Mengubah Gaya Hidup

DI 28082020

Titus 1:12

  • Seorang dari kalangan mereka, nabi mereka sendiri, pernah berkata: “Dasar orang Kreta pembohong, binatang buas, pelahap yang malas.”

Titus diutus rasul Paulus ke Kreta utk membangun kerohanian jemaat di sana, menetapkan para penatua dan yg lebih penting adalah mengubah gaya hidup lama mrka yg buruk.

Org Kreta dikenal sbg org pembohong, spt binatang buas yg jahat dan pelahap yg malas, tentu ini sebuah gaya hidup yg tdk baik, perlu dikoreksi dan diubah. Blm lg ada bbrpa pihak yg memaksakan ttg sunat bagi mrka, tentu saja bagi para Gentile atau org non Yahudi yg percaya pd ajaran Kristus, hukum ttg sunat bkn lg sebuah hal yg wajib utk dilakukan. Jd utk mengubah semuanya itu diperlukan ketegasan dlm hal mempraktekkan kebenaran yg bersumber dr ajaran para rasul zaman itu, perlu para penatua yg memiliki kesaksian hidup yg baik, bs mengatur keluarganya dan tdk memiliki celah utk tdk dipercaya. Kualitas spt ini jg kita perlukan dr para pemimpin rohani di zaman ini.

Adakah gaya hidup kita yg perlu diubah? Sesuatu yg menghambat pertumbuhan rohani kita dan menghalangi hubungan kita dg Tuhan, hrs kita hentikan dan mulai beralih utk mempraktekkan ajaran Tuhan yg berdasarkan kebenaran firman Tuhan. Diperlukan pertobatan, kesadaran utk berubah dan tekad yg kuat utk memulai sebuah gaya hidup yg baru. Akan bnyk tantangan ketika kita memulainya, hambatan dr dlm diri kita sndri dan dr org sekeliling kita yg blm mengubah gaya hidup yg sama. Sekalipun kita hanya seorg diri saja, majulah trs dg penuh semangat utk mengubah keadaan, sampai akhirnya perubahan itu sungguh terjd dan kita menikmati hidup yg baru di dlm Tuhan.

Perubahan membutuhkan wkt, hrs tekun dan jgn berhenti walaupun kelihatannya sangat sulit. Tuhan menyertai org-org yg mau hidup benar di dlm Dia.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengubah Gaya Hidup

Jangan Direndahkan Orang Lain

DI 27082020

Titus 2:15 KJV
These things speak, and exhort, and rebuke with all authority. Let no man despise thee.

  • Bicaralah hal-hal ini, dan nasehatilah, dan tegurlah dengan segala otoritas. Jangan biarkan seorangpun memandang rendah engkau.

Titus merupakan salah satu anak rohani rasul Paulus, yg kita sering kenal adalah Timotius. Ada bbrpa nasehat yg rasul Paulus berikan mengenai plynan Titus.

Pertama, meneruskan apa yg diajarkan rasul Paulus pd jemaat di mana Titus melayani, mendorong mrka utk bkn hanya mendengar dan menerima, tp jg utk melakukannya. Kedua, menegur mrka yg berbuat kesalahan dan menyimpang dr kebenaran, tegur dg segala otoritas yg dimilikinya, artinya menegur pd jalur yg benar dan sesuai dg kapasitas yg dimiliki Titus. Tentu ini butuh ketelitian sblum memberi teguran pd seseorg, tdk boleh hanya berdasarkan pd asumsi dan dugaan, atau apa kata org, tp dibutuhkan saksi mata dan pemahaman ttg kebebaran firman Tuhan yg benar. Menegur bkn menghakimi, tp mengingatkan org akan kesalahannya.

Ketiga, rasul Paulus mengingatkan Titus spya jgn seorgpun memandang rendah dirinya saat menjalankan perannya. Di sini kita diingatkan spya bertindak hati-hati, memiliki wibawa dan tdk membiarkan diri kita bs ‘disetir’ oleh siapapun jg. Hrs netral dan transparan, menjaga perkataan dan perbuatan shga tdk ada celah bagi org lain utk mencari alasan utk tdk lg mempercayai kita. Ini hal yg tdk mudah utk menjaga integritas di hadapan org lain. Menjaga nama baik tentunya tdk hanya satu dua tahun, tetapi bertahun-tahun hingga akhir hidup kita. Walaupun mgkin usia kita lebih muda, tetap hrs memiliki wibawa dan tanggung jwb yg menunjukkan bhw kita serius dlm beriman pd Kristus.

Sbg org percaya kita pny kewajiban utk memuliakan nama Tuhan, berikan kesaksian hidup yg baik di hadapan semua org dan hiduplah scra bijaksana.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Direndahkan Orang Lain

Hidup Dengan Pikiran Sehat

DI 26082020

Titus 2:12 KJV
Teaching us that, denying ungodliness and worldly lusts, we should live soberly, righteously, and godly, in this present world;

  • Mengajar kita supaya menyangkali ketidak salehan dan nafsu-nafsu duniawi, kita harus hidup dengan pikiran yang sehat, dengan benar, dan saleh, di dunia sekarang ini

Yg Tuhan ajarkan pd umat-Nya adalah cara bgmna hidup berkenan di hadapan-Nya, bkn sekedar bgmna berkelimpahan dlm berkat, berkarunia dan menjd berkat bagi sesama.

Hidup di segala zaman, Tuhan ingin kita menyangkali ketdk salehan, artinya dulu kita hidup scra fasik dan duniawi, namun skrg hidup sbg org saleh, hidup yg berpedoman pd kebenaran firman Tuhan. Dulu kita menyukai semua yg dilarang Tuhan dan memburu nafsu-nafsu yg duniawi, hidup hanya utk memuaskan hawa nafsu saja, shga seringkali tanpa disadari kita merusak hidup kita sndri, merusak tubuh kita bahkan pd akhirnya menyiksa batin kita sndri. Selagi muda semua terasa nikmat, namun kemudian semua ‘tuaian’nya satu persatu dtg menimpa hidup kita cepat atau lambat. Penyesalan selalu dtg di akhir, namun seringkali itu tdk ada gunanya jika tdk disertai dg pertobatan.

Memiliki pikiran yg sehat adalah cara kita utk menyangkali ketdk salehan, artinya kita sdh paham bhw dampak dr ketdk salehan itu tdk baik utk kita. Pikiran yg sehat membuat kita mampu mempertimbangkan sesuatu sblum kita melakukannya. Krna itulah akhirnya kita memutuskan utk hidup menuruti kebenaran firman Tuhan, mengusahakan diri utk hidup saleh dan tdk melakukan apa yg Tuhan larang utk dilakukan. Menjaga pikiran tetap sehat butuh hubungan yg intim dg Tuhan, wkt yg cukup utk merenungkan Tuhan dan firman-Nya, belajar dr pengalaman dan kesaksian hidup org lain. Dengarkan nasehat dr org-org yg bijak dan selalu siap utk diajar oleh Tuhan.

Mulailah benahi kerohanian kita, tinggalkan cara hidup yg fasik dan duniawi, ingatlah bhw kita hanya sementara hidup di dunia ini, semua harus dipertanggung jwbkan di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Dengan Pikiran Sehat

Setia Sampai Mati

DI 25082020

Wahyu 2:10

  • Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Sesungguhnya Iblis akan melemparkan beberapa orang dari antaramu ke dalam penjara supaya kamu dicobai dan kamu akan beroleh kesusahan selama sepuluh hari. Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.

Kesetiaan kita pd Tuhan bkn hanya sebatas rajin dan tekun melakukan semua hal yg berkaitan dg kerohanian kita, namun kita hrs siap jika Dia ‘menginginkan’ kematian kita.

Bukankah Tuhan itu Penyelamat dan Penolong kita, mengapa ada yg Dia tdk selamatkan dr kematian shga kita mengenal adanya ‘martir’ Kristus, org yg mati karena nama Yesus? Tdk semua org Kristen ditentukan Tuhan menjd seorg martir. Martir adalah org yg bersaksi ttg Kristus dg kematiannya. Namun kita semua sbg org Kristen hrs siap mati sbg martir jika memang Tuhan yg menentukan hal itu bagi kita. Apakah kita samggup utk menjalaninya? Bayangan ttg kematian seorg martir tentu sangat mengerikan, penuh siksaan dan penganiayaan. Namun saat itu terjd, kita pasti diberi kemampuan utk menjalaninya, tubuh memang menderita tp jiwa dan roh kita bersukacita karenanya.

Kesetiaan kita pd Tuhan hrs sampai pd akhir hidup kita. Menjelang kematian merupakan saat penting pertandingan iman kita, apakah kita tetap beriman dan percaya pd Tuhan Yesus Kristus atau tdk, alam roh saat menjelang kematian seringkali berbeda dg apa yg kita pikirkan. Itulah sebabnya bbrpa org sangat ketakutan menjelang saat-saat kematiannya, dia spt melihat hal-hal yg menakutkan, shga mgkin dia berteriak-teriak histeris sblum akhirnya menghembuskan nafas terakhir. Sementara para martir justru melihat kemuliaan Tuhan menjelang kematiannya, meskipun sdg mengalami siksaan hebat dan tubuhnya mengalami kesakitan yg sangat di luar batas kewajaran.

Setialah sampai mati, spt Tuhan Yesus yg jg setia sampai mati, ada mahkota kehidupan yg Dia sediakan bagi org-org yg Dia tentukan mati sbg martir.

Posted in Renungan | Comments Off on Setia Sampai Mati

Dosa Nikolaus

DI 24082020

Wahyu 2:6

  • Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatan pengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.

Siapa itu Nikolaus dan apa yg dilakukannya shga Tuhan sendiri membenci apa yg dilakukan olehnya dan para pengikutnya?

Menurut Ensiklopedia Alkitab, Nikolaus dari Antiokhia (Kis 6:5) dianggap telah memberikan namanya kepada sekelompok anggota gereja perdana, yg mencoba mencampurbaurkan kekristenan dengan kekafiran, agar orang Kristen dapat tanpa segan ikut dalam aktivitas sosial dan agama di tengah-tengah masyarakatnya yg ikatan kewargaannya sangat ketat di tempat mereka berada. Jd ternyata di zaman itu telah terjd penodaan terhadap ajaran keKristenan, jemaat yg terpengaruh oleh ajaran Nikolaus melakukan penyelewengan seksual mengikuti perbuatan org-org kafir, dan tentu saja hal ini sangat merusak ajaran kekudusan yg diajarkan oleh bapa-bapa gereja zaman itu.

Ini yg perlu kita waspadai bhw iblis berusaha dr wkt ke wkt utk menghambat kita dlm mempraktekkan firman Tuhan scra utuh, salah satunya dg memasukkan penyesatan dg memperbolehkan apa yg sbnarnya Tuhan larang utk kita lakukan. Dia bs memakai org-org yg pny pengaruh besar spt rohaniwan dan pemimpin gereja, bila kita tdk pny pemahaman yg benar ttg firman Tuhan, kita bs tertipu dg pengajaran yg kelihatannya masuk logika dan benar, pdhal justru menyimpang dr kebenaran. Iblis cukup memasukkan sedikit kenajisan utk merusak seluruh kekudusan hidup kita, kita perlu waspada dan meneliti scra teliti semua pengajaran baru yg muncul walaupun mengatas namakan berasal dr firman Tuhan.

Akhir zaman akan muncul bnyk guru-guru palsu, waspada dan jgn lengah, spya jerih payah kita di dlm Tuhan tdk menjadi sia-sia, dan kita tetap dlm keselamatan yg Tuhan sediakan bagi org percaya.

Posted in Renungan | Comments Off on Dosa Nikolaus

Berhikmat Tapi Miskin

DI 22082020

Pengkhotbah 9:16

  • Kataku: “Hikmat lebih baik dari pada keperkasaan, tetapi hikmat orang miskin dihina dan perkataannya tidak didengar orang.”

Seberapa bnyk kita memiliki cara pikir yg tdk tepat ttg keadaan seseorg dlm hal kekayaannya: seseorg kaya krna pintar cari uang, yg miskin itu tdk pintar cari uang. Jd kepintaran seseorg ditentukan oleh kaya atau miskinnya org itu.

Tdk semua org kaya itu pintar dan jg tdk semua org miskin itu bodoh. Bnyk org lebih percaya perkataan dr seorg yg kaya drpd apa yg org miskin ucapkan. Di sinilah seringkali org keliru, justru dg mudah seseorg menipu org lain krna perkataannya mudah dipercaya dan terdengar indah, beda dg perkataan dr seseorg yg biasa-biasa saja namun ada ketulusan di dlm perkataannya. Di sinilah kita hrs belajar, ketika mendengar perkataan seseorg, jgn lihat dia kaya atau miskin, tetapi simaklah perkataannya dg baik dan pahami, apakah yg dikatakannya itu sesuatu yg tulus dan berguna atau malah sesuatu yg kelihatannya menguntungkan kita pdgal justru itu sebuah perangkap.

Mengapa ada org berhikmat tetapi dia miskin? Bnyk faktor yg menyebabkan seseorg itu miskin, bs krna faktor kesalahan dan dosa yg dibuat orgtuanya atau dirinya sndri, bs krna faktor situasi yg tdk normal spt pandemi Covid-19 ini, dsbnya. Apakah Tuhan menghendaki seseorg menjd miskin? Dlm kasus tertentu bs saja ini terjd demi sebuah kepentingan. Spt mengapa Yesus tdk dilahirkan dr sebuah keluarga yg kaya, shga Dia bs membiayai plynan-Nya dan tdk perlu menerima sumbangan dana dr org lain? Tuhan ingin menunjukkan pd kita bhw org kaya dan miskin ini saling membutuhkan satu sama lain, org kaya butuh tenaga dr org miskin, org miskin butuh upah dan pertolongan dr org kaya.

Hargailah hikmat dr seseorg yg miskin, krna tdk selamanya dia akan miskin, kita tdk bs mengira bila suatu saat nanti yg menolong kita justru adalah org miskin itu sdgkan org kaya yg kita kenal justru menghindar saat kita memohon bantuannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Berhikmat Tapi Miskin

Tuhan Tidak Adil?

DI 19082020

Yohanes 9:2-3
Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?”

  • Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Tuhan harus dinyatakan di dalam dia.

Buta sejak lahir, sebuah keadaan yg sebenarnya tdk diingini siapapun di dunia ini, apalg bkn krna faktor dosa yg dilakukan oleh orgtuanya, apakah ini adil bagi yg mengalaminya?

Tdk tahu persisnya umur org yg buta ini, namun sdh melewati batas umur bagi seseorg utk disebut org dewasa. Dia buta oleh karena kehendak Tuhan, inilah yg sulit utk dipahami. Utk sebuah mujizat, Tuhan membuat org itu buta sejak lahir, adilkah Tuhan? Apalg kebutaan ini bkn akibat dr dosa. Yg perlu kita pahami adalah bhw Tuhan memiliki kedaulatan penuh atas ciptaan-Nya, Dia mau berbuat sesuka hati-Nyapun tdk ada yg sanggup melarang-Nya, tp mengapa org lain terlahir normal dan justru bbrpa org lahir dg kebutaan yg dialaminya? Yesus menjwb bhw tujuan-Nya agar pekerjaan Tuhan dimanifestasikan melalui org yg buta ini.

Kita mgkin mengalami ‘ketdk adilan’ Tuhan spt yg dialami org yg buta sejak dia lahir, kenapa saya dan bkn org lain? Knpa saya ‘dibuat’ menderita sdgkan org lain hidup bersenang-senang bahkan kaya raya? Pikiran kita menolak, jiwa kita memberontak, bahkan iman kita sdh hancur krna tdk bs memahami semua yg terjd. Ingatlah bhw ada tujuan Tuhan yg baik dlm keadaan yg kita alami. Spt seorg chef handal, butuh bahan mknan utk diolah menjd sebuah masakan yg istimewa, demikian jg hidup kita spt bahan mknan yg dimasak oleh chef handal, awalnya mgkin kita dihina dan jijik bagi org lain, namun Tuhan akan membuat kita mulia di pandangan bnyk org pd akhirnya.

Memang berat utk dijalani, bbrpa org gagal dan meninggalkan Tuhan, tetap bertahan hingga waktu-Nya tiba dan semuanya menjd indah dan nama Tuhan dimuliakan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Tidak Adil?

Anak Yang Bodoh

DI 18082020

Amsal 10:1 KJV
The proverbs of Solomon. A wise son maketh a glad father: but a foolish son is the heaviness of his mother.

  • Amsal-amsal Salomo. Seorang anak laki-laki yang bijak membuat seorang ayah bergembira, tapi seorang anak laki-laki yang bodoh adalah kemalangan ibunya.

Dlm mendidik anak memang perlu kerjasama antara ayah dan ibu, mengerti perannya masing-masing dan tdk punya dualisme, artinya ayah dan ibu itu ‘satu suara’ dlm hal mendidik anak-anaknya.

Di sini kita melihat ada 2 peran berbeda dr ayah dan ibu dlm hal mendidik anaknya. Pertama, seorg ibu berperan lebih dlm hal mendidik anaknya agar tdk menjd bodoh. Ini ttg bgmna seorg ibu mendampingi anaknya ketika dia belajar, membantu anaknya dlm hal kesulitan dlm mengerti ttg sesuatu. Di sinilah pentingnya seorg ibu tetap jg trs menambah pengetahuannya spya bs membantu anaknya ketika sulit utk belajar sesuatu. Kemudian jg membimbing dlm hal tata krama maupun budaya, bgmna hidup dlm sebuah komunitas scra bersama, bgmna membw diri ketika ada di tengah masyarakat, spya tdk menimbulkan masalah di kemudian hari. Peran ibu ialah menjauhkan kebodohan dr diri anaknya.

Kedua, peran seorg ayah adalah bgmna mengajar anaknya spya memiliki hikmat. Ayah hrs mengajar ttg segala sesuatunya yg dia tahu ttg kehidupan, ttg moral, etika, gaya hidup dan perangkap-perangkap duniawi yg ada di sekitarnya. Misalnya dlm hal mendidik anak memilih siapa yg pantas dijadikan teman utk bergaul, meneliti tindak tanduk org-org yg ingin berniat jahat terhadap dia, apa yg hrs dilakukan dlm situasi yg penting, dsbnya. Termasuk jg dlm hal menentukan sebuah pilihan dan mengambil keputusan, bgmna cara hidup sbg org berhikmat, apa yg hrs dijauhi dan dihindari. Jd peran ayah ini penting utk mendewasakan anak scra pikiran, karakter dan keteguhan hati.

Didik anak-anak kita hingga dia menjd dewasa dan memiliki kualitas hidup yg baik di tengah masyarakat, tetap jaga nama baik keluarga kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Anak Yang Bodoh

Selalu Akan Tuhan Berfirman

DI 15082020

Yehezkiel 2:5

  • Dan baik mereka mendengarkan atau tidak — sebab mereka adalah kaum pemberontak — mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka.

Nabi adalah org yg diutus Tuhan ke tengah-tengah umat-Nya utk menyampaikan firman Tuhan dan mewakili Tuhan dlm melakukan bbrpa hal, namun kehadiran seorg nabi tdklah selalu diterima dg baik.

Dlm sejarah kehidupan bangsa Israel dlm Alkitab, kita temui pergantian generasi yg bervariasi, ada generasi yg hidupnya takut akan Tuhan, ada yg hidupnya memberontak terhadap Tuhan. Tuhan menjatuhkan hukuman saat dosa dan kesalahan suatu generasi sdh sangat menyakiti hati Tuhan, namun karena kasih-Nya pd umat-Nya, Dia selalu mengutus para nabi-Nya utk menunjukkan bhw Dia ingin umat-Nya itu dipulihkan dan kembali bertobat. Ada generasi yg akhirnya mendengarkan apa yg disampaikan nabi yg diutus Tuhan, namun ada jg yg malah tdk menyukainya bahkan membunuh nabi itu. Tuhan masih menunjukkan kasih-Nya dan terus berfirman.

Baik ada yg mau mendengar atau tdk, Tuhan selalu akan menyediakan firman-Nya bagi kita. Ada firman yg mgkin kita mau menerimanya, namun ada jg yg kita tolak krna alasan tertentu. Di sinilah kita perlu bertobat dan menerima firman Tuhan sepenuhnya, bkn hanya sebagian saja. Firman yg menyayat kedagingan kita, firman yg mematikan jalan pikiran kita yg salah, hrs kita terima dg sukacita krna pasti berguna dan dampaknya baik utk hidup kita. Jgn menolak firman-Nya krna itu sebuah pemberontakan di mata Tuhan, sebuah tindakan melawan Tuhan yg justru akan mendatangkan murka Tuhan atas hidup kita.

Apakah kita sdg mengalami tekanan hidup yg berat? Koreksi diri, mgkin ada firman Tuhan yg tdk mau kita dengar dan terima, jgn jd kaum pemberontak di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Selalu Akan Tuhan Berfirman

Menangung Kesalahan

DI 14082020

Ratapan 5:7

  • Bapak-bapak kami berbuat dosa, mereka tak ada lagi, dan kami yang menanggung kedurjanaan mereka.

Penulis kitab Ratapan menggambarkan keadaan bangsa Israel yg sdg menjalani hukuman Tuhan spt seorg yg menangung beban sangat berat, namun pengertiannya tdklah sesederhana itu.

Bila kita lihat dlm bhsa aslinya, kata menanggung adalah ‘sâbal’ yg jg berarti hamil atau mengandung, jd spt seorg wanita yg sdg mengandung bayi dan membw bayi itu kemana-mana krna bayi itu ada dlm perutnya. Bayi adalah hasil pertemuan sel sperma dan sel telur yg kemudian berkembang dlm rahim seorg wanita. Kesalahan gemerasi sblumnya ternyata bs berdampak pd generasi berikutnya, anak-anak bs terdampak oleh dosa yg dilakukan oleh orangtuanya, rakyat suatu bangsa bs terdampak oleh kesalahan yg dibuat oleh para pemimpin suatu bangsa. Ini yg hrs dipahami oleh kita mengenai ketika Tuhan menjatuhkan hukuman terhadap dosa dan kesalahan.

Seseorg br akan bebas dr hukuman ketika masa hukuman telah dijalani sepenuhnya, rasa jengah selama mengandung akan hilang ketika sdh melahirkan bayinya. Jd memang masa hukuman hrs dijalani, keadaan yg tdk nyaman dan berat, sangat terbatas ruang geraknya bahkan kebebasannya hilang spt seorg tahanan dlm penjara, tdk bs pergi kemana-mana. Dlm situasi spt ini, yg bs kita lakukan hanyalah menjalaninya dg sabar, bertobat, mengikuti apa yg Tuhan ajarkan dan jgn berbuat kesalahan lain yg membuat masa hukuman kita bs bertambah. Tunjukkan sikap baik kita dan mulai merancang apa yg akan kita lakukan setelah ‘bebas’ nantinya.

Jgn ulangi kesalahan yg sama, bljarlah utk bijak dlm hal mempertimbangkan sblum melakukan sesuatu. Ingat bhw segala sesuatunya ada resiko dan dampaknya.

Posted in Renungan | Comments Off on Menangung Kesalahan