Harus Mati Dahulu

DI 26082016 
1 Korintus 15:36 KJV 

Thou fool, that which thou sowest is not quickened, except it die: 

  • Kamu bodoh, bahwa apa yang kamu tabur itu tidak dipercepat/dihidupkan, kecuali itu mati. 

Rasul Paulus menggunakan gambaran ttg benih tanaman yg ditabur, bgmna nantinya benih itu akhirnya menjd sebuah tanaman yg tumbuh dan berbuah, salah satu fase yg hrs dilewati adalah benih itu hrs mati dahulu. 
Mengapa hrs mati dahulu? Supaya apa yg ada dlm benih itu bs keluar, mulai memunculkan akar ke bawah dan badan tumbuhan ke atas, akar hrs menerobos ke dlm tanah mencari sumber air dan zat yg diperlukan, badan tanaman hrs menerobos ke atas lapisan tanah sehingga bs bertumbuh dan menyerap sinar matahari. 
Hidup setiap kita itu spt ‘benih’ yg Tuhan miliki, spya nantinya hidup kita menjd hidup yg Tuhan inginkan, maka kita dibuat ‘mati’ terlebih dahulu. Jgn heran jika ternyata kita masuk dlm proses Tuhan yg membuat grafik hidup kita itu ke arah menurun bahkan minus. Tujuannya spya potensi apa yg ada dlm diri kita itu ‘menerobos’ keluar, ke bawah yaitu pondasi hidup kita diperdalam, pengenalan akan Tuhan dibuat makin dalam lewat peristiwa demi peristiwa yg terjd dlm hidup kita, shga hidup kita ‘berakar’ di dlm Tuhan, kemudian menerobos ke atas, kita mulai menunjukkan kedewasaan baik kerohanian dan karakter kita, hingga nantinya hidup kita berbuah lebat. 
Benih kelihatannya mati dr luar, pdhal di dlm benih itu ada potensi kehidupan. Mgkin kita melihat bbrpa area dlm hidup kita sptnya ‘mati’, sadari bhw sbnarnya ada ‘kehidupan’ di dlmnya. Itulah sebabnya pengharapan dlm Tuhan itu tdk mengecewakan, krna tdk mgkin Tuhan ‘mematikan’ hidup kita, tp justru Dia ‘menghidupkan’ kita, asalkan kita mengerti bhw semua yg sedang kita jalani skrg ini adalah proses menuju hidup yg lebih baik. Jgn bersungut-sungut, jalani dg sukacita dan bersemangat, percaya bhw nantinya hidup kita akan terus bertumbuh dan berbuah lebat, menjd berkat bagi bnyk org 

Posted in Renungan | Comments Off on Harus Mati Dahulu

Mengerti Kemauan Tuhan

DI 25082016 
Efesus 5:17 NKJV 

Therefore do not be unwise, but understand what the will of the Lord is. 
Karena itu janganlah menjadi tidak bijaksana, tapi mengerti apa kehendak Tuhan itu. 
Kita mengenal apa yg disebut ‘bahasa isyarat’ yaitu cara menyampaikan sesuatu tdk dg ucapan, tp dg isyarat atau gerak gerik anggota tubuh. Misalnya meletakkan jari telunjuk di dpn mulut berarti diam, jgn bicara. Contoh lain misalnya dg gerakan alis mata, bs diartikan segera pergi menghindar. 
Mengerti kehendak Tuhan ada kemiripan dg memahami bhsa isyarat yg diberikan seseorg pd kita. Tentu lebih mudah jika Tuhan scra langsung mengutarakan keinginan-Nya, namun ada saatnya Dia scra tdk langsung menggunakan sesuatu utk menyampaikan keinginan-Nya, kita yg hrs berusaha memahaminya. Misalkan kita spt dipaksa oleh Tuhan batal pergi ke sebuah tempat, ternyata nantinya terjd musibah di tempat itu, artinya Tuhan melindungi kita dr musibah yg mgkin saja terjd atas diri kita. 
Perlu hikmat dr Tuhan utk bs mengerti kehendak-Nya, krna itulah kita diingatkan spya jgn menjd org yg tdk bijak atau org yg bodoh. Cara Tuhan sulit dimengerti hanya dg ukuran logika, perlu hikmat Tuhan. Kita hrs mengusahakan diri utk hidup dg bijaksana, artinya tahu apa yg jd tujuan hidup, bertindak atas dasar pemikiran yg jernih, tdk mengatakan sesuatu yg sia-sia, dsbnya. Kalau kita bs mengerti kemauan Tuhan, kita bs tekun dan sabar menantikan penggenapan janji Tuhan terhadap kita. Bisa sepakat apapun yg Tuhan kehendaki atas hidup kita, bs menjalani proses Tuhan dg ucapan syukur dan berespon yg sesuai maunya Tuhan. Tdk bersungut-sungut dan protes pd Tuhan. Percaya segala sesuatunya indah pd waktunya Tuhan. Bs lebih sabar menghadapi org yg menjengkelkan, tetap tenang menghadapi situasi apapun. 
Bijaklah dlm memilih teman utk bergaul, jgn sampai yg masuk dlm hidup kita adalah nilai dan kebiasaan yg buruk. Bisa menimbang mana nasehat dr Tuhan, dan mana yg sekedar nasehat biasa.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengerti Kemauan Tuhan

Menunggu Waktu Yang Tepat 

DI 24082016 
Lukas 4:13 NKJV 

Now when the devil had ended every temptation, he departed from Him until an opportune time. 

  • Sekarang ketika iblis telah mengakhiri setiap cobaan, dia pergi dari Dia sampai sebuah waktu yang tepat. 

Menunggu waktu yg tepat, ini yg iblis lakukan utk berusaha menggagalkan misi Yesus utk menyelamatkan manusia dr dosa. Kalau kita membaca kisah berikutnya, bbrpa kali iblis coba trs utk menggagalkan misi Yesus, bahkan hingga saat penyaliban-Nya. 
Menunggu waktu yg tepat merupakan sebuah sikap pantang menyerah, gagal kali ini dan mencoba lg di lain waktu. Perjalanan menuju sukses tdk selalu ‘mulus’, ada hambatan, masalah, hal yg tdk terduga terjd tanpa diharapkan, semuanya bs membuat kita bingung, kuatir, takut dan putus asa. Bila kita menyerah, semua yg sdh dikerjakan menjd sia-sia. Semangat yg ada akan membuat kita mau menunggu sebuah waktu yg tepat, meskipun hasilnya nanti baik atau buruk, setidaknya kita telah mengusahakan yg terbaik. 
Bgmna kita bs tahu bhw itu waktu yg terbaik? Perlu kejelian dan jgn lupakan Tuhan dlm perencanaan. Tentu kita hrs maksimalkan pemikiran kita, namun hikmat dr Tuhan jg berperan penting dlm hal ini. Tuhan yg tahu persis kpn waktu yg terbaik, itulah pentingnya berdoa dan dengar suara Tuhan. Saat kita berhasil menemukan waktu yg tepat, maka hasilnya tentu jg baik. Bertindak di saat yg salah akan menghasilkan kegagalan dan kerugian besar. 
Jgn remehkan hal-hal yg kecil, seringkali hal yg kecil bs ‘membuka’ hal yg besar, spt kunci yg kecil bs membuka pintu yg besar. Kesempatan blm tentu dtg dua kali, kita hrs cermat dan bs menilai keadaan, jgn sampai kesempatan itu berlalu begitu saja. Buka mata buka telinga, dengarkan jg nasehat org lain, pertimbangkan segala sesuatunya dg perhitungan yg matang, jgn terburu-buru tp jgn jg terlambat, bertindaklah di waktu yg tepat, dan tetap andalkan Tuhan dlm segala hal di setiap saat. Persiapkan diri dg baik, dan berjuang. 

Posted in Renungan | Comments Off on Menunggu Waktu Yang Tepat 

Bukan Karena Makan Saja

DI 23082016 
Matius 4:4 NKJV 

But He answered and said, “It is written, ‘Man shall not live by bread alone, but by every word that proceeds from the mouth of God.’ ” 

  • Tapi Dia menjawab dan berkata: “Ada tertulis, ‘Manusia tidak akan hidup oleh roti saja, tapi oleh setiap perkataan yang keluar dari mulut Tuhan.” 

Bnyk org Kristen yg tdk begitu peduli dg ayat ini, pdhal iblis sendiri ‘meng-aminkan’ jawaban Yesus ini ketika dicobai, artinya iblis tdk berani membantah, mengakui bila perkataan itu memang benar. 
Apakah kita jg meng-aminkannya? Atau jgn-jgn kita merubah ayat ini mnrut cara pandang kita: “Org tdk akan hidup oleh makanan saja, tapi jg oleh uang banyak dan kekuasaan.” Kalau kita pengikut Kristus, hrs mengakui dan tunduk pd kebenaran Firman Tuhan. 
Hidup oleh perkataan yg keluar dr mulut Tuhan, apa artinya? Tuhan kita bkn patung yg tdk lg berbicara, pelajari kitab suci saja, Dia hidup, artinya Dia akan terus berbicara dan berfirman, baik utk pribadi demi pribadi maupun utk kelompok dan bangsa bahkan dunia. Jd tdk cukup hanya membaca dan mempelajari Alkitab, itu Firman Tuhan yg tertulis, perlu jg kita berdoa dan membangun hubungan dg Tuhan sehingga kita mendengar saat Dia berfirman. 
Apa yg Dia bicarakan? Kita mengenal ada pewahyuan, sesuatu yg akan dtg tp disingkapkan skrg, apa yg akan terjd besok, minggu dpn atau kpnpun, Dia bs mewahyukannya pd kita hari ini. Kita mengenal jg nubuatan, perkataan Tuhan ttg tujuan hidup kita, langkah-langkah yg Dia tetapkan utk kita jalani hingga mencapai tujuan itu. Ada jg pencerahan, saat membaca Alkitab, kita diberi pengertian yg benar. Masih bnyk cara Dia berbicara, belajar utk memahaminya. 
Hidup oleh Firman yg diucapkan Tuhan, spt kita menggunakan GPS menuju suatu tempat. Kalau kita tersesat, bahan bakar kendaraan kita bs habis, kita tdk sampai di tujuan. Ini gambaran ttg hidup, harta banyak bs habis percuma jika kita gagal sampai ke tujuan hidup kita, perlu Firman 

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Karena Makan Saja

Jangan Cuma Banyak Tahu

DI 22082016 
Kisah Para Rasul 18:25 NKJV 

This man had been instructed in the way of the Lord; and being fervent in spirit, he spoke and taught accurately the things of the Lord, though he knew only the baptism of John. 

  • Pria ini telah diarahkan di dalam jalan Tuhan; dan menjadi membara di dalam roh, dia bicara dan mengajar secara akurat hal-hal Tuhan, meskipun dia hanya tahu baptisan Yohanes. 

Kenapa bnyk org Kristen yg ‘loyo’ di hari-hari selain hr Minggu? Bahkan ada jg yg ‘loyo’ setiap saat? Sebagian beralasan krna sibuk, keadaan gereja yg tdk mendukung, kepahitan dg org Kristen bahkan dg hanba dan pelayan Tuhan, tp apakah itu memang faktor penyebabnya? 
Apapun boleh terjd ‘di luar’ diri kita, tp semua yg ‘di dlm’ diri kita bs dikendalikan sepenuhnya jika kita tahu bgmna membuat roh kita tetap ‘membara’. Apolos dlm ayat ini dicatat sbg seorg yg rohnya ‘membara’, artinya trs menerus dijaga tetap membara. Caranya bgmna? Dr ayat ini, kita temui bbrpa hal penting. 
Pertama, ada yg mengarahkan Apolos, mengajarinya ttg Jalan Tuhan yaitu ttg pengajaran Yesus, sblumnya Apolos menguasai ajaran Kitab Suci. Pendampingan sangat penting utk membantu seseorg tetap rohnya ‘on fire’. Kedua, Apolos tekun meng-sharingkan Firman Tuhan, artinya bkn sekedar membaca, merenungkan bahkan melakukan, tp mulai mengajarkan melalui sharing Firman Tuhan dg ‘akurat’, tdk sembarangan menjelaskan Firman Tuhan. 
2 hal ini yg membuat Apolos memiliki roh yg ‘berkobar’, punya semangat dlm hidupnya, tdk loyo. Tdk cukup hanya dtg beribadah, bukalah diri utk diarahkan oleh org yg memang punya kapasitas dan otoritas utk itu. Memang hrs waspada di akhir zaman ini bnyk ajaran dan pengajar yg menyesatkan. Kita pun jika mengarahkan seseorg hrs akurat dlm menjelaskan Firman Tuhan. Ini spya org yg kita arahkan tetap berjalan di jalan Tuhan, menyesatkan org lain hukumannya berat nanti dlm pengadilan Tuhan. 
Jgn malas baca Firman Tuhan, tekun dan pelajari teliti

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Cuma Banyak Tahu

Bicara atau Diam?

DI 20082016 
Kisah Para Rasul 18:9 KJV 

Then spake the Lord to Paul in the night by a vision, Be not afraid, but speak, and hold not thy peace: 

  • Kemudian berfirmanlah Tuhan pada Paulus di malam itu melalui sebuah penglihatan: “Jangan takut, tapi bicaralah, dan jangan memegang damai sejahteramu 

Setiap org percaya punya tanggung jwb utk memberitakan Injil sesuai kapasitas masing-masing, ada yg kapasitasnya besar spt para hamba Tuhan, penginjil, para pelayan Tuhan, ada jg yg kapasitasnya sesuai dg kesanggupannya, mgkin org yg bekerja di dunia sekuler, ibu rumah tangga, teman ke teman, dsbnya. 
Apakah sama antara menginjil dan membuat org menjd Kristen? Pandangan dr umat agama lain menganggap keduanya sama, tp benarkah sama? 
Apa yg kita sampaikan saat memberitakan Injil? Tentu saja ttg apa yg telah Yesus kerjakan selama Dia hidup di dunia, mati dan bangkit. Umumnya org menyebutnya sbg berita keselamatan. Keselamatan yg diperoleh krna kita bertobat dan menerima pengampunan dosa melalui korban Yesus di kayu salib. Berita inilah yg menjd pokok penginjilan. 
Tentu respon yg mendengarnya terbagi 2 yaitu ada yg percaya, ada yg tdk percaya. Firman Tuhan pd rasul Paulus mengingatkan kita agar jgn takut memberitakan Injil sekalipun ditolak dan diancam bahkan dianiaya, teruslah bicara, jgn diam, dan jgn memegang damai. Knpa jgn memegang damai? 
Sebagian org percaya merasa sulit bcra ttg Injil di kalangan umum, segan dianggap ‘meng-kristenkan’ org lain, takut dikucilkan, shga memilih jalur aman yaitu tdk memberitakan Injil shga pertemanan, koneksi, tetap terjaga. Yg penting damai semuanya. 
Menginjil bkn berarti meng-kristenkan org lain, tetapi menyampaikan semua hal ttg Yesus dan apa yg diperbuat-Nya. Kalaupun ada yg percaya, dan ingin dibaptis, itu keputusan murni dr org itu, jgn kita ‘dorong atau paksa’, Roh Kudus yg mampu membuat org bertobat dan menyerahkan hidup pd Tuhan. Bagian kita hanya menyampaikan, selebihnya bagian Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Bicara atau Diam?

Hidup atau Mati?

DI 19082016 
Wahyu 3:1 NKJV 

“And to the angel of the church in Sardis write, ‘These things says He who has the seven Spirits of God and the seven stars: “I know your works, that you have a name that you are alive, but you are dead. 

  • “Dan pada malaikat gereja di Sardis, tuliskan: “Hal-hal ini Dia yang memiliki tujuh Roh Tuhan dan tujuh bintang berkata: “Aku tahu pekerjaan-pekerjaanmu, bahwa kamu memiliki sebuah nama bahwa kamu hidup, tapi kamu mati. 

Kota Sardis pernah mengalami masa kejayaan hingga suatu saat berhasil dijajah oleh musuh. Semangat gereja di sana bergantung pd sejarah kota itu. 
Mati atau hidup, itulah gambaran gereja di Sardis, mental penduduk kota Sardis yg hancur turut mempengaruhi kehidupan jemaat di gereja Sardis. Tentu kita pernah menemui seseorg yg skrg dia tdk punya sesuatu yg dibanggakan, pdhal dulu dia punya bnyk kebanggaan. Bangga krna masa lalu tentu menyakitkan jika ternyata pd masa skrg keadaan berbalik 180°, tdk nyaman utk diceritakan. Pd kenyataannya, bnyk org yg spt itu, keadaannya skrg tdk ‘seindah’ di masa lalu, tdk ada aktivitas yg berarti. 
Terus mempertahankan keberhasilan dan kebahagiaan, tdklah mudah. Terlena dg keadaan nyaman bs membuat kita lupa utk menyiapkan masa dpn kita. Org yg merasa yakin kekayaannya bs menghidupi dirinya di masa dpn seringkali justru mengalami kesulitan di masa dpnnya. Uang bs dtg dan pergi bgtu saja, bs bertambah atau justru berkurang, sesuatu bs terjd tanpa kita duga, hingga pd akhirnya semua hilang dan keadaannya menjd terbalik. 
Org bs tersenyum pdhal hatinya sdg sedih. Ini bs 2 kemungkinan: dia org yg memang optimis, atau justru org yg malu mengakui keberadaan dirinya yg sbnarnya. Dirinya merasa malu krna tdk spt dulu, hidupnya utk masa lalu, bkn masa dpn. Masa lalu menjd penentu suasana hidupnya, sdh tdk mengharapkan sebuah masa dpn yg bahagia dan sukses, hidup namun ternyata mati. Apapun yg dikerjakan tdk menghasilkan krna tdk ada ‘passion’ atau semangat

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup atau Mati?

Menjaga Kekudusan

DI 18082016 
Wahyu 3:4 

  • Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu. 

Hidup di tengah-tengah org yg menganggap yg salah itu normal, tentu tdk mudah. Misalnya lingkungan seseorg di mana dia tinggal itu menganggap bermain judi itu biasa, org itu lama kelamaan bs keranjingan bermain judi dan menganggap judi itu biasa dan mengasyikan. 
Hidup dlm masa akhir zaman ini hrs benar-benar memegang prinsip hidup yg sesuai dg kebenaran Firman Tuhan. Tuhan melihat kehidupan setiap org, apakah makin hidup kudus atau sebaliknya, hidup dlm dosa. Hidup kudus diumpamakan sbg sebuah ‘jubah putih cemerlang’ yg hrs dijaga tetap bersih. Berbuat dosa membuat ‘jubah’ kita tercemar/kena noda. Hidup kudus butuh komitmen yg serius. 
Berani utk menolak godaan berbuat dosa itu bukti org yg menjaga kekudusan hidupnya. Tdk kompromi dg lingkungan yg menganggap dosa itu sekedar bagian dr budaya, meskipun kelihatannya sangat menjanjikan kebahagiaan dan menguasai semua yg ada. Selama kita tdk membuka celah utk dosa menggoda kedagingan kita, kita lebih mudah mengalahkan keinginan daging dan ajakan bnyk org utk mencobai sesuatu. 
Ada ‘upah’ yg Tuhan sediakan bagi mrka yg setia, jgn pernah menilai bhw hidup kudus cuma sekedar sebuah kewajiban, tp itulah bentuk kesetiaan kita pd Tuhan. Saling mengingatkan dan saling menjaga satu sama lain. Jgn mempraktekkan sesuatu yg kelihatannya biasa tp ternyata itu dosa, kita hrs punya pengetahuan yg cukup ttg apa saja, shga tdk mudah diperdaya oleh iblis. Pengetahuan sangat berguna spya kita tdk mudah ditipu oleh iblis dan tahu cara utk bergaul dg org-org yg tepat. Pergaulan yg salah bs merusak kebiasaan baik kita. Setiap org akan mempertanggung hidupnya pd Tuhan, baik perkataan maupun perbuatannya, tetap setia pd Tuhan, dan ingatlah bhw dosa selalu berdampak negatif buat hidup kita, jgn berbuat dosa lagi 

Posted in Renungan | Comments Off on Menjaga Kekudusan

Warga Negara Surga

DI 16082016 
Filipi 3:20 NKJV 

For our citizenship is in heaven, from which we also eagerly wait for the Savior, the Lord Jesus Christ, 

  • Karena kewarga negaraan kita adalah di dalam surga, yang mana dari situlah dengan tidak sabar kita juga menantikan Sang Penyelamat, Tuhan Yesus Kristus. 

Secara jasmani, kita lahir di Indonesia dan menjd WNI, terikat dg hak dan kewajiban sesuai dg hukum dan UU yg berlaku di Indonesia. Status kewarga negaraan kita akan menentukan bgmna negara dan pemerintah memperlakukan kita, selama tdk melepas kewarga negaraan kita sbg WNI, maka kita bs mendptkan hak kita. 
Setiap kita yg percaya, dibaptis dan hidup dlm kebenaran Firman Tuhan, termasuk dlm ‘warga negara’ surga, krna nama kita tercatat dlm Kitab Kehidupan, namun kita jg hrs ingat bahwa nama kita bs saja terhapus dr Kitab Kehidupan : 
Wahyu 3:5 

Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. 
Tuhan Yesus berkuasa utk menghapus nama seseorg dr Kitab Kehidupan, jd jgn kita hidup ‘semau gue’, kita terikat dg ‘hukum dan UU’ yg berlaku di surga. Kalau taat, hak kita dipenuhi, tp bila kewajiban kita tdk kita penuhi, akan ada hukum yg akan mengadili kita. 
Jgn sampai kita melepas kewarga negaraan surga yg kita miliki, hanya ada 2 tempat dlm kekekalan, yaitu surga atau di luar surga. Di dlm surga kita hidup kekal, di luar surga kita binasa selama-lamanya. 
Bersyukur utk 71 tahun Kemerdekaan Bangsa Indonesia, doakan bangsa kita agar makin sejahtera dan jadilah warga negara yg baik, taat hukum dan mengusahakan apa yg baik utk kebaikan bangsa dan masyarakat, kita percaya Tuhan sdg melawat bangsa ini dan kemuliaan Tuhan akan nyata. Juga kita hrs tetap taat pd Firman Tuhan, hidup dlm kebenaran dan menjd berkat di manapun kita berada. Tetap setia menantikan Penyelamat kita dg sukacita

Posted in Renungan | Comments Off on Warga Negara Surga

Yang Baik Bagi Manusia

DI 15082016 
Pengkhotbah 3:12 KJV 

I know that there is no good in them, but for a man to rejoice, and to do good in his life. 

  • Aku tahu bahwa tidak ada yang baik di dalam mereka, tapi bagi seorang manusia untuk bersukacita, dan melakukan yang baik di dalam hidupnya. 

Setiap org pny ‘expired’ usianya masing-masing, ada yg hitungan hari hingga puluhan dan seratusan tahun, selama hidup ini, ternyata menurut ayat ini, hanya ada 2 hal yg baik dlm kehidupan yaitu bersukacita dan berbuat yang baik. 
Bersukacita itu baik, artinya kita menikmati hidup yg berhasil, mulai dr menikmati hasil kerja kita hingga sukses mewujudkan cita-cita maupun harapan. Org bilang itu hidup bahagia, bs menikmati hasil. Tentu butuh perjuangan utk bahagia, namun apakah cukup hanya bahagia saja? 
Pernahkah kita berpikir utk apa Tuhan memberi kita kebahagiaan? 
Coba renungkan, jika ada seorg kaya raya yg hidupnya di lingkungan org miskin, hanya menikmati kekayaannya saja bersama keluarganya tanpa peduli dg lingkungannya? Bukankah dia dan keluarganya akan dibenci? Lho, kan uang-uang sndri, dinikmati sndri, apa salah? Salahnya bkn terletak pd kekayaannya, tp pd penilaian pribadinya ttg arti kebahagiaan. 
Ada pepatah: bahagia di atas penderitaan org lain, bahagia itu sesuatu yg positif, hal yg positif akan memberikan pengaruh yg positif, org yg bahagia seharusnya berpengaruh positif terhadap lingkungan sekitarnya. Jika berkelimpahan uang, buatlah lingkungan kita bahagia dg sebagian uang kita, bnyk hal baik yg bs kita lakukan dlm hidup ini, asalkan kita mau ‘berbagi kebahagiaan’. 
Bahagia yg dinikmati sndri hanya membuat kita jd pribadi yg egois, pelit, sombong dan tdk peka. Berbagi tdk akan membuat kita kekurangan, itu spt taburan benih yg di wkt ke depan akan kita nikmati ‘buahnya’, ingin menuai kebahagian, taburlah kebahagiaan juga, ini hukum ‘tabur-tuai’. Melihat org lain bahagia itu jg sebuah bonus kebahagiaan bagi kita, ini hal yg baik dlm hidup

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Baik Bagi Manusia