Hanya Luarnya Kristen

DI 20052024

1 Korintus 3:3
Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?

Peralihan dr gaya hidup duniawi menuju ke rohani memang butuh waktu panjang dan banyak peristiwa yg hrs dilalui, tdk terjadi dg otomatis begitu bertobat langsung jd orang yg rohani.

Apa itu manusia yg rohani? Bnyk definisi ttg ini tp sederhananya adalah menjd manusia baru yg hidup sesuai dgn firman Tuhan. Jadi bkn mengikuti aturan hidup yg sebelumnya, atau hanya dibaptis, punya keanggotaan di gereja lokal, otomatis jd manusia rohani. Dr yg manusiawi atau duniawi menuju rohani membutuhkan suatu proses kedewasaan, ini sebuah proses Tuhan yg hrs dijalani setiap org yabg bertobat. Bertobat bisa ‘kumat’ lagi, bahkan yg sudah rohanipun masih bs jatuh dlm dosa. Itulah sebabnya setiap kita masih butuh trs disucikan dr dosa kita selama msh hidup di dunia ini, dosa selalu menggoda & berusaha menjauhkan kita dr Tuhan. Kalau kita mulai memahami bhw kita perlu Tuhan untuk pengampunan dosa, berarti kita masih punya kesadaran diri, tanpa Tuhan, hidup ini ada dlm bahaya, karena kita memilih untuk berjalan sendiri dgn kebenaran yg kita buat dan kita anggap benar.

Manusia rohani jelas jalan hidupnya menuju ke surga, bukan ke neraka, artinya hidupnya semakin disesuaikan dgn firman Tuhan dan memiliki tingkat ketaatan yg melebihi drpd rata-rata org kebanyakan. Sekali lagi bukan berarti sudah sempurna atau tidak berdosa lagi, tetapi bisa menyesali dosa dan kembali bertobat, mendekatkan diri pd Tuhan. Orang rohani bukan berarti selalu pny pengetahuan Alkitab yg luar biasa, tetapi org yg dlm hidup dan perbuatannya terlihat jelas dialah orang yg dikenal sbg pelaku firman. Org yg sadar bhw dirinya tdk punya hak utk menghakimi org lain, tdk memamerkan kerohaniannya, tp memberikan teladan shga org lain bs belajar dari dia ttg bgmna memiliki kedewasaan di dlm kerohaniannya. Manusia duniawi lebih mementingkan status semata drpd memilih utk menjd semakin serupa dgn gambaran Kristus, lebih mengutamakan menjd berkat Tuhan drpd menuntut org lain utk hormat & menghargai.

Jgn hidup sbg manusia yg manusiawi, orang yg tak percaya Tuhan jg melakukannya, jgn membuang waktu utk mencari kenikmatan dunia, itu hanya menyia-nyiakan hidup saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Hanya Luarnya Kristen

Cara Tuhan

DI 18052024

2 Raja-raja 2:1
Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal.

Membaca ayat ini membuat kita sdkit seram dan takut, Tuhan akan menaikkan Elia dgn menggunakan angin badai, bukan angin yg teduh.

Kita pasti pernah melihat begitu seramnya situasi ketika sebuah angin badai melanda suatu wilayah, ada atap rumah yang terbang, bahkan beberapa barang bisa ikut terbang terbawa ke mana angin badai itu berjalan. Kalau saja kita jadi Elia pd waktu itu, mgkin saja kita merasa takut, walaupun kita tahu nantinya angin badai itu membawa kita naik ke surga. Bgmna kalau angin badai yang dtg nanti bukan yg dari Tuhan, kita bs mati. Yang bs kita pelajari adalah kadang cara Tuhan yg dipilih-Nya itu bertentangan dgn logika kita yg terbiasa dgn hal-hal yg normal. Kalau tdk normal, kita mgkin berpikir itu bukan dr Dia. Apakah kita pernah melihat ada angin badai yg sifatnya tdk merusak? Tp itulah cara-Nya yg berdasarkan kedaulatan yg Tuhan punya, dan kita hrs belajar percaya bhw cara Tuhan itu tepat dan baik dampaknya bagi kita, Dia mengasihi kita.

Keadaan sedang sulit, malah yang datang itu ‘angin badai’, di sinilah seringkali org mulai berpikir bhw dirinya spt sedang dihukum dan dikutuk oleh Tuhan, sudah jatuh tertimpa lg dgn tangga, sepertinya Tuhan ingin segera ‘menghabisi’ kita. Tp sebenarnya itulah cara Tuhan utk membuat kita ‘naik’ supaya bisa menyelesaikan masalah yg sedang dihadapi dan kita hampir-hampir kehilangan iman yg sudah mengecil. Sesuatu yg menakutkan tp itulah cara Tuhan menolong kita. Bagian yg hrs kita punya adalah tetap pertahankan dan perkuat iman kita, percaya bhw cara Tuhan itu yg paling tepat sekalipun berlawanan dgn logika yg kita miliki. Masalah yg Tuhan beri seringkali adalah wujud ujian untuk menguji seberapa ketahanan iman yg kita miliki. Dia ingin melatih kita lebih lagi supaya nantinya ketika menghadapi sesuatu yg lebih besar & lebih dahsyat, kita punya persiapan yg cukup utk bertahan melawati proses Tuhan.

Apapun cara yg Tuhan pakai, percayalah itu yg paling tepat dan cocok utk situasi yang sedang kita hadapi, tetap perkuat iman kita dan jangan goyah.

Posted in Renungan | Comments Off on Cara Tuhan

Apakah Bermanfaat?

DI 17052024

1 Korintus 6:12
Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.

Banyak larangan dalam hukum Taurat, tetapi org Kristen tdk terikat oleh hukum Taurat, ini sesuatu yg membuat org Kristen punya bnyk kebebasan dibandingkan org Yahudi dan jg org Yahudi yg percaya pd Kristus.

Apa yg boleh kita lakukan, apakah itu punya manfaatnya bagi kita dan org lain? Kita pny banyak uang, bs beli ini dan itu, tapi apakah yg kita beli itu berguna bagi hidup kita? Ada beberapa org yg beli banyak barang tetapi jarang atau hampir tdk pernah dipakai stlah membelinya. Bukankah itu satu pemborosan yg tdk bermanfaat? Jadi ini ttg tanggung jwb setiap kita mengenai kebebasan yang Tuhan berikan pd kita sbg org Kristen. Bbrpa jenis mknan yg dilarang dlm hukum Taurat, bebas dikonsumsi oleh org Kristen. Tetapi apakah dgn memakan makanan itu bs menunjang kesehatan tubuh kita, ataukah justru buruk pengaruhnya bagi kesehatan tubuh kita. Jadi walaupun tdk dilarang utk dimakan, pilihan kita utk tdk memakannya atas dasar alasan kesehatan merupakan satu pilihan yg baik. Ada baiknya kita melihat sesuatu dr sisi yg baik atau buruk pengaruhnya bagi hidup kita jika itu kita lakukan.

Kemudian, apakah kita ‘terikat’ oleh sesuatu shga kita selalu diatur oleh sesuatu? Hobby bisa menjd jerat bagi diri kita saat kita sudah sangat terikat olehnya. Diri kita sendiri yg hrs mengendalikan semua area hidup kita & jg tubuh jasmani kita sehingga kita tetap punya kebebasan yang baik sifatnya. Firman Tuhan dgn tegas mengingatkan kita agar jgn menjd hamba dosa dan jg hamba uang. Dosa yang begitu mengikat hidup kita selalu berusaha membangkitkan gairah dan nafsu berbuat dosa, tdk melakukan dosa itu satu hari saja rasanya hati tdk tenang, pada akhirnya dosa itu menjd satu kebiasaan yg dianggap suatu hal yg normal. Mau berhenti rasanya sukar sekali bahkan mustahil. Itu tanda dosa telah sangat menguasai hidup kita. Diperhamba oleh uang membuat seseorg mengejar uang tanpa peduli dgn hal yg rohani. Takut miskin dan takut kekurangan, membuat org menjadi melakukan apapun demi mendapatkan uang meskipun dgn cara yg salah.

Kita hrs hidup dlm kebebasan yg baik, tetapi hidup kita hrs jd berkat dan tdk diperhamba oleh dosa dan uang, kita hrs menjadi hamba Tuhan yg melayani Dia dgn hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Apakah Bermanfaat?

Mengusir Setan

DI 16052024

Matius 17:19-21
Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?”
Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, — maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
[Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.]”

Kita pasti pernah melihat ada org kesurupan, dirasuki roh jahat dan bertingkah di luar yg biasanya, lalu bgmna kita bs mengusir setan dgn kuasa Tuhan?

Para murid sdh berusaha utk mengusir setan yg ada dlm tubuh seorg anak, tapi mrja tidak bisa dan akhirnya hrs Yesuslah yg mengusir setan itu. Jwban Yesus atas pertanyaan yg diajukan para murid ternyata menyinggung ttg hal iman, doa dan puasa. Jadi bkn cuma modal nekad dan ikut-ikutan org yg pernah mengusir setan, tp hrs ada otoritas di dalam dirinya dr Tuhan. Hal ini penting dipahami dg benar karena ada bnyk anggapan bhw tidak semua org bisa mengusir roh jahat, padahal Yesus sendiri berkata bhw setiap org yang percaya bs melakukannya: Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka.(Markus 16:17). Mari renungkan hal ini lebih dalam, bhw tanda org-org percaya ternyata berkaitan dg iman yg mereka miliki, sebrpa besar dan seberapa otoritas yang Tuhan berikan.

Yg perlu kita pahami adalah ternyata level dr roh jahat itu berbeda-beda, jenis yg ada dlm kisah ini hrs diusir setelah melakukan doa & puasa, atau yg terbiasa berdoa & berpuasa. Iman berkaitan dgn disiplin rohani, ketaatan pd perintah Tuhan dan memiliki informasi yg akurat ttg dunia roh jahat. Kita bs lihat di dlm
Efesus 6:12 : karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Jadi sekali lagi bukan bermodal nekad atau meniru org lain, ini bs dilihat di dalam Kisah Para Rasul 19:14-16 Mereka yang melakukan hal itu ialah tujuh orang anak dari seorang imam kepala Yahudi yang bernama Skewa.
Tetapi roh jahat itu menjawab: “Yesus aku kenal, dan Paulus aku ketahui, tetapi kamu, siapakah kamu?” Dan orang yang dirasuk roh jahat itu menerpa mereka dan menggagahi mereka semua dan mengalahkannya, sehingga mereka lari dari rumah orang itu dengan telanjang dan luka-luka.” Ada ‘kepangkatan’ otoritas dalam dunia roh.

Teruslah lakukan disiplin rohani kita, berdoa dan berpuasa, suatu saat bila ada yg butuh pelayanan pelepasan dr roh jahat, kita sudah siap dan sanggup melakukannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengusir Setan

Tidak Perlu Dipuji

DI 15052024

Yohanes 2:9-10
Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki,
dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.”

Mujizat air menjd anggur tercatat sbg yang pertama di buat Yesus setelah Dia memiliki 12 murid, namun ada satu sisi hal yg patut kita teladani dr Yesus.

Tamu berlebih atau persediaan anggur yang habis, pastinya saat itu terjd masalah karena tamu perlu terus diberikan minuman anggur. Kita tahu pada akhirnya Yesus bertindak dgn tepat dan cepat, minuman anggur yg kurang sdh bs teratasi dgn baik. Yg mendpt pujian bukanlah Yesus yg membuat mujizat, tetapi mempelai pria itu. Ini satu hal yg patut untuk kita renungkan bersama: mampukah untuk kita tetap bersukacita walaupun kitalah yang banyak berbuat ini dan itu, tetapi orang lain yg menerima pujian? Mempelai pria ini tidak melakukan mujizat, tapi dia yang menerima pujian, pdhal Yesus yg melakukannya. Satu kerendahan hati utk siap tdk dipuji, mungkin sudah jarang kita temui lagi, biasanya orang akan berlomba-lomba menonjolkan prestasi dan kehebatan yg dia perbuat, bukan hanya karena ingin dipuji, tetapi demi bs terangkat namanya utk dipromosikan ke tingkat yang lebih tinggi atau sekedar utk membuat pihak lain merasa jengkel.

Promosi dlm dunia bisnis tentu sangat perlu utk dilakukan supaya banyak org mengenal produk yg akan dijual. Tetapi dlm melayani Tuhan, promosi bukanlah tujuan, tetapi satu dampak yg apa yg kita buat. Menjd populer, dipuji, dibanggakan, itu hanyalah akibat dari apa yg kita telah lakukan, tapi jgn melayani dgn tujuan utk menjd terkenal, ingin cepat bs naik jabatan, atau ingin dikagumi bnyk orang sehingga kita menjd fokus perbincangan. Yg penting adalah bnyk org terberkati lewat apa yg kita lakukan, situasi menjd baik, masalah terselesaikan dgn cepat, ini yg hrs dipikirkan oleh kita yg melayani Tuhan. Nama Tuhan yg hrs dipuji dan dimuliakan, bukan nama kita ataupun nama komunitas di nana kita aktif melayani. Yg tahu Yesus melakukan mujizat itu hanya para pelayan tuan rumah, Yesus sama sekali tdk merasa perlu menonjol atau dijadikan pahlawan yg menyelamatkan, Dia tetap menikmati suasana pesta dgn tenang.

Menjd populer hanyalah sebuah dampak dr apa yg kita perbuat, jgn jadikan itu tujuan dr pelayanan kita, teladani sikap Yesus dalam kisah ini, sedikit saja org yg tahu apa yg sdh Yesus perbuat saat itu.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Perlu Dipuji

Miskin vs Pembohong

DI 14052024

Amsal 19:22 ILT3
Keinginan seseorang adalah kebaikannya, dan lebih baik seorang miskin daripada seorang pembohong.

Menarik utk direnungkan, mengapa yang jd perbandingan adalah antara org miskin dgn seorg pembohong, apa makna yg bisa dapat kita ambil dr penulis amsal ini?

Sederhananya begini : kita tahu seseorg itu miskin dr penampilan luarnya, atau kita dpt informasi dr org yg mengenal si miskin ini, jd tdk perlu kita meneliti lebih jauh ttg si miskin ini, tp seorg pembohong, ini yg sulit terlacak oleh mata kita, siapa yg tahu isi pikiran dari seseorg, apakah dia sdg berkata jujur atau sdg berbohong. Seorg pembohong bs tampil sbg seorg yg kaya atau miskin, tapi si miskin pasti tdk bs berpenampilan layaknya orang kaya karena dia tidak punya uang, sekalipun mgkin dia mau berhutang, siapa yg dengan mudah memberinya hutang? Pasti berpikir bhw si miskin ini tdk dapat mengembalikan hutangnya ke depan. Jadi apa lebih baiknya seorg yg miskin dibandingkan dgn seorang pembohong? Org miskin bs berkata jujur tapi seorg pembohong sdh terbiasa berbohong & selalu berbohong. Ini yg mgkin bs kita dapati dr ayat yg di atas.

Seorg pembohong bs berpura-pura jd semua yg bs menutupi kebohongannya, pura-pura jd miskin, pura-pura tidak kenal, dsbnya. Orang yg miskin masih pny rasa takut akan Tuhan dibandingkan seorg pembohong yang pasti rasa takut akan Tuhannya sudah menipis & bahkan sdh hilang. Pelajaran yg kita dapati dr ayat di atas adalah jadilah ‘surat terbuka’ yg org lain bs melihat kita apa adanya tanpa mengalami kesulitan. Tdk banyak basa basi, tdk punya motif tersembunyi yg negatif, tdk ingin merugikan org lain dan pastinya orang lain bs tahu bhw kita adalah orang yg takut akan Tuhan. Satu tokoh yg Yesus puji yaitu Natanael: YESHUA melihat Natanael yang datang kepada-Nya dan Dia berkata mengenainya, “Lihatlah, seorang Israel sejati, yang di dalamnya tidak ada tipu daya.” (Yoh 1:47 ILT3). Jarang ada tokoh yg dipuji Tuhan mengenai sifat dan karakternya, jika sampai diakui berarti org itu benar-benar baik.

Jujur apa adanya, memang tdk mudah, takut dipermalukan, direndahkan, dsbnya, kadang menjd hambatan utk tampil dan berkata apa adanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Miskin vs Pembohong

Menjadi Sesama Bagi Sesama

DI 13052024

Lukas 10:36-37
Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”
Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

Adakah yg aneh dr pertanyaan Yesus ini? Ini yg luput dr perhatian kita, asalkan kita dgn teliti membacanya, maka pertanyaan Yesus ini sedikit ‘tidak normal’.

Gambaran kisah ini Yesus buat utk menjadi jawaban dr pertanyaan seorg ahli Taurat yg ingin membenarkan dirinya sendiri. Artinya si ahli Taurat ini punya prinsip bahwa dirinya sendiri yg berhak menentukan siapa yg mau dia anggap sebagai sesamanya. Namun dia keliru, Yesus menunjukkan siapa itu yg layak disebut sbg sesama. Ternyata ada 2 sesama dlm ayat ini. Mgkin kita bingung knpa ada 2? Renungkan ini: hukum Taurat jelas mengatur bahwa mengasihi sesama itu spt mengasihi diri sendiri. Sesama dlm kalimat ini berarti sbg obyek atau penerima kasih. Tetapi dari pertanyaan Yesus, Dia ingin menunjukkan bhw sesama itu juga adalah subyek atau yg disebut pelaku: siapakah sesama manusia dr org yg jatuh ke tangan penyamun? Orang yg jatuh ke tangan penyamun itu dlm posisi penerima kasih atau objek, sedangkan orang Samaria yang menolong adalah subyek atau pelaku kasih. Seharusnya pertanyaan yang wajar adalah: siapakah dr ketiga org itu yang mengasihi sesama manusia? Maka jawaban yg kita dapati tetap si org Samaria itu.

Tapi kenapa pertanyaannya menyinggung si org yg ditolong itu? Tanpa kita sadari, di sini Yesus sdg mengajar ttg hukum tabur-tuai yg berlaku dlm hidup manusia. Menabur dalam bentuk pertolongan, suatu saat akan terima pertolongan. Di sinilah Yesus ingin tunjukkan bhw si org yg jatuh ke tangan penyamun ini telah lebih dahulu mengasihi sesamanya, dia akhirnya menuai apa yg dia tabur, ketika dia mengalami kesusahan, ada org yg menolong dgn tulus. Dari 3 org yg lewat, hanya 1 orang yg peduli dan menolong. Jgn kecewa kalau org lain tdk menolong di saat kita susah, itu sudah Yesus gambarkan dlm kisah ini. Tapi Tuhan melihat dan membalas sesuai dengan perbuatannya: Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu (Amsal 19:17). Jgn menutup mata ketika kita sebenarnya mampu utk menolong orang lain.

Siapakah sesama itu bagi kita? Kasih yang aktif akan nyata dlm perbuatan, apa yg kita lakukan terhadap org lain, suatu saat akan kita terima ‘tuaian’nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Sesama Bagi Sesama

Tergantung Siapa Majikannya

DI 11053024

2 Timotius 2:21 ILT3
Oleh karena itu, apabila seseorang membersihkan dirinya sendiri dari hal-hal ini, dia akan menjadi sebuah bejana yang berharga karena disucikan, dan berguna bagi majikannya untuk setiap pekerjaan yang baik yang telah dipersiapkan.

Seorg hamba tentu memiliki seorg tuan atau majikannya, melakukan apa yg disuruh oleh tuannya dan berusaha untuk menyenangkan hati tuannya.

Tapi apakah semua org yg melayani Tuhan itu pantas disebut sbg hamba Tuhan? Walau dlm praktek kesehariannya, hamba Tuhan itu identik dgn org yg disebut pendeta, tapi pd makna sebenarnya, org yg melayani Tuhan hakekatnya adalah hamba Tuhan. Seorang pembantu di sebuah rumah barulah sah jika tuannya atau majikannya memperkerjakan dia di rumah itu serta diakui bhw dia adalah pembantu dr pemilik rumah tersebut. Dalam ayat di atas, hidup kita diumpamakan spt 1 bejana yg akan dipakai utk suatu keperluan oleh majikannya. Bejana itu berharga karena disucikan, artinya dibersihkan dan mendapat perawatan yg baik. Ini mengingatkan bahwa ketika kita masuk dlm sebuah pelayanan, itu bukan berarti kita sudah lebih hebat & kudus drpd org lain, karena proses penyucian terus berlanjut bahkan ketika kita sdg melakukan tugas pelayanan kita. Pemurnian akan terus berlangsung dilakukan Tuhan hingga akhir hidup setiap kita.

Penyelewengan saat seseorg melaksanakan tugas pelayanannya seringkali terjadi, knpa hal ini bs terjd? Jwbannya sederhana: Tuhan itu bagi dia apakah masih sebagai majikan atau tidak? Kalau uang jadi majikannya, dia pasti melayani dgn motivasi mengumpulkan uang dr pelayanannya, bukan lagi mengabdi pd Tuhan. Menjd terkenal, memiliki otoritas yg lebih besar, membuat seseorg rela untuk melakukan cara apa saja utk meraihnya dan tdk mempedulikan rasa takut akan Tuhan yg sudah hampir punah dlm hatinya. Itulah yg membuat seseorg jatuh dlm pelayanannya, dibongkar kasusnya oleh Tuhan supaya dia mau bertobat dan kembali melayani dengan motivasi yg benar. Jadi apakah Tuhan masih menjd tuan atau majikan bagi kita, itulah yg menentukan apakah kita melayani Tuhan yg hidup ataukah kita sdg melayani diri sendiri dan mengambil keuntungan dr pelayanan yg kita lakukan.

Jgn hari kita bergeser karena uang, otoritas dan kenikmatan duniawi, jadilah seorg yang melayani Tuhan dgn motivasi yg benar, satu saat kita hrs mempertanggung jawabkannya langsung di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tergantung Siapa Majikannya

Kapan Mulainya?

DI 10052024

Pengkhotbah 11:4
Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.

Angin dan awan, sesuatu yg bs diprediksi dg tepat sesuai dgn pengamatan yg dilakukan sekian waktu lamanya, tapi bukankah cuaca dpt berubah sewaktu-waktu?

Org yg memperhatikan cuaca sekian lama, bisa mengenali kapan musim akan berganti dan tentunya ini sangat menolong. Nelayan jg biasanya punya pengetahuan ttg arah dari angin sehingga mereka dpt memperkirakan waktu yg tepat utk melaut atau kembali lagi ke darat. Pengetahuan memang penting dan sangat membantu, tapi tetap ada sesuatu yg perlu kita waspadai yaitu perubahan. Ketika ingin memulai sesuatu, hrs pd saat yg tepat, hrs pd ‘musimnya’, dan ini spt kita sedang dg serius mempelajari arah angin sbg tanda ttg pergantian musim sehingga kita bisa untuk mulai ‘menabur benih’. Mau menginvestasi uang kita, itupun perlu penelitian yg dalam, apakah sekarang adalah waktu yg tepat atau hrs menunggu dulu. Kadang bagi sebagian org, ingin punya anakpun hrs menunggu saat di mana persiapan finansialnya sudah cukup baik. Tapi terlalu perhitungan akibatnya kita bisa kehilangan momentum dr Tuhan.

Waktu Tuhan tdk terpengaruh oleh musim yg dihadapi oleh manusia, karna bagi Tuhan itu tdk ada yg mustahil. Kpn waktunya kita utk mulai ‘menabur’ atau bergerak, terkadang itu diatur Tuhan di waktu yg berlawanan dengan pengamatan kita. Peristiwa Petrus menjala bnyk ikan karna mengikuti perintah Yesus yg berlawanan dgn pengalamannya bs menjadi satu gambaran utk menjelaskan ttg bgmna Tuhan bekerja sesuai cara dan waktu-Nya yg di luar logika (Lukas 5:1-11). Jadi kpn waktu yg tepat utk kita memulai sesuatu? Kira hrs juga bertanya pd Tuhan, bisa saja sama dgn perkiraan pengalaman kita atau justru amat berbeda, yg pastinya kita hrs taat karena Dia tahu apa yg akan terjadi, apa yg ada di dpn kita. Demikian jg utk mengakhiri sesuatu, yg hrs diperhatikan adalah waktu Tuhan. Bnyk kesaksian ketika seseorg mengakhiri suatu kerjasama dgn pebisnis lain, dia terhindar dr kebangkrutan, karena Dia taat pd suara dari Tuhan.

Memulai dan mengakhiri, jgn bersandar pd pengalaman semata, pengetahuan memang perlu, namun kuasa Tuhan jauh melampaui semuanya, bersandarkan pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kapan Mulainya?

Membangun Koneksi

DI 08052024

Pengkhotbah 11:2
Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi.

Memberi bukan saja soal tabur tuai, tapi jg mengenai membangun koneksi dgn banyak pihak, saat masalah datang, pertolongan yg datang kemungkinan dr salah seorg koneksi kita.

Jangan pelit, jangan serakah, itu nasehat yg sering kita dengar, jadilah murah hati, jangan takut berbagi dgn org lain, karena suatu saat kebaikan yg kita lakukan akan kembali pada kita. Ada benarnya nasehat itu dan dari ayat yg kita baca, pemberian kita pd org lain bisa saja mereka ingat dan mereka membalas di saat kita susah, mereka datang memberikan pertolongan. Membangun sebuah koneksi itu penting, walau belum dirasakan manfaat dr koneksi itu sekarang, tp di masa depan ini akan jelas terlihat. Kita mungkin pernah juga mengalami, di saat kita susah, ada org yang datang menolong, dia bercerita bhw dahulu ayah kita menolong dia hingga bisa bebas dr permasalahan yang dialami, ketika ayah kita sudah tiada dan dia tahu kita sedang susah, dia dtg menolong utk membalas budi. Itulah sebabnya kita sbg org Kristen perlu banyak punya koneksi dr berbagai profesi, jangan sungkan berbuat bagi dan berbagi dgn org lain.

Kita hati-hati ini mgkin berkelimpahan, tidak kekurangan apa-apa, tapi kita tdk tahu pasti apa yg akan terjd di depan, keadaan bisa dg cepat berubah, dan siapa yg peduli? Ayat di atas mengajar supaya kita membangun satu koneksi yang luas, digambarkan dgn 7 atau 8 org, artinya tdk selalu orang yg dengannya kita berbagi pasti mengingat kebaikan yang pernah kita berikan. Mungkin hanya 1 atau 2 org dari 8 org itu yg peduli dgn keadaan yg sedang kita alami, itu sangat membantu kita utk tetap kuat melewati situasi sulit. Jd jgn kecewa kalau kita berbagi dgn org lain tapi org itu pura-pura tdk tahu keadaan sulit yang kita alami, itulah sifat manusia, kadang tidak ingin menolong dgn alasan tdk mau terlibat dgn kesulitan, tdk ingin direpotkan, ingin yg enak-enak saja. Yg sering terjadi adalah kita menemukan sedikit saja org yg tahu bgmna caranya balas budi, tdk melupakan kebaikan org lain.

Teruslah membangun koneksi yg positif dgn banyak pihak, suatu saat mgkin merekalah yg datang menolong di saat menghadapi yg tdk dapat kita atasi dgn kemampuan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Membangun Koneksi