Menjadi Kutuk

DI 26052017 
Amsal 27:14 NKJV 

He who blesses his friend with a loud voice, rising early in the morning, It will be counted a curse to him. 

  • Orang yang memberkati temannya dengan suara yang keras, terbit lebih awal di pagi hari, itu akan diperhitungkan sebuah kutuk padanya. 

Sulit memahami ayat ini, namun mari kita coba memahaminya dr kalimat di tengah ‘terbit lebih awal di pagi hari’. 
Apa yg terbit di pagi hari? Tentu si matahari. Matahari memiliki keteraturan dlm wkt kpn dia terbit sehingga kita memiliki perhitungan jam yg teratur. Seandainya matahari terbit tengah malam jam 12, apa yg terjd? Pastinya kita bingung dan bnyk hal menjd kacau. 
Memberkati teman itu hal yg baik, namun jika dg ‘suara yg keras’ justru bs dianggap sbg kutuk. Suara yg keras membuat bnyk org bs mendengar apa yg dibunyikan suara itu, suara yg keras bs merusak pendengaran, suara yg keras bs dimaknai sbg sebuah tindakan menekan lawan bcra. Jd apa maksudnya? 
Memberkati itu kadang hrs ‘sunyi’ dan misterius, misalnya seseorg yg memberi dukungan dana bagi org lain yg sakit, dia sengaja tdk mau diketahui, mgkin ditulis ‘no name’ atau sebutan lainnya. Tdk ada niat utk sengaja pamer atau ingin dipuji-puji. Biarlah org yg menerima bantuannya bersyukur pd Tuhan saja krna tdk tahu siapa yg memberkatinya melalui dana. 
Memberkati itu hrs berdampak nama Tuhan dipermuliakan, bkn nama si pemberi. Jika ‘terpaksa’ hrs muncul di dpn org yg kita berkati, katakanlah bahwa: “Ini ada berkat Tuhan utk kamu, saya cuma perpanjangan tangan Tuhan saja.” Dorong org itu utk bersyukur pd Tuhan, dan jgn berterimakasih berlebihan pd kita. 
Apa yg kita berikan pd org lain sbg berkat jgn sampai justru membuat hidup teman kita menjd kacau. Misalnya saat diundang ultah anak teman kita yg berusia 5 tahun, kalau kita hadiahkan sebuah smartphone, ini bs membuat si anak menjd terganggu sekolahnya krna selalu main smartphonenya. Perlu berhikmat saat ingin memberkati, jgn asal memberkati saja

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Kutuk

Jangan Sok Tahu

DI 24052017 
Amsal 27:1 NKJV 

Do not boast about tomorrow, For you do not know what a day may bring forth. 

  • Jangan sesumbar tentang hari esok, karena kamu tidak tahu apa yang sebuah hari dapat timbulkan. 

Manusia itu bkn Tuhan, tdk tahu persis apa yg pasti terjd di waktu ke depan, manusia hanya mampu memprediksi, realitanya adalah tdk semua yg manusia prediksikan itu sesuai kenyataan yg nanti pd waktunya terjd. 
Punya rencana yg disusun dg penuh perincian tentu baik, namun apakah rencana itu pasti terwujud atau tdk, hanya Tuhan yg tahu. 
Menyadari keterbatasan yg setiap manusia miliki, masihkah kita menyombongkan diri? Teknologi bs menemukan wkt kpn akan terjd gerhana matahari, krna alam semesta bergerak beraturan, tp dlm iman Kristen, tdk dikenal adanya takdir, semua bs berubah dan diubah Tuhan. Kalau Tuhan berkehendak, yg kaya bs menjd miskin, demikian jg sebaliknya, Dia berkuasa menaikkan dan menurunkan derajat hidup setiap org. 
Hal yg patut kita sadari adalah tetap hidup sesuai Firman Tuhan, mengubah hidup kita bagi Tuhan sangatlah mudah, namun utk memulihkan sesuatu dlm hidup kita butuh bnyk proses, bkn sekedar selesai dg mujizat, utk membereskan hati kita diperlukan sebuah tangan Tuhan yg bekerja dlm hidup kita. 
Tuhan tahu apa yg akan terjd esok hari, lebih baik percaya pd Tuhan drpd kita susah payah menebak apa yg nanti akan terjd. Hari esok itu misteri kehidupan, hal-hal di luar perkiraan bs saja tiba-tiba terjd. Mengandalkan diri sndri hanyalah sebuah ‘menghibur diri’ spya kita merasakan ketenangan, pdhal itu semua semu dan palsu. Ketoka kenyataan berbeda dg prediksi, kita tdk siap menerima kenyataan, menyalahkan diri sndri dan Tuhan, malu dicemooh org lain hingga akhirnya berhubungan dg kuasa gelap, mulai percaya pd peramal drpd memilih bertobat dan mengikuti pergerakan Tuhan dlm hidup kita. Jgn terlambat utk bertobat, Tuhan selalu menyambut kita saat bertobat, memulihkan kita dan Tuhan bekerja leluasa dlm kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Sok Tahu

Diterima Dengan Baik

DI 23052017 
Ester 10:3 KJV 

For Mordecai the Jew was next unto king Ahasuerus, and great among the Jews, and accepted of the multitude of his brethren, seeking the wealth of his people, and speaking peace to all his seed. 

  • Karena Mordekhai orang Yahudi itu adalah orang kedua setelah Ahasyweros, dan termasyur di antara orang Yahudi, dan diterima oleh banyak saudara sebangsanya, mengusahakan kejayaan rakyatnya, dan berbicara damai pada seluruh keturunannya. 

Kalau seseorg diterima oleh org lain hanya krna kekayaannya, itu tdk akan bertahan lama, bgtu kekayaannya lenyap, dia justru akan mengalami penolakan dan tentu ini sangat menyakitkan hati. 
Mordekhai dulu bkn siapa-siapa, dia hanyalah seorg paman sekaligus ayah angkat Ester yg nantinya menjd seorg ratu di kerajaan Media dan Persia. Dia bknlah seorg politikus krna sbg org Yahudi adalah org buangan di negara itu. Ketika Tuhan mempromosikan dia, maka hal-hal baiklah yg tetap dia lakukan utk semua kalangan. 
Bisa diterima dg baik oleh org lain tentunya sebuah kehormatan, bkn sekedar krna prestasi yg kita buat, bkn sekedar krna kita kaya, tp krna kita mengusahakan yg baik bagi bnyk org. Hal ini tdk mudah di saat kita memegang kekuasaan dan kekayaan berlimpah, masihkah karakter baik kita tetap tdk berubah oleh pengaruh kekuasaan dan harta? Bnyk org berubah sifatnya setelah menjd org yg ‘di atas’ bnyk org, yg baik berubah jd jahat, serakah, sombong, kejam hingga lupa diri bahkan menghujat Tuhan. Spt mengendarai mobil dlm kecepatan sangat tinggi, kalau gagal mengendalikan mobil maka mobil itulah yg menentukan nasib kita. 
Usahakanlah semua yg baik dan menguntungkan bagi bnyk org, jgn justru bertambah egois, takut tersaingi, merampas milik org lain hingga dihantui rasa takut berlebihan akan kehilangan kekuasaan dan harta. Berbagi kebahagiaan dan kesuksesan itu tanda org yg tulus hati dan sadar bhw semua berasal dr Tuhan, tdk takut kekurangan apalg kehilangan yg dia punya 

Posted in Renungan | Comments Off on Diterima Dengan Baik

Menerima Yang Buruk

DI 22052017 
Ayub 2:10 

  • Tetapi jawab Ayub kepadanya: “Engkau berbicara seperti perempuan gila! Apakah kita mau menerima yang baik dari Tuhan, tetapi tidak mau menerima yang buruk?” Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya. 

Apa hal yg bs kita pelajari dr perkataan Ayub dlm ayat ini? Kalau mau kita renungkan, ada sebuah pesan khusus yg sering kita tdk sadari kebenarannya. 
Mengapa Ayub pasrah menerima kesengsaraan yg dia alami? Pdhal dia sdh hidup benar, saleh, apakah semuanya itu tak ada gunanya bahkan hal-hal buruk dan jahat sampai terjd dlm hidupnya? 
Di sinilah Ayub mengerti 1 hal yaitu bahwa dr Tuhan, kita menerima 2 hal yaitu apa yg baik dan apa yg buruk/jahat. Lho bknkah Tuhan itu baik, mana mgkin dia memberikan yg buruk/jahat pd org yg baik? Si iblislah sumber kejahatan, apa iya Tuhan spt itu? 
Kalau melihat sbg seorg manusia, kita tentu bertanya mengapa Ayub, Tuhan biarkan mengalami hal buruk? Seandainya keterangan bhw ada perbincangan antara Tuhan dan iblis sblum itu terjd, tdk ditulis di kisah Ayub, kita pasti bingung mengapa itu terjd. Kita pasti berpikir Tuhan tdk adil, org spt Ayub tdk pantas mengalami itu, namun ternyata beda kalau kita melihat dr sisi Tuhan. 
Mengapa Tuhan ‘sengaja’ memamerkan Ayub pd iblis? Seandainya tdk dipamerkan, mgkin hidup Ayub dan keluarganya baik-baik saja. Apa alasan Tuhan memamerkan Ayub? Yg mgkin saya bs pahami adalah biarlah Ayub melihat Tuhan dr sisi buruknya sebuah kehidupan. 
Siap atau tdk, sesuatu yg buruk/jahat bs saja terjd dlm hidup setiap manusia. Kalau dlm keadaan yg baik, org mudah mengakui keberadaan Tuhan, namun dlm keadaan yg buruk, org sulit mengakui keberadaan Tuhan krna akan timbul pertanyaan mengapa Tuhan biarkan kita mengalami yg buruk. Spt Ayub, ternyata sisi ketdk sempurnaannya br nampak setelah daya tahan bersyukurnya melemah. Dia mulai membela diri di hadapan Tuhan dan manusia, tabiat aslinya muncul 

Posted in Renungan | Comments Off on Menerima Yang Buruk

Tidak Dibatalkan 

DI 20052017 
Roma 11:29 NKJV 

For the gifts and the calling of God are irrevocable. 

  • Karena karunia dan panggilan Tuhan itu tidak dapat dibatalkan. 

Sekalipun mgkin sedikit saja org yg menerima penebusan salib Kristus dan percaya pd Injil, itu tdk akan membuat Tuhan Yesus menyesal mengorbankan diri-Nya utk menebus dosa manusia. Ini sebuah hal yg perlu kita renungkan. 
Apa reaksi kita jika kita memberi makanan pd seseorg, bukannya dimakan tp malah org itu membuangnya spt membuang sampah? Mgkin kita sdh memarahinya atau malah berpikir mendingan tdk memberi mknan itu tadinya. Artinya ada penyesalan. Kita mgkin berpikir ulang utk memberi org itu sesuatu di lain kesempatan. 
Tuhan tdk menyesal krna Dia menunggu tiap org utk percaya pd berita Injil dan hidup sbg pengikut Kristus. Seberapapun yg diselamatkan, Tuhan tetap bersukacita walaupun kerinduan hati-Nya semua org diselamatkan. Tuhan tetap ‘menperjuangkan’ keselamatan agar bnyk org yg menerimanya. Dia tdk hanya menunggu tp jg bertindak, hingga waktu kedatangan-Nya kembali itu tiba. 
Apakah kita berpikir utk berhenti melakukan kebaikan? Jgn pernah berhenti, teruslah berbuat baik selama masih ada kesempatan. Jgn terlalu dipikirkan ttg respon baliknya, pikirkan betapa bahagianya kita masih bs berbuat baik meskipun utk sesuatu yg biasa saja. Tuhan mencatat setiap perbuatan baik kita. Belajar utk bs bersukacita di tengah org-org yg tdk menghargai kebaikan kita. Jgn menjd sakit hati dan kecewa, itu hanya merusak damai sejahtera dlm hidup kita, relakan apa yg sdh kita berikan, krna itu sdh menjd milik org lain. Tdk perlu berharap menerima balasan krna tdk semua org menghargai kebaikan org lain. 
Tuhan saja tdk membatalkan usaha-Nya utk menyelamatkan seluruh manusia, kitapun hrs tetap bersemangat berbuat baik, bkn hanya pd org yg baik saja, tp jg kpd musuh kita, kasihi mrka dan jadilah berkat bagi mereka, suatu saat mgkin mrka akan sadar bhw yg dulu mrka perbuat itu salah 

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Dibatalkan 

Mengakui Tuhan 

DI 19052017 
Amsal 3:6 NKJV 

In all your ways acknowledge Him, And He shall direct your paths. 

  • Di dalam segala jalanmu akuilah Dia, dan Dia akan mengarahkan langkah-langkahmu. 

Mengakui Tuhan berarti menyadari bhw kehadiran Tuhan dlm hidup kita itu nyata, sadar bhw ada campur tangan Tuhan yg mempengaruhi keadaan hidup kita setiap harinya. 
Utk sampai di tujuan maka kita perlu melangkah, arah langkah kita menentukan sampai atau tidak ke tujuan yg kita inginkan, jika salah arah maka kita tersesat. 
Dlm dunia ini ada saja org-org yg berniat buruk dlm hidup kita, mrka bs saja menunjukkan arah yg salah pd kita dg cara yg meyakinkan. Mnrut pikiran kita bs saja kelihatannya benar dan baik, namun justru membuat kita tersesat. Wujudnya adalah bs saja kita menjd bangkrut, terlilit hutang, ditipu, diadu domba, dan jd korban yg hrs bertanggung jawab atas perbuatan org lain. 
Bgmna kita bs menghindari langkah yg salah? Ayat ini berkata akuilah Tuhan di setiap jalan kita. Jgn ragu utk melibatkan Tuhan dlm apa yg kita lakukan. Tuhan itu pakar segala macam ilmu pengetahuan, Dia itu tahu apa yg di depan kita, Dia tahu mana patner bisnis yg benar dan mana yg ingin mengambil keuntungan dr kita. Kita tdk bs menebak isi pikiran dan isi hati org lain, itulah sebabnya kita butuh Tuhan dan mengandalkan Dia. 
Jgn menjd sombong, merasa tdk butuh Tuhan apalg tdk sadar bhw Tuhan itu punya andil dlm kesuksesan kita. Kalau bkn Tuhan mgkin hr ini kita sdh mati krna kecelakaan atau sakit, mgkin kita sdh tertipu org jahat, mgkin keluarga kita hancur krna ulah iblis, dsbnya. Akui Tuhan maka Dia akan mengarahkan langkah kita, tdk salah berbuat dan mengambil keputusan, tdk menimbulkan masalah di kemudian harinya. Kita aman dlm perlindungan Tuhan, semua ada dlm proteksi Tuhan yg sempurna. Mulailah setiap hr dg berdoa dan minta pimpinan Tuhan dlm segala yg kita lakukan, minta petunjuk Tuhan dan taat pd perkataan-Nya. Belajar percaya penuh dan tdk ribet dg Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Mengakui Tuhan 

Menyadari Kesalahan 

DI 18052017 
Mazmur 19:12 KJV 

Who can understand his errors? cleanse thou me from secret faults. 

  • Siapa dapat memahami kesalahan-kesalahannya? Murnikan aku dari kesalahan-kesalahan rahasia/tersembunyi. 

Memahami apa yg buat itu sebuah kesalahan memang tdk ‘instant’, walaupun ada yg seketika kita lgsg menyadari, namun ada jg yg sekian lama kemudian br kita sadari bhw itu salah. 
Begitu menyadari sesuatu itu salah kemudian minta ampun tentu itu baik, bs lgsg menerima pengampunan dan mengecilkan efek buruk yg ditimbulkan, namun jika tdk lgsg menyadarinya, efek buruknya sdh sangat besar, sdh bnyk terjd kerugian, kerusakan, dsbnya, yg ada hanya penyesalan berkepanjangan. 
Bgmna hingga bs tdk disadari? 
Ini bs terjd krna kurang pengetahuan ttg sesuatu, misalnya salah dlm mendidik anak, terjd krna kurang informasi ttg bgmna cara mendidik anak yg benar, efeknya adalah si anak menjd anak kurang ajar. Selain itu, penyebab lainnya adalah kita ceroboh bertindak tanpa berpikir apa dampak dr perbuatan kita, yg penting bs meluapkan emosi. Misalnya krna ribut dg suami, si istri memarahi pegawai yg bekerja di tokonya, berulang kali terjd hingga suatu saat ternyata sang pegawai tega membunuh majikannya krna sakit hati dimarahi tanpa alasan yg jelas. 
Doa pemazmur minta Tuhan murnikan dia dr kesalahan yg rahasia/tersembunyi, tdk sadar bhw itu salah. Bs jg diartikan kesalahan yg sengaja disembunyikan krna sebuah alasan. Bertahun-tahun dihantui rasa bersalah shga hidupnya tdk tenang, tersiksa dan penuh ketakutan. Mengapa hrs dimurnikan? Spya hidup kita bebas dr tuntutan iblis yg trs menerus menjadikan kesalahan kita sbg penghalang kita hidup dlm berkat Tuhan. Tentu ini hrs dibereskan dg pertolongan dan kemampuan dr Tuhan. 
Biasakan utk mengevaluasi diri, memeriksa hidup kita setiap hari. Org yg bijaksana bs dg cepat menemukan sesuatu yg salah dlm hidupnya, namun tetap dlm keterbatasan yg dia miliki. Hiduplah bebas dr rasa bersalah 

Posted in Renungan | Comments Off on Menyadari Kesalahan 

Terbiasa Pola Lama

DI 17052017 
Yohanes 5:7 

  • Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” 

Ada pepatah ‘bisa karena biasa’, dlm situasi yg berbeda mgkin berubah menjd ‘gagal karena biasa’, mengapa? 
Manusia terbiasa bergerak mengikuti sistem yg ada, tentu saja ini hal yg baik krna membuat semuanya teratur dan menghasilkan sesuatu spt yg diharapkan. Namun dlm hidup ini selalu ada ‘faktor x’ yg berada di luar batas pikiran dan kendali manusia. Hasil yg diinginkan bs saja berbeda dg kenyataan, salah satu penyebabnya krna terbiasa dg pola yg sama pdhal tdk ada yg sempurna di dunia ini. 
Seringkali kita menganggap Tuhan sekedar ‘tuan’ saja, menganggap Tuhan spt manusia yg ada hal yg tak bs dilakukan. Org yg sakit dlm kisah ini menyebut Yesus sekedar ‘tuan’ yaitu panggilan terhadap sesama manusia, dia blm mengenal siapa sbnarnya Yesus. Sebagian dr kita jg mgkin spt itu, tdk mengenal siapa Tuhan itu dg benar, shga kita tdk mengandalkan Tuhan dlm setiap situasi. Kita terjebak dg sistem yg manusia buat, kalau ini hrs lakukan begini. 
Tuhan bertindak melampaui pikiran dan kemampuan manusia, artinya ada yg bs dimengerti, ada yg tdk masuk akal bahkan dianggap mustahil, semuanya seringkali berlawanan dg sistem yg ada, kekuar dr pola yg biasa kita gunakan, masalahnya apakah kita siap keluar dr sistem dan pola yg biasa kita gunakan? Jika tdk, kita tak akan melihat mujizat dan keajaiban Tuhan, tdk mengalami kemahakuasaan Tuhan. Kita nantinya cuma mengenal Tuhan secara teori dan pengetahuan, bkn pengalaman pribadi bersama Tuhan. Menjd religius tp sbnarnya duniawi. 
Tuhan tdk pernah gagal, tdk ada yg mustahil bagi Tuhan. Lebih baik percaya pd Tuhan drpd mengandalkan kekuatan diri sndri, justru ketika mengandalkan diri sndri, kita lambat mengalami kemajuan dan diperhamba oleh tekanan dlm hidup ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Terbiasa Pola Lama

Ketika Tuhan Bertanya 

DI 16052017 
Yohanes 5:6 

  • Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?” 

Terlalu lama dlm kondisi tanpa harapan dpt membuat org kehilangan keinginannya utk mengalami perubahan hidup, shga yg tersisa hanyalah ganjalan dlm hati dan luapan pesimis. 
Tdk selalu Tuhan bertindak mnrut ukuran wkt yg kita perkirakan, bgtu waktu yg kita tentukan itu berakhir, kita berpikir Tuhan tdk menolong kita dan tak ada gunanya lg berdoa dan berharap pd Tuhan. Mulai timbul kecewa dan tdk percaya lg kalau Tuhan mengasihi kita. Hal spt ini bnyk dialami oleh org percaya dan tdk sedikit yg akhirnya meninggalkan Tuhan. 
Menolong atau tdk tentu itu kedaulatan Tuhan, tp benarkah kalau Dia tdk menolong berarti Dia tdk lg mengasihi kita? Tdk mudah menjwbnya kalau kita melihat dr sisi sbg manusia, bkn dr sisi Tuhan. 
Hal yg Tuhan perlukan utk memberi pertolongan adalah kita masih punya kemauan utk diubahkan. Sekalipun wkt yg kita perkirakan sdh lewat, jgn kita kehilangan kemauan utk mengalami kuasa Tuhan, itu ‘modal mujizat’ terakhir kita, iman mgkin mengecil, tp jika kemauan masih ada, Tuhan pergunakan itu sbg alasan utk bertindak bagi kita. Kita tdk boleh mengatur Tuhan utk bertindak, Dia tahu persis kpn wkt yg tepat utk kita. Tetap punya kemauan krna itulah yg ingin Tuhan lihat dr diri kita. Dia mengasihi kita tapi Dia jg mengikatkan diri dg Firman-Nya, ada aturan dan syarat bagi sesuatu yg ingin terjd dlm hidup kita, dan Tuhan bertindak sesuai Firman-Nya, tdk bs lepas dr itu. 
Apapun yg sdg kita alami hr ini, baik atau buruk, tetap miliki kemauan utk diubahkan, Tuhan bertindak pd waktu-Nya sesuai kedaulatan-Nya. Tetaplah mengasihi Tuhan dlm situasi apapun, jgn biarkan iblis ambil keuntungan dr situasi yg sdg kita hadapi. Berdoa dan berjaga-jaga, mendekat pd Tuhan dan tetap pelihara kasih dlm hidup kita. Jgn tinggalkan Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Ketika Tuhan Bertanya 

Berjalan di Jalan Tuhan

DI 15052017 
Mazmur 128:1 NKJV 

A Song of Ascents. Blessed is every one who fears the Lord, Who walks in His ways. 

  • Sebuah lagu pendakian, diberkati setiap orang yang takut akan Tuhan, yang berjalan di jalan-jalan-Nya. 

Saya umpamakan jalan Tuhan itu spt GPS (Global Positioning System) yaitu sebuah hasil teknologi utk menentukan letak di permukaan bumi dibantu penyelarasan sinyal satelit. Dlm perkembangannya penggunaan GPS membantu kita melihat keadaan lalu lintas di jalur yg akan dilewati serta membantu memandu kita jalan mana yg sebaiknya dilewati. 
Satelit melihat dr atas shga bs melihat mana yg macet dan tdk, spt itulah Tuhan melihat hidup kita dr surga, spya kita bs sampai ke tujuan hidup kita, Tuhan memandu kita jln mana yg hrs dilewati. Spt saran GPS, bs kita abaikan atau kita turuti, terserah maunya kita. Kalau ternyata tdk dituruti dan terjebak macet, itu resiko atas pilihan sndri. 
Jalan Tuhan bkn jalan kita, krna Dia tahu persis apa yg mgkin terjd di depan, Dia beri kita petunjuk spya terhindar dr hal-hal buruk, masalahnya kita masih sering ‘sok tahu’ ttg sesuatu, tdk yakin dg suara Tuhan, menjd sombong, namun justru sbnarnya kita jd bodoh. Sbg seorg Bapa, Tuhan tdk ingin anak-anak-Nya tersesat dan gagal sampai di tujuan hidupnya, itulah sebabnya Dia tunjukkan jalan-Nya pd kita. Terkadang kita merasa asing dg jalan Tuhan shga kebimbangan dan ketakutan yg menguasai kita, belum lg kita bingung, ini dr Tuhan atau bkn? Sebagian org nekad menjalaninya lgsg tanpa yakin dahulu bhw itu memang jalan Tuhan. 
Jalan Tuhan kadang blm pernah kita melewatinya, di luar kebiasaan dan tdk masuk di akal. Asalkan memang itu dr Tuhan, berjalanlah dg iman yg teguh di atasnya. Akan ada petunjuk Tuhan di sepanjang jalan yg Dia tunjukkan, tdk menyesatkan kita. Langkah demi langkah, ada petunjuk Tuhan di depan, jd kita tdk dibiarkan bingung, justru makin yakin bhw itu hal yg benar dan kita sampai di tujuan hidup kita, diberkati.

Posted in Renungan | Comments Off on Berjalan di Jalan Tuhan