Tidak Sama

DI 29092016 
Yakobus 3:9-10 (NKJV) 

With it we bless our God and Father, and with it we curse men, who have been made in the similitude of God.

Out of the same mouth proceed blessing and cursing. My brethren, these things ought not to be so. 

  • Dengan itu kita memberkati Tuhan kita dan Bapa, dan dengan itu kita mengutuki manusia, yang telah dibentuk di dalam keserupaan Tuhan. 

Keluar dari mulut yang sama berkat dan mengutuk, saudaraku, hal-hal ini seharusnya tidak menjadi demikian. 
Ini sebuah perenungan yg dlm, sepintas membacanya tdk bgtu mengerti, namun ketika diperhatikan dg seksama, baru kita paham maksudnya. 
Apa bedanya mulut dg lidah? Scra letak, lidah ada di dlm rongga mulut. Mulut biasanya dihubungkan dg pengucapan, lidah dikaitkan dg perkataan. Sepintas kelihatannya sama, tp sbnarnya berbeda. 
Lidah tdk bs berkata-kata jika mulut tdk dibuka. Coba saja kita buktikan, tutup mulut kita dan gerakkan lidah, apa bisa keluar ucapan perkataan? Artinya mulut menjd penyaring atau ‘filter’ terakhir ttg apa yg ingin kita ucapkan. Misalnya, saat sdg marah, hati panas, emosi naik, lidah sdh ingin mengutuk, marah-marah, tp krna masih mampu sedikit sabar, kita diam menutup mulut kita, tadinya mau mengomel, tp tertahan oleh mulut. Tp kalau gagal menahan emosi, mulut kita terbuka dan keluarlah perkataan yg tdk baik. 
Ayat ini mengingatkan agar kita tdk menjd ‘rohani tapi duniawi’. Bisa memuji Tuhan, bcra ttg Tuhan, kelihatan rohani sekali, tp terhadap sesama manusia yaitu org-org terdekat justru yg keluar adalah kutuk bukan berkat. Jadi apa isi hati dan pikiran dr org spt itu? Kadang menjd rohani spt memakai baju, waktu dipakai terlihat rohani, begitu dilepas terlihat keduniawiannya. Main sandiwaranya hebat, bs menipu penilaian manusia, tp ingat Tuhan tdk bs ditipu. 
Yg diucapkan berasal dr hati, bisakah Tuhan dan iblis ‘tinggal’ bersama dlm hati seseorg? Tdk mgkin, ingat iblis bs menyerupai malaikat, dia bs berkata-kata yg baik jg

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Sama

Ringkasan Sharing Firman 

​Ringkasan Sharing Firman FGBMFI Chapter Delta Mas 27 September 2016 (DI) 
Dimulai Dari Keluarga 
Ayat Bacaan Ibrani 13:4 
Ibrani 13:4 (TB)  

  • Hendaklah kamu semua penuh hormat terhadap perkawinan dan janganlah kamu mencemarkan tempat tidur, sebab orang-orang sundal dan pezinah akan dihakimi Allah. 

Hebrews 13:4 (NKJV)  

Marriage is honorable among all, and the bed undefiled; but fornicators and adulterers God will judge. 
Pernikahan adalah terhormat di antara semua, dan tempat tidur itu bersih; tapi para sundal dan para pezinah Tuhan akan hakimi. 
Keseharian kita dimulai dari tempat tidur. Pergantian hari di Israel dimulai sejak matahari terbenam, bukan tengah malam. Jadi awal hari terjadi waktu awal petang, dan sebagian besar waktu malam hari dihabiskan di tempat tidur. 
Ada 2 benda di mana banyak keputusan diambil, yaitu di meja dan tempat tidur. Tempat tidur juga menjadi tempat untuk menenangkan diri (Mazmur 4:4). Dalam ayat ini tempat tidur dihubungkan dengan pernikahan. 
Hanya ada 2 jenis hubungan dalam dunia ini yang baru sah terjadi setelah ada ikatan perjanjian, pertama antara Tuhan dengan kita, kedua antara pria dengan wanita menjelang masuk pernikahan. Jadi pernikahan antara pria dan wanita menjadi tolak ukur kepribadian seseorang yang sebenarnya. 
Misalnya, kesetiaan seseorang dinilai dari dengan siapa dia tidur, kalau bukan dengan pasangan hidupnya, tentu disebut perzinahan, tidak setia. 
Keseharian kita ternyata dipengaruhi oleh bagaimana kondisi rumah tangga, keluarga yang tidak harmonis bisa mengganggu kelancaran bisnis, mengganggu kesehatan, mengganggu pelayanan, dsbnya. 
1 Petrus 3:7 (TB)  

Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang. 
1 Peter 3:7 (NKJV)  

Husbands, likewise, dwell with them with understanding, giving honor to the wife, as to the weaker vessel, and as being heirs together of the grace of life, that your prayers may not be hindered. 
Para suami, demikian juga, berdiamlah dengan mereka dengan pengertian, memberi hormat pada isteri, sebagai bejana yang lebih lemah, dan sebagai yang mewarisi bersama anugerah kehidupan, supaya doa-doamu boleh tidak dirintangi/terhalang. 
Sebagai suami, berdiamlah bersama isteri dengan pengertian dan pengetahuan, yang dihasilkan adalah kesepakatan dalam doa yang bisa membuka pintu dan jalan yang tertutup. Gangguan komunikasi dengan isteri bisa mengganggu komunikasi kita dengan Tuhan (doa), masalah dalam rumah tangga bisa berdampak negatif saat kita bekerja, berbisnis, melayani, dsbnya. 
Keseharian kita berawal dari tempat tidur dan kembali ke tempat tidur, artinya adalah aktivitas harian kita ternyata dipengaruhi oleh kualitas pernikahan dan rumah tangga kita. Jangan menjadi orang munafik. 
Lukas 16:14 (NKJV)  

Now the Pharisees, who were lovers of money, also heard all these things, and they derided Him. 
Orang Farisi yang terdiri dari para ahli Taurat dan rabbi, ternyata mereka pecinta uang, kelihatannya rohani tapi ternyata duniawi. Dalam zaman ini bisa terlihat dari orang yang luarnya baik, ramah, menguasai Firman Tuhan, tetapi memperlakukan keluarganya dengan tidak sepatutnya. 
Orang fasik itu tahu Firman tapi tak mau melakukannya. 
Orang munafik, tahu Firman, melakukannya tapi cara hidupnya duniawi, bagus di luar, bobrok di dalam. 
Amin.

Posted in Rhema Wisdom | Comments Off on Ringkasan Sharing Firman 

Hanya Dengan Tuhan

DI 28092016 
Markus 4:34 NKJV 

But without a parable He did not speak to them. And when they were alone, He explained all things to His disciples. 

  • Tapi tanpa sebuah perumpamaan, Dia tidak berbicara pada mereka. Dan ketika mereka sendirian, Dia menjelaskan segala hal pada para murid-Nya. 

Membaca ini saya merasa koq ada yg terbalik, Yesus bcra pd org bnyk dg menggunakan perumpamaan, knpa bukan langsung topiknya saja, biar tdk terlalu berat mikirnya dan bnyk hal bs disampaikan. Bayangkan jika para pengkhotbah saat ibadah berkhotbah isinya cuma perumpamaan saja, jemaat bingung tak tahu maksudnya. 
Spya mudah mengerti, kalau kita curhat, di dpn org bnyk pasti tdk kita sampaikan detailnya, tp ketika hanya berdua atau bertiga misalnya, kita bs sampaikan sampai hal detailnya. Kita ingin org yg mendengar curhat kita itu mengerti yg kita maksud spt yg kita mau. 
Tuhan Yesus ingin setiap pengajaran-Nya itu dimengerti oleh org yg mendengarnya, dipakai sebuah perumpamaan bkn utk membuat bingung sbnarnya, tp spya bs mengerti dg cepat melalui sebuah perbandingan. Kita hrs paham, yg mendengar pengajaran Yesus wkt itu dr beragam kalangan, dr yg terpelajar maupun yg awam, dr yg pintar hingga (maaf) bodoh, dsbnya, jika dijelaskan scra detail, ada yg bs mengerti, ada jg yg masih bingung. Masalah yg bs timbul adalah komentar ‘miring’ dr org yg tdk paham ajaran Yesus, bs menyebar fitnah bhw ajaran Yesus itu sesat. 
Ketika sendirian dg Tuhan, para murid diberikan penjelasan detail ttg perumpamaan yg sblumnya disampaikan. Para murid jg berasal dr beragam kalangan, perlu dibuat mengerti scra tepat arti dr perumpamaannya. Butuh wkt utk membuat seseorg mengerti Firman Tuhan spt yg Tuhan mau, dan itu butuh ‘kesendirian’ dg Tuhan, meluangkan wkt utk ‘berdiskusi’ dg Tuhan mengenai suatu topik yg blm kita mengerti. Ikut sekolah Alkitab itu baik, ikut komsel jg baik, tp jgn sampai kehilangan wkt pribadi kita dg Tuhan, wkt khusus Dia mengajar kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Hanya Dengan Tuhan

Mengakui Diri Bodoh

DI 27092016 
Mazmur 69:5 NKJV 

O God, You know my foolishness; And my sins are not hidden from You. 

  • Oh Tuhan, Engkau tahu kebodohanku; dan dosa-dosaku tidak tersembunyi dari Engkau. 

Pd dasarnya tdk ada org yg ingin disebut bodoh, walaupun sbnarnya memang dia bodoh, dibilang sbg org bodoh dianggap sebuah penghinaan yg menyakitkan. 
Pemazmur scra jujur mengakui kebodohannya di hadapan Tuhan, bahkan dituangkan lewat lagu, scra tdk lgsg mengumumkan ke publik bhw dirinya bodoh. Tentu di hadapan Tuhan kepandaian manusia tdk sebanding dg hikmat Tuhan, pantaslah kita mengakui bhw kita bodoh, namun jika dipublikasi, tentu butuh kerendahan hati yg dlm. 
Mengakui kebodohan kita itu sebuah bukti bhw kita sadar diri, kalau berbuat hal yg bodoh, terbukalah utk dikritik dan dinasehati, walaupun seringkali nasehat diberikan dg sedikit kemarahan dan rasa kecewa, jgn tersinggung dan marah ketika org lain sdg mengoreksi kebodohan kita, apalg itu dilakukan di dpn umum, bnyk org yg melihatnya. Memang rasanya malu, tp drpd kita lebih malu lg krna berbuat hal yg lebih bodoh di masa depan, lebih baik terima semuanya dg lapang dada. 
Sebaliknya jika kita ingin menegur org lain yg berbuat hal bodoh, pilihlah cara dan waktu yg tepat. Jgn sampai terkesan ingin mempermalukannya di dpn umum, menasehati hrs disertai dg ketulusan hati, tdk boleh ada niat buruk terhadap siapapun. Sampaikan nasehat jg tdk dlm keadaan emosi naik, jgn terkesan menggurui, tp posisikan diri sbg org yg mensupport dia utk bs lebih maju dan sukses. Kemarahan tdk menyelesaikan masalah, justru bs membuat masalah yg baru. 
Belajarlah dr Tuhan Yesus ketika Dia menasehati para murid-Nya, tdk dg penghakiman, tp dg kasih dan kedewasaan karakter. Org yg mengoreksi kita bknlah musuh, tp sahabat yg ingin melihat kita tdk jatuh dlm kebodohan yg sama. Jgn masukkan dlm hati perkataannya yg krg berkenan, tp ambil nasehat dan koreksi yg diberikannya. Jgn pernah berhenti utk trs belajar 

Posted in Renungan | Comments Off on Mengakui Diri Bodoh

Tuhan Yang Mengerjakannya 

DI 26092016 
Mazmur 71:6 KJV 

By thee have I been holden up from the womb: thou art he that took me out of my mother’s bowels: my praise shall be continually of thee. 

  • Oleh-Mu aku telah ditahan dari kandungan: Engkaulah Dia yang mengeluarkan aku dari isi perut ibuku: pujianku akan terus menerus bagi-Mu 

Dlm sebuah proses kelahiran seorg bayi, ternyata bkn hanya melibatkan sang ibu maupun dokter atau bidan, tp ternyata Tuhan jg terlibat di dlmnya, bahkan ketika masih dlm kandungan sang ibu. 
Ada wanita yg hamil tp gagal memiliki anak krna mengalami keguguran, dlm ayat ini dikatakan Tuhan ‘menahan’ bayi di dlm kandungan, artinya tdk dibiarkan mati lalu kemudian terpaksa dikeluarkan demi alasan medis dan keselamatan nyawa sang ibu, si bayi ‘ditahan’ tetap dlm kandungan, tetap diizinkan hidup oleh Tuhan hingga nanti si bayi dikeluarkan melalui proses pesalinan. 
Kalau seseorg lahir ke dunia, artinya Tuhan izinkan dia hidup, pasti ada tujuan dan rencana Tuhan di dlm setiap org yg dilahirkan ke dunia. Tindakan bunuh diri jelas merusak rencana Tuhan dr hidup org yg melakukannya, demikian jg apabila seseorg membunuh sesamanya. Krna setiap org punya tujuan hidup dan rencana Tuhan atas dirinya, maka setiap org berharga di mata Tuhan. Sekalipun yg sdg dihadapi adalah situasi yg buruk dan berbeban berat, jgn pernah berkata buruk dan negatif terhadap diri sndri. Kalaupun sdg menghadapi jln buntu, Tuhan sanggup memberi solusinya, tetap berharap pd Tuhan. 
Kita yg masih hidup hrs tetap memelihara semangat tetap berkobar, proses dr Tuhan ada batas waktunya, penderitaan yg kita alami jg ada batas waktunya, tdk akan pernah selalu dlm masa sulit selama kita hidup berkenan di hadapan Tuhan. Dia tdk ingin rencana-Nya dlm hidup kita gagal, butuh daya tahan kita utk bertahan melewati masa sukar, tujuan hidup kita adalah memuliakan Tuhan melalui hidup kita. 
Kita ada di dunia ini bkn sebuah kebetulan, bkn sekedar hidup utk diri sndri.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Yang Mengerjakannya 

Saat Masa-Masa Sulit 

DI 24092016 
Mazmur 78:40 NKJV 

How often they provoked Him in the wilderness, And grieved Him in the desert! 

  • Berapa sering mereka menggusarkan Tuhan di dalam gurun, dan mendukakan Dia di dalam gurun pasir! 

Hidup kita tdk selalu dlm situasi yg baik dan enak, ada waktunya kita spt ada dlm ‘kekeringan’ dan kehampaan bahkan terancam binasa, apa yg menjd reaksi kita di masa-masa spt itu? 
Dlm sebuah masa, bangsa Israel mendukakan hati Tuhan saat mrka ada di gurun pasir, tentunya sebuah tempat yg tdk nyaman, bahkan mrka ‘memprovokasi’ Tuhan utk bertindak, Tuhan tdk ingin marah pd bangsa Israel krna sayang pd mrka, namun kasih Tuhan tdk dihargai sama sekali dan mrka malah membuat Tuhan ‘terpaksa’ murka. 
Tentu sbg orgtua sangat menyayat hati saat anak yg dikasihi melakukan sesuatu yg kurang ajar dan jahat. Ada pergolakan dlm diri orgtua antara ingin marah namun di sisi lain rasa sayang tdk menghendaki anaknya bersikap spt itu. Mau ikutin emosi atau bersikap bijak, tentu ini membuat hati para orgtua spt teriris, dan kadang kala anak-anak Tuhan bersikap spt itu pd Bapa. 
Dlm menjalani masa-masa sulit, jgn pernah kita mendukakan hati Tuhan. Kita hrs sadar bhw iblis ingin kita terpisah dr Tuhan, dg segala cara dia berusaha membuat kita kecewa, marah, tdk lg bergairah berdoa, beribadah, dsbnya, tujuannya hanya utk merusak hubungan baik kita dg Tuhan. Jgn heran kalau iblispun ‘berpolitik’ utk menjatuhkan kita, dia bs merekayasa situasi yg kita alami spya kita berpikir bhw Tuhan tdk ada dan Dia tdk peduli dg apa yg sdg kita alami. Seringkali politiknya berhasil. 
Jgn kita termakan oleh siasat iblis maupun strateginya, di masa sulit tetaplah percaya pd Tuhan dan jgn menjauh dr Tuhan. Kalau Tuhan diam, pasti ada alasan-Nya, kita hrs sabar dan tulus hati, tetap mengucap syukur dan beriman teguh. Kelihatannya tdk rasional, tdk sesuai logika, tp itulah Tuhan, kalau kita bs mengerti Tuhan 100%, Dia bkn Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Saat Masa-Masa Sulit 

Singkirkan Berhala Kita

DI 23092016 
Hakim-hakim 10:16 

  • Dan mereka menjauhkan para allah asing dari tengah-tengah mereka, lalu mereka beribadah kepada TUHAN. Maka TUHAN tidak dapat lagi menahan hati-Nya melihat kesukaran mereka. 

Bertobat tanpa bukti tindakan patut diragukan kesungguhannya, kalau memang benar bertobat pasti ada buktinya dan tindakan kembali pd Tuhan. 
Bangsa Israel menyadari dosa mrka pd Tuhan, kemudian mrka menyingkirkan para berhala yg pernah mrka sembah, dan kembali beribadah pd Tuhan, inilah yg membuat hati Tuhan tersentuh dan kemudian bertindak membebaskan bangsa Israel dr bani Amon. 
Setiap dr kita pasti pernah berbuat dosa pd Tuhan, ada 2 hal yg hrs kita bereskan di hadapan Tuhan, pertama, bereskan status ‘keberdosaan’ kita dg mengakui dosa dan memohon pengampunan dr Tuhan, dr pendosa berubah menjd org yg dibenarkan Tuhan. Kedua, bereskan hal-hal yg menyebabkan kita berbuat dosa. 
Bnyk org cuma melakukan yg pertama, pengakuan dosa, tp lalai melakukan pemberesan penyebab kita berdosa. Dlm hal ibadah misalnya, jgn ada patung, jimat, dan yg berkaitan dg berhala, di dlm rumah dan hidup kita hrs bersih dr berhala dan perlengkapannya. Dlm hal kedagingan, pelajari kelemahan kita dan tingkatkan pengendalian diri. Dlm hal perkataan, berhenti mengucapkan kata-kata yg tdk baik, yg menyakiti hati org lain, penuhi janji yg pernah kita ucapkan namun blm kita tepati. Bergantung pd kasusnya, kita hrs sungguh-sungguh menunjukkan bukti pertobatan kita, bkn hanya di mulut saja. 
Hobby dan kebiasaan tertentu bs jd faktor pendorong kita berbuat dosa. Walaupun mgkin tdk merugikan org lain, tp mendukakan hati Tuhan. Bukan ttg salah atau benarnya, tp apakah semua itu membuat kita menjauh dr Tuhan atau tdk. Apakah semuanya itu membuat waktu pribadi kita dg Tuhan menjd berkurang porsi dan kualitasnya? Harus berani berkorban demi menyenangkan hati Tuhan. 
Apakah kasih kita pd Tuhan sdh mulai ‘dingin’? Ini jg hal penting yg hrs jd perhatian kita

Posted in Renungan | Comments Off on Singkirkan Berhala Kita

Perkataan dan Tubuh 

DI 22092016 
Yakobus 3:2 

  • Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya. 

Dlm terjemahan lain, kata ‘bersalah’ digunakan kata yg artinya ‘tersandung’ dan ‘menyinggung perasaan’. Dlm bnyk hal, kita tersandung dan menyinggung perasaan, dan ternyata ini mengenai perkataan. 
Hal tersulit dlm hal pengendalian diri ternyata bkn melawan godaan nafsu duniawi, tp bgmna seseorg mengendalikan perkataannya shga dia tdk menyinggung perasaan dg org lain atau tersandung oleh perkataannya sndri. 
Kisah Yefta ini menjd contoh bgmna seseorg hrs membayar nazarnya sesuai perkataannya di hadapan Tuhan: 
Hakim-hakim 11:30-31, 34, 38 

Lalu bernazarlah Yefta kepada TUHAN, katanya: “Jika Engkau sungguh-sungguh menyerahkan bani Amon itu ke dalam tanganku, 

maka apa yang keluar dari pintu rumahku untuk menemui aku, pada waktu aku kembali dengan selamat dari bani Amon, itu akan menjadi kepunyaan TUHAN, dan aku akan mempersembahkannya sebagai korban bakaran.” 

Ketika Yefta pulang ke Mizpa ke rumahnya, tampaklah anaknya perempuan keluar menyongsong dia dengan memukul rebana serta menari-nari. Dialah anaknya yang tunggal; selain dari dia tidak ada anaknya laki-laki atau perempuan. 

Jawab Yefta: “Pergilah,” dan ia membiarkan dia pergi dua bulan lamanya. Maka pergilah gadis itu bersama-sama dengan teman-temannya menangisi kegadisannya di pegunungan. 
Jgn sembarangan berjanji pd Tuhan, pikirkan dulu saat ingin bernazar pd Tuhan, jgn terbawa oleh emosi atau krna gengsi. Jgn jg kita melukai perasaan org lain krna perkataan kita. Pernyataan atau jg jawaban yg kita berikan hendaknya merupakan hasil kesepakatan hati dg pikiran. Jgn berkata hal yg sia-sia, Tuhan mengingat semuanya dan akan mengadili kita. 
Bisa mengendalikan perkataan berarti bs mengendalikan seluruh tubuh kita, perhatikan apa yg kita katakan, gunakan kosa kata yg baik dan positif.

Posted in Renungan | Comments Off on Perkataan dan Tubuh 

Doa Iman 

DI 21092016 
Yakobus 5:15 NKJV 

And the prayer of faith will save the sick, and the Lord will raise him up. And if he has committed sins, he will be forgiven. 
Dan doa iman akan menyelamatkan yang sakit, dan Tuhan akan membangkitkan dia. Dan jika dia berbuat dosa-dosa, dia akan diampuni.  
Doa dan iman sering dibuat berbeda, tp dlm ayat ini ada yg disebut ‘prayer of faith’ atau ‘doa iman’, doa yg timbul karena iman seseorg aktif. Ada jg org yg berdoa tp imannya sdh lemah, ini hal yg berbeda. 
Sebagian org merasa ‘bosan’ saat konseling dg hamba Tuhan atau curhat dg teman rohani, selalu dianjurkan utk berdoa. “Saya sdh berdoa, tp Tuhan tdk jawab saya, disuruh berdoa lagi, apa masih ada gunanya?” Masalahnya adalah doa yg kita naikkan pd Tuhan itu apakah ‘doa umum’ atau ‘doa iman’? Bedanya terletak pd kondisi iman seseorg, apakah imannya aktif, kuat dan teguh, atau sebaliknya, imannya lemah, dikuasai kekuatiran dan tdk percaya pd Firman Tuhan. 
Jd doa iman itu adalah iman yg dimanifestasikan lewat perkataan doa. Hampir mirip dg ‘deklarasi’ yaitu memperkatakan Firman Tuhan, tp doa iman itu memperkatakan pd Tuhan apa yg kita imani dan percaya. Jd isinya bkn lagi permintaan atau curhatan isi hati, tapi pengakuan iman melalui doa. Ayat ini mencatat bhw efek doa iman ini sangat dahsyat. 
Efek pertama adalah menyelamatkan org yg sakit. Lho, knp bukan menyembuhkan? Ada penyakit yg disebabkan oleh dosa dan iblis, kalau dosanya blm diampuni, tetap tdk bs sembuh. Mau sembuh berarti hrs dibereskan dulu dosanya, dikalahkan dulu iblisnya, itulah makna diselamatkan. Kesembuhan itu ‘bonusnya’. Selanjutnya Tuhan membangkitkannya, artinya dipulihkan, spt bangunan yg sdh runtuh kemudian dibangun ulang hingga selesai. 
Efek kedua adalah diampuni dosanya. Org yg berdosa, kemudian bertobat, berarti kembali beriman pd Tuhan. Ketika imannya aktif dan dinyatakan lewat doa, doa iman inilah yg mendtgkan pengampunan atas dosa-dosanya oleh Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Doa Iman 

Saling Mengakui Kesalahan 

DI 20092016 
Yakobus 5:16 KJV 

Confess your faults one to another, and pray one for another, that ye may be healed. The effectual fervent prayer of a righteous man availeth much. 

  • Akui kesalahan-kesalahanmu satu dengan lainnya, dan berdoa seorang untuk yang lainnya, supaya kalian boleh disembuhkan. Doa yang kuat sungguh-sungguh manjur dari orang benar berfaedah banyak. 

Mgkin terjemahan ini sedikit berbeda dg terjemahan LAI, di sini ditekankan bkn ttg kuasa doa org benar, tp manfaat dr doa org benar yg kuat, sungguh-sungguh itu banyak dan sifatnya manjur. 
Spt obat, ada yg manjur, ada jg yg tdk manjur, ternyata doa org benar itu spt obat yg manjur, yg bs menyembuhkan penyakit yg diderita. 
Bgmna bs punya doa spt itu? Harus puasa? Ditumpang tangan oleh hamba Tuhan? Ternyata tdk, tp justru caranya tdk biasa: saling mengaku salah dan saling mendoakan. 
Org benar itu bkn berarti org yg tdk pernah berbuat dosa dan kesalahan. Org benar itu dosanya diakui, diampuni Tuhan dan statusnya bkn lg org berdosa, tp menjd org benar, tepatnya org yg dibenarkan Tuhan. Spt baju yg kita pakai, bkn berarti tdk pernah kotor dan bau, krna dicuci shga menjd wangi dan bersih kembali. 
Ketika saling mengaku salah, status keduanya kembali menjd org yg dibenarkan Tuhan. Cukupkah saling mengaku salah? Hrs dilanjutkan dg saling mendoakan, mengapa? Tdk mgkin kalau blm mengampuni bs mendoakan org yg berbuat buruk terhadap kita. Saling mendoakan berarti sdh terjd pendamaian di antara keduanya, ada pemulihan, di sinilah kita berdoa sbg org benar, dan doa kita banyak faedahnya. Apa saja? 
Doa org benar bs membantu org lain mengalami terobosan dlm keadaan yg dihadapinya, menghancurkan kutuk yg iblis taruh dlm hidupnya, bs mendatangkan berkat Tuhan yg tertahan krna dosa, dsbnya. Jd bkn ttg kuasa, tp faedahnya. 
Saling mengaku salah itu bukti kedewasaan rohani seseorg, org yg ingin hidup damai dan rukun, org yg ingin berkat Tuhan tdk terhalang diterima 

Posted in Renungan | Comments Off on Saling Mengakui Kesalahan