. Karena itulah ujian dr Tuhan dpt berupa pencobaan dr iblis.

Mencobai supaya jatuh dlm dosa, itu bukan sifat-Nya Tuhan, dlm diri Tuhan tidak mgkin ada sesuatu yg jahat, tetapi iblis penuh dgn kejahatan, karena itulah dia selalu mencobai manusia, baik secara halus hingga frontal & kasar. Secara halus dgn menawarkan semua kenikmatan hidup dunia spt yg dia tawarkan pd Yesus. Secara kasar dgn menyerang fisik hingga merasuki tubuh manusia. Ketika saat Yesus ada di dunia, kita melihat banyak dari peristiwa yang tercatat itu ttg pengusiran roh jahat yg dilakukan Yesus. Bgmna tubuh org itu layaknya mainan bagi iblis, ini tentu satu hal yg perlu kita waspadai, jgn pernah sekali pun terlibat dlm praktek okultisme, sesuatu yg awalnya menarik hati dan membuat kita merasa kuat dan aman, namun pd akhirnya jiwa kitalah yg dikuasai iblis dan dia dengan mudahnya menghancurkan hidup org yang menerima tawaran jahatnya, dia memberi yg sedikit tp mengambil bnyk dr hidup org itu.

Ketika diuji Tuhan, janganlah kita melakukan kesalahan yg tdk perlu terjd sebenarnya, yg hrs kita lakukan adalah banyaklah berdoa & bersyukur, tetap setia dan taat.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Tidak Mencobai