Mendapat Pengertian

DI 13082020

Amsal 4:7 KJV
Wisdom is the principal thing; therefore get wisdom: and with all thy getting get understanding.

  • Hikmat adalah hal yang utama, karenanya dapatkan hikmat, dan dengan semuanya itu kamu mendapatkan pengertian

Ternyata utk kita bs mendpt pengertiam ttg sesuatu itu diperlukan hikmat, knp hikmat dan bkn akal sehat kita? Krna ada hal yg bs dipahami secara logika dan ada yg tdk.

Hikmat adalah hal yg utama, spt dlm sebuah sekolah, org yg menjd kepala sekolahlah yg menjd pimpinan, mengatur semua pergerakan belajar mengajar di sekolah. Bersama para guru dan bagian divisi lainnya, kepala sekolah menjalankan fungsinya utk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah itu. Sebuah organisasi tanpa pemimpin yg handal akan perlahan-lahan hancur dan semua kegiatannya tdk beraturan. Hrs ada org yg menjalankan apa yg sdh disepakati bersama dan memimpin dg baik. Karena itu hikmat yg hrs mempimpin pola pikir kita, tdk mengandalkan akal sehat saja shga kita akan mampu mendpt pengertian ttg situasi yg sdg terjd dan apa yg hrs kita lakukan.

Hikmat itu bkn sesuatu pemberian yg cuma-cuma, kalau benar cuma-cuma, maka semua org di dunia ini pasti memiliki hikmat. Perlu sebuah usaha serius utk memperoleh hikmat, diawali dg hidup takut akan Tuhan, memiliki hubungan yg baik dg Dia, memiliki kesadaran utk mau diajari oleh Tuhan dg segala kerendahan hati. Org yg sombong berpikir tdk perlu diajari org lain termasuk diajari oleh Tuhan. Di sinilah kita bs melihat perbedaan antara gaya hidup rohaniah dan duniawi. Ini bkn ttg berdosa atau tdk, org yg gaya hidup rohaniahpun bs berbuat dosa, tp ini ttg bgmna seseorg ingin menjadikan hidupnya lebih baik dan lebih berkualitas lg.

Usahakan diri kita utk memiliki hikmat shga kita akan bnyk mendapatkan pengertian ttg bnyk hal, termasuk mengenai apa yg sdg Tuhan kerjakan dlm kehidupan kita hari ini dan masa yg akan datang.

Posted in Renungan | Comments Off on Mendapat Pengertian

Firman Yang Keras

DI 12082020

Yohanes 6:60

  • Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”

Tentu saja bnyk perkataan Yesus saat Dia mengajar itu yang sulit dipahami dan kali ini para murid yg mendengarnya itu mengkategorikannya sbg perkataan yg ‘keras’ shga sulit utk diterima.

Apa itu perkataan yg keras? Perkataan yg memiliki bobot kesulitan tingkat tinggi utk bs diterima oleh akal pikiran manusia, perkataan yg melawan akal sehat. Saat itu Yesus sdg mengajar ttg kehidupan kekal dan diri-Nya sbg roti hidup. Roti pasti utk dimakan, krna itulah sulit dipahami dg logika bgmna bs tubuh-Nya itu dimakan. Skrg kita mgkin mudah memahaminya setelah ada peristiwa perjamuan malam sblum Yesus disalibkan, kita mengenal ttg ‘Perjamuan Kudus’, namun ketika peristiwa ini terjd, blm ada tindakan Perjamuan Kudus yg Yesus lakukan, shga para murid tentu saja memiliki kesulitan utk memahaminya dg pikiran mrka.

Di antara sekian bnyk firman Tuhan, mgkin ada bbrpa firman yg ‘keras’ bagi kita. Firman yg bertentangan dg budaya yg ada, firman yg bertentangan dg kebiasaan buruk kita shga kita sulit utk mengubah kebiasaan buruk itu, dsbnya. Bisakah kita menerima dan mempraktekkannya? Pasti ada resiko yg hrs kita tanggung utk itu, namun tentu saja kita hrs lebih taat pd Tuhan drpd manusia. Blm lg firman yg sulit utk dipahami, tp tetap hrs dilakukan, terjd pergolakan dlm diri kita tentunya. Bahkan mgkin ada bbrpa firman yg mengharuskan kita mengubah cara berpikir dan pola hidup, tetapi ini semua tentunya tetap wajib utk kita taati dan lakukan.

Tdk semua dr firman Tuhan itu sejalan dg pikiran kita, namun bersedialah utk mengubah pola pikir kita. Firman Tuhan tentu pny dampak baik bagi org yg menerimanya dg sukacita.

Posted in Renungan | Comments Off on Firman Yang Keras

Mati Sebagai Persembahan

DI 11082020

2 Timotius 4:6 KJV
For I am now ready to be offered, and the time of my departure is at hand.

  • Karena aku siap untuk dipersembahkan, dan saat kepergianku sudah dekat

Kematian itu sebuah misteri, waktu tepatnya tdk ada seorgpun yg tahu, namun bbrpa org diberi keistimewaan oleh Tuhan utk bs membaca tanda-tanda bhw kematiannya sdh dekat waktunya.

Kata ‘offered’ dlm bhsa aslinya adalah ‘spendoĢ„’ yg berarti darah yg dicurahkan dlm sebuah kematian yang tragis oleh krna Tuhan. Jd memang sbg seorg rasul yg saat itu pengajaran ttg Kristen mengalami bnyk penentang dan nyawa hrs siap dikorbankan, Paulus memahami benar resiko itu dan dia siap utk menghadapinya, tdk menghindar apalg mundur dr tugasnya sbg rasul. Ini jg yg bnyk kita temui dlm diri org-org yg dulunya bkn Kristen namun akhirnya bertobat dan percaya, mrka tahu benar resikonya dan tetap mempertahankan imannya sampai mati. Sekalipun kehilangan nyawa, namun mrka menerima keselamatan kekal.

Bgmna dg org-org Kristen yg lain? Bnyk yg takut mengalami penderitaan karena iman pd Tuhan. Ada yg malah meninggalkan Tuhan dan mengikuti tuhan yg lain. Hidup sbg Kristen memang tdk mudah, akan ada penderitaan dan hrs siap berkorban nyawa. Tdk melulu bcra ttg berkat dan kelimpahan. Ini spt 2 sisi mata uang yg hrs dipahami dg benar, ada kebahagiaan tp jg ada penderitaan sbg org Kristen. Nikmatilah keduanya krna tetap ada penyertaan Tuhan ketika kita menjalaninya, selama kita hidup benar dan hubungan kita dg Tuhan tetap baik. Mattipun itu sebuah keuntungan, mati krna Kristus, bkn mati krna dosa dan kesalahan yg kita perbuat.

Matilah sbg seorg Kristen yg mempertahankan iman sampai akhir nafas kita, berani menghadapi kematian krna keselamatan kekal akan menjd milik kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mati Sebagai Persembahan

Jangan Tahan Kebaikan

DI 10082020

Amsal 3:27

  • Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.

Berbuat baik bukanlah sebuah pilihan bagi org Kristen, tp sebuah kewajiban apalg bila memang sanggup utk melakukannya. Jd bkn tergantung pd maunya kita utk melakukannya atau tdk, tp ini sebuah perintah Tuhan.

Brp bnyk dr kita sengaja menahan utk berbuat baik pdhal kita tahu ada org yg sdg kesusahan? Masih berpikir untung atau rugi jika menolong org itu? Tdk selalu org dlm keadaan yg baik, suatu saat mgkin dia dlm kondosi buruk, mgkin dia sakit, tdk pny uang, tdk makan berhari-hari, dsbnya. Mgkin kita baca status di medsosnya yg tdk enak utk dibaca, tp apa reaksi kita? Tiap org pny daya tahan masing-masing dlm menanggung beban hidupnya, bila sdh tak kuat maka yg muncul adalah keluhan bahkan mgkin kata-kata yg bernada putus asa, ini terjd tentu krna beratnya penderitaan yg dia alami, pertanyaannya: apakah reaksi kita saat mengalami hal yg sama?

Mgkin reaksi kita akan sama atau mgkin lebih buruk dr org itu. Jgn berpikir kita lebih baik dr dia, blm tentu benar. Kalau kita pny kapasitas utk menolong, kita wajib menolong, jgn menahan diri utk itu. Ingat bhw ada mata Tuhan yg mengawasi kita, bagi Tuhan mudah sekali ‘menukar tempat’ kita dg org itu. Tdk ada org yg berharap mengalami sesuatu yg berat hingga imannya tergoncang, jd saling menangung bebanlah satu sama lain. Mgkin kita berlebih dlm hal keuangan, bantulah dg uang yg kita miliki, suatu saat mgkin kita butuh sesuatu dr org lain yg bkn berupa uang, org lain akan melakukannya bagi kita. Jgn berlagak buta dan tuli, jgn sampai saat kita berseru pd Tuhan saat dlm kesesakan, Dia jg tdk mau mendengarkannya.

Adakah kita tahu sdg ada yg butuh bantuan dan kita sanggup menolongnya? Segera lakukan, jgn sampai terlambat waktunya, ingat daya tahan tiap org berbeda-beda dlm menangung penderitaannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Tahan Kebaikan

Pengalaman Spiritual

DI 08082020

Lukas 9:30-31
Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.

  • Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.

Musa telah mati dan Elia dlm keadaan hidup dibawa Tuhan ke surga, keduanya akhirnya bertemu dg Yesus dan berbicara tentang apa yg nantinya akan Yesus lakukan.

Ini sebuah pengalaman spiritual, bertemu dg org yg sdh meninggal. Bnyk pertanyaan seputar dunia org mati: mgkinkah org yg sdh mati itu bertemu dg org yg masih hidup? Musa telah mati dan bertemu dg Yesus di dunia, ini bs sdkit memberi jwban bhw mgkin saja org yg telah mati menemui kita asalkan memang Tuhan yg mengkehendakinya dg sebuah tujuan khusus. Musa hanya sekali saja diizinkan Tuhan, jd ini bkn krna Musa pny kemampuan bolak balik ke dunia, shga bs kita pahami bhw roh org mati tdk bs kembali ke dunia ataupun menemui manusia tanpa seizin Tuhan. Ini yg hrs kita pahami dan jgn sampai kita pny pemahaman yg keliru.

Memang sulit memahami sebuah pengalaman spiritual yg berkaitan dg dunia yg berbeda, sulit utk dijelaskan dan mgkin ketika kita menceritakannya maka org yg mendengar akan sulit mempercayainya. Kita dianggap sbg pengarang cerita bahkan pengkhayal, namun jgn pernah takut mengalami pengalaman spiritual dg Tuhan. Bbrpa org dijumpai Tuhan dan mendpt penglihatan ttg surga dan neraka, ttg apa yg akan terjd di akhir zaman. Jgn kita ‘alergi’ dg hal spt itu, walau kita tetap perlu menguji dg kebenaran firman Tuhan. Tuhan tdk hidup di dunia kita, tp Dia Mahahadir dan ketika menunjukkan kemuliaan-Nya, kita pasti terkagum dan memuji Dia.

Tetaplah miliki pola pikir yg sesuai dg kebenaran firman Tuhan, alami pengalaman spiritual dg Tuhan dan bagikan itu utk menguatkan iman org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Pengalaman Spiritual

Pengaturan Yang Baik

DI 07082020

Lukas 9:14

  • Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok.”

Memberi makan lebih dr 5000 org tentunya sebuah hal yg tdk mudah dan tdk sederhana, semua sdg kelaparan dan bs saja ada sedikit makananpun maka mrka berebutan utk mendapatkannya, dampaknya bs terjd keributan.

Yesus membagi lebih dr 5000 org itu menjd lebih dr 100 kelompok dg anggota per kelompoknya itu 50 org. Sesuatu yg jumlahnya besar dan berpusat di satu tempat pasti memiliki potensi besar utk terjadinya keadaan yg tdk diinginkan. Krna itulah Yesus menerapkan pola ‘pemecahan konsentrasi’ massa dg mengelompokkan mrka di bbrpa tempat. Dan ini ternyata sangat efektif digunakan saat pembagian makanan dilakukan, masing-masing kelompok antri utk dilayani oleh 12 murid yg pastinya jg dibantu oleh bbrpa org yg mgkin dikenal sbg pemimpin di antara org-org yg hadir. Semua mendptkan jatah makanan yg cukup, mkn sampai kenyang dan bahkan masih bnyk sisa mknan yg ada.

Pola pemecahan konsentrasi ini mgkin bs kita terapkan pd saat kita ingin menyelesaikan sebuah masalah besar, mgkin masalah itu menjd besar krna bbrpa masalah-masalah kecil yg tdk segera diatasi sblumnya. Perlu hikmat utk mengurai sesuatu yg besar menjd bbrpa hal yg lebih kecil, jd perlu cermat dlm menilai situasi dan kondisi yg sdg terjd. Salah strategi bs saja membuat masalah menjd lebih rumit dan membesar shga kita menjd kelabakan dan hilang akal sehat. Perlu wkt dan kesabaran saat menyelesaikan sebuah masalah, jgn terburu-buru shga kita bs salah langkah dan akibatnya kita terjebak dlm situasi yg sptnya tdk ada jalan keluarnya.

Jgn biarkan masalah kecil menjd lebih besar, selesaikan segera dg strategi dan pengaturan yg baik, yg kelihatan rumit bs terlihat menjd lebih jelas dan bs utk diatasi dg penuh kesabaran.

Posted in Renungan | Comments Off on Pengaturan Yang Baik

Pengaturan Yang Baik

DI 07082020

Lukas 9:14

  • Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok.”

Memberi makan lebih dr 5000 org tentunya sebuah hal yg tdk mudah dan tdk sederhana, semua sdg kelaparan dan bs saja ada sedikit makananpun maka mrka berebutan utk mendapatkannya, dampaknya bs terjd keributan.

Yesus membagi lebih dr 5000 org itu menjd lebih dr 100 kelompok dg anggota per kelompoknya itu 50 org. Sesuatu yg jumlahnya besar dan berpusat di satu tempat pasti memiliki potensi besar utk terjadinya keadaan yg tdk diinginkan. Krna itulah Yesus menerapkan pola ‘pemecahan konsentrasi’ massa dg mengelompokkan mrka di bbrpa tempat. Dan ini ternyata sangat efektif digunakan saat pembagian makanan dilakukan, masing-masing kelompok antri utk dilayani oleh 12 murid yg pastinya jg dibantu oleh bbrpa org yg mgkin dikenal sbg pemimpin di antara org-org yg hadir. Semua mendptkan jatah makanan yg cukup, mkn sampai kenyang dan bahkan masih bnyk sisa mknan yg ada.

Pola pemecahan konsentrasi ini mgkin bs kita terapkan pd saat kita ingin menyelesaikan sebuah masalah besar, mgkin masalah itu menjd besar krna bbrpa masalah-masalah kecil yg tdk segera diatasi sblumnya. Perlu hikmat utk mengurai sesuatu yg besar menjd bbrpa hal yg lebih kecil, jd perlu cermat dlm menilai situasi dan kondisi yg sdg terjd. Salah strategi bs saja membuat masalah menjd lebih rumit dan membesar shga kita menjd kelabakan dan hilang akal sehat. Perlu wkt dan kesabaran saat menyelesaikan sebuah masalah, jgn terburu-buru shga kita bs salah langkah dan akibatnya kita terjebak dlm situasi yg sptnya tdk ada jalan keluarnya.

Jgn biarkan masalah kecil menjd lebih besar, selesaikan segera dg strategi dan pengaturan yg baik, yg kelihatan rumit bs terlihat menjd lebih jelas dan bs utk diatasi dg penuh kesabaran.

Posted in Renungan | Comments Off on Pengaturan Yang Baik

Luarnya Saja Bagus

DI 06082020

2 Timotius 3:5 KJV
Having a form of godliness, but denying the power thereof: from such turn away.

  • Memiliki sebuah bentuk kesalehan, tapi menyangkali kuasa daripadanya, dari yang seperti itu hindarilah

Org bs saja tampil menyakinkan dg memakai sesuatu, namun ternyata dia berbeda dr keadaan yg sbnarnya, misalnya polisi gadungan, berpakaian dinas polisi tp ternyata dia bkn seorg polisi, dia cukup hanya membeli baju polisi dan aksesoris yg dibutuhkan.

Kerohanian seseorg tdk bs dinilai dr apa yg terlihat mata jasmani kita, sering pergi ke gereja, sering bcra ttg Tuhan, dsbnya. Bisa saja itu hanya sebuah polesan luar spya org yg melihatnya menganggap dia org yg religius, pdhal semuanya itu hanya sebuah kepalsuan rohani saja. Suatu saat barulah ketahuan keaslian rohaninya, ternyata dia menipu rekan bisnisnya, membw lari uang, tdk mau membayar hutang, dsbnya. Salah satu tanda manusia di akhir zaman adalah mrka itu terlihat sbg org saleh dan kudus, pdhal ternyata mrka hanya ingin mendapatkan penilaian sbg org yg baik dan religius, tp di balik kesalehannya yg palsu itu, dia hidup dlm dosa dan penuh kejahatan.

Org spt ini ingin terlihat saleh namun sesungguhnya tdk percaya manfaat dan dampak dr hidup saleh di hadapan Tuhan. Org ini tdk pny iman sbnarnya, tdk pny hubungan yg intim dg Tuhan, walaupun terlibat dlm pelayanan di grja ataupun sering ikut kegiatan sosial. Kesalehan seseorg bkn hanya dinilai dr perbuatan dan perkataan, namun jg dr ujian hidup yg dijalaninya. Spt sebuah gedung yg terlihat megah, akan teruji kekuatan pondasinya saat terjd gempa besar, apakah tetap dpt bertahan atau justru mengalami keretakan bahkan rubuh. Di hadapan Tuhan, kita tdk bs berpura-pura terlihat saleh, Dia tahu persis luar dan dlmnya kita, dan Dia akan berterus terang dan menentukan apakah kita masuk dlm kekekalan atau kebinasaan.

Hiduplah apa adanya, bangun kesalehan yg sejati, bkn krna ingin terlihat saleh, tp krna ingin hidup benar di hadapan Tuhan dan mengalami kuasa serta kemuliaan-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Luarnya Saja Bagus

Pikiran Dalam Hati

DI 05082020

Matius 9:4

  • Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: “Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?

Pikiran adalah hasil kerja dr otak manusia, otak letaknya di kepala, namun mengapa ayat ini berkata bhw memikirkan hal yg jahat di dlm hati?

Ada ‘jalur’ yg menghubungkan otak dg hati kita, krna keduanya terletak di tempat yg berbeda, hati tdk terletak di kepala kita. Jalur inilah yg disebut dg ‘pikiran’, hasil pengolahan data-data yg diterima panca indera manusia yg kemudian diolah oleh otak dan sbg hasilnya adalah sebuah pikiran. Hati jd memiliki pikirannya sndri, itulah mengapa hati dan otak kita terkadang tdk sejalan pemikirannya. Inilah yg kita pahami sbg pertimbangan, dan pd akhirnya kita akan memilih salah satu dr keduanya utk digunakan, apakah memakai pikiran hasil dr otak kita ataukah pikiran dr hati kita. Spt saat kita tahu bhw apa yg akan dilakukan itu sebuah dosa, ada pergumulan antara hati dan otak kita, mau dilakukan atau tdk dosa itu.

Pikiran yg jahat bs merupakan hasil pemikiran dr hati kita. Pikiran dr otak kita lebih bersifat logika, segala sesuatunya hrs masuk akal dan bs dijelaskan. Pikiran dr hati lebih bnyk dipengaruhi oleh perasaan kita, kalau perasaan kita ‘terkena’ oleh sesuatu yg kita dengar atau rasakan, maka hati akan memberi reaksi sesuai dg keadaan hati kita. Pikiran yg jahat dlm hati tentu berasal dr suasana hati yg tdk baik, misalkan hati terluka oleh ucapan yg ‘menusuk’, timbul dendam, tersinggung oleh teguran org, hati menjd panas, dsbnya. Kalau tdk dijaga sungguh-sungguh, maka hati akan lebih mengikuti emosi drpd logika kita, akibatnya kita bertindak dan berkata-kata yg tdk baik, yg penting mengikuti suasana hati kita, tentu ini bs berdampak buruk nantinya.

Jgn selalu mengikuti pikiran dr hati kita, seimbangkan dg pemikiran logika dr otak kita, pertimbangkan baik-baik dan bertindaklah bijaksana shga kita akan melihat hari-hari baik di depan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Pikiran Dalam Hati

Hidup Dalam Kesatuan

DI 04082020

Mazmur 133:1

  • Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!

Apa makna dr hidup rukun? Biasanya yg kita pikirkan ttg tdk ada ribut-ribut, tdk ada yg jahat, dsbnya. Hidup rukun jg berarti hidup sbg sebuah kesatuan, menjd satu.

Nada-nada yg harmoni menjadikan sebuah lagu enak utk didengar, tp nada-nada yg tdk beraturan tentu membuat lagu itu terdengar aneh bahkan tdk mgkin bs utk dinyanyikan. Sebatang lidi tentu tdk pny kekuatan utk menyapu, namun puluhan batang lidi yg diikat menjd satu menjd sangat berguna utk dipakai menyapu lantai. Lukisan lebih terlihat indah bernilai seni tinggi kalau tdk terdiri hanya 1 warna saja, bbrpa warna yg digunakan akan bs membuat apa yg digambar itu mirip dg benda aslinya. Jd dlm kesatuan itu ada kekuatan, keindahan dan keteraturan yg menciptakan sebuah keadaan yg lebih baik, lebih bermanfaat dan bernilai tinggi.

Tdk mudah utk dijadikan satu dan hidup bersama. Bnyk latar belakang perbedaan yg ada, namun sadarlah bhw kita ini memiliki kesamaan dg sdr seiman kita yaitu sbg anggota keluarga di dlm kerajaan-Nya. Kita semua ini adalah ‘hamba’ di mata Tuhan dan kita semua pasti dikasihi Tuhan. Setiap kita Tuhan beri potensi dan karunia yg beragam, bila disatukan dg yg org lain miliki maka itu menjd sebuah potensi besar dan kita bs saling melengkapi satu sama lain. Ada saatnya memberi, ada jg saatnya utk menerima, semua berpikir utk kepentingan bersama, tdk egois dan bahagia jika org lain sdg bahagia, semuanya akan menghasilkan apa yg baik utk masa dpn bersama.

Jgn berpikir kita bs tanpa bantuan org lain, saat lahirpun kita ditolong demikian jg saat meninggal, org lainlah yg mengurusi jasad kita. Jgn hidup hanya utk diri sndri.

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Dalam Kesatuan