Pura-Pura Tidak Lihat

DI 19032019

Ulangan 22:1

  • “Apabila engkau melihat, bahwa lembu atau domba saudaramu tersesat, janganlah engkau pura-pura tidak tahu; haruslah engkau benar-benar mengembalikannya kepada saudaramu itu.

Menarik sekali membc ttg aturan Tuhan mengenai jika seseorg menemukan hewan ternak org yg dia kenal, hrs diurus hingga dikembalikan pd yg punya, dan tdk boleh menyembunyikan diri alias tdk pura-pura tdk tahu atau tdk lihat.

Menjaga milik sesama dlm wkt itu konteksnya sesama org Israel ternyata menjd sebuah kewajiban yg Tuhan atur sendiri. Ini sbg wujud kasih yg nyata dan tentunya sangat baik utk mempererat kekeluargaan di antara mrka. Nilai baiknya adalah kita hrs perduli dg apa yg terjd di depan kita, dlm hal ini ttg apa yg terjd dg milik org lain ketika org itu tdk ada di tempat atau tdk mengetahuinya. Kalau kita tahu, jgn justru menyembunyikan diri, tetapi berbuat sesuatu yg bermanfaat dan melindungi milik org lain hingga dikembalikan pd org itu.

Tuhan mengajar utk kita peduli dan memiliki hati yg lembut, tdk bersikap masa bodoh dan hanya mementingkan diri sndri. Perumpamaan ttg org Samaria yg menolong org yg kerampokan dan terluka, agaknya menjd gambaran dr kepedulian yg sesungguhnya (Lukas 10:30-37). Mata Tuhan melihat dan Tuhan menilai sikap dan perbuatan kita. Jika kita tahu sesuatu baik utk dilakukan tp tdk kita lakukan, maka itu menjd sebuah dosa. Pura-pura tdk tahu atau tdk lihat lalu sengaja menyembunyikan diri, pdhal bs utk menolong, ini bs menjd sebuah dosa. Jgn pernah kita menutup hati dan pikiran utk berbuat baik jika kita diberi kesempatan dan kita mampu. Jgn mengeraskan hati atau justru merencanakan yg jahat terhadap milik org lain. Kita org yg diberkati Tuhan, sepantasnyalah kita berbagi berkat, bkn justru menyebar kutuk di mana-mana. Berbuat kebaikan adalah ciri org yg mengasihi Tuhan dan sesama, tampilkan itu dlm kehidupan kita sehari-hari.

Jgn hitung untung ruginya, lakukanlah sbg bentuk ketaatan kita pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pura-Pura Tidak Lihat

Definisi Dosa

DI 18032019

Yakobus 4:17 KJV
Therefore to him that knoweth to do good, and doeth it not, to him it is sin.

  • Karena itu bagi orang yang tahu untuk berbuat baik, dan tidak melakukannya, bagi dia itu adalah dosa.

Dosa itu pelanggaran terhadap hukum Tuhan, melawan perintah Tuhan. Dlm ayat ini dijelaskan lebih detail ttg apa itu dosa.

Tdk melakukan apa yg baik setelah tahu untuk berbuat baik, ini diperhitungkan sbg sebuah dosa. Kata tahu dlm ayat itu bhsa aslinya adalah eidō yg berarti menyadari dan mengerti melalui indera dan pengetahuan ttg sesuatu. Jd ada informasi yg diterima melalui indera dan pengetahuan, menjd sadar bhw itu hal yg baik dan hrs dilakukan, tetapi justru tdk dilakukan, ini menjadikan dirinya berdosa.

Menahan diri utk melakukan apa yg baik tentunya berdampak negatif terhadap org atau tempat yg seharusnya mengalami dampak baik dr perbuatan baik kita.

Misalkan seseorg sdg berjalan, di depannya dia melihat kulit pisang tergeletak di tengah jln, dia hanya menghindari tapi tdk memungut kulit pisang itu lalu dibuang. Jd dibiarkan tergeletak bgtu saja, hingga akhirnya org lain terpeleset krna menginjak kulit pisang itu dan kakinya mengalami cidera dan keseleo. Siapa yg salah? 2 org, yaitu org yg membuang kulit pisang di tengah jln, kemudian org yg lewat tp tdk membuangnya ke tempat sampah. 2 org ini berdosa, walau org ke-2 bkn yg membuang kulit pisang di jalan, tp dia membiarkan org lain terpeleset krna menginjak kulit pisang itu.

Coba periksa diri kita, sbrpa bnyk hal baik yg seharusnya kita lakukan tp tdk kita lakukan shga diri kita sndri atau org lain dirugikan karenanya? Walaupun bkn kita org yg pertama kali merencanakan yg jahat, tp ketika kita membiarkannya, kitapun menjd berdosa. Jernihkan pikiran kita agar tdk egois, cuma memikirkan keselamatan diri sndri, tdk peduli org lain bs terkena hal yg buruk. Mengasihi diri sndri berarti jg mengasihi sesama. Kalau kita bahagia, berbagi kebahagiaanlah dg org yg sdg butuh kebahagiaan.

Posted in Renungan | Comments Off on Definisi Dosa

Disempurnakan Secara Daging

Di 16032019

Galatia 3:3 KJV
Are ye so foolish? having begun in the Spirit, are ye now made perfect by the flesh?

  • Apakah kamu begitu bodohnya? telah memulai di dalam Roh, apakah kamu sekarang dibuat sempurna oleh daging?

Roh Tuhan dan daging selalu bertentangan, sehingga tdk mgkin seseorg hidup menurut cara Tuhan tetapi juga mengikuti cara daging.

Menjd seorg Kristen berarti kita memulai sebuah kehidupan yg baru di dlm Tuhan, yg lama sdh berlalu, yg baru sdh dtg. Kemudian kita hidup menurut tuntunan yg Tuhan berikan yaitu Firman Tuhan yg tertulis (logos) yaitu Alkitab, dan juga Firman Tuhan yg menjd ‘rhema’ dlm hidup kita. Bila kita mengikuti dan tdk menyimpang ke kiri atau ke kanan, maka yg dihasilkan adalah kesempurnaan sesuai yg Tuhan inginkan, jd Tuhan yg memproses kita spya bs menjd sempurna.

Tetapi kita masih hidup di dunia, dlm tubuh jasmani kita yg di dlmnya memiliki unsur kedagingan yg selalu berusaha melawan keinginan Tuhan. Itulah sebabnya di sepanjang hidup kita, daging selalu berusaha menguasai diri kita dg menawarkan bnyk kenikmatan hidup spya kita keluar dr tuntunan Roh Tuhan dlm hidup kita.

Contohnya spt ini: seseorg yg mengawali bisnisnya dg cara yg sesuai Firman Tuhan dan peraturan yg berlaku di negara kita. Kemudian berjln bbrpa waktu, org ini merasa bisnisnya krg diberkati Tuhan dan memilih utk memakai cara-cara berbisnis yg tdk sesuai Firman Tuhan namun bs menaikkan penjualan dg cepat shga pendptan bertambah dg cepat. Disempurnakan oleh daging pdhal memulainya di dlm Roh Tuhan. Kekayaan yg diperoleh bkn membw damai sejahtera tetapi justru kutuk dan masalah yg selalu dtg silih berganti.

Dunia memiliki penilaian terhadap hidup manusia yg sempurna tp penilaian Tuhan berbeda, kesempurnaan mnrut Tuhan itu bkn sampai di tubuh atau hidup dlm dunia, tp roh org itu selamat atau tdk, buat apa kaya di dunia tp akhirnya masuk neraka? Punya reputasi luar biasa di dunia tp tdk tercatat namanya di dlm kitab kehidupan

Posted in Renungan | Comments Off on Disempurnakan Secara Daging

Kudus Karena Makanan

DI 15032019

Imamat 11:47

  • yakni untuk membedakan antara yang najis dengan yang tahir, antara binatang yang boleh dimakan dengan binatang yang tidak boleh dimakan.”

Hukum Tuhan dlm hal kekudusan di zaman itu hrs dipahami dg benar, salah satu hal penting yg berkaitan dg kekudusan adalah dlm hal binatang yg boleh dimakan dan yg tdk boleh dimakan.

Tentu ada hubungannya dg status kesehatan tubuh manusia shga Tuhan melarang memakan daging bbrpa hewan yg disebut haram krna bs menajiskan org yg memakannya. Mnrut penelitian ilmiah kesehatan, terbukti bhw larangan Tuhan mengenai bbrpa hewan yg disebut haram dan najis itu bermanfaat bagi kualitas kesehatan tubuh jasmani manusia. Bbrpa jenis daging hewan dlm kategori ‘seafood’ misalnya, ternyata dlm dagingnya ditemukan bnyk kotoran dan dagingnya terpolusi oleh air di mana mrka hidup. Jd kita hrs bijak dlm menentukan daging apa yg sebaiknya kita komsumsi spya kesehatan tubuh kita terjaga dg baik.

Hukum ttg makanan haram ini bgmna diaplikasikan ke zaman skrg? Mengingat bhw kita sbg org Kristen tdk terikat dg hukum Taurat yg memang hanya diperuntukkan bagi bangsa Israel dan mrka yg menjd penganut Yudaism, maka bkn berarti kita bebas mkn daging hewan yg diharamkan dlm hukum Taurat, tetapi bijaklah menentukan mknan yg bermanfaat baik utk tubuh kita, bkn yg justru mengundang penyakit timbul dr dlm tubuh kita. Patokannya bkn lg soal haram atau tdk, tp sehat atau tdk utk tubuh kita.

Ada positifnya utk mengikuti aturan Tuhan ttg hewan mana yg dagingnya boleh dimakan dan yg tdk boleh, faktor mknan sdkit bnyk berpengaruh pd kecerdasan otak manusia. Kita bs melihat org Israel yg memiliki tingkat kecerdasan yg tinggi krna mrka mengikuti hukum Tuhan ttg mknan. Jd bkn soal sekedar mengenyangkan perut atau memuaskan lidah menikmati mknan yg enak dan lezat, tp kita hrs mempertimbangkan efek baik atau buruknya apa yg terkandung dlm mknan yg kita santap bagi tubuh kita. Bnyknya polusi limbah industri maupun asap.

Posted in Renungan | Comments Off on Kudus Karena Makanan

Makanan Rohani Yang Tepat

DI 14032019

Ibrani 5:14 KJV
But strong meat belongeth to them that are of full age, even those who by reason of use have their senses exercised to discern both good and evil.

  • Tetapi makanan yang kuat itu milik bagi mereka yang usianya penuh, bahkan orang yang karena alasan penggunaan telah dilatih inderanya untuk mengenali yang baik atau jahat keduanya.

Apa maksud dr ayat di atas? Ada baiknya kita lihat dlm bhsa aslinya spya kita mendpt pesan Tuhan melalui ayat ini.

Kata ‘full age’ yaitu teleios berarti komplit dlm hal pertumbuhan, mental, moral, karakter. Jd bkn sekedar dwsa scra usia, tp kematangan scra utuh, fisik, jiwa dan rohaninya.

Kata ‘strong meat’ yaitu stereos (strong) yg berarti solid, stabil, seimbang dan trophē (meat) yg berarti makanan, semua zat yg diperlukan utk pertumbuhan, kesehatan dan kondisi prima. Jd maksudnya adalah makanan yg bergizi spya menunjang pertumbuhan, kesehatan dan kondisi prima dlm takaran yg seimbang.

Ayat ini ingin mengatakan pd kita bhw spt seorg yg telah dwsa ‘full age’, makanan yg dikonsumsi adalah mknan yg bergizi dg takaran yg seimbang dan tepat, shga hanya hasilnya adalah kesehatan dan tubuh dg stamina yg prima, bkn obesitas maupun tubuh yg rentan terkena penyakit. Org dwsa perlu mengatur pola mknnya dg tepat, menggunakan kedewasaannya utk menjaga kesehatan.

Jika diaplikasikan dlm hal kerohanian, maka setiap kita butuh mengkomsumsi mknan rohani yg ‘bergizi dan seimbang’. Apa itu? Firman Tuhan yg diterima dg utuh, tanpa pilih-pilih. Kalau ditegur lewat perenungan firman, khotbah, ditegur pemimpin rohani maupun sdr seiman, bs menerima dg sukacita. Mulai mau mendalami hal-hal scra detail, bkn cuma ttg berkat, keuangan, khotbah humoris, tp mulai mendalami ttg hukum-hukum Tuhan, pertobatan, membedakan mana yg baik dan jahat, memahami dunia roh, bgmna mengasihi Tuhan spt yg Dia mau, dsbnya. Terimalah firman yg ‘menampar’ wajah kita krna itulah yg membuat kita bertobat, masuk surga.

Posted in Renungan | Comments Off on Makanan Rohani Yang Tepat

Marah dan Matahari

DI 13032019

Efesus 4:26 KJV
Be ye angry, and sin not: let not the sun go down upon your wrath:

  • Jadilah marah, dan jangan berdosa: jangan biarkan matahari terbenam turun atas murkamu

Apa hubungannya kita marah dg matahari terbenam? Ini menarik perhatian saya utk merenungkan apa maksud dr ayat ini.

Bnyk khotbah mengartikan ayat ini dg kalau marah ya jgn kelamaan, kalau bs sblm matahari terbenam sdh selesai marahnya. Matahari terbenam itu tanda pergantian hari di Israel. Tapi ternyata itu keliru.

Ada kata ‘angry’ dan ‘wrath’ yg perlu kita perhatikan. Kata ‘angry’ dlm bhsa aslinya adalah orgizō yg artinya membangkitkan marah, membuat marah sekali. Sedangkan kata ‘wrath’ bhsa aslinya adalah parorgismos yg artinya murka.

Kemarahan yg sengaja dibangkitkan atau dipancing jika tdk diredam maka akan berubah menjd sebuah murka. Marahnya semakin menjadi-jadi dan disertai dg tindakan yg bs sifatnya merusak. Sekedar marah ya hanya mulut dan sikapnya saja, tp kalau sdh murka, bs terjd kekerasan hingga bs terjd pembunuhan atau korban nyawa. Sblum marah berubah menjd murka, ada jedah wkt utk mulai berpikir jernih dan mengendalikan diri.

Marah itu wujud dr emosi kita, selayaknya rasa sedih, haru, bahagia. Marah bkn dosa, tetapi marah yg terpancing bs membuat org yg marah itu berbuat dosa. Bs keluar kara-kata kutukan, hinaan, dsbnya.

Matahari itu bersifat panas, plg panas ketika ada tepat di tengah tempat yg tersinari olehnya. Sinar matahari yg akan terbenam tdk lg bgtu terasa panas, ini gambaran ttg marah yg sdh surut, tdk lg meledak-ledak. Ada wkt utk marah, ada wkt utk tdk marah lg, itulah gambaran dr matahari yg terbenam, tdk baik situasi dlm keadaan ‘panas’ trs, tenangkan diri, gantilah marah dg kita kelemah lembutan, spt matahari yg bergantian dg bulan, kalau murka sdh tdk bs lg dikendalikan, pasti kita bnyk berbuat dosa karenanya. Jgn sampai matahari terbenam turun atas murka kita, artinya jgn sampai ada yg ‘menunggangi’ murka kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Marah dan Matahari

Melekat Pada Tuhan

DI 12032019

Yeremia 13:11 KJV
For as the girdle cleaveth to the loins of a man, so have I caused to cleave unto me the whole house of Israel and the whole house of Judah, saith the LORD; that they might be unto me for a people, and for a name, and for a praise, and for a glory: but they would not hear.

  • Karena sebagaimana sebuah ikat pinggang tergantung pada pinggang seorang laki-laki, demikian Aku telah menyebabkan pada-Ku seluruh kaum Israel dan seluruh kaum Yehuda, demikianlah firman Tuhan, supaya mereka boleh menjadi umat bagi-Ku, dan untuk sebuah nama, dan untuk sebuah pujian, dan untuk sebuah kemuliaan, tetapi mereka tidak mau mendengar.

Melekatnya kita dg Tuhan digambarkan spt ikat pinggang yg bergantung pd pinggang seorg laki-laki. Jd bkn menempel krna diberi lem, spt yg sering dibayangkan. Melekat itu hrs diikat dg kencang dan pas dg lingkaran pinggangnya, jika tdk pas, tentu tdk melekat. Jd kita dg Tuhan harus ‘pas’ artinya sesuai dg standart yg Tuhan inginkan dr kita. Melekat itu bkn sekedar dekat, jd melekat pd Tuhan jauh melebihi dr sekedar memiliki keintiman dg Tuhan. Kalau dekat itu masih ada jarak yg tersisa, tp melekat itu sdh tdk ada jarak lagi.

Pd zaman itu ikat pinggang pny bbrpa fungsi yaitu dipakai para imam saat upacara ibadah, dipakai utk mengencangkan jubah spya mudah saat berjalan dan bekerja, tempat menyandang pedang, tempat menyimpan uang. Renungkan bila kita telah menjd spt ikat pinggang yg bergantung pd pinggang, kita dipenuhi dg ‘pedang’ firman Tuhan dan menjd perbendaharaan ‘uang’ Tuhan. Tak heran jika org yg hidupnya melekat dg Tuhan dipercaya dlm plynan firman dan mengelola keuangan Tuhan. Bs dipercaya dan sanggup melaksanakan tugas dr Tuhan. Jd ada kualitas yg dimiliki, yg hasil dr hidup melekat dg Tuhan.

Tetapi kita tdk boleh menjd ikat pinggang yg lapuk, tdk bs digunakan oleh Tuhan. Sebabnya krna tdk mau mendengar suara Tuhan dan malah menyembah berhala. Jgn sampai itu terjd pd kita, bertobat!

Posted in Renungan | Comments Off on Melekat Pada Tuhan

Harta Tersembunyi

DI 11032019

Kolose 2:3

  • sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.

Bnyk kalangan salah memahami ttg hikmat dan pengetahuan yg dianggap sbg pemberian dr Tuhan. Ternyata hikmat dan pengetahuan itu digambarkan spt ‘harta yg tersembunyi’ atau harta karun, tentu tdk semua org bs menemukannya.

Sebuah harta yg tersembunyi perlu ketekunan, wkt dan semangat besar utk bs menemukannya. Krna nilainya sangat berharga, maka disembunyikan. Ini mirip dg harta orgtua pd zaman dahulu, penampilannya sederhana tp saat meninggal, isi lemarinya dibuka, ternyata bnyk emas dan uang tunai yg dimilikinya. Atau malah di tempat yg tdk diduga, spt di bawah kayu penyanggah tempat tdr zaman dulu, di bawah marmer lantai, dsbnya. Ada yg dibuat gigi emas, shga pencuri merusak kuburannya demi mencuri gigi emasnya.

Hikmat dan pengetahuan spt harta yg tersembunyi di dlm pribadi Kristus. Jd bgmna cara kita mendptkan hikmat dan pengertian dr Tuhan? Carilah spt kita mencari harta yg tersembunyi. Tak ada cara lain selain kita bergaul erat dan intim dg Tuhan.

Ini dimulai dg hidup takut akan Tuhan krna itu disebut permulaan hikmat dan pengetahuan :

Amsal 1:7
Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan …

Amsal 9:10
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN …

Jd mustahil seseorg memiliki hikmat dan pengetahuan Kristus kalau hidupnya tdk takut akan Tuhan. Seseorg bs lulus sekolah teologia, tp blm tentu berhikmat dan berpengetahuan yg dr Tuhan jika hidupnya tdk takut akan Tuhan. Seseorg bs bergelar pendeta atau pastor, jika hidupnya tdk takut akan Tuhan, maka khotbahnya hanyalah hikmat dan pengetahuan yg berasal dr manusia dan dunia. Krna itu ketika mendengar khotbah, jgn langsung cepat mengaminkan, renungkan dulu dan uji, sesuai dg firman Tuhan atau tdk, jgn-jgn itu hasil hikmat manusia saja.

Takut akan Tuhan dilanjutkan dg merenungkan firman Tuhan siang dan malam, kemudian jd pelaku firman yg tdk menyimpang ke kiri atau ke kanan.

Posted in Renungan | Comments Off on Harta Tersembunyi

Menulis Firman Tuhan

DI 09032019

Keluaran 24:4

  • Lalu Musa menuliskan segala firman TUHAN itu. Keesokan harinya pagi-pagi didirikannyalah mezbah di kaki gunung itu, dengan dua belas tugu sesuai dengan kedua belas suku Israel.

Walaupun sdh menyampaikan perkataan Tuhan scra lisan kpd seluruh bangsa Israel, Musa masih jg menulisnya, tujuannya apa?

Sesuatu yg pernah diucapkan kemudian ditulis, biasanya utk kepentingan dokumentasi, kpnpun org ingin mengetahuinya tinggal membc tulisan ttg itu. Zaman skrgpun jika ingin mencari informasi ttg sesuatu bs didpt dg mudah krna bnyk pihak yg mendokumentasikannya, bahkan negarapun memiliki Gedung Arsip Nasional. Jd memang penting sesuatu yg ditulis, contoh paling nyata adalah Alkitab yg kita miliki, apa yg pernah terjd ribuan tahun lalu bahkan sejak bumi diciptakan, semuanya tertulis dg baik dan bs kita pelajari. Seandainya tdk ada Alkitab, sulit kita bs mengenal Tuhan melalui sejarah.

Apakah kita jg menulis apa yg Tuhan katakan saat kita berdoa dan merenungkan firman Tuhan? Mgkin Tuhan pernah memberikan mimpi, penglihatan, suara hati nurani, atau mgkin pengalaman spiritual tertentu. Dg menulisnya kita lebih mudah utk mengingat detail-detail dr hal itu, spya tdk ada yg terlewat atau terlupakan. Ketika kita membc catatan kita satu persatu, bs kita melihat adanya rangkaian hubungan antara satu catatan dg catatan yg lain shga kita bs menemukan ‘benang merah’ dr tujuan Tuhan menyatakannya pd kita.

Simpanlah firman Tuhan dlm hati dan pikiran kita, krna di situlah medan pertempuran rohani yg sebenarnya. Pikiran dan hati seringkali tdk sejalan, sulit membedakan antara sekedar perasaan atau sebuah firasat dr Tuhan. Firman Tuhanlah yg sanggup membuat hati dan pikiran menjd sejalan, krna keduanya diarahkan pd Tuhan, bkn pd hikmat manusia maupun kedagingannya. Tetap jadikan Firman Tuhan sbg pedoman hidup ini slma di dunia, itu tuntunan Tuhan scra umum, ada wktnya Dia berfirman scra pribadi pd kita, ini yg perlu ditulis spya ingat.

Posted in Renungan | Comments Off on Menulis Firman Tuhan

Bukan Ancaman Kosong

DI 08032019

Yehezkiel 6:10 KJV
And they shall know that I am the LORD, and that I have not said in vain that I would do this evil unto them.

  • Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, dan bahwa Aku tidak berkata-kata dalam kesia-siaan bahwa Aku akan melakukan yang jahat ini terhadap mereka.

Bnyk org mengangap bhw Tuhan memberi hukuman hanya utk menakut-nakuti saja, tdk akan dilakukan krna Dia penuh kasih. Hal ini sering dijadikan alasan bagi bbrpa org utk tetap hidup dlm dosanya, tdk takut akan Tuhan.

Dlm ayat ini, Tuhan dg tegas menjelaskan bhw hal-hal buruk yg nantinya akan menimpa bangsa Israel yg telah menyembah berhala itu akan Dia lakukan, bkn sekedar ancaman kosong atau sia-sia. Belas kasihan Tuhan justru timbul ketika 2 hal ini terjd yaitu saat adanya pertobatan sblum hukuman ditimpakan, atau ketika hukuman telah diturunkan dan bangsa Israel hatinya berbalik kpd Tuhan. Jd jika tdk ada pertobatan, hukuman tetap dijalankan. Jgn anggap ringan peringatan dan ancaman dr Tuhan, Dia tdk pernah main-main.

Mengapa kehidupan org yg hidup dlm dosa kelihatannya baik-baik saja? Mana hukuman dr Tuhan? Jwbannya adalah bhw Tuhan punya ‘ukuran’ saat akan menjatuhkan hukuman. Contohnya saat zaman Nuh, Tuhan menghukum dg air bah krna bumi penuh dg kekerasan yg dilakukan manusia (Kejadian 6:13), Sodom dan Gomora dihukum krna dosanya sangat berat (Kejadian 18:20). Bahkan hukuman terhadap runtuhnya bait suci zaman Yesus hidup di dunia akhirnya benar-benar terjd di waktu kemudian. Kalau Tuhan blm melaksanakan hukuman, berarti msh ada sisa waktu utk bertobat dan berbalik pd Tuhan. Jika penawaran utk bertobat diabaikan, maka tak lama kemudian hukuman Tuhan itu dtg.

Apa yg menjd berhala dlm hidup kita? Kekayaan? Suami atau istri atau anak-anak kita? Hobby bermain games online? Pekerjaan bahkan pelayanan kita? Masih bnyk lagi, sadarlah ada batas wkt utk Tuhan bersabar menunggu kita bertobat. Ingat bhw Tuhan itu tdk mahasabar tp Dia panjang sabar

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Ancaman Kosong