Rasakan Dulu

DI 23052022

Mazmur 34:8
O taste and see that the LORD is good: blessed is the man that trusteth in him.

Oh kecaplah dan lihat bahwa TUHAN itu baik, diberkatilah orang yang percaya di dalam Dia.

Ada satu proses yg ‘terbalik’ dan mgkin ini tidak kita sadari, kenapa penulis Mazmur menulis utk lebih dulu mengecap barulah melihat. Makanan biasanya dilihat dulu baru dimakan.

Ini ttg pembuktian bahwa Tuhan itu baik, spt kita ingin tahu makanan di depan kita ini enak atau tdk rasanya, harus dikecap atau dicobai bgmna rasa yg sebenarnya dr mknan itu. Tampilannya bisa saja sangat menggugah selera, enak dilihat oleh mata, tp mknan yg utama adalah soal rasa, krna makanan itu kebutuhan perut, bukan mata, kalau tdk enak rasanya, kita pasti tdk mau untuk memakannya apalagi menghabiskannya. Lidah kita yang merasakan, menentukan apakah kita mau memakannya atau tdk. Bgmna kita sendiri bs yakin bhw Tuhan itu baik kalau kita sndri tdk pernah mengalami dan merasakan kebaikan yg Tuhan miliki? Kalau cuma dengar kesaksian dari org lain, kita tdk mgkin bs menjd saksi, krna kita hanya jd org yg meneruskan kesaksian milik org lain saja. Akan beda jika org bertanya apa rasa dr suatu makanan, kalau kita menjwb: “Kata org sih katanya enak”, org itu pasti tdk akan begitu yakin dibandingkan jika kita menjwb: “Rasanya enak, saya sudah pernah memakannya.” Kalau kita berani bersaksi bahwa Tuhan itu baik, maka pastikan bhw kita sudah menikmati kebaikan dr Tuhan, jika tidak, kita bs dikategorikan sebagai saksi palsu, saksi dusta, mengatakan sesuatu yg tidak bs dipercayai.

Banyak org di sekitar kita yg masih ragu dengan kebaikan Tuhan, baca di Alkitab, dengar apa yg jd kesaksian org lain, semuanya bilang Tuhan itu baik, tapi buktinya? Keadaan lagi sulit tp Tuhan diam saja, tdk menolong, minimal Dia memakai seseorg utk menolong. Menghadapi org seperti ini, mgkin ayat ini tepat utk kita nasehatkan utk dia, hrs mengecap dulu kebaikan Tuhan, barulah bs membuktikan bahwa Tuhan itu sungguh baik. Bagaimana bs mengecap kebaikan Tuhan? Kita hrs membuka mulut dan biarkan lidah kita untuk mengecap rasa, seperti hal itulah maka kita hrs ‘membuka mulut’ kita, artinya berseru pd Tuhan dgn segenap hati, berdoa pd Tuhan dgn tekun. Sabar dlm menantikan Tuhan, jgn jemu-jemu utk berdoa. Ada org yg maunya sekali berdoa saja lalu Tuhan langsung bertindak, ini namanya bkn memohon pertolongan Tuhan, tp mencoba utk ‘menguji’ Tuhan, tentu ini suatu sikap yang tidak menghormati Tuhan, Tuhan tdk mgkin mau utk kita perintah, sebaliknya kitalah yg hrs taat pada perintah Tuhan. Hrs mengalami sndri kebaikan Tuhan, maka kita bs melihat bhw Tuhan itu baik dan apa yg dikatakan dlm ayat Alkitab ini benar adanya. Kecap dulu baru saksikan.

Sabar dlm menantikan Tuhan, ini memang tidak semudah kita berkata-kata, kapan situasi buruk ini akan berakhir, kadang inilah yg membuat kita kurang percaya bhw Tuhan itu baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Rasakan Dulu

Perjalanan Berkat

DI 21052022

Ulangan 28:2
Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: .

Apa yg kita pikirkan ttg bgmna berkat dr Tuhan itu bisa kita terima? Apakah spt diberikan dari tangan ke tangan spt kita memberikan hadiah pd seseorg? Atau ada gambaran lainnya dalam pikiran kita?

Dlm ayat ini, Tuhan berjanji akan mendatangkan berkat-Nya pd kita jika kita mendengar, taat dan melakukan perintah-perintah Tuhan. Kalau bisa saya gambarkan, kedatangan berkat Tuhan itu spt datangnya paket pesanan yg kita pesan via aplikasi belanja yg ada di HP kita. Tentu kita hrs abaikan cara pembayarannya, apakah COD atau bayar di aplikasi terlebih dahulu, yg kita ambil dr hal ini ttg perjalanan paketnya. Barangnya ada & tersedia, shga kita bisamemesannya. Kita yakin dan percaya bhw janji Tuhan ya dan amin, kalau Dia berjanji mendatangkan berkat, berarti pasti berkat itu sudah ada dan tersedia bagi mereka yg memerlukannya. Tapi tentu karena ini adalah sebuah perjanjian, maka ada syarat yg hrs kita penuhi utk bs menerima berkat Tuhan yang Dia sudah sediakan. Pesan barang hrs bayar, ingin dapat berkat Tuhan yg Dia janjikan, perlu untuk membayar ‘harganya’, karena berkat ini terikat dlm suatu perjanjian antara Tuhan dg umat-Nya. Bukan spt sesuatu yg dianugerahkan Tuhan dgn cuma-cuma, yg tdk perlu memenuhi syarat dan ketentuan apapun, sepenuhnya berdasarkan pd kehendak Tuhan saja. Jadi berkat itu beda dgn anugerah walaupun wujudnya mungkin saja bs sama. Kita bs punya jam tangan karena kita beli atau bs dihadiahkan oleh seseorg.

Utk berkat Tuhan itu sampai di ‘tangan’ kita, ada ‘perjalanan’ yang hrs kita tunggu, spt datangnya paket yg kita pesan, ada yg 2-3 jam, ada yg 2-3 hari, dsbnya. Pasti Tuhan tdk pernah terlambat, berkat-Nya pasti datang tepat waktu, ini alasan mengapa kita tdk perlu meragukan ketepatan waktu Tuhan dlm mendatangkan berkat-Nya pd kita. Yg jd masalah dlm pengiriman paket ialah alamat yg tidak jelas, sehingga bs saja paket ini akhirnya tdk sampai ke tangan pembeli. Itulah sebabnya Tuhan memerlukan komitmen dr kita dlm hal melakukan perintah-Nya, kalau hari ini taat, tp besok tdk, kedatangan berkat Tuhan itu bisa saja dibatalkan. Tadinya Tuhan mau ‘kirim’ berkat-Nya, tp karena kita tdk komitmen taat pd Tuhan, berkat itu jadi lepas dr tangan kita. Kalau kita ajukan komplain, kesalahan ada pada pihak kita sndri. Apalagi kalau ternyata ‘pindah rumah’ alias murtad, ‘paket berkat’ Tuhan tdk pernah bs utk kita terima. Kesetiaan melahirkan komitmen dan komitmen inilah yg Tuhan butuhkan dr kita supaya janji berkat-Nya itu menjadi nyata dalam hidup kita. Hrs punya ‘telepon doa’ yg bs Tuhan ‘hubungi’, ketika ‘paket berkat-Nya’ tiba, karena itulah dinasehatkan utk kita selalu berdoa dgn tekun.

Apakah kita sedang menunggu kedatangan dari ‘paket berkat’ dr Tuhan? Pastikan diri kita punya komitmen dan kesetiaan, jam doa yg teratur dan terus menerus, jaga komunikasi kita dgn Tuhan tetap dlm keadaan baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Perjalanan Berkat

Menjadi Kepala

DI 20052022

Ulangan 28:13
TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,

Salah satu wujud berkat Tuhan jika kita dengan sungguh-sungguh mentaati dan melakukan apa yg Tuhan perintahkan adalah ‘menjadi kepala’ dan tetap ‘naik’.

Menjadi kepala, apa maksudnya? Kepala adalah bagian dr tubuh yg di dalamnya terdapat organ vital bagi kehidupan, baik utk manusia maupun binatang, yaitu otak yg bs berpikir shga semua gerakan tubuh diatur oleh otak. Kepala jg dalam penggunaan tata bahasa dipakai utk menyebut satu tingkatan dlm profesi, kepala adalah seorg pemimpin, ada kepala rumah tangga yg artinya pemimpin dlm rumah tangga, kepala sekolah yg artinya org yang bertanggung jawab dan punya wewenang khusus untuk mengatur kegiatan di lingkungan sekolah bs berjalan dgn baik, ada jg kepala negara, orang yg diberi wewenang penuh oleh negara utk menjalankan pemerintahan. Jd pengertian ‘menjadi kepala’ bs kita maknai sbg menjd pemimpin, penguasa, dan org yang diberi wewenang dan posisi khusus utk memimpin & menjalankan apa yang dipercayakan kepadanya utk dilakukan. Ekor selalu ada di belakang, tapi kepala selalu ada di depan, bs diartikan juga dg menjd teladan yg patut diikuti, ditiru, bahkan bs menjd inspirasi bagi bnyk org, bukan mengikuti trend tapi pencipta trend, bukan tiruan tapi yang original atau asli.

Menjadi kepala dlm ayat ini hrs dibaca dengan lengkap: Tuhan yg akan mengangkat kita menjd kepala, artinya Tuhanlah yg punya wewenang & kehendak siapa org yg akan Dia pilih utk menjd ‘kepala’. Namanya jg dipilih, artinya memenuhi kriteria dan persyaratan yg Tuhan inginkan, org yg terpilih berarti dia orang yg Tuhan nilai punya kualitas spt yg Tuhan inginkan. Karena Tuhanlah yg memilih, maka Tuhan sndri yg akan memberi pembelaan bila ada pihak lain yg berusaha utk menjatuhkan. Contoh yg bs kita lihat di Alkitab adalah Yusuf anak Yakub, dia dipilih Tuhan dari antara 11 saudaranya yg lain untuk menjd seorg penguasa nantinya. Proses demi proses Yusuf alami yg bs membuat dia gagal utk menjd seorg penguasa, nyawanya terancam hingga rasanya mustahil mimpi yg dia terima dr Tuhan itu akan menjadi kenyataan. Namun kita lihat bhw Tuhan sndri membela Yusuf hingga akhirnya dia menjd org nomor 2 di Mesir dan berkuasa penuh untuk memerintah di sana. Kita jg melihat contoh lain yaitu Daud yg dipilih Tuhan untuk menggantikan posisi Saul sbg raja di Israel. Jd ini bukan karna prestasi manusianya, tp krna ada pembelaan dr Tuhan, Dia tdk pernah salah memilih seseorg, tp org pilihan itu sndri yang terkadang tersandung atau salah langkah ketika menjalani jabatan yg Tuhan percayakan kepadanya.

Menjadi kepala, bukan hanya mengenai sukses dlm finansial, tapi sukses dlm menjalani profesi yg Tuhan percayakan kepadanya, berkuasa atas harta dan juga memimpin banyak org dgn baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Kepala

Diampuni dan Mengasihi

DI 19052022

Lukas 7:47
Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”

Perkataan Yesus ini memang perlu utk kita coba pahami dg baik, ada hubungan antara diampuni dosa dgn frekuensi mengasihinya seseorg. Apa yg menyebabkan hal ini terjd?

Kalau dosa belum diampuni, bisakah mengasihi org lain? Dosa itu menghalangi kasih Tuhan utk bekerja dlm hidup kita, krna dosa menjd sebuah penghalang antara kita dgn Tuhan (Yesaya 52:9) yg jika tidak segera dibereskan maka suatu saat akan menyusahkan hidup kita. Dlm ayat ini, kita temukan satu pola dlm hal mengasihi yaitu kita harus semakin banyak berbuat kasih sesuai dgn jumlah dosa kita yg diampuni Tuhan. Artinya org yg berbuat kasih itu sadar dan bisa memahami makna dari pengampunan yg Tuhan berikan, Dia
mengampuni karena Dia mengasihi kita. Ketika seseorg sadar betapa besar nilai pengampunan yg Tuhan berikan, maka hati org ini akan penuh dgn kasih Tuhan shga dia bisa jg mengampuni krna mengasihi org lain. Jd mengampuni bukan krna tidak enak hati dinasehati org lain atau itu dilakukan supaya terlihat rohani, tapi dilakukan karena memang sudah tdk ada hambatan atau penghalang utk mengasihi org yg bersalah pada dirinya. Dosa diampuni, tdk ada penghalang lagi antara kita dgn Tuhan, kasih Tuhan bekerja dlm diri kita, akibatnya kita bs mengasihi orang lain dan memberikan pengampunan kepadanya.

Dlm satu perbuatan dosa, bisa jadi dosa yg ada itu bukan cm 1 saja, ada dosa terhadap Tuhan, ada juga dosa terhadap sesama manusia. Itulah mengapa kita harus sadar bahwa banyak dosa kita yg telah diampuni Tuhan, maka seharusnya kita lebih lagi menunjukkan perbuatan kasih itu pd Tuhan dan sesama kita. Jgn diartikan bahwa supaya kita bisa maksimal dlm mengasihi maka boleh banyak berbuat dosa, makin banyak dosa berarti makin banyak nanti dosa yg diampuni, jd nantinya bs makin mengasihi, hati-hati dengan pemahaman yang keliru spt itu. Sengaja berbuat dosa tentu akan menerima hukuman dari Tuhan krna Dia tahu persis isi dari pikiran dan hati kita. Jgn bermain-main dgn kasih karunia Tuhan, dan jgn menilai ‘murahan’ nilai dari pengampunan yg Tuhan berikan pd kita. Bertobat itu tidak boleh berpura-pura, harus lahir dr penyesalan dan juga kesadaran bahwa kita butuh pengampunan dari Tuhan supaya antara kita dgn Tuhan tidak ada lagi yang jd penghalang supaya kita bs hidup dg tanpa beban dan bs mempraktekkan kasih yang kita miliki dlm keseharian hidup kita. Hidup dlm damai sejahtera dgn Tuhan.

Mengasihi karena kita lebih dulu dikasihi Tuhan, ini sebuah alasan mengapa mengasihi itu bukan suatu keterpaksaan, namun suatu respon balik dr pengampunan yg kita terima dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Diampuni dan Mengasihi

Tanggung Jawab Pemimpin

DI 18052022

Matius 26:40
Setelah itu Ia kembali kepada murid-murid-Nya itu dan mendapati mereka sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: “Tidakkah kamu sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku?

Kisah Yesus berdoa di Taman Getsemani sblum akhirnya Dia ditangkap dan kemudian dihukum mati dgn disalibkan, sebenarnya sangat menarik utk kita pelajari.

Dlm ayat ini misalnya, Yesus mengajak 3 murid utk menemani Dia berdoa, namun didapati mrka tertidur karena lelahnya, tp kenapa Yesus hanya bicara pd Petrus? Mestinya bukan ‘kamu’ tetapi ‘kalian’ karena mereka itu 3 org. Bnyk tafsiran yg bisa digunakan, namun saya pribadi melihat hal ini sebagai sebuah teguran Yesus utk Petrus di dlm kapasitasnya sbg pemimpin dari para murid lainnya, ibaratnya spt ‘ketua kelas’ di sekolah. 3 murid tertidur, pemimpinnya yg ditegur, tentu ini hal yg penting utk kita cermati. Dlm dunia kerja misalnya, spesifik lagi dlm kepolisian, jika anak buah melakukan pelanggaran, komandannya bs saja dicopot bahkan diberhentikan dengan tidak hormat, pdhal anak buahnya yg melakukan, bkn dia. Pemimpin yg baik bukan cuma bs menjadi 1 contoh yang diteladani, tapi punya kemampuan utk memantau dan mengatur gerak-gerik orang yg dipimpinnya, karena sbg pemimpin diberikan tugas dan juga hak tertentu. Jika orang yang dia pimpin berbuat salah, berarti sbg pemimpin, dia gagal menjalankan tugasnya dan dia harus dgn keberanian untuk mempertanggung jawabkan kepemimpinannya dgn segala resiko dan akibat yg nanti akan ditanggungnya.

Tidak peduli apakah kita menjd seorg pemimpin krna ‘didorong’ pemimpin di atas kita, ketika kita akhirnya mengambil peran sbg seorg pemimpin, di mata Tuhan, kita diperlakukan selayaknya sbg seorg pemimpin. Jgn mengambil tanggung jwb sbg seorg pemimpin hanya karena desakan org lain yg menilai kita punya kemampuan untuk itu, apalg karena tidak ada org yg mau, ini seringkali terjadi dan justru membebani hidup kita. Kita bs jadi orang yg munafik, karena kita dituntut untuk selalu tampil sempurna, pantas diteladani, tidak boleh emosional, hrs memendam sesuatu sndri, dan masih banyak lagi tuntutan lainnya. Sampai kpn kita sanggup utk bertahan? Sampai saatnya ‘topeng’ kita terbuka dan org bnyk terkejut saat mengetahuinya. Rasa hormat dan kagum saat itu berubah menjd cemoohan dan penghakiman, belum lg nanti kita dihakimi oleh Tuhan sendiri, berani ambil tanggung jawab berarti berani utk bertanggung jwb. Musa bs menjd contoh untuk kita pelajari sbg seorg pemimpin, di akhir hidup justru gagal masuk Tanah Perjanjian, walaupun Tuhan yg memilih Musa, namun dia gagal untuk mengendalikan emosinya akibat perbuatan dari bangsa Israel yang bersungut-sungut sepanjang perjalanan.

Profesi apapun, akan ada 2 hasil yg terlihat, jadi sukses atau gagal, pemimpin yg sukses adalah mrka yg menjalankan kepemimpinannya secara konsisten, tidak kompromi dan tegas, bukannya malah ‘nurut’ dgn kemauan org yg dipimpinnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tanggung Jawab Pemimpin

Menyelesaikan Pertandingan

DI 17052022

2 Timotius 4:7
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Dlm sebuah pertandingan, hasil akhirnya adalah kalau atau menang, atau siapa yg paling cepat, tergantung apa jenis pertandingannya, namun ada kekalahan yg ‘premature’: mengundurkan diri sblum pertandingan selesai.

Contoh yg mgkin bs menggambarkan keadaan bgmna kita harus menyelesaikan pertandingan adalah lomba lari marathon 10K. Bagi pelari yg profesional, targetnya adalah paling cepat bisa masuk garis finish dan menjd juara. Pelari yang cuma meramaikan saja tentu punya target yang berbeda, minimal bs sampai garis finish, atau jg memperbaiki ‘rekor pribadi’ artinya bisa masuk garis finish dgn pencapaian waktu lebih baik dr yg sebelumnya. Walau tidak bs jadi juara, tetap hrs masuk garis finish, inilah esensi dr peserta yg memahami mengapa dirinya masuk ke dlm suatu pertandingan. Hidup ini memang hrs kita lihat jg dari ‘kacamata’ realita, artinya mgkin kita tdk sebaik org lain dlm hal potensi kemampuan yg kita miliki, tp kita hrs tetap melakukan hal yg terbaik utk diri kita sendiri: mengusahakan diri utk sampai di ‘garis finish’ dr situasi yg sedang kita alami. Walaupun mgkin sempat berpikir utk mengundurkan diri atau WO, tp jgnlah membuat diri kita kalah dgn pikiran negatif yg muncul dlm pikiran kita, boleh tertekan tapi jgn sampai kita kehilangan semangat dan akal sehat, hasil akhir bukan di tengah pertandingan, tp di garis finish dr pertandingan itu.

Dlm pertandingan biasanya ada penonton yang ikut memberikan dukungan atau sebaliknya, yg memberi tekanan pd atlet yg tidak didukungnya. Dlm realita hidup kita, ada para ‘penonton’ yang cuma jago berkomentar, membuat kita ‘down’, bukannya memberi nasehat tp justru berusaha utk menghakimi kita. Ini yg dimaksud dg senang lihat org lain susah, jelas ini bukan ciri dari org yg memiliki kasih Tuhan dlm hidupnya. Bahkan mereka mencoba mengambil keuntungan dari situasi yg sedang kita alami untuk kepentingan pribadi mrka sendiri. Seumpama org yg berfoto dgn latar belakang lingkungan yg sedang terjd bencana, tidak memberi pertolongan tapi justru mencoba meraih bnyk jumlah like dan comment di status medsos miliknya. Tapi kita hrs menjadi seperti anggota keluarga yg sengaja datang utk memberi support anggota keluarga yg sedang ikut dalam sebuah pertandingan. Kehadiran kita menjadi sesuatu yg menambah semangat bagi dia dan bs membuat dia bertahan sampai akhir walaupun hasilnya tdk spt yg diharapkan. Yang penting sdh berusaha semampu kemampuan yg dimiliki dan bs mengakhiri pertandingan.

Mau jd ‘penonton’ yg bgmna? Jgn memberikan tambahan tekanan pd mrka yg sdg tertekan, itu hanya membuat mrka kehilangan semangat dan kalah sebelum pertandingan berakhir.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyelesaikan Pertandingan

Mau Jadi Jahat atau Saleh

DI 16052022

2 Timotius 3:12-13
Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,
sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.

Org yg mau utk hidup saleh pasti tidak mudah, padahal keinginan spt ini tidak merugikan pihak manapun jg, sebaliknya justru banyak org akan mendapatkan keuntungan bila ada org yg hidup benar di hadapan Tuhan.

Lebih mudah jd org jahat drpd menjd org saleh, apalg di zaman skrg, apa yg dulu dianggap sbg sesuatu yg salah bs berubah menjd sesuatu yg normal, dan siapa yg menentangnya dianggap sbg org yg menentang kemanusiaan. Sistem yg ada skrg lebih memihak pd bnyknya dukungan yg diberikan org-org terhadap sesuatu, jadi yang banyak itulah yg benar, dan ini tentu saja menjd suatu hal yg memprihatinkan seandainya yang didukung oleh bnyk org itu ternyata adalah satu dosa menurut firman Tuhan. Kita diperhadapkan pd bnyk hal yg memaksa kita utk memilih: mau mengikuti kebenaran firman Tuhan atau harus kompromi dgn nilai-nilai di lingkungan di mana kita berada. Itu membuat hati nurani kita sedikit tergoyahkan utk tetap bersandar pd kebenaran firman Tuhan. Bbrpa hal mgkin kita hrs terbiasa utk kompromi, pdhal itu bukan yg Tuhan mau dr diri kita. Berani menentang maka kita akan bisa mengalami tekanan massa dan dijauhi karena dianggap tidak menghormati hak org lain untuk melakukan apapun dalam hidupnya, sementara Alkitab mengajar kita utk menegur org jika mrka berbuat dosa atau kesalahan.

Menjaga diri sndri utk tetap memilih hidup saleh di hadapan Tuhan perlu perjuangan yg berat, tdk mudah krna ada saja org-org yg mengolok-olok hukum-hukum Tuhan, ada yang berkata itu kuno, tidak relevan lagi dgn zaman skrg, menghambat org utk hidup bebas, dsbnya. Melihat keadaan di depan mata bhw keadaan org-org yg hidup tidak terikat dengan hukum-hukum Tuhan justru lebih ‘baik’ drpd kita. Sampai suatu saat kita mungkin berpikir apakah ada gunanya kita hidup saleh & benar di hadapan Tuhan? Kenapa keadaan kita tdk ‘sebaik’ mrka, kelihatannya senang terus dan tanpa beban, sedangkan kita hrs bergumul tiap hr melawan kedagingan dan benih dosa yg ada dlm diri kita. Yg perlu kita pahami adalah bahwa kesalehan yg kita lakukan utk Tuhan dampaknya lebih pd hidup setelah kematian kita, tetap akan ada berkat Tuhan selama kita hidup saleh di dlm dunia ini, tapi kita punya kelebihan yaitu jaminan dr Tuhan utk masuk dlm kekekalan bersama dg Tuhan nantinya, sesuatu yang nilainya jauh lebih berharga dibandingkan dgn apapun yg bs untuk kita miliki dlm dunia ini, dan kesempatan utk bs memperolehnya hanya selama kita masih hidup dlm tubuh fana kita.

Tetaplah bersemangat utk hidup saleh, kita tdk sendirian, masih bnyk org-org yg berketetapan sama spt kita, kalau mereka sanggup, kita juga bs sanggup utk melakukannya dgn kekuatan yg diberikan oleh Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mau Jadi Jahat atau Saleh

Menolong Dengan Kekurangan

DI 14052022

Matius 20:30
Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!”

2 org buta, selalu bersama, apa yg bs mereka lakukan berdua pd satu sama lain? Kalau yg satu buta dan yang lain lumpuh, secara logika masih bisa kita bayangkan kemungkinannya, yang satu jadi mata bagi yg lain, yg lainnya jd kaki bagi yg lain.

Dua-duanya buta, bernasib sama, kekurangan yg dimiliki sama, kalau utk saling melengkapi rasanya sulit diterima logika, tdk bisa menjadi mata bagi temannya. Jd apa yang membuat mereka berdua memutuskan untuk bersama dlm keseharian? Hal yang bs diterima secara logika di antara mrka berdua adalah mereka bs merasa ‘nyaman’ krna bisa menerima satu sama lain, tahu rasanya bgmna menderita & sulitnya hidup sbg org buta. Merasa nyaman krna org lain bs menerima kekurangan yang kita miliki, itu cukup lumayan utk mengurangi penderitaan yg harus ditanggung, sementara ada org lain yg tdk bs menerima kekurangan yg dimiliki org lain, begitu sangat mengagumi sebuah prestasi, tapi sangat mengolok-olok kelemahan dan kegagalan di kesempatan yg berbeda. Itulah kejamnya opini dr org-org yg hanya bs menilai tanpa mau berkontribusi yg positif dalam hidup org lain, memperlakukan org lain bkn dgn kasih, tp dgn penilaian yang cenderung ke arah penghakiman.

Dlm kebutaan mrka, kedua org ini tetap ingin bergaul dan berguna bagi org lain. Kita mgkin berpikir baru bs melakukan sesuatu pd orang lain kalau kita pny kelebihan atau kehebatan, tanpa kita berpikir bhw dgn kekurangan yang kita miliki, itu jg bs berguna utk org lain. Bkn soal jumlah harta yg kita miliki, tp bagaimana dgn semua yg kita miliki, kelebihan maupun kekurangan yg ada pd kita, kita punya tekad utk bs menjd berkat bagi sesama. Kegagalan yg kita alami bs menjd berkat karena org lain belajar utk jgn sampai menjd gagal spt yang kita alami, kisah kelam hidup kita, bs menjadi satu peringatan bagi org lain spya terhindar masuk dlm situasi yg sama. Bahkan dg cacat yg mgkin dimiliki, bs mengingatkan orang lain utk bersyukur pada Tuhan dgn keadaan tubuh mereka yg normal dan tdk menggunakannya utk melakukan hal-hal yg buruk. Ini bs terjadi dalam sebuah lingkungan yg penuh kasih dan bisa menerima satu sama lainnya, ketika kita merasa nyaman dlm komunitas kita, kita bisa mengembangkan diri kita ke arah yg positif.

Kelebihan dan kekurangan, gunakan itu sbg alat untuk memberkati hidup org lain. Jadilah sbg pribadi yg membangun semangat hidup sesama, bukan justru yg melumpuhkan apa yg menjd potensi yg org lain miliki.

Posted in Renungan | Comments Off on Menolong Dengan Kekurangan

Pembawa Sial atau Pembawa Hoki

Di 13052022

Yunus 1:12
Sahutnya kepada mereka: “Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu.”

Kita pasti pernah dengar istilah pembawa sial yaitu org yg sejak masuk dlm satu komunitas membuat ada saja yg peristiwa dan suasana di dalamnya menjd tdk bagus. Sejak ada dia, kenapa bnyk terjd hal yg buruk?

Contoh dlm Alkitab ttg ‘pembawa sial’ adalah nabi Yunus, Tuhan marah krna dia dg sengaja mengingkari tugas yg Tuhan berikan, satu isi kapal mengalami badai di tengah laut hingga hampir mati. Seandainya Yunus tdk ikut dlm rombongan mrka maka mungkin perjalanan mereka akan aman-aman saja. Dlm keluarga seringkali ungkapan ttg ‘anak pembawa sial’ menjd satu ungkapan yg menyakiti hati anak yg diberi label seperti itu. ‘Sejak kamu lahir di keluarga ini, bisnis papamu makin menurun dan skrg bangkrut, mama sakit-sakitan, knpa dulu kamu dilahirkan? Lebih baik mati saja di dlm kandungan!” Dalam dunia pekerjaan pun, saat mau menerima karyawan baru, ada saja org-org yg menggunakan metode tertentu utk menghindari org yg ‘pembawa sial’ itu malah masuk ke perusahaan, toko, resto, dsbnya. Ini tentu saja krna tdk ada org yg mau dlm usaha atau bisnisnya mengalami nasib sial karena hadirnya org yg disebut pembawa sial. Kalau mgkin, sejak dr awal jgn memasukkan orang itu dlm lingkungan dan komunitas.

Sebaliknya, contoh org yg ‘pembawa hoki’ di dlm Alkitab adalah Yusuf, anak Yakub. Ketika Yusuf dipercaya oleh Porifar untuk mengelola urusan rumah dan hartanya, justru Potifar ini mengalami berkat Tuhan yg luar biasa:

Kejadian 39:5
Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.

Jd benarkah ada org-org yg membawa sial atau sebaliknya membawa hoki? Dari sudut pandang Alkitab, maka yg ada adalah mereka yg hidup taat pada Tuhan dan disertai Tuhan, atau org-org yg hidupnya tdk taat pd Tuhan & tdk disertai oleh Tuhan. Yg terlihat mata ialah org itu diberkati dan berkatnya turut ‘menular’ pd orang lain, atau justru ada kutuk dlm hidup org itu, yg dekat dgn dia sering mengalami yg buruk dan negatif. Yunus akhirnya bertobat & berubah jd org yg menjadi berkat bagi orang di kota Niniwe, akibat pesan Tuhan yang dia beritakan, semua penduduk Niniwe akhirnya bertobat dan tdk dihukum Tuhan.

Mau jadi berkat bagi org lain, bukan hanya dg berbagi harta, tp saat kita hidup taat dan ada penyertaan Tuhan, maka keadaan org-org yg ada di sekitar kitapun akan menikmati berkat dr Tuhan atas hidup mereka.

Posted in Renungan | Comments Off on Pembawa Sial atau Pembawa Hoki

Tunggu Waktunya

DI 12052022

Galatia 4:1-2
Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikit pun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.

Kita semua yakin bahwa Tuhan sudah punya banyak hal yg nantinya Dia akan percayakan pd kita utk dikelola, dimiliki dan dinikmati. Di dlm ayat ini, rasul Paulus menggambarkan ini spt perubahan dr masa kanak-kanak menjadi dewasa, yg ditandai dgn proses akil baliq pd usia yg sdh Tuhan tetapkan atas semua diri manusia, scra fisik ini terjd antara usia 11-13 tahun. Tentunya sebelum menjd dewasa, ada hal-hal yg belum boleh utk kita lakukan dan jg utk kita miliki. Bbrpa hal baru boleh kita miliki dan lakukan setelah berusia 17-18 tahun sbg tolak ukur usia yg pantas disebut dewasa. Ini membuat kita belajar utk memahami bahwa sekalipun Tuhan mengasihi kita, tetap Tuhan ingin kita dewasa secara kerohanian dahulu, barulah ada bbrpa hal nantinya Dia biarkan kita boleh memiliki dan melakukannya. Dlm ayat ini, seorg anak yg belum akil baliq, sama seperti seorg hamba, statusnya memanglah anak, tapi perlakuan terhadap dirinya masih ada yg dibatasi, ada hal-hal yang masih blm diperbolehkan utk kita lakukan.

Akil baliq, bgmna prosesnya, sdh ditetapkan oleh Tuhan sendiri dlm tubuh kita, pd suatu hari, baru kita menyadari ada sesuatu mulai berubah pd tubuh kita. Jd kpn kita mulai ‘akil baliq’ dlm hal kerohanian kita? Ketika mulai terjadi sesuatu yg berubah drastis dlm hidup kita, sesuatu yg mgkin membuat kita bingung dan takut, apa yg sbnarnya sedang terjd. Sbg orgtua yang melihat anaknya mulai akil baliq, mulailah hal-hal yg dewasa dijelaskan, tidak dilakukan saat masih kanak-kanak. Tuhan jg melakukan hal itu dlm kerohanian kita, dulu terkesan Tuhan itu mengasihi kita dgn cara yg ‘lunak’, tapi ketika beranjak dewasa rohani, Tuhan tdk ‘lunak’ lagi dlm mengasihi kita, ada salah sedikit, Dia tegur dgn keras, kita diajar selayaknya org dewasa, mulai dibukakan hal yg ‘dewasa’ dlm kerohanian. Tujuan dr semua ini adalah Tuhan ingin mempersiapkan dgn baik spya kita hidup sbg org dewasa, hingga akhirnya kita siap utk menjd ahli waris Tuhan, berhak memiliki apa yg Tuhan punya, berhak meneruskan pelayanan Yesus di dunia ini dg cara yg sama sewaktu Dia melayani di dunia.

Apakah mulai terjd perubahan drastis dalam hidup kita? Mgkin inilah proses akil baliq dlm kerohanian kita yg sdg Tuhan lakukan dalam hidup kita, mulailah utk belajar menjd dewasa dlm kerohanian kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tunggu Waktunya