DI 23052022
Mazmur 34:8
O taste and see that the LORD is good: blessed is the man that trusteth in him.
Oh kecaplah dan lihat bahwa TUHAN itu baik, diberkatilah orang yang percaya di dalam Dia.
Ada satu proses yg ‘terbalik’ dan mgkin ini tidak kita sadari, kenapa penulis Mazmur menulis utk lebih dulu mengecap barulah melihat. Makanan biasanya dilihat dulu baru dimakan.
Ini ttg pembuktian bahwa Tuhan itu baik, spt kita ingin tahu makanan di depan kita ini enak atau tdk rasanya, harus dikecap atau dicobai bgmna rasa yg sebenarnya dr mknan itu. Tampilannya bisa saja sangat menggugah selera, enak dilihat oleh mata, tp mknan yg utama adalah soal rasa, krna makanan itu kebutuhan perut, bukan mata, kalau tdk enak rasanya, kita pasti tdk mau untuk memakannya apalagi menghabiskannya. Lidah kita yang merasakan, menentukan apakah kita mau memakannya atau tdk. Bgmna kita sendiri bs yakin bhw Tuhan itu baik kalau kita sndri tdk pernah mengalami dan merasakan kebaikan yg Tuhan miliki? Kalau cuma dengar kesaksian dari org lain, kita tdk mgkin bs menjd saksi, krna kita hanya jd org yg meneruskan kesaksian milik org lain saja. Akan beda jika org bertanya apa rasa dr suatu makanan, kalau kita menjwb: “Kata org sih katanya enak”, org itu pasti tdk akan begitu yakin dibandingkan jika kita menjwb: “Rasanya enak, saya sudah pernah memakannya.” Kalau kita berani bersaksi bahwa Tuhan itu baik, maka pastikan bhw kita sudah menikmati kebaikan dr Tuhan, jika tidak, kita bs dikategorikan sebagai saksi palsu, saksi dusta, mengatakan sesuatu yg tidak bs dipercayai.
Banyak org di sekitar kita yg masih ragu dengan kebaikan Tuhan, baca di Alkitab, dengar apa yg jd kesaksian org lain, semuanya bilang Tuhan itu baik, tapi buktinya? Keadaan lagi sulit tp Tuhan diam saja, tdk menolong, minimal Dia memakai seseorg utk menolong. Menghadapi org seperti ini, mgkin ayat ini tepat utk kita nasehatkan utk dia, hrs mengecap dulu kebaikan Tuhan, barulah bs membuktikan bahwa Tuhan itu sungguh baik. Bagaimana bs mengecap kebaikan Tuhan? Kita hrs membuka mulut dan biarkan lidah kita untuk mengecap rasa, seperti hal itulah maka kita hrs ‘membuka mulut’ kita, artinya berseru pd Tuhan dgn segenap hati, berdoa pd Tuhan dgn tekun. Sabar dlm menantikan Tuhan, jgn jemu-jemu utk berdoa. Ada org yg maunya sekali berdoa saja lalu Tuhan langsung bertindak, ini namanya bkn memohon pertolongan Tuhan, tp mencoba utk ‘menguji’ Tuhan, tentu ini suatu sikap yang tidak menghormati Tuhan, Tuhan tdk mgkin mau utk kita perintah, sebaliknya kitalah yg hrs taat pada perintah Tuhan. Hrs mengalami sndri kebaikan Tuhan, maka kita bs melihat bhw Tuhan itu baik dan apa yg dikatakan dlm ayat Alkitab ini benar adanya. Kecap dulu baru saksikan.
Sabar dlm menantikan Tuhan, ini memang tidak semudah kita berkata-kata, kapan situasi buruk ini akan berakhir, kadang inilah yg membuat kita kurang percaya bhw Tuhan itu baik.