Aman Dalam Masa Sukar

DI 16032023

Amsal 21:23
Siapa memelihara mulut dan lidahnya, memelihara diri dari pada kesukaran.

Mulut dan lidah seringkali dikaitkan dengan satu hal yg sama yaitu perkataan, tapi pasti ada jg perbedaan fungsinya, ini yg akan kita pelajari melalui perenungan ayat ini.

Fungsi mulut tentu saja sangat vital, selain utk berkata-kata, tp jg digunakan utk makan. Lidah berfungsi selain sbg alat bantu bicara, jg sbg pengecap rasa, warna lidah yg terlihat bisa menjd tanda ada tdknya suatu penyakit. Uniknya bahwa lidah ada di dalam mulut, ini spt jiwa dan roh yg ada di dlm tubuh. Untuk sederhananya, kita bahas dlm batasan apa yg masuk dan keluar dr mulut kita supaya dg mudah bs memahami ayat ini. Pertama, apa yg masuk dlm mulut tentu saja makanan jg minuman, kalau yg kita konsumsi itu semua yg sehat, tentu keadaan kita jg baik, tp kalau yg masuk adalah sesuatu yg mematikan spt racun, tentu ini suatu bencana bagi tubuh. Selalu makan makanan yg mahal dan enak, saat di masa sukar akan sulit beradaptasi, ini bs menjd sebuah penderitaan yg sanggup membuat seseorg berdosa, sdh terbiasa dgn makanan enak, jd menipu atau korupsi demi ba punya bnyk uang dan trs makan enak.

Kedua, apa yg keluar dr mulut kita. Kita lihat ayat ini: Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?(Pengkhotbah 5:6). Mulut bs membuat kita berdosa, terutama dlm hal perkataan, ini hrs sangat diperhatikan. Misalnya saat seseorg dlm keadaan kaya, menghina org susah, pd saat org kaya itu jatuh miskin, dia tidak akan ditolong org karena sifat buruknya di masa lalu. Tapi org yg berbuat baik saat kaya, ada kemungkinan sedikit dr banyak org yg dulu dia tolong akan menolong dia di masa yang sukar. Pasti ada tuaian dr apa yg kita tabur, ini yg hrs kita ingat. Hidup tdk selalu dalam keadaan yg baik dan ada ‘di atas’, perubahan bs terjd dlm sekejap membuat seseorg yang sblumnya keadaannya baik, menjd buruk.

Jaga mulut dan lidah kita dgn baik, hiduplah dgn bijaksana, perhatikan apa yg masuk dlm mulut dan lidah kita, dan jangan sampai kita berdosa karena mulut dan lidah kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Aman Dalam Masa Sukar

Menjadi Miskin

DI 15032023

Amsal 21:17 KJV
He that loveth pleasure shall be a poor man: he that loveth wine and oil shall not be rich.

Orang yang mencintai kesenangan akan menjadi orang miskin, orang yang mencintai anggur dan minyak tidak akan menjadi kaya.

Kesenangan hidup dan kuliner, apakah suatu wujud kedagingan? Terlalu dini utk menilai tanpa kita memahami apa yg dimaksudkan dr ayat yg kita renungkan.

Org yg mencintai kesenangan akan menjadi miskin, mari kita perhatikan 2 kata penting dr ayat ini yaitu kata mencintai dan menjadi. Sesuatu yg kita cintai pasti akan mengikat kita, suami dan istri terikat dlm pernikahan kudus dan kemudian menjd satu kesatuan di mata Tuhan. Kita suka barang-barang yang ‘branded’, maka kita tdk akan menyukai yang biasa-biasa saja, apalagi yg KW atau imitasi. Hidup itu hrs seimbang, ada waktu utk kita bersenang-senang, tapi kita jg perlu bekerja supaya menghasilkan uang yg nantinya akan dipakai jg utk bersenang-senang. Mencintai kesenangan membuat kita ingin menikmati trs menerus, sehingga kita salah mengelola waktu dan tenaga kita sehingga yg kita akan alami nantinya adalah kemiskinan, istilahnya uang itu hrs ‘diputar’ supaya bs terus punya banyak uang, kalau hanya dipakai saja maka suatu saat akan habis. Mencintai sesuatu di kemudian hari akan membuat kita menjadi org yg seperti apa.

Org yg menyukai anggur dan minyak, tidak akan menjd kaya, mengapa? Kalau anggur mgkin mudah kita pahami karena terkait dgn pesta pora dan kemabukan. Tapi minyak? Di dlm bhsa aslinya, minyak adalah ‘shemen’ yg punya 2 arti yaitu minyak dan lemak, jd bisa kita pahami makna dr ayat ini yaitu org yang mencintai kemabukan dan lemak, tidak akan menjd kaya, mereka membuat dirinya malas dan tangan mereka tdk terlatih utk bekerja. Pastinya tubuh mereka tidak akan sehat dan pasti akan mengalami penyakit yg tdk hanya satu jenis saja, akibatnya bs mati dalam usia yg relatif cukup muda. Sudah tdk kaya, mati muda lagi, itu seperti membunuh diri secara pelan-pelan. Kuliner tentu boleh, tapi batasi diri jgn rakus dan tdk mempedulikan kondisi fisik kita, sayang sekali kalau harta bs habis krna hrs berobat, sia-sia belaka. Di sini kita diingatkan supaya jaga kesehatan tubuh kita dari bahaya mengkonsumsi makanan enak secara berlebihan.

Ada waktu utk bekerja, ada waktu untuk kita menikmati hasil kerja kita, jgn bablas, tetap punya pengendalian diri yg kuat, ingat selalu utk merawat diri kita secara baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Miskin

Jangan Lelah Berbuat Baik

DI 14032023

Galatia 6:9 ILT3
Dan kita tidak boleh patah semangat manakala berbuat baik, karena kita akan menuai pada saatnya sendiri, jika tidak dilelahkan.

Berbuat baik dalam ayat ini diumpamakan spt seorg yang sedang bercocok tanam, ada waktu utk menabur dan ada waktunya utk menuai, jadi tdk boleh salah dlm hal waktunya karena nanti tdk akan menghasilkan.

Menabur di waktu yg salah tentu menjd hal yang sia-sia bahkan merugikan, karena faktor cuaca dan musim jg sangat menentukan, hujan menjd faktor penentu. Kapan waktu yg tepat untuk kita menabur ‘benih’ kebaikan? Jawaban yang paling sederhana adalah ketika ada kesempatan untuk berbuat baik itu datang menghampiri kita. Tapi tdk semua org menyukai kesempatan ini karena wujudnya adalah masalah yg sdg dihadapi org lain atau suatu peristiwa yg tiba-tiba terjadi dan hanya kita yg sanggup menolongnya. Misalnya ketika dlm perjalanan, terjd kecelakaan, ada yg terluka dan hrs segera dibawa ke rumah sakit, di sana semua org hanya melihat tapi tdk ada yg mau menolong. Kalau kita akhirnya sadar untuk menyediakan kendaraan kita membawa orang itu ke rumah sakit, berarti kita sudah mengambil kesempatan utk berbuat baik. Ada teman yang menghubungi kita dan menceritakan masalah yg dia hadapi dan kita sanggup menolongnya, tp kita tdk lakukan, itu berarti kita melewatkan satu kesempatan utk berbuat baik. Kita tdk menabur perbuatan baik dan pastinya di masa depan kita tdk akan menuai perbuatan baik juga.

Pertanyaan yg sering dijadikan alasan utk tidak bertindak adalah: mengapa harus saya, kenapa bukan orang lain saja? Bikin repot saja, semua org jg punya masalah, ya selesaikan sendiri! Ini yg biasa ada dlm pikiran org-org yg kurang peka dgn keadaan org lain yg sedang susah, menilai situasi yg org lain alami adalah krna kesalahan dirinya sendiri, knpa hrs dibantu? “Setiap orang yang menutup telinganya terhadap jeritan orang miskin, dia pun akan berseru dan tidak akan dijawab.” (Amsal 21:13 ILT3). Ternyata menolak utk berbuat baik itu jg spt sebuah taburan yang nanti hasilnya akan dituai, tdk mau menolong ya nanti waktu susah jg tdk akan ditolong. Jangan terbebani kalau ingin berbuat baik karena kita tdk melakukannya dari hati yg penuh kasih. Jgn juga berbuat baik karena tdk ingin dinilai buruk oleh org lain, tidak akan menuai apa-apa. Ingat bhw tdk selalu kita ada dlm keadaan yg nyaman dan baik, kita tetap butuh org lain utk menolong kita, menuai pertolongan maka harus menabur pertolongan jg, ingin doa dijawab Tuhan, jangan abaikan jeritan org-org yg sedang bermasalah. Ingatlah bhw dampak perbuatan kita akan pasti kembali kepada diri kita.

Jgn lelah berbuat baik, ingat bhw pd waktunya kita akan menuai hasilnya, dan jgn berharap utk menuai jika ternyata kita tidak pernah menabur, Tuhan itu adil pd setiap org.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Lelah Berbuat Baik

Hanya Luarnya Saja

DI 13032023

Galatia 6:13
Sebab mereka yang menyunatkan dirinya pun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu yang lahiriah.

Mgkin kita pernah merasa, sbg org Kristen kita dituntut untuk sempurna, tidak boleh ditemukan satu kesalahan kecilpun, kalau ada, reputasi dan nama baik kita langsung tercemar dan rusak.

Ada org yang Kristen, sudah dibaptis, tapi sibuk utk menuntut org lain utk sempurna, mengamati apa saja yg dilakukan org lain utk dicari-cari apa yg salah dan kemudian dijadikan bahan alasan utk menghakimi org lain. Baptisan dianggap spt sebuah ‘tiket masuk’ ke surga, sehingga merasa sbg org yg pantas dan pasti masuk surga, tidak perlu utk membenahi diri karena terlalu yakin bs pasti masuk surga. Itulah org-org spt yg ada dlm ayat yg kita renungkan ini, bersunat tapi Taurat tdk dipelihara, ditaati dan dipraktekkan. Waktu hanya dihabiskan utk menuntut orang lain harus mengikuti Taurat lalu hatinya menjd senang. Itu bukan jenis org yg diinginkan Tuhan, menjd org Kristen harusnya lebih banyak melihat ke dalam hidupnya sendiri, bukannya sibuk menilai hidup org Kristen lainnya. Baptisan bukanlah seperti tiket masuk ke surga, tp bagaimana hidup kita dijalani setelah dibaptis, itu yang paling penting karena itu yang menjd penilaian Tuhan apakah nanti pantas masuk surga atau tdk. Benar bhw kita hrs saling mengasihi, membangun dan juga saling menopang satu sama lain, tp bukan utk saling menilai dan menghakimi, tp untuk saling menegur dan mengingatkan.

Membicarakan dosa org lain bukanlah suatu hal yg mulia, apa manfaatnya bagi kerohanian kita dan org lain, justru terkadang memancing orang lain berdosa dgn perkataannya. Dari berbincang akhirnya berbelok arah menjd penghakiman dan kita merasa lebih baik drpd org lain. Kalau orang biasanya sombong karena punya banyak harta dan kekuasaan, tapi org yg merasa dirinya lebih baik daripada org lain, tanpa sadar dirinya telah memiliki kesombongan rohani, meninggikan diri di hadapan Tuhan dgn merendahkan orang lain. Lebih baik berkaca pd firman Tuhan, hal apa lagi yg masih harus kita bereskan di hadapan Tuhan, selama masih diberi waktu hidup di dunia, pakai untuk mempersiapkan diri sebelum menghadap penghakiman Tuhan yg terakhir. Jgn sampai org lain selamat masuk surga tp kita sendiri ditolak Tuhan dan harus masuk neraka. Menyedihkan dan sudah tdk ada kesempatan lagi, menyesal selama-lamanya. Jadilah pribadi yg siap untuk ditegur Tuhan, mau belajar dr firman Tuhan dan terbuka menerima teguran dan nasihat dr orang lain. Sadari bhw kita jg belum sempurna, masih banyak salah dan kelemahan, belum mampu utk mengalahkan kedagingan dan godaan yg ada.

Siapkah kita kalau hari ini kita dipanggil pulang oleh Bapa di surga? Karenanya persiapkan diri sebaik-baiknya, uruslah kerohanian kita dengan serius dan tekun.

Posted in Renungan | Comments Off on Hanya Luarnya Saja

Berani Mengorbankan Diri

DI 11032023

Ester 4:16 ILT3
“Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan, dan berpuasalah untuk aku, dan janganlah makan ataupun minum tiga hari lamanya, baik malam maupun siang. Aku dan dayang-dayangku akan berpuasa dengan cara yang sama. Maka aku akan menghadap raja, sekalipun berlawanan dengan hukum. Dan jika aku harus binasa, binasalah aku.”

Posisi Ester saat itu walaupun cukup baik, tapi tetap terikat dgn hukum yg berlaku, jika dengan sengaja menghadap raja tp raja tidak berkenan, bisa dihukum dg berat bahkan sampai dihukum mati.

Nyawa seluruh org Yahudi di kerajaan itu sangat terancam, apalagi mereka adalah tawanan, dan tentu nasib mereka sangat bergantung pd raja dan keputusannya. Hampir saja org Yahudi saat itu semua dibinasakan, surat perintah dan cincin meterai dr raja sdh dipegang oleh Haman, tidak bisa ditarik kembali dan hrs dilaksanakan. Ester yg diberitahu oleh Mordekhai akhirnya berpikir untuk berpuasa dan nantinya akan menghadap raja walaupun tidak dipanggil utk menghadap. Akhir kisahnya kita tentu tahu, org Yahudi saat itu akhirnya selamat dr usaha pemusnahan yg dirancangkan oleh Haman. Yg Ester lakukan ini menjd suatu pelajaran bagi kita, di saat situasi yg mengancam hidup kita, tetap ajukan semua permohonan kita pd Tuhan, berdoa & berpuasa. Hanya Tuhan yg sanggup menyelamatkan krna Tuhan adalah Raja segala raja, dan ini terbukti dr sejarah, termasuk yg terjd pd kitab Eater ini. Doa dan puasa seringkali menjd cara terakhir utk bs lolos dr situasi yg sangat mencekam dan penuh dgn tekanan, lakukan merendahkan diri di hadapan Tuhan dan nantikan tangan Tuhan utk bertindak sesuai dgn kuasa-Nya.

Setelah berdoa dan berpuasa, Ester jg bertindak dgn berani, rela mengorbankan nyawanya kalau memang sesuatu yg buruk terjd akibat berani dg sengaja menghadap raja pdhal tdk dipanggil. Ini satu hal yg juga hrs kita miliki yaitu berani untuk berkorban, bahkan untuk berkorban nyawa jika memang hrs melakukannya. Dlm Yohanes 15:13 dikatakan: Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorg yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” Memberikan nyawa atau hidup merupakan wujud kasih yg terbesar, hal inipun yang Yesus lakukan pd kita, Dia mati bagi kita utk menebus dosa kita. Para pahlawan yg rela mati melawan penjajah jg masuk dalam kategori ini. Para martir Tuhan yang mati karena Injil dan imannya pd Kristus, mrka jg termasuk dlm golongan org-org pemberani dan mengasihi Tuhan. Bahkan ibu kandung kita bertaruh nyawa utk melahirkan kita. Banyak wujud dari memberi nyawa utk org lain atau bangsa, biarlah itu ada dlm diri kita, apakah itu demi hidup seseorang, demi nasib keluarga kita, demi gereja Tuhan dan yg lainnya. Rela berkorban dan pemberani, ini yg hrs dimiliki oleh setiap org percaya.

Kadang memang kitalah yg hrs berkorban demi sesuatu supaya menjd baik, selamat dan bebas, lakukanlah tetap di jalan Tuhan, berdoa dan juga berpuasa memohon pertolongan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Berani Mengorbankan Diri

Tidak Ingin Enak Sendiri

DI 10032023

Nehemia 2:2-3
bertanyalah ia kepadaku: “Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati.” Lalu aku menjadi sangat takut.
Jawabku kepada raja: “Hiduplah raja untuk selamanya! Bagaimana mukaku tidak akan muram, kalau kota, tempat pekuburan nenek moyangku, telah menjadi reruntuhan dan pintu-pintu gerbangnya habis dimakan api?”

Nehemia saat itu adalah juru minuman raja, dia beserta para tawanan lainnya dibawa dan lalu dididik utk melayani di istana raja, ini karena yg dibawa adalah org-org yg berpendidikan.

Yang lemah dan tdk berpendidikan, ditinggalkan di Yerusalem dan saat itu mengalami kesulitan yabg amat sangat, mengetahui hal itu Nehemia menjd sedih dan berdoa pd Tuhan. Jawaban dr Tuhan kemudian terlihat dr keputusan raja yang mengizinkan Nehemia kembali pulang dan juga membangun kembali tembok Yerusalem yang telah runtuh (Nehemia 2:1-10). Di sini kita lihat bhw Nehemia tetap peduli pd keadaan saudara sebangsanya yg mengalami kesulitan, berpikir apa yg bs dilakukan, dia jg berdoa pd Tuhan utk hal ini. Apa yang terjd pd bangsa Israel saat itu karena dosa-dosa mereka pd Tuhan dalam hal penyembahan berhala dan perbuatan jahat yang sangat membuat Tuhan murka lalu menghukum mereka. Nehemia tdk menutup mata dan telinga terhadap apa yg terjd pd mereka yg tertinggal di Yerusalem dan bagaimana keadaan kota itu yg sangat memprihatinkan. Di situasi yang sangat menyedihkan, sementara Nehemia mendapat keadaan yg lebih baik krna menjd juru minuman raja, dia tdk mencari kesenangannya sendiri, dia dipakai Tuhan utk membangun kembali tembok Yerusalem atas perkenanan raja yg tentunya itu di luar dugaan, bangsa penjajah mengizinkan wilayah jajahannya membangun kembali yang telah runtuh.

Di zaman ini, setelah 3 tahun pandemi berjalan, di sekitar kita tentu banyak yg keadaannya tidak baik, ada yg terpuruk, apa reaksi kita? Kalau kita saat ini dlm keadaan yg baik, spt sebuah kota yg bentengnya kuat, senjata berlimpah, apakah kita hanya berdiam diri melihat sdr seiman kita yang terpuruk? Kisah Mordekhai mengingatkan Ester ttg bahaya yg dialami sdr sebangsanya yg saat itu hendak dihabisi oleh Haman (Ester 4:13-14), menjd suatu perenungan jg bagi kita, bhw dlm keadaan kita yg baik, usahakanlah apa yg baik utk mereka yg membutuhkan. Ester dgn posisi sbg ratu saat itu menggunakan posisinya untuk menyelamatkan nasib org Yahudi, Nehemia yg dlm posisinya sbg juru minuman raja, dg berani mengajukan permohonan pd raja untuk kembali pulang dan membangun kembali kotanya. Tidak enak sendirian, tidak cari selamat sendiri, orang yg spt inilah yg mudah dipakai Tuhan menolong org yg berkebutuhan. Jgn tutup mata & telinga lalu menikmati kenyamanan sementara ada sdr seiman yang sedang bergumul dgn keadaannya. Kasih itu berbagi, menyalurkan pertolongan dari Tuhan, menjd perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong mereka yg membutuhkan.

Alangkah mirisnya kalau seseorg terlalu sering melakukan baksos di mana-mana, tp diam saja terhadap sdr seiman yg ada dekat mereka dlm keadaan kesusahan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Ingin Enak Sendiri

Selama Masih Ada Nafas

DI 09032023

Mazmur 150:6
Biarlah segala yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!

Ayat ini adalah ayat penutup dr kitab Mazmur yg berisi 150 pasal, disimpulkan dr semuanya bhw biar semua yang bernafas memuji Tuhan, berarti sepanjang hidup kita hrs terus memuji Tuhan.

Selama masih bernafas, makhluk hidup masih terus akan hidup, begitu nafasnya berhenti, yang terjadi adalah kematian tubuh, yg pada akhirnya tubuh itu perlahan-lahan akan mengalami satu proses pembusukan. Pelajaran yg kita dapatkan adalah kalau kita berhenti memuji Tuhan, maka hidup kita perlahan-lahan akan ‘membusuk’, hati mulai menjd hati yg ‘busuk’, sering dimaknai sbg hati yg penuh kejahatan, org jahat biasanya juga disebut memiliki hati yg ‘busuk’, karenanya juga mempengaruhi perkataan dan perbuatannya, JD kita hrs menjaga hati kita tetap ‘segar’ di tengah banyaknya hal yg ‘menyerang’ hati kita. Menjaga hati tetap ‘segar’ salah satunya tentu dg memuji Tuhan. Menurut penelitian, ketika seseorg mulai memuji Tuhan maka tubuhnya mengalami satu proses yg membuat sel-sel dlm tubuhnya menjd diperbaharui. Roh dr org yg memuji Tuhan juga terjaga dgn baik karena terus menerus mampu merasakan hadirat Tuhan dan itu membawa hal positif bagi ketenangan jiwa. Selama masih ada nafas, berarti jg dlm keadaan apapun yg dialami selama masih hidup di dunia ini, tetaplah ingat utk selalu memuji Tuhan.

Bagaimana caranya kita memuji Tuhan? Jangan terpaku bhw memuji Tuhan itu hanya bernyanyi lagu pujian utk Tuhan dlm ibadah, dlm doa, tapi memuji Tuhan itu memberikan apresiasi berupa pujian ttg apa yang ada pd diri Tuhan. Wujudnya selain menyanyikan lagu pujian, bs dlm bentuk kesaksian, di dalamnya kita bercerita ttg semua yg Tuhan lakukan dlm hidup kita, menceritakan ttg kehebatan dan kemahakuasaan Tuhan yang kita alami sendiri. Jadi jgn menolak kesempatan utk bersaksi, karena itulah kesempatan jg untuk memuji Tuhan. Hal lainnya jg bs berwujud saat kita memberikan sharing firman Tuhan di wadah di mana kita ada, bs berupa khotbah, renungan singkat di komsel, persekutuan kantor, bahkan saat kita ngobrol dgn teman-teman kita. Orang yg bangga memiliki Tuhan Yesus dlm hidupnya pasti bersemangat saat bercerita ttg Tuhan, ada satu getaran dlm hati saat menceritakan kasih Tuhan yg kira alami dan rasakan. Lewat sebuah masalah, kita jg bs memuji Tuhan. Dlm Alkitab misalnya, raja Nebukadnezar dan raja Darius pd akhirnya mereka mengakui kebesaran Tuhan & mereka memuji Tuhan setelah Daniel dgn baik mengartikan mimpi raja Nebukadnezar dab saat dia lolos dr kematian saat dimasukkan ke dalam goa singa.

Apapun keadaan yg sekarang kita alami, tetap bersyukur dan ingat untuk selalu memuji Tuhan, jgn sampai hati kita ‘membusuk” pelan-pelan karena pengaruh buruk dr luar diri kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Selama Masih Ada Nafas

Menyembuhkan Hati Yang Hancur

DI 08032023

Mazmur 147:3 ILT3
Dia menyembuhkan hati yang hancur; dan membalut kepedihan mereka.

Hati yg hancur tentu sangat menyedihkan, bnyk peristiwa yg mgkin jadi penyebabnya, rasanya tentu sangat tdk nyaman dan bahkan orang bisa kehilangan semangat dan tujuan hidupnya.

Sebagian org bersikap layaknya patung ketika melihat ada org lain yg sedang hancur hatinya, tahu tp tdk bereaksi, ini tentu berbeda dengan org yg tdk bs menolong karena keterbatasan yg dimiliknya, ada niat menolong tapi kemampuan tdk memadai. Ada jg org yg bereaksi cepat utk menolong sesuai dgn kemampuannya. Di dalam ayat ini kita melihat bhw Tuhan menyembuhkan hati yg hancur dan membalut kepedihan, artinya kasih-Nya itu nyata, bukan sekedar teori. Itulah sebuah teladan yg Tuhan berikan pd kita, jangan diam saja melihat ada org yg hancur hatinya. Ini bs terlihat dr sebuah kisah ttg Yesus yg sedang menjelaskan ttg siapa itu sesama manusia, dgn menggambarkan org Samaria yg dgn tulus hati menolong dan merawat org yg kerampokan di tengah perjalanan. Kasih itu menyelamatkan & bukannya membiarkan. Terkadang perhitungan dan pikiran kita yang menghalangi kita utk cepat bergerak dan memberikan pertolongan. Ajaran dari pendahulu kita bhw jgn ikut campur urusan org lain memang ada benarnya, tp itu dlm batas bhw keadaan org lain dlm keadaan normal, tapi kalau sdg tdk normal dan kira-kira bs membuat org itu berpikir pendek, kita hrs menolongnya.

Minimal kita bisa menjd pendengar yg baik, mau menyediakan waktu utk mendengar keluh kesah org yg sedang hancur hatinya. Jgn menilai keluh kesah itu sesuatu yg negatif, itu spt sesuatu yg kalau tdk dimuntahkan, membuat seseorg akan terus merasa mual, setelah muntah baru terasa lebih nyaman. Dlm pelayanan pelepasan & luka batin, biasanya manifestasi yg terjd adalah org akan memuntahkan sesuatu, dan memang jgn dilarang. Keluh kesah jgn dipendam, keluarkan dan itu akan membuat org itu merasa lega. Kita hrs bijak dlm menyikapi apa yg seseorg sedang alami, satu sisi kita pergunakan sudut pandang dr firman Tuhan, di sisi lain kita jg harus melihat dr sudut pandang ilmu kejiwaan dan kesehatan karena manusia bkn hanya roh saja, tp ada jiwa dan tubuh jasmani. Org yg terluka pasti teriak karena merasa sakit, yg kita lakukan tentu tidak menutup mulutnya, tp berikan support yg sdkit bnyk bs membuat dia terobati dan merasa lebih nyaman. Org yg hatinya hancur butuh wujud dr kasih dlm bentuk fisik, seperti pelukan, tentu ini dilakukan dgn sesama jenis, dan dilakukan dgn penuh kasih tentunya. Hal selanjutnya kita bisa membawa orang itu ke ahli di bidangnya, seperti psikolog, dokter, hamba Tuhan, dsbnya, supaya bs maksimal dipulihkan.

Kalau seseorang meninggal dgn kondisi hancur hatinya, tentu ini sesuatu yg memilukan, jangan biarkan ini terjd pd org-org di sekitar kita, kasih itu aktif dan nyata.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyembuhkan Hati Yang Hancur

Bukti Adanya Buah Roh di Hidup Kita

DI 07032023

Efesus 5:9
karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,

Ephesians 5:9 KJV
(For the fruit of the Spirit is in all goodness and righteousness and truth)

Ada perbedaan terjemahan dari Alkitab LAI TB mengenai ayat ini yg seharusnya bukan terang tapi buah Roh, ini jelas akan membawa kita pd pemahaman yg agak berbeda arahnya.

Sebagai informasi, LAI telah merilis Terjemahan Baru 2 utk Alkitab Indonesia bulan Febuari 2023 lalu dan sudah bs dibeli secara umum, yg paling diutamakan adalah pergantian kata-kata sesuai perkembangan bahasa zaman kini. Kembali ke pembahasan, buah Roh itu ada di dalam segala kebaikan, keadilan dan kebenaran, artinya bhw org yg dlm hidupnya memiliki buah Roh terlihat dr apakah hidupnya penuh dgn kebaikan, yang diperbuat selalu berdampak baik bagi org lain, kemudian apakah dlm hidupnya selalu berlaku adil, tdk merampas hak org lain dan memberi sesuai dgn apa yg selayaknya org lain terima dr perbuatannya. Keadilan memang kadang dapat terlihat kejam, ketika sanksi dan hukuman harus tetap diberikan, tapi itulah keadilan, justru kalau terlalu toleran dgn dosa dan kesalahan, dampak utk masa depannya jadi kurang baik. Kemudian apakah dlm hidupnya penuh dengan kebenaran, perbuatan, sikap dan perkataan apakah sesuai dgn kebenaran yg sumbernya adalah dr firman Tuhan, apakah kita org yg cinta pd sesuatu yang benar, atau justru mencintai kepalsuan? Tiga hal ini yg hrs terlihat dr keseharian hidup kita.

Buah dr sebuah pohon menandakan bhw dalam pohon itu terjd sebuah proses siklus kehidupan yang seharusnya, ketika tiba musimnya berbuah maka buahnya akan muncul dr ranting daunnya. Ada saat dlm hidup kita setelah sekian lamanya hidup dalam Tuhan sbg seorg Kristen, harusnya sudah menunjukkan adanya buah Roh di dalam hidup kita. Tapi sayangnya, tiap org berbeda dlm proses ‘berbuahnya’, ada yg cepat dan ada yang lambat. Ada org Kristen yg blm lama bertobat tp sdh ‘berbuah’ dlm hidupnya, tapi sebaliknya, ada org Kristen yg sudah puluhan tahun tp hidupnya blm bnyk berubah dr sebelum bertobat. Hal ini tergantung dr pribadi masing-masing dan level kedewasaan rohani yang dimilikinya. Kembali ke level kasih pd Tuhan, kalau pudar, biasanya akan lama utk berbuahnya. Itulah kenapa sering kita diingatkan utk kembali pd kasih yg awal, supaya hidup kita bs diproses Tuhan dan menghasilkan banyak hal positif sesuai dengan tujuan Tuhan. Coba periksa hidup kita, apakah buah Roh sdh terlihat atau belum? Kalau ada hambatan shga belum terlihat, minta Tuhan tunjukkan dan harus rela utk diproses Tuhan lebih lagi, karena kalau kita sbg ‘rabting’ yg tdk berbuah, nasib kita akan berakhir tragis.

Tetap dekat dgn Tuhan dan jalani proses yang memang hrs kita lewati, sabar dan jangan lari dr Tuhan, lihatlah nanti hasilnya akan sangat baik bagi kehidupan kita dan bermanfaat bagi orang banyak.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukti Adanya Buah Roh di Hidup Kita

Masih Punya Mulut Memuji Tuhan

DI 06032023

Kisah Para Rasul 16:24-26
Sesuai dengan perintah itu, kepala penjara memasukkan mereka ke ruang penjara yang paling tengah dan membelenggu kaki mereka dalam pasungan yang kuat.
Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka.
Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua.

Keadaan Paulus dan Silas tentu sangat tdk baik karena mereka didera lalu dimasukkan ke dalam penjara dan dipasung, tdk bs bergerak, tubuh jg merasakan nyeri, pedih karena deraan.

Tubuh boleh terpasung, terbelenggu, namun ada bagian tubuh mereka yg tetap bs digerakkan, itu sebabnya mereka berdoa dan memuji Tuhan, ini membuat suatu yg supranatural terjadi, gempa bumi yg sangat besar tiba-tiba terjd dan semua belenggu yg mengikat tubuh mereka terlepas & ini membuat gempar. Biasanya sesaat gempa terjd, yg diperhatikan adalah apakah ada korban jiwa dan berapa kerusakan bangunan yg terjadi, bgmna jika para tahanan itu mati atau mungkin kabur, kepala penjara tentu sangat kuatir. Yang menjd pelajaran bagi kita adalah bhw keadaan yg sedang kita alami mgkin membuat kita jadi tdk berdaya, semangat patah dan tubuh serasa lemas memikirkan semua hal, namun ingatlah bhw kita masih punya mulut utk memuji Tuhan dan menyembah Dia (kecuali bagi mereka yang maaf: bisu atau sulit bicara), tetaplah berdoa & memuji Tuhan pada setiap waktu, tetap beriman dan percaya bhw Tuhan itu baik. Kalaupun sulit utk berkata-kata, gunakan hati kita utk berdoa & memuji Tuhan. Dlm bbrpa bagian kisah Alkitab, puji-pujian yg dinaikkan pd situasi yg sulit justru menghasilkan suatu terobosan dan mujizat, ada kemenangan dlm peperangan melawan musuh dan jg spt yg terjd dr ayat yg kita baca.

Tdk mudah berdoa dan memuji Tuhan di saat yg sulit dan terbelenggu, Saulus dan Silas saat itu sedang menahan pedih akibat tubuh mereka JD penuh luka akibat deraan, kaki mereka dipasung dan pasti suara mereka hampir habis, serak dan tdk nyaman di telinga utk didengar. Saat mereka mulai berdoa, mgkin tahanan yang lain bereaksi krna merasa terganggu, tengah malam berisik, mengganggu orang mau tidur, tetapi Paulus dan Silas tetap lanjut memuji dan menyembah dgn kekuatan yg masih mereka miliki. Ini teladan yg baik, dgn kekuatan yg masih ada, kita hrs tetap berdoa dan memuji Tuhan, walau mgkin orang lain akan menganggap kita ‘aneh’, tp lakukanlah dg iman, percaya bhw doa, pujian penyembahan yg kita naikkan itu tdk sia-sia. Tuhan bertindak ketika doa dan pujian kita itu berkenan bagi Dia, dan lihatlah sesuatu yg supranatural dari Tuhan itu akan mengubah keadaan yang ada. Tapi bagi org yg sudah menyerah pd keadaan, berdoa dan memuji Tuhan dianggap sesuatu yg sia-sia saja, mereka terpaku dg pemahaman melihat dulu br percaya, sedangkan iman berkata percaya dulu dan nanti akan melihat. Pilihlah utk berikan dan jgn menyerah.

Berdoa dan memuji Tuhan dlm keadaan normal tentu mudah, namun ‘paksakan’ diri kita untuk menguatkan iman, mulailah dgn berdoa memuji Tuhan dgn segenap hati.

Posted in Renungan | Comments Off on Masih Punya Mulut Memuji Tuhan