Ketenteraman Hidup

DI 17062022

Amsal 17:1
Lebih baik sekerat roti yang kering disertai dengan ketenteraman, dari pada makanan daging serumah disertai dengan perbantahan.

Jika diperhadapkan dg pilihan antara bnyk harta atau ketenteraman, apa yg jadi pilihan kita? Dua hal ini pastinya kita ingin miliki secara bersama, karenanya keduanya saling mempengaruhi dlm hidup kita.

Keluarga tdk tenteram akan mempengaruhi cara kita bekerja mencari uang, tp kekurangan uang itu juga bs mempengaruhi ketenteraman dalam keluarga kita. Tapi ketika kondisi spt gambaran dlm ayat yg kita baca: satu situasi di mana kita hanya punya harta sedikit sehingga hanya bisa makan makanan yg sederhana tapi ada damai di dlm keluarga kita, di kondisi lainnya kita pny bnyk harta tp suasana bnyk terjd pertengkaran, maka yg jadi punya nilai lebih itu bukan banyak harta tp kita punya ketenteraman dlm hidup kita sehari-hari. Ini pilihan yang diungkapkan penulis amsal yg adalah org bijaksana dan berhikmat, jd pasti sudah dipertimbangkan dari berbagai sisi dan sudut pandang, ketenteraman lebih bernilai drpd punya harta yg banyak. Bisa ‘makan roti’ tp suasana dlm keluarga itu harmonis itu lebih baik drpd ‘makan daging’ tp banyak ribut dlm rumah, dan tentunya ini bs terjd kalau seluruh anggota keluarga punya nilai yang sama: bagaimanapun kondisi keuangan yg dihadapi saat ini, tetaplah membuat diri kita bs merasa ‘cukup’ dan tetap bersyukur pd Tuhan, semua masih bs makan & tetap dipelihara oleh Tuhan dgn baik.

Harta bs menopang ketenteraman, ini hal yang perlu jg kita pahami dgn benar, kekurangan bisa membuat kita kuatir dan takut, dan pastinya bs mempengaruhi emosi dan perasaan kita. Sudut pandang kita ttg peranan harta menurut firman Tuhan akan sangat membantu kita utk bersikap dgn tepat di saat menghadapi masalah tentang keuangan kita. Keuangan yang labil jgn sampai membuat hubungan antar anggota keluarga bs menjd buruk, perlu kedewasaan utk tetap tidak terlalu memaksakan diri hanya memprioritaskan mencari uang tapi mengorbankan ketenteraman yg pernah ada. Saling mendoakan dan memberi support dalam keluarga akan sangat membantu keluarga kita bisa melewati ‘badai’ keuangan itu dan setelah berhasil melewatinya, tetap punya ketenteraman itu, harta boleh berkurang, tp jgn sampai kehilangan damai sejahtera, hubungan antar anggota keluarga tdk rusak, goncangan bs terjd, tapi rumah tangga tetap kokoh berdiri spt bangunan yg kuat pondasinya dlm menghadapi kuatnya goncangan gempa bumi yg terjd. Mgkin sempat terusik sedikit, tp tdk sampai membuat gaduh yg berkepanjangan.

Punya sedikit atau bnyk harta, ketenteraman itu hrs menjd sesuatu yg terus kita ciptakan dan jg kita trs pertahankan agar tetap ada dlm kondisi apapun yg dihadapi oleh keluarga kita hari demi hari.

Posted in Renungan | Comments Off on Ketenteraman Hidup

Musuh Jadi Kawan?

DI 16062022

Amsal 16:7
Jikalau TUHAN berkenan kepada jalan seseorang, maka musuh orang itu pun didamaikan-Nya dengan dia.

Sejak kecil kita dinasehati orangtua agar jangan punya musuh, tapi harus punya banyak kawan, ini tentu sesuatu yg baik karena dlm banyak hal, punya koneksi atau jaringan pertemanan akan sangat mendukung kelancaran aktivitas kita.

Tdk semua org suka pd kita, walaupun kita tdk menganggap mereka sebagai musuh, bgmna supaya mereka tdk lagi melakukan hal-hal yang merugikan kita? Ayat ini mengajarkan kita untuk hidup dlm perkenanan Tuhan, karena Tuhan dgn cara-Nya sendiri akan membuat musuh kita itu membuat perdamaian dgn kita. Ibarat 2 negara yg sebelumnya berperang, akhirnya mau duduk bersama dan menandatangani perjanjian damai bahkan dilanjutkan dgn berbagai bentuk kerja sama di antara 2 negara tersebut. Musuh menjd sekutu, lawan menjadi kawan, inilah yang Tuhan kerjakan dlm hidup org yg berkenan kepadanya. Kita hrs paham bhw kita menjadi ‘berkat’ bukan hanya utk org-org yg baik saja, tp jg utk mereka yg berkelakuan jahat bahkan yg memusuhi kita dengan penuh kebencian, spt Tuhan berbuat yg baik pd semua manusia, apakah dia org yg baik atau yg jahat. Sebagian org masih sulit utk mau berbuat baik pd org yg menjahati mereka, masih mengikuti ‘budaya’ dunia: baik terhadap org yg baik dgn kita saja, terhadap org yang memusuhi kita ya tidak usah kita berbuat baik terhadapnya satu kalipun jg. Beda dgn prinsip kasih Tuhan.

Bencilah perbuatannya tapi kasihi orangnya, ini sulit dipraktekkan dlm hidup kita, apalg jika yg menjahati kita adalah org-org terdekat kita sndri yg sering kita berhubungan dgn mereka. Terluka dan merasa dikhianati, membuat hati seseorang menjd tertutup dan kehilangan minat untuk mau mengasihi orang itu. Itulah mengapa Tuhan mau untuk kita jgn sampai membenci seseorg, mgkin kita kecewa tp jaga hati supaya jgn diteruskan menjd sebuah kebencian. Pertobatan dr org yg jahat biasanya terjd juga karena org yg mereka jahati masih mau peduli dan mengasihi mereka trs menerus. Siapkah kita jika Tuhan membuat musuh berdamai dgn kita? Kita pasti menolak kalau ada kebencian dlm hati kita, tp kita malah akan bersukacita kalau hati kita tidak ada rasa benci terhadap siapapun jg. Bersukacita karna org berdosa bertobat adalah bukti seseorg itu punya kasih Tuhan di dlm hatinya. Memang tdk mudah dlm prakteknya, tp asalkan kita mau dan siap melakukan, Tuhan akan memampukan kita utk melakukannya. Hidup dgn damai dgn orang lain akan membuat langkah hidup kita menjadi ringan dan penuh sukacita.

Kejarlah perdamaian karena kita butuh banyak ketenangan dlm hidup kita, siapkan selalu bnyk ‘stok’ pengampunan dan siap untuk jadi berkat bagi siapa saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Musuh Jadi Kawan?

Diawasi Tuhan

DI 15062022

Amsal 15:3
Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.

Di tempat-tempat umum ataupun di jalan raya, biasanya terpasang sejumlah CCTV sesuai dgn kebutuhannya, bahkan di rumah pribadi bbrpa kalangan, CCTV dipasang demi alasan tertentu.

CCTV sekarang makin canggih teknologinya, tp tetap saja ada org-org yang berani berbuat jahat walau di tempat itu terpasang CCTV. Polisi juga menggunakan rekaman CCTV utk mengungkap pelaku kriminal dlm satu kasus yg sedang dlm penyelidikan. Walaupun ada jg yg menggunakan kamera tersembunyi utk hal-hal yg negatif, tapi intinya gerak-gerik kita sebagian besar dipantau oleh kamera CCTV dan hasil rekamannya bs utk dijadikan alat bukti. Hal yg ingin dibahas kali ini adalah bhw ada yg lebih canggih dari CCTV yg paling canggih sekalipun, yaitu mata Tuhan, ya mata Tuhan yg bahkan sanggup melihat isi hati setiap manusia. Tidak ada lokasi yg ‘blank spot’ bagi mata Tuhan, tidak ada batasan jangkauan pandangnya, semua gerak gerik manusia akan terlihat dgn jelas tanpa adanya waktu Jedah, ini bukan hanya berlaku utk org yg jahat, tp jg org yg baik, semuanya dipantau oleh Tuhan. Orang yg masih berani berbuat dosa walaupun sudah tahu sedang diawasi oleh mata Tuhan, pastilah org yg tidak memiliki rasa takut akan Tuhan, spt pelaku kriminal yg nekad berbuat kriminal walau sudah tahu ada terpasang CCTV di sana.

Setiap hari kita hrs mengevaluasi diri, terutama utk menemukan dosa apa saja yg telah kita buat dan itu pasti Tuhan sudah mengetahuinya. Jujur di hadapan Tuhan itu akan melatih kita utk jujur jg kepada org lain. Tuhan pasti tahu, knpa masih berbohong jg? Jadi dlm waktu doa pribadi kita setiap hari, perlu adanya pengakuan dosa yang diikuti dgn pertobatan yg sungguh-sungguh, dan mulai memupuk lagi rasa takut akan Tuhan saat kita akan melakukan apapun jg. Semua tercatat dan akan diperhadapkan saat kita akan dihakimi oleh Tuhan nantinya. Untuk perbuatan baik nanti akan Tuhan beri ‘upah’, sedangkan utk dosa dan perbuatan jahat akan menerima hukuman kalau belum menerima pengampunan dr Tuhan. Saat kita masih hidup di dunia, itulah kesempatan utk bs terus menerus mengakui dosa, bertobat, dan menerima pengampunan dr Tuhan. Jgn sampai kita menyesal nantinya krna selama hidup dlm dunia ini tdk pernah bertobat dan diampuni oleh Tuhan. Jgn lagi bertindak sembarangan karena ada mata Tuhan yg memantau gerak gerik kita setiap saat, takutlah akan Tuhan dan lawanlah keinginan utk berbuat dosa.

Tuhan ada di mana-mana, di gereja, di rumah, di kantor, di mall, bahkan mata-Nya tetap melihat org-org di tempat yg penuh dgn perbuatan dosa, mata Tuhan sedang mengawasi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Diawasi Tuhan

Setia dan Kebohongan

DI 14062022

Amsal 14:5
Saksi yang setia tidak berbohong, tetapi siapa menyembur-nyemburkan kebohongan, adalah saksi dusta.

Kenapa dipakai kata ‘setia’ bukan kata ‘jujur’ utk menjelaskan perbedaan antara saksi palsu dgn saksi yg tidak berbohong? Berarti ada hubungan antara kesetiaan dan knpa seseorg bisa sengaja berbohong demi sesuatu.

Suami atau istri yang selingkuh pasti berbohong supaya tdk ketahuan oleh pasangannya, artinya dia tdk setia lagi pada pasangannya itu. Org yg mengkhianati kita dgn sengaja menyebar fitnah keji terhadap kita, itu menunjukkan bhw dia dgn sengaja berpura-pura setia supaya bs dipercaya dan pd waktu yg tepat ‘menikam dari belakang’. Jadi kalau kita setia pd seseorg, kemungkinan utk membohonginya itu jd mengecil, atau mgkin bs sama sekali tdk berani utk membohonginya. Kesetiaan bkn hanya bcra selalu mendampingi dlm suka dan duka, tp jg tdk tega membohongi pd org yg dia berkomitmen utk setia. Apalg jika dia dibutuhkan utk bersaksi dlm sebuah perkara yg tergantung dr kesaksian yg dia berikan, maka sesuai dgn ayat ini, yg akan dia katakan adalah hal yg sebenarnya, bukan sebuah kebohongan. Hati-hati dgn penahaman ‘berbohong demi utk kebaikan’, demi menyelamatkan seseorg maka terpaksa hrs berbohong, kita tdk diajar untuk spt itu, karena dlm kesetiaan pasti ada keinginan yg kuat utk tdk berbohong, beda dg prinsip lain yg membolehkan berbohong demi menyelamatkan, kalau bs berbohong sekarang, di lain waktu juga bs kembali berbohong lagi.

Ada org yg masih bodohnya minta ampun, yaitu org yg masih saja berbohong pd Tuhan, karena Tuhan itu Mahatahu, Dia tahu kita berkata benar atau sedang berbohong, kalau masih berbohong jg pd Tuhan, yah ‘tolol’ sekali org itu. Jadi kalau menguji kesetiaan kita pd Tuhan, tanyakan pada diri kita sendiri: apakah saya masih berbohong pd Tuhan dlm satu atau dua hal dlm hidup saya? Bgmna cara kita mengetahuinya? Mudah saja, ini bisa kita lihat dari seberapa sering kita setiap harinya mengakui dosa kita di hadapan Tuhan. Kalau kita merasa baik-baik saja, tdk ada dosa, maka itu sudah suatu kebohongan di hadapan Tuhan. Saya tdk mencuri, tdk berzinah, tdk iri dg org lain, tdk bunuh org, tapi masih benci dg org lain, ya itu suatu kebohongan jg:

1 Yohanes 4:20
Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Masih benci dg seseorg, berarti berdusta, tidak setia pd Tuhan. Ukurannya bukan sudah berapa lama kita jadi org Kristen, bukan pelayanan apa yg sudah kita jalani, tapi bisakah kita mengasihi org membenci kita? Hati kita tidak boleh penuh dg kebencian.

Posted in Renungan | Comments Off on Setia dan Kebohongan

Penginjilan dan Kuasa Tuhan

DI 13062022

Kisah Para Rasul 8:6-8
Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.
Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan.
Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu.

Filipus menginjil di salah suatu kota di daerah Samaria, bukan hanya sekedar memberitakan ttg Mesias, tp juga melakukan seperti apa yang Yesus lakukan selama Dia ada di dunia.

Penginjilan yang disertai dgn manifestasi kuasa Tuhan akan sangat efektif bagi penjangkauan jiwa bagi Kristus. Di bbrpa puluh tahun lalu juga sampai sekarang sering kita melihat penginjilan yg diwujudkan dlm bentuk kegiatan KKR Mujizat dan Kesembuhan. Ini tentu sangat efektif karna selaras dgn apa yang Yesus lakukan selama Dia melayani di dunia ini: berkeliling mengajar, juga menyembuhkan yg sakit, mengusir roh-roh jahat sehingga bnyk org yg menjd percaya. Tentu kita jg hrs lebih menekankan penginjilan bukan pada mujizat-Nya, tapi pd pemberitaan ttg pertobatan dan pengampunan dosa utk menerima dr Tuhan kesekamatan yg kekal. Iblis jg bs membuat yang serupa dgn mujizat, ada sihir, kuasa gelap, tapi tentunya tdk bs menyamai kuasa Tuhan. Banyak org tertarik dgn okultisme krna memang iblis jg bs melakukan yg supranatural dan itu menarik minat org-org yg ingin membuat dirinya ‘berisi’ & disegani bnyk org. Penginjilan jg sangat efektif dilakukan dgn disertai kesaksian-kesaksian dari mereka yang telah mengalami kasih dan kuasa Tuhan dlm hidupnya. Ini penting krna apa yang kita beritakan yaitu Injil, harus ada pembuktian bhw Tuhan Yesus Kristus lebih tinggi dari allah yg lain.

Kebutuhan dr mrka yg menjd target penginjilan tentu berbeda-beda, ada yg butuh kesembuhan, ada yg butuh mujizat, ada yang butuh solusi dari masalah yg sdg dihadapi, ada yang butuh untuk dilayani dgn firman Tuhan utk bs menyingkirkan keraguannya ttg kekristenan, dsbnya. Jadi kita hrs berusaha utk memenuhi kebutuhan mereka itu sbg ‘pintu masuk’ mengenalkan mereka pada Injil Kristus. Kekuatan dlm pemberitaan firman itu sangat dibutuhkan, apalagi jika disertai dgn jamahan Roh Kudus, banyak jiwa yg diserahkan pd Tuhan. Selanjutnya yg perlu dilakukan segera adalah melayani mereka dgn pembaptisan air yang bs dilakukan oleh gereja-gereja setempat atau gereja kita sendiri. Selanjutnya perlu untuk mereka dimuridkan dgn pemuridan yg baik dan terus menerus karena jiwa-jiwa baru perlu untuk dibimbing kerohaniannya agar bs bertumbuh & dewasa di dlm lingkungan rohani yg baik. Inilah yg hrs kita pahami bhw penginjilan itu perlu utk ditindaklanjuti dgn pemuridan dan pada saatnya nanti mrka mulai masuk dlm bidang pelayanan dan nantinya mrka jg akan memuridkan petobat dan jiwa-jiwa baru dr hasil penginjilan.

Sudahkah kita terlibat dlm penginjilan, baik yang secara pribadi maupun yg dilakukan oleh gereja dan organisasi Kristen lainnya? Mulailah dr org di sekitar kita, libatkan Tuhan ketika kita sedang melakukan penginjilan.

Posted in Renungan | Comments Off on Penginjilan dan Kuasa Tuhan

Jemaatpun Menginjil

DI 11062022

Kisah Para Rasul 8:1, 4
Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh. (8-1b) Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria.
Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil.

Penginjilan bagi sebagian org menjd satu hal yg sulit utk dilakukan, dgn berbagai alasan supaya tdk usah menginjilpun dicari-cari, tapi semuanya akan terbantahkan dgn satu ayat ini.

Jemaat mula-mula di Yerusalem mengalami hal yang menakutkan, Saulus dgn giatnya berusaha utk ‘merusak’ jemaat Tuhan, memasuki rumah demi rumah dan menyeret org Kristen waktu itu dan dimasukkan ke dlm penjara. Bs terbayang bgmna begitu mencekamnya situasi yg dialami jemaat di Yerusalem saat itu, hingga akhirnya mereka memutuskan melarikan diri, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Ini tepat spt yg Yesus katakan dlm Kisah Para Rasul 1:8 bhw mereka akan menjd saksi Tuhan di Yudea dan jg Samaria, bahkan jemaat Tuhan di generasi yang berikutnya hingga generasi kita sekarang telah bnyk mengalami penderitaan krna Injil dan jelas kita melihat bhw ‘ujung bumi’pun jg sudah mulai terjangkau oleh Injil. Jadi menginjil itu bukan hal yg khusus dilakukan oleh para rasul saja saat itu to jg jemaat biasapun turut menginjil walaupun saat itu mereka terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka krna menjadi incaran Saulus yg saat itu sangat membenci kekristenan. Di saat yg burukpun, Injil hrs tetap diberirakan, berita ttg pertobatan, pengampunan dosa & keselamatan di dlm nama Tuhan Yesus Kristus, karena setiap org membutuhkan 3 hal tersebut.

Alasan menolak utk menginjil biasanya karena takut mengganggu hubungan baik dgn org lain, misalnya org yg berdagang takut jika menginjil maka langganannya merasa tdk nyaman hingga akhirnya tdk lagi menjd langganannya, pebisnis jg demikian, takut kehilangan klien dan partner bisnis kalau menginjil, bicara Injil di kantor atau sekolah nantinya bs dijauhi dlm pergaulan oleh org lain, dsbnya. Memisahkan hal yg ‘rohani’ dgn kehidupan sehari-hari seringkali justru membuat kita menjd org yg munafik: kalau di gereja tidak boleh bohong, kalau di luar gereja ya bebas mau bohong, lho, memangnya Tuhan hanya ada dlm gedung gereja? Dia ada di rumahmu, di kantor & sekolahmu, di komunitas dan di lingkungan kita beraktivitas sehari-hari. Ingat bhw jemaat juga menginjil dlm ayat yg kita baca, apa mereka tdk merasa takut sementara mereka sedang diincar utk ditangkap? Pasti ada rasa takut, tapi mereka tidak bs menahan kasih mereka pd Tuhan yang diwujudkan dgn melakukan penginjilan di Yudea dan Samaria. Menginjil bs dimulai dgn sharing kesaksian hidup dan menceritakan ttg kebaikan Tuhan dlm hidup kita, diakhiri dgn memberitahu ttg adanya pengampunan dosa & keselamatan di dlm Tuhan Yesus Kristus. Mereka menerima atau tidak, bukan tanggung jwb kita, kewajiban kita hanya memberitakan Injil, Roh Kudus yang selanjutnya bs membuat mrka bertobat.

Kalau nanti saatnya kita mati dan menghadap Tuhan, jika Dia bertanya apakah penginjilan sdh kita lakukan, biarlah jawaban yg kita berikan itu adalah sesuatu yg menyenangkan hati Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jemaatpun Menginjil

Ditolong Untuk Terus Melayani

DI 10062022

Kisah Para Rasul 5:18-20
Mereka menangkap rasul-rasul itu, lalu memasukkan mereka ke dalam penjara kota.
Tetapi waktu malam seorang malaikat Tuhan membuka pintu-pintu penjara itu dan membawa mereka ke luar, katanya:
“Pergilah, berdirilah di Bait Allah dan beritakanlah seluruh firman hidup itu kepada orang banyak.”

Menjadi seorg Kristen memang harus melayani, tentu ini bukan hanya melayani dlm pengertian terlibat pelayanan di gereja atau organisasi lain yg sifatnya sosial, tp melayani dlm arti memberi ‘keuntungan’ bagi Tuhan dan sesama dari hidup kita.

Menjadi Kristen jg hrs paham bahwa cara Tuhan menolong itu bukan hanya dgn cara yang biasa atau bs masuk akal, tapi juga dgn supranatural yg tdk bs dijelaskan dgn logika pikiran kita. Bagi sebagian org, mujizat itu hanya terjadi di zaman dulu, sekarang tidak lagi, bukankah pikiran yang spt itu justru salah dan ‘membatasi’ Tuhan? Hak setiap anak-anak Tuhan utk menikmati mujizat Tuhan sbg bentuk salah satu pertolongan Tuhan yg memang Tuhan sediakan. Namun yg hrs kita renungkan, setelah ditolong Tuhan, apa yg harus kita lakukan utk Tuhan? Pastinya kita tdk mgkin bs membalas mujizat dg mujizat, namun Tuhan ingin kita terus ‘melayani’ Tuhan, memberi bnyk keuntungan bagi Tuhan dan sesama. Jd bukan supaya kita bebas dari masalah lalu kita sibuk dgn kehidupan kita sendiri, bahkan Tuhan ingin kita bersaksi ttg kebaikan Tuhan, kita ditolong Tuhan supaya kita jg bs menolong org kain, kita menjd ‘perpanjangan tangan’ Tuhan, kita menjd ‘saluran’ berkat Tuhan bagi bnyk org. Selalu kita hrs ingat bhw kita sbg org Kristen bukan hidup hanya utk diri sndri, tapi jg menjadikan hidup ini memberi bnyk manfaat bagi sesama.

Apa yg bs kita lakukan dgn keberadaan diri kita skrg ini? Pepatah org tua berkata: kalau tdk pny uang, bantulah dgn tenaga, ini ada benarnya, ini bs ditambahi dg kalau tdk pny uang dan tenaga yg cukup, minimal bantulah dengan doa yg kita syafaatkan pd Tuhan, bukan cuma bicara nanti kita akan doakan, tp mempraktekkannya dalam jam doa kita setiap hari. Jgn menipu dg berkata akan kita doakan tp kemudian kita tidak pernah mendoakannya 1x pun juga, cuma menghibur tp bukan utk dilakukan. Persaudaraan dlm Kristen tdk boleh cuma sekedar ‘basa basi’, itu sesuatu yg bs menjd batu sandungan bagi org lain yang mulai tertarik dgn Kekristenan, justru kita harus menunjukkan persaudaraan Kristen yang sesuai dgn firman Tuhan. Menjd berkat bkn cuma dlm hal berbagi, kita berikan org lain dan kita masih punya juga, tp ada saatnya kita berkorban, yang kita punya, kita berikan utk org lain, dan kita tdk memilikinya lagi, itulah yg Yesus lakukan karena kasih-Nya pd kita, memberi diri-Nya, nyawa-Nya bagi kita. Jgn hidup jamya utk diri sndri, tp ingat bahwa Tuhan mau kita jg memberi dampak yg positif bagi bnyk org supaya mrka jg merasakan kasih Tuhan melalui apa yg kita lakukan.

Tuhan menolong kita utk trs bisa ‘melayani’ Dia, pertolongan-Nya bs dgn cara yg masuk akal, tp jg bs dgn cara yg supranatural, jgn batasi Tuhan dgn pengetahuan kita yg masih blm sempurna.

Posted in Renungan | Comments Off on Ditolong Untuk Terus Melayani

Lupa Karena Harta

DI 09062022

Kisah Para Rasul 5:2, 7
Dengan setahu isterinya ia menahan sebagian dari hasil penjualan itu dan sebagian lain dibawa dan diletakkannya di depan kaki rasul-rasul.
Kira-kira tiga jam kemudian masuklah isteri Ananias, tetapi ia tidak tahu apa yang telah terjadi.

Membaca kisah ini ada yang menggelitik logika yang saya miliki: suami sudah meninggal 3 jam lalu, sang istri tidak mengetahuinya? Apakah dia dan suaminya sedang terpisah di 2 tempat yang jaraknya cukup jauh?

Apa yang sebenarnya dilakukan Safira sehingga dia tidak tahu bahwa suaminya baru saja mati dan sudah dikuburkan? Apakah tdk ada seorang pun yg memberitahukan ttg kematian suaminya itu? Logika yg bs kita perkirakan adalah bhw dia sdg pergi jauh utk menyembunyikan hartanya yg sebagian memang sengaja disembunyikan utk diri mereka sendiri. Di saat itu memang bajyak jemaat yg menjual harta miliknya lalu dibawa ke hadapan para rasul utk dikelola sebagai plynan diakonia bagi jemaat lain yg berkekurangan. Bs saja krna tdk enak hati krna melihat org banyak sdh menjual harta miliknya, Ananias dan Safira akhirnya menjual tanah miliknya, sebagian utk dibawa ke hadapan para rasul, sebagian untuk mereka nikmati sndri. Ini bukan ketamakan, tapi menipu Tuhan, mendustai Roh Kudus, akibatnya sangat fatal: keduanya hrs mati krna mendustai Roh Kudus. Cuma ikut-ikutan berbuat baik, tapi hanya utk pencitraan semata, tdk dilakukan atas dasar kasih dan ketaatan pd firman Tuhan. Kita hrs belajar bhw Tuhan tdk butuh harta kira, tapi yg Dia inginkan adalah ketaatan karena dengan segenap hati mengasihi Tuhan.

Mengurus harta bisa menyimpangkan hati kita dr kemurnian dlm hal mengasihi Tuhan. Ketika kita merasa hidup kita itu nyaman dan aman jika memiliki banyak harta, itu berarti kita mulai tdk lagi mengandalkan Tuhan sepenuhnya. Uang bs menggantikan Tuhan dlm hal memberikan rasa aman bagi hidup kita. Perlahan-lahan cinta kita beralih dr Tuhan kepada harta, lebih banyak wkt kita habiskan utk mengurus harta drpd utk tetap menjaga hubungan baik dgn Tuhan. Harta bisa diumpamakan spt memiliki ‘sayap’, bisa terbang mendekat dan menjauhi kita, kita bisa menjadi kaya dan sebaliknya jg bs menjadi miskin. Kalau harga diri kita ditentukan oleh harta yg kita pny, maka spt nilai uang yg bs naik atau turun, harga diri kitapun bs melambung tinggi atau terjun dg bebas tanpa ada yg bs menahannya. Harta bagi org Kristen adalah wujud kepercayaan yg Tuhan berikan pada kita untuk dikelola dgn benar, shga memberikan bnyk manfaat bagi kita dan jg utk mrka yg membutuhkan. Harta tidak bs membeli keselamatan kekal dan mujizat Tuhan, tapi harta itu bisa menghilangkan rasa takut akan Tuhan yg dimiliki oleh seseorg yg sebelumnya sangat mengasihi Tuhan.

Pilihan ada di tangan kita: uang jadi hamba bagi kita atau kita diperhamba oleh uang, harta bisa memberi kenikmatan hidup di dunia, tapi tidak bs memberi kepastian utk masuk surga.

Posted in Renungan | Comments Off on Lupa Karena Harta

Tidak Terpengaruh Oleh Lingkungan

DI 08062022

1 Samuel 2:23, 26 (TB)
berkatalah ia kepada mereka: “Mengapa kamu melakukan hal-hal yang begitu, sehingga kudengar dari segenap bangsa ini tentang perbuatan-perbuatanmu yang jahat itu?
Tetapi Samuel yang muda itu, semakin besar dan semakin disukai, baik di hadapan TUHAN maupun di hadapan manusia.

Hidup selingkungan bahkan serumah dengan 2 anak imam Eli, tak membuat Samuel yg masih muda itu tercemari oleh perbuatan 2 anak imam Eli itu, bahkan Samuel semakin disukai Tuhan & org banyak.

Seringkali org menyalahkan lingkungannya jika suatu saat dia berbuat suatu kesalahan atau yg jahat, menyalahkan iblis yg ‘katanya’ menggoda terlalu hebat, atau jg menyalahkan Tuhan karna tidak menghentikan dia berbuat hal itu, jarang ada org yg berani mengakui bhw yg dia lakukan adalah karna kurang penguasaan diri atau krna sebab lainnya. Padahal Samuel hidup di bawah pengasuhan imam Eli yg kedua anaknya sering kali melakukan perbuatan yg jahat di hadapan Tuhan, tp dia bs tetap menjaga dirinya tidak ikut dgn perbuatan mereka. Memang faktor di mana kita tinggal atau beraktivitas bs mempengaruhi kebiasaan dan kelakuan kita, tapi mau atau tdk utk kita terpengaruh, keputusan akhir ada pada diri kita sndri. Sehebat apapun godaan yang dtg, seburuk apapun lingkungan sekitar kita, kitalah yang menentukan mau bagaimana kita menjaga diri kita sendiri, mau tetap jd org baik atau jahat, itu keputusan kita, bahkan Tuhanpun tidak akan menahan kita berbuat jahat, bukan karena tidak peduli, tp Dia sudah peringatkan lewat firman yg ada dlm Alkitab maupun lewat cara yg lain, apa yg akan Dia balaskan jika kita berbuat yg jahat.

Bagaimana kita bs tdk terpengaruh oleh tempat atau pergaulan di lingkungan sekitar kita yang buruk? Pastinya kita harus punya standart hidup yg jadi pedoman hidup kita. Firman Tuhan yang harus jadi pedomannya, sebab di dalamnya ada daftar hal-hal yg Tuhan suka dan yang tdk Tuhan sukai, ada pengaturan bgmna hidup seimbang antara rohani, jiwani dan jasmani, bgmna harus bersikap dan mengambil keputusan yang tepat, dsbnya. Yg tdk sesuai dgn firman Tuhan, harus kita jauhi dan menjaga diri agar tdk tergoda utk mencobanya, karena sekali mencoba, nanti bisa terus dilakukan, awalnya hati menolak, tp nanti kita mulai mengabaikan suara ku keberatan dari hati nurani kita. 2, 3 dan selanjutnya dimulai dari angka 1, begitu sekali kita mencobanya, bs jadi kita akan ‘keyagihan’ dan malah menganggap hal itu sbg sesuatu yg biasa dan wajar krna org lainpun jg bnyk yg melakukannya. Kembali yang harus kita ingat adalah keputusan terakhir untuk langkah hidup kita ada di diri kita sendiri, ingat akan ada akibat, resiko dan balasan dari setiap perbuatan yg kita lakukan, apakah itu perbuatan yg baik atau yg jahat, akan ada penghakiman yg menunggu kita dr Tuhan.

Jagalah hati dgn segala kewaspadaan, tapi juga harus disertai dgn menjaga pikiran & dorongan dr kedagingan manusia kita yg selalu mengarah pd perbuatan dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Terpengaruh Oleh Lingkungan

Tidak Melibatkan Tuhan

DI 07062022

Yosua 9:14-15
Lalu orang-orang Israel mengambil bekal orang-orang itu, tetapi tidak meminta keputusan TUHAN.
Maka Yosua mengadakan persahabatan dengan mereka dan mengikat perjanjian dengan mereka, bahwa ia akan membiarkan mereka hidup; dan para pemimpin umat itu bersumpah kepada mereka.

Demi menyelamatkan nyawa, org-org Gibeon ini melakukan tipuan terhadap Yosua dan seluruh bangsa Israel dgn menyamarkan identitas asli mrka sehingga Yosua dan bangsa Israel tertipu dan bersumpah tdk akan membunuh mereka.

Salah satu penyebab mereka tertipu adalah krna tdk meminta keputusan dr Tuhan ttg perkara itu, ini terjd krna mrka terlalu yakin dgn apa yg mrka lihat dgn mata jasmani mrka, terlalu yakin pada apa yg org Gibeon ceritakan ttg diri mrka, yang pd akhirnya mereka baru menyadari bhw mrka sudah tertipu dan hrs melakukan sesuai dengan sumpah yg sdh mereka buat di hadapan Tuhan. Demi menyelamatkan nyawa, org bs melakukan apapun jg sekalipun itu hal yg negatif dan jahat, termasuk dgn cara menipu, bhsa kerennya ialah ‘modus’, ada maksud terselubung di balik yang sedang dilakukan. Kitapun mgkin pernah alami ditipu oleh seseorg, pasti penyebabnya karena org itu bisa dgn sangat menyakinkan membuat kita menjd sangat percaya dan akhirnya tanpa sadar kita mengikuti apa yg mereka kau, setelah kita sadar ditipu, semua sdh terlambat. Dlm ayat ini, ditulis bhw mereka tidak bertanya pd Tuhan mengenai hal itu, ini sebuah kelalaian yg sering jg kita lakukan, merasa diri punya pengetahuan yg banyak, tdk mgkin bisa ditipu, kenyataannya justru tertipu dg sangat telak. Jgn terlalu mudah utk membuat sebuah janji, krna ketulusan orang lain perlu jg kita uji dgn waktu.

Doa seringkali dianggap remeh, alasannya krna sulit utk dengar suara Tuhan lewat doa, padahal Tuhan bs bcra pd kita lewat banyak cara. Lewat kesan dalam perasaan saat membahas sesuatu dgn org lain, kenapa ya sptnya ada dorongan di dlm hati utk tdk jd bekerja sama, ada keraguan utk menerima seseorg menjd ART di rumah, dan bs bnyk kasus lainnya. Yang terlihat mata bekun tentu adalah yg sebenarnya, yg kirlta dengar itu belum tentu adalah yg sebenarnya, bahkan bukti yg disertakan bisa saja adalah hasil rekayasa yg dibuat utk menyakinkan kita spya percaya untuk mengikat perjanjian yang justru menguntungkan pihak mereka saja. Libatkan Tuhan dlm segala perkara, bahkan dalam hal bisnis sekalipun. Jgn cuma saat butuh mujizat kesembuhan baru kita sungguh-sungguh melibatkan Tuhan, ingat bhw Dia tahu persis ttg semua hal yg ada di dunia ini dan Dia tahu apa yg nanti akan terjd di masa yg akan datang, karena itu kalau kita tidak mau utk mengalami hal yg buruk dan yg merugikan, kita perlu untuk meminta keputusan Tuhan, berdoa sblum kita mengambil keputusan penting dalam segala aktivitas yang kita lakukan. Mencegah itu bukankah lebih baik?

Berdoa secara terus menerus melatih kita untuk ‘peka’ mendengar suara Tuhan, latihlah diri kita setiap hari utk melibatkan Tuhan, sekalipun utk hal yg paling sederhana.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Melibatkan Tuhan