Tuhan Pasti Selesaikan

DI 07062017 
Kejadian 10:32 

  • Itulah segala kaum anak-anak Nuh menurut keturunan mereka, menurut bangsa mereka. Dan dari mereka itulah berpencar bangsa-bangsa di bumi setelah air bah itu. 

Semua manusia yg hidup skrg ini berasal dr keluarga Nuh, pd zaman Nuh seluruh manusia dibinasakan oleh air bah kecuali Nuh dan keluarga. 
Rencana Tuhan menciptakan manusia sbg penguasa bumi terhambat krna manusia jatuh dlm dosa, Adam dan Hawa diperdaya iblis shga melawan perintah Tuhan. Keadaan keturunan mrka pd zaman Nuh sangat berdosa, shga Tuhan memutuskan mengakhiri kehidupan seluruh manusia, dan memulai dg memilih Nuh dan keluarganya meneruskan tugas Tuhan yg diberikan pd Adam. 
Bgmna dg hidup kita? Ada kalanya Tuhan harus ‘mengakhiri’ sesuatu dlm hidup kita dan ‘memulai’ sesuatu yg baru, dimulai dr sesuatu yg kecil, spt Nuh dan keluarga yg hanya berjumlah 8 org bs membuat manusia penuh memenuhi bumi dlm jumlah milyaran manusia. Hal yg kecil seringkali kita tdk menghargainya, tdk pernah berpikir bhw itu akan menjd sesuatu yg sangat berharga dan berdampak besar. 
Ada waktunya permintaan kita ditolak Tuhan, Tuhan berkata ‘tidak’ utk itu, dan terpaksa hrs diakhiri, baiklah kita setuju dg Tuhan walaupun hati terasa berat. Bersiaplah utk sesuatu yg baru dan lupakan yg lama. Jgn larut dlm penyesalan terlalu lama. Ada waktunya utk meruntuhkan, ada waktu utk membangun yg baru. 
Kita tak akan tahu hasil akhirnya sblum kita mulai taat pd Tuhan. Spt istri Lot yg melihat kehancuran Sodom dan Gomora, dia menjd tiang garam, sehrsnya dia selamat, kita jgn lg melihat apa yg sdh diakhiri, fokuslah pd apa yg sdg kita bangun. Kita hidup utk masa depan, bkn demi masa lalu. Masa lalu tdklah bs mengubah hidup kita. 
Percayalah penuh pd Tuhan, seberat apapun apa yg akan kita hadapi, Tuhan tak pernah meninggalkan kita, Dia pasti selesaikan rencana-Nya dlm hidup kita, Dia tdk setengah-setengah krna tak ada yg mustahil bagi Tuhan, Dia tak pernah gagal 

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Pasti Selesaikan

Berlaku Bijak

DI 06062017 
Amsal 12:16 KJV 

A fool’s wrath is presently known: but a prudent man covereth shame. 

  • Kemarahan orang bodoh itu diketahui segera, tapi seorang yang bijaksana menutupi malu. 

Ada yg berkata bhw ‘curhat’ melalui media sosial itu menunjukkan adanya sesuatu yg justru membuat malu sndri org yg melakukannya, dianggap menunjukkan pelakunya seorg yg tdk bijaksana. 
Benar atau tdk, sulit utk menilainya dr hanya satu sisi saja. Namun coba kita melihat penulis amsal yg berkata bhw org bijak menutupi malu. Kata yg dipakai itu ‘cover’ bkn ‘close’ atau ‘hide’. Apa bedanya? 
Kisah Nuh yg mabuk anggur dan bgmna sikap 3 org anaknya melihat ketelanjangan ayahnya adalah contoh bgmna ‘cover’ itu sangat berarti (Kejadian 9:21-23). ‘Cover’ itu mengakibatkan sebuah perubahan, Nuh yg telanjang telah ‘di-cover’ oleh 2 anaknya sehingga ketelanjangannya tertutupi, tadinya telanjang skrg tdk lg, pdhal Nuh sdg tdk sadar. 
Org pasti pandai meng-cover diri sndri, menutupi kelemahan, aib dan hal memalukan yg dimilikinya, tp tdk semua org mau meng-cover org lain shga org lain itu tdk menjd malu dan justru merasa terlindungi. Kalau kita mengejek kelemahan org lain, berarti kita tdk mengerti apa itu ‘cover’, ini dianggap kesempatan utk menurunkan citra baik seseorg dan menaikkan citra dirinya sndri. Rahasia pribadi org dipublikasikan, curhat org lain dibuat jd bahan gosip hingga akhirnya org itu merasa sangat malu dan tersinggung. Tentu ini tindakan yg tdk terpuji dan menunjukkan bhw di dlm dirinya tdk ada kasih Tuhan. 
Meng-cover itu berkorban, misalnya saat teman kita tdk punya cukup uang utk membayar kebutuhan kuliahnya, kita dan teman-teman sekelas memberi sebagian dr uang kita utk digunakan membantu biaya kuliahnya. Meng-cover itu menaikkan derajat hidup org lain, turut menjaga nama baiknya, tdk membiarkan org lain dlm keadaan malu. Kalau kita dlm keadaan baik, org lainpun jg hrs kita tolong dia keluar dr keadaannya yg tdk baik 

Posted in Renungan | Comments Off on Berlaku Bijak

Makna Kita Bekerja

DI 05062017 
Kisah Para Rasul 20:35 KJV 

I have shewed you all things, how that so labouring ye ought to support the weak, and to remember the words of the Lord Jesus, how he said, It is more blessed to give than to receive. 

  • Aku telah menunjukkan kamu semua hal, bahwa betapa dengan bekerja demikian kamu wajib untuk menyokong yang lemah, dan untuk mengingat perkataan Tuhan Yesus, bagaimana Dia berkata: “Adalah lebih diberkati untuk memberi daripada untuk menerima.” 

Utk apa kita bekerja? Bnyk jawaban yg mengarah pd diri sndri dan keluarga kita, misalnya utk membiayai kebutuhan hidup, spya tdk menyusahkan org lain, membahagiakan orgtua, menyiapkan masa dpn anak, dsbnya. Tdk ada yg salah dg jwban itu. 
Apa pekerjaan rasul Paulus? Bkn pembuat tenda, tp pembuat ‘talit’ yaitu semacam jubah yg dipakai org Yahudi utk berdoa. Dari hasil kerjanya, dia menyokong org-org yg lemah. 
Bnyk org yg kaya tdk mau utk memberi dr sebagian kekayaannya utk membantu org yg membutuhkan. Org yg lemah blm tentu pemalas, sama spt dlm hal kekuatan, org lemah bkn tanpa kekuatan, tp hanya punya sedikit kekuatan, demikian jg org yg lemah dlm hal keuangan, blm tentu pemalas. Mengapa rasul Paulus mengajarkan hal ini? 
Jwbannya adalah spya kita lebih diberkati. Apa benar lebih diberkati? Amsal 11:24 mengajar bhw ada org yg menyebar harta malah mengalami peningkatan, yg menahan justru digiring kepada kemiskinan. Sbrapa Tuhan ingin mempercayakan kekayaan pd kita? Sangat ingin, namun dg syarat bhw kita gunakan kekayaan juga utk menopang org yg lemah. 
Memang perlu berhikmat ketika ingin memberi, krna ada saja oknum yg ingin mengambil keuntungan dr kita dg cara-cara yg mengecoh kita, hrs diperiksa keadaan yg sbnarnya, apakah dia pemalas atau tdk, kalau sdh yakin, bisa dg sukacita kita menyokong mrka, dan dg cara itu maka kekayaan kita akan bertambah, bkn dg cara-cara melipat gandakan uang, tp Tuhanlah yg mempercayakan berkat yg lebih bnyk lg pd kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Makna Kita Bekerja

Jiwa Yang Lapar

DI 03062017 
Mazmur 107:9 KJV 

For He satisfieth the longing soul, and filleth the hungry soul with goodness. 

  • Karena Dia memuaskan hati yang rindu, dan memenuhi jiwa yang lapar dengan kebaikan. 

Apa yg terjd jika org yg lapar tapi tdk punya sesuatu utk dimakan? Perut akan terasa perih, badan menjd lemas dan terkadang org terpaksa mencuri mknan utk itu. Artinya lapar itu hrs dihilangkan, supaya tenang dan bs beraktivitas scra normal. 
Jiwa kita ternyata jg bisa ‘lapar’, artinya jiwa kita itu perlu diisi sampai penuh dg yg diperlukannya, kalau tdk, sama spt perut yg lapar, kelaparan yg dialami jiwa bs menimbulkan gangguan ringan hingga serius, kita kenal sbg ‘gangguan jiwa’. 
Apa yg diperlukan oleh jiwa kita? Ayat ini berkata bhw jiwa yg lapar perlu diisi dg kebaikan. Kebaikan itu ‘makanan’ bagi jiwa. Tentu ini bcra ttg kebaikan dr Tuhan dan sesama manusia. Kebaikan diperoleh melalui hubungan baik, jika hubungan baiknya terganggu maka yg diterima jiwa bs berupa kejahatan, sakit hati dan semua yg buruk lainnya. Kalau hubungan kita dg Tuhan itu terganggu, maka kita terhambat utk bs menikmati kebaikan Tuhan. 
Makin bnyk kebaikan yg diterima seseorg akan membuat jiwanya tenang dan penuh kedamaian. Rasa dikasihi dan tdk ditinggalkan akan membuat seseorg lebih kuat utk menjalani proses kehidupan yg ada. Kekuatiran mgkin ada, tp tdk sampai menimbulkan kepanikan atau ketakutan yg berlebihan. Ada tempat utk bersandar dan berlindung, rasa aman yg besar membuat seseorg tabah menjalani apapun jg. 
Itulah sebabnya Tuhan ciptakan manusia tdk sndrian. Ada pendamping hidup, sdr seiman, sahabat, keluarga bahkan Roh Kudus sndri menjd Penolong dan Penghibur bagi setiap kita. Kitapun hrs memberi bnyk kebaikan utk hidup org lain, perlu menjaga hubungan baik dg Tuhan dan sesama kita. Saling melengkapi, membangun, menasehati, menegur, menopang dan semua hal baik lainnya. Jgn menjd egois, serakah dan tdk peduli dg org lain. Kita hidup perlu bersosial 

Posted in Renungan | Comments Off on Jiwa Yang Lapar

Memilih Untuk Berdoa

DI 02062017 
Mazmur 109:4 KJV 

For my love they are my adversaries: but I give myself unto prayer. 

  • Karena kasihku mereka adalah musuh-musuhku, tapi aku memberi diriku sendiri pada doa. 

Kata ‘kasih’ melekat kuat dg gambaran kehidupan org Kristen, dlm prakteknya ketika kita menyatakan kasih kita justru ada respon negatif dr org lain bahkan kita dijadikan musuh bagi mereka. 
Contoh nyata adalah adanya tudingan bhw bantuan sosial yg dilakukan org atau kelompok Kristen bertujuan agar menarik org lain menjd pengikut Kristus. Ini disebabkan krna memang ada peristiwa yg spt itu, imbasnya bagi org Kristen yg tulus memberi bantuan ikut dicurigai melakukan hal spt itu, tak jarang langsung dimusuhi. 
Mgkin kita pernah mengalami peristiwa di mana kita dimusuhi justru ketika kita berbuat baik dg tulus, apa yg akan jd respon kita? Penulis mazmur ini memilih utk ‘memaksa’ dirinya utk berdoa, termasuk mendoakan org yg memusuhinya. 
Medsos kita hari-hari ini penuh dg postingan yg isinya kebencian, pelecehan bahkan komentar-komentar yg akhirnya berpuncak pd ‘perang di dunia maya’ yg imbasnya adalah dlm dunia nyata permusuhan itu dilanjuti dg tindakan kekerasan. Membela diri atau kelompok bknlah cara terbaik utk membungkam musuh, yg ada adalah semakin ‘panasnya’ situasi hubungan antar masyarakat yg ada. Mulailah dg stop berkomentar sinis dan mulai mendoakan mrka, menyerahkan nasib mrka pd Tuhan. Bolehkah menempuh jalur hukum? Tentu boleh krna itu hak setiap warga negara, tp perhitungkan sisi lainnya, apakah nantinya menyelesaikan masalah atau justru memperbesar masalah. 
Berdoalah sekalipun ‘daging’ kita tergoda utk membalas, belajar utk menguasai diri, berpikir jernih dan jgn sampai ‘tertular’ dg perilaku buruk org yg memusuhi kita, balaslah kejahatan dg kebaikan, jgn sampai hati kita dikotori dg berbagai macam benih kejahatan, yg ada hanyalah hidup kita menjd tdk tenang, mgkin timbul penyakit atau hal yg merugikan lainnya

Posted in Renungan | Comments Off on Memilih Untuk Berdoa

Hal Kecil Hingga Besar

DI 01062017 
Mazmur 111:5 NKJV  

He has given food to those who fear Him; He will ever be mindful of His covenant. 

  • Dia telah memberi makanan pada mereka yang takut akan Dia; Dia akan terus menerus sadar akan perjanjian-Nya. 

Tuhan itu peduli dg hidup setiap kita, mulai dr hal keseharian yaitu makanan utk kita hidup sampai hal perjanjian-Nya pd kita sbg keturunan Abrahan melalui kasih karunia Tuhan Yesus, Dia tdk melupakannya. 
Ada org berpikir bhw Tuhan sedang ‘repot’ mengurusi bnyk hal hingga terlalu sibuk menjwb permintaan seluruh org percaya, tentu ini tdk Alkitabiah krna Dia itu Mahakuasa, tak ada yg sukar bagi Tuhan, Dia menjawab sesuai waktu dan cara-Nya sndri. 
Tuhan tahu kebutuhan hidup kita mulai dr hal yg kecil hingga yg penting, semuanya Tuhan sediakan, namun perlu ada hal yg hrs kita lakukan yaitu hidup takut akan Tuhan dan melakukan seluruh perintah-Nya. Tentu ini tdklah mudah krna kita masih hidup di dlm tubuh jasmani yg di dlmnya ada kecenderungan utk berbuat dosa atau sering disebut kedagingan. Perlu perjuangan seumur hidup utk melawannya, krna jika tdk waspada kita dg mudah akan terbawa hawa nafsu dan godaan yg ada. Spya kita bs melawannya maka perlu kita miliki takut akan Tuhan krna kita mengerti bhw hanya dg mengasihi Tuhan dg segenap hati, kita bs melawan hawa nafsu kita. 
Pentingnya kita punya hubungan yg intim dg Tuhan setiap saat, selalu mendekat pd Tuhan dlm situasi apapun. Ujian dr Tuhan akan selalu ada dlm hidup kita, tinggal bgmna kita bs menjalaninya dan lulus dg hasil yg baik. Firman Tuhan itu petunjuk kehidupan kita, jadikan itu dasar dr setiap apa yg kita katakan dan perbuat, selalu berpikir sesuai kebenaran Firman-Nya. Jika kita selalu melakukannya maka buah dr ketaatan kita akan kita nikmati hari demi hari dan setiap apa yg Tuhan janjikan akan tergenapi sempurna dlm hidup kita. Dia tdk pernah lalai menggenapi janji-Nya, tp kita jgn sampai melanggar perjanjian kita dg Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Hal Kecil Hingga Besar

Tuhan Mengangkat

DI 31052017 
Mazmur 113:7 KJV 

He raiseth up the poor out of the dust, and lifteth the needy out of the dunghill; 

  • Dia yang membangkitkan orang miskin keluar dari debu, dan mengangkat yang melarat keluar dari kumpulan kotoran hewan. 

Kemiskinan dan kemelaratan zaman itu dikaitkan dg hilangnya perkenanan Tuhan dlm hidup seseorg. Misalnya jika bangsa Israel menyembah berhala, Tuhan memberi hukuman berupa menjd tawanan bangsa lain dan dirampas harta bendanya. 
Tentu kita tdk boleh ‘men-cap’ org Kristen yg miskin itu selalu krna ada kutuk dlm hidup mrka krna bnyk sebab yg membuat seseorg hidup miskin, mgkin krna malas, krna sedang diproses Tuhan atau krna cara hidup mrka yg salah, walaupun bs jg mrka miskin krna memang ada kutuk oleh krna dosa tertentu. 
Kabar baiknya adalah ada Tuhan yg sanggup melepaskan tiap org dr kemiskinan dan kemelaratan, sama spt Tuhan menyediakan pengampunan utk setiap dosa manusia selama dosa itu diakui dan disertai dg pertobatan. 
Kemiskinan digambarkan hidup di dlm debu dan (maaf) hidup di tengah kumpulan kotoran hewan. Sesuatu yg sangat hina, mengenaskan dan penuh penderitaan. Tuhan menyayangi org yg berdosa tp benci terhadap dosanya, krna itulah selalu ada kesempatan utk dipulihkan Tuhan asalkan dlm keadaan yg rendah itu, seseorg punya pengharapan dan percaya pd Tuhan. Segala sesuatu ada masa dan waktunya, di tangan Tuhan sesuatu bs diubah, tdk ada takdir dlm ke-Kristenan, ada masa dan waktu setiap anak Tuhan mengalami kemuliaan Tuhan, ketika tangan Tuhan mengangkat kita dr keterpurukan. 
Jgn pernah kecewa dan marah pd Tuhan dan mengutuki hidup kita sndri, itulah yg iblis inginkan dr kita, semakin kita jauh dr Tuhan, semakin bebas iblis merusak hidup kita. Dlm kesengsaraan, tetaplah percaya dan dekat dg Tuhan, tak selamanya kita hidup menderita, spt Tuhan menerbitkan matahari pd waktunya, demikian jg Dia menuntun kita keluar dr kegelapan menuju terang kehidupan. Nantikanlah Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Mengangkat

Didengar Doanya 

DI 30052017 
Lukas 1:13 NKJV 

But the angel said to him, “Do not be afraid, Zacharias, for your prayer is heard; and your wife Elizabeth will bear you a son, and you shall call his name John. 

  • Tapi malaikat itu berkata padanya: “Jangan menjadi takut, Zakharia, karena doamu itu didengar, dan istrimu Elisabet akan melahirkan seorang bayi laki-laki, dan kamu akan menyebut namanya Yohanes. 

Kisah yg hampir sama terjd antara Abraham dan imam Zakharia, keduanya sdh tua dan blm memiliki keturunan, dan akhirnya Tuhan memberikan mereka anak laki-laki di masa tua mrka. Keduanya yaitu Ishak dan Yohanes, dipakai Tuhan utk tujuan yg mulia. 
Mengapa justru di masa tua, di saat scra biologis rasanya mustahil mrka punya anak? Sdh di luar batas waktu, malah Tuhan baru melakukan sesuatu. Sulit utk memahami jalan pikiran Tuhan, Dia punya ‘kairos’ atau waktu-Nya sndri ttg kpn sesuatu terjd sesuai kuasa Tuhan. Mnrut pikiran manusia tentu berbeda, pny anak di masa tua nantinya bgmna nasib si anak? Kalau masih kecil lalu orgtuanya meninggal, bknkah justru ini sebuah masalah, jd ini berkat atau justru masalah? Ingatlah bhw Tuhan selalu memberi yg terbaik sesuai kesanggupan yg kita miliki. 
Doa Zakharia didengar Tuhan, sekalipun sdh tua, masih ingin punya anak, tetap setia dg istri satu-satunya. Sdh di luar batas wkt tp tetap berharap pd Tuhan, mnrut manusia tentu itu hal yg sia-sia. Bagi kita itu di luar batas waktu, bagi Tuhan itu tetap di dlm batas waktu-Nya. Bagian kita adalah tetap beriman dan percaya trs walaupun org lain menyuruh kita berhenti krna dianggap sia-sia. 
Apakah kita masih meminta sesuatu pd Tuhan sampai hr ini? Tetaplah berdoa dan percayalah doa kita didengar Tuhan krna apa yg kita minta itu hal yg baik. Tuhan mendengar doa org yg percaya, doa yg sesuai dg perencanaan Tuhan bagi hidup kita. Meskipun ‘terlambat’ mnrut manusia, tetap terima apa yg Tuhan berikan sbg jwban doa kita. Dia tdk memberi kita masalah dan beban, tp berkat

Posted in Renungan | Comments Off on Didengar Doanya 

Yusuf dan Yusuf 

DI 29052017 
Markus 15:46 

  • Yusuf pun membeli kain lenan, kemudian ia menurunkan mayat Yesus dari salib dan mengapaninya dengan kain lenan itu. Lalu ia membaringkan Dia di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu. Kemudian digulingkannya sebuah batu ke pintu kubur itu. 

Fakta menarik dlm kehidupan Yesus slma di dunia adalah ada 2 org yg bernama Yusuf yg mengurus moment kelahiran dan kematian-Nya di saat Yesus dlm keadaan tak berdaya. 
Yusuf yg pertama adalah ‘ayah’secara garis keturunan sebab Yusuf bknlah ayah biologis dr Yesus, tetapi sejak dlm kandungan Maria, istrinya, peran Yusuf sangat besar dlm merawat Yesus. 
Yusuf yg kedua adalah Yusuf dr Arimatea, seorg penasehat terkemuka di Israel, mengurus jenazah Yesus dg baik, mulai dr menurunkan tubuh Yesus dr tiang salib hingga memakamkan-Nya scra layak. 
Apakah ini sebuah kebetulan saja? Tuhan yg tahu pasti jwbannya, namun menarik utk direnungkan. 
Arti nama Yusuf adalah ‘orang yang menambah’, kalau kita pelajari tokoh yg bernama Yusuf, misalnya Yusuf anak Yakub, yg kemudian menjd org nomor 2 di Mesir, kemudian Yusuf ‘ayah’ Yesus, dan Yusuf dr Arimatea, ketiganya berdampak positif bagi rencana Tuhan terhadap umat-Nya yaitu bangsa Israel. Yusuf anak Yakub telah menambahkan kesejahteraan ayah dan keluarganya di masa sulit melanda, Yusuf ‘ayah’ Yesus menambahkan kesempurnaan Yesus memiliki ayah dan ibu shga tdk disebut anak haram, Yusuf dr Arimatea menambahkan kekurangan para murid Yesus yg saat itu tdk bs mengurus jenazah Yesus, nama mrka sesuai dg realita hidup mrka. 
Bercermin dr mrka, kitapun hrs berdampak ‘menambahkan’ sesuatu utk org-org di sekitar kita, mgkin bkn spt 3 org bernama Yusuf ini, tp dlm bnyk hal Tuhan beri kita kesempatan utk ‘menambahkan’ sesuatu shga kekurangan org lain bs tertutupi, rencana Tuhan digenapi dan membuat hidup org bnyk menjd lebih berarti. Utk itu memang butuh pengorbanan, kerelaan dan ikhlas, tdk takut terhadap tantangan yg ada 

Posted in Renungan | Comments Off on Yusuf dan Yusuf 

Iman Yang Melemah 

DI 27052017 
Roma 4:19 

  • Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. 

Iman itu butuh kekuatan rohani, krna iman itu bs menguat atau melemah, bergantung pd situasi dan fakta yg ada. Kalau dlm diri seseorg rohaninya tdk kuat, imannya melemah hingga akhirnya imannya lumpuh. 
Bisakah kita percaya jika Tuhan menjanjikan sesuatu yg berlawanan dg situasi dan fakta yg menyangkut diri kita? Apalg spt Abraham, hrs menunggu 25 tahun barulah janji Tuhan terjd bhw ternyata dia memiliki anak kandung di saat usianya 100 tahun. Harusnya sdh punya cucu atau cicit mgkin, tp justru br punya anak. Membayangkan komentar org saha mgkin sdh membuat berpikir utk apa sih janji Tuhan, knpa tdk saat berumur masih muda, kalau skrg rasanya terlalu tua. 
Mgkin kita berpikir spt Marta, sdh beritahu Yesus bhw Lazarus sdg sakit, malah dtg saat Lazarus sdh mati 4 hari. Knpa Tuhan menjanjikan sesuatu di luar batas waktu yg normal? Tuhan punya perhitungan waktu-Nya sndri. 
Menerima janji Tuhan apalg janji itu ttg sesuatu yg mustahil, kita pikir-pikir rasanya sulit bs dipercaya itu bs terjd, atau kita berpikir Tuhan cuma menghibur kita, tentu membuat iman kita sulit ‘sampai’ di ‘ketinggian’ janji Tuhan. Yang tersisa adalah kepasrahan, terjd ya syukur, tdk terjd ya terserah Tuhan, toh keadaan tdk berubah. Ini tanda bahwa iman kita dlm keadaan lemah, rohani kita perlu diperkuat. 
Tuhan tdk pernah salah dan main-main dlm memberi janji, Dia serius dan menginginkan kita mengalaminya. Dia paham kelemahan iman kita, kuasa-Nya tdk bergantung pd kondisi iman kita, sekalipun iman kita lemah, asalkan kita masih punya kemauan mengalami kuasa Tuhan, Dia akan melakukannya bagi kita. Belajar utk tetap percaya sekalipun ‘naik turun’, berjuang utk menguatkan iman kita pd Tuhan, bangun rohani kita, tetap terhubung dg Tuhan, tetaplah percaya pd Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Iman Yang Melemah