Suatu Langkah Ekstrim

DI 16102025

Lukas 19:2, 5, 7
Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.
Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu.”
Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa.”

Yesus seringkali bertindak di luar batas yg berlaku pd umumnya, kali ini Dia sengaja mau tinggal sehari di rumah Zakheus yang adalah seorg pemungut cukai.

Pandangan masyarakat saat itu ttg seorg pemungut cukai tergolong negatif, orang yg memungut pajak rakyat utk disetor pd pemerintah Romawi yg saat itu menjajah bangsa Israel. Zakheus sendiri mengakui bhw dirinya seringkali memungut cukai dg cara memeras, dia berjanji mengembalikan dgn 4x lipat dr jumlah yang diperas (Lukas 19:8). Tinggal sehari di rumah org yg saat itu dibenci masyarakat, bukan satu langkah yg baik demi mendapatkan penilaian yang positif, tp itulah pelayanan Yesus, Dia tidak memandang hina org berdosa, yg penting adalah terjadinya pertobatan dr orang yang berdosa, itu suatu sukacita yg besar. Dlm pandangan manusia, rasanya sulit percaya kalau seorg berdosa itu akan bertobat, tapi dlm kisah ini, Zakheus menunjukkan suatu reaksi yg ekstrim, berani melepas banyak hartanya sbg bentuk pertobatannya.

Bgmna sikap kita terhadap orang berdosa? Apa reaksi kita saat org yg dikenal sebagai penjahat kelas kakap datang masuk dalam gereja saat beribadah? Seorg pelapor, PSK, bahkan mgkin seorg yg dikenal kejam dan bengis? Bukankah gereja adalah kelompok org-org kudus? Benar, tp org kudus dalam gereja bukanlah org yg bersih dr dosa, tapi org berdosa yg menerima pengampunan dr Tuhan sehingga dibenarkan menjadi orang benar yg dikuduskan. Jadi kalau ada orang berdosa ingin bertobat, jgn dihalangi, tapi berilah ruang bagi mereka utk bertobat dan menjalani hidup baru. Memang perlu juga waspada, ada saja oknum yg berpura-pura mau bertobat, tp sebenarnya punya suatu niat buruk, jd jgn jg cepat terkesima pd org yg katanya mau bertobat, perlu diuji oleh waktu dan tindakan nyata dari mereka, jadi waspada tp tetap ramah.

Tuhan senang dgn pertobatan org berdosa, jadi jgn dihalangi tapi perlu jg menguji niat pertobatan mereka, bersikaplah ramah dan selalu terbuka menyambut pertobatan org berdosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Suatu Langkah Ekstrim

Tidak Ikut-Ikutan

DI 15102025

Lukas 18:35-38
Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis.
Waktu orang itu mendengar orang banyak lewat, ia bertanya: “Apa itu?”
Kata orang kepadanya: “Yesus orang Nazaret lewat.”
Lalu ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”

Siapakah Yesus menurut kita? Org buta di dlm kisah ini punya pengertian yg berbeda ttg Yesus, org banyak menyebut Yesus sbg org Nazaret, tetapi org buta ini menyebut Yesus sbg Anak Daud.

Perhatikan kata Anak dlm sebutan ini dgn huruf besar, memiliki makna bukan hanya punya silsilah keturunan dr Daud, tapi Anak dalam arti sbg Sang Anak, Tuhan, sebutan Yesus berkaitan dgn diri-Nya sbg bagian dr Bapa, Anak dan Roh Kudus. Ini sebutan yg sifatnya teologis, maka tak heran nantinya Yesus berkata: Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau!” (Lukas 18:43). Ini bukan karena dia gigih berteriak-teriak saat Yesus lewat, bukan itu, tetapi pengakuan dr iman yg dia miliki bhw Yesus adalah Anak yg berasal dr silsilah Daud. Kita tdk punya referensi dr mana org buta ini bisa sampai memiliki pengakuan iman ttg Yesus seperti itu, tetapi inilah yg Yesus lihat dlm dirinya, org buta pasti ingin melihat, tetapi dengan pengakuan imannya, dia diselamatkan dan melihat kembali.

Tentang siapa Yesus menurut kita, bisa jd itu yg mempercepat kita mendapat solusi atas keadaan yg kita hadapi. Kadang orang meragukan kuasa Yesus, apakah Dia ingin menolong? Memang ada sesuatu hal yang terjd itu akibat dr dosa yg kita perbuat, bkn berkat yg datang tetapi kutuk. Untuk kutuk ini berlalu dlm hidup kita, maka perlu suatu pengampunan dosa dan pertobatan. Perlu menyadari dosa apa yg dilakukan lalu dgn sadar merendahkan diri memohon ampun pd Tuhan atas dosa kita. Pertobatan yang sejati akan menghentikan murka Tuhan & Dia kembali menyayangi umat-Nya. Kasih Tuhan lebih besar drpd amarah-Nya, tetapi jgn kita memandang rendah kemurahan yg Dia tunjukkan kepada kita, jgn bermain dgn dosa dan terus menerus membangkitkan murka Tuhan, Dia tahu isi hati dan pikiran kita.

Siapa Yesus menurut kita? Pengenalan ttg Tuhan yg benar akan menguatkan iman yg kita punya, menyentuh hati Tuhan dan Dia akan menolong kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Ikut-Ikutan

Meninggalkan Semua Demi Tuhan

DI 14102025

Matius 19:29
Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.

Menjadi pengikut Yesus memang ada yang hrs dikorbankan, salah satunya dlm hal yg sangat sulit dilakukan: meninggalkan org yg harusnya tetap bersama kita.

Kita hrs paham situasi saat ayat ini ada, di zaman itu umumnya semua orang Israel itu penganut Yudaism, tp semenjak Yesus itu hadir dgn membawa pengajaran yg baru & berbeda, bagi pengikut Yesus tentunya bs mendapatkan sanksi sosial hingga sanksi agama: Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku (Lukas 21:12). Ketika seseorg percaya pd ajaran Yesus zaman itu, dianggap seorang yg telah murtad dan layak dihukum, maka tak jarang pihak keluarga mendesak untuk mereka tidak mempercayai ajaran Yesus, jika tidak maka ancaman pembunuhan bs saja terjd.

Zaman skrg juga banyak kesaksian orang yg dahulu non Kristen, tp skrg percaya pd Yesus Kristus, mereka diancam dibunuh, nama mereka dicoret dr keluarga, warisan dibatalkan, dan hrs melarikan diri karena jd target pembunuhan. Walaupun ada yg tdk mampu bertahan, takut, tetapi sebagian dr mereka menganggap penderitaan karena nama Yesus sbg suatu kehormatan untuk nantinya menerima kemuliaan dr Tuhan. Meninggalkan keluarga, kehilangan harta, jabatan, kebahagiaan, itulah resiko mereka, tetapi kenikmatan sbg pengikut Yesus itu melebihi semuanya itu, bahkan mereka jg membawa keluarga mereka pd Tuhan shga seisi keluarga diselamatkan. Penderitaan yg mereka alami memang berat, tapi upah yg Tuhan janjikan pd mereka itu 100x lipat dr sebelumnya, dan mereka akan ada dlm golongan org yg diselamatkan.

Sbg pengikut Yesus Kristus, jgn pernah tdk setia, upah yg Yesus janjikan itu amat tidak sebanding dgn penderitaan yg dialami, yg paling penting adalah kita diselamatkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Meninggalkan Semua Demi Tuhan

Miskin Tapi Kaya

DI 13102025

Wahyu 2:9 ILT3
Aku tahu perbuatan-perbuatan dan kesukaran dan kemiskinanmu, padahal engkau kaya, juga hujatan dari mereka yang menyebut diri mereka Yahudi, padahal bukan, malah sebaliknya mereka adalah sinagoga Setan.

Di mata manusia, miskin berarti tdk punya banyak harta, kaya berarti banyak punya harta, tapi di mata Tuhan, org miskin harta bisa saja ternyata dia kaya.

Ini yg dikatakan terhadap jemaat Smirna, mereka miskin harta tp kaya di mata Tuhan berarti ada perbedaan kriteria ttg seorang yg kaya di mata Tuhan dan manusia. Kaya atau miskin di mata Tuhan itu tdk sekedar diukur dr seberapa besar harta yg dimiliki, tetapi ada kriteria lainnya. Kalau merujuk pada ayat lain, ternyata ada 2 jenis harta, yaitu harta dunia dan harta di surga, ini bs kita temukan dalam: Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tdk merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya (Matius 6:20). Jd kaya miskinnya seseorg di mata Tuhan ternyata dinilai jg dr berapa banyak harta di surga yg dimilikinya, maka tak heran dlm ayat di atas, jemaat Smirna dikatakan miskin tetapi kaya, dan ini harus jg menjd perenungan bagi kita.

Seberapa kaya kita? Manusia menilainya dr harta dunia yg kita punya, penampilan luar dan gaya hidup kita. Semua diukur apakah kita memakai yg ‘branded’ dan mahal. Tapi sudahkah kita jg mengumpulkan harta utk di surga nanti? Bgmna memiliki harta itu? “Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku” (Matius 19:21). Caranya adalah dgn peduli dengan org miskin dan mengikut Tuhan dgn setia. Bukan berarti menjd fulltimer, bukan itu yg dimaksud, tetapi menjual harta berarti hati kita tdk terikat pd harta dunia, tetapi kita mengikatkan diri pd Tuhan, hidup di dunia tetap butuh harta dunia, tp jgn terikat pada harta dunia itu.

Tuhan tdk melarang kita kaya harta dunia, tetapi seimbangkan dgn kaya harta di dlm surga nanti, hidup di dunia cm sementara, tp kita hidup kekal di surga.

Posted in Renungan | Comments Off on Miskin Tapi Kaya

Diubah Gaya Hidupnya

DI 11102025

Daniel 1:4-5
yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.
Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja.

Daniel dan yg lainnya termasuk dlm semua yg dibawa sbg tawanan ke Babel, spt dlm ayat di atas, mereka nantinya akan dididik sesuai kebudayaan Babel.

Penjajahan serta kekalahan dalam perang, biasanya terjd perubahan gaya hidup pada mereka yg dijajah atau ditaklukkan, mulai dipaksa utk berbudaya menjd spt bangsa penjajahnya, hingga dlm jangka waktu tdk lama, bangsa yg ditaklukkan akhirnya tidak lagi bergaya hidup normalnya spt dulu, tapi mengikuti budaya penjajahnya. Hal ini juga yg perlu kita waspadai, iblis selalu trs akan mencoba menggoda dan menaklukkan kita dan kemudian mengubah gaya hidup yang semula kita hidupi. Org Kristen yang takluk pd iblis akan terlihat dr gaya hidup berbeda dr sebelumnya. Dulu rajin ibadah, suka utk memberi, giat melayani Tuhan, tdk berani melawan perintah Tuhan, tapi kemudian yg terjd adalah berubah menjd org yg tdk lagi beribadah pd Tuhan, berhenti melayani, tdk peduli belajar Alkitab, dsbnya.

Gaya hidup pengikut Kristus pasti sangat berbeda dgn gaya hidup pengikut iblis, tdk ada satupun yg sama, semua berbeda dan bertentangan. Coba cek pribadi kita, area mana dlm hidup kita yang mulai berubah? Mulai malas ibadah dan baca Alkitab? Ini berarti sudah ada area dlm diri kita yg sdh ditaklukkan iblis. Apakah karena kepahitan atau kebencian? Berarti kasih yg kita miliki sdh tdk semurni sblumnya. Perubahan ini butuh waktu, tdk terjd seketika, ini kadang yg tdk kita sadari, melakukan tp spt suatu ritual semata, tdk bergairah pd Tuhan lagi. Ini yg disebut kehilangan kasih yg semula, dan Tuhan tdk berkenan: Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yg semula (Wahyu 2:4). Waspada karena ini yg sering terjadi meskipun kita masih terlihat aktif di dalam kegiatan kerohanian.

Adakah gaya hidup kita mulai berubah? Di dlm kesempatan yg masih ada, bertobat & kembali pd Tuhan. Dia ingin kita tetap ada dlm keselamatan yg Dia sediakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Diubah Gaya Hidupnya

Tidak Lupa Teman

DI 10102025

Daniel 2:49
Atas permintaan Daniel, raja menyerahkan pemerintahan wilayah Babel itu kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, sedang Daniel sendiri tinggal di istana raja.

Daniel berhasil menafsirkan mimpi yg raja Nebukadnezar miliki, diberi banyak hal yg mulia, diberi jabatan dan kekayaan, namun dia tdk menikmatinya sendiri.

Ini tentu bukan sekedar bagi-bagi berkat, tp mari kita melihatnya dr sisi politik: mereka serta bangsanya sedang ditawan di Babel, pasti bnyk penderitaan yg dialami, dengan adanya 3 teman Daniel di pemerintahan, ini sesuatu yg menguntungkan bangsa Israel. Menjd penguasa berarti punya kekuasaan, berhak menentukan sesuai wewenang yg dimiliki, bs memberikan kelonggaran bagi bangsa Israel yg ditawan di Babel. Daniel jeli melihat peluang, raja Nebukadnezar ini sedang mengagumi Tuhannya orang Israel, jadi ada peluang mengabulkan permintaan dan ini dimanfaatkan Daniel. Selain mereka ini memang bersahabat erat, namun tetap mereka memikirkan nasib bangsanya dan mengusahakan yg bs dilakukan. Daniel ini tdk egois, tapi dia berdiri bagi bangsanya & terus berdoa supaya Tuhan memulihkan.

Ketika ada peluang besar, apakah kita bisa spt Daniel yg tdk egois? Atau kita justru dg semangat mengangkat derajat kita sendiri dan melupakan jasa org-org di sekitar kita? Ada org spt ini, tetapi tidak bertahan lama karena berubah karakternya menjd seorg ‘penjilat’ supaya posisinya aman. Uang dan kekuasaan bs merubah karakter baik yang semula dimiliki, itulah sebabnya ada istilah ‘gila harta dan kekuasaan’, seharusnya yg jadi tujuan bukan harta dan kekuasaan, tp mengutamakan semua hal yg bs dilakukan demi memberikan dampak yg besar serta positif bagi keluarga, masyarakat, negara & bangsa. Ketenaran seharusnya hanya satu dampak dr sebuah prestasi, tetapi ada org yg salah berpikir, yg lebih penting itu ialah ketenaran drpd prestasi. Yg penting viral & tenar, walau kualitas dirinya jeblok.

Apakah kita hidup hanya utk diri kita saja? Jgn lupakan org-org yg berperan besar dlm hidup kita, yg kita capai itu hasil dr sebuah proses yg melibatkan banyak org.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Lupa Teman

Ada Kemungkinan Terburuk

DI 09102025

Daniel 3:17-18
Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Kemungkinan terburuk muncul di pikiran 3 org yg berani menentang perintah raja, di sisi lain, tetap berpegang pd iman bahwa pertolongan Tuhan itu nyata.

Saya pribadi hampir tdk pernah mendengar pernyataan spt dalam ayat ini, kebanyakan yg terdengar itu ‘perkataan iman’ yg pasti kita semua tahu: “Yakin Tuhan pasti selalu akan menolong saya”, namun pd realita yg terjd, benarkah Tuhan selalu menolong kita tanpa jedah sekalipun? Pernyataan dalam ayat ini memang bertolak belakang, di satu sisi yakin Tuhan sanggup menolong, di sisi lain mengakui ada kemungkinan tdk akan ditolong Tuhan. Org biasanya tdk suka dgn pernyataan spt itu. Misalnya ketika sedang berdoa utk acara KKR di lapangan, cuaca agak mendung dan kemungkinan hujan bs turun, dilarang membayangkan hujan akan turun, pikirkan bhw cuaca akan cerah. Dlm kebiasaan yg ada, ini ditambahi ‘perkataan iman’ mengusir awan mendung sehingga tdk hujan.

Kalau yakin Tuhan pasti tolong, jgn pernah berani berpikir jika Dia tdk tolong. Tapi dlm ayat ini, pernyataan iman disertai dgn satu kemungkinan bhw yg diimani bs saja tidak terjd. Kita jgn cepat menghakimi perkataan spt itu, pd kenyataannya Tuhan menolong 3 sahabat Daniel ini dr perapian menyala. Tuhan menilai iman 3 org ini, bahwa jikalau Tuhan menolong, semata-mata utk semua org melihat kemuliaan Tuhan, bukan untuk pamer bahwa doa mereka selalu didengar oleh Tuhan. Ada org-org yang ‘gila pujian’, senang sekali kalau dipuji bhw doanya itu punya daya tarik di hadapan Tuhan. Suatu pikiran sesat bhw Tuhan yg berdaulat itu bs ‘disetir’ oleh doa seorg manusia. Tuhan sanggup, tp apakah Dia mau? Apakah ini waktu-Nya Tuhan? Tuhan tdk mungkin mau diatur oleh keinginan manusia.

Setia pd Tuhan, ditolong atau tidak, tetap akan menyembah Tuhan, inilah yang selalu akan menyentuh hati-Nya dan tangan-Nya bergerak menolong kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Ada Kemungkinan Terburuk

Pulih Dari Keangkuhan

DI 08102025

Daniel 4:34
Tetapi setelah lewat waktu yang ditentukan, aku, Nebukadnezar, menengadah ke langit, dan akal budiku kembali lagi kepadaku. Lalu aku memuji Yang Mahatinggi dan membesarkan dan memuliakan Yang Hidup kekal itu, karena kekuasaan-Nya ialah kekuasaan yang kekal dan kerajaan-Nya turun-temurun.

Salah satu yg disombongkan manusia itu ialah prestasi dan kehebatannya, semua ini dianggap sbg pencapaian pribadi yg tanpa campur tangan pihak lainnya.

Kata akal budi dlm ayat ini bahasa aslinya itu manda‛ yg berarti hikmat, kepandaian, alasan pengertian dan pengetahuan. Orang yg kehilangan 4 unsur ini bs dikatakan sbg org yg ‘tak berotak’, lebih parah drpd orang bodoh. Org sombong kehilangan daya utk memahami bhw semua pencapaiannya itu mustahil adalah hasil kehebatannya sndri. Siapa yg memberi nafas kehidupan shga bs beraktifitas? Siapa yg menolong dalam hal-hal yg sederhana? Kalau Tuhan bilang hidup kita berakhir detik ini, sanggupkah kita utk melawannya? Bangga dgn prestasi itu wajar, tp akuilah bhw itu bukan hasil dr kehebatan pribadi, ada peran pihak-pihak lain walaupun kecil peranannya, tetapi jika tanpa mereka, semuanya tdk jd sempurna. Org berpengertian akan berbagi sukacita dgn org-org di sekelilingnya ketika sukses dlm melakukan sesuatu hal.

Orang sombong berani mengakui tdk ada peranan Tuhan dlm pencapaian yg diraih sampai hari ini. Lebih parah lagi ketika org sombong membandingkan kemuliaan yang dimilikinya dgn kemuliaan yg Tuhan miliki. Menyetarakan diri dg Tuhan, inilah puncak keangkuhan tertinggi yg manusia lakukan. Tdk mungkin ciptaan melampaui Pencipta, bahkan iblis jatuh ketika dia menyamakan dirinya dgn Tuhan, keangkuhan inilah yang jg dimiliki oleh pikiran manusia. Ketika org menjd sombong, kemampuan untuk dapat mengerti sesuatu itu hilang dari otak atau pikirannya, inilah yg terjd pd Nebukadnezar, pengertiannya hilang dan hidup spt hewan liar. Ketika dia mengakui Tuhan, pengertian itu Tuhan kembalikan padanya. Kadang org perlu dipermalukan dulu baru mau sadar dr kesombongannya.

Jgn sombong dgn pencapaian kita, jikalau Tuhan marah, kita bs mengalami hal yang terburuk dlm hidup kita, bertobat jika kita sombong hari ini, masih ada kesempatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pulih Dari Keangkuhan

Penginjilan Saja Belum Cukup

DI 07102025

Kisah Para Rasul 4:21-22
Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi.
Sebab orang yang disembuhkan oleh mujizat itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya.

Mengapa penginjilan tdk begitu efektif jika tanpa disertai mujizat? Karena org perlu 1 bukti nyata bhw Tuhan Yesus Kristus ialah Tuhan yg patut disembah.

Penginjilan tanpa mujizat itu hanya dapat menghasilkan perdebatan, bisa nantinya berakhir dgn tuduhan penistaan agama. Di dlm 4 kitab Injil, terlihat pelayanan Yesus bukan sekedar mengajar, serta menginjil, tetapi jg melakukan mujizat, kesembuhan, serta pemulihan. Perlu bukti tak terbantah ttg kuasa Tuhan. Kesaksian tdk begitu bisa bermanfaat pd penginjilan, org non Kristen jg banyak yg kaya, hidup bahagia, ada juga tanda-tanda ajaib yg ilah-ilah org lain terjd nyata. Semua keyakinan punya versi surga masing-masing, jalan menuju surganya yg mereka percayai. Kalau kita perhatikan dlm Alkitab, org-org yg tdk percaya pada Tuhan akhirnya hrs mengakui bahwa Tuhan yang disembah org Israel dlm PL adalah Tuhan yg benar ketika terjd suatu tanda ajaib dan mujizat.

Misalnya Naaman, panglima Aram, yg sakit kusta dan disembuhkan Tuhan, bertekad hanya akan mempersembahkan korban pd Tuhan yg disembah nabi Elisa (2 Raja-Raja 5:17). Raja Nebukadnezar, mengakui bhw Tuhan yg disembah Daniel itu Tuhan yang benar (Daniel 4:37) setelah direndahkan oleh Tuhan karena kesombongannya. Dlm PB, banyak org menjd percaya bhw Yesus adalah Tuhan setelah melihat mujizat itu terjd. Pelayanan para rasul yg disertai dgn mujizat jg banyak mendatangkan org pada pertobatan. Memang tanda ajaib ini bukan penentu seorg bertobat, ada jg mereka yg tdk mau bertobat sekalipun ditunjukkan dg banyak mujizat yg Tuhan lakukan, tp tidak bs dipungkiri, pelayanan penginjilan harus disertai dgn kuasa Tuhan, mujizat, dengan demikian penginjilan diteguhkan dgn satu bukti kuasa Tuhan yg tak terbantahkan.

Rindu melakukan penginjilan? Ini hal yang mulia, tetapi perlengkapi dgn kuasa Tuhan yg nyata, sehingga yg terjd bkn perdebatan, tetapi pembungkaman terhadap argumen mereka ttg Tuhan Yesus.

Posted in Renungan | Comments Off on Penginjilan Saja Belum Cukup

Pikiran Sia-Sia

DI 06102025

Efesus 4:17 ILT3
Selanjutnya, aku mengatakan dan menegaskan hal ini di dalam Tuhan: Janganlah lagi kamu hidup sebagaimana pula bangsa-bangsa lain hidup dalam kesia-siaan pikiran mereka,

Mengapa kitab hukum Taurat diturunkan pd bangsa Israel setelah keluar dari Mesir? Itu supaya bangsa Israel memiliki tuntunan yg jelas bagaimana seharusnya mereka itu harus hidup.

Sebelum keluar dr Mesir, bangsa Israel di zaman Musa itu hidup mengikuti aturan & budaya bangsa Mesir, karena mereka ada dlm perbudakan di sana. Sbg bangsa yang dibebaskan Tuhan, maka Tuhan mengutus Musa bukan sekedar membawa keluar dari Mesir, tetapi jg sekaligus menjadi seorang yg menerima dan mengajarkan Taurat pd bangsa Israel. Dlm PB, keinginan Tuhan jg tetap sa ma utk kehidupan org Kristen, Dia ingin kita berbeda, tdk hidup mengikuti yg bangsa-bangsa lain hidupi, dlm pengertian bhw di luar org percaya, mereka hidup itu dlm kesia-siaan pikiran mereka. Pikiran yg sia-sia, apa maknanya? Sesuatu yg sia-sia itu dilakukan tp tak ada gunanya, hasilnya tdk sesuai yg diharapkan, sumber dayanya terbuang percuma, pikiran yang sia-sia itu membuat hidup seseorg tdk ada artinya.

Pertama, manusia butuh jaminan utk bisa selamat dlm arti hidup dalam kekekalan di surga. Kepastian ini hanya ada dlm Tuhan: “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dlm Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12). Percaya pd Tuhan Yesus pasti tdk sia-sia karena punya jaminan yg pasti utk diselamatkan. Kedua, manusia butuh kuasa supranatural dalam hidupnya, hal ini kita dapati pd kuasa Tuhan yg tdk terbatas dan sanggup melakukan yg mustahil. Yang disembah org di luar Tuhan Yesus, kuasa yg dimilikinya terbatas. Ketiga, hidup mrnjd berarti karena Tuhan itu nyata, tdk seperti ilah-ilah lain, hubungan dgn Tuhan bukan 1 ritual, tetapi komunikasi 2 arah.

Kita memiliki arti kehidupan yg benar saat kita tetap dlm kepercayaan pd Tuhan yang benar yaitu Yesus Kristus, hidup kita tidak menjd sia-sia.

Posted in Renungan | Comments Off on Pikiran Sia-Sia