Menjerumuskan Sesama Hamba Tuhan

DI 02092025

1 Raja-raja 13:17-18
sebab telah diperintahkan kepadaku atas firman TUHAN: Jangan makan roti atau minum air di sana. Jangan berjalan pulang melalui jalan yang telah kauambil itu.”
Lalu jawabnya kepadanya: “Aku pun seorang nabi juga seperti engkau, dan atas perintah TUHAN seorang malaikat telah berkata kepadaku: Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air.” Tetapi ia berbohong kepadanya.

Apa yg ada dlm pikiran kita ttg figur seorg hamba Tuhan? Lebih mudahnya kita sebut saja dia seorg pendeta? Apakah figur yang kudus layaknya malaikat? Atau?

Kalau kita membaca kisah ini seluruhnya, akhirnya abdi Allah atau nabi ini dihukum Tuhan karena melanggar pesan Tuhan yg telah diberikan, namun ada seorg nabi tua yg justru membohonginya shga nabi yang muda ini hidupnya berakhir tragis, mati dg mengenaskan dan ini disebabkan karena dia percaya begitu saja pd perkataan nabi tua yg bicara seolah-olah Tuhan menyuruh dia mengajak nabi muda untuk ikut pulang bersamanya. Kalau zaman skrg kita sebut 2 org pendeta, tetapi salah 1 pendeta dgn sengaja berbohong pd pendeta lain shga terjadilah pelanggaran terhadap Tuhan. Ini sesuatu yg bs saja terjadi, kadang hamba Tuhan terlalu mudah memakai kalimat utk menyakinkan org lain: “saya dapat ini dari Tuhan!” padahal tidak demikian faktanya, seorg hamba Tuhan bisa saja berbohong demi maksud tertentu.

Kadang sbg hamba Tuhan, kita perlu juga waspada dgn hamba Tuhan lain, terutama mereka yg mengaku seorg ‘nabi’, terkenal ‘tajam’ nubuatannya. Selama mereka bisa menjaga integritas dan hati nurani tetap bersih, karunia dan pelayanan mereka bs sangat memberkati jemaat dan org bnyk, tetapi kalau sudah tergiur kemewahan & kekuasaan, maka terjadilah hal-hal yang sudah bs kita temui sekarang: mereka dgn tanpa merasa berdosa menyalah gunakan karunia dan pelayanannya utk memenuhi ambisi dan hawa nafsunya. Jemaat yang lugu terkesima dgn karunia hamba Tuhan ini, para org kaya tertipu karena berpikir yg dia lakukan itu memberkati hamba Tuhan dgn pikiran bodoh: nanti yg saya berikan sbg taburan pd hamba Tuhan akan balik ke saya berkali lipat. Biasanya yg banyak jadi korban ialah org-org kaya yg mudah spt terhipnotis oleh pesona hamba Tuhan.

Mengagumi boleh, tp tetap waspada dgn ajaran yg kelihatannya bagus tp tdk cocok dgn kebenaran firman Tuhan, ada hamba Tuhan yg baik, ada jg yg jahat.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjerumuskan Sesama Hamba Tuhan

Kehilangan Dukungan

DI 01092025

1 Raja-raja 12:14
ia mengatakan kepada mereka menurut nasihat orang-orang muda: “Ayahku telah memberatkan tanggungan kamu, tetapi aku akan menambah tanggunganmu itu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi.”

Rakyat Israel meminta keringanan, namun Rehabeam, anak Salomo, yg saat itu baru saja menjd raja, justru berkata bahwa dia akan lebih menekan rakyat.

Akhirnya rakyat terpecah menjadi 2: yaitu 10 suku tidak lagi mendukung Rehabeam sbg raja Israel, hanya 2 suku yg tetap akui Rehabeam sbg raja (1 Raja-Raja 12). Dari kisah ini, kita belajar utk punya semangat ‘servant leadership’, diberi kekuasaan tapi bukan memerintah secara diktator, tetapi memerintah dgn semangat melayani. Dgn posisi yg tinggi tapi punya jiwa melayani, ini hal yg tdk mudah. Posisi tinggi mudah membuat seseorg lupa diri, bahkan agak kelewatan: menganggap diri spt Tuhan, yg tdk boleh dilawan dan harus patuh secara mutlak. Akibat dr kebijakan Rehabeam ini, dia kehilangan sebagian besar rakyat yang mendukungnya, 10 suku memilih seorang yg bernama Yerobeam menjd raja Israel, sementara 2 suku mendukung Rehabeam sbg raja Yehuda. Kerajaan Israel terpecah dua, yg awalnya disegani justru terpecah.

Apa yg sedang terjd di negara kita punya kemiripan dgn kisah Rehabeam ini, bagi rakyat, ada bbrpa aturan yang dianggap semakin membebani rakyat yg sedang dalam keadaan tdk baik-baik saja. Demo terjd di berbagai tempat, protes dgn keras diteriakkan, semoga tdk terjd sama spt kisah dlm ayat ini, perlunya peduli dgn keadaan rakyat, dengarkan keluh kesah yg mereka katakan, jgn lagi lebih membebani rakyat dgn aturan dan kebijakan yg justru lebih memberatkan drpd sebelumnya. Ini jg pelajaran bagi kita, kalau kita ada dlm posisi pemimpin, jgn justru otoriter atau menindas, kekuasaan yg kita miliki harus dipertanggung jawabkan pd Tuhan, ingat akan hal ini, supaya kita jangan bertindak sembarangan dan merugikan mereka yg kita pimpin, tp jadilah pemimpin dgn jiwa melayani, bukan dibenci tetapi dikasihi.

Jangan menekan org-org yg kita pimpin, tapi arahkan mereka utk melakukan yang terbaik, jgn diperberat bebannya, tapi kita hrs memimpin dgn penuh kasih.

Posted in Renungan | Comments Off on Kehilangan Dukungan

Tuhan Mengawasi

DI 30082025

Amsal 5:21
Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN, dan segala langkah orang diawasi-Nya.

Jalan adalah sarana utk menuju ke suatu tempat, berjalan berarti sedang menuju ke tempat yg kita inginkan, jalan jg bicara ttg rencana atau visi kita.

Visi dibutuhkan supaya hidup bergerak ke arah yg diinginkan, cara yg dipakai disebut sbg misi atau perencanaan. Pengertian ttg misi ini perlu kita pahami dulu, karena sdh ada pengertian umum di kalangan Kristen bhw misi itu sebuah jenis kegiatan, wujud dr kegiatannya adalah penginjilan, baksos, dan sejenisnya. Kita tdk sedang bahas ttg kegiatan misi dlm pengertian itu, tapi misi sbg perencanaan utk mewujudkan sebuah visi yg telah ditentukan. Dlm ayat ini mata Tuhan mengawasi segala langkah orang, artinya org yg sedang ber-misi, dipantau Tuhan dgn seksama. Maka pastikan bhw visinya sdh benar, kalau visinya salah dan liar, itu sekedar sebuah ambisi, tdk salah banyak org mengaku punya sebuah visi, tp sebenarnya itu bukan visi, tetapi ambisi yg dimodifikasi sedemikian rupa spya terlihat sbg sebuah visi.

Selanjutnya, kita sedang mengejar visi yg kita tentukan sendiri ataukah visi yg dari Tuhan? Kehidupan seorg Kristen itu harus kita pahami, kita ini sdh ditebus, harganya telah lunas Tuhan bayar, artinya hidup kita ini milik Tuhan seutuhnya. Kita bkn owner atau pemilik hidup kita, tetapi ‘pengelola’ yg Tuhan percayakan. Mengelola berarti boleh menggunakan, walau bukan milik sendiri, penggunaannya hrs bertanggung jawab dan menghasilkan keuntungan utk Tuhan. Perumpamaan ttg 3 hamba yang dipercayakan uang talenta dlm Matius 25, ini gambaran yg mudah kita pahami. Kita jgn menyimpang dr apa itu talenta zaman itu, bukan bakat spt pengertian skrg, tapi itu adalah uang dlm jumlah tertentu. Uang yg dilipat gandakan pd akhirnya diberikan seutuhnya pd hamba yg setia. Hidup org Kristen spt itu, hidup kita milik Tuhan yang Dia percayakan utk kita kelola dan hrsnya menghasilkan ‘keuntungan’ bagi Tuhan.

Misi apa yg sdg kita jalankan? Mata Tuhan mengawasi langkah kita, Dia menguji visi yg kita miliki, jika itu hanya sebuah ambisi, Dia akan membatalkannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Mengawasi

Sampaikan Saja

DI 29082025

Yehezkiel 2:7 ILT3
Dan engkau akan menyampaikan firman-Ku kepada mereka, apakah mereka mau mendengarkan atau apakah mereka akan mengabaikan, karena mereka adalah pemberontak.

Nabi Yehezkiel diutus Tuhan menjadi nabi bagi bangsa Israel di mana saat itu moral bangsa Israel sangat rendah, mereka dgn sengaja memberontak pd Tuhan.

Hanya ada 2 kemungkinan saat firman dr Tuhan itu disampaikan: didengarkan atau diabaikan. Inilah tantangan yg hrs dengan mental yg kuat dihadapi para penyampai firman Tuhan. Jika didengarkan, tentunya itu suatu hal yg baik, tetapi jika diabaikan, ini sesuatu hal yg buruk, bs saja org akan marah dan menganiaya, nyawa terancam hingga menimbulkan ketakutan besar. Yg nabi Yehezkiel hadapi saat itu ialah suatu bangsa yg memberontak pd Tuhan, dalam arti firman Tuhan itu tdk dihormati dan jg tdk ditakuti. Biasanya seorang nabi diutus itu mendahului sblum hukuman Tuhan yg telah Dia rancangkan akan dilakukan-Nya, dgn harapan terjadinya pertobatan shga hukuman tdk perlu dijatuhkan. Ini jg yang Tuhan lakukan terhadap Niniwe, Yunus yg diutus utk menyampaikan peringatan dan berakhir dgn pertobatan Niniwe.

Bgmna respon kita saat membaca Alkitab lalu menemukan ayat-ayat yg bicara dgn jelas bhw apa yang kita lakukan itu dosa? Kita perhatikan atau kita abaikan? Kalau kita abaikan, ada kemungkinan kita akan lakukan ulang dosa yang sama, ujungnya adalah hukuman Tuhan ditimpakan atas kita. Keadaan kita menjd buruk, semuanya spt berubah menjd kutuk. Kalau keadaan kita spt itu, cepat bertobat dan memohon pengampunan Tuhan supaya hukuman itu segera berhenti. Tapi hrs bertobat dengan sungguh-sungguh, jgn cuma pertobatan palsu, takut hukuman Tuhan makin parah, ingat bhw Tuhan tdk mgkin ditipu, Tuhan tahu isi hati tiap org, tiada yg tersembunyi dr hadapan-Nya. Bertobat dan kembali ke jalan yg Tuhan ingin kita jalani, hidup dlm takut akan Tuhan, dan kembali menikmati kasih sayang Tuhan.

Jangan abaikan teguran & peringatan yg Tuhan sampaikan, bertobat dan lakukan apa yg menyenangkan hati Tuhan, jangan tantang Tuhan semakin murka.

Posted in Renungan | Comments Off on Sampaikan Saja

Tuhan Tetap Menyayangi

DI 28082025

Ratapan 3:32
Karena walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih setia-Nya.

Kasih Tuhan tetap ada di saat susah, duka dan aniaya, inilah keadilan Tuhan yg nyata, sekalipun Dia menghukum kita, namun yg Dia lakukan adalah tetap menyayangi kita.

Gambaran yg mudah kita pahami adalah spt kasih orgtua pd anaknya, ada saatnya anak hrs dididik dgn hukuman fisik, ketika hukuman itu dilakukan, dasarnya itu kasih, menghukum tp tetap menyayangi. Tuhan jg demikian, saat menghukum kesalahan bangsa Israel, namun kasih setia-Nya yg berlimpah tetap ditunjukkan, yg Dia tidak suka adalah kesalahan dan dosa yg kita perbuat, namun pribadi kita tetap dikasihi dan tentu saja didikan-Nya akan berlanjut terus. Didikan yg keras memang sebagian dibutuhkan terhadap orang yg berkarakter keras kepala dan tegar tengkuk, sulit mau tunduk pd Tuhan dgn sukarela. Diberitahu yg baik, tetap saja diabaikan dan hidup dg semaunya. Biasanya Tuhan beri teguran dulu sebelum hukuman dilakukan, dengan harapan kita masih punya niat bertobat dg sungguh-sungguh.

Tuhan tdk ingin kita susah, tp kadang Dia perlu membuat kita susah supaya jera & kapok melawan perintah-Nya. Dlm Alkitab kita melihat bgmna pembangkangan yang dilakukan bangsa Israel terhadap perintah Tuhan, hukuman diberikan lalu mulailah bangsa Israel berseru pd Tuhan. Jd tujuan penghukuman Tuhan memang ujungnya adalah pertobatan kita, namun jika terjadi sebaliknya, kita tdk bertobat, hukuman itu bs saja diperpanjang, kalau tdk bertobat jg, kita pasti dibinasakan. Tuhan memberi harapan saat kita susah, berduka, dengan tujuan Dia ingin memulihkan hubungan yg kembali spt semula. Dia mengutus Yesus demi memperdamaikan kita dgn Bapa, ini supaya kita berkesempatan hidup kekal nantinya di surga. Tanpa inisiatif dr Tuhan maka nasib kita akan berakhir di kematian kekal selama-lamanya.

Jangan menganggap murah kasih sayang Tuhan, jangan mempermainkan perasaan Tuhan, tunjukkan pertobatan yg sungguh dan hasilkan buah dr pertobatan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Tetap Menyayangi

Tetap Mengikuti Tuhan

DI 27082025

Yosua 14:14
Itulah sebabnya Hebron menjadi milik pusaka Kaleb bin Yefune, orang Kenas itu, sampai sekarang ini, karena ia tetap mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.

Kenapa kadang kita gagal menerima bukti dr apa yg Tuhan janjikan? Kaleb menerima Hebron sesuai dgn yg Musa janjikan, dan itu karena dia tetap setia mengikut Tuhan.

Jangka wkt 45 tahun sejak janji Musa pd Kaleb, bukanlah waktu yg sebentar. Dalam hal kesetiaan, bukan prestasi yg jd ukuran, tapi apakah tetap berada di posisi semula hingga sekarang. Kaleb tetap mengikuti & setia pd posisinya yaitu mengikut Tuhan dgn segenap hati. Jadi menerima wujud janji Tuhan itu bukan sekedar percaya, tp juga hrs setia, karena kapan waktunya utk janji itu diwujudkan, hanya Tuhan yg tahu dan mengaturnya. Ibarat tetap berada dlm antrian, jgn keluar darinya, karena posisi kita akan digantikan oleh org di belakang kita. Jika kita ingin kembali, hrs rela untuk mengantri ulang di posisi paling belakang dan tentunya butuh waktu lama lagi untuk sampai di posisi paling depan. Hal ini yg terkadang tdk kita sadari, mgkin kita sdh merasa berbuat ini dan itu, tapi kita tidak setia sampai akhir.

Iman bisa melemah, tp iman akan menjadi kuat kalau kita setia, melewati segala yg terjadi dgn kesetiaan, itu akan membawa kita kepada moment menerima wujud dari janji Tuhan. Butuh 45 tahun bagi Kaleb utk menerima apa yang Musa janjikan, ini dgn kondisi Kaleb setia mengikut Tuhan. Tidak perlu kita pamer apa yg sdh kita perbuat, Tuhan melihat dan mengingatnya. Suatu hal yg tdk semua org dapat melakukannya adalah setia hingga waktu Tuhan tiba. Di dalam Alkitab, raja Saul gagal menunggu kedatangan Samuel hingga akhirnya dgn sembrono dia mempersembahkan korban yg harusnya bukan kewenangannya. Saul akhirnya ditolak Tuhan sbg raja, sungguh suatu akibat yg fatal. Belajar utk dengan sabar menunggu kapan waktu Tuhan itu tiba, sekalipun butuh penantian panjang, tp percayalah bhw Dia pasti menggenapi semua janji-Nya.

Setia mengikut Tuhan, bukan hanya skrg, tapi seumur hidup kita, percayakah bahwa kita akan terima apa yg Dia janjikan, karna Diapun setia menepati janji-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Mengikuti Tuhan

Jangan Sendirian

DI 26082025

Pengkhotbah 4:10 ILT3
Sebab jika mereka jatuh, yang seorang akan membangunkan temannya. Tetapi celakalah orang yang jatuh dan tak ada orang lain untuk membangunkan dia!

Pemikiran ini tampaknya didasari dr yang Tuhan katakan ketika baru hanya seorang Adam yg tercipta, tidak baik kalau seorang diri saja.

‘TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kejadian 2:18). Dlm realita zaman sekarang ini, kita temui ada bbrpa kejadian ttg bgmna seorg lansia itu ditemukan meninggal setelah bbrpa hari, karena dia tinggal sendirian. Keluarganya di mana? Ada yg memang tdk punya anak, dan saudaranya tdk ada yg dekat, ada jg anak-anaknya jarang berkunjung, tinggal sendirian dlm rumah, malam hari pintu hrs dikunci, sehingga apa yg terjd saat malam itu, tdk ada yg tahu. Pentingnya perhatian pada orgtua dan para lansia, jgn dibiarkan hidup sendirian. Ada org yg berpikiran tdk ‘sehat’, orgtua yg lansia dianggap sebagai suatu beban, tp warisannya tetap diincar, memang sungguh tragis!

Sendirian memang tdk baik, walau bbrpa org terpaksa menjalaninya. Keterbatasan yg dimilikinya berakibat pd sedikitnya org yg mau berteman, atau karena orang tdk suka dgn karakternya, org yg tdk bergaul dgn semestinya sehingga semua menjauh dan menolak berteman. Bgmna berteman itu suatu seni dan ilmu yg harus dikuasai. Org bisnis pasti ingin mencari partner yg menguntungkan, bgmna menjalin sebuah kerjasama dlm waktu yg panjang memang butuh keahlian komunikasi yg baik. Intinya adalah kita hrs menjd pribadi yg baik dan disukai, bukan org yg pembuat masalah. Dlm ruang lingkup paling dekat, yaitu dgn pasangan hidup kita, yg menemani hingga maut memisahkan, bangunlah hubungan yg berkualitas, kita ini bukan manusia yg ‘super’, butuh org terdekat yg menolong & menopang kita saat suka maupun duka.

Jadilah pasangan yg sepadan dlm urusan apapun, apakah sbg pasangan hidup, sbg partner bisnis, sbg sahabat karib, dsbnya. Kita akan sulit jika terus sendirian.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Sendirian

Karena Berbuat Jahat

DI 25082025

Mikha 3:4
Mereka sendirilah nanti akan berseru-seru kepada TUHAN, tetapi Ia tidak akan menjawab mereka; Ia akan menyembunyikan wajah-Nya terhadap mereka pada waktu itu, sebab jahat perbuatan-perbuatan mereka.

Jika kita ingin bertemu seseorg, tetapi org itu menolak utk ditemui, pasti ada sesuatu yg telah terjadi, alasan kuat yg membuat kita tdk diizinkan menemuinya.

Berseru pd Tuhan tp Dia tdk menjawab, ini sesuatu level di mana kekecewaan sudah meningkat menjadi kemarahan besar dan berujung pd penolakan. Jadi kita hrs tahu bhw ada saat Tuhan menolak mendengar apalagi menjawab seruan seseorg, yang jadi alasannya adalah karena perbuatan jahat yg telah dilakukan. Perbuatan jahat di sini bukan sekedar dlm batasan hasil perbuatan kriminal, tapi pelanggaran pada hukum dan perintah Tuhan. Dlm konteks ayat ini, obyeknya adalah para pemimpin dan nabi palsu di Israel zaman itu. Dapat kita simpulkan yg Tuhan anggap sebuah kejahatan adalah tdk berperan sesuai dgn jabatan yg Tuhan percayai, menggunakan kekuasaan utk hal yg salah, utk menindas dan menguntungkan diri sendiri. Kita hrs paham bhw penyalah gunaan wewenang suatu jabatan atau profesi yg Tuhan beri pd kita, itulah sebuah kejahatan.

Apakah kita sdh berfungsi sesuai dengan peran yang Tuhan percayakan? Sudahkah kita menjd ayah yg baik? Sementara ada keluarga yg tdk dikaruniai anak, tapi kita malah tdk menghargai peran kita sebagai seorg ayah. Sudahkah kita menggunakan harta kita utk kemuliaan Tuhan? Sudahkah kita melayani sesuai dgn jawatan yg telah Tuhan percayakan? Kadang profesi yang kita jalani sekarang, kita anggap sbg satu prestasi milik kita sendiri, pencapaian dr kerja keras dan pengorbanan kita. Tetapi jika Tuhan tidak memberikannya, apakah kita bs memilikinya? Soal bs makan atau tdk, itu ditentukan oleh Tuhan: Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah (Pengkhotbah 3:13). Makan saja itu dapat izin dr Tuhan untuk menikmatinya, apalagi harta dan jabatan kita, itu juga pemberian dr Tuhan yg hrs dipertanggung jawabkan.

Yang Tuhan inginkan adalah kita tidak dgn sengaja menyalah gunakan kewenangan yg Dia berikan pd kita, gunakan itu untuk berbuat baik dan menguntungkan orang banyak.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Berbuat Jahat

Mengapa Tuhan Mengasihani?

DI 23082025

Yunus 4:11 (ILT3)
Maka Aku, tidak patutkah Aku mengasihani Niniwe, kota yang besar itu, yang di dalamnya ada lebih dari seratus dua puluh ribu orang yang tidak tahu membedakan antara tangan kanannya dengan tangan kirinya dan banyak ternak?”

Mengapa Niniwe dikasihani Tuhan? Di dlm ayat ini, Tuhan menjelaskannya pd Yunus dgn membeberkan beberapa hal yang jadi pertimbangan-Nya.

Mari kita sedikit melebarkan pikiran, yang jadi kesamaan dan perbedaan dari 2 kisah ttg rencana penghancuran kota, pertama yaitu kota Sodom dan Gomora, kedua yaitu kota Niniwe. Persamaannya adalah kedua kota ini kejahatan mereka telah sampai ke hadapan Tuhan, sudah sangat parah, layak dihukum Tuhan dgn menghancurkan kedua tempat ini. Perbedaannya adalah yang satu tdk mau bertobat, tp yg lainnya mau untuk bertobat, merendahkan diri. Tuhan adalah Mahatahu, Dia tahu ada kemungkinan utk bertobat, karena itulah Dia mengutus org utk memperingatkan sblum penghancuran dilakukan, Yunus diutus ke Niniwe, tp untuk Sodom dan Gomora, Tuhan tdk mengutus siapapun, Dia hanya menyampaikannya ke Abraham, itupun karena Lot, keponakan dr Abraham, tinggal dekat Sodom & Gomora, jadi ini alasan pertama knpa Niniwe dapat kasihan dr Tuhan, Dia melihat ada peluang Niniwe mau bertobat.

Alasan kedua, terlihat dari ayat ini, disebut mengenai profil Niniwe sbg kota besar dgn penduduk 120.000 jiwa. Jumlah yg cukup besar utk sebuah kota di zaman itu, hal ini masuk dalam pertimbangan Tuhan, akan sangat baik jika sebuah kota berpenduduk 120.000 org akhirnya bertobat, berharga di mata Tuhan sebuah pertobatan yg benar & sungguh-sungguh, Tuhan tak perlu dengan amarah-Nya menghancurkan kota Niniwe. Alasan ketiga, Tuhan menjelaskan tentang keadaan pola pikir dr penduduk Niniwe yg dikatakan tak sanggup untuk membedakan antara tangan kanan dgn tangan kiri. Tentu ini bukan tangan secara fisik, tetapi tangan dipakai utk menjelaskan ttg perbuatan, lalu kanan dan kiri itu bicara ttg mulia dan tidak mulianya sebuah perbuatan. Jd penduduk kota Niniwe berbuat semaunya tanpa dgn pertimbangan hati nurani, belum dpt untuk membedakan mana perbuatan yg mulia & mana perbuatan yg tercela, sebuah kota yg tanpa punya hukum Tuhan.

Siapa yg ingin dikasihani Tuhan, pasti ada sesuatu yg Tuhan lihat dan dinilai ada yang pantas utk diselamatkan, yg penting ialah Tuhan selalu menginginkan pertobatan yg sungguh-sungguh.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Tuhan Mengasihani?

Pantaskah Kita Marah?

DI 22082025

Yunus 4:4 ILT3
Tetapi YAHWEH berfirman, “apakah pantas engkau marah kepada-Ku?”

Mengapa Yunus marah pd Tuhan? Bahkan dia meminta utk dicabut saja nyawanya, yg jd alasannya ternyata keputusan Tuhan yg membatalkan hukuman terhadap Niniwe.

Begini pemikiran Yunus: nanti jg akhirnya Tuhan membatalkan hukuman pd Niniwe, jadi buat apa aku diutus jauh-jauh ke sana? Bukannya lebih baik aku mengurusi urusan sendiri yg membawa manfaat utk hidupku sendiri? Ayat ini terjadi setelah Yunus telah dimuntahkan dr dlm perut ikan besar, lalu pergi memberitakan pesan Tuhan ttg yang akan Tuhan beri hukuman pd Niniwe. Hasil akhirnya ternyata Niniwe bertobat, Tuhan tdk jadi memberikan hukuman. 3 hari dlm perut ikan ternyata belum cukup membuat Yunus dgn rela hati kembali melakukan yg ditugaskan Tuhan. Seharusnya apapun yg jadi hasil akhirnya, apakah Tuhan jadi utk menghukum Niniwe atau hukuman itu pd akhirnya dibatalkan, yg penting adalah dia telah melaksanakan tugasnya. Yunus jadi marah karena merasa tugas yg diberikan kepadanya itu spt sebuah ‘permainan’, dan dirinyalah dilibatkan dlm permainan itu.

Tuhan punya kedaulatan, termasuk di dlm menentukan sesuatu, dan ini terkadang bs berbeda dgn perkiraan kita, berbeda dr apa yg kita inginkan. Bgmna jika Tuhan justru ‘memberkati’ org yg memusuhi kita? Orang lain malah duluan ditolong Tuhan, apakah masalah kita tdk penting bagi Tuhan? Jika ayat ini dipertanyakan pd diri kita: pantas atau tdk kita marah pd Tuhan, apa jawaban yg kita berikan? Di mulut mgkin kita tidak berani mengakui, tp dlm hati tetap kita tdk setuju dgn keputusan Tuhan. Ingatlah bhw Tuhan punya kedaulatan penuh, kita tidak boleh menyanggah atau tdk setuju, harus berpikir bhw Tuhan itu baik, keputusan yg Dia tentukan jg pasti baik, walaupun tidak spt yang kita harapkan. Dia menginginkan org berdosa utk bertobat, salahkah Tuhan berbuat baik bagi org berdosa? Berpikirlah yg jernih, siapa tahu melalui kebaikan yang Tuhan tunjukkan itu, org berdosa ini mulai tersentuh hatinya dan mau bertobat.

Marah pd Tuhan itu suatu hal yg tdk pantas kita tunjukkan, jadilah hamba yg baik, hrs setuju dgn apapun yg Tuhan tentukan, jgn protes dan marah.

Posted in Renungan | Comments Off on Pantaskah Kita Marah?