Dihakimi Supaya Belajar

DI 28022017 
Yesaya 26:9 

  • Dengan segenap jiwa aku merindukan Engkau pada waktu malam, juga dengan sepenuh hati aku mencari Engkau pada waktu pagi; sebab apabila Engkau datang menghakimi bumi, maka penduduk dunia akan belajar apa yang benar. 

Dihukum tentu tdk enak dan mgkin membuat kita malu, di sisi lain sbnarnya kita sdg diajar sesuatu. 
Pembelajaran yg benar tdk mengajarkan melakukan sesuatu agar tdk dihukum, tp melakukan sesuatu krna sadar dan mengerti akibat dan hasil yg diperoleh dr apa yg kita lakukan. Hal yg penting bknlah jika melanggar maka dihukum, tp jika tdk dilakukan maka akan timbul masalah, terjadi kekacauan hingga kegagalan. 
Apa yg bs kita pelajari saat kita dihukum Tuhan? 
Kita bs mengevaluasi apa yg telah kita kerjakan, di mana letak salahnya. Atau kita tdk taat, hanya melakukan sebagian tdk seluruhnya, melakukan tdk spt cara yg Tuhan mau. 
Selanjutnya kita bs mengoreksi diri sndri dg mendalam. Apakah respon kita salah, apakah iman kita ‘lumpuh’, apakah kita tdk lg mengasihi Tuhan dg segenap hati, dsbnya. Belajar utk memperbaiki kelemahan dan kesalahan kita, spya tdk terulang di waktu ke depan. 
Hukuman dr Tuhan mendatangkan kebaikan bagi anak-anak-Nya. Pendisiplinan melatih penguatan karakter, penderitaan melatih kesabaran dan iman kita, berdiam diri membuat kita lebih punya bnyk wkt utk mengenali diri kita secara utuh. Merenungkan bnyk hal ttg Tuhan dan firman-Nya. Semuanya utk menyadarkan kita bhw Tuhan selalu mengawasi kita dan memperhatikan semua yg kita perbuat. Dia ingin masa dpn kita dlm keadaan yg baik, penuh damai sejahtera dan diberkati. 
Patuhilah semua perintah Tuhan, semuanya berguna utk hidup kita, apa yg Dia larang justru utk menjaga hidup kita dlm keadaan baik. Apa yg Dia haruskan kita perbuat selalu dampaknya baik utk kita. Walau mgkin ada yg sulit dan blm kita mengerti, tetap taat dan lakukan sesuai dg yg Dia inginkan, bkn krna kita takut dihukum, tp krna kita mengasihi Dia 

Posted in Renungan | Comments Off on Dihakimi Supaya Belajar

Pikiran Yang Menetap

DI 27022017 
Yesaya 26:3 NKJV 

You will keep him in perfect peace, Whose mind is stayed on You, Because he trusts in You. 

  • Engkau akan menjaganya di dalam damai sempurna, yang pikirannya tetap pada Tuhan, karena dia percaya di dalam Engkau. 

Utk memahami ayat ini maka hrs diurut dr bawah ke atas, maka kita akan menemukan sebuah rumusan ttg percaya. 
Percaya pd Tuhan menjadikan pikiran seseorg tetap pada Tuhan dan Tuhan akan menjaganya dg damai yg sempurna. 
Damai sejahtera dan percaya ternyata dihubungkan oleh pikiran/akal budi. Spt sebuah jembatan, kalo jembatannya putus maka damai yg sempurna tdk pernah bs dialami krna percaya pd Tuhan blm sampai menguasai pikiran kita agar tetap pd Tuhan. 
Itulah sebabnya pikiran/akal budi menjd sebuah ‘medan pertempuran’ org percaya setiap harinya. Pikiran yg memicu kekuatiran, kejahatan, ketakutan, kesombongan, dsbnya adalah tanda bhw ‘jembatan pikiran’ kita sdg ‘diserang’ dan bila berhasil dikuasai, maka kita gagal mengalami damai sejahtera Tuhan. 
Pikiran/akal budi hrs diperbaharui/ditransformasi, hrs terjd perubahan dan peningkatan level cara berpikir kita ttg segala hal. Ini bkn ttg berpikir positif, tp ttg berpikir spt Tuhan berpikir, krna kita diciptakan serupa dan segambar dg Tuhan. Jd di dlmnya termasuk cara berpikir Tuhan. Memiliki cara berpikir spt Kristus seumpama sebuah jembatan yg kokoh dan tdk bergoyang. Aman utk dilalui, cara kita berpikir hrs benar shga apa yg kita perbuat dan putuskan itu menjd sesuatu yg ‘aman’ bagi kita. Segala sesuatu memang ada resikonya, tp kita bs meminimalkan resiko itu shga tdk membahayakan kita dan org lain. 
Damai yg sempurna dr Tuhan akan ‘mengawal’ kita selama pikiran kita tetap di dlm Tuhan. Spt pengawal/bodyguard yg selalu mengawasi, melindungi dan melayani kebutuhan org yg dikawalnya, spt itulah cara damai sempurna dr Tuhan menyertai hidup kita. Tuhan kita Tuhan yg baik, yg tahu bgmna melindungi umat-Nya, selama kita tetap percaya 

Posted in Renungan | Comments Off on Pikiran Yang Menetap

Tuhan Telah Mengatakannya

DI 25022017 
Yesaya 22:25 

  • Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, gantungan yang dipasang kuat-kuat pada tempat yang kokoh itu tidak akan kuat lagi, sehingga patah dan jatuh, dan segala tanggungannya itu hancur, sebab TUHAN telah mengatakannya.” 

Apa yg Tuhan telah katakan maka itu pasti akan terjd. Ini sebuah jaminan dr Tuhan krna Dia nemiliki integritas dlm diri-Nya, yg diucapkan pasti dilakukan-Nya. 
Bnyk org Kristen masih meragukan apa yg menjd isi Alkitab itu benar atau tdk, dlm batasan jika dilakukan apakah akan terjd sesuai dg yg tertulis? Dr ayat yg kita baca, maka semua janji Tuhan yg tertulis dlm Alkitab, maka itu akan Tuhan tepati, krna Dia yg telah mengatakannya. Semua hukum Tuhan dan hukuman yg tertulis dlm Alkitab, akan berlaku nyata dlm hidup kita krna Dia yg telah mengatakannya. 
Masalahnya terletak pd iman masing-masing org, ada yg melihat bukti dulu baru percaya, ada yg blm melihat tp sudah percaya. Tuhan tdk pernah berdusta, lupa atau hrs diingatkan trs menerus. Bnyk org menganggap Tuhan spt ‘anak kecil’ yg hrs trs diingatkan apa yg hrs dikerjakan: “De, jgn lupa jam 7 mlm km hrs belajar, jam 9 mlm km tdr.” Bandingkan dg ini: “Tuhan, Engkau hrs tolong saya, bknkah aku ini anak-Mu, waktunya sdh ‘mepet’ Tuhan, Engkau tdk bohong kan?” 
Tuhan tdk perlu diingatkan apalg didesak, krna doa spt ini dasarnya bkn iman, tp kekuatiran manusia. Tdk didasari iman maka tdk mendpt apa yg kita minta pd Tuhan. Ini bkn doa berseru pd Tuhan, tp doa yg egois sifatnya. Jgn kita tdk menghormati Tuhan krna kita kuatir akan situasi yg sdg terjd. Tetap hormati Tuhan, berdoa dg didasari iman dan tetap percaya bhw apa yg Tuhan telah katakan itu pasti terjd. Dia pny bnyk cara utk menolong kita, Dia pny waktu yg tepat utk bertindak. Sabar menantikan pertolongan Tuhan dtg, Dia tdk berlambat-lambat, Dia pasti menolong umat yg dikasihi-Nya. Dia Bapa yg baik, selalu memberi apa yg terbaik mnrut pandangan-Nya 

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Telah Mengatakannya

Hak-Nya Tuhan 

DI 24022017 
Matius 20:15 NKJV 

Is it not lawful for me to do what I wish with my own things? Or is your eye evil because I am good?’ 

  • Bukankah adalah sah bagiku untuk melakukan yang kuharapkan dengan menggunakan milikku sendiri? Atau matamu jahat karena aku baik? 

Kalimat terakhir dlm perumpamaan ttg upah para pekerja di kebun anggur ini menggambarkan bhw Tuhan ingin menekankan sebuah hal penting bagi kita yaitu Tuhan bebas melakukan apa yg baik terhadap siapa saja yg ingin Dia berikan. 
Pernah merasa ‘jengkel’ krna Tuhan ternyata berbuat baik pd org yg kita tdk sukai? Kita merasa Tuhan tdk di pihak kita, kalau di pihak kita maka Tuhan jg ‘harus ikut’ membenci org yg kita benci. 
Pantas atau tdknya seseorg menerima kebaikan Tuhan adalah mutlak hak Tuhan. Tolak ukurnya bkn kebaikan atau kejahatan, krna org yg jahatpun ada yg msh mengalami kebaikan Tuhan. Jd tolak ukurnya adalah keinginan dan harapan Tuhan sndri. Tentu Tuhan itu adil, tp Dia punya belas kasihan. 
Respon kita hrs bgmna jika melihat hal itu? Kita tdk boleh protes atau keberatan dg tindakan Tuhan. Jgn mata kita menjd mata yg ‘jahat’ artinya melihat dr sisi negatif saja dg hati yg ‘panas’. Kebaikan Tuhan biasanya mendatangkan pertobatan, Tuhan sdg menunjukkan kasih-Nya pd org itu agar dia merasakan masih ada org yg baik terhadapnya. Protespun percuma, jgn sampai hati kita semakin ‘panas’, padamkanlah dg ikut mendoakan org itu dan memberkatinya. Jaga hati jgn sampai menjd hati yg penuh dg kejahatan. Buang segala kebencian, dendam, amarah, ingatan-ingatan yg mengintimidasi, jadikan hati kita hati yg murni dan bebas dr yg jahat. 
Tuhan punya hak dan otoritas penuh dlm menggunakan milik-Nya utk menjd berkat bagi siapapun. Belajar dr Tuhan dlm hal mengasihi, terutama mengasihi org yg menjahati kita. Butuh wkt dan pengorbanan, tp Tuhan pasti menolong setiap kali kita ingin berbuat baik pd siapapun. Selalu ada kesempatan utk berbuat baik asalkan kita tdk melewatkannya 

Posted in Renungan | Comments Off on Hak-Nya Tuhan 

Betapa Sulitnya

DI 23022017 
Markus 10:23 NKJV 

Then Jesus looked around and said to His disciples, “How hard it is for those who have riches to enter the kingdom of God!” 

  • Kemudian Yesus melihat sekeliling dan berkata pada para murid-Nya: “Betapi sulitnya untuk mereka yang memiliki kekayaan untuk masuk dalam kerajaan Tuhan.” 

Kita menjd ‘sesat’ kalau mengartikan ayat ini jika hanya melihat dr kata ‘kekayaan’ saja, shga kesimpulan yg ada menjdkan kita berpikir bhw org kaya susah masuk kerajaan Tuhan (surga). 
Bknkah Tuhan yg menjdkan seseorg bisa menjd kaya atau miskin? Buat apa dijadikan kaya tapi susah masuk surga? Lalu apakah org yg tdk kaya mudah masuk surga? Kalau kekayaan jd tolak ukur masuk surga, tdk perlu Yesus mati disalib bagi kita. 
Umpamanya spt ini: kita ingin tinggal di luar negeri selama 3 tahun, di sana kita butuh tempat tinggal, seisi perabotan rumah, dsbnya. Apakah kita bs membw semua perabotan rumah kita di sini lalu dibw kesana? Di bandara ada peraturan ttg sbrpa bnyk barang yg boleh dibawa, brpa batas kg barang yg boleh masuk bagasi, tdk boleh bw cairan lbh dr 100 ml, dsbnya. Jd mustahil bs membw semua isi perabotan keluar negeri. 
Tukarkan rupiah kita dg mata uang yg berlaku di sana, kita bs beli perabotan rumah yg kita butuhkan. Tukar ‘kekayaan harta’ kita dg ‘harta di surga’. Di surga kita disediakan lahan tempat tinggal, ‘bangunan dan isi’nya tergantung dr apa yg kita buat slma di dunia. Harta dunia hanya berguna slma kita hidup di dunia, membiayai pemakaman kita dan jd warisan anak cucu. Harta di surga kita peroleh saat kita taat melakukan kehendak Bapa. 
Jgnlah harta dunia yg kita miliki menjd penyebab kita ‘gagal’ masuk surga. Dipercaya harta yg bnyk hrs diimbangi dg kerohanian yg dwsa dan hidup mengasihi Tuhan dan sesama, tdk cinta uang dan melakukan pengaturan uang yg sesuai Firman Tuhan. Jgn sampai harta menjd ‘tuhan’ dlm hidup kita, tp jadikanlah harta sbg alat utk memenuhi kebutuhan hidup, utk memuliakan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Betapa Sulitnya

Jangan Disebar

DI 22022017 
Markus 7:35-36 

Maka terbukalah telinga orang itu dan seketika itu terlepas pulalah pengikat lidahnya, lalu ia berkata-kata dengan baik.

  • Yesus berpesan kepada orang-orang yang ada di situ supaya jangan menceriterakannya kepada siapa pun juga. Tetapi makin dilarang-Nya mereka, makin luas mereka memberitakannya. 

Kalau dibandingkan cara memberitakan Injil Keselamatan antara Yesus dan gereja zaman skrg, memang agak aneh, gereja skrg gemar bikin acara ‘kesembuhan ilahi’ dan tdk sdkit mengeluarkan dana besar utk ‘iklan’ jauh-jauh hari, tujuannya spya bnyk org sakit yg dtg dan disembuhkan, berharap stlah itu ada yg ‘sekalian’ bertobat. Tapi Yesus justru bbrpa kali tercatat melarang org mempublikasikan mujizat yg diperbuat-Nya. 
Apakah cara grja zaman skrg itu salah? Tentu tdk, salah satu cara org mengenal Tuhan adalah melalui mujizat yg terjd atau dialaminya sndri. Yesus melarang org mempublikasikan krna Dia mengerti tujuan Dia diutus ke dunia, bkn sekedar sbg ‘tabib sakti’, tp tugas utama-Nya adalah mengajar bangsa Israel ttg hukum-hukum dan pengertian kitab suci. Puncaknya adalah Dia menyerahkan nyawa-Nya pd Bapa dan menanggung dosa manusia. 
Misalkan kita diberi wkt utk makan slma 20 menit, br mkn 5 menit, tiba-tiba ada telepon masuk, bcra sana sini tak jelas, habislah sisa 15 menit yg ada dan mknan kita blm habis. Terpaksa kita meninggalkan mknannya. Kehilangan fokus dan tujuan waktu. 
Kitapun hrs bs memilih apa yg hrs kita kerjakan skrg, misalnya wktnya utk belajar, bekerja, melayani, waktu bersama keluarga, dsbnya. Kalau kita bnyk mengerjakan sekaligus, satupun tdk ada yg selesai nantinya. Walaupun semuanya itu hal-hal yg baik, tetap hrs tau prioritas yg hrs dikerjakan saat ini. Selesaikan yg satu br pindah ke hal yg lain. 
Prioritaskan hal-hal yg sifatnya hrs ‘segera’ dituntaskan, yg sifatnya utk masa dpn tetap diusahakan, tp jgn tertukar prioritasnya. Bnyk hal yg penting, tp prioritaskan yg lebih penting 

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Disebar

Tidak Tahan 

DI 21022017 
Mazmur 1:5 

  • Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar; 

Pendosa adalah org yg hidupnya terikat oleh kuasa dosa dan selalu berbuat dosa. Org benar adalah org berdosa yg dibenarkan oleh Tuhan. 
Pendosa tdk tahan dlm perkumpulan org benar. Tdk tahan terhadap apa? Terhadap larangan utk berbuat dosa. Org-org benar akan selalu mengingatkan utk belajar menguasai diri sepenuhnya, mempertimbangkan dampak yg timbul dr perbuatan yg kita lakukan. Para pendosa merasa apa yg dia lakukan sbg hak asasi dia, sekalipun itu adalah perbuatan dosa, dianggap sbg hak asasi pribadinya. Efeknya apa terhadap org lain tdk dipedulikan, pokoknya dia senang sndri. 
Utk bs membimbing org berdosa, perlu bnyk memberi perhatian, kasih, nasehat, terutama dlm hal teladan hidup. Biasanya perkataan kita sulit masuk sampai ke dlm hatinya. Perlu jg diajarkan kebenaran Firman Tuhan. Dosa seringkali disebabkan krna tdk adanya kasih dlm hidup seseorg, ketertolakan dan pergaulan yg buruk. Jgnlah kita menjd ‘hakim’ tp jadilah spt ‘saudara’ yg penuh kasih Tuhan. 
Ketika ada org-org berdosa masuk dlm lingkungan gereja, komsel atau yg lainnya, terimalah dan bimbinglah dia utk mendekat pd Tuhan. Kita bknlah solusi bagi permasalahan dosa mrka, tp Tuhanlah yg sanggup menyelesaikannya. Doakan mrka agar terbebas dr penghambaan dosa, pny kerinduan utk hidup benar dan mau dipulihkan. Di sinilah peran kasih sangat besar, tanpa kasih maka kita sulit utk melakukannya. Mgkin hanya bertahan sebentar, lalu menyerah. 
Murka Tuhan besar bagi org yg mengabdi pd dosa, krnanya perlu kita menolong mrka utk dibebaskan, shga pd hr penghakiman, mrka menerima keselamatan dr Tuhan. Itulah fungsi kita sbg org yg dibenarkan Tuhan, membawa org berdosa pd Kristus utk diselamatkan. Sebab hanya Yesus yg sanggup menyelamatkan, krna Dia telah mengalahkan dosa dan maut. Dlm Dia ada pengampunan dosa, ada hidup yg baru

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Tahan 

Akan Berhasil

DI 20022017
Mazmur 1:2-3 

tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. 

  • Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. 

Ada satu kata yg kurang dr kalimat terakhir dr ayat 3 yaitu kata ‘shall atau akan’. Satu kata ini penting krna kita bs salah memahami ayat ini, ditambah dlm pujian ttg ayat ini ditambah kata ‘pasti’, bs dicek kebenarannya. 
Kalau ada kata ‘akan’ artinya jika dilakukan yg tertulis di atasnya, maka kemungkinan besar bs berhasil. Tp cukupkah hanya dg merenungkan Firman Tuhan siang dan malam maka semua yg kita buat ‘akan’ berhasil? 
Ada pohon yg memang habitatnya tumbuh di dekat sungai, krna butuh selalu cakupan air yg banyak, ada pohon lain yg habitatnya di ladang, jd ini bcra ttg ‘jenis’ pohon. Bila diaplikasikan dlm hidup kita, ini bcra ttg profesi primer kita: dokter, guru, bisnisman, full timer, dsbnya. Salah profesi maka tdk akan maksimal apalg berhasil. 
Yg menghasilkan buahnya pd musimnya, berarti tdk ‘mandul’, pny kemampuan utk menghasilkan, normal dan ‘bertumbuh’ dg baik. Bs mengerti ‘musim’ apa yg sdg terjd dlm keadaan yg sdg terjd. 
Tdk layu daunnya, tdk kekeringan, tahan terhadap hama serangga atau penyakit tanaman. Pny daya tahan atau perisai, ‘kekebalan tubuh’, mampu melawan serangan musuh dan menang. Punya iman yg besar dan berakar dlm Kristus. 
Ayat 1 dan 2 bcra ttg memilih pergaulan dan habitat yg ‘sehat, menjadikan Firman Tuhan sbg pedoman hidup, ayat 3 bcra ttg mengenali diri seutuhnya. Jd jgn salah memahami 3 ayat ini, itulah sebabnya kita perlu menyediakan waktu utk merenungkan Firman Tuhan, spya kita diajari Tuhan ttg ayat yg sdg kita baca. 
Tetap kerjakan profesi primer kita dg baik dan maksimal, suatu saat apa yg kita tabur dan tanam akan menghasilkan buah pd musimnya. Kalahkan setiap serangan dr musuh, tetap beriman pd Kristus 

Posted in Renungan | Comments Off on Akan Berhasil

Bayi Rohani

DI 18022017 
1 Korintus 3:1 KJV 

And I, brethren, could not speak unto you as unto spiritual, but as unto carnal, even as unto babes in Christ. 

  • Dan aku, saudaraku, tidak dapat berbicara kepadamu sebagaimana pada manusia spiritual, tapi sebagaimana pada manusia jasmani, bahkan sebagaimana pada bayi-bayi di dalam Kristus. 

Bayi bisa diajak bercanda tapi tentu tdk bs diajak berdialog hal-hal yg penting. Percuma ajak bayi bicara ttg Pilkada, dia blm tahu apa-apa. 
Rasul Paulus mengalami kesulitan bcra ttg hal-hal rohani pd jemaat Korintus, krna mrka hanya manusia yg ‘jasmaniah’ saja, artinya bisa diajak bcra ttg semua yg berhubungan dg kehidupan di dunia ini, tp bgtu diajak bcra ttg hal-hal rohani, sulit mengerti alias ‘ngak mudeng’. 
Tdk semua org tertarik dg hal-hal yg rohani, tp mgkin bnyk org tertarik dg hal-hal yg ‘magis’. Mgkin kalau diminta menyebut jenis-jenis setan, mrka bs dg lancar menyebutnya dibandingkan dg diminta menyebut jenis-jenis malaikat. 
‘Racun’ pemikiran bhw selalu akan sulit utk memahami hal yg rohani telah bnyk masuk dlm pikiran org Kristen. Baca Firman hrs ditafsir dulu, pdhal tdk semua bagian dr Firman Tuhan mengandung tafsiran, ada yg memang sudah jelas, tak perlu ditafsir. Tdk perlu hrs sekolah Alkitab dulu utk bs mengerti Alkitab, saat kita rindu utk mengerti, Roh Kudus menuntun kita pd pengertian yg benar. Masalah yg ada adalah kita tdk tekun utk trs belajar mengerti Firman Tuhan. 
Kalau seseorg hanya bs menangkap pengertian Firman Tuhan yg dibumbui dg humor saja, itu spt bayi yg hanya bs diajak tertawa, tp tdk mengerti hal-hal lain. Hal-hal yg rohani sama penting manfaatnya dg hal-hal yg jasmani, krna kita adalah manusia rohani yg memiliki jiwa dan berdiam dlm tubuh jasmani selama hidup di dunia. Ilmu pengetahuan penting utk kita pelajari, demikian jg dg hal yg rohani. Hal yg rohani penting utk mempersiapkan diri kita utk hidup nanti dlm kekekalan. Jadi keduanya hrs seimbang 

Posted in Renungan | Comments Off on Bayi Rohani

Iman Kuasa Tuhan 

DI 17022017 
1 Korintus 2:5 KJV 

That your faith should not stand in the wisdom of men, but in the power of God. 

  • supaya imanmu tidak berdiri di dalam hikmat manusia, tetapi di dalam kuasa Tuhan. 

Hikmat yg dimiliki manusia tentu saja luar biasa, bnyk hal bs diselesaikan dg memanfaatkan hikmat manusia, tp dlm hal iman, kita tdk menjadikan hikmat manusia sbg dasar pijakan dlm menjalani hidup ini. 
Sejujurnya dlm realitanya, tdk semua hal bs diselesaikan dg menggunakan hikmat manusia, tetap ada keterbatasannya. Sbg contoh dlm hal pemerintahan, selalu saja ditemui ada kekurangan di sana sini dlm bbrpa hal. Atau dlm ruang lingkup keluarga, cara mengatur hidup berumah tangga dan mendidik anak tdk ada yg sempurna 100%, tetap ada yg sulit dilakukan. 
Iman hrs berpijak pd sesuatu yg sempurna, itulah kuasa Tuhan. Tdk ada yg mustahil bagi Dia dan bagi org yg percaya. Hikmat manusia terbatas utk membuat anak yg hidupnya rusak dan hancur bs mengalami pertobatan. Dinasehati bertahun-tahun tdk mempan, tp ketika kuasa Tuhan menjamah dan bekerja dlm kehidupan anak ini, pertobatan menjd sesuatu yg mudah dan akhirnya terjd. Begitu jg dlm menangani sebuah masalah yg rumit, kuasa Tuhan sanggup mengubah keadaan menjd berpihak pd kita. 
Kuasa Tuhan tdk bergantung pd kehebatan manusia dan jg kelemahan manusia. Karena itulah ketika kita mengaktifkan iman, jgn terpengaruh oleh realita yg ada krna kuasa Tuhan tdk terpengaruh oleh serumit apapun keadaan yg ada. Fokuslah pd kuasa dan kemampuan Tuhan, shga iman kita menjd iman yg kokoh dan besar. Jgn pernah meragukan kuasa Tuhan dlm setiap situasi yg kita hadapi. Kebimbangan hanyalah ‘membunuh’ iman kita. 
Gunakan hikmat manusia dlm keseharian hidup kita krna tentu saja bnyk manfaatnya, namun tetaplah lebih mengandalkan kuasa Tuhan drpd hikmat manusia. Bangun hubungan yg intim dg Tuhan, jgn menjauh dr Tuhan. Bersabar menantikan waktu Tuhan bekerja, segala sesuatunya menjd mgkin saat kita tetap percaya

Posted in Renungan | Comments Off on Iman Kuasa Tuhan