Sama-Sama Berdosa

DI 05022020

Yohanes 8:7, 9
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

  • Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.

Semua manusia pasti berdosa, jd bkn tentang siapa yg dosanya paling bnyk atau paling besar, tapi bgmna mempertanggung jwbkannya pd Tuhan.

Ketika kita memperkarakan dosa org lain, maka kita hrs ingat bhw kitapun punya dosa kpd Tuhan dan jg sesama yg hrs dipertanggung jwbkan. Lebih mudah menemukan dosa org lain drpd mengakui dosa kita sndri. Kita cenderung kompromi dg dosa kita sndri, menganggapnya terjd krna godaan utk itu sangat kuat, tdk sanggup kita melawannya, lalu kita menghakimi org lain bhw dia tdk berjaga-jaga hingga akhirnya melakukan dosa. Dosa bagi dirinya dianggap sbg sesuatu yg manusiawi sifatnya, sementara dosa org lain dianggap sbg sebuah kesengajaan, itulah sifat manusia yg berusaha tampil baik di mata org sementara dia memandang rendah org yg berbuat dosa.

Bukankah kita sehrsnya membenahi hidup kita terlebih dahulu? Membereskan dosa-dosa kita di hadapan Tuhan secepatnya? Kita sebenarnya sdg menggunakan dosa org lain utk menutupi dosa kita sndri. Sengaja menghebohkan dosa org lain namun sbnarnya utk mengalihkan perhatian org lain dr dosa yg kelihatan, inilah kemunafikan yg sering kita tdk sadari dilakukan terhadap diri kita sndri. Cepat atau lambat, Tuhan akan berurusan dg dosa kita, sdhkah kita siap menghadapinya? Sdhkah kita berdamai dg Tuhan dan mengakui dosa kita? Senang melihat org lain dihukum Tuhan, bknlah sebuah sifat yg baik. Ingatlah bhw dosa kitapun bnyk di hadapan Tuhan.

Jgn biarkan dosa menghalangi Tuhan utk mengasihi kita, akui dan cepat bereskan sblum setiap kita menghadap Hakim Yangadil, yg sanggup membinasakan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Sama-Sama Berdosa

Menjadi Takut

DI 04022020

1 Samuel 18:12

  • Saul menjadi takut kepada Daud, karena TUHAN menyertai Daud, sedang dari pada Saul Ia telah undur.

Saul sebenarnya sadar bhw dia telah melakukan kesalahan di mata Tuhan dan akibatnya Roh Tuhan pergi meninggalkan dirinya shga penyertaan Tuhanpun tdk lg ada dlm hidupnya. Dia menjd takut pd Daud krna Daud disertai Tuhan.

Rasa takut bs bersumber dr berbagai hal, bs krna trauma masa lalu, krna stress berlebihan, krna diancam dan ditekan, dsbnya, ketika kita dikuasai ketakutan, maka pikiran dan hati kita menjd tdk lg murni, bs sampai kehilangan semangat hidup dan bertindak di luar akal sehat. Namun ada satu ketakutan yg hrs dimiliki oleh setiap org yaitu takut kehilangan penyertaan Tuhan dlm hidupnya. Ini bahkan bs spt Tuhan menjd ‘musuh’ bagi kita, Dia tdk akan membuat yg kita lakukan menjd berhasil dan beruntung. Kita bs kehilangan damai sejahtera dan hidup dlm penuh ketakutan akibat pikiran kita sndri. Tentu ini hidup yg tdk nyaman.

Jgn pernah mengecewakan Tuhan dg berbuat apa yg Dia tdk sukai dan melanggar perintah-Nya. Apa yg dilarang Tuhan jgn kita lakukan, ini tentu dianggap sbg menentang Tuhan bahkan menantang Dia. Keadaan yg mendesak bknlah bs menjd alasan utk kita melanggar perintah Tuhan. Justru kita hrs semakin dekat dg Tuhan dan meminta Dia utk memberikan petunjuk mengenai apa yg hrs kita lakukan di saat yg genting. Jgn gegabah dan ceroboh dg bertindak tanpa disuruh Tuhan. Resikonya sangat besar dan bahkan bs sangat merusak hidup kita, membuat situasi yg ada semakin rumit dan tdk bs kita kendalikan. Akibatnya kita terpuruk semakin dlm dan terikat dg bnyk dosa, diperhamba dosa.

Sabar dlm menanti-nantikan Tuhan, perlu waktu dan ketekunan. Lebih baik tidak terburu-buru hingga kita mendpt petunjuk dr Tuhan drpd bertindak sndri namun justru beresiko kita kehilangan penyertaan Tuhan dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Takut

Tidak Tinggi Hati dan Bermata Sombong

DI 03022020

Mazmur 131:1 KJV
LORD, my heart is not haughty, nor mine eyes lofty: neither do I exercise myself in great matters, or in things too high for me.

TUHAN, hatiku tidak tinggi hati, juga mataku tidak sombong, juga tidak aku menjalankan diriku di dalam perkara-perkara besar, atau di dalam hal-hal yang terlalu tinggi bagiku.

Bnyk peristiwa besar yg Daud alami, bgmna dia menjd seorg pahlawan bagi bangsanya setelah mengalahkan Goliat shga bangsanya menang atas musuh, bgmna dia menjd menantu raja hingga akhirnya dia sndri menjd raja atas seluruh Israel.

Semuanya itu tdk membuat Daud menjd tinggi hati dan bermata sombong, artinya dia tdk mengagung-agungkan dirinya sndri dan merendahkan org lain. Daud sadar bhw menjd raja adalah pilihan Tuhan sndri, tak pernah terbayang ketika sdg mengembalakan ternak ayahnya, dia dipanggil pulang dan ternyata Samuel mengurapi dia menjd raja. Tentu Daud terkejut, dan mgkin bingung, bknkah Saul masih menjd raja, lalu mengapa Samuel mengurapinya menjd raja? Sejak awal Daud tak pernah bercita-cita ingin menjd raja atas Israel, shga ketika proses demi proses dijalani dan akhirnya dia menjd raja, dia menilai bhw itu semua krna Tuhan memilihnya, menjd raja merupakan sebuah tugas dr Tuhan.

Para motivator ingin membangkitkan potensi dahsyat yg dimiliki tiap org, kata-kata dan pemikiran yg diajarkanpun lebih berpihak pd kemanusiawian kita, namun motivasi beda dg firman Tuhan. Firman Tuhan mengajar kita bhw sekalipun kita mengalami hal-hal yg luar biasa, kedudukan sosial kita mgkin tinggi, kita pny bakat dan keterampilan yg hebat, itu semua digunakan utk kepentingan Tuhan, bkn semata-mata menunjukkan kehebatan yg kita miliki. Peristiwa-peristiwa luar biasa yg kita alami itu krna Tuhan membawa kita utk mengalaminya, tdk perlu kita meninggikan diri apalg mengklaim bhw itu semua krna kehebatan diri kita, bkn krna Tuhan.

Tak sebanding jika kita mengukur kehebatan kita dg kedahsyatan Tuhan, sadar siapa kita di pandangan Tuhan. Tetap rendahkan diri di hadapan Tuhan, dan bersyukur utk semua yg Tuhan izinkan utk kita alami.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Tinggi Hati dan Bermata Sombong

Tetap Taat Walaupun Sukar

DI 01022020

Keluaran 7:6
Demikianlah diperbuat Musa dan Harun; seperti yang diperintahkan TUHAN kepada mereka, demikianlah diperbuat mereka.

Tugas Musa dan Harun sangatlah tdk mudah, yg mrka hadapi adalah penguasa Mesir dan para bawahannya, dan mrka sdh diberitahu bhw Tuhan akan mengeraskan hati Firaun, yg sukar menjd lebih sukar.

Kalau Tuhan yg perintahkan, mengapa Tuhan membuat keadaan semakin sulit? Mgkin kita pernah mengalami situasi spt ini, hingga akhirnya kita berpikir bhw sekalipun taat pd perintah Tuhan, namun keadaan tdk berubah dan hasilnya sama saja, tdk ada solusi dan terobosan. Baru sampai tulah ke-10 barulah Firaun terpaksa membolehkan bangsa Israel keluar dr Mesir, itupun nantinya bangsa Israel masih dikejar. Yg hrs kita pahami adalah Tuhan tdk pernah salah dlm memberi perintah dan tetap pegang kendali atas semua yg terjd. Lebih baik taat saja, hasilnya kita serahkan pd Tuhan, sekalipun menurut perkiraan kita itu sesuatu yg sia-sia.

Ketika kita taat pd perintah Tuhan, kita hrs lebih percaya pd perintah Tuhan drpd jalan pikiran kita sndri. Pikiran kita bekerja berdasarkan apa yg kita lihat, dengar dan rasakan, diolah sedemikian rupa shga melahirkan sebuah pandangan dan prediksi mengenai apa yg sdg terjd. Tetapi itu bs benar dan jg bs salah, prediksi bs benar atau justru meleset. Jd ketaatan pd Tuhan ada waktunya hrs mengabaikan logika yg kita miliki, meskipun mgkin kita tdk sepakat dg apa yg Tuhan perintahkan, lebih baik memilih utk taat krna Tuhan pasti sdh tahu apa yg akan nanti terjd. Ketaatan pasti tdk sia-sia, sekalipun butuh waktu panjang utk membuktikannya.

Jgn pernah ragu utk mentaati perintah Tuhan, ingatlah bhw hasil dr ketaatan selalu mendatangkan kebaikan dan kemuliaan pd akhirnya, ketaatan kita tdk sia-sia.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Taat Walaupun Sukar

Mengerti Sedang Diproses Tuhan

DI 31012020

Daniel 12:9-10
Tetapi ia menjawab: “Pergilah, Daniel, sebab firman ini akan tinggal tersembunyi dan termeterai sampai akhir zaman.
Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik; tidak seorang pun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

Hidup di akhir zaman akan ada pemurnian dr Tuhan. Tp ada org yg sadar, tp ada jg yg tdk menyadarinya, penyebabnya ternyata krna org itu tergolong org fasik.

Dlm ayat ini, org fasik diperbandingkan dg org bijaksana, jd ini ada kaitannya dg gaya hidup di akhir zaman. Org fasik akan trs berlaku fasik krna mrka tdk takut akan Tuhan dan tdk melakukan firman Tuhan. Kelihatannya spt rohani pdhal duniawi. Kelihatannya baik pdhal tdk baik. Org fasik mengira bhw segala sesuatu yg terjd adalah sebuah kewajaran sbg hasil dr interaksi sesama manusia, tdk menyadari bhw Tuhan jg menentukan apa yg nantinya akan terjd dlm hidup setiap org. Dan Tuhan bs memakai situasi yg ada utk menguji dan memurnikan seseorg. Org fasik merasa dirinya sdh baik dan benar, pdhal mrka hrs membenahi hidup mrka yg tdk berkenan di mata Tuhan.

Org bijaksana mampu menganalisa situasi yg sdg dihadapi, memahami apa maksud Tuhan shga Dia mengizinkan sesuatu terjd dlm hidupnya. Tdk menyalahkan keadaan, namun justru berusaha utk mengubah keadaan itu bkn lg menjd sebuah masalah, tp menjd sebuah kesempatan utk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas dirinya. Tdk takut utk diuji Tuhan krna paham bhw ujian dr Tuhan akan membuat dirinya naik level dan belajar sesuatu yg penting bagi hidupnya. Org bijak paham bgmna merespon dg benar apa yg sdg terjd shga tdk mendatangkan hukuman Tuhan atas dirinya, namun justru mencari perkenanan Tuhan.

Jgn menjd org fasik krna akhir dr hidupnya bknlah hidup kekal di surga, jgn cuek dg kerohanian krna itu membuat kita bs tdk takut akan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengerti Sedang Diproses Tuhan

Jangan Rebut Otoritas Suami

DI 30012020

1 Timotius 2:12 KJV
But I suffer not a woman to teach, nor to usurp authority over the man, but to be in silence.

Tetapi aku tidak membiarkan seorang perempuan (isteri) untuk mengajar, juga untuk merebut otoritas atas seorang laki-laki (suami), tapi untuk menjadi dalam diam.

Kata woman dlm ayat ini adalah ‘gunē’ yg artinya seorg perempuan, seorg isteri, sedangkan kata man dlm ayat ini adalah ‘anēr’ yg artinya seorang laki-laki, suami. Jd ayat ini bcra mengenai bgmna seorang isteri hrs bersikap pd suaminya.

Mengapa istri dilarang utk mengajar pd zaman itu? Jwbannya kita dpti melalui kalimat terakhir dr ayat ini, yaitu bhw bhw seorg istri itu hrs dlm diam, dlm bhsa aslinya adalah ‘hēsuchia’ yg artinya diam di rumah mengerjakan pekerjaannya sndri, dan tdk ikut campur dlm urusan org lain. Jd ternyata pd zaman itu ada perempuan-perempuan yg ternyata tdk cukup baik mengurus rumah tangganya sndri tp ternyata sibuk ikut campur urusan org lain. Bgmna mau mengajar tp tdk memberikan contoh dan teladan yg baik? Isteri spt itu tentunya akan membuat malu suaminya di mata bnyk org, dianggap tdk bs mengajar isterinya dg baik dlm hal urusan rumah tangganya sndri.

Kemudian seorg istri tdk boleh merebut otoritas yg dimiliki oleh seorg suami. Tentu hal ini berkaitan dg fungsi suami sbg kepala dan istri sbg tubuh. Jika istri menjd kepala maka akan terjd ketimpangan dan masalah dlm rumah tangga. Tuhan menilai penundukkan diri seorg istri pd suaminya sbg sebuah ketaatan pd firman Tuhan. Bgmna jika jika justru seorg suami tdk menjalankan otoritasnya dg baik? Libatkan Tuhan dlm perkara ini dan ikuti petunjuk-Nya, apa yg hrs dilakukan biarlah itu tetap berdasar pd kebenaran firman Tuhan. Kesalahan org lain bkn berarti menjd alasan kita boleh jg melanggar batasan yg telah Tuhan tetapkan.

Jalani peran masing-masing sbg seorg suami atau seorg istri, jika terjd masalah dlm rumah tangga, libatkan Tuhan dan ikuti petunjuk Tuhan sesuai dg apa yg Tuhan katakan dan perintahkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Rebut Otoritas Suami

Tidak Menginginkan Tuhan

DI 29012020

Yesaya 66:3-4
… orang mempersembahkan kemenyan, namun memuja berhala juga. Karena itu: sama seperti mereka lebih menyukai jalan mereka sendiri, dan jiwanya menghendaki dewa kejijikan mereka,
demikianlah Aku lebih menyukai memperlakukan mereka dengan sewenang-wenang dan mendatangkan kepada mereka apa yang ditakutkan mereka; oleh karena apabila Aku memanggil, tidak ada yang menjawab, apabila Aku berbicara, mereka tidak mendengarkan, tetapi mereka melakukan yang jahat di mata-Ku dan lebih menyukai apa yang tidak Kukehendaki.

Apa yg seseorg percayai, mgkin hanya Tuhan dan org itu yg mengetahuinya. Mengaku Kristen tp percaya jg dg tuhan yg lain bahkan menjadikan harta sbg tuhan dlm hidupnya.

Iman hrs dilengkapi dg perbuatan. Spt kita memilih di bank mana yg akan jd tempat kita menyimpan uang kita. Kita simpan di bank A misalnya krna kita yakin bank A itu bagus kinerjanya dan uang kita dijamin bila terjd sesuatu di masa depan. Tentu ada yg menyimpan uangnya di lebih dr 1 bank, namun ini masalah mengenai mengapa kita memilih bank sbg tempat penyimpanan uang, bkn kita simpan sndri atau dg metode yg lain. Mengapa kita suka ke salon A misalnya, itu krna stylistnya sdh mengenal yg kita mau dan kita puas dg hasil guntingannya. Jd sbnarnya kalau org Kristen tp masih percaya pd hal-hal yg ditentang oleh Tuhan, maka berarti org itu sbnarnya tidak puas dg Tuhan.

Mengapa ada yg percaya dg ramalan? Krna tdk puas dg apa yg Tuhan katakan dlm Alkitab ttg hidup kita. Mengapa percaya jg dg berhala? Krna kita tdk yakin bhw kuasa Tuhan sanggup melakukan segala perkara. Mengapa tetap melanggar firman Tuhan? Krna tidak takut akan hukuman Tuhan. Jd sbnarnya kita tdk puas, tdk yakin dan tdk takut pd Tuhan hingga akhirnya di satu sisi kita tetap beribadah di gereja, namun dlm keseharian kita justru kita tdk menginginkan Tuhan hadir scra nyata dlm hidup kita. Spt seorg yg sdh punya pasangan hidup tp masih berselingkuh, jika berhala gagal memenuhi keinginan kita, kita masih pny Tuhan, jd cuma krna ‘main aman’, ditolak oleh yg satu, berharap masih punya yg satu lg.

Jgn bermain-main dg Tuhan, ada saatnya Tuhan masih sabar dan memberi anugerah, tp ada batasnya kesabaran Tuhan itu berujung pd penghukuman Tuhan yg sangat menyusahkan hidup kita. Kalau percaya pd Tuhan, jgn tertarik jg pd berhala atau hal lainnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Menginginkan Tuhan

Dipulihkan Tuhan

DI 28012020

Mazmur 126:1 
Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.

Keadaan org Israel zaman itu ada dlm kondisi spt tertawan musuh dan mendpt anugerah dr Tuhan utk mrka kembali ke rumah masing-masing, ini digambarkan spt org yg bermimpi.

Org bermimpi saat sdg tidur, dlm keadaan tdk sadar, bahkan ketika sdg bermimpi, itu dianggap spt keadaan yg sdg terjd dan dialami langsung. Baru ketika terbangun, barulah sadar itu hanya sebuah mimpi. Cara Tuhan memulihkan kita ada kalanya spt itu, kita sdg tdk sadar bhw pemulihan dr Tuhan itu sdh dimulai krna memang blm bnyk terjd perubahan apa-apa. Barulah saat terjd sesuatu yg menyentuh emosi, barulah kita tersadar. Tdk jarang dlm mimpi kita menangis, saat terbangun kita menangis sungguhan, yg sering terjd adalah saat mimpi teriak-teriak, tanpa sadar kita yg sdg tbermimpipun benar-benar teriak hingga akhirnya dibangunkan org lain.

Pemulihan dr Tuhan membutuhkan proses dan waktu hingga akhirnya pemulihan itu menjd sempurna. Memang ada kasus tertentu pemulihan itu terjd tiba-tiba dan cepat, misalnya ketika sebuah mujizat terjd. Kita hrs sabar ketika menjalaninya dan mempercayakan seluruhnya pd kuasa Tuhan. Itulah sebabnya kita hrs selalu mengucap syukur, krna jika pemulihan sdg dimulai namun respon kita salah dan bersungut-sungut, Tuhan bs saja mengambil tindakan yg lain. Jgn salah meresponi keadaan yg sdg terjd. Ini bs membuat kita masuk dlm situasi yg sulit dan kembali masuk dlm proses Tuhan.

Tuhan menghukum tp jg Dia memulihkan keadaan kita. Dia adil tp jg tetap mengasihi kita, namun bkn berarti Tuhan bs dipermainkan, kita hrs selalu menghormati Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dipulihkan Tuhan

Seperti Seorang Tahanan

DI 27012020

Ayub 42:10 KJV
And the LORD turned the captivity of Job, when he prayed for his friends: also the LORD gave Job twice as much as he had before.

Dan TUHAN mengubah tahanan Ayub, ketika dia berdoa untuk sahabat-sahabatnya, juga TUHAN memberi Ayub dua kali sebanyak yang sebelumnya dia miliki

Ternyata kondisi yg Ayub alami itu spt seorg tawanan perang yg ditawan musuh dan jg spt seorg tahanan yg dipenjarakan krna hasil persidangan. Memang Ayub tdk berdaya dan hanya bs menerima kenyataan yg ada tanpa bs berbuat sesuatu.

Proses yg Ayub alami bkn sekedar kehilangan harta dan anak-anaknya, namun jg penderitaan tubuh, dan terakhir adalah jiwanya diuji dg perkataan isteri dan sahabat-sahabatnya mengenai semua yg saat itu sdg terjd. Komentar org terkadang terasa sama pedihnya dg penderitaan jasmani, krna yg tersakiti adalah hati dan harga diri. Ayub sangat sengit membantah perkataan isteri dan ketiga sahabatnya, bahkan Ayub mulai tergoda utk menilai hidupnya sbg sebuah kutukan tanpa sebab, shga dia berkata bhw seandainya dia tdk dilahirkan:

Ayub 3:11
Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir, atau binasa waktu aku keluar dari kandungan?

Kelahiran dr setiap manusia adalah ketetapan Tuhan, si bayi tdk bs memilih siapa yg jd orgtuanya, bahkan seandainya dia dilahirkan cacat fisik. Itu ketentuan mutlak Tuhan. Memang penderitaan yg Ayub alami itu tergolong sangat berat, tdk semua org sanggup menanggungnya, tak ada yg bs dilakukan selain pasrah dan berserah, persis spt seorg tawanan atau tahanan yg kehilangan kebebasan dan nasibnya ditentukan org lain. Kadang kita mgkin mengalami keadaan spt seorg tawanan, kebebasan kita diambil oleh Tuhan, dipaksa utk menerima kenyataan, dan diuji kesetiaan kita utk tetap menyembah Tuhan apapun yg terjd.

Tuhan pasti memulihkan keadaan kita ketika kita selesai melewati proses ujian dr Tuhan. Namun jgn sampai kita melawan ketentuan Tuhan, jgn kita mengutuki hidup kita sndri.

Posted in Renungan | Comments Off on Seperti Seorang Tahanan

Takut Hidup Susah

DI 24012020

Yeremia 44:18
Tetapi sejak kami berhenti membakar korban dan mempersembahkan korban curahan kepada ratu sorga, maka kami kekurangan segala-galanya dan kami dihabiskan oleh pedang dan kelaparan.”

Pd zaman nabi Yeremia, org-org Yehuda melakukan penyembahan berhala shga mrka meninggalkan Tuhan dan membuat Tuhan murka dan menghukum mrka, namun mrka tdk mau bertobat jg.

Alasan mrka tdk mau bertobat ternyata berhubungan dg pemenuhan kebutuhan hidup mrka sehari-hari. Mrka menilai bhw selama mrka menyembah berhala, kebutuhan hidup mrka tercukupi dan terjamin, tdk lg percaya bhw Tuhan sanggup memelihara hidup mrka. Berhala yg mrka sembah dipercaya sbg sumber berkat dan lebih hebat dr Tuhan. Di sinilah hal yg hrs kita pahami bhw mengapa ada org yg dulu beribadah pd Tuhan namun akhirnya meninggalkan Tuhan krna tdk ingin hidup susah. Mrka berpikir lebih mudah dan lebih cepat utk mendpt harta kalau mrka menyembah yg selain Tuhan, tdk perlu mengalami proses ini dan itu.

Iblis memang memiliki kekayaan, ini kita temui saat dia mencobai Yesus di padang gurun stlah Yesus berpuasa 40 hari 40 malam. Cobaan yg terakhir adalah iblis akan menyerahkan semua kemegahan dunia kalau Yesus mau menyembahnya (Matius 4:9). Jd jgn heran kalau ada saja org-org yg memilih menyembah iblis atau para berhala demi mendptkan kebahagiaan hidup, menghindar dr hidup susah. Tentu saja iblis pasti memberikan yg mrka butuhkan, namun yg tdk disadari adalah iblis jg mengambil lebih bnyk dr org yg menyembah dia, bahkan bs menguasai hidup mrka sepenuhnya, mengikat mrka dg keterikatan cinta uang.

Jgn ragukan kesetiaan Tuhan dlm memelihara hidup kita, meskipun kita hrs melewati proses dan ujian hidup dr Tuhan. Semua perlu legalitas dr Tuhan, dan ketika kita mendptkannya, yg kita terima itu lebih dr yg dpt iblis dan berhala janjikan.

Posted in Renungan | Comments Off on Takut Hidup Susah