Tahapan ke Neraka

DI 24092018

Yohanes 15:6

  • Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.

Membaca ayat ini sekian puluh tahun baru skrg saya pahami scra utuh, ternyata ayat ini bcra ttg tahapan org yg nantinya akan tinggal dlm neraka:

1. Tdk tinggal di dlm Tuhan Yesus.
Bukti bhw kita tdk tinggal di dlm Tuhan Yesus adalah kita ‘tdk berbuah’ (Yoh 15:4). Jd kalau tdk ada perubahan hidup ke arah Kristus, tdk ada manfaat yg dihasilkan dr hidup kita yg bs dinikmati oleh sesama, Anda memulai langkah pertama ke neraka. Masih ada kesempatan utk bertobat.

2. Dibuang keluar, menjd layu dan kering.
Org yg tdk mau bertobat, tdk mau dibersihkan agar berbuah, tdk mau diproses Tuhan, maka Tuhan akan membuangnya spt ranting yg tdk berguna, kemudian oleh penderitaan hidup, rohaninya menjd ‘layu dan kering’. Menolak bertobat berarti berani melawan Tuhan, menentang Tuhan. Jd kalau merasa rohani ‘kering’ dan hidup kita spt tanah tandus, Anda sdh di langkah ke-2 menuju neraka.

3. Dikumpulkan lalu dilemparkan ke dlm api.
Dalam Matius 13:41 Tuhan Yesus berkata bhw Anak Manusia akan mengirim para malaikat-Nya utk mengumpulkan lalu mengeluarkan org yg menjd sandungan dan yg melakukan kejahatan dari kerajaan-Nya lalu dilempar ke dlm perapian yg menyala. Org-org ini adalah mrka yg menjatuhkan iman org percaya dg ajaran dan perbuatan mrka. Tahu Firman Tuhan tp hidupnya justru bertentangan dg Firman itu.

Jd 3 ciri ini perlu kita ketahui dan perhatikan, jgn sampai itu terjd dlm hidup kita: tdk berbuah, rohani dan hidup yg ‘kering’ dan yg menjd sandungan serta munafik. Inilah tahapan-tahapan org yg jalannya menuju neraka, pd akhir zaman akan dikumpulkan malaikat utk diserahkan dlm pengadilan Tuhan dan dilempar ke dlm neraka selama-lamanya dlm kekekalan.

Masihkah kita hanya hidup utk diri sendiri dan keluarga kita saja? Itu artinya tdk berbuah.

Posted in Renungan | Comments Off on Tahapan ke Neraka

Kewargaan Surga

DI 22092018

Filipi 3:20

  • Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat,

Kita yg percaya pd Tuhan Yesus Kristus diberikan status luar biasa yaitu ‘warga surga’. Tentu ini hrs dimengerti dg benar spya jgn salah dipahami sehubungan dg penghakiman Kristus atas org percaya.

‘Kewargaan di dalam surga’ mengandung pengertian bhw setiap org yg menerima keselamatan melalui Tuhan Yesus Kristus pny hak yg sama utk masuk dan tinggal di dlm surga. Saat ini kita masih hidup di dlm dunia, tp nantinya kita hidup di dlm surga jika didapati nama kita tertulis dlm kitab kehidupan. Di dunia kita menjd warga dr salah satu negara-negara yg ada dlm dunia, dlm hal ini kita adalah WNI. Nantinya dlm kekekalan, hanya ada 2 tempat yaitu surga dan neraka. Yg percaya Tuhan Yesus adalah Juruselamat, diberi kepastian akan tinggal dlm surga, yg tdk percaya Tuhan Yesus adalah Juruselamat, akan tinggal di luar surga. Utk bs tinggal maka perlu dipastikan kewargaannya. Kita sbg WNI pny hak penuh tinggal dan beraktivitas di seluruh wilayah kedaulatan Indonesia. Demikian jg kita sbg warga di dlm surga, perlu kepastian ttg status kewargaan shga nantinya pny hak penuh tinggal di dlm surga.

Sbg warga surga, kita dilindungi oleh hukum-hukum Tuhan, jika kita taat dan tdk melanggarnya maka hukum Tuhan akan melindungi kita scra utuh bahkan iblis tdk diizinkan mendekat apalg menyentuh kita. Kita hrs tahu iblis dan kerajaannya jg pny aturan yg hrs ditaati oleh para pengikutnya. Sbg warga surga kita bebas dr hukum iblis, tp kita terikat pd hukum Tuhan. Dunia ini jg memiliki sistem yg diatur oleh para penguasa dlm berbagai bidang kehidupan, kita ikuti sepanjang tdk berlawanan dg hukum Tuhan.

Sdh siapkah kita utk tinggal di dlm surga? Kewargaan kita bs hilang kalau kita tdk mau tunduk pd hukum dan kedaulatan Tuhan. Jgn heran jika nantinya bnyk org Kristen tp ternyata tdk tinggal dlm surga nantinya

Posted in Renungan | Comments Off on Kewargaan Surga

Dari Dalam Badai

DI 21092018

Ayub 40:6

  • Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub:

Mengapa hrs memakai badai, pdhal tanpa badaipun Tuhan bs bcra dg Ayub ttg apa yg Ayub dan ketiga temannya perdebatkan?

Pastinya kehadiran badai itu memunculkan rasa takut, ngeri dan gentar. Dahsyatnya badai bs menghancurkan apapun bahkan menimbullan korban jiwa manusia. Melalui badai, Tuhan ingatkan Ayub dan ketiga temannya utk tdk sembarangan berbicara ttg Tuhan, tdk boleh sembarangan menghakimi kondisi seseorg pasti krna dosa yg dilakukannya. Badai mengingatkan bhw Tuhan itu dahsyat dan kuat.

Kita jg mengenal istilah ‘badai kehidupan’ yg artinya suatu kondisi di mana terjd sesuatu yg besar, di luar kemampuan pengendalian kita dan sifatnya bs menghancurkan. Kita mengalami kengerian dan ketakutan, tdk berdaya dan pasrah sampai ‘badai’ itu reda dan lewat, berakhir. Tapi justru dlm kondisi spt itu, Tuhan berbicara pd kita ttg sesuatu yg sangat penting. Masalahnya adalah apakah kita bs mendengar suara Tuhan di saat kondisi ‘badai’ spt itu? Kita lebih mengarahkan telinga pd sesuatu yg mgkin bs membuat kita tenang, pdhal tdk. Perlu ketenangan agar kita bs berdoa dan mendengar suara Tuhan. Tenang saat badai terjd, inilah damai sejahtera dr Tuhan. Damai yg tdk bergantung pd perasaan dan kenyataan, tp damai yg memberi kita ketenangan saat badai hidup itu datang melanda.

Akui kesalahan jika kita memang salah mengatakan sesuatu ttg Tuhan. Jgn membantah tp rendahkanlah diri kita di hadapan-Nya. Belajar utk berani menanggung hukuman dr Tuhan, bertanggung jwb atas perkataan yg kita ucapkan. Bertobat dan akui di hadapan Tuhan. Tuhan kita Penyayang dan penuh kasih setia, Dia mengampuni dosa kita dan memulihkan kita kembali pd kekudusan yg Dia inginkan. Biarkan Tuhan membongkar kesalahan kita, itu bentuk dr keadilan dan kasih sayang Tuhan terhadap umat-Nya. Perkatakan apa yg benar mengenai Tuhan, bkn malah menghakimi layaknya Tuhan menghakimi.

Jgn salah bcra ttg Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Dari Dalam Badai

Penasehat Kita

DI 20092018

1 Tawarikh 19:3

  • berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun: “Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik, untuk mengintai dan menghancurkan negeri ini maka pegawai-pegawainya datang kepadamu?”

Sangat penting utk menentukan siapa org-org yg nasehatnya pantas utk kita dengar dan pertimbangkan, krna bila salah memilih org, masa dpn kita bs menjd suram.

Kisah Hanun bih Nahas sungguh menjd peringatan buat kita. Niat tulus Daud memberikan ucapan turut berdukscita atas kematian ayahnya telah dinilai sbg usaha pengintaian dan mata-mata. Sulit menerima ketulusan org lain bila kita sdh mulai curiga dan berpikiran negatif. Bagi org jahat, sengaja memberi nasehat yg kedengarannya benar tp motivasinya utk menjatuhkan org yg dinasehati, ini sebuah kelicikan yg tdk boleh kita lakukan, jahat di mata Tuhan.

Kecerdikan hrs diimbangi dg ketulusan, jika tdk maka kecerdikan bs digunakan justru utk yg jahat dampaknya. Waspada tentu wajar, namun bkn berarti selalu curiga dg perbuatan org lain. Hrs tenang ketika ingin menilai tindakan org, jgn berasumsi tanpa dasar. Biasanya saat kita tdk tenang, kita mudah dipengaruhi oleh perkataan org lain, percaya pd perasaan dan akhirnya mengikuti nasehat yg salah. Seandainya Hanun bin Nahas tdk mengikuti kata-kata para pemuka kerajaan, tdk akan bnyk tentara yg mati dlm peperangan.

Teman blm tentu bs memberi nasehat yg tepat, jd jgn langsung diterima tanpa kita pertimbangkan dg hati nurani dan pikiran tenang. Teman mgkin bs menjd musuh krna iri hati, atau dikecewakan. Jgn sampai itu terjd, selesaikan masalah secepatnya dan pulihkan hubungan shga iblis tdk pny kesempatan membuat kegaduhan yg lebih besar. Org yg dkt dg kita lebih berpotensi utk menjd org yg bnyk mempengaruhi jln pikiran kita. Dg siapa kita bergaul, kita akan saling mempengaruhi

Posted in Renungan | Comments Off on Penasehat Kita

Permintaan Yang Jahat

DI 19092018

1 Samuel 12:17

  • Bukankah sekarang musim menuai gandum? Aku akan berseru kepada TUHAN, supaya Ia memberikan guruh dan hujan. Lihatlah dan sadarlah, bahwa besar kejahatan yang telah kamu lakukan itu di mata TUHAN dengan meminta raja bagimu.”

Tentu boleh mengajukan permohonan atau permintaan pd Tuhan, tp jgnlah minta yg jahat kpd Tuhan. Logikanya, beranikah kita minta yg jahat pd Tuhan?

Kisah ini ttg pamitnya Samuel sbg seorg nabi dan hakim pd zaman itu dr bangsa Israel, diadakanlah semacam evaluasi dan perhitungan, didapati Samuel ‘bersih’ dr sgla macam penyimpangan jabatan. Satu hal yg disinggung adalah permintaan bangsa Israel ttg seorg raja sbg pemimpin mrka. Apa yg jahat dr permintaan ini? Kita lihat latar blkgnya.

Pertama, sbnarnya Tuhan sndri memposisikan diri-Nya sbg ‘raja’ atas Israel (ay 12). Meminta seorg raja berarti meminta pengganti Tuhan utk berkuasa atas hidup mrka. Jelas ini sangat menista Tuhan.

Kedua, permintaan akan seorg raja ternyata dilatar blkgi ketakutan krna Nahas raja bani Amon dtg menyerang (ay 12). Ketakutan krna mrka ragu Samuel mampu memimpin mrka utk berperang melawan bani Amon. Keragu-raguan akan membw kita pd ketakutan dan kekuatiran shga kita tdk lg berpikir jernih dan mengikuti jln pikiran kita sndri.

Ketiga, mrka meminta raja krna ingin meniru bangsa lain di sekitar mrka (1 Samuel 8:5). Ingin menjd spt yg lain bs mendorong kita meminta pd Tuhan sesuatu yg sekedar ‘nafsu’, bkn sebuah kebutuhan. Tuhan sdh menentukan jenis pemerintahan atas Israel, tp bangsa Israel justru ingin mengganti sistem pemerintahan Tuhan dg meminta seorg raja memerintah atas mrka. Tuhan pny rencana atas setiap kita, jgn kita ganti dg rencana kita sndri. Akibatnya kita tdk pernah sampai pd situasi yg Tuhan inginkan terjd dlm hidup kita. Kita malah bs masuk dlm masalah demi masalah yg sbnarnya tdk perlu dtg dlm hidup kita.

Mintalah pd Tuhan apa yg sesuai dg kehendak-Nya, ikuti saja rencana-Nya

Posted in Renungan | Comments Off on Permintaan Yang Jahat

Tuhan Membalas

DI 18092018

Hakim-hakim 1:7

  • Kata Adoni-Bezek: “Ada tujuh puluh raja dengan terpotong ibu jari tangan dan kakinya memungut sisa-sisa makanan di bawah mejaku; sesuai dengan yang kulakukan itu, demikianlah dibalaskan Tuhan kepadaku.” Kemudian ia dibawa ke Yerusalem dan mati di sana.

Adoni-Bezek bknlah org Israel yg menyembah TUHAN, tp dlm kalimat ucapannya dlm ayat ini dia mengakui kedaulatan Tuhan dlm hidupnya, spt yg kita bc dr ayat di atas.

Sering kita berpikir bhw Tuhan hanya berdaulat atas org Israel dan org Kristen saja, pdhal Dia berkuasa atas semua org dan semua bangsa, bahkan org-org yg tdk mengakui Dia sbg Tuhan. Jd hukum Tuhan ada yg sifatnya universal atau umum, ada yg sifatnya khusus utk umat-Nya saja. Salah satu yg sifatnya umum adalah ttg tabur tuai.

Bgmna Adoni-Bezek memperlakukan 70 raja yg dia taklukkan, bgtu jg akhirnya dia ditaklukkan dan diperlakukan sama spt yg dia lakukan, ini yg hrs kita pahami. Yg kita lakukan terhadap si A, mgkin A tdk sanggup membalas, tp Tuhan memakai si C utk membalaskannya utk kita. Jgn kita memperlakukan org semena-mena, krna suatu saat hal yg sama Tuhan balaskan kpd kita.

Taburlah yg baik, maka kita akan menuai yg baik. Sekalipun bkn kita yg menuainya, tp anak cucu kitalah yg menikmati hasil taburan kita. Jgn pernah berhenti menabur kebaikan, sekalipun org tdk membalasnya, tp Tuhan membalasnya utk kita. Dia bs pakai siapa saja utk memberkati kita, menolong kita, melindungi kita, dsbnya. Jgn berlaku jahat krna nantinya yg jahat itu berbalik kita yg mengalaminya.

Sadarlah sblum berbuat sesuatu, jgn bertindak sekedar mengikuti emosi atau perasaan semata. Pahami dan mengerti apa yg kita lakukan, baik atau buruk dampaknya baik terhadap org lain maupun diri kita sndri. Jgn ceroboh dan merasa berkuasa lebih dr org lain. Sekalipun Tuhan di pihak kita, bkn berarti Dia tdk mengawasi apa yg kita buat. Hidup takut akan Tuhan merupakan dasar utk kita menjalani hidup ini. Tabur yg baik

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Membalas

Kepantasan Dari Tuhan

DI 17092018

1 Samuel 25:42

  • Kemudian berkemaslah Abigail dengan segera; ia menunggang keledainya, dengan diiringi lima orang pelayan perempuan. Ia mengikuti suruhan Daud itu dan menjadi isteri Daud.

Menarik sekali kalau kita belajar dr kisah hidup Abigail, seorg wanita yg disebut berparas cantik dan pny kemampuan pengertian yg baik, tp bersuamikan Nabal, seorg yg kasar dan perbuatannya jahat. Sptnya pasangan yg tdk sepadan, atau mgkin krna dg kekayaannya, Nabal berhasil memperistri Abigail.

Kisah dlm pasal ini berakhir dg terbunuhnya Nabal akibat serangan jantung dan ‘dipukul’ Tuhan (ay 37-38). Kemudian Abigail diperistri oleh Daud, keduanya sangat serasi, prianya org pilihan Tuhan, taat aturan, dikasihi Tuhan, yg wanita org yg cantik dan berhikmat. Mgkin kita berpikir, knpa tdk langsung saja Abigail ktmu Daud, mengapa hrs menikah dulu dg Nabal?

Pertanyaan yg mirip dg itu mgkin bnyk yg ditanyakan oleh bnyk org: “Knpa hrs diproses bgtu susah baru akhirnya diberkati Tuhan? Mengapa hrs ada penderitaan, kesulitan bahkan kesesakan? Kenapa hrs lewat masa kelam, miskin, tdk berdaya?”

Jwbannya cuma 1 yaitu semua adalah ketentuan Tuhan. Matinya Nabal sdkit bnyk ada campur tgn Tuhan, bkn sekedar Nabal sangat terkejut dg apa yg istrinya ceritakan ttg Daud. Jika Tuhan tdk menghendaki Daud mengambil Abigail, pasti Dia bcra.

Kualitas diri yg dimiliki Abigail mempesona Daud. Bkn cm krna cantiknya, tp hikmat yg dimilikinya itu membuat Daud tertarik krna sbg seorg raja pd saatnya nanti memerlukan pendamping yg berhikmat. Ini mengajar kita bkn cuma tampil bagus bagian ‘luar’ kita, tp jg yg di ‘dalam’ kita hrs lebih berkualitas. Ramah saja tdk cukup, hrs tulus dan bs membaca situasi. Pintar saja tdk cukup, tp hrs bs mengatur strategi dan melihat peluang yg ada hingga terjd terobosan dan mendpt solusi dr masalah yg ada. Mgkin kita skrg di posisi yg kurang baik, tp emas tetaplah emas, sekalipun dlm lumpur. Emas akhirnya di tempat mulia.

Posted in Renungan | Comments Off on Kepantasan Dari Tuhan

Diragukan Orang

DI 15092018

1 Samuel 11:12

  • Lalu berkatalah bangsa itu kepada Samuel: “Siapakah yang telah berkata: Masakan Saul menjadi raja atas kita? Serahkanlah orang-orang itu, supaya kami membunuhnya.”

Saul dipilih Tuhan utk menjd raja pertama bagi bangsa Israel, namun pd kenyataannya tdk semua org Israel mau tunduk pd Saul dan meragukan kemampuannya utk pantas menjd seorg raja. Namun dlm peristiwa ini ketika bangsa Israel mengalahkan org Amon, Saul membuktikan dirinya pantas menjd seorg raja.

Sebagian dari kita adalah pilihan Tuhan utk posisi tertentu dlm komunitas di mana kita hidup. Mgkin kita akan dipromosikan naik jabatan di kantor tempat kita bekerja, mgkin kita ingin diperluas dlm bisnis kita oleh Tuhan, mgkin kita ingin dipromosikan menjd koordinator dlm bidang plynan, dsbnya, selalu akan kita temui org-org yg meragukan kemampuan kita, apakah krna mrka iri dan ingin menakut-nakuti kita, atau oleh sebab yg lain. Bbrpa org memang dipromosikan krna dianggap setia mengerjakan tugas yg sblumnya walau scra kemampuan tdklah bgtu luar biasa.

Apa yg membuat Saul akhirnya diakui pantas menjd raja atas bangsa Israel? Ini terjd ketika Roh Tuhan hinggap atasnya shga Saul berani dan bs memimpin pasukan dg baik dan berhasil mengalahkan musuh (ay 6). Jd Tuhanlah yg mrmbantu Saul utk berhasil dan membebaskan org Israel dr kekalahan. Inilah yg hrs kita sadari bhw Tuhan menyertai org-org pilihan-Nya ketika mrka menjalankan perannya sesuai ketentuan Tuhan. Tuhan yg memampukan, bkn krna kemampuan kita sndri. Jgn kita terpancing emosi lalu berusaha menyakinkan org lain, itu cara yg sia-sia. Serahkan semua pd Tuhan dan biarkan pembelaan Tuhan yg bekerja atas kita.

Tetap rendah hati setelah Tuhan membela kita, jgn kita balas dendam. Tunjukkan bhw memang kita berkualitas, pny integritas dan rendah hati. Tunjukkan semangat kita utk melayani sesama melalui profesi yg kita jalani. Kesombongan justru akan membuat kita kehilangan perkenanan Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Diragukan Orang

Semuanya Komplit

DI 14092018

Yosua 2:11

  • Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHANmu, ialah Tuhan di langit di atas dan di bumi di bawah.

Salah satu perbedaan Tuhan yg disembah org Kristen dg tuhan yg disembah dlm agama lain adalah bhw Tuhan kita itu ‘komplit’, artinya tdk terbatas kuasa-Nya.

Dlm kepercayaan lain, dikenal dewa dewi yg batas kekuasaannya sangat terbatas, misalnya ada yg cuma menguasai keuangan saja, kesuburan saja, berkuasa di langit saja, dsbnya. Ini yg mengakibatkan dlm kepercayaan lainnya menyembah bnyk tuhan atau dewa dewi.

Tuhan kita itu penguasa dlm segalanya bahkan Dialah Tuhan semesta alam, bahkan lebih lagi, Dia itu Tuhan atas bumi dan surga. Jd cukup dtg pd Tuhan saja utk minta pertolongan apapun, tdk spt org lain yg dtg ke tuhannya sesuai batas wewenangnya. Tuhan kita itu luar biasa dan tdk pernah Dia gagal dlm menolong umat-Nya. Inilah alasan tdk ada gunanya dtg meminta pertolongan selain Tuhan krna segala kuasa tunduk di bawah kuasa Tuhan Yesus Kristus.

Mengapa bnyk org Kristen yg masih dtg ke paranormal atau bahkan meminta bantuan tuhan yg lain? Ini terjd krna mrka tdk mengenal Tuhan scra benar. Bnyk yg tdk sabar menunggu dtgnya pertolongan Tuhan. Ingin cepat selesai tp sesungguhnya mrka kena jerat si jahat.

Kesaksian dr seorg wanita mantan calon ‘pengantin wanita’ Lucifer dan sblumnya terlibat okultisme, mengatakan bhw org sakit yg dtg minta kesembuhan darinya memang sembuh, tp sbnarnya penyakitnya tdk hilang, tp cuma berpindah tempat bagian tubuh yg lain, suatu saat bagian tubuh itu akan muncul penyakit. Kalau Tuhan yg sembuhkan, Dia lenyapkan penyakit kita, tdk cuma dipindahkan. Itulah kuasa Tuhan yg benar, tdk menyusahkan umat-Nya di masa depan.

Belajarlah percaya pd Tuhan secara utuh, jgn cuma senang dengar kesaksian org lain, tp alami sndri kuasa Tuhan dan saksikanlah itu utk kemuliaan nama Tuhan. Iman itu tdk bs ‘nebeng’ iman org lain

Posted in Renungan | Comments Off on Semuanya Komplit

Usia dan Kepantasan

DI 13092018

Bilangan 1:3 KJV
From twenty years old and upward, all that are able to go forth to war in Israel: thou and Aaron shall number them by their armies.

  • Dari usia 20 tahun dan ke atas, yang mampu untuk pergi ke peperangan di Israel, kamu dan Harun akan menghitung mereka oleh pasukan mereka.

Suatu saat setelah bangsa Israel keluar dr Mesir, Tuhan berfirman pd Musa agar dia dan Harun menghitung jumlah org Israel yg berumur 20 tahun ke atas, dan ternyata bkn cuma umurnya, tp mrka yg mampu pergi ke peperangan nantinya.

Kita bs temui bhw dlm batas usia tertentu, dituntut sebuah kepantasan tertentu. Misalnya, anak yg sdh melewati usia balita, sepantasnya tdk ngompol lg atau ngempeng di mulutnya. Pd usia remaja, anak perempuan sepantasnya bs dilibatkan dlm mengurus kebersihan rumah, mulai diajari masak, dsbnya. Bagi anak laki-laki remaja, mulai bs diperbantukan utk membantu ayahnya, misalnya membantu di sawah jika ayahnya adalah seorg petani, membantu pekerjaan dlm batasan tertentu, dsbnya. Demikian jg pd tingkatan usia berikutnya, ada kepantasan yg hrsnya mulai dilakukan si anak.

Brpa usia ‘kerohanian’ kita? Sdh brpa lama ikut Tuhan? Harusnya kita sdh bs melakukan ini dan itu sesuai tuntutan Tuhan. Kalau 3 tahun jd Kristen tp blm bs memimpin doa di dpn umum, kira-kira pantas tdk? Kalau 5 tahun jd Kristen tp blm selesai bc Alkitab 1x saja, pantas atau tdk? Apalg kalau sdh 10 tahun ikut Tuhan, msh blm berani bersaksi ttg Tuhan, pantas atau tdk?

Renungkan, usia kita mengikut Tuhan sdh brpa lama, apa yg seharusnya sdh bs kita lakukan utk Tuhan? Jgn kira Tuhan senang kita trs jd ‘bayi atau balita’ dlm kerohanian kita. Kita dituntut makin dewasa rohani, makin mengenal Tuhan lebih lagi, iman kita hrsnya makin besar dan kuat, tdk cengeng dan bersungut-sungut, dsbnya. Jika ternyata pertumbuhan rohani kita tdk seimbang dg sekian tahun kita menjd Kristen, berarti ada sesuatu yg salah dg pertumbuhan rohani kita. Apa penyebabnya?

Posted in Renungan | Comments Off on Usia dan Kepantasan