Pemberi Makan

DI 02122017 
Mazmur 111:5 NKJV 

He has given food to those who fear Him; He will ever be mindful of His covenant. 

  • Dia memberi makanan pada mereka yang takut akan Dia; Dia akan selalu sadar akan perjanjian-Nya 

Tuhan memperhatikan makanan umat-Nya, ini sesuatu yg luar biasa. Sbg bagian dr kebutuhan sehari-hari, makanan sangat penting bagi hidup setiap kita. Gara-gara makanan, org bs berbuat kejahatan. 
Mengapa penyediaan mknan dihubungkan dg hidup takut akan Tuhan? Sama spt makanan yg kita butuhkan sehari-harinya, hidup takut akan Tuhanpun juga harusnya dilakukan dlm hidup kita sehari-hari. Saat kita tak sanggup lg menyediakan mknan kita sndri, Tuhan menyediakannya bagi kita. 
Tentu kita pernah mendengar bnyk kesaksian saat seseorg dlm keadaan sangat menderita. Saat tdk punya uang lagi, keluarga kelaparan, Tuhan kirimkan org utk memberkati dg memberi beras, lauk pauk bahkan sejumlah uang shga mrka bs kembali menikmati mknan. Lalu bgmna dg keadaan dunia di bbrpa tempat yg sangat kekurangan mknan, kelaparan yg sangat dahsyat? Ayat ini berkata bhw Tuhan selalu sadar akan perjanjian-Nya dg org percaya, salah satunya ttg menyediakan mknan bagi umat-Nya (Keluaran 23:25). Jgn heran jika org yg tdk mengikat perjanjian dg Tuhan tdk menerima apa yg Tuhan janjikan. 
Lalu mengapa org Kristen ada jg yg kelaparan? Pertama, koreksi diri mengenai hidupnya, takut akan Tuhan tdk? Kedua, mgkin Tuhan izinkan dlm jangka wkt tertentu sebagai bagian dr disiplin dg tujuan tertentu. Ketiga, mgkin cara penggunaan uang yg salah, terikat dosa perjudian, narkoba, dsbnya. Ada bnyk sebabnya, tdk bs disama ratakan alasannya. 
Hiduplah selalu takut akan Tuhan meskipun Tuhan tdk terlihat oleh mata jasmani kita, tp Dia selalu melihat kita, tdk ada yg tersembunyi bagi Dia. Roh Kudus memberi kita kemampuan utk itu, tp kita hrs bertekad kuat utk melakukannya setiap saat. Bnyk godaan, tantangan dan hambatan, tp jika kita berkomitmen, semuanya bs kita taklukkan 

Posted in Renungan | Comments Off on Pemberi Makan

Karena Perjanjian 

DI 30112017 
Maleakhi 2:14 NKJV 

Yet you say, “For what reason?” Because the Lord has been witness Between you and the wife of your youth, With whom you have dealt treacherously; Yet she is your companion And your wife by covenant. 

  • Namun kamu berkata: “Untuk alasan apa?” Karena Tuhan telah menjadi saksi antara kau dan isteri masa mudamu, dengan siapa kamu berkhianat; namun dia adalah pasanganmu dan isterimu oleh perjanjian. 

Hubungan antara suami isteri itu diresmikan oleh sebuah perjanjian, artinya ada hal-hal yg hrs masing-masing lakukan sbg pemenuhan janji sehingga hubungan ini bs langgeng dan diberkati, Tuhan menjd saksi dlm perjanjian ini. 
Apa peranan dr seorg saksi dlm sebuah perjanjian? Bila terjd sesuatu dlm pernikahan itu, Tuhan berhak utk membela yg benar dan membuktikan pihak yg salah sesuai dg isi perjanjian dlm sebuah pernikahan. Itulah dasar mengapa dlm keKristenan, sblum seorg pria dan wanita menjd suami isteri, keduanya saling mengucapkan janji di hadapan Tuhan dan manusia, barulah keduanya resmi menjd suami isteri, terikat oleh janji yg masing-masing telah ucapkan. Janji nikah bkn sekedar hafalan, tp dilakukan seumur hidup. 
Kalau salah satu dr suami isteri ini tdk memenuhi janji nikah mrka, maka dia disebut seorg ‘pengkhianat’, org yg ingin keluar dr perjanjian, yg melanggar isi perjanjian nikahnya. Scra manusia mgkin diselesaikan di pengadilan atau scra adat, bs saja bercerai, tp berhubung Tuhan adalah saksi dlm perjanjian nikah, Dia punya hukum sndri ttg ini. 
Tuhan membenci perceraian, org yg bercerai kemudian menikah lagi, itu dianggap berzinah, sekalipun scra manusia telah dilakukan acara pernikahan. Karena yg Tuhan benarkan adalah org yg menjd pasangannya yg pertama, hanya ketika salah satu dr mrka meninggal, perjanjian mrka telah berakhir. Bolehkah menikah lagi? Diperbolehkan, namun lebih baik tetap dlm kesendirian, dan Tuhan sangat menghargai itu sbg bukti sebuah kesetiaan 

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Perjanjian 

Tidak Sesuai Janji

DI 29112017 
Maleakhi 1:14 

  • Terkutuklah penipu, yang mempunyai seekor binatang jantan di antara kawanan ternaknya, yang dinazarkannya, tetapi ia mempersembahkan binatang yang cacat kepada Tuhan. Sebab Aku ini Raja yang besar, firman TUHAN semesta alam, dan nama-Ku ditakuti di antara bangsa-bangsa. 

Masih ingat apa yg kita janjikan utk Tuhan? Biasanya hal membaca Alkitab, janjinya mau membaca scra rutin tiap hari, kenyataannya bolong-bolong, baca sampai ketiduran, PL saja tdk tamat. 
Bukankah ini spt ayat yg kita baca? Kasih sesuatu yg tdk baik pd Tuhan, pdhal kita punya atau sanggup melakukannya. Jgn berpikir Tuhan pasti memaklumi kita yg masih berjuang melawan kemalasan dan kedagingan kita, ini masalah bgmna kita memenuhi janji kita pd Tuhan. 
Coba diingat lagi, kita pernah berjanji apa pd Tuhan? Jgn-jgn malah kita lupa janji kita, wkt dulu berjanji krna terpesona dg jamahan Tuhan, setelah itu lupa. Kita lupa, tp Tuhan tdk lupa, jgn lupakan itu. 
Usahakanlah penuhi janji kita pd Tuhan, seberat apapun situasinya, apapun penghalangnya. Kalau kita memenuhi janji kita, kita dipandang bs dipercayakan bnyk hal utk kita kelola dan kerjakan. Org yg bertanggung jwb tdk lari dr janjinya, memberi sesuai yg dijanjikan, tepat waktunya. Jadilah pribadi yg dihargai Tuhan, org lain saja bs dihormati sesamanya krna memenuhi janji, Tuhanpun jg demikian. Setiap perbuatan kita akan dicatat dan dinilai Tuhan. Tdk ada yg tersembunyi bagi Tuhan. 
Jgn mudah berjanji kalau kita dlm keadaan tertekan. Bernazar pd Tuhan nilainya lebih tinggi drpd berjanji pd manusia. Nazar hrs dibayar, jika tdk, akan ada hukuman dr Tuhan, krna nazar itu diucapkan disertai dg permohonan Tuhan melakukan sesuatu. Kita tdk boleh menipu Tuhan, nanti Dia murka, menderitalah hidup kita. Berikan sesuai yg kita nazarkan, jgn diganti dg yg lain atau tdk sesuai kualitasnya dg yg dijanjikan. Kitapun kecewa jika org lain tdk memenuhi janjinya sesuai ucapannya. Hormati Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Sesuai Janji

Melayani, Haruskah?

DI 28112017 
Maleakhi 3:17 KJV 

And they shall be mine, saith the LORD of hosts, in that day when I make up my jewels; and I will spare them, as a man spareth his own son that serveth him. 

  • Dan mereka akan menjadi kepunyaan-Ku, kata TUHAN Semesta Alam, pada hari itu ketika Aku menghias perhiasan-perhiasan-Ku; dan Aku akan menyayangi mereka, sebagaimana seseorang menyayangi anak laki-lakinya sendiri yang melayani dia. 

Benarkah melayani itu sebuah pilihan alternatif sbg org Kristen? Sebagian org berpikir yg penting urus keluarga dg benar, drpd melayani tp keluarga berantakan. 
Melayani itu menyediakan kebutuhan sesuai yg diharapkan. Kita senang jika pelayanan di sebuah resto dilakukan dg baik, kita senang jika PRT yg bekerja di rumah kita melakukan tugasnya dg baik. Dlm ayat ini dijelaskan bhw seorg anak pun melayani orgtuanya. 
Dlm hal yg sederhana, mengambilkan minum saat ayah kita br pulang, menyambutnya dg wajah ceria dan penuh rindu, memuji-muji dia walaupun terlihat berlebihan, sbg orgtua tentu sangat senang diperlakukan demikian. Saat anak sdh besar, masih memperhatikan keadaan orgtuanya dg telaten, inipun suatu pelayanan anak pd orgtuanya. 
Lalu bgmna plynan pd Tuhan? Salah satu wujudnya adalah terlibat dlm bidang plynan di rumah Tuhan, dlm keluarga Tuhan, ya, di gereja dan komunitas rohani lainnya. Bukankah Tuhan itu Bapa bagi kita? Sbg anak-Nya kita wajib melayani Dia, spt yg ayat ini katakan. Haruskah melayani? Harus. 
Kegagalan org yg melayani krna keluarganya berantakan itu hanya kasus per kasus, tdk bs disamaratakan. Ada jg yg melayani tp keluarganya terurus dg baik. Jd tergantung masing-masing orgnya. Apakah ada jaminan kita sepenuh waktu mengurus keluarga pasti keluarga kita baik-baik saja? Bnyk kisah membuktikan hasil yg berbeda. 
Kalau kita melayani Tuhan, Dia akan menyayangi kita. Jd dampak sebuah pelayanan adalah dikasihi Tuhan. Kita menjd spt ‘perhiasan’ kepunyaan Tuhan. Sesuatu yg berharga 

Posted in Renungan | Comments Off on Melayani, Haruskah?

Menguji Tuhan 

DI 27112017 
Maleakhi 3:10 

  • Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. 

Bolehkah kita menguji Tuhan? Kata menguji dlm ayat ini berasal dari kata Ibrani ‘bachan’ yg artinya membuktikan, mencoba, dan menguji. 
Jwban dr pertanyaan itu bs ya dan tdk. Boleh menguji Tuhan kalau Tuhan yg perintahkan, tdk boleh menguji Tuhan kalau didasari oleh keraguan dan ketdk berimanan kita. Dlm ayat ini Tuhan mempersilahkan diri-Nya utk diuji. 
Tujuan Tuhan membolehkan Tuhan menguji kita adalah spya kita bersemangat dlm melakukan Firman Tuhan, ketika kita membuktikan Firman Tuhan itu teruji, terbukti dan terjd sesuai yg dijanjikan, maka iman kita semakin bertumbuh dan kita semakin percaya pd Tuhan. 
Bedanya dg mencobai Tuhan adalah menguji Tuhan krna blm percaya atau masih ada keraguan. Cuma ingin melihat kehebatan Tuhan saja, tp tdk utk bersemangat melakukan Firman Tuhan. Seringkali org hanya mencari mujizat, bkn mencari Tuhan. Jgn heran hari Minggu dia ada di grja, hr lain ada di tempat ibadah lain atau ke tempat ‘org pintar’, mencari siapa yg terhebat. Ini yg tdk boleh kita lakukan, Tuhan tdk suka. 
Iman itu hrs bertumbuh, salah satunya melalui pembuktian ttg benar tdknya apa yg tertulis dlm Firman Tuhan. Misalkan ttg ayat ini, org yg mempraktekkan ayat ini akan membuktikan benar atau tdk isi janji Tuhan, kalau tdk dipraktekkan, lalu berkata ini kan PL, kesimpulan yg dia yakini tentu sangat diragukan, kecuali terbukti dia lakukan dan tdk terjd spt yg Tuhan janjikan. 
Org yg salah membuktikan sesuatu bs dikategorikan sbg tindakan memfitnah, apalg memfitnah Firman Tuhan, ada hukuman yg menanti dr Tuhan. Melakukan atau tdk melakukan Firman Tuhan tentu ada akibatnya. Berkat atau kutuk yg kita pilih masuk dlm hidup kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Menguji Tuhan 

Ketika Difitnah 

DI 25112017 
Mazmur 109:4 KJV 

For my love they are my adversaries: but I give myself unto prayer. 

  • Untuk kasihku mereka adalah musuh-musuhku: tapi aku memberi diriku pada doa 

Dlm hal mengasihi memang Daud luar biasa, namun tetap ada saja yg memusuhinya dan memfitnahnya, reaksi Daud adalah memilih utk berdoa. 
Perlukah klarifikasi atas fitnahan terhadap kita? Tentu saja itu diperlukan sbg pembuktian bhw fitnahan terhadap kita itu jelas sebuah kebohongan. Perlukah membw hal ini pd ranah hukum? Perlu utk penegakkan hukum dan jd pelajaran bagi org lain. Tapi yg hrs dilakukan terutama adalah membw perkara ini ke hadapan Tuhan dlm doa. Kalau Tuhan menyuruh kita diam, jgn lakukan klarifikasi maupun pengaduan scra hukum. Tp itu kan hak kita? Benar, kalau Tuhan blg tdk, pasti ada alasannya. 
2 hal yg seringkali kita sulit memilih adalah melakukan mnrut yg kita pikir itu adalah hak kita atau mempercayakan Tuhan yg membela perkara kita. Spt seorg yg mempercayakan kuasa pd kuasa hukumnya, pengacara berhak melakukan apapun mewakili org yg memberikan kuasa kpdnya. Tp seharusnya kita ingat bhw Tuhanlah yg berhak melakukan pembalasan. 
“Kalau Tuhan yg balas, nunggunya lama …” mgkin pikiran ini ada dlm pikiran org bnyk. Mengapa Tuhan tdk terlalu cepat? Dia inginkan adanya pertobatan dan rekonsiliasi/pendamaian. Ada saatnya org melakukan kesalahan krna sebuah maksud, kemudian dia menyadari kesalahannya lalu bertobat. Bknkah kita jg wajib mengampuni kesalahan org lain apalg org yg mau bertobat? 
Kalau kita yg membalas, dendam pasti menjd motivasinya. Hati yg penuh dendam jelas tdk baik, dan Tuhan tdk menyukainya. Itulah sebabnya kita hrs berdoa, menyerahkan pembalasan pd Tuhan dan tetap mengasihi org yg memusuhi kita. Drpd hati kita kehilangan damai sejahtera, dendam dan kemarahan, lebih baik serahkan pd Tuhan, jgn kotori hati kita dg semua yg ‘busuk’, bersihkan hati dan nikmati hidup yg penuh damai sejahtera. Bs tdr enak, makan nikmat 

Posted in Renungan | Comments Off on Ketika Difitnah 

Kita Menang 

DI 24112017 
1 Korintus 15:57 NKJV 

But thanks be to God, who gives us the victory through our Lord Jesus Christ. 

  • Tapi syukur kepada Tuhan, yang memberi kita kemenangan melalui Tuhan kita Yesus Kristus 

Kemenangan final manusia bukanlah menang atas pergumulan hidup, tp menang atas maut. Tapi buktinya semua org pasti mati, apanya yg menang? 
Esensi manusia bknlah tubuh jasmaninya, tp rohnya, krna roh sifatnya kekal. Namun kita mengenal ada 2 kematian: yg pertama kematian tubuh manusia yaitu terpisahnya roh dr tubuh, ini dialami oleh seluruh manusia (kecuali Henokh dan Elia), dan kematian kedua adalah dlm Wahyu 20:14, lautan api di mana iblis, para malaikat pengikut iblis, dan org-org yg telah diadili utk binasa, dilemparkan Tuhan. Melalui keselamatan dlm Kristus, kita tdk mengalami kematian yg kedua. Inilah kemenangan kita, maut tdk berkuasa atas roh kita. 
Kalau Tuhan peduli dg kebutuhan roh kita, apalg kebutuhan jiwa dan tubuh kita. Inilah alasan mengapa kita tidak perlu kuatir akan apapun jg, krna Tuhan telah menyediakannya bagi kita. Tp bkn berarti kita cuma diam dan menerima, Tuhan sdh sediakan, kita yg hrs mengambilnya. Hrs ada langkah dan usaha dr kita, jd tdk pasif tp aktif. Mulailah utk kita menyadari betapa berharga dan bernilainya hidup kita. Tuhan mati bagi kita dan memberi kita kemenangan atas maut. 
Pilihan ada di tangan kita, pilih maut atau hidup kekal, semuanya dimulai saat kita hidup di dunia ini. Tuhan sdh menunjukkan jalan menuju keselamatan, dan iblis menunjukkan jalan menuju kebinasaan. Jgn sia-siakan hidup kita yg satu-satunya ini. Dunia ini tdk kekal, pilihlah surga yg kekal, dan mulailah melangkah ke arah surga, walaupun bnyk pihak yg berusaha merubah arah langkah kita. Jgn tergoda oleh kenikmatan duniawi dan kebahagiaan yg semu. Lihat pd Tuhan, jgn menoleh ke arah yg lain. 
Keselamatan bkn hasil usaha kita, itu pemberian Tuhan, jgn sampai lepas dr hidup kita, jgn ditukar dg apapun jg. Tetap beriman 

Posted in Renungan | Comments Off on Kita Menang 

Kenali Dari Buahnya

DI 23112017 
Matius 7:15-16 ILT 

“Namun, waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dalam pakaian bulu domba, tetapi di dalamnya mereka adalah serigala yang buas.

  • Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka seutuhnya. Bukankah tidak pernah orang memetik buah anggur dari semak duri, atau buah ara dari pohon berduri? 

Pohon tentu saja tdk langsung berbuah, meskipun telah tumbuh cukup lama, butuh wkt yg pas atau yg kita kenal sbg ‘musim’ utk berbuah. 
Mengenali seorg nabi, apakah dia nabi yg benar atau yg palsu, tdk bs langsung dinilai saat dia memperkatakan sesuatu atas nama Tuhan. Kita hrs melihat ‘buahnya’, spt digambarkan tdk mgkin memetik anggur dr semak duri, ini gambaran ttg jika seseorg itu nabi yg palsu, yg dia katakan itu bkn dr Tuhan, yg dia katakan tdk benar dan tdk terjd. Utk membuktikannya memang perlu wkt utk melihat bukti dr yg dia katakan. Nabi palsu tentu berusaha tampil menyakinkan spya org yg mendengarnya bs percaya dg yg dikatakannya. 
Buah selanjutnya bs bcra ttg gaya hidup, seorg nabi Tuhan pasti hidupnya menuruti apa kata Firman Tuhan, taat pd hukum Tuhan, walaupun tdk menutup kemungkinan suatu saat jatuh dlm dosa, namun ada pertobatan. Sedangkan nabi yg palsu itu munafik, luarnya bagus, dlmnya busuk. Jd sulit menilai seseorg itu mabi Tuhan atau nabi palsu hanya dr penampilan luarnya, krna nabi palsu akan memakai ‘pakaian domba’, spya terlihat spt utusan Tuhan. Lihat buahnya, bkn penampilan luarnya. 
Nabi biasanya diperlengkapi dg bs melakukan mujizat, nabi palsupun bs melakukan mujizat, tentu kita sulit membedakannya hanya dr melihat mujizatnya saja. Nabi palsu tdk akan memiliki buah Roh dlm hidupnya. Kita bs lihat apakah 9 unsur buah Roh itu ada tdk dlm diri org itu, atau justru mrka hidup scra duniawi. Kita hrs waspada terhadap nabi palsu, kalau tdk maka kita akan ditipu dan disesatkan. Kita hrs mengerti Firman Tuhan, shga punya dasar utk ‘menguji’ segala sesuatu. Jgn justru kita dibodohi 

Posted in Renungan | Comments Off on Kenali Dari Buahnya

Bukan Karena Tempatnya

DI 22112017 
1 Samuel 8:3 

  • Tetapi anak-anaknya itu tidak hidup seperti ayahnya; mereka mengejar laba, menerima suap dan memutarbalikkan keadilan. 

Jika kita membaca di bbrpa bagian Alkitab, kita temukan bhw ternyata kerohanian masing-masing org bergantung pd dirinya sndri, bkn tempat di mana org itu berada. 
Kehidupan Ayub, Samuel, Daud, bs menjd sebuah perenungan bhw meskipun sbg orgtua mereka memiliki kerohanian yg luar biasa baik, ternyata anak-anak mrka hidup dg kerohanian yg buruk. Bahkan pd zaman raja-raja di Israel dan Yehuda, silih berganti memerintah raja yg takut akan Tuhan dan raja yg hidupnya fasik. Anak-anak imam Eli dan jg anak-anak Samuel hidup dlm lingkungan bait suci, namun kelakuan mrka sangat buruk. Di tempat yg suci justru hidup mereka tdk kudus. 
Bgmna dg kita dan keturunan kita? Bersyukurlah jika kita berjemaat dan melayani di dlm gereja yg ‘sehat dan benar’, walaupun tetap tdk ada grja yg sempurna, namun selama kebenaran firman Tuhan menjd dasar pedomannya, grja itu bkn menjd sekedar sebuah tempat ibadah, namun menjd sebuah tempat habitat yg baik bagi kerohanian org percaya. 
Dlm grjapun bnyk ditemui prilaku oknum-oknum yg menyimpang dr kebenaran firman Tuhan, mulai dr para rohaniwan hingga jemaat umum, penyebabnya adalah mulai hilangnya takut akan Tuhan di kalangan mereka. Tempat ibadah mrka jadikan lahan utk mengambil keuntungan bagi diri mrka sndri atau kelompoknya. Mengapa Tuhan terkesan diam saja membiarkannya? Bkn Tuhan tdk melihat dan mengetahuinya, namun sejak dr awal telah dibuat peraturan, yg taat akan diberkati, yg melanggar akan dihukum. Kekudusan Tuhan tdk bergantung pd kudus tdknya bait suci buatan tgn manusia. 
Beribadah dan layanilah Tuhan dg penuh takut akan Dia, krna memang kita mengasihi Tuhan. Jgn kita mengotori rumah Tuhan dg hal-hal yg tdk sesuai dg kebenaran firman Tuhan, nanti hidup kita akan menjd tdk mulia, sebab Tuhan membalas sesuai dg perbuatan kita. Jadilah taat 

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Karena Tempatnya

Tidak Bertobat

DI 21112017 
1 Samuel 3:18 

  • Lalu Samuel memberitahukan semuanya itu kepadanya dengan tidak menyembunyikan sesuatu pun. Kemudian Eli berkata: “Dia TUHAN, biarlah diperbuat-Nya apa yang dipandang-Nya baik.” 

Sulit memahami sikap dr imam Eli di saat mendengar pesan Tuhan yg diceritakan oleh Samuel yg wkt itu masih kecil, tdk ada usaha utk memperbaiki keadaan yg ada. 
Kalau anak berbuat kesalahan, kewajiban orgtuanya utk menegur bahkan jika diperlukan diberi hukuman jg. Imam Eli memang telah menegur kedua anaknya yg berbuat jahat terhadap Tuhan, tp tdk diperhatikan. Faktor usia dan keadaan tubuhnya mgkin saja menjd penyebabnya, namun dr pasal sblumnya ternyata imam Eli jg membuat kesalahan. Dlm 1 Samuel 2:29, imam Eli lebih menghormati kedua anaknya drpd menghormati Tuhan. 
Penghalang bagi seseorg utk bertobat, salah satunya adalah ada yg lebih dihormati/ditakuti dibandingkan pd Tuhan. Org yg memakai kuasa gelap sulit bertobat krna mgkin dia takut miskin, takut dikutuk akibat melanggar pantangan, tdk yakin Tuhan sanggup menyelamatkan dirinya dr kuasa gelap. Org kaya sulit bertobat krna lebih percaya uang sanggup melindungi dirinya dibandingkan Tuhan. Bahkan org yg lebih mengutamakan keluarganya drpd Tuhan, inipun sulit bertobat. 
Belajar dr kesalahan yg dibuat oleh imam Eli dan kedua anak laki-lakinya, dosa tdk menghormati Tuhan dan dosa dlm pelayanan sangat membuat Tuhan murka. Seandainya jika mrka segera bertobat, murka Tuhan bs saja surut, tp sdh 2 kali ditegur dan justru tdk bertobat, kita melihat bhw akhir kehidupan mrka sangat tragis, mati mengenaskan dan tdk meninggalkan teladan yg baik. Tuhan penuh kasih tp jg Dia adil, hukuman dilaksanakan tp sblumnya diberi teguran dan kesempatan utk bertobat. Sblum dihukum akan dtg kesempatan utk bertobat dan berbalik dr yg jahat. Mengasihi itu tdk membiarkan kesalahan terjd terus menerus, jd bkn hanya memberi pengampunan tp jg pendisiplinan bahkan hukuman, tp statusnya dipulihkan 

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Bertobat