DI 05022020
Yohanes 8:7, 9
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
- Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
Semua manusia pasti berdosa, jd bkn tentang siapa yg dosanya paling bnyk atau paling besar, tapi bgmna mempertanggung jwbkannya pd Tuhan.
Ketika kita memperkarakan dosa org lain, maka kita hrs ingat bhw kitapun punya dosa kpd Tuhan dan jg sesama yg hrs dipertanggung jwbkan. Lebih mudah menemukan dosa org lain drpd mengakui dosa kita sndri. Kita cenderung kompromi dg dosa kita sndri, menganggapnya terjd krna godaan utk itu sangat kuat, tdk sanggup kita melawannya, lalu kita menghakimi org lain bhw dia tdk berjaga-jaga hingga akhirnya melakukan dosa. Dosa bagi dirinya dianggap sbg sesuatu yg manusiawi sifatnya, sementara dosa org lain dianggap sbg sebuah kesengajaan, itulah sifat manusia yg berusaha tampil baik di mata org sementara dia memandang rendah org yg berbuat dosa.
Bukankah kita sehrsnya membenahi hidup kita terlebih dahulu? Membereskan dosa-dosa kita di hadapan Tuhan secepatnya? Kita sebenarnya sdg menggunakan dosa org lain utk menutupi dosa kita sndri. Sengaja menghebohkan dosa org lain namun sbnarnya utk mengalihkan perhatian org lain dr dosa yg kelihatan, inilah kemunafikan yg sering kita tdk sadari dilakukan terhadap diri kita sndri. Cepat atau lambat, Tuhan akan berurusan dg dosa kita, sdhkah kita siap menghadapinya? Sdhkah kita berdamai dg Tuhan dan mengakui dosa kita? Senang melihat org lain dihukum Tuhan, bknlah sebuah sifat yg baik. Ingatlah bhw dosa kitapun bnyk di hadapan Tuhan.
Jgn biarkan dosa menghalangi Tuhan utk mengasihi kita, akui dan cepat bereskan sblum setiap kita menghadap Hakim Yangadil, yg sanggup membinasakan kita.