Berkat Orangtua

DI 29062022

Kejadian 27:27
Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: “Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN.

Apakah masih relevan di zaman ini yaitu apa yg dilakukan Ishak yaitu memberkati anaknya pada masa tuanya? Apakah ini hanya berlaku di masa zaman itu saja?

Orgtua memberkati anak-anaknya tentu ini ialah hal yg biasa, mendoakan anak-anak, meletakkan tangan di atas kepala anak-anak mengucapkan kata-kata yang positif dan menjd harapan orang tua, namun yg terjd dlm ayat ini adalah berkat yg diberikan sblum si orgtua ini meninggal. Dalam pelayanan yang pernah saya pribadi alami, satu keluarga pernah melakukan hal ini, dan tak lama kemudian akhirnya si orgtua ini meninggal. Ayah teman saya, berumur saat itu 85 tahun, matanya sudah hampir tdk bisa melihat apa-apa, saat itu teman saya meminta kami dr bbrpa teman grja untuk datang dan mendoakannya krna sudah 2 hari tidak mau makan apa-apa, kondisi lemah & tentu hal ini tdk bs terus dibiarkan. Tuhan bicara menyuruh anak sulungnya mendoakan supaya disembuhkan Tuhan, dan bbrpa hari kemudian ayahnya sembuh dan kembali bs makan. Bbrpa bulan kemudian, akhirnya ayahnya mau dibaptis dan team dr gereja melayani baptisan. Saat ada kesempatan utk menjenguk lagi, Tuhan bicara utk orgtua teman saya ini melakukan persis spt yg dilakukan Ishak yaitu memberkati semua dari anak-anaknya setelah sblumnya diadakan acara pendamaian, saling mengampuni dan mengaku dosa satu sama lain. 8 bulan setelah peristiwa pemberkatan itu akhirnya si ayah teman saya ini meninggal di malam Natal.

Budaya di masing-masing tempat memang tdk sama, ada yg memberkati hanya melalui ucapan saja, ada yg disertai dgn penumpangan tangan, tentu hal ini tdk perlu diperdebatkan. Intinya kita sbg orgtua memang hrs memberikan berkat yg berisi perkataan positif yg nantinya akan terjadi di kehidupan masa depan anak-anak kita. Dlm perkataan orgtua terhadap anak-anaknya tentu bukanlah perkataan yg omong kosong, bs saja menjd kenyataan bila saat diucapkan disertai dg hati yg penuh, penuh dgn kasih atau sebaliknya penuh kebencian. Hormati orgtua supaya umur kita panjang, krna bila menyakiti hati mereka, bs saja mrka mengucapkan hal-hal yg isinya ialah kutukan, bukan berkat, dan itu akan terjadi dlm hidup kita ke depannya. Sbg orgtua jg harus bs mengendalikan emosi, jgn sampai kehilangan kendali diri dan mengucapkan kutuk terhadap anak-anak, tdk semua perkataan yg diucapkan itu bs ditarik kembali atau kita batalkan, boleh emosi, tp jgn dikuasai oleh amarah dan dendam, perbanyak ‘stok’ pengampunan untuk anak-anak dan tetap mendoakan yg terbaik utk kehidupan masa depan mereka.

Doakan anak-anak kita setiap hari, juga doakan orangtua kita, tetap jaga hubungan yg harmonis antara orgtua dan anak, itulah benteng yg kuat bagi keluarga saat iblis berusaha menyerang.

Posted in Renungan | Comments Off on Berkat Orangtua

Hilangnya Cinta di Masa Tua

DI 28062022

Kejadian 27:13
Tetapi ibunya berkata kepadanya: “Akulah yang menanggung kutuk itu, anakku; dengarkan saja perkataanku, pergilah ambil kambing-kambing itu.”

Entah apa yg terjadi di antara pasangan Ishak & Ribka shga di masa tua mereka terlihat ada yg tdk harmonis di antara keduanya, tidak terlihat saling mendukung, tdk punya komunikasi yang baik, ini terlihat dr tdk diberitahukannya rencana Ishak utk memberkati Esau pada Ribka, istrinya.

Cinta di masa muda memang berbeda dg cinta di masa tua, sebelum menikah ada begitu besar hasrat utk bs memiliki dan menikahi orang yang disukainya, semua tampak sempurna supaya bs menyakinkan utk memilih dan akhirnya menikah nantinya. Setelah menikah cinta bs berubah jadi sebuah cinta yang lebih dalam krna menemukan pasangan yg dicintainya ternyata sesuai dengan apa yg diharapkan, suasana dlm pernikahan spt ada dlm ‘surga’, tp cinta setelah menikah justru akhirnya disesali karena ternyata pasangannya tdk spt yg diharapkan, suasana pernikahan spt ada di dlm ‘neraka’. Bnyk teori bhw sekian tahun awal-awal pernikahan adalah tahun ‘penentu’ yg menentukan apakah mereka akan berlanjut sbg pasangan suami istri atau justru berpisah karna berbagai sebab yang ditimbulkan akibat banyak goncangan dan cobaan yg terjadi di awal-awal tahun pernikahan mereka. Yang perlu kita sadari adalah cinta itu harus terus menerus dijaga dan ‘dipupuk’, spt tanaman yg dirawat dgn baik tentu akan tumbuh subur dan menghasilkan, tapi jika tidak dirawat dan berhenti diberi pupuk, suatu saat tanaman ini akan mati.

Bisa mempertahankan pernikahan hingga masa tua usia kita jg bukan jaminan bhw cinta kepada pasangan kita itu tetap ada dan ‘berkobar’, cinta pd pasangan berubah menjd hanya baik kepada teman saja, tdk bercerai, tp sudah pisah ranjang dan kamar, tetap serumah, tp suami atau isteri sdh berubah spt layaknya teman biasa. Dulu jln gandengan tangan, skrg suami ada di depan & istri jauh tertinggal di belakang, dulu mesra dan maunya dekat terus, sekarang kalau dekat ingin berantem terus rasanya. Knpa bs berubah? Krna diri kita dan pasangan kita jg mengalami banyak perubahan, dan ini yg tdk diantisipasi dari awal dan akhirnya kita terjerumus dlm situasi jenuh & bosan dgn pasangan kita. Cinta jgn bergantung pd apa yg dilihat mata, tp apa yg dirasakan dlm hati kita terhadap pasangan kita. Dlm janji nikah selalu diucapkan bhw kita menerima pasangan kita dlm keadaan apapun sampai maut datang memisahkan, hrs siap menerima perubahan yg terjd pada pasangan kita: fisiknya, kebiasaannya dan bnyk hal lain, dulu masa muda cinta karena pasangan terlihat sempurna, tp sekanjutnya hrs mulai berubah: tetap cinta apapun yg berubah dr dirinya, karena kita pribadi yg setia.

Perubahan pasti ada dan bs terjadi kapan saja, cinta hrs dijaga dan trs dipelihara dgn baik, spt pelita yg tetap dijaga agar tdk padam, minyak hrs tetap ditambahkan, cintapun butuh banyak pengorbanan dan pemberian agar tetap bs trs berkobar hingga akhir hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Hilangnya Cinta di Masa Tua

Harus Sayang Semuanya

DI 27062022

Kejadian 25:28
Ishak sayang kepada Esau, sebab ia suka makan daging buruan, tetapi Ribka kasih kepada Yakub.

Secara logika sedikit aneh juga alasan Ishak utk lebih mengasihi Esau drpd Yakub: karena Esau suka berburu dan hasil buruannya dimasak utk ayahnya, cuma karena makanan.

Biasanya punya anak kembar itu disayang scra rata walaupun keduanya punya karakter yg beda dan sifatnyapun ada perbedaannya. Tidak jelas knpa pd akhirnya kedua orgtua ini akhirnya pny pilihan utk mengasihi masing-masing satu dr si kembar ini, dan kita kemudian melihat bhw nanti terjd perselisihan di antara keduanya berkaitan dgn hak dan berkat kesulungan. Apakah Ishak & Ribka tidak pernah mengkomunikasikan dg baik ttg bagaimana mendidik anak-anak mereka spt yg kita kenal sekarang ini sbg ‘parenting’? Knpa seakan-akan suami istri ini tdk sepakat dlm cara mereka mengasihi anak-anaknya? Di sinilah kita perlu belajar utk berusaha mengasihi anak-anak kita dgn seadil-adilnya, tentu kriteria adil ini bisa berbeda dalam masing-masing keluarga, namun perlu dihindari spt yg terjd pada Ishak dan Ribka yaitu masing-masing punya ‘anak emas’, akibat dari hal ini maka hampir saja terjadi Esau karna anarahnya hendak menghabisi Yakub, untunglah hal ini pd akhirnya berakhir dgn damai. Kasihilah dgn adil, sesuai dgn usia dan kedewasaan yang mereka miliki, jgn timbulkan rasa iri satu sama lain dan ada yg merasa disayang & tdk disayang oleh ayah atau ibunya.

Anak dgn kekurangan yg dimilikinya justru harus mendapat perhatian yg lebih, jgn anak merasa dirinya ditolak dan tdk disayang. Anak yg punya prestasi jg jgn terlalu dipuji-puji, membuat anak yg lainnya merasa selalu dibanding-bandingkan dan tidak pernah mendapat kasih sayang orgtua karena tidak sehebat kakak atau adiknya. Pasti ada rasa lebih sayang terhadap satu dari sekian jumlah anak-anak kita, tp banggakan dia di dpn org lain saja, bkn utk membuat cemburu kakak atau adiknya. Jgn menanam benih kebencian di antara sesama anak-anak kita, ingat bahwa kita sbg orgtua suatu saat pasti akan meninggalkan mereka, kita hrs mempersiapkan mereka dalam suasana damai dan harmonis, supaya nanti kita sudah meninggal, mereka bs hidup rukun damai dan tidak saling iri dan membenci. Ada baiknya utk mengurus ttg warisan scra terperinci supaya nantinya mrka tdk bertengkar soal warisan yang tdk kita urus dgn baik sebelumnya. Kalau kedua orgtua masih hidup, mgkin anak-anak masih bs menahan diri, tp ketika kedua orgtuanya sudah meninggal, barulah apa yg sebenarnya ada dlm hati mereka itu muncul, apakah mereka saling mengasihi atau justru saling dengki dan iri.

Kasihi anak-anak dengan adil, didik mereka dgn baik, jadilah teladan dlm segala hal, siapkan dg baik ttg masa depan mereka sehingga nantinya kita bisa ‘menutup mata’ dgn penuh kedamaian tanpa ada kekuatiran bgmna nanti anak-anak akan hidup berdampingan.

Posted in Renungan | Comments Off on Harus Sayang Semuanya

Jangan Hanya Ingat Buruknya

DI 25062022

2 Samuel 9:1
Berkatalah Daud: “Masih adakah orang yang tinggal dari keluarga Saul? Maka aku akan menunjukkan kasihku kepadanya oleh karena Yonatan.”

Anaknya baik tapi ayahnya jahat, apa yang akan kita lakukan terhadap mereka berdua? Daud dg ketulusannya masih mau menunjukkan kasih & kebaikannya pd keluarga Saul yg masih hidup.

Mefiboset, anak Yonatan, cucu Saul, menerima kebaikan hati raja Daud karena ayahnya pernah menunjukkan kasih persaudaraan yg tulus pada Daud selama hidupnya. Daud dibiarkan lolos dr incaran Saul yg hendak membunuhnya dan hal ini tentunya sangat berpengaruh pd sejarah dari bangsa Israel ke depannya, di mana saat Israel diperintah oleh Daud dan Salomo, masa-masa itulah kerajaan Israel mengalami masa kejayaan dan disegani oleh semua bangsa lain. Dari kisah ini kita belajar bhw melihat atau menilai seseorg itu harus ‘fair’ atau adil: ada ‘Saul’nya yaitu sifat buruk & kekurangan seseorg, ada ‘Yonatan’nya, yaitu sifat baik dan kelebihannya. Kalau kita bs mempraktekkannya, maka kita akan mampu utk mengampuni dan mengasihi musuh kita, tidak menyimpan dendam bahkan berduka bila mrka mengalami hal yg buruk. Daud melihat keluarga Saul bukan hanya dr apa yg Saul lakukan, tapi jg apa yg Yonatan lakukan terhadapnya, apalagi yg sbnarnya mereka bertiga masih terikat dlm satu hubungan keluarga, Saul adalah mertua Daud & Yonatan adalah iparnya, krna Saul menikahkan anak perempuannya yaitu Mikhal dgn Daud (1 Samuel 18:27).

Kebanyakan org memberi ‘cap’ atau ‘label’ yang terlalu ekstrim terhadap seseorg: orang itu jahat atau org itu baik, org jahat tdk punya hal yg baik sedangkan org baik tdk mgkin melakukan yang jahat. Pd kenyataannya, satu saat org baikpun bs juga berbuat jahat dan org jahat suatu saat bs juga berbuat baik. Jadi menilai seseorg tidak boleh terlalu ekstrim, hrs adil, harus maklum jika suatu saat org itu melakukan sesuatu yg tdk kita duga akan dia lakukan. Tuhan saat menghukum Sodom dan Gomora, masih mempertimbangkan jika ada sejumlah orang benar di sana, hukuman atas kota itu akan dibatalkan, tp ternyata jumlah itu tdk didapati di sana, Tuhan menghukum dgn air bah atas penduduk bumi, tp menyelamatkan Nuh beserta keluarganya. Yang jahat dihukum & yg baik diselamatkan. Daud pernah melakukan dosa besar, tp Tuhan jg melihat semua yg Daud lakukan selama ini, dan menjauhkan kematian yg seharusnya menimpa Daud krna dosa yg dia perbuat. Inilah mengapa kita diajar Tuhan untuk mengampuni org yg bersalah pd kita, tiap orang punya sisi baik dan buruknya, punya kekurangan dan kelebihannya, ada jahatnya tapi juga ada yg baiknya.

Kitapun tidak selalu melakukan hal yg baik, satu saat bs menyakiti org lewat perkataan kita, dan org lainpun bs melakukan yg jahat pd kita, ingat untuk selalu berbuat baik saat org lain berbuat yg jahat pd kita, ada ‘Saul’ dan jg ada ‘Yonatan’.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Hanya Ingat Buruknya

Perhitungan Tuhan

DI 24062022

2 Samuel 12:13-14
Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista TUHAN, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati.”

Seharusnya Daud mati karena dosa yg dia buat terhadap Uria dan Batsyeba, tp Tuhan memberi ‘keringanan’ dgn memberikan pengampunan tp tetap memberikan hukuman berat pd Daud, dan ini tentu ada pertimbangan Tuhan.

Tentu kita tdk mgkin bs tahu secara pasti apa yg menjd pertimbangan Tuhan mengenai dosa yg Daud lakukan ini, tp bila kita mencoba memakai logika, mgkin kita bs temukan bbrpa alasannya, pertama, bila Daud dihukum Tuhan hingga mati, tentu ini bs merepotkan seluruh kerajaan Israel, siapa yg harus menggantikan Daud? Bisa jd ada yg ingin memberontak, atau sisa-sisa dari para pengikut Saul yg setia berusaha mengambil alih kekuasaan, tentu ini membahayakan keamanan di seluruh wilayah Israel tentunya. Kedua, karna ada perjanjian antara Tuhan dgn Daud berkaitan dgn jabatan Daud sbg raja, tentu Tuhan tdk bisa melanggar isi perjanjian itu krna Dia itu setia, tp Dia jg adil, tetap mempertahankan Daud dalam posisinya sbg raja yg dipilih Tuhan sndri, tapi jg memberikan hukuman yg berat bagi Daud dan keturunannya, ini jg karena Daud menyesal dan mau bertobat. Ketiga, kematian yg seharusnya menimpa Daud, dialihkan pd anak hasil dosa yg Daud perbuat, anak hasil perzinahan, ini sebagai sebuah pembuktian bhw Tuhan memang murah hati dan penyayang, tapi jg Dia tegas dan tidak kompromi dgn dosa yg Daud perbuat.

Mgkin kita spt Daud, pernah berbuat dosa besar tp masih menikmati keadaan yg baik, walaupun kita tetap hrs menanggung akibat dr dosa yang kita perbuat sebelumnya. Sebagian org ada yg justru mempermainkan kemurah hatian Tuhan dgn terus hidup dlm dosa, yg penting mengakui, bilang bertobat, pasti dosa akan diampuni, Dia sendiri yg mengajar utk mengampuni 70×7 kali bila ada orang yg berdosa dtg meminta ampun. Hati-hati dgn pikiran sesat spt itu, Tuhan tidak mgkin bs kita bohongi dan kita tipu dgn sebuah pertobatan yg palsu, Dia tahu isi hati kita. Mgkin dgn alasan keutuhan keluarga kita, Tuhan masih memberikan kita kesempatan hidup dan masih punya sumber penghasilan padahal dosa yg kita lakukan sangat jahat di mata Tuhan, kalau kita dihukum mati oleh Tuhan, bgmna nasib anak & keluarga kita? Tunjukkan pertobatan dg sebuah perubahan hidup ke arah kekudusan seperti yg Tuhan perintahkan utk kita lakukan. Jgn ulangi dosa yg sama dan lawanlah dgn sekuat tenaga bila keinginan utk berbuat dosa itu muncul lagi dan berusaha menyeret kita kembali, mengasihi Tuhan lebih dr siapapun dan apapun jg, ini yang bs menolong kita utk memiliki takut akan Tuhan dlm hidup kita.

Hargai setiap pengampunan yg kita terima dari Tuhan, tunjukkan dgn berusaha utk hidup kudus dan berkenan di hadapan Tuhan, Dia pasti akan memberi kita kemampuan utk hidup kudus.

Posted in Renungan | Comments Off on Perhitungan Tuhan

Jahat di Mata Tuhan

DI 23062022

2 Samuel 11:26-27
Ketika didengar isteri Uria, bahwa Uria, suaminya, sudah mati, maka merataplah ia karena kematian suaminya itu.
Setelah lewat waktu berkabung, maka Daud menyuruh membawa perempuan itu ke rumahnya. Perempuan itu menjadi isterinya dan melahirkan seorang anak laki-laki baginya. Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata TUHAN.

Punya kekuasaan dan kemampuan bukan suatu alasan untuk bisa melakukan apa saja demi bs mendapatkan apa yg diinginkan hati, ingatlah bhw mata Tuhan selalu mengawasi kita.

Seorg raja spt Daud tentu punya bnyk hak yang istimewa dlm segala hal berkaitan dgn jabatan dirinya, sudah diatur oleh Tuhan dan peraturan yg ada, tapi tentu saja tidak boleh melanggar yg tertulis dlm Kitab Taurat tentunya. Meniduri istri orang dan merencanakan pembunuhan dengan cara yg sangat keji, siapa yg berani menentang keinginan seorg raja? Itulah sebabnya peristiwa itu akhirnya terjd, dan membuat Tuhan murka & kemudian mengutus nabi Natan untuk menegur dan untungnya Daud mau mengakui kesalahan dan bertobat. Dari kisah ini kita diingatkan untuk berhati-hati dgn kekuasaan dan pengaruh yang kita miliki sesuai dgn profesi dan kedudukan yg kita jalani skrg. Apakah keputusan yg kita pilih itu tidak melanggar kepentingan umum dan hak orang lain? Apakah peraturan yang kita buat itu sesuai tidak dgn prinsip yg ada pd firman Tuhan dan sejalan dgn kehendak Tuhan? Apakah orang lain merasa dirugikan dan tertindas oleh apa yg kita lakukan terhadap mereka? Masih bnyk lagi pertimbangan yg perlu kita perhatikan, ingatlah bahwa suatu saat kita harus mempertanggung jawabkannya di hadapan Tuhan, apakah terima upah atau malah hukuman dr Tuhan.

Seringkali yg luput dr pertimbangan kita adalah kurang peduli dgn cara kita untuk mendapatkan sesuatu dgn kekuasaan yg kita miliki, apalg jika kita adalah pimpinan yg tertinggi di lingkungan itu, siapa yg berani menegur apalg membantah? Org spt Daud, yg sangat religius, cinta Tuhan, yg suka merenungkan Taurat Tuhan, masih saja bs jatuh dlm keinginan duniawinya, mgkin jika dia seorg rakyat biasa, hal spt itu tidak akan terjadi, tp krna dia punya kekuasaan tertinggi, akhirnya dia berbuat dosa besar yg membuat Tuhan tdk menyukai cara yg Daud lakukan. Ada hak tapi jg ada tanggung jwb yg perlu kita ingat, kita bebas melakukan hak kita tp kita pny tanggung jawab utk tidak merugikan hak org lain dan tetap pny perkenanan Tuhan dlm hidup kita, perhatikan dg baik cara yg kita gunakan utk memperoleh apa yg kita ingin capai, jgn melakukan apa yg jahat di mata Tuhan, nanti tangan Tuhan sendiri akan sangat menekan kita dan membongkar dosa yg kita lakukan ke hadapan masyarakat umum, ini tentu akan sangat memalukan dan tentunya yg bisa terjd adalah kita ‘dihakimi’ dan mendapat sanksi sosial dr bnyk org.

Ingatlah untuk bertindak bijaksana, kalau nafsu sudah mulai menguasai pikiran kita, maka yang akan terjadi adalah kita tdk lg berpikir panjang dan akhirnya melanggar firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jahat di Mata Tuhan

Kehilangan Roh Tuhan

DI 22062022

Mazmur 51:11
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil Roh-Mu yang kudus dari padaku!

Mazmur ini Daud tulis setelah dirinya ditegur dg keras oleh Nabi Natan karna pembunuhan yang dia rencanakan atas Uria orang Het yang adalah salah seorg tentara yg sedang berperang, karna telah meniduri Batsyeba, istri Uria.

Yang Daud takuti adalah kehilangan Roh Tuhan dlm hidupnya, dibuang dari hadirat Tuhan, yang artinya dia tdk bs lagi dgn bebas berkomunikasi dgn Tuhan, krna dia sadar bhw perlu kekudusan supaya dirinya layak menghadap Tuhan baik di dlm doa maupun saat beribadah di Bait Suci. Ini hal yg tidak semua org miliki dalam dirinya, kita bs bandingkan dgn raja Saul, dia lebih takut utk kehilangan kedudukannya sbg raja di Israel drpd takut utk kehilangan perkenanan Tuhan. Daud sadar bhw semua yang dia punya & nikmati itu karena Tuhan memberikan padanya, jd bs saja suatu saat Tuhan akan mengambilnya jika terjd sesuatu yang membuat Tuhan murka. Tapi Daud tidak mementingkan jabatannya, dia justru tidak ingin Tuhan meninggalkan dirinya, karena itulah dia berusaha berdamai dgn Tuhan dg mengakui dosanya dan memohon pengampunan dr Tuhan dan kembali hidup dlm perdamaian dgn Tuhan. Apakah kita punya pemahaman yg serupa dgn yg Daud miliki? Atau kita sama seperti raja Saul yg walaupun telah berbuat dosa tapi fokusnya masih pada takut kehilangan kedudukannya sbg seorg raja tapi tdk berusaha berdamai dg Tuhan bahkan kemudian dia jg terlibat dlm okultisme?

Daud pd akhirnya tetap menjd raja hingga akhir hidupnya dan dia kembali memiliki Tuhan dalam hidupnya. Inilah dampak dr pertobatan yg diikuti dgn berdamai dgn Tuhan. Daud bukan sekedar mengakui dosanya, tapi jg menunjukkan adanya perubahan gaya hidup, tdk mengulangi dosa yg sama, walaupun akibat dr dosa yg dilakukannya itu tetap hrs dia dan keturunannya tanggung, yg penting adalah dia dgn Tuhan bs ada dlm damai sejahtera. Ini jg yg hrs kita sadari: dosa yg diakui akan diampuni Tuhan, tp akibat dari perbuatan itu tetap hrs kita tanggung dan bereskan. Tuhan memberi pengampunan, tapi kitalah yang harus menyelesaikan masalah yg ditimbulkan akibat dosa yang kita perbuat, tapi jika Tuhan berkenan utk menolong kita menyelesaikannya, itu adalah satu anugerah yg istimewa. Daud tdk condong pd apa yg dia miliki dlm dunia ini, tp dia mau utk tetap memiliki Tuhan sepanjang hidupnya. Jika Tuhan mengambil semuanya, dia rela dan sadar bhw itu sepenuhnya adalah kedaulatan Tuhan & dia tdk mungkin bs mencegahnya. Bagaimana dgn kita: lebih takut kehilangan semua yang kita miliki dlm dunia ini atau lebih takut kehilangan perkenankan Tuhan dlm hidup kita?

Bertobat hrs diikuti dgn tindakan nyata, setelah menerima pengampunan dr Tuhan, jgn kembali mengulangi berbuat dosa yang sama, tunjukkan bhw kita serius dgn Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kehilangan Roh Tuhan

Beritahu Kapan Meninggal

DI 21062022

Mazmur 39:4
“Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!

Berani minta hal yg sama spt yg Daud minta pd Tuhan? Menurut saya pribadi, mgkin jumlahnya tdk sampai 1% org yg punya permintaan sama spt yg Daud minta, tabu bicara kematian, apalg kalau masih muda.

Umur memang sudah diberi jatah oleh Tuhan, ini tentu beragam jumlahnya, ada yg umurnya tdk panjang, bahkan dlm hitungan hari bahkan ada yang hanya diberi kehidupan sekian jam setelah dilahirkan. Hingga sekarang masih ada yg umur mencapai 100 tahun lebih. Jatahnya sekian, tapi bs saja tdk hidup sampai jatah umur yang diberi Tuhan, misalnya krna kecelakaan, bencana alam dan tdk memiliki pola hidup sehat. Semua hal yg kita alami dan nikmati selama hidup di dunia ini tdk sepenuhnya dikendalikan oleh Tuhan. Tidak semua org memahami hal ini. Kalau benar hidup kita sepenuhnya dikendalikan oleh Tuhan, pasti kita tdk akan pernah berbuat dosa lagi, tapi knp kita masih saja berbuat dosa? Tuhan berikan pd setiap org kebebasan utk melakukan apa yg dia pikir itu baik, tapi hrs bertanggung jawab dan jg menanggung resiko dr perbuatannya itu. Kalau ingin umur panjang, hrs hormati orgtua, punya pola hidup sehat dan jaga perkataan, tapi kalau org lain lalai dan ceroboh, kitapun bisa terkena dampak buruknya, misalkan mrka ceroboh saat berkendara dan akhirnya kita mengalami akibat dr kecerobohannya: ditabrak bshkan mgkin juga akhirnya meninggal dunia.

Kalau kita tahu batas umur kita sudah dekat, yg kita lakukan pasti berbenah diri, berpikir bgmna menjalani hari-hari dgn aktivitas yg berguna dan tentunya menyiapkan diri utk menghadapi hari kematian kita. Bertindak lebih hati-hati, berkata yg positif, pokoknya semuanya harus sempurna dan baik, supaya kita tdk menyesal setelah kita meninggalkan dunia ini. Kenapa itu tdk kita pikir utk kita lakukan sekarang? Krna kita terlalu pede bahwa umur kita masih panjang, masih puluhan tahun lagi, sekarang ya hidup tak usah religius, nanti saja kalau sudah tua, Tuhan juga maklum kita ini masih manusia, bs buat dosa. Pikiran yg spt ini tentu tdk baik, setiap detik dlm hidup kita ini sama berharganya, sama pentingnya, harus diisi dgn perbuatan yang sopan, baik, dan mulia. Mgkin sisa tahun umur kita tinggal sedikit lagi, bahkan mungkin tinggal menghitung hari, walau keadaan kita hari ini sehat, baik-baik saja. Krna kita tdk tahu kpn batas umur kita, setiap hari yg kita hidup ini jalani sebaik-baiknya, persiapkan diri kita sebaik mgkin untuk pada saatnya nanti kita akan menghadap Sang Pencipta kita, tidak ada kesempatan utk berbenah diri setelah kita meninggalkan dunia ini.

Kematian itu salah satu hal yg pasti terjadi dlm hidup setiap manusia (kecuali Henokh dan Elia), persiapkan diri baik-baik, hiduplah dgn bijak dan berdampak positif bagi org-org di sekitar kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Beritahu Kapan Meninggal

Cemas Akan Dosamu

DI 20062022

Mazmur 38:18 KJV
For I will declare mine iniquity; I will be sorry for my sin.

Karena aku akan menyatakan kesalahanku, aku akan menyesali dosaku

Belajar dari cara Daud menyikapi situasi yg sdg dia hadapi tentu sangat menarik, kadang justru bertentangan dgn apa yg menurut orang banyak sebagai sesuatu yg benar dan ideal.

Daud menulis keluh kesahnya dlm doa melalui mazmur-mazmur yg dia tulis bahkan sebagian justru diajarkan pd rakyat di zaman itu. Menurut pemahaman sebagian org, sangat tidak pantas utk marah, berkeluh kesah, menyatakan hal-hal yg ‘sampah’ saat berdoa pada Tuhan. Mengutuki musuh supaya mereka binasa, bukankah semua itu bertentangan dgn prinsip kasih yg harusnya mengasihi musuh kita? Tapi mengapa justru org spt Daud menjd orang yg berkenan di hati Tuhan dan semua mazmur yg dia tulis menjd bagian dr isi Alkitab? Bukankah zaman skrg kita diajar utk jgn ‘membunuh’ reputasi dan nama baik kita dgn harus tampil ‘sempurna’ di depan org lain? Pikir dan renungkan, bukankah prinsip ini merupakan prinsip seorg entertainer? Org yg saat berada di atas panggung atau muncul di publik harus bisa tetap kelihatan prima dan tersenyum spya yang menonton bs terhibur dan tetap menjd fans yg setia? Bukankah ini spt kita diajar utk memakai ‘topeng rohani’ yg ketika kita memakainya akan terlihat sbg pribadi yg sempurna dan religius di mata org lain? Bukankah justru ini sesuatu yang sama dgn kemunafikan dan tdk berintegritas?

Apapun profesi kita, rohaniawan atau org biasa, tetaplah manusia biasa, bisa marah, emosi, bisa mengalami titik terendah dalam hidup ini, suatu saat kehilangan kendali diri? Tapi mengapa kita seringkali tdk memperbolehkan org lain utk dgn bebas mengatur bgmna utk mengatasi masalah dgn emosi mereka shga tdk boleh kelihatan sbg org yg lemah, dan hrs tampil sempurna? Kalau Daud hidup di zaman ini, mungkin kita terkejut saat membaca status medsos yg dia tulis, kaget ketika dia membuat lagu-lagu yg isi liriknya tdk membuat telinga banyak org merasa nyaman. Di saat org ramai-ramai menyembunyikan dosa, tp justru Daud mendeklarasikannya, membuat org bnyk jd tahu dosa yg dia buat. Tdk takut dibenci dan kehilangan followers’? Tdk takut dihakimi? Tdk takut diturunkan dr jabatannya? Daud tidak takut kehilangan semuanya, yg Dia takuti adalah kehilangan Roh Tuhan di dlm hidupnya. Hal ini yg jarang dimiliki oleh org-org Kristen di zaman skrg, lebih takut kehilangan kedudukan dan rasa hormat dari org lain kalau jujur mengakui dosa. Daud mempermalukan dirinya sndri dan dia tdk takut dihakimi org lain, yg dia takuti ialah kalau Tuhan tdk mau mengampuni dosanya.

Jgn takut kehilangan apa yg kita miliki di dunia ini, tapi takutlah kalau kita kehilangan Tuhan di dlm kita, kehilangan Roh Tuhan dan perkenanan Tuhan dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Cemas Akan Dosamu

Tuhan Menguji Hati

DI 18062022

Amsal 17:3
Kui adalah untuk melebur perak dan perapian untuk melebur emas, tetapi TUHANlah yang menguji hati.

Tuhan itu kalau menguji seseorang, langsung ke bagian yg paling ‘jujur’ dlm diri org itu, yaitu hati manusia, karena ucapan mulut dgn isi hati yang sebenarnya bisa bertolak belakang satu sama lain.

Definisi kebohongan itu mungkin bnyk versi, tapi yg paling hakiki adalah bedanya isi hati dengan apa yg diucapkan. Itulah sebabnya knpa kita bs dibohongi seseorg, apakah itu keluarga, teman, arau siapapun jg, bahkan ada org yg masih juga ‘bloon’, masih bohong pd Tuhan yg sebenarnya sangat tahu isi hati manusia. Ibarat sudah lihat rekaman CCTV, tp masih tdk mengakui dia yang berbuat. Itulah knpa Tuhan menguji hati setiap org, dan ketika Dia menguji hati, pasti ada ‘hasil’ yg ingin Dia temukan dlm diri seseorg. Hasil apa saja? Tergantung Tuhan mengujinya dlm hal apa dan apa yg ingin Dia tunjukkan pada kita. Sblum Dia mengujipun, Dia sudah tahu hati kita, kalau sdh tahu, knpa masih diuji? Jadi pengujian hati kita ini lebih utk kepentingan diri kita sbnarnya, Dia mau tunjukkan bgmna ‘kesehatan’ hati kita & apa yg hrs kita evaluasi setelah hasil pengujian hati kita itu terlihat hasilnya. Apakah hati kita ini masih bisa mengampuni? Masih ada rasa cinta dlm hati kita pada Tuhan? Masih ada kerinduan utk mengasihi dan melayani Tuhan? Masih ada kerelaan utk menjd berkat bagi org lain, dsbnya. Semuanya ditunjukkan agar kita berbenah diri & menjd pribadi yg lebih baik.

Masalahnya adalah kita tdk tahu kapan saatnya Tuhan akan menguji hati kita. Dia tidak mungkin meminta izin dulu pada kita, memangnya siapa kita ini sampai Tuhan hrs memberitahukan lebih dulu sblum menguji hati kita? Bisa saja setelah membaca renungan ini, Tuhan langsung lakukan pengujian terhadap hati kita, atau mgkin bbrpa jam setelah ini, atau mgkin besok, dstnya. Siap atau tidak siap, kita akan masuk dlm pengujian hati, dan ujian ini bs sangat menggoncang iman kita, bisa sangat mengganggu kenyamanan kita, bs sangat mengacaukan rencana yg sedang kita jalankan, dsbnya. Apa respon hati kita? Protes? Berarti kita belum sepenuhnya pny hati hamba. Marah? Artinya kita masih jadi ‘tuan’ yg merasa punya hak sepenuhnya atas hidup kita. Respon hati yg benar adalah cerminan dari isi hati kita yg isinya adalah hal-hal yg Tuhan sukai, ada hati yg penuh ucapan syukur, ada hati yang taat, ada hati yg penuh kasih, dsbnya. Intinya ialah siapa yg jadi penguasa dlm hidup kita, apakah Tuhan atau masih diri kita sndri? Hati yg teruji akan jd hati yg disukai Tuhan dan Dia akan memberkati hidup kita lebih daripada yg sblumnya.

Ujian hati tidak tahu kapan akan kita alami, tapi kita hrs siap meresponinya dgn benar agar kita bisa lulus dari ujian dr Tuhan dan hubungan kita dgn Tuhan akan semakin intim dan berkualitas.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Menguji Hati