Bertanya Pada Tuhan

DI 01082024

Bilangan 9:7-8
lalu berkata kepadanya: “Sungguhpun kami najis oleh karena mayat, dengan dasar apakah kami dicegah mempersembahkan persembahan bagi TUHAN di tengah-tengah orang Israel pada waktu yang ditetapkan?”
Lalu jawab Musa kepada mereka: “Tunggulah dahulu, aku hendak mendengar apa yang akan diperintahkan TUHAN mengenai kamu.”

Harus diakui ada bbrpa kondisi tertentu yg tdk diatur secara lengkap dlm peraturan yg tertulis, salah satunya apa yang ditanyakan oleh bbrpa org pada Musa dlm kisah di atas.

Zaman di mana kita hidup sdh berbeda dgn apa yg terjd di zaman kitab-kitab ditulis dan dikanonkan, bbrpa hal tampak ‘buram’ dan ini perlu suatu peraturan tambahan dari apa yg sdh ada dan tertulis sebelumnya. Contoh yg ada dlm PB adalah mengenai peraturan yg berlaku utk org Kristen yang non Yahudi, tdk perlu mereka disunat sesuai Taurat yg berlaku di zaman itu. Yesus juga membawa bbrpa hal berbeda, misalnya ttg hukum yg berbunyi mata ganti mata, gigi ganti gigi, ini memang ada dalam PL di Imamat 24:19-20, disempurnakan dgn tindakan tdk membela diri (Matius 5:39-42). Tak bs dihindari dgn berkembangnya peradaban manusia, bbrpa hal perlu dipertanyakan bgmna hukum dari Tuhan yg mengaturnya, ini perlu suatu yang seperti Musa lakukan: meminta jawaban dr Tuhan mengenai sesuatu yg masih ‘buram’ di zaman ini, dan apa yg jadi jawaban Tuhan itulah yg kemudian menjd pedoman bgmna mengatur sebuah situasi yg serupa.

Apakah ini boleh atau tidak, dosa atau tidak, menjd sesuatu yang memerlukan kepastian supaya jelas apa yg dipertanyakan. Dengan bertanya pd Tuhan, kita berharap bisa diberi jawaban yg tepat, tapi masalahnya, sedikit org saja yg seperti Musa, punya akses yang istimewa dgn Tuhan. Jadi bagaimana? Dari sejarah gereja, kita melihat bgmna cara yg dipakai oleh para rasul ketika muncul suatu pertanyaan dan masalah, tentu mereka dgn tekun berdoa pd Tuhan, namun jg memakai pertimbangan berdasarkan hukum tertulis yg ada, ada ‘rapat’ yg dilakukan supaya bisa menghasilkan suatu keputusan. Contoh yg ada kita temukan saat mereka mengundi yg akan menjd rasul pengganti Yudas Iskariot yg mengkhianati Yesus. Pelayanan Injil dan pelayanan meja ditentukan setelah mereka berembuk (Kisah Para Rasul 6:1-7). Hal ini yg jg hrs dilakukan ketika ada satu masalah atau situasi yg dipertanyakan.

Bertanya pada Tuhan ttg sebuah keputusan, ini yg jadi pedoman utk kita lakukan, zaman sudah berubah, peraturan harus tetap dasar yg digunakan adalah firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bertanya Pada Tuhan

Ketika Tuhan Tidak Bertindak

DI 31072024

Yohanes 11:5-6
Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.
Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;

Apa yg paling diinginkan ketika seseorg dgn penuh harap memberikan kabar bhw orang yg disayangi sedang sakit? Melihat konteks terjd di zaman dulu, berarti yg diinginkan itu adalah berkunjung datang membesuk.

Jangan tunggu sampai orang itu mati! Ini yg biasanya diajarkan pd kita saat mendengar kabar org yg kita kenal sedang sakit bahkan sakit parah. Lebih berharga berkunjung saat orangnya masih hidup drpd berkunjung sbg kunjungan kedukaan. Tetapi yg Yesus dgn sengaja tunjukkan bhw di mata org banyak, yg Dia lakukan adalah kunjungan kedukaan, bukan kunjungan besukan! Sengaja tunggu Lazarus mati barulah Yesus datang, ini yang jg penyesalan Marta ketika menyambut dan mengadu kepada Yesus, seandainya cepat berkunjung, Lazarus pasti hidup, sembuh dr sakitnya, ah sudah terlambat! Bukankah yg dirasakan Marta juga pernah kita rasakan? Sdh berdoa sekian lama, berpuasa, tp tidak ada tanda-tanda Tuhan akan bertindak dan malahan keadaan dan masalah semakin jd memburuk dan mendekati akhir yg sangat ingin kita berharap itu tdk pernah terjd, tapi itulah yg kita lihat, Tuhan tidak bertindak.

Kita yg sdh tahu akhir dr kisah ini tentu sdh berpikiran berbeda: Tuhan tdk bertindak, ya itu karena ada dlm perencanaan Tuhan, yg Dia ingin lakukan bukan menyembuhkan yg sakit, tp membangkitkan yg mati. Tp orang yg mengalami kematian tentu tdk nyaman, kenapa hrs mati dulu baru Tuhan bertindak? Itulah kedaulatan Tuhan! Ini yg sering orang lupakan, yg diingat ttg ayat-ayat tertentu yg isinya positif, Tuhan pasti menolong, Tuhan dengar seruan doa kita, dsbnya. Lazarus itu org yg dikasihi Yesus, seharusnya menurut pikiran kita, dia berhak diprioritaskan untuk menerima kesembuhan, karena Yesus dlm Alkitab dicatat beberapa kali berkunjung ke rumah keluarga Lazarus. Sedekat apapun kita dgn Tuhan, bukan berarti kita bs untuk mengatur ‘jadwal Tuhan’, Dia punya waktu sendiri, tahu kapan waktu yg terbaik, tidak perlu menerima nasehat dr kita! Jd hormat dan hargai keputusan Tuhan, waktu-Nya & rencana-Nya itu sempurna.

Ketika Tuhan melakukan yg berbeda dari yg kita harapkan, pandang itu sebagai sesuatu yg jauh lebih baik, jgn menyesali apa yang pernah kita lakukan utk Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Ketika Tuhan Tidak Bertindak

Beda Melihatnya

DI 30072024

Kisah Para Rasul 20:9-10
Seorang muda bernama Eutikhus duduk di jendela. Karena Paulus amat lama berbicara, orang muda itu tidak dapat menahan kantuknya. Akhirnya ia tertidur lelap dan jatuh dari tingkat ketiga ke bawah. Ketika ia diangkat orang, ia sudah mati.
Tetapi Paulus turun ke bawah. Ia merebahkan diri ke atas orang muda itu, mendekapnya, dan berkata: “Jangan ribut, sebab ia masih hidup.”

Sudah mati tetapi dibilang masih hidup, dan yg benar ternyata masih hidup! Jd mana yg benar? Keduanya benar tetapi mata orang yg melihatnya berbeda.

Semua orang melihat Euthikus sudah mati, dia jatuh dari jendela karena tdk bisa tahan kantuknya, pasti sudah diperiksa berbagai macam tanda spt denyut nadi dan jantung, tidak boleh sembarangan utk mengatakan seseorg itu sudah mati. Mereka melihat dgn mata jasmani biasa, tetapi rasul Paulus dgn tegas mengatakan bhw Euthikus tidak mati, masih hidup, setelah dia melakukan sesuatu spt yg kita dapat dari ayat di atas. Cara yg dilakukan rasul Paulus memang hampir bs dikatakan sama spt yang pernah nabi Elisa lakukan saat membangkitkan anak wanita Sunem yg sudah mati (2 Raja-Raja 4:32-37) Jadi ternyata kita pelajari bhw ada 2 jenis dr mata yg dimiliki manusia, yaitu mata biasa secara jasmani, dan mata ‘roh’ yg berasal dr Tuhan, mata ini sanggup melihat aia yg tdk terlihat oleh mata biasa, ini bs kita lihat dlm peristiwa bujang Elisa, dibukakan matanya bisa melihat pasukan Tuhan ketika mereka berhadapan dgn musuh (2 Raja-Raja 6:17).

Org yg bisa melihat di luar kemampuan dari mata biasa, mata orang itu telah dibukakan oleh Tuhan utk tujuan tertentu. Kita jangan mengartikan itu spt sesuatu yg bisa didapat dgn ritual tertentu! Jgn sesat! Hanya orang yg dipilih Tuhan yg memiliki mata yg seperti ini. Yang perlu kita renungkan adalah bahwa apa yg kita lihat dg mata jasmani, blm tentu sama dgn apa yg Tuhan lihat, misalnya saat Yesus menerima kabar bhw Lazarus sakit & kemudian mati, Dia berkata bahwa Lazarus hanya tidur saja (Yohanes 11:11). Ini satu hal yg perlu kita pahami: sbg orang percaya, kita jgn selalu bergantung pada yg terlihat oleh mata jasmani, mgkin sdh tertutup, tapi bagi Tuhan masih bisa dibuka, mgkin sudah berakhir, tp bagi Tuhan itu belum berakhir, dsbnya. Kita punya pengharapan di dalam Tuhan, sebab bagi Tuhan tidak ada sesuatu yg mustahil, segalanya mgkin bagi Tuhan.

Bergabunglah sepenuhnya pada Tuhan, yg terlihat mata jasmani belum tentu sama dgn yang Tuhan lihat, izinkan Dia berkarya atas hidup kita sehingga kita melihat karya-Nya nyata atas hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Beda Melihatnya

Hanya Sekali Dibaptis?

DI 29072024

Kisah Para Rasul 19:3-5
Lalu kata Paulus kepada mereka: “Kalau begitu dengan baptisan manakah kamu telah dibaptis?” Jawab mereka: “Dengan baptisan Yohanes.”
Kata Paulus: “Baptisan Yohanes adalah pembaptisan orang yang telah bertobat, dan ia berkata kepada orang banyak, bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang datang kemudian dari padanya, yaitu Yesus.”
Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus.

Umumnya kita memegang doktrin baptisan yaitu hanya sekali dibaptis saja, tapi dalam ayat di atas, ternyata di Korintus waktu itu, mereka dibaptis lagi walau sudah dibaptis oleh Yohanes Pembaptis.

Jadi sebenarnya bolehkah dibaptis lebih dr 1 kali? Menjawab ini tentu saja perlu suatu kajian yg mendalam. Mari kita pahami apa yg menyebabkan jemaat di Korintus waktu itu dibaptis utk kedua kalinya. Baptisan yg mereka jalani pertama kalinya dilakukan di saat Yesus belum memulai pelayanan-Nya, karena Yesus juga dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, lalu dibawa Roh Kudus masuk ke padang gurun selama 40 hari, barulah memulai pelayanan-Nya. Kalau kita melihat ttg pesan Yesus seblm terangkat ke surga yg kita kenal dgn Amanat Agung, salah satu yg diperintahkan adalah membaptis dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus (Matius 28:19-20). Jadi bs dipahami kalau Paulus menjelaskan ttg baptisan Yohanes hingga akhirnya jemaat Korintus dibaptis lagi dlm nama Yesus. Lalu apakah ini bs jadi alasan utk dibaptis lebih dr sekali?

Bbrpa gereja tertentu memang dgn doktrin mereka, tdk mengakui baptisan yang gereja lain lakukan dan ketika jemaat dr gereja lain ingin bergabung, mereka harus dibaptis lagi. Sebagian besar gereja mengakui baptisan dr gereja lain asalkan memenuhi doktrin yg dianut, misalkan asalkan dibaptis selam. Yg terpenting adalah apakah kita paham knpa kita harus dibaptis? Jgn berpikir demi untuk bisa menikah dgn pasangan yg sdh dahulu dibaptis, atau hanya ingin menjd anggota dr sebuah gereja terkenal saja. Lalu bgmna dg org yg murtad lalu ingin kembali jd Kristen? Mgkin akan ada banyak perdebatan apakah harus dibaptis lagi atau tidak perlu, namun ini pendapat pribadi saya: org itu sebaiknya dibaptis lagi karena pernah murtad, ibarat sudah keluar dan menutup pintu, jika ingin masuk lagi maka pintu hrs dibuka kembali. Mgkin Anda punya pandangan yg berbeda, ikuti saja doktrin yg gereja kita akui.

Baptisan bukan sebuah hal yg main-main, karena itu pahami dgn benar apa makna dr seseorg ketika memberi diri dibaptis, spya org lain jgn tersandung karena kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Hanya Sekali Dibaptis?

Kekayaan Yang Menipu

DI 27072024

Matius 13:22
Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

Semua orang butuh uang, semua hal butuh uang, tapi jgn lupa akan salah satu sifat yg ada dlm hal kekayaan yaitu tipu daya! Apa yg dimaksudkan dlm hal ini?

Dari mana sumber kekayaan yang kita miliki jika Tuhan bertanya pd kita? Biasanya klise jawabannya: dari Tuhan. Tapi benarkah kita menjawabnya dgn jujur atau cuma munafik karena ingin terlihat rohani dan kudus? Dlm hati kita bs saja berkata bhw kekayaan yang kita punya itu ya hasil kerja keras kita, bnyk hal yg kita lakukan hingga bs mendapatkan semuanya. Pertanyaan ini sebenarnya ingin menunjukkan sebuah pemahaman penting supaya kita dgn tepat meresponi kekayaan yg ada pd kita. Pertama, Tuhan yg membuat seseorg kaya atau miskin: TUHAN membuat miskin dan membuat kaya; Ia merendahkan, dan meninggikan juga (1 Samuel 2:7), kedua yaitu Tuhan yg memberi kita kuasa utk itu: Namun engkau harus mengingat YAHWEH, Elohimmu, karena Dialah yang memberikan kepadamu kekuasaan untuk memperoleh kekayaan, dalam rangka meneguhkan perjanjian yang telah Dia ikrarkan kepada leluhurmu seperti hari ini (Ulangan 8:18 ILT3). Jadi ini dasar yg kita pegang: Tuhan yg membuat seseorg kaya atau miskin, bisa kaya karena Dia memberinya kuasa.

Namun kekayaan bukan jatuh dari langit, yg jd bagian kita adalah bekerja, apa yang kita kerjakan akan Tuhan berkati sehingga dapat menjadi kaya: TUHAN sangat memberkati tuanku itu, sehingga ia telah menjadi kaya; TUHAN telah memberikan kepadanya kambing domba dan lembu sapi, emas dan perak, budak laki-laki dan perempuan, unta dan keledai (Kejadian 24:35). Di sinilah yang sering terjadi pd org yg mengejar kekayaan, mereka berpikir bhw dgn memiliki kekayaan maka hidup mereka akan aman, semua bisa dilakukan sehingga mulai tdk lagi ingat utk mengandalkan Tuhan spt sebelum dia kaya. Dulu yg semua hidupnya bergantung pada Tuhan, kini berubah bergantung pada harta yg harus berlimpah. Benarkah dg kekayaan yg besar maka kita pasti hidup aman? Bnyk peristiwa yg menjelaskan bhw kekayaan itu seringkali menipu org yg memilikinya, tidak semua hal bs diselesaikan dan didapat saat banyak punya kekayaan.

Sbg org Kristen, kita yakin bahwa kekayaan itu Tuhan berikan supaya kira menggunakan itu sbg alat utk memuliakan Tuhan, bkn utk membuat kita jauh dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kekayaan Yang Menipu

Singkirkan Penghalangnya

DI 26072024

Lukas 6:18
Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.

Mengapa hampir setiap kali saat Yesus sdg mengajar, selalu disertai dgn penyembuhan dan pengusiran roh jahat? Ternyata alasan yg bisa dijelaskan dgn logika menjd sebuah jawabannya.

Gambarannya spt ini: kalau kita ingin ruang tamu kita yg tidak luas dimasukkan sofa yg baru dan besar ukurannya, maka sofa yang lama hrs dikeluarkan terlebih dahulu. Tidak mungkin muat dlm ruangan itu ditempati 2 sofa yg ukuran besar. Yg lama dikeluarkan dan yg baru dimasukkan. Di sinilah kita bisa mengerti mengapa roh jahat yg ada dlm diri seseorg hrs dikeluarkan, supaya pengajaran yang dari Tuhan itu bisa masuk, tumbuh lalu berbuah. Lihat ayat ini: Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan (Matius 13:19). Hal ini menarik karena firman ini dikatakan ditabur dalam hati, artinya sudah bs masuk dlm hati tetapi tdk bs dipahami lalu si jahat merampas firman itu. Ada si jahat dlm hati seseorg, inilah yg menjd penyebab kenapa sulit utk firman itu tetap tinggal dlm hati.

Gangguan roh jahat seringkali hanya biasa dipahami dgn peristiwa kesurupan sampai dgn terlibat okultisme, tapi seringkali yang terlihat adalah seseorg tampaknya normal tetapi ada roh jahat di dalamnya. Bs masuk dlm hati berarti ada celahnya, biasanya itu berasal dr ketidak taatan kita pd Tuhan, tdk takut akan Tuhan dan kemudian hidup dlm penghambaan dosa dan kedagingan. Utk jatuh dlm dosa tidak selalu roh jahat masuk dulu dlm diri seseorang. Hawa tdk dirasuki roh jahat tp hanya dimanipulasi pikirannya, dan di area pikiran inilah ‘peperangan’ terus terjd seumur hidup kita. Apa akibatnya jika roh jahat terus merampas firman dlm hati? Sudah jelas, tak akan pernah org itu dapat bertumbuh dlm firman dan berbuah dalam hidupnya, sederhananya: MANDUL ROHANI! Sekian tahun jadi org Kristen tetapi buahnya tdk muncul, ayat-ayat Alkitab hanya sampai di pikirannya, hafal tapi tdk bekerja di dalam hidupnya.

Apakah kita sulit memahami firman Tuhan? Coba check hati dan hidup kita, masih ada dosa yg menguasai kita? Itulah celah bagi si jahat utk ‘memandulkan’ rohani kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Singkirkan Penghalangnya

Hanya Kekudusan Fisik Saja

DI 25072024

Lukas 5:30
Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Org Farisi dan ahli Taurat memang dikenal sbg golongan yg menerapkan Taurat secara hurufiah, apa yg tertulis dilakukan walaupun mgkin dlm hati tdk tulus melakukannya.

Kenapa saat berkendara, kita berhenti saat lampu lalu lintas berwarna merah? Ada yg beralasan karena supaya tdk ditilang polisi, ada jg yg beralasan, ya memang aturannya sudah begitu dari dulu, tp ada jg yg paham bhw semuanya diatur supaya minim terjadi kecelakaan, bayangkan jika tdk ada aturan lampu lalu lintas, semua bergerak seenak hatinya, bs dipastikan lalu lintas semrawut dan potensi terjd kecelakaan sangat besar. Golongan org Farisi dan para ahli Taurat itu melakukan hukum Taurat secara detail, itu suatu hal yg bagus, tetapi motivasi mereka tidaklah benar. Bbrpa kali Yesus mengecam mereka dgn kecaman bhw mereka itu persis kuburan yg di luarnya bagus tp isi dalamnya hanya tulang belaka, tampak luar bagus tapi hati mereka bermasalah. Kekudusan mrka terlihat dari fisiknya, tetapi hati mereka tdk benar di hadapan Tuhan, mereka melakukan semua itu supaya dilihat banyak org.

Makan bersama org berdosa, menjd sebuah masalah bagi golongan org Farisi dan para ahli Taurat, dan saat melihat Yesus dengan para org berdosa, mereka mempertanyakan hal itu. Hukum Tuhan memang hrs dipahami dahulu secara hurufiah, kemudian naik level pemahamannya dgn motivasi apa yg timbul dlm hati ketika ingin melakukannya. Tuhan lebih mengutamakan kekudusan hati drpd kekudusan jasmaniah, karena Dia tahu isi hati tiap org, apakah org itu mengasihi Dia ataukah mencari hormat dr manusia. Tidak heran ketika suatu saat kita dapati seorang rohaniawan terungkap melakukan sesuatu yang sifatnya tdk bermoral dan memalukan, itu terjd karena hanya melakukan yg tertulis tanpa disertai takut akan Tuhan. Jangan dg motivasi yg kotor, kita melakukan perintah Tuhan, karena cepat atau lambat, semua itu akan Tuhan singkapkan dan semua orang akan mengetahuinya.

Jangan hanya mengejar kekudusan fisik, tp imbangi dgn kekudusan hati dan motivasi yang benar ketika kita menjd pelaku firman, Tuhan memeriksa hati kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Hanya Kekudusan Fisik Saja

Hidup Orang Kristen

DI 24072024

Kisah Para Rasul 2:41-42
Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Memberi diri dibaptis itu barulah awal hidup kita sbg org Kristen, ingat itu baru awal, lalu apa yg seharusnya dilakukan setelah mulai menjd org Kristen?

Dlm ayat di atas, ada bbrpa hal yg dilakukan oleh jemaat mula-mula yaitu pertama, mrka bertekun dlm pengajaran rasul-rasul, hal ini kita maknai sbg belajar kebenaran firman dr Alkitab, mengingat dulu belum ada Alkitab yg dikanonkan zaman itu. Pengajaran rasul zaman itu mengajarkan ttg apa yang mrka terima selama menjd murid Yesus. Banyak pengajaran yg Yesus berikan saat Dia ada dlm dunia ini, bukan hanya membuat bnyk mujizat dan tanda ajaib, tetapi mengajar di banyak tempat, sebagian tercatat di dalam 4 Injil yg kita kenal. Hal ini diperkuat dengan syarat rasul pengganti Yudas Iskariot, harus org yang menjd murid Yesus sejak baptisan yabg dilakukan Yohanes Pembaptis hingga saat Yesus terangkat ke surga (Kisah Para Rasul 1:21-22). Ini jg sesuai dgn pesan yg Yesus berikan dalam Amanat Agung: ajar mereka yg sudah dibaptis dgn apa yg telah Yesus perintahkan pada mereka sblumnya (Matius 28:20).

Kedua, bertekun dlm persekutuan, tdk hidup menyendiri, tdk egois, tetapi berbagi kasih & peduli pada keadaan sesama. Gambaran ini spt domba yang aman jika sekelompok dgn domba-domba lainnya, jika dirinya terpisah maka mudah utk diterkam oleh hewan buas pemangsa. Saling membangun, menjaga 1 sama lain, menguatkan dan menyemangati yg letih lesu. Ketiga, berkumpul memecah roti dan berdoa, ini ttg hidup berbagi dengan sesama dan tetap mengutamakan doa yang bersama-sama. Meneladani para rasul dan org percaya yg berdoa bersama-sama dan menghasilkan pencerahan Roh Kudus saat hari Pentakosta, maka jemaat jg berkumpul dan berdoa, sisi jasmani yaitu memecah roti artinya memenuhi kebutuhan makanan, lalu sisi rohaninya ialah membangun rohani dgn berdoa secara bersama-sama. Inilah bbrpa hal yg perlu kita lakukan setelah menjd org Kristen.

Belajar dr Alkitab bukan selalu berarti harus ikut sekolah teologia, mulailah dg membaca Alkitab secara rutin dan merenungkannya, Roh Kudus yg memberikan pengertian.

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Orang Kristen

Menyindir Karya Tuhan

DI 23072024

Kisah Para Rasul 2:11-13
baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”
Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?”
Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”

Menilai suatu karya Tuhan memang kadang sulit karena terlihat di luar kebiasaan umum dan kadang sulit diukur secara logika, hasil komentar yg muncul adalah yg negatif dan cenderung ‘ngawur’.

Seandainya kita hidup di zaman itu, apa yg jadi komentar kita? Apakah sama dgn ayat yg kita baca? Menganggap org yg saat itu dipenuhi Roh Kudus saat hari Pentakosta sbg org yg mabuk anggur manis? Mungkin saat kita dengar kesaksian seseorg, pikiran yg muncul adalah apa benar ini kesaksian ataukah cerita karangan utk menarik bnyk perhatian saja? Itulah sebabnya kesaksian itu jangan hanya berupa cerita, tapi disertai dgn bukti dan yg otentik akurat, komentar yg negatif bs dipatahkan dgn bukti yg nyata dan tak terbantahkan. Demikian jg peristiwa yg terjadi oleh karena karya Tuhan, bisa kita lihat dari hasilnya, apakah kemuliaan Tuhan dinyatakan, ataukah kedagingan manusiawi yg terlihat. Nubuatan palsu akan dibuktikan dgn tdk terjadi sesuai dgn yg dinubuatkan, pelaku yang bernubuat akhirnya terungkap bahwa hidup mereka hanya mencari uang & popularitas semata.

Buah dari peristiwa kepenuhan Roh Kudus di hari Pentakosta saat itu ialah 3000 lebih org bertobat dan dibaptis. Jadi dari buah & hasil karya Tuhan, terbukti bhw yang terjadi adalah benar Tuhanlah yang melakukannya. Jangan mudah menghakimi sesuatu hanya karena terlihat di luar batas kebiasaan, yang harus kita ingat adalah bhw kuasa Tuhan itu tdk terbatas, sanggup melampaui yg orang dapat lakukan, melampaui apa yg orang dpt pikirkan, segala sesuatu itu mungkin kalau Tuhan yg melakukannya. Lebih baik tunggu dulu ‘buah’ yang dihasilkan dr peristiwa itu, dan ingatlah bahwa iman melampaui logika cara berpikir manusia. Kalau blm mengerti, lebih baik tahan komentar kita, drpd kita jd berdosa karena perkataan kita, nama baik kita jadi rusak dan org akan menjauhi kita, sulit utk memulihkan kembali penilaian org yg sudah terlanjur buruk terhadap kita, jgn kita sembarang bicara tanpa dasar yg kuat.

Jgn ragukan karya Tuhan, namun jg harus waspada terhadap tipu daya manusia, yang jadi bukti adalah hasil apa yg terlihat, baik atau buruk.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyindir Karya Tuhan

Pilihan Tuhan

DI 22072024

Kisah Para Rasul 1:21-22, 26
Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami,
yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya.”
Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

Dlm pelayanan, kita harus memiliki hati yg lurus dan rendah hati, sekalipun kita mgkin memiliki suatu kualitas yg sama dgn orang lain, tapi pilihan Tuhan belum tentu jatuh pd kita utk sebuah jabatan pelayanan.

Ada 2 kandidat org yg terpilih utk pengganti jabatan kerasulan yang ditinggalkan Yudas Iskariot, 2 org ini memiliki kualitas yg sama dan pilihan ditentukan dgn cara diundi dgn pemahaman bhw yg kena undi itulah orang yg dipilih oleh Tuhan. Matias terpilih untuk ditambahkan menjd rasul yg ke-12 sebagai pengganti Yudas Iskariot, sementara Yusuf yg disebut Barsabas tetap menjd murid yg tergolong utama bersama para rasul yang ada. Kualitas sama tp jabatan pelayanannya berbeda, sesuatu yg butuh kerendahan hati utk menerima kenyataan ini. Awalnya level pelayanannya sama, tetapi kemudian yg 1 menjd pemimpin, yg lainnya tetap bawahan. Jarang sekali khotbah membahas ttg Yusuf yg disebut Barsabas ini, padahal dialah satu contoh org yg rendah hati mau tetap ada di dlm sebuah pelayanan penginjilan sekalipun dia tdk terpilih menjd rasul pengganti Yudas Iskariot.

Dunia pelayanan seringkali dipandang sbg suatu dunia para orang suci dan Kudus, tapi ternyata tidaklah demikian. Tak heran ketika kita dengar di kalangan gereja tertentu terjd perpecahan karena adanya kesenjangan di dlm jabatan pelayanannya. Dunia pelayanan jd terlihat spt layaknya dunia sekuler, terjadi perebutan jabatan, sikut atas bawah kanan kiri demi mempertahankan atau mengambil suatu posisi kepemimpinan. Seharusnya yg terjd adalah spt ayat yg kita renungkan, dpt dengan rendah hati menghormati pilihan yg Tuhan tentukan lewat para pemimpin ketika tdk terpilih utk naik jabatan, tdk cemburu & lalu membuat ‘huru hara’ sehingga terjadi perpecahan, keluar dari gereja induk, lalu dg sombongnya memamerkan diri sanggup utk membuka gereja baru. Pelayanan jd terlihat spt sebuah persaingan bisnis saja, yg kudus jadi terlihat menjadi sesuatu yg kotor, penuh dgn intrik politik.

Pelayanan bukan soal siapa yg memimpin & dipimpin, tp menjd berfungsi maksimal saat menjalankan pelayanan itu, semua tetap hrs bertanggung jawab akhirnya pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pilihan Tuhan