Hal Yang di Atas

DI 30062018

Kolose 3:2 KJV
Set your affection on things above, not on things on the earth.

  • Letakkan kasih sayangmu pada hal-hal di atas, tidak pada hal-hal di atas bumi.

Kata ‘set your affection’ dlm bahasa aslinya adalah ‘phroneō’ yg berarti melatih pikiran, juga peduli akan sesuatu. Apa maksud dr rasul Paulus memberikan nasehat ini utk jemaat di Kolose?

Penginjilan saat itu mengalami bnyk hambatan, di tempat di mana budaya Yunani sangat dominan, maka penginjilan akan berhadapan dg budaya dan kepercayaan mrka pd benda-benda spt patung, serta dongeng-dongeng ttg dewa dewi serta apa yg terjd di dunia mnrut versi kepercayaan mrka. Bnyk org bertobat tp blm lepas dr cara berpikir dr budaya dan kepercayaan mrka sblumnya.

Kalau zaman skrg, masih ada org Kristen yg ‘pikirannya’ blm scra Kristen. Contohnya jika ada seorg hamba Tuhan yg punya karunia kesembuhan, mujizat dan bernubuat, ada saja org Kristen yg menganggap mrka sbg ‘org sakti’, scra pengertian malah hamba Tuhan itu dianggap mirip dukun atau paranormal, tentu saja spya tdk dikritik, dikasih label ‘rohani’ di belakang julukannya. Pdhal Tuhan yg mengerjakan kesembuhan dan mujizat, tp mrka memandang hamba Tuhan itu sbg org yg berkelebihan khusus alias sakti.

Budaya dan tradisi tentu saja ada yg tdk berlawanan dg kebenaran Firman Tuhan, silahkan dilakukan, tapi ada jg yg bertentangan dg kebenaran Firman Tuhan, tentu saja kita tdk boleh melakukannya. Menganggap suatu benda memiliki ‘isi’ di dlmnya meskipun bentuknya adalah simbol-simbol Kristen spt salib, lukisan Yesus, bahkan buku Alkitab, itu adalah cara berpikir mnrut kepercayaan lain. Alkitab dan salib bknlah alat pengusir roh jahat, tdk boleh dikeramatkan apalagi dijadikan jimat.

Latihlah pikiran kita utk memikirkan hal-hal yg di atas, bkn yg di bumi. Yg ada di bumi adalah pengetahuan, tp yg di atas adalah hikmat. Latihlah pikiran spya bs selaras dg hikmat yg dr Tuhan. Hikmat kadang tdk sama dg jalan pikiran kita

Posted in Renungan | Comments Off on Hal Yang di Atas

Kesombongan Pemimpin

DI 29062018

2 Tawarikh 12:1 KJV
And it came to pass, when Rehoboam had established the kingdom, and had strengthened himself, he forsook the law of the LORD, and all Israel with him.

  • Dan terjadilah, ketika Rehabeam telah mengokohkan kerajaan, dan memperkuat dirinya sendiri, dia mengabaikan hukum Tuhan, dan seluruh Israel bersama dia.

Ketika seseorg memegang kekuasaan dan mendpt dukungan bnyk org, maka dia menilai dirinya sndri sbg seseorg yg memang pantas menjd pemimpin krna dia hebat. Rehabeam merasa didukung rakyat dan kerajaannya kokoh, segala sesuatunya baik, dia memilih meninggalkan dan mengabaikan hukum Tuhan.

Kita mgkin mirip spt Rehabeam, ketika kita sukses, memegang kuasa dan semua dlm keadaan baik, tanpa kita sadari kita mulai menciptakan aturan sndri dan tdk lg berpedoman pd Firman Tuhan.

Waktu susah, hr Minggu pasti ke gereja, sdh diberkati Tuhan malah hr Minggu jarang ke gereja. Waktu sakit berdoa minta Tuhan sembuhkan, sdh sembuh malah melakukan hal-hal yg sia-sia dan mendukakan hati Tuhan.

Kesombongan adalah kebanggaan yg super berlebihan. Menikmati hasil dr kerja keras tentu itu hak kita, namun jgn melupakan bhw Tuhan punya andil di dlmnya. Kesombongan membuat kita meninggikan diri setinggi-tingginya shga org lain terlihat tdk berarti apapun bagi kita. Sampai pd suatu saat kita berpikir bhw tanpa Tuhan kita jg bisa.

Ketika Tuhan melihat adanya kesombongan, maka Dia mulai menghakimi, mengubah situasi baik menjd tdk baik. Sampai suatu saat org itu sadar, menyesal dan bertobat serta merendahkan diri, murka-Nya menjd surut dan Dia kembali memulihkan semuanya. Kita hrs merendahkan diri setiap saat di hadapan Tuhan, memberikan posisi yg pantas bagi Tuhan, jgn menyangkali perbuatan-Nya dlm hidup kita. Tak ada org yg bs sukses hanya krna dirinya sndri.

Hukum Tuhan membw kesejahteraan, keamanan dan keberhasilan dlm hidup kita, jgn menyimpang dr itu, jgn kehilangan perkenanan Tuhan dlm hidup kita

Posted in Renungan | Comments Off on Kesombongan Pemimpin

Nabi Yang Berbohong

DI 28062018

1 Raja-raja 13:18

  • Lalu jawabnya kepadanya: “Aku pun seorang nabi juga seperti engkau, dan atas perintah TUHAN seorang malaikat telah berkata kepadaku: Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air.” Tetapi ia berbohong kepadanya.

Nabi jg manusia, artinya punya kekuatan dan kelemahan. Dlm kisah ini ada seorg nabi yg sdh tua sangat tertarik dg seorg nabi lain yg diperintah Tuhan utk menyampaikan pesan pd Raja Yerobeam, yg difirmankan Tuhan itu terjd. Spya si nabi muda ini mau mampir ke rumahnya, nabi tua ini berbohong mengatas namakan Tuhan.

Modus kejahatan rohani spt ini masih bnyk ditemui di zaman skrg, terutama mrka yg bergerak dlm profesi kenabian: oknum pendoa syafaat, pengkhotbah dg karunia bernubuat, dsbnya. Bkn berarti semua mrka melakukannya, tp oknum personal saja. Caranya dg mengatas namakan Tuhan, biasanya mrka bilang begini : “Saya dapat dari Tuhan ….” atau “Tuhan bicara pada saya ….” padahal Tuhan tdk menyuruh mrka menyampaikan pesan apapun. Persis spt kisah nabi dlm ayat ini, merekayasa demi kepentingan dan keuntungan pribadi.

Uang dan kehormatan serta ketenaran menjd faktor pendorong oknum spt itu melakukan kebohongan. Mgkin awal mrka melayani memang tulus, melayani dg hati dan tdk mengharapkan pemberian apapun, namun sedikit demi sedikit mrka akhirnya menikmati fasilitas dan kenyamanan yg diberikan. Org dg karunia kenabian memang akan berakibat dia dikenal bnyk org krna org menganggap mrka sbg org yg dekat Tuhan, bs tahu masa lalu dan yg sdg terjd, bahkan nubuatannyapun tepat. Karunia dr Tuhan tdk boleh dipakai sembarangan apalg dijadikan alat pencari uang dan ketenaran. Hukuman Tuhan sdh menanti mrka.

Kesalahan kedua nabi tua ini adalah membuat nabi muda itu melanggar perintah Tuhan, yg berakhir dg kematiannya. Kalau seseorg sdh berkomitmen taat pd perintah Tuhan, jgn kita simpangkan dg berkata bohong mengatas namakan Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Nabi Yang Berbohong

Korban Yang Hidup

DI 26062018

Roma 12:1 KJV
I beseech you therefore, brethren, by the mercies of God, that ye present your bodies a living sacrifice, holy, acceptable unto God, which is your reasonable service.

  • Karena itu aku memohon, saudaraku, oleh belas kasihan Tuhan, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebuah korban yang hidup, kudus, berkenan pada Tuhan, yang adalah ibadahmu yang layak.

Ibadah bangsa Israel tdk lepas dr yg kita kenal dg berkorban atau mempersembahkan korban karena sangat dilarang Tuhan utk dtg menghadap Tuhan dg tangan hampa atau tdk membawa korban persembahan. Kaya atau miskin, bkn alasan tdk membawa korban pd Tuhan krna Dia atur jenis-jenis persembahan, bagi yg mampu hrs bawa apa dan yg miskin hrs bawa apa (Ulangan 16:16).

Ibadah Kristiani tentu tdk lg mengacu pd aturan dlm hukum Taurat, krna memang hukum Taurat hanya utk kalangan bangsa Israel saja, mrka butuh aturan setelah sekian ratus tahun hidup menurut aturan di Mesir, setelah keluar dr Mesir, Tuhan melalui Musa memberikan hukum Taurat bagi bangsa Israel. Zaman skrg tdk lg membw persembahan dlm wujud hewan atau makanan, fungsi kerasulan dan keimaman dipegang oleh para rohaniwan dan para hamba Tuhan. Namun rasul Paulus mengingatkan utk kita mempersembahkan tubuh kita sbg korban yg hidup.

Hewan yg dikorbankan hrs tdk boleh cacat dan hrs sesuai dg aturan yg Tuhan telah tetapkan. Korban hewan pd akhirnya berakhir pd penyembelihan dan kematian, darahnya digunakan utk penyucian. Dlm darah ada nyawa, berarti Tuhan ingin nyawa kita dikorbankan utk Tuhan, inilah yg dialami para martir krna nama Yesus dan Injil. Bgmna kita merawat dan menggunakan tubuh kita hrslah sesuai dg aturan yg telah Tuhan tetapkan. Ini makna dr mempersembahkan tubuh kita sbg korban yg hidup.

Tdk boleh membw korban hewan yg telah mati, ini mengandung makna Tuhanlah pemilik kehidupan segala ciptaan-Nya, hewan korban disembelih di hadapan Tuhan sbg tanda bhw Tuhan yg mengambil kembali hidup

Posted in Renungan | Comments Off on Korban Yang Hidup

Cara Memandang

DI 25062018

Amsal 4:25 KJV
Let thine eyes look right on, and let thine eyelids look straight before thee

  • Biarlah matamu melihat tepat ke depan, dan biarlah kelopak matamu melihat lurus yang di hadapanmu

Mata kita diciptakan Tuhan untuk mampu melihat apa yg dekat dan yg jauh sebatas mata dpt menjangkaunya. Namun bgmna kita menjalani hidup ini sdkit bnyk dipengaruhi oleh bgmna kita menggunakan mata kita.

Tentu saja mata berkaitan dg medis, mata bs mengalami gangguan dan penurunan daya lihatnya, bahkan bs mengalami penyakit spt katarak mata. Itu scra medis, bgmna dg hubungan mata dg kehidupan kita? Pertama, penulis amsal ini menasehati kita agar melihat dg tepat ke depan. Ini bcra ttg arah hidup kita. Kalau ingin melihat apa yg ada di belakang, maka kita memutar arah tubuh kita ke belakang spya mata kita bs melihatnya. Artinya ada pembelokan arah.

Mata kita seharusnya tertuju pd Tuhan, namun seringkali bnyk org tdk memandang lurus pd Tuhan, tetapi melirik kiri dan kanan. Melirik ke kiri atau kanan membuat mata kita kehilangan penglihatan yg jelas ttg apa yg ada tepat di depan kita. Apa yg di kiri atau kanan kita bs berupa : harta, hobby, berhala, kenikmatan dunia, persahabatan, tawaran iblis, dsbnya. Spya mudah mengerti, kita ibaratkan spt seorg pelari yg sdg berlomba, matanya hrs fokus ke dpn, tak peduli penonton mengejek atau berteriak apapun jg, tujuannya adalah memenangkan pertandingan dan masuk finish. Jika dia menanggapi teriakan penonton, dia pasti kalah krna pelari lain sdh pasti akan memenangi pertandingan itu.

Kedua, melihat lurus ke apa yg ada di depan kita. Melihat lurus ke depan membuat kelopak mata kita bs santai dan fokus. Dlm hidup ini kita sangat perlu mata yg ‘santai’ atau kita sebut saja ‘ketenangan’ dlm menghadapi situasi yg ada. Stress dan depresi akan membuat mata kita lelah dan takut utk melihat kenyataan, tdk berani membuka mata. Kalau mata kita tertuju pd Tuhan, maka sbnarnya Tuhan ada di depan kita

Posted in Renungan | Comments Off on Cara Memandang

Kasih Yang Menetap

DI 23062018

1 Yohanes 3:17 KJV
But whoso hath this world’s good, and seeth his brother have need, and shutteth up his bowels of compassion from him, how dwelleth the love of God in him?

  • Tetapi siapa yang memiliki yang baik dari dunia ini, dan melihat saudaranya mempunyai kebutuhan, dan menutup perasaan iba dan kasihan dari dia, bagaimana kasih Tuhan berdiam dalam dia?

Tdk cukup menjaga kasih Tuhan menetap dlm hati kita hanya dg mengasihi Tuhan saja: berdoa, beribadah, hidup kudus, dsbnya. Ternyata dlm ayat ini kita jg diperingatkan bhw mengasihi itu jg diperhadapkan dg kebutuhan sesama kita.

Minggu lalu saya mengalami sakit yg cukup mengganggu, badan saya lemas dan sulit bcra. Saya menulis sebuah status di media sosial yg saya gunakan dan bbrpa teman dg tulus hati dtg membesuk dg membw apa yg memang jd kebutuhan saya. Itulah praktek kasih, tdk mengabaikan kebutuhan org lain yg dpt kita tolong utk dipenuhi.

Cukupkah dg hanya mengucapkan ‘GWS atau get well soon’? Bukannya menghakimi, kadang cuma basa basi saja, apakah dilanjuti dg mendoakan org yg sedang butuh itu? Blm tentu, biasanya kita berpikir cukup ucapkan dan selesai. Kasih itu hrs bisa dilihat tindakan kasihnya dan dirasakan dampak dr tindakan kasih itu. Kecuali memang ada di lokasi yg jauh atau ada hambatan lainnya, tentu bs dimaklumi.

Jika kita memiliki yg baik dr dunia ini : harta, fasilitas, jabatan, dsbnya yg bs menolong org yg sdg dlm kebutuhan, bantulah sesuai kapasitas yg kita dpt lakukan. Berdiam tapi sdh tahu, itu jahat di mata Tuhan, akibatnya adalah kasih Tuhan tdk lg menetap dlm diri kita. Kalau kita kehilangan kasih Tuhan, kita hidup dlm ketdk seimbangan, kita kadang terlihat baik, kadang terlihat jahat. Kadang ramah, kadang kejam. Kalau tdk ada kasih Tuhan dlm kita, bgmna kita bs bersaksi ttg Tuhan? Org lain tdk melihat Tuhan melalui hidup kita.

Jgn pandang sesama kita sbg sebuah beban, suatu saat mgkin dia yg akan menolong kita

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih Yang Menetap

Jangan Menularkan Yang Buruk

DI 22062018

Ulangan 20:8

  • Lagi para pengatur pasukan itu harus berbicara kepada tentara demikian: Siapa takut dan lemah hati? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya hati saudara-saudaranya jangan tawar seperti hatinya.

Dlm peperangan yg menjd fokus bersama adalah bgmna mencapai kemenangan, tdk menjd pihak yg kalah, sehebat apapun musuh yg ada, tetap berjuang utk menang. Artinya semua hrs berpikir ttg kemenangan, bukan kekalahan.

Tdk semua org punya mental pemenang, ada jg yg pny karakter pesimis, blm berusaha sdh berpikir pasti gagal, blm berperang tp merasa sdh kalah. Dlm ayat ini mrka yg takut dan tawar hati diminta utk pulang saja ke rumah, drpd nantinya bcra sembarangan dan ‘menularkan’ ketakutan dan tawar hatinya pd tentara lainnya. Ini pernah terjd ketika 12 pengintai kembali memberi laporan ttg tanah perjanjian, 10 org menceritakan hal yg mengecilkan hati dan seluruh bangsa Israel terpengaruh (Bilangan 13).

Mengerikan bahwa ketakutan dan tawar hati itu bs ditularkan pd kelompok org yg ada di dlmnya, itulah dampak dahsyat dr perkataan yg diucapkan, perkataan bs mengubah keadaan, bs jg mempengaruhi jalan pikiran org yg mendengarnya, apalg disertai dg ekspresi yg dibuat-buat scra berlebihan. Dlm sebuah team, hrs sehati dan satu pikiran, tdk boleh ada pikiran lain selain menjd sesuai tujuan yg telah disepakati.

Hati-hati dg apa yg kita ucapkan, sangat mgkin org lain terpengaruh, apalg jika kita adalah org yg dihormati dan disegani. Jgn tularkan perasaan yg negatif, tp justru hrs menularkan semangat, kegembiraan dan sukacita di dlm Tuhan. Buang keraguan, ketakutan dan tawar hati, itu semua menjd hambatan kita utk maju dan berdampak bagi lingkungan. Jgn pesimis tp optimis krna ada penyertaan Tuhan di dlm hidup kita. Kalau Tuhan sdh menyertai kita sampai hari ini, Dia pasti sertai kita sampai akhir. Tuhan tdk setengah-setengah dlm bekerja, dan Dia tdk pernah gagal. Berjuanglah sampai menang

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Menularkan Yang Buruk

Pengaturan Yang Baik

DI 21062018

2 Tawarikh 19:11 KJV
And, behold, Amariah the chief priest is over you in all matters of the LORD; and Zebadiah the son of Ishmael, the ruler of the house of Judah, for all the king’s matters: also the Levites shall be officers before you. Deal courageously, and the LORD shall be with the good.

  • Dan, perhatikan, Amarya kepala imam-imam akan berkuasa atasmu mengenai perkara-perkara tentang Tuhan, dan Zebaja anak Ismael, penguasa Yehuda, untuk perkara-perkara mengenai raja-raja: juga para Lewi akan menjadi pejabat-pejabat di hadapanmu. Lakukan dengan keteguhan hati, dan Tuhan akan menyertai yang baik.

Raja Yosafat paham bhw urusan kerohanian dan kerajaan itu perlu ditangani dg baik. Mgkin sebagian org menilai bukankah bagus kalau Undang-Undang sebuah bangsa dilhami dari Firman Tuhan? Mengapa dipisah?

Kita ini manusia, ada roh, jiwa dan tubuh. Masing-masing punya dunianya sndri, artinya ada aturan-aturan, pengetahuan, dan disiplin yg hrs dilakukan. Tdk mgkin jika kita ingin punya tubuh kuat cuma mengandalkan doa saja, hrs olahraga dan menerapkan pola hidup sehat. Tdk cukup punya fisik kuat untuk berjuang hidup, pikiran hrs diaktifkan dan mental hrs kuat. Jadi memang hrs dipisah dlm urusan masing-masing, tetapi perlu diseimbangkan.

Urusan kerohanian tentu wajib diperhatikan dg baik, bgmna kita membangun hubungan dg Tuhan setiap hari. Bgmna kita mengetahui dan memahami serta melakukan Firman Tuhan dalam hidup keseharian kita. Rohani yg kuat dan sehat tentu akan menopang kita dlm menjalani hidup, di saat masalah dtg, kita tetap bs tenang, tdk takut dan gentar, krna percaya ada penyertaan Tuhan dlm hidup kita.

Demikian jg dg bgmna cara kita membangun hubungan baik dg sesama, sederhananya adalah ttg bgmna kita bermasyarakat dlm bangsa yg penuh dg keberagaman. Bgmna kita hidup berdampingan dg sdr seiman, dan jg dg sesama warga negara. Tentu itu ada aturan dan batasan yg hrs kita pahami sepenuhnya. Semua penting

Posted in Renungan | Comments Off on Pengaturan Yang Baik

Kuat dan Keteguhan Hati

DI 20062018

Yosua 1:9 KJV
Have not I commanded thee? Be strong and of a good courage; be not afraid, neither be thou dismayed: for the LORD thy God is with thee whithersoever thou goest.

  • Bukankah Aku telah perintahkan kamu? Jadilah kuat dan teguh hatimu, jangan takut, juga kaget: karena Tuhanmu menyertaimu kemanapun engkau pergi.

Terjemahan ‘kuatkan dan teguhkanlah hatimu’ memang kurang tepat, seakan-akan semua cuma urusan hati, tp dlm ayat ini bukan cuma soal hati saja, tp fisik dan mental.

Pesan Tuhan utk Yosua sblm menduduki Tanah Perjanjian adalah ‘jadilah kuat’. Dalam bahasa aslinya yaitu ‘châzaq’ mengandung arti jadilah kuat, hebat, berbobot dan menang. Tentu spya bs menang menaklukkan bangsa-bangsa di Kanaan perlu fisik yg kuat, perlu mental pemenang dan jg ditakuti musuh. Ini bkn peperangan rohani saja, tp jg peperangan fisik yg nyata, tdk cukup dg doa, tp berjuang dlm kenyataan.

Kemudian memiliki keteguhan hati, dlm bahasa aslinya adalah ‘âmats’ yg berarti menjd waspada, berani, gagah, menstabilkan. Sbg pemimpin hrs berani dan tdk mudah menyerah melihat situasi apapun yg sdg terjd, mental pemimpin adalah ‘roh’ bagi pasukan yg dipimpinnya. Pemimpin hrs punya kewaspadaan shga tdk bs ditipu dan memutuskan sesuatu yg salah. Yosua pernah kecolongan oleh akal org-org Gibeon shga Yosua tdk bs membinasakan mrka (Yosua 9).

Perintah selanjutnya adalah spya Yosua jgn kaget dg kenyataan yg ada. Adanya penyertaan Tuhan bkn berarti semuanya mudah, lancar, tdk ada hambatan yg berarti. Kalau sampai Tuhan hrs menyertai berarti ada hal yg di luar batas kemampuan manusia utk melakukannya. Misalnya, jika sampai Kapolri turun tangan langsung atas sebuah kejadian, berarti level kejadian itu luar biasa, kalau cuma kejadian biasa saja, cukup level Kapolres setempat yg menangani. Kalau Tuhan menyertai kita, jgn kaget kalau yg kita hadapi bs membuat kita kaget, shock bahkan stress berat. Ini alasan mengapa kita butuh Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Kuat dan Keteguhan Hati

Kuat dan Keteguhan Hati

DI 20062018

Yosua 1:9 KJV
Have not I commanded thee? Be strong and of a good courage; be not afraid, neither be thou dismayed: for the LORD thy God is with thee whithersoever thou goest.

  • Bukankah Aku telah perintahkan kamu? Jadilah kuat dan teguh hatimu, jangan takut, juga kaget: karena Tuhanmu menyertaimu kemanapun engkau pergi.

Terjemahan ‘kuatkan dan teguhkanlah hatimu’ memang kurang tepat, seakan-akan semua cuma urusan hati, tp dlm ayat ini bukan cuma soal hati saja, tp fisik dan mental.

Pesan Tuhan utk Yosua sblm menduduki Tanah Perjanjian adalah ‘jadilah kuat’. Dalam bahasa aslinya yaitu ‘châzaq’ mengandung arti jadilah kuat, hebat, berbobot dan menang. Tentu spya bs menang menaklukkan bangsa-bangsa di Kanaan perlu fisik yg kuat, perlu mental pemenang dan jg ditakuti musuh. Ini bkn peperangan rohani saja, tp jg peperangan fisik yg nyata, tdk cukup dg doa, tp berjuang dlm kenyataan.

Kemudian memiliki keteguhan hati, dlm bahasa aslinya adalah ‘âmats’ yg berarti menjd waspada, berani, gagah, menstabilkan. Sbg pemimpin hrs berani dan tdk mudah menyerah melihat situasi apapun yg sdg terjd, mental pemimpin adalah ‘roh’ bagi pasukan yg dipimpinnya. Pemimpin hrs punya kewaspadaan shga tdk bs ditipu dan memutuskan sesuatu yg salah. Yosua pernah kecolongan oleh akal org-org Gibeon shga Yosua tdk bs membinasakan mrka (Yosua 9).

Perintah selanjutnya adalah spya Yosua jgn kaget dg kenyataan yg ada. Adanya penyertaan Tuhan bkn berarti semuanya mudah, lancar, tdk ada hambatan yg berarti. Kalau sampai Tuhan hrs menyertai berarti ada hal yg di luar batas kemampuan manusia utk melakukannya. Misalnya, jika sampai Kapolri turun tangan langsung atas sebuah kejadian, berarti level kejadian itu luar biasa, kalau cuma kejadian biasa saja, cukup level Kapolres setempat yg menangani. Kalau Tuhan menyertai kita, jgn kaget kalau yg kita hadapi bs membuat kita kaget, shock bahkan stress berat. Ini alasan mengapa kita butuh Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Kuat dan Keteguhan Hati