DI 21022023
Lukas 16:22-23
Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
Ada pengemis mati kelaparan di depan rumah kita, pdhal di dlm rumah, kita punya makanan yg banyak, mestinya pengemis itu tidak akan mati kalau seandainya kita memberi dia makan dan mau menolong dia.
Setelah keduanya mati, kisah dlm ayat ini mulai bercerita keadaan yg dialami di alam kematian, si org kaya ini mengalami penderitaan. Mungkin kita tdk menyadari bhw sebuah relasi/hubungan bisa menentukan apa yg akan kita alami di alam sesudah kematian tubuh, ini belum neraka atau surga, tp sdh jelas arahnya mau kemana. Kalau saja si org kaya ini peduli dgn si pengemis, dgn memberi dia makan dan merawatnya, mungkin dia tdk akan menderita di alam kematian. Tidak mau membangun hubungan dg si pengemis, ini sesuatu yg jahat di mata Tuhan, tdk mau peduli dgn nasib org susah pdhal bisa melakukan yang baik terhadap orang itu, ini bukti tidak ada kasih Tuhan dlm diri seseorg. Kadang kita berpikir ttg untung ruginya kalau kita mau bangun sebuah hubungan dgn seseorg, jelas ini ‘transaksional’ sifatnya, mgkin dlm dunia bisnis & perdagangan hal ini lumrah, siapa yang mau rugi karena salah memilih mitra bisnis? Salah memilih teman juga bs berakibat buruk, tapi bicara ttg kemanusiaan, ini ttg hati nurani dan perintah Tuhan, tdk boleh menghitung untung ruginya, tapi justru gembira bs menjd berkat bagi org lain.
Kisah berbeda kita lihat dr perumpamaan orang Samaria yg menolong seorg yg dlm perjalanan dirampok dan dianiaya (Lukas 10:25-37). Tidak kenal sm sekali sebelumnya, tp melihat ada org yg menderita, hati nuraninya tergerak menolong bahkan membawa org yang kerampokan itu ke penginapan spya bs dirawat, dan biaya selama di penginapan dia yg tanggung. Org Samaria ini disebut sbg org yg paham ttg mengasihi orang yang disebut ‘sesamanya’, sebuah sindiran telak utk para imam dan org Lewi yg dlm kisah ini tdk menolong dan bahkan menghindar. Dari 2 kisah di atas, 2 org hampir mati, yg satu akhirnya mati karena tdk ada yg mau bangun relasi dgn dia, yg lainnya akhirnya tetap hidup krna ada org yang mau bangun relasi dengan dirinya, betapa besar dampak dr sebuah relasi yg bukan transaksional sifatnya, bagi yg ditolong, mengalami kehidupan dan yg menolong pasti menerima balasan baik yg dr Tuhan, sementara yg tdk ditolong akhirnya mati tapi dibalas baik oleh Tuhan, sementara yg tdk menolong jg mati namun mendapat balasan yg buruk dr Tuhan. Mau membangun relasi atau tdk, ternyata bs berpengaruh pd keadaan kita di alam kematian.
Adakah ‘pengemis Lazarus’ dan ‘orang yg telah dirampok’ spt dlm 2 kisah di atas dlm kehidupan kita? Jgn pikir untung dan ruginya, jadilah berkat bagi mereka melalui kebaikan yang kita lakukan.