Pertentangan Prinsip Hidup

DI 16112023

Matius 13:44-46
“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

Prinsip hidup yg Yesus ajarkan memang tdk selalu bs dipahami dgn logika yg kita punya, dlm 2 perumpamaan di atas, mari kita coba untuk memahaminya dgn tepat.

Berapakah harga sebuah ladang? Walaupun di dalamnya ada harta yg terpendam, tetapi harga ladang itu tentu tidaklah mahal karena tdk semua org tahu ada harta terpendam di dlm tanah ladang itu. Org yang punya ladang itupun kalau tahu ada harta terpendam, pasti dia tdk akan menjualnya. Mari gunakan satu logika: bila seluruh miliknya dijual utk dapat membeli ladang itu, apakah dia seorg yang kaya raya? Logika akan menjawabnya: orang ini tdk kaya, tp nanti setelah membeli ladang itu, dia akan jadi sangat kaya! Begitu jg dgn org yg menjual seluruh miliknya utk membeli sebuah mutiara yg berharga, dia pedagang & pasti tujuannya membeli mutiara itu utk bisa dia buat mutiara itu jd indah sehingga harga jualnya bisa berkali lipat. 2 orang ini menjual semua miliknya demi membeli sesuatu yang ke depannya akan membuat dia punya harta yang jauh lebih banyak jumlahnya. Prinsip ini yg seringkali berbeda dgn prinsip hidup org kebanyakan di dunia ini.

2 org ini punya nyali besar dlm hidupnya, dg sangat berani mengambil keputusan yg bisa disebut hanya bermodal ‘nekad’ pdhal mrka sudah memperhitungkan semuanya dg baik. Kembali pd konteksnya, 2 perumpamaan ini ttg hal kerajaan surga, sesuatu yg tdk terlihat oleh mata jasmani, tapi nyata dan setiap org akan mengalaminya: setelah mati, surga kah atau neraka? Menjual semua harta itu ialah satu tindakan yg ‘berbahaya’, nanti bgmna? Ingat pesan perumpamaan ini: menjual dan uangnya utk membeli, membeli apa? Sebuah ‘harta’ yg jauh lebih berharga: keselamatan setelah kematian! Bukankah keselamatan itu ‘gratis’ dr Tuhan? Itu benar, tetapi untuk tetap punya keselamatan yg kita terima dr Tuhan, ada harga yg hrs dibayar! Bgmna membayar harganya? Dgn menjual seluruh milik kita! Ini jangan diartikan menjual harta yg kita punya secara hurufiah, tp ambil pengertiannya: yg kita jual nantinya, bukan milik kita lagi, akan jd milik org lain. Harta yg kita punya di dunia ini hanya sementara, tdk bs dibawa mati, jadi pergunakan harta itu utk berjalan menuju ke arah surga, bukan ke arah neraka!

Selama hidup di dunia, kita butuh harta utk membiayai hidup, tetapi jgn hanya fokus pd kebutuhan jasmani saja, fokus jg pd apa yg jadi kebutuhan rohani kita: masuk surga!

Posted in Renungan | Comments Off on Pertentangan Prinsip Hidup

Lalang dan Gandum

DI 15112023

Matius 13:37-39
Ia menjawab, kata-Nya: “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia;
ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat.
Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat.

Di dunia ini, dlm organisasi apapun, bahkan dlm komunitas apapun, akan ada ditemukan org-org yg baik dan yg jahat, sehingga tidak mengherankan sejak dulu para pejabat dlm pemerintahan bnyk yg menjd pelaku tindak kriminal.

Dlm perumpamaan lalang dan gandum, org baik digambarkan spt ‘benih’ yg ditabur oleh Anak Manusia yaitu Tuhan Yesus, sementara org jahat digambarkan spt ‘benih’ yg ditabur oleh iblis. Benih itu sesuatu yg nantinya akan menjd sebuah tanaman. Lalang dan gandum akan memiliki keserupaan saat baru tumbuh, tetapi bila sudah semakin tinggi, sulit untuk dipisahkan karena akar keduanya ternyata saling berjalinan, saling spt terpilin satu dgn lainnya, kalau dicabut lalangnya, maka bisa terjd jg gandumnya akan ikut tercabut. Awal kedua pohon ini mirip bentuknya, ini suatu pelajaran penting bagi kita: semua org bisa terlihat baik dan normal pd awalnya, tp suatu saat, perbedaan dr keduanya akan muncul, yg baik akan terlihat, yg jahat akan terlihat jg keasliannya. Jgn terkejut jika suatu saat kita melihat org yg kelihatannya baik itu ternyata org yg sebenarnya jahat. Secara alamiah ini yg terjd, org jahat tdk mgkin bs terus tampil sbg org baik, akan kelihatan aslinya.

Apakah di dlm gereja jg terjd demikian? Bila kita teliti dan renungkan, kemungkinan untuk org-org yg ‘lalang’ ini ada di dlm gereja itu bs sangat besar, apalagi kita pernah dengar ttg pertobatan org yg pernah terlibat Satanic, yg sengaja datang ke gereja utk merusak orang yg ada dlm gereja. Kalau secara jujur, semua org dlm gereja adalah org berdosa, atau jika diperhalus, semua org yg ada dlm gereja itu pernah berbuat dosa, jd apakah berarti mrka ini org jahat? Nanti dulu, org berdosa tetapi yg bertobat adalah orang baik, karena sadar bhw hidup dlm dosa terus menerus itu tidak baik, sesekali mgkin bs berdosa, tp kembali pd pertobatan. Jadi yg hrs jd perhatian kita adalah bgmna menasehati mereka yg hidup dlm dosa utk kembali pd Tuhan dg bertobat, inilah yg akan membuat kehadiran ‘gandum’ di dunia ini berdampak mulia, dari buahnya kita bs menilai pohonnya, dari perbuatannya kita bs menilai hati seseorg.

Jgn sampai kita adalah ‘lalang’ yaitu benih yg ditabur iblis di dunia ini, ingatlah bertobat setelah berbuat dosa, karena itulah tanda dr anak-anak Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Lalang dan Gandum

Tutup Mata dan Telinga

DI 14112023

Matius 25:44-45
Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.

Kalau membaca secara cepat, pertanyaan dr golongan ‘kambing’ ini sepertinya adalah org yg peduli sosialnya tinggi krna menanyakan kpn mereka tdk menolong org susah?

Artinya mereka melakukan jg menolong org susah, artinya punya jg jiwa sosial yg tinggi, tp knpa Tuhan tetap menggolongkan mereka sbg org-org yg tidak peduli pada kesusahan org lain? Lebih mudahnya begini: ada tugas bikin PR, lalu mereka bilang sudah bikin PR, tp gurunya bilang tidak bikin PR. Berarti ada yg salah, tp salahnya di mana? Kita hrs ingat bhw ada upah utk setiap perbuatan baik, tapi kita diperhadapkan pd pilihan: mau upah dr Tuhan atau upah dr manusia? Kalau mau dpt upah dr manusia, berarti tidak ada lagi upah yg akan kita terima dr Tuhan, sedangkan jika ingin mendapat upah dari Tuhan, lakukanlah kebaikan pd org-org yg tdk sanggup, org-org yg hina dan kecil, org-org yg tidak sanggup utk membalas kebaikan kita dg kebaikan yg sama. Ini bs kita lihat ketika Yesus mengajar utk berbuat kebaikan memberi makan pd org yg hina di mata masyarakat: “Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta.
Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar.” (Lukas 14:13-14).

Peduli dgn kesusahan org yg kita kenal ialah satu hal yg memang hrs dilakukan, tetapi yg hrs kita pahami jg adalah kepedulian ini juga harus dilakukan pd org-org yg tdk kita kenal, mereka yg kesusahannya terlihat oleh mata kita, terdengar oleh telinga kita. Yg biasanya terjadi adalah kita pilih-pilih mana yang mau kita tolong, di dalamnya ada tujuan spya apa yg kita lakukan itu diketahui org banyak shga kita dipuji dan punya nama yg ‘harum’, ini yg terjd pada golongan ‘kambing’ dlm ayat ini. Pilih-pilih, sedangkan tidak tahu mana orang yg akan dinilai Tuhan jika kita melakukan yg baik padanya, itu diperhitungkan spt sudah berbuat pd Tuhan sendiri. Memang zaman makin ‘canggih’, modus-modus org yg ingin mengambil keuntungan dr org dermawan yg baik semakin ‘halus’ mainnya, betul hrs tetap waspada, tp jgn sampai kehilangan waktu & kesempatan utk berbuat baik pd org-org yg hina dan kecil, karena Tuhan menilainya utk kita.

Mau upah yg dari Tuhan? Lakukan kebaikan pd mereka yg tidak mampu dan hina, Tuhan yg akan membalasnya, dan jangan jadi org yg masuk dlm golongan ‘kambing’.

Posted in Renungan | Comments Off on Tutup Mata dan Telinga

Berkat dan Dukacita

DI 13112023

Kejadian 30:22 (TB)
Lalu ingatlah Allah akan Rahel; Allah mendengarkan permohonannya serta membuka kandungannya.

Kejadian 35:17-18
Sedang ia sangat sukar bersalin, berkatalah bidan kepadanya: “Janganlah takut, sekali ini pun anak laki-laki yang kaudapat.” Dan ketika ia hendak menghembuskan nafas — sebab ia mati kemudian — diberikannyalah nama Ben-oni kepada anak itu, tetapi ayahnya menamainya Benyamin.

Tidak banyak org Kristen yg siap menerima berkat Tuhan yg disertai dgn dukacita, karna yg ada dlm pikirannya adalah berkat Tuhan itu selalu semuanya yg baik dan bahagia.

Bisa hamil dan melahirkan anak adalah satu berkat tersendiri dr Tuhan, dlm Pemberkatan Nikah biasanya rahim pengantin wanita oleh hamba Tuhan yg menikahkan, akan diberkati dan diharapkan akan ‘subur’ shga bs hamil & melahirkan anak. Namun kisah Rahel, isteri Yakub, saat melahirkan anak laki-laki kedua, yaitu Benyamin, menjd satu contoh bhw ada berkat yg ternyata diiringi dgn dukacita, dia mati setelah melahirkan Benyamin. Jika tahu begitu, mgkin ada pemikiran: tak apalah cm punya 1 anak laki-laki, drpd istri meninggal setelah melahirkan lagi. Sbg org Kristen, jgn hanya hidup mengutamakan iman yg selalu percaya bhw Tuhan akan selalu begini atau begitu. Kisah kematian Rahel ini menjd satu contoh bahwa realita kadang ‘menang’ drpd iman, saya yakin Yakub pasti berdoa untuk keselamatan Rahel saat bersalin, tapi yang terjd adalah 1 berkat yaitu Benyamin lahir & 1 dukacita: Rahel, isterinya, meninggal.

Knpa Tuhan memberikan dukacita pd kita? Hanya Tuhan yg tahu jwbannya, Alasan yang teologis sekalipun, akan tetap tidak mampu menerangkan maksud Tuhan mengizinkan 1 dukacita itu terjd. Satu hal yg hrs kita harus pahami adalah bhw Tuhan itu Pencipta dan kita ini ciptaan-Nya, Dia berhak melakukan apapun atas diri kita, Dia punya otoritas dan kewenangan untuk itu. Jadi bila dukacita itu terjd, apakah kita hrs dgn ‘legowo’ menerima hal itu? Jawabannya adalah: Ya! Tuhan tidak sayang kalau begitu? Sulit menjawabnya utk pada saat kita mengalaminya, mgkin setelah sekian waktu berlalu, barulah kita tahu knpa Tuhan mengizinkan semuanya terjd. Protes? Marah? Itu reaksi manusiawi kita, tp apakah itu ada gunanya? Belajar utk menerima yang Tuhan lakukan dlm hidup kita dgn kerelaan sbg seorg hamba, walau butuh waktu untuk kita bisa menerima semuanya, tidak protes dan marah pd Tuhan.

Beriman bukan berarti bisa mengatur Tuhan utk mengikuti harapan kita, iman diuji ketika sesuatu dukacita menghampiri hidup kita dg tiba-tiba, bisakah kita tetap beriman pd Dia?

Posted in Renungan | Comments Off on Berkat dan Dukacita

Dekat Dengan Tuhan

DI 11112023

Efesus 2:13
Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.

Khotbah ttg keintiman dgn Tuhan hrs punya dasar dari ayat ini, jika tidak, khotbahnya bs menyesatkan pemahaman jemaat ttg Tuhan dan bagaimana intim dgn Tuhan.

Apakah puasa berhari-hari membuat orang bisa memiliki keintiman dgn Tuhan? Apakah doa yg berjam-jam menjamin seseorg intim dgn Tuhan? Keintiman itu bs terjd jika jarak yang ada di antara 2 pihak itu dekat bahkan sangat dekat. Tidak mgkin hubungan intim suami istri dipisahkan dari jarak jauh, dalam hal keintiman dgn Tuhan, maka jarak antara kita dgn Tuhan itu hrs dekat. Dr ayat yg kita baca, jelas bhw hanya darah Kristus yg bisa mendekatkan kita dgn Tuhan. Jgn tertipu dg ajaran bhw lagu-lagu worship penyembahan bisa membuat kita merasa dekat dgn Tuhan! Pikirkan baik-baik, bisakah penyembahan yg kita lakukan itu diterima Tuhan jikalau dosa yg kita buat itu belum dibereskan di hadapan Tuhan? “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu (Yesaya 59:2).

Mau dekat dan intim dgn Tuhan? Bereskan dulu masalah dosa kita di hadapan Tuhan. Banyak berdoa, puasa, memuji menyembah Tuhan, itu semua adalah dampak keintiman kita dgn Tuhan, hasil keintiman. Ada org yg sengaja membuat dirinya seolah-olah punya keintiman dgn Tuhan, bernubuat palsu, jadi org yg munafik pd akhirnya. Itu dilakukannya spya profesi pelayanannya bs bertahan atau bahkan naik dan hasilnya tetap dapat uang dari pelayanannya (PK). Ternyata melayani hanya utk dapat uang PK saja, melayani sdh spt pekerjaan saja, tidak takut pd pengadilan Tuhan! Keintiman dgn Tuhan bukan utk kita pamerkan, tapi biarlah itu antara kita dan Dia saja, sama spt hubungan suami istri yg tidak jadi konsumsi umum, cukup dinikmati. Yang hrs kita pahami adalah kita bs intim dengan Tuhan karena darah Kristus yg mendekatkan kita dgn Tuhan, tidak ada cara lain, berdamai dgn Tuhan oleh darah Kristus.

Jgn terpengaruh oleh pengajaran yang tidak bersumber pd Alkitab, itulah mengapa perlu utk mengecek kembali apa yang kita dengar, supaya kita jgn punya pemahaman yg salah.

Posted in Renungan | Comments Off on Dekat Dengan Tuhan

Dikenal Tuhan

DI 10112023

1 Korintus 8:3
Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.

Mengetahui dan mengenal itu 2 hal berbeda, kita bs mengetahui seseorg karena data diri org itu mudah diakses, tp mengenal seseorg itu perlu adanya hubungan dan komunikasi.

Bisakah mengasihi Tuhan tanpa komunikasi yg baik dgn Tuhan? Tentu saja itu mustahil & sesuatu yg sdh dipahami secara umum. Jadi ayat di atas sangat mudah dipahami, kenapa orang yg mengasihi Tuhan itu pasti dikenal oleh Tuhan? Itu karena ada hubungan dan jg komunikasi yg baik antara dia dgn Tuhan. Yg mudah kita pahami spt ini: saat di jalan, kita melihat seorg nenek tua yg kebingungan utk menyeberang jalan, maka kita tergerak oleh rasa kasihan akhirnya menolong nenek tua itu utk menyeberang jalan. Setelah itu nenek itu pergi melanjutkan tujuannya ke tempat yg dia inginkan, kita tdk pernah bertemu lagi dg nenek itu. Bisakah kita dikatakan mengasihi nenek itu walaupun hanya sekali bertemu? Pasti tidak, kita bisa kasihan, tp belum tentu mengasihi, ini yang hrs kita pahami. Dikenal Tuhan itu pasti sudah ada hubungan dan jg komunikasi yg intens, bertahun-tahun, tidak sehari dua hari saja.

Dikenal Tuhan, tentu ini sesuatu yg tdk bgtu mudah utk dipahami. Kita ingat ada ayat yg di dalamnya Tuhan berkata bahwa Dia tidak mengenal org-org yg sudah melayani: “Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!” (Matius 7:23). Sadarlah bhw bkn giatnya kita melayani yg membuat kita akan dikenal oleh Tuhan, tetapi karena mengasihi Tuhan! Mungkin di hadapan org lain bs saja pura-pura mengasihi, tetapi kita tdk mungkin berpura-pura mengasihi di hadapan Tuhan. Dia tahu isi hati dan pikiran kita, motivasi yg ada dlm diri kita. Kalau Tuhan mengakui org yg mengasihi Dia, itu berarti org itu sungguh mengasihi Tuhan. Hati-hati dan jgn tersesat oleh pemahaman bahwa hebatnya prestasi dlm pelayanan itu membuat kita dikenal oleh Tuhan!

Sudahkah kita mengasihi Tuhan? Mulai dgn membangun hubungan dan komunikasi yg intens setiap saat, kasihi Tuhan dgn taat pd semua yg Tuhan perintahkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dikenal Tuhan

Hati dan Harta

DI 09112023

Matius 19:21-22
Kata Yesus kepadanya: “Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.” Ketika orang muda itu mendengar perkataan itu, pergilah ia dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Apakah hidup rohani itu berarti sama sekali tdk memikirkan harta? Apakah harta itu hal yg duniawi? Apakah Tuhan tidak senang jika seseorg punya banyak harta?

Utk memahami ayat yang kita baca, pertama yg harus kita pahami adalah ternyata ada 2 jenis harta menurut Yesus: harta dlm materi atau sederhananya kita sebut kekayaan, dan ada harta di surga. Yesus tahu kita perlu dlm hal makanan, minuman, pakaian, dan rumah, ini bs kita temukan dlm Matius 6: 31-32. Jadi Yesus tdk melayang kita utk mencari uang & menjd kaya, karena dgn kekayaan, beberapa wanita sdg melayani kebutuhan rombongan Yesus dan para murid-Nya (Lukas 8:1-3). Yg hrs kita perhatikan adalah bhw tdk semua yg dikatakan dlm Alkitab itu kita ‘tarik’ ke masa sekarang, artinya tdk semua ayat bs dipakai dan diberlakukan utk kehidupan kita di masa kini. Konteks ayat di atas sangat jelas, itu utk menjd syarat mengikut Yesus, bagi org yang kaya ini, Yesus memberi syarat agar dia dgn rela hati menjual seluruh hartanya dan hasil penjualan hartanya itu diberikan pd orang yg miskin. Jadi syarat ini berlaku hanya utk org kaya dlm kisah ini saja.

Gereja butuh uang dlm operasional bulanan yg hrs dicukupkan. Uangnya dr mana? Dari persembahan jemaat yg dikumpulkan dalam ibadah atau berupa pemberian sukarela dari jemaat di luar ibadah. Kalau mengikuti jalan pikiran yg keliru, org yg mau mengikut Yesus hrs menjual hartanya dan memberinya pada org miskin, maka dipastikan bnyk gereja yg tutup karena jemaatnya tdk punya harta lagi sehingga tdk memberi persembahan. Konyol dan bodoh jika semua perkataan dlm Alkitab kita ‘tarik’ dan berlakukan utk zaman ini. Wkt kita membaca Alkitab dan merenungkannya, kita jg perlu memiliki logika yg cukup, paham batasan budaya dan waktu, tahu mana yang hanya berlaku di saat itu dan mana yg pasti berlaku hingga sekarang dan nanti. Pastinya ada alasan khusus mengapa Yesus di dalam kisah ini menyuruh org kaya ini utk menjual seluruh hartanya, dan ternyata terlihatlah yg sebenarnya: cinta pd hartanya melebihi rasa kagumnya pd Yesus.

Apakah hati kita lebih takut kehilangan harta dibandingkan dgn kehilangan Tuhan dalam hidup kita? Kaya tentu boleh, tp jgn melebihi cinta kita pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Hati dan Harta

Tidak Mustahil Untuk Diselamatkan

DI 08112023

Matius 19:25-26
Ketika murid-murid mendengar itu, sangat gemparlah mereka dan berkata: “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata: “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

Semua org punya kesempatan untuk masuk surga, tp tdk semua org pasti masuk surga, ini yg hrs kita pahami dgn benar, supaya kita sungguh-sungguh berusaha utk tetap dalam keselamatan yg Tuhan berikan pd kita.

Apakah org berdosa bisa masuk surga? Bisa jika orang ini bertobat dan menerima Yesus sbg Tuhan dan Juruselamatnya. Dlm realita yg ada, kita temukan org-org yg trs menerus berbuat jahat bahkan hampir dalam seluruh waktu hidupnya, dia terus hidup dalam dosa. Tuhan menunggu pertobatan setiap org yg berdosa hingga nafas terakhirnya, tak heran bnyk pertobatan justru terjd saat seseorg itu sudah terbaring tak berdaya oleh krna sakit yg dia derita, itulah mengapa penginjilan hrs jg tdk hanya berfokus pd kegiatan kebaktian kebangunan rohani saja, tp penginjilan harus jg dilakukan pd personal perorangan, dalam kesempatan sekecil apapun, beritakan Injil & tawarkan kesempatan utk bertobat, terima keselamatan dr Tuhan. Tapi bagaimana dgn org yang tdk mau bertobat jg setelah diinjili? Maka kita mengacu pd ayat yg kita baca: ini tdk mustahil bagi Tuhan!

Kemampuan dan usaha manusia dalam hal memberitakan Injil memang terbatas, tentu tdk boleh memaksakan seseorg utk percaya pd Tuhan Yesus. Tetapi ingat bhw masih ada Tuhan yg sanggup menjamah hati orang yg keras hati dan bebal. Tetapi perlu diingat jg bhw pilihan untuk diselamatkan itu tetap ada pd orang tersebut. Dlm bbrpa kasus tertentu, Tuhan menekan seseorg utk bertobat, kisah bgmna Saulus yg begitu membenci jemaat mula-mula, ditekan oleh Tuhan hingga pada akhirnya Saulus bertobat dan malah dengan giat melayani Tuhan sbg Rasul. Saulus yang berubah menjd rasul Paulus ini menjd satu contoh bukti bhw ayat yg kita baca ini benar dan patut diimani dgn benar. Doakan terus & injili terus mereka yg menolak utk bertobat, mgkin hari ini mereka belum mau, tapi tidak mustahil suatu hari mereka pd akhirnya mau bertobat, kuncinya ialah melibatkan Tuhan di dalam penginjilan yg kita lakukan.

Kita pny Tuhan yg sanggup mengubah hati & membuat orang bertobat, jgn lelah menginjil, lakukan dgn tekun, libatkan Tuhan dan yakin bhw mereka yg mengeraskan hati, suatu hari bisa bertobat dan diselamatkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Mustahil Untuk Diselamatkan

Jangan Bikin Ribut

DI 07112023

Galatia 5:26 ILT3
Biarlah kita tidak menjadi angkuh: dengan menghasut seorang terhadap yang lain, dengan mendengki seorang terhadap yang lain.

Dlm sebuah komunitas, akan selalu nampak perbedaan-perbedaan dari tiap-tiap org yang jika tdk disikapi dgn benar, suatu saat dapat muncul masalah dan keributan di dalamnya.

Diingatkan kita agar jgn menjd angkuh, tentu hak tiap org utk bangga dgn semua yang dia miliki dan pencapaiannya, tp akan jd sebuah masalah jika kebanggaan berubah menjadi 1 kesombongan, sengaja trs dipamerkan demi menunjukkan dirinya lebih hebat dr org lain. Angkuh jg bs terlihat dari sikap menganggap diri lebih tinggi drpd yg lain, sehingga timbul pemikiran bhw org yg bs berinteraksi dengan dia hanya yg ‘selevel’: sama pintarnya, sama kayanya, sama seleranya, dsbnya. Angkuh jg bs terlihat dr sikapnya merendahkan org lain dan memperlakukannya berbeda dlm arti yg negatif. Kita jgn spt itu dlm hidup keseharian kita, diingatkan utk jgn menghakimi, jangan merendahkan org, dsbnya. Tuhan mengasihi semua org, apapun status sosialnya, apapun level ekonominya, apapun kelebihan dan jg kekurangan yg dimilikinya, yg membedakan hanya sbrpa org mau mendekat pada Tuhan, maka Tuhan mendekat padanya.

Diingatkan jg utk jgn menghasut org lain utk saling mendengki satu sama lain. Ada istilah yg kita kenal sbg ‘adu domba’, sengaja buat provokasi dgn tujuan membuat situasi yang awalnya damai menjd ‘panas’, menciptakan sebuah rumor supaya terpancing bergosip & akhirnya berkembang menjd fitnah yg tentu sangat meresahkan. Awalnya saling hormat hendak diubah menjd saling benci, dan yang terkadang luput dari perhatian semua orang adalah provokatornya ternyata org yg tidak kita curigai sama sekali, bermain ‘halus’ dan ‘cantik’. Iri hati biasanya menjd pemicu yang menggerakkan seseorg utk merusak image org yg membuat dia jadi iri. Merasa tersaingi dan terancam kedudukannya, bisa membuat org melakukan apa saja demi menjatuhkan lawan saingannya dan memperkuat posisi & kedudukannya utk jangka waktu yg lama. Ini bs terjadi kalau kita kurang waspada dlm hal menjaga hati.

Jangan angkuh dan jd provokator yg sangat merugikan komunitas di mana kita ada, bisa mulai belajar menerima semua perbedaan sbg suatu fakta dan bs berdampak baik jika kasih ada dlm sebuah komunitas.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Bikin Ribut

Jangan Salah Menggunakan

DI 06112023

Galatia 5:13 ILT3
Sebab kamu, saudara-saudara, telah dipanggil kepada kemerdekaan. Hanya, janganlah kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kedagingan, sebaliknya, dengan kasih layanilah seorang terhadap yang lain.

Sbg org Kristen, kita menerima & mengalami kemerdekaan dr maut, artinya maut tdk lagi mampu membinasakan roh kita, walaupun tentu tubuh jasmani kita tetap akan binasa sama spt semua manusia.

Diberi kepastian bs masuk surga karena ttg masalah dosa dan maut telah Tuhan Yesus selesaikan dgn tuntas, ini suatu hal yg patut kita syukuri dan maknai dgn benar. Kita ingat perumpamaan ttg raja, hamba raja, dan satu teman dari si hamba raja, dlm soal hutang. Dlm perumpamaan itu, diceritakan si hamba raja ini dibebaskan dr hutangnya oleh raja, tp dia malah ngotot menagih hutang temannya dan memasukannya ke dalam penjara, yang akhirnya raja mengetahui ttg hal itu, hutang si hamba raja ini kembali ditagih dan hamba raja ini akhirnya dimasukkan ke dlm penjara (Matius 18:21-35). Dibebaskan hutangnya tp justru bersikap kejam pd org yang berhutang kepadanya. Dimerdekakan dr hutangnya, tp bersikap kejam pd org yang berhutang pada dia. Sudah dimerdekakan dr dosa dan maut, maka hiduplah dgn kasih melayani satu dgn lainnya, bukan menganggap bhw ini adalah suatu kesempatan utk kedagingan kembali mengendalikan hidup kita sehingga kita trs menerus berbuat dosa.

Knpa setelah menerima kemerdekaan dari dosa dan maut, kita diingatkan utk melayani org lain dgn kasih? Sdh diberi kebaikan oleh Tuhan, maka teruskanlah kebaikan dr Tuhan itu dgn melayani org lain dgn kasih. Terima secara gratis, berikanlah dg gratis pd yg lain. Ada kata ‘kesempatan’ dlm ayat di atas, ada situasi yg memungkinkan utk melayani dgn kasih terhadap sesama kita, tp tentu jangan mata dan telinga dg ‘sengaja’ kita ‘tutup’ dan kita terlalu sibuk fokus pd kehidupan sendiri. Memang kita hrs fokus pd keluarga, tp tidak berarti kita tidak wajib peduli dgn keadaan yg sedang org lain alami. Kekristenan bicara hidup berkomunitas, bukan hidup individual, bukan hanya memperhatikan kepentingan diri sendiri, keluarga sendiri saja, tp peduli jg dgn apa yg sesama kita sdg alami. Kita tidak diajari Tuhan utk bersikap egois dan apatis, tp Tuhan mengajarkan kita utk hidup secara berkomunitas, di dalamnya kita belajar untuk mengasihi dan melayani satu sama lainnya.

Sudahkah kita menerima kemerdekaan itu dr Tuhan? Hiduplah sbg org yg merdeka, tidak lagi dikuasai oleh kedagingan, tp taklukkan kedagingan dgn hidup dipimpin oleh Roh.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Salah Menggunakan