Memilih Mengasihi Tuhan

DI 05032024

Mazmur 91:14 KJV
Because he hath set his love upon me, therefore will I deliver him: I will set him on high, because he hath known my name

Karena dia telah menempatkan kasihnya padaku, karena itu Aku akan membebaskan dia, Aku akan meninggikan dia, karena dia telah mengenal nama-Ku

Dlm hidup tiap org, idealnya hanya 1 Tuhan yg dipilih utk disembah, kalau menyembah banyak tuhan, maka pasti kasih pd tuhannya tdk akan penuh karena hrs berbagi kasih dgn semua tuhan yg dia pilih.

Yg jadi standar Tuhan supaya bs menikmati semua yang Dia janjikan dlm Mazmur 91 ini adalah bhw org itu dgn kesadarannya telah memilih utk mengasihi Tuhan dgn sepenuh hati. Hal ini bs jg kita lihat dlm salah satu dr 10 perintah Tuhan: jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku (Keluaran 20:3). Di dalam bagian Alkitab yg lain, kita temukan jg ayat berikut: “Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena TUHAN, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu.” (Keluaran 34:14). Jadi kita bisa memahami mengapa dlm Mazmur 91 ini Tuhan meletakkan standar tinggi dlm hal mengasihi Dia: hanya Tuhan yg dikasihi, tidak ada yg lain. Ingat bhw semua janji dlm Mazmur 91 ini bukan bersifat gratis, tapi ada syarat yg hrs dipenuhi, ada yg kita hrs penuhi sbg syarat yg Tuhan tuntut dr kita. Kasihi Dia maka kita akan dibebaskan, diselamatkan dr semua yg buruk di sekitar kita.

Kemudian syarat berikutnya yaitu mengenal nama-Nya. Tahu dan mengenal itu berbeda, mengenal itu perlu ada satu hubungan dan komunikasi yg berlanjut trs menerus. Knpa perlu mengenal nama Tuhan? Hal ini mgkin bs dipahami sbg kita paham benar pengaruh apa yang ditimbulkan ketika nama Tuhan dg penuh iman digunakan. Contohnya, saat kita mengurus sesuatu, biasanya hrs mengikuti semua prosedur dan cukup memakan waktu yg lama, tp ketika kita menyebut satu nama yg punya otoritas di sebuah instansi, proses jadi lebih cepat dan dapat prioritas. Ada juga satu nama yg ditakuti, ketika disebutkan dpt berdampak membuat org ketakutan. Yg bisa kita banggakan ttg nama Tuhan Yesus ialah dlm ayat ini: “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”
(Kisah Para Rasul 4:12).

Memilih utk mengasihi Tuhan dan mengenal nama-Nya, itulah yg hrs kita kerjakan supaya kita bs menikmati semua janji Tuhan yg ada dalam Mazmur 91.

Posted in Renungan | Comments Off on Memilih Mengasihi Tuhan

Tempat Rahasia Tuhan

DI 04032024

Mazmur 91:1 KJV
He that dwelleth in the secret place of the most High shall abide under the shadow of the Almighty.

Dia yang tinggal di dalam tempat rahasianya Yang Mahatinggi, akan berdiam di bawah bayangan Yang Mahakuasa

Kita hrs paham bhw janji Tuhan itu ada yang sifatnya gratis, kita tak perlu lakukan apapun tp ada janji Tuhan yg bersyarat, kita lakukan yg hrs kita lakukan, nanti janji Tuhan itu kita akan terima.

Jadi kalau kita ingin menikmati semua yang Tuhan janjikan dlm ayat ini, maka ada ‘harga’ yg hrs kita ‘bayar’, sifatnya tdk gratis dan bs langsung dinikmati. Mazmur ini dibuka dgn syarat: tinggal di dalam tempat rahasia milik Yang Mahatinggi. Suatu tempat rahasia yang Tuhan punya, tentu tdk mudah ditemukan dg cara spt kita mencari benda yg terlihat mata. Tuhan saja tdk kelihatan, demikian jg tempat rahasia-Nya, berarti ini ada dlm suatu lokasi yg bukan di dunia ini, bs kita sebut ini ada di ‘dimensi’ di mana Tuhan ada. Yang diketahui secara umum adalah Tuhan ada dlm hadirat Tuhan. Memang bbrpa org dipilih Tuhan utk melihat bbrpa tempat dlm dunia roh, tetapi yg bs dimengerti org banyak adakah hadirat Tuhan adalah tempat di nana Tuhan ada. Jd dlm hadirat Tuhan, ada tempat rahasia yang tdk semua org bs dan boleh memasukinya. Tak heran jika janji-janji Tuhan dlm ayat ini bgtu luar biasa, karena ‘harga’ yg hrs dibayar jg tdklah ‘murah’.

Mencari Tuhan dan wajah-Nya, ini 2 hal yang seringkali disamakan, tetapi sebenarnya hal ini berbeda. Contoh, kita ingin menemui si A, maka kita cari dia ke rumahnya, setelah kita sampai, memang dia ada di rumah, tetapi si A tdk mau menemui kita, alasannya dia blm bs memaafkan kita. Kita berhasil mencari si A, tetapi gagal melihat wajahnya. Ketika dlm suatu suasana di mana kita tahu hadirat-Nya ada, org-org di sekitar kita bereaksi berbeda, ada yg ‘melihat’ Tuhan, ada yg bingung dgn apa yg sdg terjadi, ada jg yg khusuk, dsbnya. Maka jgn heran ketika dlm keseharian hidup, ada org-org yg diluputkan Tuhan sesuai dgn apa yg Tuhan janjikan, tetapi ada yang harus mengalami hal yg buruk, itu karena tdk bisa memenuhi apa yg Tuhan mau kita kerjakan supaya mengalami perlindungan Tuhan. Apa yg ada dlm ayat-ayat Alkitab, jgn dipandang spt ‘mantera’, dibaca lalu terjadi begitu saja. Jgn sesat pemahaman kita.

Sudahkah kita tinggal di tempat rahasia-Nya Tuhan? Jgn sekedar merasakan hadirat-Nya saja, carilah Tuhan dan wajah-Nya segenap hati dan alami janji-janji Tuhan dlm hidup ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Tempat Rahasia Tuhan

Jangan Hanya Yang Pahit Saja

DI 02032024

Mazmur 90:15
Buatlah kami bersukacita seimbang dengan hari-hari Engkau menindas kami, seimbang dengan tahun-tahun kami mengalami celaka.

Dalam hidup ini ada suka duka, tawa dan air mata, bahagia dan penderitaan, semua rasa ini bergantung pd apa yg kita alami, dan kita semua pasti setuju ingin yg baik lebih sering kita alami drpd yg tidak baik.

Penulis mazmur ini menyadari hal itu, telah melewati masa-masa kesukaran dan waktu di mana kebahagiaan itu dirasakan. Jumlah kebahagiaan biarlah sepadan, seimbang dgn jumlah kesukaran yg dialami, ini akan sangat berpengaruh pd semangat hidup. Alasan yg mendasari knpa ada org yg bunuh diri karna melihat tdk ada lagi kebahagiaan, harapan & semua yg baik lainnya, yg dirasakan adalah keputus asaan, kebencian, kekecewaan, dan semua yang negatif serta buruk. Bersukacita memang hrs ada alasannya, pada umumnya karna berlimpahnya kebahagiaan meskipun ada waktunya terasa berat, menderita, sakit, dsbnya. Semua yg kurang baik memang bisa Tuhan pakai untuk memproses kedewasaan rohani dan karakter kita, seperti yg Ayub sdh alami. Penderitaan yg teramat berat diakhiri dgn pemulihan yg 2x lipat dari keadaan awal sblum ujian hidupnya terjd. inilah yg menjadi harapan penulis mazmur ini.

Bisakah bersukacita dlm penderitaan? Tentu saja hal ini bergantung pd iman dan bgmna cara pandangnya ketika mengalaminya, ada yg tetap bisa tertawa saat menderita, ada yg cuma bs menangis dan meratap, semuanya bergantung pd pribadi masing-masing. Tapi jgn berpura-pura bersukacita di depan orang lain demi menjaga image kerohanian, hal ini biasanya dilakukan supaya org lain melihat kita sbg pribadi yg kuat, tahan banting, rela menderita, dsbnya, pdhal di dalam hati, rasa kecewa dan putus asa begitu menguasai. Ini biasanya terjd pd mereka yg adalah ‘leaders’ atau para pemimpin. Tdk ada salahnya jika kita menaikkan permintaan yg sama dengan penulis mazmur dlm ayat ini, biarlah punya keseimbangan, kesepadanan antara bahagia dan penderitaan, supaya iman kita tetap bisa kuat bertahan dlm menjalani hidup ini, tidak tergerus dan dilumpuhkan oleh penderitaan yg sangat menekan.

Kebahagiaan itu tdk semuanya datang bgtu saja, ada yg hrs kita ciptakan di tengah saat penderitaan, masalah, dan tekanan hidup yg menghampiri hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Hanya Yang Pahit Saja

Menjalani Kehidupan

DI 01032024

Mazmur 90:10, 12
Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Semakin bertambah umur, kita akan melihat ada org-org yg lebih dahulu meninggal dgn usia yg sama dgn kita atau bahkan di bawah usia kita, apa yg kita rasakan?

Sehat bkn berarti kematiannya masih lama, cukup nafasnya berhenti, sesehat apapun maka akan meninggal jg. Ada jg meninggal karena musibah, penyakit, atau tindakan yg sifatnya kriminal yg dilakukan org lain. Jadi ini yg kita pahami bhw kesehatan bukanlah jaminan seseorg bs berumur panjang hidup di dunia ini. Kesehatan hanyalah salah satu faktor pendukung berumur panjang. Dalam ayat yg kita baca, umur rata-rata penduduk dunia saat itu yg disebutkan adalah antara 70-80 tahun. Tentu saja pasti ada yg hidup di dunia dgn umur di bawahnya, atau justru ada di atasnya. Hidup ini oleh penulis Mazmur ini digambarkan spt sesuatu yang berlalunya itu buru-buru dan kemudian hilang lenyap, kalau demikian, tahun-tahun hidup kita di dunia ini hrs dimaknai dgn benar, supaya saatnya tiba bagi kita menghadap Tuhan, tidak ada rasa penyesalan karena tidak hidup dengan benar dan bertanggung jawab.

Menghitung hari, berarti perhatikanlah setiap hari yg kita hidupi. Sesuatu yg dihitung tentu saja ada hasil yg ingin didapat. Dihitung juga punya pengertian supaya kita tahu ada yang kurang atau ada yg lebih, harus pas jumlah spt seharusnya. Apa yg kurang dalam hidup kita? Kurang sabar? Kurang tekun? Perbaiki semuanya selama kita masih hidup. Ataukah ada yg berlebihan dlm hidup kita? Misalnya nafsu makan yang berlebihan, sifat serakah, dsbnya. Atasi semuanya itu sebelum hidup kita ada dlm bahaya dan menuju kebinasaan kekal. Jadi hidup kita itu harus ‘pas’, supaya kita sehat jasmani, jiwani dan rohani, punya keseimbangan dlm hidup yg dapat memberi kita rasa bahagia dan ketenteraman. Tubuh yg sehat akan melancarkan aktifitas harian kita, jiwa yg sehat membuat kita mampu utk mengendalikan diri kita dengan baik, rohani yg sehat membuat hubungan kita dg Tuhan itu intim dan penuh dgn berkat Tuhan.

Apa yg lebih atau kurang dlm hidup kita? Ini harus ditangani dgn baik, supaya berapapun umur yg Tuhan jatahkan pd kita, tidak timbul penyesalan setelah kita kembali menghadap Sang Pencipta.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjalani Kehidupan

Supaya Dilihat Orang

DI 29022024

Matius 23:5
Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;

Disanjung, dihormati, disegani dan dikagumi, ini sangat menyenangkan hati & telinga yang siapapun pasti menyukainya, tapi kalau nanti kecanduan, akan membuat kita jadi orang yg munafik.

Yesus mengecam para ahli Taurat yg zaman itu hidup dlm kemunafikan, mereka pengajar yg baik tp tdk berkualitas dlm hal melakukan apa yg mereka ajarkan. Semua dilakukan utk dilihat banyak org, dikagumi sbg kaum yang rohaninya tinggi, sangat menghormati Tuhan dan patut menjd teladan yg baik. Tapi Tuhan tahu isi hati mereka, bahkan Yesus dgn amat tegas pernah menggambarkan mrka seperti kuburan yg luarnya bagus, tetapi dalamnya penuh dgn tulang belulang (Matius 23:27). Inilah bahaya yg patut kita waspadai, siapa saja bs terkena hal ini, org yang menggeluti bidang kerohanian, yg terlihat sangat rohani layaknya malaikat, yg selalu mengucapkan nama Tuhan kalau berbicara, yg berkhotbah dgn sangat bagus, dsbnya, golongan inilah yg rentan utk menjd spt ahli Taurat, sangat menguasai teori Alkitab, tp hidupnya justru bertentangan dgn Alkitab. Yg terlihat seperti malaikat ternyata iblis di dalamnya.

Pujian dan sanjungan dr manusia itu sangat mudah berubah menjadi sebuah kebencian. Dulu dikagumi, sekarang dihujat, dulu sangat disanjung, skrg ditinggalkan dan dilupakan. Jgn melakukan hidup kerohanian kita hanya utk dilihat banyak org, demi pencitraan dan motivasi terselubung lainnya. Manusia bisa kita kelabui, tapi Tuhan tidak, Dia tahu persis isi hati dan pikiran kita. Itulah mengapa ada perintah utk jangan menyebut nama Tuhan dgn sembarangan, ini bukan hanya dlm hal bersumpah, tp jgn menggunakan nama-Nya demi membuat org percaya pd kebohongan yg kita ucapkan. Memang satu cara yg bisa membuat org lain percaya adalah dgn kita memakai nama Tuhan sbg dasarnya: ini dari Tuhan, saya dapat dr Tuhan, ini firman Tuhan dan lain sebagainya. Kita jgn seperti itu, satu saat semua dari kita akan mempertanggung jawabkan perbuatan kita di hadapan Tuhan, ada upah dan ada hukuman utk setiap yang telah kita perbuat.

Hidup kerohanian kita itu utk menyenangkan hati Tuhan, utk menaikkan level kualitas dari karakter kita, jgn sengaja dipamerkan untuk dipuji dan disanjung manusia.

Posted in Renungan | Comments Off on Supaya Dilihat Orang

Tidak Membahagiakan Anak

DI 28022024

Kejadian 31:14-15 ILT3
Lalu Rahel dan Lea menjawab dan berkata kepadanya, “Apakah masih ada bagi kami bagian atau warisan dalam rumah ayah kami?
Bukankah kami telah dianggap orang asing baginya karena dia telah menjual kami dan dia juga benar-benar telah melahap uang kami habis-habisan?

Yakub memutuskan utk kembali ke tempat asalnya dan niatnya ini diberitahukan pada kedua istrinya, dan apa yg dikatakan kedua istrinya ini sangat mengejutkan.

Apa yg Laban lakukan pd kedua putrinya? Dr ayat yg kita baca, Lea dan Rahel merasakan bhw mereka itu spt barang yg dijual demi bs mendapatkan keuntungan. Laban itu paman dari Yakub, kisah pernikahan kedua putrinya diwarnai aroma ‘jual beli’ yg menguntungkan pihak Laban tentunya: “Selama dua puluh tahun ini aku di rumahmu; aku telah bekerja padamu empat belas tahun lamanya untuk mendapat kedua anakmu dan enam tahun untuk mendapat ternakmu, dan engkau telah sepuluh kali mengubah upahku.” (Kejadian 31:41). Lea dan Rahel merasa bhw sbg anak perempuan, mereka dimanfaatkan dan juga diperas keuangan mereka oleh ayah mereka. Memang zaman itu anak perempuan tdklah sederajat dgn anak laki-laki, termasuk jg dlm hal warisan yg diterima, bahkan mereka dlm ayat di atas berkata bhw mrka diperlakukan spt org asing, bahkan uang mereka pribadi jg ‘dilahap’ oleh ayah mereka.

Budaya dan peradaban manusia saat ini sdh jauh berbeda dgn zaman dulu, walaupun ada jg bbrpa hal dlm suatu budaya yg masih dgn tegas diberlakukan. Budaya modern dengan rasa kemanusiaan menyamakan kedudukan anak perempuan dgn anak laki-laki. Yg harus kita renungkan adalah: apakah anak-anak yg Tuhan percayakan pd kita, merasa bhw mrka diperlakukan sepantasnya sbg seorang anak dan merasa bahagia? Atau mereka merasa bhw dimanipulasi demi kepentingan orgtua yg ambisius? Bakat dan talenta anak dengan sengaja diumbar demi mendapatkan banyak uang, memaksa anak trs ‘bekerja’ sehingga sang anak tidak bahagia dlm hidupnya. Yang Laban lakukan pd kedua putrinya janganlah terjd dlm hidup anak-anak kita, anak adalah pemberian Tuhan yg paling berharga dalam sebuah keluarga, anak tidak boleh dijadikan aset jual beli, jgn buat mereka merasa menjd org asing dlm rumah sendiri.

Kebencian terhadap orgtua muncul ketika si anak diperlakukan tdk manusiawi, dan tanpa sadar banyak orgtua yg egois dan menuntut anaknya untuk membalas budi dgn memberi keuntungan materi pd orgtuanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Membahagiakan Anak

Bernubuat Untuk Diri Sendiri

DI 27022024

Kejadian 30:24 KJV
And she called his name Joseph; and said, The LORD shall add to me another son.

Dan dia menamakannya Yusuf, dan berkata: TUHAN akan menambahkan padaku anak laki-laki yang lain.

Perkataan Rahel dlm ayat ini terjd saat Yusuf baru dia lahirkan, dan ini benar-benar terjadi bhw kemudian dia melahirkan anak laki-laki berikutnya yaitu Benyamin, walau setelah itu dia meninggal.

Rahel bukanlah seorg nabiah, zaman itu blm dikenal adanya nabi atau pelihat, tetapi kita melihat bhw apa yg diucapkan Rahel tentang apa yg akan terjd di masa depannya, terjadi dgn akurat. Dalam ayat di atas tidak dipakai kata ‘sons’ yg merupakan bentuk jamak dari ‘son’, artinya memang hanya 1 anak laki-laki saja. Biasanya kalau org di posisi Rahel, dia mungkin menginginkan banyak anak, karena rahim sudah Tuhan buka, ya sekalian punya banyak anak, zaman itu tidak masalah kalau sebuah keluarga memiliki bnyk anak. Tetapi mengapa Rahel berkata bhw Tuhan memberi hanya 1 anak laki-laki lagi? Ini satu hal yang jadi misteri, apakah Rahel pernah didatangi Tuhan dan dia diberitahu hanya akan punya 2 anak laki-laki? Logikanya, walaupun nanti mengandung lagi, ada kemungkinan yg akan lahir justru anak perempuan. Tetapi yg Rahel perkatakan ttg apa yg nanti akan terjadi pd dirinya itu akurat, tdk meleset!

Orgtua kita sering mengajarkan untuk kalau bicara ttg diri sendiri, bicara yg positif, karna itu bs betul-betul terjadi atas diri kita. Kalau menabur perkataan positif, nanti menuai hal yg positif juga. Tapi pemikiran spt ini jangan dimaknai bahwa semua yg kita ucapkan ttg diri kita nantinya pasti terjd. Yg hrs kita ingat adalah kalau yg kita ucapkan itu tidak sesuai dgn rencana dan kehendak Tuhan atas hidup setiap kita, maka itu tdk akan terjd. Itu hanya menjd sebuah kata harapan ttg masa depan yg baik, tetapi belum tentu terjd sesuai dgn yg kita harapkan. Sesuai dgn aturan dlm hal nubuatan, sebuah nubuatan haruslah berisi ttg pesan Tuhan utk masa depan. Isinya ttg pesan Tuhan, berarti sebuah nubuatan yang diucapkan haruslah berdasar atas dorongan dan perintah Tuhan. Bernubuat pd diri sndri jg hrs didasari oleh dorongan Tuhan ketika kita mengucapkan sebuah perkataan, bukan didorong oleh niatan coba-coba siapa tahu nanti terjadi!

Tidak salah utk mengikuti nasehat yang baik seperti mengucapkan semua yg baik pd diri kita, berhati-hatilah ketika kita mengucapkan itu dgn berkata bhw itu dari Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bernubuat Untuk Diri Sendiri

Tuhan Ingat

DI 26022024

Kejadian 30:22
Lalu ingatlah Allah akan Rahel; Allah mendengarkan permohonannya serta membuka kandungannya.

Pastinya sejak menikah dgn Yakub, Rahel ini sdh berdoa pd Tuhan agar diberikan anak dr hasil pernikahannya, tp setelah sekian waktu berjalan, anak yg didoakan ini tidak kunjung hadir jg dlm keluarga mereka?

Rahel mandul? Mgkin ini ada dlm pikirannya dan terus membuat dia berdoa pd Tuhan. Ini belum lagi mgkin cibiran org lain yg melihat bhw Rahel tak kunjung hamil juga. Masihkah ada kemungkinan aku mengandung? Mgkin ini sudah ketetapan Tuhan, meskipun aku ini lebih cantik dr Lea, kakakku, tp tidak mampu memberikan anak utk suamiku. Ini suasana hati yg dialami Rahel, dr sudut pandang org pd umumnya, perempuan di zaman itu yang mandul berarti ada kutuk dlm hidupnya. Tapi bgmna dr sudut pandang Tuhan? Cukup bisa membuat kita heran, kenapa dlm ayat ini kita membaca bhw baru saat itu Tuhan ingat pd Rahel? Tuhan tidak mgkin lupa, kan? Apakah urusan rahim Rahel itu tdk penting? Ini hal yg sulit utk dipahami karena kita tak mgkin bisa memahami pikiran Tuhan. Tapi yg pasti ialah ada tujuan Tuhan, mengapa baru saat itu Dia membuka rahim Rahel dan membuat dia bs mengandung dan melahirkan anaknya.

Kadang kita ini terlena dgn khotbah-khotbah yg terlalu lebay karena ‘kemanisan’: “Kita ini sangat dikasihi Tuhan, apa yg kita minta dlm doa pasti Tuhan dengar dan kabulkan, imani saja dan semua pasti jadi.” Seperti tahu apa yang ada dlm pikiran Tuhan, atau cuma ingin dikagumi jemaat saja? Tanpa sadar jemaat menjd terlalu percaya diri dikasihi Tuhan, ini lho saya, anak yg dikasihi Tuhan, intim dgn Tuhan, rajin berdoa, rajin ibadah, melayani jg di gereja, jabatan saya tinggi lho, dsbnya. Jd saya percaya deh, semua doa saya didengar dan dikabulkan, imani saja hehehe. Bisakah Tuhan kita atur? Sekalipun seseorg dikasihi Tuhan, tp kalau dia menutup sesuatu dalam hidupnya, tdk ada doa puasa atau tindakan profetik apapun yg sanggup membukanya. Tuhan tdk lupa pd Rahel, tp Dia bertindak dg tepat waktu sesuai rencana-Nya. Dia ingat bhw saat itulah Dia hrs melakukannya pada Rahel, maka doa Rahel didengar dan Tuhan membuatnya hamil dan melahirkan anak.

Ada yg sedang kita tunggu dr Tuhan? Sadar bhw Dia bergerak pd waktu-Nya yg tepat, yg hrs kita lakukan adalah siapkan diri utk dgn iman menerima apa yg kita telah doakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Ingat

Kenapa Pakai Kiasan?

DI 24022024

Matius 8:19-22
Lalu datanglah seorang ahli Taurat dan berkata kepada-Nya: “Guru, aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.”
Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.”
Seorang lain, yaitu salah seorang murid-Nya, berkata kepada-Nya: “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan ayahku.”
Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Ikutlah Aku dan biarlah orang-orang mati menguburkan orang-orang mati mereka.”

Jawaban Yesus terhadap 2 pernyataan dari ahli Taurat dan salah seorg murid-Nya, agak sulit dipahami karena memakai kiasan yang ada artinya, namun perlu kecerdasan utk bs memahaminya.

Anak Manusia tidak mempunyai tempat utk meletakkan kepala-Nya, ini bisa saja ditafsir beragam oleh yg membaca ayat ini. Kapan seseorg meletakkan kepalanya? Biasanya di saat seseorg akan tidur. Mengikut Yesus itu berarti meninggalkan semuanya, termasuk kenyamanan di kamar tidur. Rombongan itu pergi dr satu tempat ke tempat lain, tdk pny tempat tinggal tetap, sehingga kenyamanan utk tidur pasti menjd sesuatu yg jarang bisa didapat, kalau kebetulan ada yg mau mereka menginap di rumahnya, ini hal yg baik, tetapi kalau hrs melewati wilayah yg jauh, tentu ini bukan suatu kenyamanan. Ini suatu hal yang ingin Yesus gambarkan pd si ahli Taurat yg ingin mengikuti ke manapun Yesus pergi. Yg Yesus inginkan adalah paham kalau ikut Dia itu akan mengalami bbrpa situasi yg kurang nyaman dan hrs bersiap utk itu jika itu terjadi nantinya. Kadang tdk perlu ditafsir berlebih, justru nanti lari dr konteks peristiwanya.

Org-org mati menguburkan org-org mati, ini sesuatu kiasan yg sulit dipahami. Org mati kan tdk bs berbuat apa-apa lagi, lalu kenapa Yesus menggunakan kiasan ini? Mgkin yang Dia maksud adalah biarlah urusan kematian itu jgn menghambat si murid Tuhan ini untuk akhirnya membatalkan niatnya utk tetap jadi murid Yesus. Kalau si murid ini pulang, pasti ada anggota keluarganya yg membujuk spya lebih mengutamakan budaya drpd mengikuti perjalanan seorg nabi baru, hidup di tengah keluarga lebih terjamin drpd mengikuti seorg nabi baru yg belum jelas bisa membuatnya sejahtera atau tidak. Pakai logika dong, apa bs makan enak tiap hari kalau jadi muridnya Yesus? Jgn ikuti emosi sesaat, pikir panjang dan berbagai alasan lainnya. Kalau berbalik atau melihat ke belakang, keraguan itu dapat muncul dan menggoyahkan iman dan tekad kita setia mengikut Yesus. Ini yg Yesus coba ingatkan pd salah seorg murid-Nya.

Bgmna dg kita? Tetap setia mengikut Yesus? Atau berniat mundur karna merasa dulu jauh lebih baik drpd sekarang? Ingat janji Tuhan, ada kemuliaan Tuhan yg telah menanti kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Kenapa Pakai Kiasan?

Mewarisi Kehidupan Kekal

DI 23022024

Matius 19:29 ILT3
Dan setiap orang yang sudah meninggalkan rumah, atau saudara laki-laki, atau saudara perempuan, atau ayah, atau ibu, atau istri, atau anak, atau ladang, demi Nama-Ku, ia akan menerima seratus kali lipat dan akan mewarisi hidup kekal.

Apa syarat bagi seseorg bisa mewarisi yang dimiliki orgtua? Tentu saja dia haruslah anak kandung dr si orgtua itu, atau kalau si orgtua tdk memiliki keturunan, yg bs mewarisi ialah org yg dipilih dan hrs scra hukum namanya tercatat sbg ahli waris.

Lalu mengapa Yesus mengajar bahwa hidup kekal itu sesuatu yg diwariskan? Berarti org yg ingin hidup kekal itu hrs punya hubungan yg erat dgn Tuhan dan memenuhi kriteria yg ditentukan oleh Tuhan sendiri. Di sinilah kita ini hrs belajar memahami status kita di mata Tuhan, bgmna bs nantinya kita mewarisi apa yg Tuhan ingin kita terima. Pertama: kita ini adalah anak-anak Tuhan melalui jalur adopsi yg bs kita lihat dr ayat: “dengan menentukan kita sebelumnya sebagai anak adopsi bagi-Nya melalui YESHUA HaMashiakh, sesuai dengan perkenan kehendak-Nya (Efesus 1:5 ILT3). Jadi kita ini disatukan dlm sebuah keluarga Tuhan, ini jg terlihat dr ayat berikut: Karena itu apabila beberapa cabang telah dipatahkan dan kamu sebagai tunas liar telah dicangkokkan di antaranya dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah (Roma 11:17). Kita ini sebelumnya ‘orang luar’, tetapi oleh darah Yesus, kita ditebus dan menjd anak Tuhan.

Karena kita ini anak-anak Tuhan, kita berhak mewarisi apa yg Tuhan punya. Tetapi Yesus punya kriteria tersendiri dari ayat yg di atas: hrs meninggalkan semuanya. Ini yg sangat sulit dipahami pd zaman skrg. Jika di zaman itu, pengertiannya jelas, utk mengikuti Yesus pastilah konsekuensinya akan meninggalkan keluarga dan usaha (bisnis), butuh pemikiran matang utk melakukannya. Tp di zaman skrg ini, bgmna kita melakukannya? Apakah kita harus meninggalkan keluarga dan tinggal di gereja melayani Tuhan? Bukan begitu! Ini yg saya pahami: ikut Yesus berarti melibatkan diri dgn apa yg jadi ‘urusan’ Yesus, urusan yg awalnya kita geluti, hrs belajar kita lepas pd keluarga dan org yg kita percayai supaya dg sepenuh hati, jiwa dan kekuatan, kita mampu mengasihi Tuhan dan sesama. Ini berarti jg, kita tetap hrs memenuhi kebutuhan keluarga kita, spt saat Yesus menyembuhkan sakit dr ibu mertua Petrus (Matius 8:14-15).

Bgmna status kita saat ini di mata Tuhan? Hrs tetap menjadi anak-anak Tuhan supaya kita nantinya punya hak penuh mewarisi apa yg sdh Tuhan sediakan utk kita: hidup kekal.

Posted in Renungan | Comments Off on Mewarisi Kehidupan Kekal