Sunyi di Hadapan Tuhan

DI 06062022

Wahyu 8:1
Dan ketika Anak Domba itu membuka meterai yang ketujuh, maka sunyi senyaplah di sorga, kira-kira setengah jam lamanya.

Terjadi kesunyian di surga kira-kira setengah jam (menurut satuan waktu di bumi, kekekalan tentu tdk mengenal satuan waktu), knpa seluruh penghuni surga ‘diam’ dan tak berani bersuara sama sekali?

Ada satu hal yg sangat penting jika dlm kondisi tertentu tdk ada yg ‘boleh’ bersuara, atau karena waktu utk berbicara sdg diberikan pada seseorg yg akan menyampaikan sesuatu, apakah untuk berpidato, memberi pengarahan dan kalau dlm ibadah waktu utk berkhotbah. Diam dilakukan jg karena ‘takut’ pd apa yg terlihat oleh mata. Dlm ayat selanjutnya ditulis bhw ada 7 malaikat yang berdiri di hadapan Tuhan sedang diberikan pada mereka 7 sangkakala. Hal yg bs kita pelajari dari ayat ini adalah ada waktunya kita untuk berdiam diri di hadapan Tuhan utk menerima sesuatu yg Tuhan ingin lakukan pada kita, apakah Dia ingin memberikan pd kita satu firman, atau ingin utk memberikan satu tugas beserta petunjuk yg hrs kita perhatikan, dsbnya. Berdiam diri juga dapat diartikan sbg kita siap utk menerima sesuatu yg dari Tuhan. Banyak org hanya menunggu untuk terima sesuatu dr Tuhan tapi tidak menyiapkan dirinya utk siap menerima dr Tuhan. Berdoa itu memang sesuatu yg sederhana, komunikasi dua arah antara kita dgn Tuhan, tp ketika berdoa pd Tuhan, kita hrs siap utk menerima sesuatu yang dari Tuhan, siap terima jawaban doa, firman yg khusus utk kita, atau sesuatu yg lainnya.

Berdiam diri jg bs diartikan tdk membantah dan tidak berdebat dgn lawan bicara, mendengar & memperhatikan dgn seksama, fokus pd apa yg ada terlihat oleh mata kita. Kalau jawaban yang Tuhan berikan itu ternyata tdk sesuai dengan yg kita harapkan, jgn kita marah pd Tuhan, protes atau tdk menghormati kedaulatan Tuhan. Kisah Daud yg berpuasa minta pd Tuhan utk anaknya yg sedang sakit utk disembuhkan, tapi nyatanya anaknya justru meninggal, Tuhan menolak apa yg Daud minta, tapi Daud tdk protes, tdk marah, tetapi menerima itu dgn kebesaran hati dan dia tetap menghormati kedaulatan Tuhan. Anak yg lahir selanjutnya justru Tuhan sangat kasihi, dab pd akhirnya dialah yg dipilih Tuhan utk menjadi raja Israel menggantikan Daud, dialah Salomo, yg bahkan oleh Tuhan sendiri diberikan sebuah nama khusus yaitu Yedija yg artinya ‘kekasih dr Tuhan’. Yg kedua belum tentu bukan yg terbaik, tp beda dlm pandangan Tuhan, anak pertama dr Daud lahir dr hasil perzinahan, sedangkan anak yg kedua yaitu Salomo lahir krna rencana Tuhan utk masa depan bangsa Israel. Kalau yang kita minta ditolak Tuhan, mgkin ada sesuatu yg lebih baik dr Tuhan akan datang berikutnya, jauh lebih baik dr yg pertama kita minta pd Tuhan.

Berdiam di hadapan Tuhan, tentu butuh suatu penguasaan diri, kebesaran hati dan ketaatan yg utuh pd Tuhan, bersiap untuk menerima yg akan Tuhan berikan pd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Sunyi di Hadapan Tuhan

Tidak Mengambil Keuntungan

DI 04062022

Yohanes 3:27-28
Jawab Yohanes: “Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.

Yohanes Pembaptis tetap jujur mengakui bahwa dia bukanlah Mesias yg akan datang, ini sesuatu yang jarang dimiliki oleh ‘hamba Tuhan’ zaman skrg yg justru menikmati fasilitas yg disediakan berkaitan dgn pelayanannya.

Kuasa dr Tuhan, mujizat Tuhan yg lakukan, tapi yg menikmati ketenaran adalah si hamba Tuhan, yg dipuji-puji ya si hamba Tuhan, bukankah yang seharusnya dilakukan adalah yg sering didengar yaitu ‘jangan mencuri kemuliaan Tuhan’? Di level jemaatpun jg sering terjd hal yg disebutkan tadi. Lho, kan jemaat, tdk terlibat pelayanan, tdk buat mujizat, dsbnya. Coba renungkan ini: di saat kita sedang beribadah di gereja, kita bernyanyi untuk siapa? Bukankah utk Tuhan? Memuji Tuhan, itu jawaban rohaninya. Jadi harusnya yg menikmati pujian itu: Tuhan atau kita? Tapi jujurlah, kalau lagunya bukan lagu yg kita suka, apa kita masih dgn penuh semangat menyanyikannya? Justru saat lagu yang dipilih adalah lagu kesukaan kita, terlihat beda sekali cara kita bernyanyi, sambil melompat, joget-joget, kelihatan energik sekali. Lho, jd kita yang menikmati pujiannya kan? Apa kita peduli dgn persembahan pujian yang kita berikan untuk Tuhan, Dia suka atau tdk dengan cara kita memuji Dia? Padahal esensi ibadah itu adalah menyenangkan hati Tuhan dan apa yang kita bawa sbg ‘korban persembahan’ diterima krna berkenan di hadapan Tuhan. Jemaat jg bs ‘mencuri kemuliaan Tuhan’.

Kalau yang kita lakukan itu berkenan di hadapan Tuhan, maka Dia akan membawa kita masuk ke dalam apa yg disebut ‘turut dalam kebahagiaan’ spt dalam perumpamaan talenta dlm Matius 25. Wujudnya bs dlm bentuk damai sejahtera, harta, keamanan, perlindungan Tuhan, hingga masuk ke dlm surga. Artinya senangkan Tuhan dulu, br kita diajak Tuhan utk menikmati sukacita yg Dia sediakan bagi kita. Jgn ambil yg adalah hak-Nya Tuhan, itu mencuri namanya, utamakan utk bisa mendapatkan perkenankan Tuhan dulu, jangan justru memanipulasi demi kenikmatan pribadi & mendapatkan kehormatan dr manusia. Jangan salah mengerti, bukan berarti kita harus menjadi org yg penuh penderitaan, bukan itu, tapi orang yg paham bhw untuk mendapatkan sesuatu, kita hrs lebih dulu melakukan sesuatu. Mental seorg pelayan di hadapan Tuhan itu yg hrs selalu ada dlm hidup kita, tdk mengharapkan popularitas, tidak mengharapkan diperlakukan spt layaknya ‘raja’, tp meneladani Yesus yg datang bukan utk dilayani tetapi utk melayani. Jadilah ‘pelayan’ yg baik bagi sesama kalau ingin menjadi pemimpin dan yang terbesar di antara sesama kita (Matius 20:26-27).

Berikan pada Tuhan apa yang memang menjadi hak-Nya Tuhan, jangan sentuh dengan keinginan duniawi kita, dapatkan perkenanan Tuhan, nanti kita akan menikmati sukacita yg Dia sediakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Mengambil Keuntungan

Khusus Untuk Yang Dia Pilih

DI 03062022

Markus 4:33-34
Dalam banyak perumpamaan yang semacam itu Ia memberitakan firman kepada mereka sesuai dengan pengertian mereka,
dan tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka, tetapi kepada murid-murid-Nya Ia menguraikan segala sesuatu secara tersendiri.

Bs memahami apa yg kita bc dr Alkitab adalah satu hal yg mengasikkan, sesuatu yg bs sangat berharga bagi sebagian org, tapi bagi sebagian yg lain itu adalah hal yg sulit dan tidak menarik krna menurut mereka utk memahami isi Alkitab adalah urusan para hamba Tuhan dan pelayan saja.

Kita bs mengerti karena Tuhan yg memberikan pengertian itu pd kita lewat beragam cara, bisa melalui sebuah pencerahan, lewat khotbah, atau sharing yg kita dengar. Saya pribadi justru lebih bnyk mendapat pengertian saat membuat suatu renungan spt ini, jd sambil menulis, pengertian itu datang dr Tuhan. Yang menentukan ini bukan pengetahuan teologis kita, bkn seberapa lama kita mencoba merenungkannya, tapi ditentukan oleh kualitas hubungan kita dg Tuhan. Dlm ayat yg kita baca, khusus utk para murid-Nya, Yesus memberikan penjelasan dr perumpamaan yang Dia sampaikan pd bnyk org, artinya ada org yg bs memahami, ada jg yg masih bingung. Dalam bbrpa perumpamaanpun, para murid jg sempat sulit utk mengerti sehingga meminta Yesus utk menjelaskan maknanya pd mereka. Ini penting supaya jangan salah menafsirkan apa yg Tuhan ajarkan pada mereka. Menafsirkan secara jalan pikiran manusia kita, bida justru mendapatkan pengertian yg menyesatkan, beda dgn apa yang Tuhan ingin kita memahaminya. Jgn mencoba utk membenarkan pikiran kita dgn mencari ayat pendukung dlm Alkitab, sebaliknya, ayat Alkitab yg hrs memperbaharui pikiran kita.

Tdk selalu kita bisa memahami makna dari ayat yg kita baca dlm waktu yg singkat, ada juga yg butuh waktu berminggu-minggu bahkan lebih dr itu utk bs memahaminya. Yg penting adalah kita jgn melupakan ayat yang belum kita bs pahami, tetap mencoba untuk terus merenungkan, karna Tuhan ‘tertarik’ dgn org yg mau berusaha keras utk memahami ayat firman Tuhan. Dlm Alkitab kita melihat bbrpa tokoh yg ‘haus’ utk mencoba memahami firman Tuhan, ada Daud yg menulis bbrpa mazmur ttg dirinya yg merenungkan, ada Daniel yg mengambil waktu khusus puasa untuk mendapatkan pengertian dr Tuhan, Nikodemus, seorg Farisi dan pemimpin agama Yahudi, scra khusus datang pd Yesus utk menanyakan bbrpa hal, ada sida-sida Ethiopia yang ingin menahami isi kitab Yesaya yg akhirnya Tuhan utus Filipus utk menjelaskan padanya, dan masih banyak yg lainnya. Org yg menjunjung tinggi perkataan yg Tuhan firmankan akan mendapat prioritas yang utama dr Tuhan utk menerima lebih dahulu ttg pengertian yang ingin org itu pahami. Sekali lagi ini bukan utk ‘cocoklogi’ pikiran kita dgn firman Tuhan, sebaliknya firman Tuhanlah yg harusnya mengubah pola pikir kita yg salah sehingga kita punya paradigma yg selaras dgn firman Tuhan.

Tetap semangat utk berusaha memahami isi dr ayat Alkitab yang belum kita pahami, tetap miliki hubungan yg baik dgn Tuhan dan bersemangat utk merenungkan firman Tuhan setiap hari.

Posted in Renungan | Comments Off on Khusus Untuk Yang Dia Pilih

Kenapa Lama Baru Datang?

DI 02062022

Markus 6:46-48
Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.
Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.

9 jam lebih para murid Yesus dibiarkan ada di atas kapal, bahkan hrs menghadapi angin sakal hingga jam 3 pagi, barulah Yesus muncul, knpa terlalu lama baru datang?

Apakah Yesus berdoa selama 9 jam lebih? Yang pastinya Yesus tahu akan ada angin sakal yang nantinya para murid akan kewalahan mengatasi angin itu, tdk tercatat brpa lama mrka berusaha untuk mengatasi akibat dr angin sakal terhadap kapal yg mereka tumpangi, pastinya sudah tidak sanggup bertahan lebih lama lagi seandainya di saat itu Yesus tdk segera datang menghentikan angin itu. 9 jam lebih tanpa Yesus, hrs berusaha sendiri mengatasi angin sakal, ini gambaran ttg situasi yg pernah atau sedang kita hadapi, knpa Tuhan tdk ‘datang’ menemui kita utk menolong kita keluar dari situasi yg buruk, kita sdh sangat kepayahan dan mungkin sebentar lg akan ‘mati’, di tengah bnyk tanda tanya dan keputus asaan, kita sudah kehilangan akal sehat, ketika Tuhan ‘datang’, kita mengira justru ‘hantu’ yang datang, mengira bhw ada masalah baru yg muncul dan menambah masalah yg sudah menumpuk dan menekan. Itulah kondisi di mana kita mulai tidak rasional lagi, padahal Tuhan pasti menggenapi apa yg Dia janjikan. Tetap pertanyaannya ialah knpa Tuhan sengaja memasukkan kita dlm satu situasi yg bermasalah dan hrs menghadapinya tanpa kehadiran Tuhan?

Setiap org punya daya tahan dan kekuatannya masing-masing pada level yg berbeda, kenapa Tuhan biarkan kita sendirian menghadapinya itu krna Dia ingin kita maksimal menggunakan apa yg bs kita lakukan dgn daya tahan dan kekuatan yg kita miliki. Spt para murid, saat Yesus datang, mrka belum ada yg tenggelam, kapal masih dlm kondisi yg layak ditumpangi, hanya saja kondisi fisik mereka sudah sangat lelah, Tuhan biarkan kita berjuang supaya kita bisa memaksimalkan potensi dlm diri kita. Sebagian dari para murid dulu adalah nelayan yg terbiasa dgn kondisi di tengah laut, dgn pengalaman yg mereka miliki, terbukti masih sanggup untuk bertahan sypaya tidak sampai tenggelam. Sampai di batas akhir kemampuan kita, barulah Tuhan ‘datang’ untuk menolong kita. Waktu yg tepat hanya Tuhanlah yg tahu kapan saatnya, tapi kita seringkali punya pemikiran yg berbeda, kita inginnya Tuhan cepat datang utk menolong, krna kita terlalu yakin bhw kita ini sangat disayang oleh Tuhan, sehingga ini membuat kita menjd terlalu ‘manja’ dan tdk mau bertumbuh dewasa dlm iman dan kasih, justru inilah yg sering membuat kita ‘jatuh’ dan merasa kehilangan Tuhan dlm hidup kita.

Jgn merasa terlalu disayang Tuhan sehingga pd akhirnya kita merasa terlalu diutamakan Tuhan dlm segala hal dan situasi, belajar untuk menjd dewasa di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kenapa Lama Baru Datang?

Lupa Hal Yang Penting

DI 31052022

Matius 16:5
Pada waktu murid-murid Yesus menyeberang danau, mereka lupa membawa roti.

Lupa membawa makanan tentu saja sesuatu yg bs menimbulkan masalah, apalg makanan utk 1 rombongan yg jumlahnya tdk sedikit, bisa saja timbul kekacauan krna masalah kelaparan.

Hal penting tp terlupakan, ini bs terjadi pd siapa saja, penyebabnya bs beragam, mgkin krna hrs buru-buru pergi, mgkin krna terlalu bnyk bawaan yg hrs dibawa, atau tidak ada yg mengingatkan. Dlm hidup kitapun kadang kita lupa ttg apa yang hrs jadi fokus kita, apakah Tuhan menciptakan kita hanya untuk dilahirkan, bersekolah, bekerja, menikah, punya anak dstnya. Itu bukan tujuan dr hidup kita krna semua org akan melakukan hal itu jg, bukan cuma kita saja, berarti ada sesuatu yg lebih spesifik lagi jika bicara ttg tujuan hidup. Untuk apa Tuhan menempatkan kita di dunia ini, hal inilah yg penting utk kita ketahui. Itulah knpa ada sebagian org yg jenuh dg kehidupannya yg dia rasakan tdk menggairahkan. Semua seperti siklus yang berulang, spt berlari di sebuah arena dg lintasan yg berputar, tdk ada ujungnya. Hidup sekedar dijalani dan tinggal menunggu selesai waktunya hidup di dunia ini. Jd kita perlu untuk tahu apa tujuan hidup kita, tahu hal-hal apa saja yg penting dan tidak penting, terutama apa yang nantinya akan kita bawa ke hadapan Tuhan saat kita kembali pada-Nya, krna semua yg fana akan kita tinggalkan dan tdk bs kita bawa nantinya.

Bgmna supaya kita tdk lupa? Ada bnyk cara utk itu, namun pastinya kita hrs menaruh perhatian yg cukup besar dlm mempersiapkan sesuatu yg nantinya hrs kita bawa dlm aktivitas kita. Mulai dgn mencatat, memeriksa kelengkapan, intinya adalah mengatur waktu utk sebuah persiapan. Kadang sdh dipersiapkan tp lupa dibawa, inilah gunanya kita minta org lain utk membantu kita mengingatkan sesuatu, jadi saat kita lupa, ada yg bantu mengingatkan. Kita tetap butuh orang lain utk membantu mengingatkan kita tentang bnyk hal, jgn menjd sombong & terlalu mandiri, berbagi dgn sesama bukan hanya bcra tentang berbuat baik atau amal, tp jg berbagi hidup dlm batas tertentu, mempercayakan sesuatu pd org lain untuk menopang kita di saat kita lalai, itulah knpa Tuhan berkata tdk baik jika seorg diri saja, perlu adanya orang lain yg menolong kita. Suatu saat kita bs lupa, bs ceroboh, bs tdk menguasai diri, dsbnya, perlu org-org yang menjd ‘rem’ bagi diri kita, menjaga kita dari hal-hal yg bs merusak hidup tanpa kita sadari. Tentu saja kira jg perlu melakukan hal yang sama terhadap mrka, saling mengingatkan membuat kita terhindar dr sering melupakan sesuatu.

Kalau kita sering kelupaan, jgn anggap itu satu hal yg biasa, ingat bhw tidak selalu org lain bisa bantu mengingatkan kita, diri kita sendirilah yg paling utama hrs mengatasi masalah seringnya kita menjd lupa akan sesuatu.

Posted in Renungan | Comments Off on Lupa Hal Yang Penting

Tidak Setuju Tuhan Murah Hati

DI 30052022

Matius 20:15 KJV
Is it not lawful for me to do what I will with mine own? Is thine eye evil, because I am good?

Apakah tidak sah bagiku untuk melakukan apa yang aku kehendaki dengan milikku sendiri? Apakah matamu menjadi jahat, karena aku baik?

Perumpamaan ttg pemberian upah ini memang menarik, dari sudut pandang manusia memang sepertinya tdk adil, tp kita akan diperhadapkan dgn kedaulatan Tuhan yang tdk bs kita ganggu gugat.

Terserah ‘boss’ mau menggaji berapapun untuk karyawan-karyawannya, sebelum mulai bekerja, pasti ada kesepakatan dulu ttg upah atau gaji yg akan diterima. Jika ‘boss’ menggaji karyawan lain dgn jumlah yg sama dgn yg kita terima tapi dgn pekerjaan yg lebih ringan dan jam kerja yg lebih pendek drpd kita, pasti kita juga bs berpikir bhw ‘boss’ ini tdk adil, pilih kasih, dsbnya. Tp yg perlu kita sadari adalah yang namanya ‘boss’ itu punya ‘hak khusus’ utk melakukan apapun yang dia mau, termasuk dlm soal harta miliknya, jadi lucu jika kita protes dgn hal itu, sm seperti kalau ada org yg protes saat kita memberkati org lain, koq kita berbuat baik, pakai uang kita sndri, bkn uang hasil penggalangan dana, org malah tidak suka? Berbuat baik saja masih diprotes, itulah org dgn mata yg ‘jahat’ spt yg disebutkan di dlm ayat ini. Apa itu ‘mata yg jahat’? Mata yg melihat apapun dg sudut pandang yg mencari-cari cela dan kesalahan dr perbuatan yg dilakukan orang lain, sekalipun yg dilakukan org itu adalah suatu hal yg baik. Dan kita perlu menjaga mata kita dr hal ini, mengukur dan menilai sesuatu dari sudut pandang kebenaran dan keadilan menurut versi kita sndri.

Pernah merasa Tuhan lebih sayang petobst baru drpd kita yg sdh lama mengikut Tuhan? Pernah merasa doa org lain lebih cepat dijawab Tuhan drpd doa kita? Pernah merasa kenapa orang lain ditolong tp kita tidak? Kenapa semuanya ini bisa muncul dlm pikiran kita? Sejujurnya karena kita berpikir Tuhan sangat mengasihi kita lebih drpd org lain, kita berpikir bhw kita sdh lebih banyak berbuat utk Tuhan drpd org lain, kita lebih senior dibandingkan org lain. Spt pekerja dlm ayat ini, merasa sdh lebih bnyk bekerja drpd org yg baru saja diterima bekerja oleh tuannya. Ketika kita menilai diri kita ‘lebih’ drpd org lain, di sinilah pd akhirnya kita ‘menuntut’ Tuhan utk jg memberi yg lebih pd kita drpd yg Dia berikan pd org lain. Hubungan kita dgn Tuhan kita dasari dg apa yg kita sebut sbg prestasi di hadapan Tuhan. Kita lupa bhw Tuhan berdaulat penuh utk melakukan apapun yang Dia mau dgn menggunakan semua yg Dia punya, dan ini tdk bs diganggu gugat. Jd mulailah punya mata yg ‘baik’, ikut bahagia saat org lain mengalami kebaikan Tuhan yg mungkin jauh lebih besar drpd yg pernah kita terima dari Tuhan. Ikut senang, ikut bahagia dan tdk iri.

Jaga mata kita dgn baik, jgn biarkan mata kita menjd mata yg ‘jahat’, jgn protes dgn apapun yg Tuhan berikan pd org lain, tapii ikut bersukacita dgn org yg bersukacita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Setuju Tuhan Murah Hati

Melayani Tuhan Dengan Harta

DI 28052022

Lukas 8:3
Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.

Yesus itu Tuhan, tapi saat Dia menjadi manusia, Dia juga realistis, dalam hal kebutuhan yg harus dipenuhi untuk rombongan Dia dan para murid, Yesus tidak menolak dukungan keuangan dari bbrpa perempuan yg lebih dlm hal harta.

Di sini Tuhan mengajar kita jg utk realistis, sbg manusia, Dia ciptakan kita dan melengkapi kita dgn otak utk berpikir, itulah sebabnya kita tahu apa namanya logika, sesuatu yg masuk di akal, yg bs dicerna dgn pikiran otak kita. Yesus dan para murid hanya berkeliling mengajar dan juga melayani, para murid sdh meninggalkan profesi mrka masing-masing, lalu bgmna bs memenuhi kebutuhan rombongan meraka? Kita percaya bs saja Yesus melakukannya dgn cara supranatural krna Dia sanggup melakukan mujizat dan tanda ajaib, tp Dia memberikan kesempatan bbrpa org perempuan yg ‘kaya’ untuk melayani kebutuhan keuangan Yesus dan rombongan-Nya dgn harta mereka. Pernahkah Yesus dan rombongan bisa mengalami kekurangan uang? Peristiwa Yesus memberi makan 5000 org laki-laki menjd bukti bhw uang yg mrka miliki saat itu tdklah banyak, dan utk memberi makan lebih dari 5000 orang, Yesus akhirnya harus melakukan mujizat pelipat gandaan supaya semua org bs makan sampai kenyang. Kisah ttg Yesus membayar bea untuk Bait Allah dgn menyuruh Petrus utk memancing ikan di danau, ikan pertama yg dipancing ada 4 dirham dlm mulut ikan itu (Matius 17:34-27) jg menunjukkan bhw rombongan mereka pernah jg mengalami kekurangan uang.

Cara pandang seseorg ttg harta yg dia miliki bs saja berbeda-beda, ada yg menganggap bahwa itu adalah miliknya 100%, hasil kerja kerasnya, mau diapakan yah 100% diatur oleh dirinya sndri saja. Ada yg berpandangan harta itu ‘titipan’ dari Tuhan, namanya dititipkan, bukan punya pribadi, tdk boleh dipakai tanpa izin, hrs mengikuti yang Tuhan pesankan ttg harta itu, tp dalam Kristen, harta bukan milik kita 100%, juga bukan titipan, tp sebuah kepercayaan untuk kita mengelolanya dgn baik, ada aturan ttg mengelola harta, ada yg utk dijadikan ‘roti’ artinya utk memenuhi semua kebutuhan hidup kita, ada utk dijadikan ‘benih’, sesuatu yg hrs kita kelola agar harta kita menjd berlipat ganda di masa depan. Perumpamaan ttg talenta dlm Matius 25, bs kita pelajari bahwa harta adalah sebuah kepercayaan yg Tuhan beri pd kita utk dilipat gandakan, baik dlm jumlahnya maupun dlm hal penggunaannya, utk membuat Tuhan ‘senang’, salah satunya dgn melayani Dia dgn harta yg Dia percayakan. Suatu saat Tuhan akan minta pertanggung jawaban dr kita bgmna cara kita mengelola harta yg Dia percayakan itu, dan ada hubungannya dgn kekekalan.

Layani Tuhan dgn harta, itu yg terjd saat awal dr pertobatan massal di awal jemaat Tuhan lahir setelah Petrus dan para murid berkhotbah di hr Pentakosta, menjual harta dan berbagi dengan sesama, melayani dgn harta.

Posted in Renungan | Comments Off on Melayani Tuhan Dengan Harta

Kebaikanmu Itulah Obatmu

DI 27052022

Mazmur 41:1, 3

Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud. Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka.
TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.

Bicara tentang uang memang sangat sensitif bagi sebagian kalangan, ada yg memilih untuk hanya mau bergaul dgn mereka yang tdk punya masalah dlm hal keuangan, jadi bisa ‘have fun’ dan tdk terganggu krna masalah uang.

Org miskin selalu ada di sekitar kita, itu ucapan yg Tuhan Yesus sndri katakan (Markus 14:7). Jd kalau kita pahami, Tuhan sendirilah yg mengatur keberadaan org miskin dr zaman ke zaman, tapi jgn salah mengerti bhw Tuhan memang sengaja membuat seseorang itu miskin, tapi ingat bhw Dia berkuasa utk membuat hidup kita itu menjd kaya atau malah miskin, namun tentu dg sebuah alasan yg benar. Kata orang lemah dlm ayat ini mengarah pd org yg miskin. Ternyata kalau kita memperhatikan org lemah/miskin, nanti di saat kita sedang sakit, Tuhan akan menopang dan jg menyembuhkan penyakit kita sbg balasan dr yg kita perbuat terhadap mrka yg lemah/miskin ini. Knpa Tuhan yg balas? Krna org miskin tentu tdk mampu utk membalasnya, sekalipun dia dengan sengaja mengembalikan jumlah uang yg pernah kita berikan, kita belum tentu mau utk menerima karena kita berpikir uang itu lebih berguna untuk membiayai kehidupannya sendiri. Ingat bhw ada saatnya Tuhan memposisikan diri-Nya sbg org yg miskin (Matius 25:31-46, Amsal 19:17), yang kita perbuat terhadap org lemah/miskin, akan Tuhan perhitungkan sbg perlakuan kita sendiri terhadap diri-Nya.

Sebagian orang ‘alergi’ dgn hutang piutang, apa yg Alkitab katakan ttg ini? Ada ayat yg berkata agar jgn berhutang pada siapapun (Roma 13:8), tapi ada ayat jg yg berkata bahwa memberikan pinjaman/hutang ialah salah satu wujud berkat Tuhan (Ulangan 28:22), ada ayat juga yg bicara ttg supaya kita jangan menolak orang yang ingin meminjam dr kita (Matius 5:42, Lukas 6:34), jadi bgmna kita bersikap terhadap mrka yg sdg dlm keadaan susah dan berniat meminjam pd kita? Sebagian org akan menghindar dgn beralasan ini dan itu, yg terkadang itu adalah bohong. Kita hrs taat pd perintah Tuhan, perhatikan keadaan org yg lemah/miskin, apakah dgn kita memberi secara cuma-cuma atau memberikan pinjaman, lakukanlah itu dg hati yg ‘kaya’, karena mungkin saja perlakuan kita ke org itu, Tuhan sendiri ada di posisi org itu, jgn kita menjd golongan yang ada di sebelah kiri Tuhan (golongan kambing), berikan pinjaman kalau memang kita mampu & tdk mengganggu kestabilan keuangan kita. Satu bukti kita diberkati Tuhan adalah mampu untuk memberi pinjaman, tapi tentu saja hrs dilakukan atas dasar kasih, artinya tdk menekan dan tidak mempersulit keadaan org itu.

Bisnis pun ada hutangnya, bahkan negara juga punya hutang, ucapkan syukur kalau keadaan kita bukan sbg org yg berhutang, tapi sng orang yg memberikan pinjaman.

Posted in Renungan | Comments Off on Kebaikanmu Itulah Obatmu

Kenapa Tuhan Hanya Melihat Saja?

DI 25052022

Mazmur 35:17
Sampai berapa lama, Tuhan, Engkau memandangi saja? Selamatkanlah jiwaku dari perusakan mereka, nyawaku dari singa-singa muda!

Ada saat di mana kita merasa sendirian di saat hrs menghadapi situasi yg sangat berat, situasi yg penuh kemustahilan, di saat kita butuh Tuhan tapi Tuhan cuma diam saja. Mengapa?

Sebagian org memberi nasehat utk tidak perlu bertanya: mengapa Tuhan? Kelihatannya rohani tp justru nasehat spt itu tdk membangun iman & percaya kita. Kita harus paham mengapa semua ini terjd, walaupun jwbannya baru kita dapatkan setelah mendekati akhir dari situasi yg berat itu. Kalau kita tdk bs memahaminya, bgmna bs kita bersaksi ttg kebaikan Tuhan? Perlu utk bertanya mengapa Tuhan semua ini terjd, jangan lari dari kenyataan, kita hrs hadapi dgn penuh berani dan jg keyakinan bhw suatu saat kita bs memahami dan bersaksi supaya org bnyk bs terinspirasi dr kisah hidup kita. Selalu ada tujuan mulia yg Dia ingin nyatakan pada waktu-Nya jika Dia biarkan kita mengalami situasi yg berat. Tapi yang harus kita pahami ialah ada saat-saat di mana Tuhan membiarkan kita sndrian, Dia hanya melihat tapi tdk berbuat sesuatu apapun. Penulis Mazmur ini mengalami ketika Tuhan hanya memandangi tp tdk bertindak walaupun sdh berseru dan berdoa sekian waktu lamanya, sedangkan situasi bukan semakin baik, keadaan terhimpit, dan kemudian tidak ada lagi pengharapan, hanya percaya bhw Tuhan yg bs menolong, tapi Dia diam saja.

Mengapa Tuhan? Kapan Tuhan? Salahkah kita bertanya dg pertanyaan itu pd Tuhan? Tentu ini sesuatu yg wajar dan manusiawi, yg perlu untuk kita lakukan adalah bertanya tapi tdk ‘memaksa’ Tuhan utk segera memberikan jawabannya, kita hrs ingat bhw waktu Tuhan pasti yg terbaik, kpn Dia memberikan jawaban, itu kedaulatan Tuhan, biarkan semua terjd sesuai dgn perencanaan yg Tuhan sdh tetapkan utk kita. Rasa ingin tahu bs mendorong kita utk bersemangat menjalani dan mengakhiri situasi yg sdg terjadi, krna kitw yakin bhw Tuhan akan bertindak tepat waktu, Dia tdk terburu-buru dan jg tdk pernah terlambat, kalau Dia izinkan sesuatu terjd sesuai kekuatan atau bahkan melebihi kekuatan kita, Dia menguatkan kita dan nemampukan kita utk dengan optimis bs mendapatkan solusi dan keluar dr situasi itu sebagai pemenang. Dia cuma memandang tapi tetap peduli dgn apa yg sdg kita hadapi, selama Dia menilai kita masih mampu, Dia biarkan kita menghadapi situasinya, kalau kita nanti mulai kelabakan, barulah Tuhan bergerak menolong kita. Kalau kita mampu memahami hal ini, maka apapun situasi berat yang kita alami, kita punya keyakinan bhw ujungnya adalah kemuliaan-Nya dinyatakan.

Kalau Tuhan sedang hanya memandangi kita, jgn berpikir bhw Dia tdk peduli, Dia menilai kita masih mampu utk bertahan menghadapinya, pd saatnya nanti Dia bergerak menolong kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Kenapa Tuhan Hanya Melihat Saja?

Kemalangan Orang Benar

DI 24052022

Mazmur 34:19
Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu;

Kenapa seseorg mau menyembah sesuatu yang dianggap sbg ‘tuhan’? Pasti salah satunya karna ingin hidupnya baik-baik saja, tidak ada hal yang membuatnya kuatir dlm hidup ini, baik selamat secara keuangan (tidak miskin), dan jg selamat dr perbuatan jahat, dsbnya.

Tapi ayat ini bs membuat seseorg berpikir ulang utk lebih bersungguh-sungguh hidup benar, apa gunanya hidup benar tapi tetap kemalangan yg dimiliki jg banyak, bukankah seharusnya kalau sudah hidup benar, yah semua yang buruk akan Tuhan hindarkan dari hidup kita. Tapi beda jika dilihat dari sudut pandang Kristen: Tuhan tidak menghindarkan kita dr kemalangan, tapi Tuhan akan menyelamatkan kita dari kemalangan itu. Kata melepaskan berarti sempat tersentuh atau tertangkap, jadi orang benar bukan berarti tidak akan mengalami kemalangan sepanjang hidup mereka, pasti mengalami tapi tangan Tuhanlah yg nanti akan melepaskan org benar dr jeratan kemalangan itu. Ingat, bukan menghindarkan dr kemalangan, tp melepaskan dr kemalangan itu. Jadi kita hrs siap ketika sudah hidup benar, sdh melakukan firman Tuhan, tapi mengalami bnyk kemalangan dlm hidup kita. Ada iblis yang tidak senang kita hidup dlm damai sejahtera, ada org yg berniat buruk terhadap kita, belum lagi karna faktor alam, misalnya bencana alam, pandemi, dsbnya. Hidup manusia memang rentan dari hal yg bs mengganggu kenyamanan hidupnya, bnyk faktor dr dlm dan dr luar dirinya sndri.

Kenapa Tuhan biarkan kita mengalami berbagai kemalangan dlm hidup ini? Alasan pertama, ini krna akibat dr dosa yg diperbuat manusia yaitu Hawa dan Adam, kita ini keturunan mereka, jadi ikut menanggung akibat dosa yg mrka lakukan di Taman Eden. Ingat, yg ikut kita tanggung ialah akibat dr dosa mrka, semua wanita melahirkan dgn rasa sakit, utk hidup manusia hrs bekerja dg keras, itu yg terjd dari dulu hingga skrg. Tapi kita punya Tuhan yg sdh mati menebus dosa, kutuk akibat dosa sdh Dia tanggung shga tidak ada lg penghalang bagi kita utk mengalami hidup dlm berkat Tuhan. Salah satu wujud berkat Tuhan itu adalah Dia menyelamatkan kita dr cengkeraman kemalangan yg tdk bs kita hindari dlm hidup kita sehingga kita nantinya terbebas dan bs kembali hidup dlm situasi yg normal. Org yg hidup tanpa Tuhan akan makin terikat dgn kemalangan yang terjd dlm hidupnya, tdk sanggup utk bisa lepas dan pd akhirnya menyerah pada keadaan, putus asa dan tdk punya pengharapan. Hidup seperti itu tentu tidak ada org yg menghendakinya, bisa setiap saat stress, kuatir, takut, bingung, hingga akhirnya fisikpun ikut terkena dampaknya, lebih muda sakit dan lelah.

Bersyukurlah utk penyelamatan yg Tuhan selalu sediakan bagi kita di saat kemalangan hidup ini harus kita hadapi, bisa stress tapi tidak dikuasai oleh stress itu sendiri.

Posted in Renungan | Comments Off on Kemalangan Orang Benar