Tidak Tergelincir

DI 19092016 
Mazmur 37:31 NKJV 

The law of his God is in his heart; None of his steps shall slide. 

  • Hukum Tuhannya ada di dalam hatinya; tidak satupun dari langkahnya akan tergelincir. 

Bila hidup kita diumpamakan spt sebuah perjalanan, maka dr awal utk sampai ke akhir hidup kita itu terdiri dr rangkaian langkah demi langkah, dan sepanjang jln kehidupan yg dijalani ada hal-hal yg bs mengganggu langkah kita. 
Tdk satupun org yg langkahnya ‘mulus’ tanpa hambatan dan gangguan. Ada yg ‘jatuh’, ada jg yg ‘tergelincir’, bahkan ada yg terhenti. Dr sisi manusia, mgkin dianggap wajar, tp bgmna dr sisi Firman Tuhan? 
Ayat ini mengajar kita bhw langkah hidup seseorg akan tdk tergelincir bila Firman Tuhan ada di dlm hatinya. Tentu utk sampai ke dlm hati hrs melalui panca indera tubuh kita, Firman Tuhan masuk melalui pembacaan dan pendengaran akan Firman Tuhan, misalnya saat mendengar khotbah dlm ibadah, maupun pembacaan Alkitab dlm jam doa pribadi kita. Yg perlu diperhatikan adalah, apakah kita hanya sekedar membaca dan mendengarnya saja? 
Spt kita makan, kalau hanya sekedar mencicipi dan mengunyah dlm mulut, tp tdk ditelan, bisakah perut kita merasa kenyang dan mengubah zat mknan menjd zat energi utk tubuh kita? Bagus jika kita bs mendisiplinkan diri utk beribadah dan berdoa setiap hari, tp apakah itu berdampak bagi kerohanian dan kualitas hubungan kita dg Tuhan? Jgn heran bila saat menghadapi situasi hidup, tekanan, godaan dan ujian dr Tuhan, ada saja org yg bingung krna ‘marius markus yohanes’ tiba-tiba hilang bgtu saja. Roh Kudus berperan utk mengingatkan apa yg Tuhan ajarkan pd kita, memunculkan Firman Tuhan yg ada dlm hati di pikiran kita. Bgmna spya Firman Tuhan itu masuk dlm hati kita? 
Aktifkan iman kita, Firman Tuhan itu melampaui akal pikiran kita, ada yg tdk bs dijelaskan dg logika, iman memampukan kita menerima Firman Tuhan yg tdk masuk logika, hanya percaya saja dan aminkan, kemudian renungkan dan praktekkan

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Tergelincir

Mengenal Tuhan 

DI 17092016 
Yohanes 3:35 NKJV 

The Father loves the Son, and has given all things into His hand. 

  • Bapa mengasihi Sang Anak, dan telah memberikan semua hal ke dalam tangan-Nya. 

Bagi org yg mencoba menemukan celah kesalahan dlm Alkitab dan ke-Kristenan selalu akan memperdebatkan ttg Bapa, Anak dan Roh Kudus dg mengartikannya sbg ada 3 Tuhan yg disembah org Kristen, dan sampai saat ini itu dianggap sbg celah kesalahan. 
Tapi menariknya, jauh sblum ada ke-Kristenan, ada seseorg yg mampu memahami scra tepat ttg apa yg disebut oleh para teologia sbg ‘Tritunggal atau Trinitas’, pdhal kita tdk menemukan kata itu ada dlm Alkitab. Dialah Yohanes Pembaptis, org yg hidup sezaman dg Yesus ketika ada di dunia, pdhal paham yg ada di zaman itu adalah berdasarkan Taurat Musa, yg hanya mengenal bhw Tuhan itu ‘esa’. 
Bgmna bs Yohanes Pembaptis bs memahami prinsip ttg Bapa dan Anak dlm Tuhan? Tdk dicatat dlm Alkitab penyebabnya, satu hal yg perlu kita pahami adalah Yohanes Pembaptis memiliki roh yg kuat (Lukas 1:80). 
Bnyk org yg mempelajari dan mendalami Alkitab justru pd akhirnya menjd bingung dan murtad. Mgkin kita heran knp bs demikian? Sederhananya, bnyk para guru dan murid teologia dituntut utk bs menjelaskan semua isi Alkitab, istilahnya semua hrs ‘masuk akal’, pdhal ada bbrpa bagian dr Alkitab yg melampaui akal pikiran manusia. Doktrin demi doktrin muncul shga timbullah beragam denominasi gereja di dunia. Muncul jg aliran kepercayaan/bidat sbg bukti tdk sepaham dg doktrin yg sdh ada. 
Jgn bingung jika saat membaca Alkitab, ada bbrpa bagian yg sulit bahkan tdk terpahami oleh akal pikiran manusia. Bkn kita yg salah, tp itulah bukti bhw Tuhan itu luar biasa, tdk bs terpahami seluruhnya oleh pikiran kita. Ada hal-hal ttg Tuhan yg hrs kita terima tanpa mendpt pengertiannya, sebagian Tuhan singkapkan melalui peristiwa yg kita alami, sebagian lg itu tetap jd rahasia Tuhan. Itulah iman, tdk dimengerti bgmna terjd, tp fakta menunjukkan itu terjd

Posted in Renungan | Comments Off on Mengenal Tuhan 

Rohani Tapi Duniawi

DI 16092016 
Lukas 16:14 NKJV 

Now the Pharisees, who were lovers of money, also heard all these things, and they derided Him. 

  • Kini, golongan Farisi, orang-orang yang adalah pecinta uang, juga mendengarkan semua hal ini, dan mereka mencemooh Dia. 

Golongan Farisi adalah suatu golongan dari para rabi (guru) dan ahli Taurat yang sangat berpengaruh. Mereka berpegang pada Taurat Musa dan pada “adat istiadat nenek moyang” ( Matius 15:2). Seluruh hukum dan peraturan mereka taati secara mutlak. Tapi dlm ayat ini, mrka dicatat sbg pecinta uang, dlm terjemahan lain jg dikatakan mrka itu tamak. 
Kita butuh uang dlm hidup ini, tp tdk boleh menjd pecinta uang, semua hal diukur dg uang. Org kaya dianggap diberkati Tuhan krna uangnya bnyk, yg miskin dianggap hidup dlm kutuk krna tdk pny uang. Paling parah adalah jika Tuhan tdk sanggup membuatnya kaya, Dia bukan Tuhan, ini cara berpikir para pecinta uang. 
Rohani tp duniawi, itulah kemunafikan, org Farisi ahli dlm hukum-hukum Taurat, menpraktekkannya sesuai yg tertulis, taat jg pd adat istiadat, seharusnya mrka hidup scra rohani, tp mengapa justru mrka hidup scra duniawi? Salah satu penyebabnya adalah krna mrka hanya butuh pengakuan dan penghormatan dr manusia, bkn dr Tuhan. Mrka lakukan hukum Taurat bkn krna mengasihi Tuhan, tp krna ingin terlihat religius, dihormati org bnyk dan mendpt keuntungan dr ‘pelayanan’ mrka. 
Jika ada ‘hamba Tuhan’ yg melayani, apakah para pengkhotbah, WL, pemusik, dsbnya, melayani krna ingin mendpt imbalan ‘persembahan kasih’ dr plynannya, bkn krna pengabdian pd Tuhan, tentu ini sama saja dg golongan Farisi pd zaman dulu. Kalau level jemaat bgmna? 
Apa alasan kita membaca Alkitab, berdoa, beribadah di gereja, ikut dlm plynan, berbuat baik? Jika krna ingin terlihat religius, dipuji org lain, spya tdk dimarahi keluarga dan pemimpin rohani, apa bedanya dg org Farisi? Kita melakukannya bkn utk Tuhan, tp utk manusia. 
Hiduplah scra rohani tanpa kemunafikan

Posted in Renungan | Comments Off on Rohani Tapi Duniawi

Sukaria di Surga

DI 15092016 
Lukas 15:10 NKJV 

Likewise, I say to you, there is joy in the presence of the angels of God over one sinner who repents.” 

  • Demikian juga, Aku berkata kepadamu, ada keriangan di hadapan para malaikat Tuhan atas satu orang pendosa yang bertobat. 

Tentu ayat ini jika sekilas kita membacanya akan salah mengerti, pasti kita mengira jika ada yg bertobat maka para malaikat yg bersukacita, tp mari baca dg teliti. 
Dikatakan bhw ada keriangan/kesukaan di hadapan para malaikat. Pikirkan, apa atau siapa yg ada di hadapan para malaikat Tuhan? Malaikat Tuhan berarti malaikat yg melayani Tuhan, kalau malaikat surga lebih bermakna malaikat di dlm surga. Jd yg ada di hadapan para malaikat Tuhan itu adalah Tuhan yg duduk di tahta kudus-Nya. 
Ada keriangan di hadapan para malaikat Tuhan, artinya para malaikat Tuhan melihat Tuhan bergirang di tahta-Nya. Mengapa Dia bergirang? Krna ciptaan-Nya yg dikuasai dosa telah menyadari dosanya dan bertobat. Bkn malaikat yg menciptakan manusia, tp Tuhan. 
Seandainya boleh membayangkan bgmna Tuhan bergirang di tahta-Nya, mgkin ekspresi-Nya bkn cuma senyum-senyum saja, mgkin tertawa dan mgkin jg Dia beranjak dr tahta-Nya dan sedikit ‘menari’ saking girangnya. Ini sekedar pendapat pribadi, bkn tertulis di Alkitab spt itu. 
Membuat Tuhan senang atau yg sering dikatakan menyenangkan hati Tuhan, salah satunya adalah dg melayani seseorg utk kembali pd Tuhan dan bertobat, bkn dg manifestasi karunia roh, yg justru seringkali mencuri kemuliaan Tuhan. Mujizat yg terjd melalui manifestasi kuasa Tuhan bknlah tujuan utama Tuhan menjamah hidup seseorg, tujuan-Nya adalah membuat hati anak-anak-Nya kembali pd Bapa, itulah plynan pertobatan. 
Bgmna seorg bertobat kalau tdk ada yg menegur dosa yg diperbuatnya? Sekalipun sdh ditegur tp masih keras kepala, bawalah org ini dlm doa syafaat kita. Tuhan itu adil, sblum setiap org itu nantinya meninggal, hingga nafas terakhir Tuhan masih menunggu pertobatannya 

Posted in Renungan | Comments Off on Sukaria di Surga

Kasih Yang Lebih Besar 

DI 14092016 
Yohanes 15:13 NKJV 

Greater love has no one than this, than to lay down one’s life for his friends. 

  • Kasih yang lebih besar tidak ada daripada ini, daripada meletakkan hidup seseorang untuk sahabat-sahabatnya. 

Apakah memberi hidup sama dg memberikan nyawa pd org lain? Terjemahan LAI kurang tepat. 
Hidup dlm ayat ini berasal dr kata Ibrani ‘neshamah’ yg diartikan adalah ‘nafas hidup’ yg kemudian menjd ‘roh’ dlm diri manusia yg menyelidiki hati nurani. Jd sdkit berbeda dg memberi nyawa dlm konteks mau mati bagi org lain. Merujuk pd penciptaan Adam, Tuhan memberi ‘nafas hidup’ pd tubuh Adam shga Adam memiliki roh dan mulailah Adam menjalani kehidupannya. Jd apa arti ayat ini? 
Kalau saja kita teliti memperhatikan org-org yg hidup di sekitar kita, tentu ada yg bersemangat, tp ada jg yg hilang gairah hidup, spt pepatah ‘mati segan hiduppun tak mau’. Masih menjalani aktivitas harian tp tanpa gairah dan harapan. Hidup tapi ‘mati’, tdk punya hubungan yg baik dg Tuhan, tdk tahu tujuan hidupnya, putus asa dan pesimis. Sekedar menunggu kpn dipanggil ‘pulang’. Keadaan rohnya mati, tdk ada ‘nafas hidup’nya lagi. 
Kasih yg lebih besar adalah org yg memberikan ‘nafas hidup’nya bagi org lain. Sederhananya spt memberi pertolongan nafas buatan pd org yg tenggelam dlm air. Diusahakan spya bs bernafas kembali dan hidup. Kasih itu memberi ‘nafas hidup’ bagi org yg rohnya ‘mati’. Apa prakteknya? 
Mulailah peduli dg mrka yg sdh lama tdk beribadah dan berdoa pd Tuhan, mrka perlu ‘nafas hidup’, sekalipun scra ekonomi mgkin berlimpah, tp hatinya hampa dan hidup dlm ketakutan. Pd suatu titik org yg mengejar harta akan sadar bhw harta bknlah segalanya. Harta bs menyeret langkah seseorg menuju neraka, apakah kita hanya diam saja bila melihatnya? Jadilah sahabat bagi mereka, bagilah pengalaman spiritual kita dg Tuhan, doakan dan bimbing mrka kembali pd Tuhan. 
Mulailah peduli dg org-org yg memerlukan ‘nafas hidup’ di sekitar kita

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih Yang Lebih Besar 

Berkat atau Kutuk?

DI 13092016 
Amsal 3:33 KJV 

The curse of the LORD is in the house of the wicked: but he blesseth the habitation of the just. 

  • Kutuk dari Tuhan ada di dalam rumah orang fasik: tetapi Dia memberkati tempat kediaman orang benar. 

Org Kristen itu terbagi dlm 2 golongan besar, yaitu org-org benar dan org-org fasik, keduanya tahu Firman Tuhan, tapi org benar mempraktekannya dlm hidup sehari-hari, tp org fasik justru tdk mau melakukannya. 
Kita ini masing-masing ada dlm golongan yg mana? Jgn bangga sdh baca Alkitab 10x habis tp tdk mau mempraktekannya, jgn bangga ikut dlm pelayanan tp tdk mau melakukan Firman Tuhan. Koreksi diri kita masing-masing. 
Mengapa sdh jd org Kristen justru hidup ‘susah dan menderita’? Cuma ada 2 penyebab: pertama, itu memang proses dr Tuhan utk membentuk kedewasaan kita, atau yg kedua, itu memang kutuk yg Tuhan taruh dlm rumah dan keluarga kita. Ayat di atas jelas berkata bhw di dlm rumah org fasik ada kutuk dr Tuhan. Mgkin ada pertanyaan, Tuhan itu baik, tdk jahat, mengapa Dia bs mengutuki? Berarti di dlm diri Tuhan ada kutuk? Kita jgn salah memahaminya. 
Di dlm diri Tuhan tdk ada yg tdk baik atau jahat, tdk ada kutuk dlm diri Tuhan, Dia bisa mengutuki atau memberi kutuk krna Dia yg memegang otoritas atas semua yg ada di bumi dan di surga. Dia sanggup berbuat apapun dlm hidup seseorg, bahkan iblispun tunduk pd otoritas Tuhan. Dan salah satu cara kutuk itu bekerja dlm hidup seseorg adalah melalui iblis, atas ‘seizin’ Tuhan, iblis dibiarkan merusak hidup seseorg sampai batas tertentu, kita bs lihat ini dlm peristiwa hidup Ayub dan keluarganya. 
Sebaliknya, org yg mempraktekkan Firman Tuhan dlm hidupnya diberkati oleh Tuhan, masuk dlm golongan org benar. Org benar bkn org yg tdk pernah berbuat dosa, dia berdosa tp bertobat, diampuni dan dibenarkan oleh Tuhan, dan cirinya adalah mempraktekkan Firman Tuhan. Berkatnya bkn cuma dlm rumah, tp di seluruh area ‘habitat’nya, baik di rumah, bisnis & keluarga 

Posted in Renungan | Comments Off on Berkat atau Kutuk?

Biarkan Tuhan Bertindak

DI 10092016 
Yohanes 3:30 KJV 

He must increase, but I must decrease. 

  • Dia harus bertambah, tapi aku harus berkurang. 

Memang beda dg terjemahan LAI, namun punya makna yg sama yaitu: biarkan Tuhan melakukan bagian yg hrs dikerjakan-Nya. 
Bekerja sbg satu tim tentunya beda dg bekerja sendirian, hrs ada pembagian yg jelas, kapan dan siapa yg melakukan ini dan kapan dan siapa yg melakukan itu. Kalau tdk dibagi tugasnya, bs saja hasilnya adalah sebuah kegagalan. 
Yohanes Pembaptis diberi tugas Tuhan sbg ‘suara di padang gurun’ yaitu sbg pembuka jalan bagi org-org utk dtg kepada Yesus. Ketika Yesus muncul di tengah masyarakat, tugas Yohanes Pembaptis mendekati akhirnya, dan perkataan ayat ini menggambarkan bhw dia sadar bhw sejak itu Yesuslah yg mulai menjalankan misi Bapa di dunia. Mempersilahkan Yesus berperan sesuai misi Bapa, dia sendiri tdk menjd penghalang. 
Kita pun sbnarnya ‘satu tim’ dg Tuhan dlm mewujudkan rencana Tuhan dlm hidup kita. Artinya kita tdk boleh mengambil keputusan penting seorg diri, hrs dibicarakan dg Tuhan dan hasilnya merupakan kesepakatan bersama. Misalnya dlm hal di sekolah mana anak kita akan kita masukkan, mgkin kita punya dana cukup, tp apakah benar anak kita memang Tuhan kehendaki bersekolah di sana? Bnyk org di mulut bicara hrs mengandalkan Tuhan, tp pd kenyataannya mengandalkan kekayaan serta kepandaiannya sndri. Mengapa akhirnya kita gagal dan kecewa? Itu krna salah kita sndri, tdk melibatkan Tuhan, terlalu percaya diri. 
Jgn banyak aksi ketika memang itu bagian yg hrs Tuhan kerjakan, jgn justru merepotkan Tuhan dg ‘sok tahu’nya kita. 
Biarkan nama Tuhan yg dipermuliakan, bkn nama kita, kemampuan kita terbatas, selebihnya Tuhan yg bertindak. Sepakat dg Tuhan, selalu berkoordinasi dg Tuhan. Ketika ada penyesuaian yg Tuhan inginkan, jgn berpatokan pd yg awal, sesuaikan diri dg perubahan yg Tuhan lakukan. Jgn bnyk berdebat atau proses dg perubahan yg Tuhan lakukan demi kebaikan

Posted in Renungan | Comments Off on Biarkan Tuhan Bertindak

Dampak Guru Palsu

DI 09092016 
2 Petrus 2:2 NKJV 

And many will follow their destructive ways, because of whom the way of truth will be blasphemed. 

  • Dan banyak yang akan mengikuti jalan-jalan rusak mereka, karena oleh mereka, jalan kebenaran akan menjadi dihujat. 

Rasul Petrus sdg berbicara ttg para nabi dan guru palsu yg ada di antara para jemaat Tuhan. Koq bisa mrka ada di dlm jemaat Tuhan? Pasti ada ‘pintu masuknya’. 
Zaman skrg pun keadaan gereja Tuhan tdk berbeda jauh dg zaman rasul Petrus hidup, ada bnyk nabi palsu dan jg guru palsu di tengah-tengah gereja dan persekutuan. Tentu mrka berasal dr jemaat Tuhan sndri pada awalnya. Krna mrka tdk punya dasar Firman Tuhan yg kuat dan benar, mrka akhirnya mudah dipengaruhi oleh bbrpa pengajaran yg menyesatkan. Mgkin jg mrka dikecewakan jg oleh hamba Tuhan atau jemaat, shga akhirnya mrka terlibat dlm hubungan dg kuasa gelap dan dilatih utk menghancurkan gereja dan jemaat Tuhan. Mrka bahkan ada yg ikut dlm plynan dan berusaha mempengaruhi bnyk org utk mengikuti ajaran mrka. 
Gereja yg bergerak scra profetik seringkali kurang waspada dlm mempraktekkan tindakan profetik. Sulit membedakan mana yg nabi palsu dan nabi Tuhan, sama-sama mengatas namakan Tuhan ketika menyampaikan pesan Tuhan, apakah mrka memang diberi Tuhan karunia kenabian atau justru adalah tenung yg dibungkus label Kristen. Sama-sama menggunakan Alkitab utk mengajar, kelihatannya Alkitabiah, mana yg berdasarkan pewahyuan Tuhan dan mana yg berdasarkan filsafat dan tafsiran sndri. 
Salah satu hal yg mgkin mnrut saya bs membedakan antara mana nabi dan guru yg asli dg yg palsu adalah dlm hal ini: apakah mrka menarik org-org utk lebih mengenal Tuhan scra pribadi, atau mrka berusaha disukai dan mengumpulkan ‘fans’ bagi mrka sndri. Apakah nama Tuhan yg dipermuliakan atau justru mrka membangun nama besar mrka sndri. 
Krna ulah mrka, bnyk org menghujat gereja Tuhan, org lain berpikir itulah yg diajarkan dlm grja, org Kristen koq spt itu? 

Posted in Renungan | Comments Off on Dampak Guru Palsu

Mengasihi Saudara

DI 08092016 
1 Yohanes 2:10 KJV 

He that loveth his brother abideth in the light, and there is none occasion of stumbling in him. 

  • Dia yang mengasihi saudaranya, tinggal di dalam terang, dan tidak ada satupun kesempatan tersandung di dalam dia. 

Apa pengertian ‘saudara’ dlm ayat ini? Tentu bkn sebatas org yg memiliki persaudaraan/kekerabatan hubungan darah dg kita, spt keluarga, sepupu, ipar, dsbnya. Pengertian saudara dlm ayat ini jg bermakna saudara di dlm Tuhan yaitu sesama umat Tuhan, lebih mudahnya kita sebut saja org-org percaya atau org Kristen. 
Tanpa sadar bnyk org Kristen yg terjebak dlm pola pemikiran yg ‘aneh’, misalkan saja jika si A dr gereja B suatu saat berkenalan dg si C dr gereja D. Padahal sama-sama umat Tuhan, masih ada saja org-org yg memperlakukan org berdasarkan asal gerejanya. Apalagi jika ada ‘isu’ atau omongan ttg sebuah gereja, langsung di’cap’ kelakuan jemaatnya pasti serupa dg kelakuan gembala gerejanya, krna mengikuti doktrin si gembala. Rasanya aneh, org Kristen yg memandang org dr gereja yg berbeda dgn dia spt memandang org bkn Kristen, ditambah lg dulu pernah ‘satu gereja’. 
Dari gereja manapun, kita semua yg percaya dan diselamatkan oleh Kristus adalah ‘satu tubuh’. Berhenti menilai org yg berbeda gereja dg kita, kasihilah satu dg lainnya. 
Dlm sisi lain, arti ‘saudara’ jg berarti sebangsa, bangsa Israel terdiri dr 12 suku, satu keturunan dr Abraham, Ishak dan Yakub. Dlm budaya Israel persaudaraan itu sangat tinggi nilainya, meminjam istilah ‘senasib dan sepenanggungan’, sama-sama susah dan bahagia. Jgn membenci sdr sebangsa kita walaupun bnyk terdpt perbedaan. Kita yg hidup dlm terang Tuhan tdk menyimpan dendam, tdk punya niat jahat, intinya pny kesaksian hidup yg baik. Org yg berusaha memfitnah kita akan gagal jika kita lakukan yg benar dg tulus. Kita tdk akan bisa ‘tersandung’ oleh hal-hal jahat yg dirancangkan oleh mrka. Memang kita tdk sempurna, tetapi kasih menampukan kita hidup benar

Posted in Renungan | Comments Off on Mengasihi Saudara

Memurnikan Diri

DI 07092016 
1 Yohanes 3:3 NKJV 

And everyone who has this hope in Him purifies himself, just as He is pure. 
Dan setiap orang yang mempunyai harapan ini di dalam Dia, memurnikan dirinya sendiri, sebagaimana Dia adalah murni. 
Murni berarti hanya satu, tak ada yg lain, tdk ditambahi unsur apapun, menunjukkan sebuah kualitas. Sedikit berbeda maknanya dg kudus, murni itu menjelaskan ttg apa yg terkandung dlm sesuatu. 
Ternyata org yg memiliki pengharapan di dlm Tuhan tdk berdiam diri sekedar menunggu pengharapan itu akan jd kenyataan. Janji Tuhan selalu berlaku 2 pihak dan ada syaratnya. Org yg berharap pd Tuhan, dia memurnikan dirinya sndri, artinya mengusahakan diri hanya 1 saja yg menggerakkan hidupnya, yaitu Tuhan. Memurnikan berarti memisahkan semua hal yg bs membuat sesuatu menjd kotor, terpolusi hingga mengubah identitas. Apa saja yg hrs dipisahkan? 
Tabiat yg jelek dan buruk, ketdk percayaan, mendua hati, ketakutan berlebihan, kebiasaan buruk, ikatan dg kuasa gelap, tdk mampu menguasai diri, dan yg lainnya, ini hrs dipisahkan dr diri kita. Harus punya kesadaran utk mau menjd murni, hanya Tuhan yg pegang kendali atas hidup kita, bkn kedagingan bahkan iblis. Ini tdk mudah, butuh waktu dan proses, perjuangan, penyangkalan diri hingga tunduk dan taat hanya pd Tuhan Yesus. Cepat atau lambatnya bergantung pada tekad kita, serius tdk mau disempurnakan Tuhan. 
Berharap dan memurnikan diri, ini hrs sejalan, proses demi proses hrs dijalani dg sukacita. Hrs mematikan keegoan kita, kesombongan dan kebanggaan. Spt Yesus, kita hrs mengosongkan diri, hanya boleh ada 1 pribadi yg berkuasa atas hidup kita, yaitu Tuhan seorg. Ketika Tuhan memproses kita, memang tdk enak dan tdk nyaman, serasa kehilangan daya dan ‘buntu’. Semuanya utk memurnikan kita, jalani dg penuh sukacita. Mulai koreksi diri, terima teguran, minta petunjuk Tuhan, rendah hati, lengkapi diri dg bnyk pengetahuan serta punya hubungan yg intim dg Tuhan. Berjuang 

Posted in Renungan | Comments Off on Memurnikan Diri