Apa Itu Bersyukur?

DI 20012018

1 Tesalonika 5:18 KJV
In every thing give thanks: for this is the will of God in Christ Jesus concerning you.

  • Di dalam setiap hal bersyukurlah: karena inilah kehendak Tuhan dalam Kristus Yesus mengenai kamu.

Kehendak Tuhan ternyata bkn supaya kita bersyukur dan mengeluh, tp cuma bersyukur saja, dlm keadaan yg tdk baikpun, yg ada hrs bersyukur, bkn mengeluh.

Apa itu bersyukur? Saya tdk memakai kata ‘mengucap syukur’ krna seringkali kita cuma berkata syukur tp tdk tahu apa yg kita syukuri. Ini spt org bodoh, bicara dulu baru pikir kemudian.

Dlm bhsa Ibraninya, bersyukur adalah eucharisteō yg berarti: to be grateful, to express gratitude, to say grace at a meal. Mari kita lihat satu persatu.

Grateful punya arti feeling or showing an appreciation of kindness, yaitu merasakan atau menunjukkan sebuah apresiasi/penghargaan kebaikan. Di sini bersyukur pny makna benar-benar merasakan sebuah kebaikan Tuhan, jd perasaan kita tersentuh, dan reaksinya adalah menunjukkan apresiasi kita pd Tuhan sbg wujud kita bersyukur pd Tuhan. Kita sdh menemukan kebaikan Tuhan dan menunjukkan penghargaan kita pd Tuhan. Ada alasan/dasar mengapa kita bersyukur, tdk asal bcra syukur.

To express gratitude, gratitude artinya the quality of being thankful; readiness to show appreciation for and to return kindness, kualitas menjadi bersyukur; kesiapan untuk menunjukkan apresiasi untuk dan membalas kebaikan. Jd selain telah menemukan kebaikan Tuhan dr apa yg sdg atau telah terjd, ada sebuah kesiapan utk membalas kebaikan Tuhan. Kalau bersyukur hrs disertai tindakan nyata yg mewakili keinginan kita utk membalas kebaikan Tuhan. Misalkan seseorg yg lolos dr maut, dia bersyukur lalu mengabdikan hidupnya bagi Tuhan sbg ‘balas budi’ krna Tuhan menyelamatkannya.

Kemudian to say grace at a meal, mengucapkan anugerah pd makanan, sadar bila mknan kita itu anugerah dr Tuhan. Kita bs mkn krna masih diberi kehidupan, kecukupan bahkan kelimpahan, sehat.

Posted in Renungan | Comments Off on Apa Itu Bersyukur?

Proses Membutuhkan Waktu

DI 19012018

1 Raja-raja 6:38

  • dan dalam tahun yang kesebelas, dalam bulan Bul, yaitu bulan kedelapan, selesailah rumah itu dengan segala bagian-bagiannya dan sesuai dengan segala rancangannya; jadi tujuh tahun lamanya ia mendirikan rumah itu.

Bait Suci Salomo membutuhkan 7 tahun pembangunan hingga akhirnya terealisasi dan mendpt perkenanan Tuhan. Ada pelajaran penting yg bs kita terapkan dlm hidup kita.

Sebenarnya kerinduan membangun Bait Suci ini bknlah Salomo, tp Daud, ayah Salomo, krna Daud bnyk terlibat dlm peperangan dan pembunuhan, Tuhan akhirnya memilih Salomo utk membangun Bait Suci (1 Tawarikh 28:3). Tuhan memang senang bila kita memiliki sebuah rencana yg baik, namun kitapun hrs paham bhw ada syarat-syarat yg Tuhan minta dr kita, Daud tdk memenuhi syarat mnrut Tuhan, akhirnya Tuhan memilih Salomo yg membangun Bait Suci. Pny kerinduan dan rencana saja tdk cukup, hrs penuhi syarat Tuhan.

Utk mendirikan Bait Suci yg terbaik, dibutuhkan 7 tahun pembangunannya. Utk sesuatu yg terbaik dr hidup kita utk Tuhan, perlu ada hal-hal yg setiap saat dilakukan, semua dikerjakan sesuai perencanaan, dan hrs setia. Proses membutuhkan waktu. Utk itulah kita perlu menyediakan wkt khusus bagi Tuhan.

Pengaruh perkenanan Tuhan atas Bait Suci yg dibangun, mendtgkan berkat bagi raja Salomo dan jg seluruh rakyat Israel, mrka mengalami masa keemasam di masa Daud dan Salomo memerintah. Namun Salomo gagal mempertahankan perkenanan Tuhan dlm hidupnya, akibatnya kerajaan Israel terpecah hingga akhirnya hancur dan ditaklukkan bangsa Babel. Kita hrs tetap menjaga perkenanan Tuhan sepanjang hidup kita, jika tdk maka sia-sialah semua yg kita usahakan dan rintis, akhir hidup kita justru mengalami kehancuran.

Apa yg sdg kita ‘bangun’ hari-hari ini? Biarlah itu menyenangkan hati Tuhan, jgn biarkan diri kita terlena oleh kesuksesan hingga akhirnya justru kita menjauh dr Tuhan, kompromi dg segala bentuk penyelewengan

Posted in Renungan | Comments Off on Proses Membutuhkan Waktu

Sekeluarga Diberkati Tuhan 

DI 18012018 
2 Samuel 6:11 

  • Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. 

Semua org pasti ingin diberkati, namun tahukah hal apa yg menyebabkan kita diberkati Tuhan? 
Kita hrs tahu dahulu macam-macam berkat yg Tuhan sediakan. Ada yg namanya berkat perorangan, berkat yg Tuhan sediakan khusus org perorg, jd bs saja sekian bnyk org, masing-masing berkatnya berbeda. Ada jg berkat perkelompok, misalnya berkat dlm keluarga, berkat dlm komunitas, berkat dlm usaha krna melibatkan pemilik dan pekerjanya. Berkat yg terbesar adalah berkat bagi sebuah bangsa. Berkat dlm kisah ayat ini termasuk golongan kedua yaitu berkat dlm sebuah keluarga. 
Tabut Tuhan ditaruh di rumah Obed-Edom, krna Daud merasa blm sanggup membw tabut itu ke Yerusalem. Selama 3 bulan tabut itu di sana, selama itulah Obed-Edom dan seisi rumahnya diberkati Tuhan. Tabut Tuhan adalah perwujudan kehadiran Tuhan dlm kemuliaan dan kekudusan-Nya. Zaman skrg kita mengenalnya sbg hadirat Tuhan. Di mana hadirat Tuhan ‘berdiam’, di situ berkat Tuhan diberikan. 
Apakah Tuhan ‘berdiam’ di dlm keluarga kita? Cara menilainya mudah, periksalah apakah suasana dlm keluarga kita penuh damai sejahtera atau tdk, apakah ada berkat Tuhan yg tersedia trs menerus, apakah ada perpecahan dlm keluarga atau tdk. Jika ternyata suasana dlm keluarga kita tdk baik, mulailah utk memulihkannya dg cara menghadirkan hadirat Tuhan dlm keluarga kita. Adakan mezbah doa keluarga, wkt pribadi khusus utk Tuhan, menjaga kekudusan setiap anggota keluarga, jgn biarkan iblis dan dosa masuk ke dlmnya. Ini dilakukan trs menerus, setiap hari spya hari-hari kita penuh damai sejahtera dan diberkati Tuhan. 
Kebahagiaan bkn hasil usaha kita sndri, tp Tuhanlah yg memberikan kebahagiaan itu bagi kita. Jika ingin bahagia, libatkan Tuhan dlm hidup kita, jgn andalkan kemampuan diri sndri. Upaya manusia seringkali menemui kegagalan

Posted in Renungan | Comments Off on Sekeluarga Diberkati Tuhan 

Nabi Yang Palsu

DI 17012018 


Yehezkiel 13:3 KJV 

Thus saith the Lord GOD; Woe unto the foolish prophets, that follow their own spirit, and have seen nothing! 


  • Demikianlah firman Tuhan; dukacita atas nabi-nabi bodoh, yang mengikuti roh mereka sendiri, dan telah tidak melihat apapun! 


Pergerakan keKristenan zaman ini sdh sangat beragam, dimulai munculnya Protestan, Pentakosta, Kharismatik hingga gerakan Apostolik Profetik yg cirinya begitu aktifnya karunia roh itu dlm plynan gereja. Tentu saja ini berkaitan dg karunia kenabian yg dimiliki oleh bbrpa org. 


Masihkan ada nabi di zaman ini? Sebagian kalangan mengaktifkan kembali jawatan ini, shga di dpn nama disertakan label ‘Nabi’ yg dilanjutkan dg nama org itu, tp kalangan yg lain tdk mengakui adanya jawatan nabi, tp mengakui org bs saja memiliki karunia kenabian. Ini tergantung doktrin dr masing-masing gereja, dan tdk perlu diperdebatkan. 


Karunia nabi salah satunya adalah bernubuat, yaitu menyampaikan pesan Tuhan mengenai sesuatu yg akan terjadi. Zaman dlm ayat ini terjd penyesatan posisi nabi, di mana ada org-org yg dikategorikan nabi ‘palsu’, dlm ayat ini disebut ‘nabi bodoh’. Ada nubuatan yg palsu, cirinya adalah sesuatu yg disampaikan bkn bersumber pd penglihatan dr Tuhan, dan mengikuti rohnya sndri, bkn mengikuti Roh Tuhan. Jd Tuhan tdk berpesan, tp org ini mengatakan ada pesan Tuhan. 


Zaman skrgpun bnyk tindakan penyesatan dlm hal nubuatan. Ada ‘nabi’ yg minta uang dulu baru menyampaikan nubuatan, ada yg isi nubuatannya bertentangan dg kebenaran Firman Tuhan, shga org tanpa sadar ditipu dan dimanfaatkan guna maksud tertentu. Bnyk hal lain yg terjd shga menimbulkan trauma mendalam dlm hal nubuatan. Pdhal kalau nubuatan itu bersumber dr pesan Tuhan, sangat bermanfaat bagi org yg menerimanya. 


Sbg jemaat, kita perlu membekali diri dg pengetahuan kebenaran Firman Tuhan yg memadai, minimal pny dasar utk menilai ttg ‘nabi dan nubuatannya’. Jgn sampai tertipu dan diperdaya, waspadalah 

Posted in Renungan | Comments Off on Nabi Yang Palsu

Tidak Tergesa-Gesa

DI 13012018 

Yesaya 11:3 KJV 

And shall make him of quick understanding in the fear of the LORD: and he shall not judge after the sight of his eyes, neither reprove after the hearing of his ears: 

  • Dan akan menjadikan dia dengan cepat mengerti di dalam takut akan Tuhan: dan dia tidak akan menghakimi menurut pandangan matanya, juga tidak menegur menurut pendengaran telinganya. 

Dlm berbagai kasus dlm persidangan yg sifatnya terbuka, bs dilihat langsung, kita mendapati bhw sblum mengambil keputusan, para hakim tdk hanya mendengar tuntutan jaksa ataupun pembelaan terdakwa, tp menghadirkan para saksi dlm peristiwa tsb maupun saksi ahli, tujuannya spya tdk salah mengambil keputusan. 
Spt dlm ayat ini, yg menggambarkan bgmna dr keturunan Daud akan lahir seseorg yg luar biasa, yg kemudian kita tahu bhw yg dimaksud adalah Yesus, anak Yusuf dan Maria, keturunan Daud. Dikatakan dlm ayat ini, bhw ada 3 hal dlm diri Yesus nantinya yg menjd kualitas karakter-Nya. 
Pertama, cepat mengerti segala sesuatu di dlm takut akan Tuhan. Org yg lambat mengerti dikatakan sbg org bodoh. Jd kita jgn menjd org bodoh yg lambat mengerti ttg bnyk hal, termasuk ttg hal-hal rohani. Ini bs kita peroleh di dlm kondisi takut akan Tuhan. Jd ada peningkatan kecepatan dlm memahami bnyk hal jika kita hidup takut akan Tuhan, mudahnya kita katakan dg: otak kita dibuat ‘smart’, pintar. 
Kedua, tdk menghakimi dr sekedar apa yg terlihat. Ini berarti tdk emosian, tdk buru-buru membela atau menyalahkan. Bnyk informasi yg hrs dicari utk menemukan kebenaran yg sesungguhnya. Apa yg terlihat seringkali menipu pikiran kita. Bukankah penipu seringkali berpenampilan menarik dan menyakinkan? Hati-hati dg apa yg kita lihat. 
Ketiga, tdk menegur sekedar dr apa yg kita dengar. Taktik ‘adu domba’ seringkali memunculkan berita atau info yg menyesatkan, menyudutkan pihak lain dan menggiring kita pd opini yg dianggap benar. Hrs netral dan tulus ketika ingin menegur siapapun 

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Tergesa-Gesa

Menuai Firman 

DI 16012018 


Markus 4:20 

  • Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat.” 


Bnyk org keliru memaknai ayat ini, krna terpukau dg kata 30, 60, 100 kali lipatnya, yg muncul dlm pikirannya pasti berkat materi yg berlipat, krna zaman skrg menabur selalu dikaitkan dg uang, pdhal hrs dilihat dulu konteks ayatnya. 


Benih yg ditabur dlm perumpamaan ini jelas bknlah menabur uang, benihnya adalah firman, Yesus sndri yg mengatakannya (Markus 4:14), kalau yg ditabur benih gandum, maka yg dihasilkan nanti jg gandum. Tanam mangga akan menuai buah mangga. Kalau menabur firman, jelas buah yg dihasilkan jg firman. 


Bnyk org putus asa dlm memahami firman Tuhan, baca Alkitab susah dimengerti, baca renungan panduan jg tdk bs mengerti scra keseluruhan. Masalahnya di mana? Jwbannya ada dlm ayat ini: dengar firman, terima, berakar, bertumbuh dan pd waktunya akan ‘berbuah’. 


Dengar 1 firman, terimalah dg sukacita, kemudian imani firman itu dan praktekkan, inilah proses berakar, lakukan scra trs menerus, inilah masa pertumbuhan, hingga akhirnya kita hidup dlm firman, inilah masa berbuahnya. 


1 benih firman yg berakar dan bertumbuh, akan menghasilkan 30, 60 dan 100 firman Tuhan berikutnya yg bisa kita pahami. Ini rahasianya bgmna bs semakin kita memahami firman Tuhan. Jgn mau mengerti bnyk firman dahulu sblum kita mulai mengerti 1 firman dulu. Bayangkan 30 firman yg dihasilkan, bs menghasilkan lg 30×30 yaitu 900 firman yg bs kita pahami. Tp ingat, semua butuh proses, waktu dan kesabaran kita. Tdk terjd tiba-tiba spt kita menerima pewahyuan dr Tuhan, itu hal yg berbeda. 


Jgn kehilangan gairah utk mendalami firman Tuhan, meskipun kita tdk kuliah teologia, bkn berarti kita tdk mampu memahami bnyk firman Tuhan. Blm mengerti, praktekkan saja, nanti pd akhirnya kita br mengerti 

Posted in Renungan | Comments Off on Menuai Firman 

Menjadi Baru 

DI 15012018 
2 Korintus 5:17 KJV 

Therefore if any man be in Christ, he is a new creature: old things are passed away; behold, all things are become new. 

  • Karena itu jika siapa saja menjadi ada di dalam Kristus, dia adalah ciptaan baru: hal-hal lama telah mati; lihatlah, segala sesuatu menjadi baru. 

Sekilas kita bc ayat ini kelihatannya biasa, tp renungkan, bgmna caranya sesuatu yg lama bs menjd baru? Mustahil sbnarnya. 
Sesuatu yg kita beli misalnya, meskipun kita rawat dg baik, tetap tdk bs dikatakan baru, keadaan bendanya tdk berubah, tetapi seberapa lama wkt benda itu menjd milik kita, itulah yg menyebabkan benda itu bkn benda yg baru lg, sdh benda yg lama kita miliki. 
Lalu bgmna kita memahami ayat ini? Kita ini menjd ciptaan baru dg syarat kita ada di dlm Kristus. Siapa Kristus itu? Dialah yg diutus Bapa utk menyelamatkan kita, yaitu Tuhan Yesus. Jd kalau ada yg tdk percaya Tuhan Yesus, dia ada di luar Kristus, bkn ciptaan baru. Jd kita ini ‘produk lama’ yg oleh Kristus mengalami proses diubah menjd ciptaan baru. Ciptaan pasti ada penciptanya, Tuhan mencipta kita kembali shga kita menjd ‘baru’. Pengertian baru itu bs sesuatu yg blm pernah ada sblumnya, atau sesuatu yg diproduksi di waktu skrg. Misalnya, minuman jenis A, produk br krna muncul dg merk baru dan blm pernah ada sblmnya. Minuman yg diproduksi hr ini, jg dikatakan baru, bkn produksi lama. 
Kristus mencipta kita menjd baru dg mematikan semua yg lama, spt org meninggal dikatakan ‘pass away’. Selama yg lama tdk mati dan disingkirkan, maka mustahil kita menjd ciptaan baru. Ini bkn spt anggapan bnyk org bhw setelah dibaptis air, maka dia menjd ciptaan baru. Baptisan adalah bukti dan kesaksian bhw kita percaya pd Kristus yg mengampuni dosa kita. Tp apakah otomatis menjd ‘baru’? Ternyata tdk, bnyk hal lama ternyata masih ‘hidup’ dlm diri org yg telah dibaptis. Baptisan tdk lgsg mengubah karakter buruk seseorg, tp proses Tuhanlah yg mengubahnya 

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Baru 

Tuhan Menghibur 

DI 12012018 
Yesaya 12:1 KJV 

And in that day thou shalt say, O LORD, I will praise thee: though thou wast angry with me, thine anger is turned away, and thou comfortedst me. 

  • Dan pada hari itu kamu akan berkata: “Oh Tuhan, aku akan memuji-Mu: meskipun Engkau marah terhadapku, amarah-Mu berpaling, dan Engkau menghiburku. 

Tuhan juga bisa marah, kalau kita bc Alkitab dr awal hingga akhir, ada bbrpa bagian di mana Tuhan marah hingga murka, apalg bila umat pilihan-Nya bangsa Israel meninggalkan Tuhan dan menyembah berhala. 
Bedanya Tuhan dan kita dlm hal marah adalah Tuhan pny pengendalian diri yg sempurna, sdgkan manusia tdk demikian. Manusia tdk bs langsung bersikap manis terhadap org yg membuatnya marah, meskipun org itu telah minta maaf. Kadang masih tersisa kekesalan dan sdkit dendam, butuh wkt utk benar-benar memulihkan hubungan mrka kembali. Ada yg katanya mengampuni tetapi tdk mau berhubungan lg dg org yg pernah membuatnya marah. 
Tuhan tdk demikian, spt dlm ayat ini, Tuhan memang marah, tp tdk terus menerus marah, ada wktnya Dia tdk marah lagi, malahan Dia menghibur kita. Tuhan berinisiatif memulihkan hubungan baik dg kita, sdgkan kita malah seringkali merasa takut utk kembali pd Tuhan setelah melihat Dia marah. 
Pengampunan hrs disertai dg pemulihan hubungan. Jd kalau ada yg berkata sdh mengampuni, tp tdk mau berhubungan lg, patut dipertanyakan pengampunannya, sekedar di mulut atau muncul dr dlm hati. Pengampunan bkn sekedar memaafkan kesalahan, tp kembali pd kondisi normal sblm terjd pertengkaran maupun melukai hati salah satu pihak. Renungkan seandainya Tuhan sekedar memaafkan kesalahan kita saja, tp tdk mau berhubungan lg dg kita. Bs jd skrg kita sudah (maaf) mati kecelakaan, bisnis kita hancur, keluarga berantakan oleh ulah iblis, hidup tdk damai sejahtera, dsbnya. Tdk ada kesembuhan, mujizat, terobosan, kemenangan, dsbnya. Bisakah kita hidup tanpa punya hubungan baik dg Tuhan? Tdk mgkin bisa. Sadarlah ! 

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Menghibur 

Tidak Dilupakan Tuhan

DI 11012018 
Mazmur 9:18 KJV 

For the needy shall not alway be forgotten: the expectation of the poor shall not perish for ever. 

  • Bagi yang sangat miskin tidak akan selalu dilupakan: pengharapan orang miskin tidak akan binasa selamanya 

Yesus mengatakan dlm Markus 14:7 bhw org miskin akan selalu ada, dan kpd mrka kita bs berbuat baik. Ayat ini hrs kita pahami dg benar, jika tdk maka kita akan pny cara pandang yg salah. 
Apakah kemiskinan itu sebuah kutukan? Jwbannya bs iya, bs jg tdk. Kita hrs tahu dulu mengapa seseorg itu miskin, kalau miskin krna kutukan, biasanya tdk cuma miskin, ada ditambahi dg rupa-rupa keadaan buruk lainnya (Ulangan 28). Ada jg org yg miskin tp tdk sakit-sakitan, tdk mandul, bahkan bs keluar dr kemiskinannya. Miskin spt ini disebabkan oleh situasi, jd blm tentu krna dosa. 1 Samuel 2:7 dikatakan bhw Tuhan yg membuat seseorg menjd miskin atau kaya. Jd memang ada jg org yg memang Tuhan buat menjd miskin dg alasan dan tujuan yg sesuai dg kehendak Tuhan. 
Org miskin seringkali terlupakan. Misalnya saja ketika kampanye seseorg yg ingin jd pejabat, selalu mendatangi org miskin, menebar janji manis, bgtu sdh menang dlm pemilihan dan menjd pejabat, kaum miskin justru seringkali terlupakan, tdk mendpt perhatian khusus. Org miskin diingat saat moment khusus, misalnya pd hari raya keagamaan, semua berlomba berbuat amal pd org miskin, bgtu hari raya sdh lewat, jarang sekali org yg mau beramal utk org miskin. 
Org miskin seringkali dianggap beban dan ‘sampah’. Mau berteman tp takut nanti diminta-minta tolong atau dihutangi, takut bergantung trs pd kita. Tp tdk semua org miskin pny mental yg tdk baik, ada jg mrka yg masih sadar diri dan berharap pd Tuhan. Jgn kita menghina mrka, krna kita dan mrka sama-sama diciptakan oleh Tuhan, menghina mrka dianggap sama dg menghina penciptanya (Amsal 17:5). 
Kalau saat ini kita dlm keadaan kekurangan, tetap berharap pd Tuhan, krna pengharapan kita tdk sia-sia 

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Dilupakan Tuhan

Seperti Orang Buta 

DI 10012018 
Zefanya 1:17 KJV 

And I will bring distress upon men, that they shall walk like blind men, because they have sinned against the LORD: and their blood shall be poured out as dust, and their flesh as the dung. 

  • Dan Aku akan membawa kesukaran atas manusia, bahwa mereka akan berjalan seperti orang buta, karena mereka telah berdosa melawan Tuhan: dan darah mereka akan tercurah seperti debu, dan daging mereka seperti kotoran manusia. 

Pernah mencoba berjalan di tempat yg listriknya padam? Cuma bs meraba-raba, jln pelan-pelan dan bs menabrak apa yg ada di dpn kita. Kalau di dpn kita ada lubang besar, bs jd kita terperosok jatuh ke dlmnya. Kira-kira begitulah org buta berjalan, semuanya gelap. 
Dlm ayat ini, pd hari Tuhan, yaitu hr di mana Tuhan telah tentukan utk menghukum bumi, digambarkan keadaan manusia spt berjalan layaknya org buta, ditimpa kesukaran dan akhirnya mati sia-sia. Ini disebabkan karena berdosa terhadap Tuhan. Jd org yg berdosa, hidupnya ada dlm gelap, mengalami kesukaran dan akhirnya binasa. 
Dunia skrg ini semakin ‘gelap’, artinya dikuasai oleh si jahat. Teknologi bkn saja dipakai utk kebaikan, tp oleh sebagian org digunakan utk berbuat kejahatan. Dunia internet memang sangat membantu mempermudah manusia mengerjakan bnyk hal, namun di dlmnya jg terdpt penyalah gunaan, spt pornografi, dunia maya yg penuh dg informasi ‘hoax’, saling hujat di medsos, dsbnya. Bnyk org tdk lagi percaya pd Tuhan, mrka memilih utk percaya pd kekuatannya sndri. Ktiminalitas yg semakin mengerikan, ketegangan antar bangsa dan etnis, dsbnya. Dunia menjd ‘gelap’ krna penduduknya berdosa melawan Tuhan. 
Coba kita koreksi diri, adakah bagian dr hidup kita yg sdg dlm ‘gelap’? Mgkin ada dosa yg kita perbuat dan membuat bagian hidup kita itu menjd ‘gelap’, mengalami kesukaran dan menuju kebinasaan. Bereskan dosa itu di hadapan Tuhan, jgn dibiarkan. Jgn nantinya kita berjalan spt org buta, tdk tahu arah, hidup asal hidup saja 

Posted in Renungan | Comments Off on Seperti Orang Buta