Memurnikan Diri

DI 07092016 
1 Yohanes 3:3 NKJV 

And everyone who has this hope in Him purifies himself, just as He is pure. 
Dan setiap orang yang mempunyai harapan ini di dalam Dia, memurnikan dirinya sendiri, sebagaimana Dia adalah murni. 
Murni berarti hanya satu, tak ada yg lain, tdk ditambahi unsur apapun, menunjukkan sebuah kualitas. Sedikit berbeda maknanya dg kudus, murni itu menjelaskan ttg apa yg terkandung dlm sesuatu. 
Ternyata org yg memiliki pengharapan di dlm Tuhan tdk berdiam diri sekedar menunggu pengharapan itu akan jd kenyataan. Janji Tuhan selalu berlaku 2 pihak dan ada syaratnya. Org yg berharap pd Tuhan, dia memurnikan dirinya sndri, artinya mengusahakan diri hanya 1 saja yg menggerakkan hidupnya, yaitu Tuhan. Memurnikan berarti memisahkan semua hal yg bs membuat sesuatu menjd kotor, terpolusi hingga mengubah identitas. Apa saja yg hrs dipisahkan? 
Tabiat yg jelek dan buruk, ketdk percayaan, mendua hati, ketakutan berlebihan, kebiasaan buruk, ikatan dg kuasa gelap, tdk mampu menguasai diri, dan yg lainnya, ini hrs dipisahkan dr diri kita. Harus punya kesadaran utk mau menjd murni, hanya Tuhan yg pegang kendali atas hidup kita, bkn kedagingan bahkan iblis. Ini tdk mudah, butuh waktu dan proses, perjuangan, penyangkalan diri hingga tunduk dan taat hanya pd Tuhan Yesus. Cepat atau lambatnya bergantung pada tekad kita, serius tdk mau disempurnakan Tuhan. 
Berharap dan memurnikan diri, ini hrs sejalan, proses demi proses hrs dijalani dg sukacita. Hrs mematikan keegoan kita, kesombongan dan kebanggaan. Spt Yesus, kita hrs mengosongkan diri, hanya boleh ada 1 pribadi yg berkuasa atas hidup kita, yaitu Tuhan seorg. Ketika Tuhan memproses kita, memang tdk enak dan tdk nyaman, serasa kehilangan daya dan ‘buntu’. Semuanya utk memurnikan kita, jalani dg penuh sukacita. Mulai koreksi diri, terima teguran, minta petunjuk Tuhan, rendah hati, lengkapi diri dg bnyk pengetahuan serta punya hubungan yg intim dg Tuhan. Berjuang 

Posted in Renungan | Comments Off on Memurnikan Diri

Mengenal Tuhan dan Firman-Nya 

DI 06092016 
1 Yohanes 2:14 NKJV 

I have written to you, fathers, Because you have known Him who is from the beginning. I have written to you, young men, Because you are strong, and the word of God abides in you, And you have overcome the wicked one. 

  • Aku telah menuliskan kepadamu, para bapa, karena kamu telah mengenal Dia yang berasal dari permulaan. Aku telah menuliskan kepadamu, para orang muda, karena kamu kuat, dan Firman Tuhan tinggal di dalam kamu, dan kamu telah mengalahkan yang fasik. 

Baik org-org yg ‘sepuh’, dlm budaya Israel disebut ‘bapa’, dan jg para org muda, dituntut hal yg sama yaitu memiliki pengenalan akan Tuhan yg benar. Mengapa ini sangat penting? 
Kita hidup di dunia yg di dlmnya terdapat bnyk agama dan aliran kepercayaan, ditambah kaum atheis yg tdk percaya bhw Tuhan itu ada. Masing-masing punya ajaran ttg tuhannya. Dlm pergaulan dg sesama, sdkit bnyk ajaran agama itu di-sharingkan oleh penganutnya. Agama A blg tuhan itu pribadi yg bla bla bla, agama B pun punya penjabaran yg berbeda, sdgkan kita sbg pengikut Kristus mengenal Tuhan sesuai dg apa yg tertulis dlm Alkitab dan jg pengalaman pribadi dg Tuhan. Tp bgmna kita mengenal pribadi Tuhan kita spt apa jika kita tdk membaca dan merenungkan Firman Tuhan? 
Bapak Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Pernama (Ahok) saat menghadiri Gathering GBA (Gemar Baca Alkitab) di sebuah gereja, berbagi cerita betapa pentingnya membaca Alkitab setiap hari, beliau membacanya pd pagi hari sblum memulai aktivitasnya sbg gubernur. Sbg politikus, beliau menjadikan Firman Tuhan sbg dasar pemikiran dan bertindak. Sbg ‘org muda’ beliau memberi teladan yg baik. 
Org fasik itu org yg tahu Firman tp tdk hidup sesuai dg Firman Tuhan. Pengaruhnya bs membuat org lain menjd malas mengenal Tuhan lewat Firman-Nya. Bnyk org fasik di sekitar kita, jgn sampai kita terpengaruh dg cara hidup dan pemikiran mrka. Cara melawan kefasikan adalah dg hidup di dlm pengaruh Firman Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Mengenal Tuhan dan Firman-Nya 

Keluar Dari Dunia

DI 05092016 
Yohanes 15:19 KJV 

If ye were of the world, the world would love his own: but because ye are not of the world, but I have chosen you out of the world, therefore the world hateth you. 

  • Jika kamu bagian dari dunia, dunia akan mengasihi miliknya sendiri: tapi karena kamu bukan bagian dari dunia, tapi Aku telah memilihmu keluar dari dunia, karena itulah dunia membencimu. 

Apa pengertian dr ‘dunia’ dlm ayat ini? Ayat ini menulis bhw dunia membenci para murid krna Tuhan Yesus telah mengeluarkan mrka dr dunia. Sederhananya adalah dunia adalah sistem dan golongan org-org yg membenci Tuhan Yesus dan org-org pilihan-Nya. Knpa dibenci? 
Surga dg dunia sangatlah berbeda, ini bkn bcra ttg tempat/lokasi, tp ttg cara hidup. Dunia digambarkan telah tercemar, sebab dunia telah terpengaruh oleh pengaruh jahat iblis dan kerajaannya. Krna kejahatannya, iblis telah dibuang dr surga, kemudian ketika bumi diciptakan, iblis jg berusaha merusak bumi, kita tahu manusia jatuh dlm dosa dan tanah menjd terkutuk, kemudian peristiwa air bah zaman Nuh, seluruh manusia mati, hanya 8 org yaitu keluarga Nuh yg selamat. Dunia telah ‘rusak’ oleh iblis, shga org-org yg dipilih Tuhan dan hidup dlm kebenaran akan dibenci. 
Kita dahulu bagian dr dunia, tp Tuhan memanggil kita ‘keluar’ dr dunia, menjd milik Kristus, kita menjd target iblis utk dibinasakan, tp tangan Tuhan melindungi kita dr yg jahat. Tentunya ini bkn ttg agama dg agama, krna ada jg dr kalangan yg menyebut dirinya Kristen tp hidup scra duniawi. Kita melihat realita yg ada bhw ternyata ada gereja yg membenci gereja lain, org Kristen yg tabiatnya buruk, yg menghakimi sesamanya, dsbnya. 
Kita dipilih keluar dr dunia spya kita menjd kudus. Kudus bkn berarti hanya tanpa cela, tp dikhususkan bagi Tuhan, kudus jg berarti ‘dipisahkan’ dr dunia, spt memisahkan emas dr kotoran yg ada. Tentu ada proses dan disiplin yg hrs kita terapkan, namun ujungnya adalah kehidupan, bkn kebinasaan 

Posted in Renungan | Comments Off on Keluar Dari Dunia

Perintah Mengasihi

DI 03092016 
Yohanes 15:17 NKJV 

These things I command you, that you love one another. 

  • Hal-hal ini Aku perintahkan kalian, supaya kamu mengasihi satu dengan lain. 

Kalau kita mencoba memahami, mengapa mengasihi hrs diperintahkan oleh Tuhan? Bknkah kasih itu timbul ketika kita berinteraksi dg org lain? 
Satu hal yg saya pahami adalah bhw ada saat-saat tertentu kita bs ‘stop’ atau berhenti mengasihi. Misalkan saat seseorg melukai hati kita, membuat kita marah, berbuat yg jahat terhadap kita, dsbnya. Sbg manusia biasa tentu kita bs saja tdk mengasihi lagi ketika mengalami keadaan spt itu, namun sbg pengikut Kristus kita hrs tetap mengasihi. 
Bbrpa waktu lalu saya sempat dtg ke sebuah rumah rehabilitasi org yg mengalami gangguan jiwa, menurut pengurusnya, sbnarnya ada org yg sdh ‘sembuh’, ketika pulang mrka ditolak oleh keluarganya, akhirnya mrka memilih membantu pengurus panti merawat teman-teman mrka yg masih ‘sakit’. Ini gambaran ttg betapa kasih dibutuhkan saat seseorg dipulihkan, penerimaan diri dan kembali dikasihi. 
Org terdekat kita berpotensi besar berbuat sesuatu yg tdk baik terhadap kita, pdhal mrka org yg kita kasihi. Anggaplah mrka sdg ‘khilaf’ atau tdk sadar dimanfaatkan iblis saat menyakiti kita, tetaplah mengasihi mrka, spya saat mereka sadar dan bertobat, mrka tetap menjd org terdekat kita, krna kita tetap mengasihi mrka dan menerima mrka kembali apa adanya. Tdk ada manusia yg sempurna di dunia ini, kasih manusiapun berarti tdk sempurna jg. Ini yg hrs kita pahami, bersiap jika suatu saat kita diperlakukan krg menyenangkan. 
Dlm Kristus, mengasihi bkn sebuah pilihan, tp sebuah perintah. Kejahatan dibalas dg kebaikan, mengasihi dlm setiap situasi, kitapun mgkin pernah menyakiti org lain lewat perkataan dan perbuatan kita. Hidup dlm kebersamaan memang ada ketersinggungan satu sama lain, tp jgn sampai saling menyakiti dan saling membalas, yg mendpt keuntungan dr situasi ini adalah iblis, dia senang sekali

Posted in Renungan | Comments Off on Perintah Mengasihi

Menyikapi Fitnahan

DI 02092016 
1 Petrus 3:16 KJV 

Having a good conscience; that, whereas they speak evil of you, as of evildoers, they may be ashamed that falsely accuse your good conversation in Christ. 

  • Memiliki sebuah hati nurani yang baik; supaya, sebaliknya mereka berbicara kejahatanmu, sebagaimana pembuat kejahatan, mereka boleh menjadi dipermalukan bahwa tuduhan dengan kebohongan pembicaraan baikmu di dalam Kristus 

Difitnah org lain tentu tdk nyaman, fitnah tentu saja menciptakan sebuah fakta yg salah ttg seseorg. Bgmna sikap kita ketika difitnah seseorg? 
Tentu sikapnya bergantung pd sbrpa kuat fitnahan itu mengganggu ketenangan kita. Kalau mudah ‘naik emosinya’ hrs berusaha keras meredam emosinya, kalau kita punya bukti kuat ttg fakta yg sesungguhnya, tentu hanya butuh menjelaskannya sekaligus menverifikasinya. Namun jika ternyata sdh terlalu bnyk pihak yg mempercayai fitnahan itu, di sinilah kita butuh strategi utk menyelesaikannya. 
Semua hal ttg ketdk benaran, langsung atau tdk langsung akan berurusan dg Tuhan. Melawan arus org bnyk yg sdh terlanjur percaya pd fitnahan terhadap kita butuh kesabaran dan penguasaan diri. Jgn sampai kita sndri yg didapati sesuatu yg negatif, jgn buat kesalahan di saat spt ini. Bukti kadang blm cukup, hrs diperkuat oleh saksi, org yg tahu betul bhw kita tdk spt yg difitnahkan. Sabar menunggu wkt yg tepat, dlm masa kesabaran inilah bs justru terlihat apa motivasi sesungguhnya dr penyebar fitnah dan org bnyk bs berbalik ‘menyerang’ dia. 
Dlm posisi ini perlu punya hati nurani yg baik, artinya tdk timbul niat jahat, tdk mendendam, dan siap memaafkan. Mgkin kita terlihat pasif, tp pembelaan Tuhan ada atas org benar. Keseharian kita bs menjd fakta utk melawan fitnahan yg ada. Krna itu jgn sampai kita membuat ‘celah’, jgn terbawa emosi, tetap tunjukkan kedewasaan kita dan pasti suatu saat kebenaran akan dinyatakan. Di saat itulah org yg memfitnah akan dipermalukan, Tuhan akan berurusan dg dia

Posted in Renungan | Comments Off on Menyikapi Fitnahan

Menderita Juga

DI 01092016 
1 Petrus 3:17 NKJV 

For it is better, if it is the will of God, to suffer for doing good than for doing evil. 

  • Karena adalah lebih baik, jika itu adalah kehendak Tuhan, untuk menderita karena melakukan yang baik daripada karena melakukan kejahatan. 

Hidup di dunia zaman skrg memang membingungkan, serba salah, ada kalanya jujur salah, tdk jujur jg salah, berbuat baik salah, berbuat jahat jg salah. Jd hrs bgmna? 
Ayat ini mengingatkan kita bhw sekalipun kita tdk melakukan yg jahat, kita ternyata bs mengalami penderitaan jg. Tdk korupsi ya hidup pas-pasan. Menolong org malah ikut kena tuduhan, menegur malah dimusuhi dan difitnah. Berkata jujur dianggap tdk setia kawan, niat baik malah dicurigai, bahkan ketika kita diam pun, ada saja org yg menjahati kita. Hingga pd akhirnya mgkin timbul pemikiran: masih ada gunanya kah berbuat baik? 
Ternyata ada penderitaan yg memang Tuhan izinkan kita alami krna memang itu kehendak Tuhan. Itu spt ketika masyarakat biasa melihat aksi latihan militer para calon tentara, timbul komentar macam-macam, dibilang latihannya sadis, sangat berat, tdk menghargai HAM, dsbnya, padahal tujuannya utk menciptakan tentara-tentara yg kuat fisiknya dan punya kemampuan berperang dan bertahan hidup. Penderitaan yg kita alami sekalipun tdk berbuat jahat, itu bisa berarti latihan Tuhan pd kita dg tujuan yg Dia inginkan, memang kelihatannya tdk adil, berat dan di luar batas kemampuan kita, tapi itulah cara Tuhan utk menaikkan level kualitas hidup kita. Bkn krna Tuhan kejam, tp itulah proses yg hrs dijalani spya kita menjd pribadi yg lebih baik dan lebih berkualitas. 
Sabar dan bersukacita menjalani penderitaan yg memang kehendak Tuhan, membuat semuanya bs kita lewati bersama Tuhan dg penuh keyakinan bhw kita akan menjd pribadi yg menang, kuat dan berkualitas dlm bnyk hal. Terima semuanya sbg bagian dr didikan Tuhan, Dia beri kita kesanggupan menjalaninya. Jgn protes dan kecewa, bersukacitalah 

Posted in Renungan | Comments Off on Menderita Juga

Laporan Yang Baik 

DI 31082016 
Amsal 15:30 KJV 

The light of the eyes rejoiceth the heart: and a good report maketh the bones fat. 

  • Sinar mata mensukacitakan hati: dan sebuah laporan yang baik membuat tulang-tulang gemuk 

Apa yg kita lihat akan mempengaruhi suasana hati kita, misalnya saat kita melihat film yg ceritanya sedih, hati kita tersentuh dan bs ikut menangis. Mata yg ‘bersinar’ itu menggambarkan org yg bersemangat dan penuh keyakinan, ini membuat hati bersukacita. Mata yg berbinar-binar menandakan ada ‘api’ yg menyala dlm hidup seseorg, tatapan mata yg kosong menandakan seseorg sdg kehilangan gairah hidup dan putus pengharapan. 
Kita hidup bkn hanya dlm dunia scra fisik saja yg bs terlihat oleh mata jasmani, tp ada jg ‘dunia pikiran’ dan dunia roh, ketiganya saling mempengaruhi satu sama lain. Pikiran yg penat dan roh dlm keadaan yg lemah berpengaruh terhadap stamina tubuh, rasanya tubuh spt tertimpa beban yg amat berat, kehilangan tenaga. Penting bagi kita utk mengatur dan menguasai pikiran kita tetap ‘sehat’ dan memiliki roh yang ‘kuat’. 
Laporan yg baik membuat tulang menjd ‘gemuk’, maksudnya adalah tulang menjd sehat, tdk keropos dan melemah. Saat kita menuai apa yg kita tabur, tentu kita bersukacita sekali, hati yg gembira mempengaruhi kesehatan fisik kita, tulang menjd kuat dan sehat. 
Bbrpa jenis penyakit mnrut penelitian medis, bs disebabkan oleh luka batin, tdk mau mengampuni, dendam, trauma berlebihan, dsbnya, ternyata bs memicu bbrpa penyakit muncul dlm tubuh seseorg. Setelah mau dipulihkan, kesembuhan terjd. Jika ingin sehat, usahakanlah kita menabur yg baik dlm hal apapun, shga kita menerima laporan yg baik, apa yg kita kerjakan itu berhasil, tdk terjd kerugian dan kegagalan, shga kita hidup bersemangat, bergairah dan punya pengharapan akan masa depan yg lebih baik. 
Perhatikan apa yg kita lihat, apakah itu membw dampak yg positif utk suasana hati dan pikiran kita. Teruslah menjalani hari-hari kita dg penuh semangat

Posted in Renungan | Comments Off on Laporan Yang Baik 

Kuasa Kerajaan

DI 30082016 
1 Korintus 4:20 KJV 

For the kingdom of God is not in word, but in power. 

  • Karena Kerajaan Tuhan bukan di dalam kata, tapi di dalam kuasa. 

Bnyk org ‘jago’ berdebat ttg Alkitab, tp tdk bnyk org yg memiliki kuasa dr Tuhan. Mengapa demikian? 
Kerajaan Tuhan itu dalam kuasa, artinya ketika kuasa Tuhan dinyatakan dlm suatu peristiwa, di situlah kita melihat bhw Tuhan dan kerajaan-Nya itu nyata dan benar-benar ada. Bnyk org yg tdk percaya bhw Tuhan itu ada, itulah sebabnya Tuhan menjangkau mereka melalui manifestasi kuasa-Nya, kuasa kesembuhan, mengusir setan, mujizat, terobosan hingga pengalaman spirutual, shga pd akhirnya mrka percaya bhw Tuhan itu ada. 
Tdk cukup hanya bermodalkan pengetahuan Alkitab utk menyanpaikan pd bnyk org ttg Tuhan kita. Mrka punya kitab suci sndri yg dianggap sbg kebenaran, shga perdebatan menggunakan pendekatan kitab suci masing-masing menjd sebuah hal yg sia-sia. Tapi saat Tuhan memperlihatkan kuasa-Nya, itu sebuah bukti yg tak terbantahkan, terlepas org mau mengakuinya atau tdk, fakta bhw Tuhan itu ada. 
Tuhan Yesus sndri ketika ada di dunia, bkn sekedar mengajar, tp jg menyatakan kuasa Tuhan. Inilah yg seharusnya dimiliki oleh setiap org percaya terlebih lg para hamba Tuhan. Spt dlm Kisah Para Rasul 1:8 dikatakan bhw ketika Roh Kudus turun atas seseorg, org itu akan menerima kuasa, inilah dasar bagi kita utk menerima kuasa Tuhan. 
Sangat disayangkan sdh tertanam dlm pikiran bnyk org percaya bhw hanya org-org tertentu saja yg diberi Tuhan kuasa spt itu. Kalau ttg karunia Roh, memang benar, tdk setiap org punya karunia yg sama, sebagian mgkin sama, tp sebagian lg berbeda, tp ttg kuasa, setiap org bs menerimanya, dg syarat Roh Kudus turun memenuhi org itu. Jd jgn salah mengerti. Kuasa ini menjd sebuah tanda bagi org yg percaya, ini ditulis dlm Markus 16:17-18, bs mengusir setan, menyembuhkan org sakit, dsbnya. Bkn hanya para hamba Tuhan, tp jemaatpun bs menerima kuasa dr Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Kuasa Kerajaan

Tidak Menghakimi Diri Sendiri 

DI 29082016 
1 Korintus 4:3 NKJV 

But with me it is a very small thing that I should be judged by you or by a human court. In fact, I do not even judge myself. 

  • Tetapi dengan aku, itu adalah sebuah hal yang sangat kecil bahwa aku harus dihakimi olehmu atau pengadilan manusia. Dalam kenyataannya, aku bahkan tidak menghakimi diriku sendiri. 

Hidup kita tdk terlepas dr penilaian org lain, kalau bagus kita dipuji, kalau buruk kita dikritik hingga dicaci maki, bahkan ada saja org yg menghakimi kita. 
Setiap org punya kelemahan, tp berhak kah kita berkata bhw seseorg pasti gagal krna kelemahan yg dimilikinya? Blm terjd tp kita sdh spt Tuhan, menentukan hasil akhir dr perbuatan seseorg. Bgmna jika sbnarnya org itu bs berhasil namun krna perkataan kita yg ‘menusuk’ hati dan pikirannya bhw dia tdk mgkin berhasil, dia akhirnya tdk berjuang dan memang gagal pd akhirnya? 
Rasul Paulus bkn termasuk dr 12 murid Yesus yg kemudian menjd rasul-rasul, tentu bnyk komentar ttg masa lalunya dan jg plynannya, namun ayat ini mencatat bhw rasul Paulus tdk peduli dg penghakiman org lain dan jg dia tdk menghakimi dirinya sndri. Rasul Paulus menyerahkan penghakiman pd Tuhan. 
Pd kenyataan hidup ini, tdk semua org senang melihat kita sukses dan hidup bahagia, ada saja usaha mrka utk membuat kita tertekan dan marah, respon kita yg benar adalah tdk perlu meladeni penghakiman org lain, terserah mrka mau blg apa, kita tetap andalkan Tuhan dan lakukan yg terbaik. Perkataan org yg tdk membangun, kita hrs buang, jika tdk kita buang, itu bs berubah menjd perkataan yg menghakimi diri kita sndri. Kita lebih percaya apa kata org drpd potensi yg kita miliki, hingga akhirnya kita ‘melumpuhkan’ kemampuan kita dan tdk berjuang utk berhasil. 
Jgn mengasihani diri sndri, sekalipun kita pny kelemahan dan kekurangan, di dlm Tuhan tetap ada kesempatan utk berhasil. Tuhan memproses kelemahan kita diubah menjd sebuah kekuatan yg luar biasa. Tetap semangat 

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Menghakimi Diri Sendiri 

Kasih dan Karunia Rohani

DI 27082016 
1 Korintus 14:1 KJV 

Follow after charity, and desire spiritual gifts, but rather that ye may prophesy. 
Ikuti setelah amal, dan dambakan karunia-karunia rohani, tapi lebih baik bahwa kamu boleh bernubuat 
1 Korintus 14:1 NLT 

Let love be your highest goal! But you should also desire the special abilities the Spirit gives—especially the ability to prophesy. 
Biarlah kasih menjadi tujuan tertinggimu! Tapi kamu juga harus mendambakan kemampuan-kemampuan istimewa yang Roh berikan – terutama kemampuan untuk bernubuat. 
Mengapa kasih itu hrs dikejar? Bukannya dlm setiap org ada kasih dlm dirinya? Tentunya hrs dibedakan antara kasih dan kebaikan, org bs berbuat baik pd yg lain tanpa hrs mengasihinya. 
Misalkan terjd bencana alam, ada penggalangan dana kemanusiaan, si penyumbang tdk kenal dg para korban bencana alam, tp mrka ditolong jg. Tp utk mengasihi seseorg, hrs kenal dan punya hubungan yg baik dg yg dikasihi, tentu saja di dlmnya termasuk berbuat baik. 
Kejarlah kasih, dlm terjemahan lain dikatakan biarlah kasih menjd tujuan tertinggi kita, spt para pesepakbola berlomba mencetak goal krna tujuan mrka bertanding adalah mencetak goal ke gawang lawan sebanyak mgkin. Tanpa goal tdk ada kemenangan, tanpa kasih maka semuanya sia-sia. 
Cukupkah hanya punya kasih? Ternyata tdk. Kasih hrs punya ‘saluran alirannya’, itulah karunia rohani. Ada bnyk jenis karunia rohani, tp yg rasul Paulus tekankan adalah karunia bernubuat. Knpa ini yg diutamakan? Bknkah karunia ini tdk semua gereja mempraktekannya? 
Bernubuat bkn meramal masa depan, tp menyampaikan pesan Tuhan ttg apa yg akan Tuhan perbuat di masa depan. Bernubuat bkn menyampaikan isi pikiran manusia, tp isi hati Tuhan ttg sesuatu. Org yg bernubuat berdasarkan karunia tentu dipakai Tuhan utk membuat org yg mendengarnya tahu apa yg akan Tuhan kerjakan dlm hidupnya ataupun kelompok hingga ttg dunia ini. 
Kasih disalurkan melalui karunia rohani utk memberkati bnyk org.

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih dan Karunia Rohani