Tanda dan Hikmat 

DI 16022017 
1 Korintus 1:22 

  • Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, 

Biasanya utk mencari sebuah jwban doa atau pesan Tuhan, diperlukan ‘tanda’ dr Tuhan dan hikmat utk memahami jwban Tuhan. 
Bangsa Israel dan Yunani saat itu memiliki perkembangan budaya yg tinggi, org Israel dlm mengenali siapa itu Mesias, menyelidiki Alkitab dan mencari ‘tanda’, spt yg pernah ditanyakan pd Yesus (Matius 12:39). Tanda itu sesuatu yg mendahului apa yg dimaksud, misalnya tanda arah panah menunjukkan di mana lokasi yg benar. Awan mendung menandakan akan turun hujan. Bel berbunyi tanda pelajaran di kelas segera dimulai. Menemukan tanda berarti apa yg dicari atau ditunggu ada di sekitar tanda itu. 
Meminta ‘tanda’ dr Tuhan biasanya dilakukan oleh org yg sdg menunggu jwban doa dr Tuhan. Kalau terjd ini berarti jwban Tuhan itu iya, kalau bkn berarti jwban Tuhsn itu tdk. Masalahnya adalah iblis bs saja sengaja merekayasa apa yg kita harapkan sbg tanda dr Tuhan itu terjd. Kadang sulit membedakan mana yg dr Tuhan dan mana yg dr iblis. 
Karenanya diperlukan hikmat, utk mengenali apakah sesuatu itu berasal dr Tuhan atau bkn. Bisa saja tanda yg kita minta itu terjd scra kebetulan, atau direkayasa iblis atau org lain. Hikmat yg bersumber dr Firman Tuhan mampu mrmbedakan sumber dr tanda yg terjd. 
Hikmat itu hrs dicari, spt kita mencari pengetahuan dg belajar, hikmat bkn turun dr surga scra magis, dr mana kita bs mendptkannya? Tentu saja dr Tuhan dan firman-Nya. Mulailah dg tekun membaca Alkitab setiap hr dg teratur, tekun berdoa, merenungkan Firman Tuhan, dan alami pengalaman hidup bersama Tuhan. Dimulai dg proses belajar, kemudian mengerti, dan selanjutnya menjd hikmat, kemampuan utk memahami hal-hal yg telah dan sdg terjd. Tanpa hikmat maka kita bs menjd gagal mendptkan apa yg kita mau, gagal mewujudkan rencana yg sdh diatur. 
Tanda dan hikmat, keduanya wajib kita miliki supaya bs memahami bnyk hal 

Posted in Renungan | Comments Off on Tanda dan Hikmat 

Pilkada Serentak 2017 

DI 15022017 
Lukas 2:1, 4 

1 Pada waktu itu Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia.

  • 4 Demikian juga Yusuf pergi dari kota Nazaret di Galilea ke Yudea, ke kota Daud yang bernama Betlehem, — karena ia berasal dari keluarga dan keturunan Daud — 

Pemerintah telah menetapkan hr ini sbg hr utk Pemilihan Kepala Daerah serentak se-Indonesia. Tahapan pencoblosan pada Pilkada Serentak 2017 akan berlangsung di 101 daerah di Indonesia. Jumlah itu meliputi tujuh provinsi, 76 kabupaten dan 18 kota. 
Yesus lahir saat Keputusan Kaisar Agustus ttg sensus seluruh penduduk dunia, shga Yusuf dan Maria berangkat ke Betlehem krna Yusuf masih keturunan raja Daud. Sesuai dg nubuatan para nabi, Mesias lahir di kota Betlehem daerah Yudea. Jd tdk kebetulan keputusan ttg sensus itu keluar, ternyata itu bagian dr rencana Tuhan menggenapi nubuatan ttg Mesias. 
Pilkada serentak tahun 2017 ini saya pribadi percaya bhw ini waktu yg adalah bagian dr rencana Tuhan bagi Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah yg memilih siapa yg menjd kepala daerahnya. Sikap kita sbg warga negara adalah taat pd pemerintah yg adalah ‘kepanjangan otoritas’ Tuhan bagi kita (Roma 13:3-4). Taatlah dgn dtg ke TPS yg telah ditentukan utk memberikan suara pilihan memilih kepala daerah masing-masing. 
Tetap kita berdoa agar selama proses pemungutan suara berlangsung, tdk terjd kecurangan dan usaha-usaha negatif utk memenangkan salah satu calon kepala daerah. Saat perhitungan suarapun biarlah berlangsung dg aman dan benar. 
Pilihlah org yg takut akan Tuhan, yg memiliki kapasitas dan kemampuan yg sesuai dg tugas sbg kepala daerah, yg punya jiwa melayani masyarakat dan visinya utk mensejahterakan wilayah yg akan dipimpinnya. Berdoalah sblum mencoblos, pilihlah dg hati nurani yg murni dan yakin bhw pilihan kita itu tepat. Jgn ‘golput’ atau tdk memberi suara, 1 suarapun sangat berharga, peduli dg masa dpn kota kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Pilkada Serentak 2017 

Misteri Dunia Roh

DI 14022017 
Matius 17:3 

  • Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. 

Hal yg sering ditanyakan berkenaan ttg roh org yg sdh meninggal adalah apakah mrka bs ‘kembali’ muncul di dunia org hidup? Bisa atau tdk? 
Kisah dlm ayat ini menjd sebuah jwban bagi kita, ternyata ada peristiwa di mana Musa, org yg sdh meninggal terlihat berbicara dg Yesus dan ini terlihat jg oleh para murid-Nya. Bgmna menjelaskannya? 
Dlm Lukas 16:22, Lazarus yg miskin mati dan para malaikat membawa rohnya, jd ketika roh seseorg meninggalkan tubuh fananya, malaikat dtg menjemput rohnya. Dibawa kemana? Ke sebuah tempat sementara sblm diadili di depan Tahta Putih (Wahyu 20:11-15). Roh org yg meninggal ternyata tdk gentayangan krna langsung dibawa ke sebuah tempat sementara. Tp mengapa dlm bnyk agama dan kepercayaan bnyk paham ttg roh gentayangan, apalg org yg meninggalnya tak wajar? 
Dlm iman Kristen, kita hrs mengabaikan semua doktrin yg diajarkan oleh agama dan keyakinan yg lain, jadikanlah itu sekedar pengetahuan umum semata, tetap menghargai doktrin yg dianut mrka yg mempercayainya. Tp dlm realitanya, bnyk kisah mistis yg isinya ttg kembalinya roh org mati ke rumahnya, dsbnya. Lalu ayat ini bercerita ttg Musa bertemu Yesus. 
Tentu saja atas seizin Tuhan, sekali lg atas seizin Tuhan, bisa saja roh seseorg yg sdh meninggal bertemu dg org yg masih hidup, tp tdk melalui sebuah ritual pemanggilan arwah. Dlm iman Kristen tdk ada ritual pemanggilan arwah, kalaupun diizinkan bertemu, itu Tuhan yg mengaturnya. Elia naik ke surga, tdk mengalami kematian fisik, tp bisa turun kembali ke dunia bertemu Yesus. Apakah ini scra fisik atau dlm dimensi alam roh, sulit dijelaskan. 
Kita perlu berhati-hati dg doktrin dr agama dan kepercayaan lain yg berlawanan dg apa yg Tuhan ajarkan pd kita. Tdk perlu menyalahkan atau berdebat, bagian kita adalah menjaga kemurnian iman dan ajaran yg Tuhan ajarkan pd kita. Dunia org mati memang penuh misteri

Posted in Renungan | Comments Off on Misteri Dunia Roh

Harus Mengerti

DI 13012017 
Matius 13:19  

  • Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. 

Sekian lama kita salah memahami ayat ini shga tdk bnyk org yg rindu utk lebih lagi ‘bergaul’ dengan Firman Tuhan. 
Kita diajar bhw Firman Tuhanlah yg membuat kita mengerti akan sesuatu, benarkah? Ternyata prosesnya terbalik: butuh pengertian saat mendengar Firman Tuhan, kalau gagal mengerti, si jahat mengambilnya dr dlm hati. Maka spya tdk dicuri oleh si jahat, saat mendengar firman Tuhan, kita hrs sudah memiliki dasar pengertian shga kita mengerti apa yg kita dengar. 
Memang utk bs mengerti firman Tuhan yg kita dengar itu tdk selalu mudah, pertama krna kita sdh ‘dicecoki’ pikiran yg keliru bhw setiap firman Tuhan selalu pasti sulit dimengerti, jd semua dianggap perlu cara khusus utk bs mengerti. Kedua, sebagian firman Tuhan berisi ttg perumpamaan dan penggunaan lambang, shga tdk boleh ditafsirkan sembarangan. Tapi Tuhan seringkali memberikan pengertiannya bagi kita. 
Mulailah dg tekun membaca Firman Tuhan setiap hari. Dr membaca kita mendpt pengetahuan, blm sampai di pengertian. Lewat pengalaman bersama Tuhan, kita dibuat mengerti ttg apa yg kita baca. Pengertian inilah yg kita gunakan utk bs mengerti Firman Tuhan yg kita dengar. Firman Tuhan yg kita mengerti tdk bs dicuri oleh si jahat. Ini prosesnya. 
Kalau membaca saja malas, bgmna bs memiliki pengetahuan? Kalau tdk tahu bgmna bs mengerti yg kita dengar? Bukan Firman Tuhan itu terlalu sulit dimengerti, tapi krna kita yg tdk memiliki dasar pengertian yg diperlukan utk bs memahami sesuatu yg lebih kompleks. Bacalah secara rutin tiap hari Alkitab kita, arahkan dahulu utk bnyk mendpt pengetahuan dr yg kita baca. Akan bnyk hal yg blm dpt kita mengerti, pd waktu kita mengalaminya barulah kita akhirnya mengerti. Sabar utk bs mengerti

Posted in Renungan | Comments Off on Harus Mengerti

Mengapa Begitu?

DI 11022017 
2 Raja-raja 23:25 

  • Sebelum dia tidak ada raja seperti dia yang berbalik kepada TUHAN dengan segenap hatinya, dengan segenap jiwanya dan dengan segenap kekuatannya, sesuai dengan segala Taurat Musa; dan sesudah dia tidak ada bangkit lagi yang seperti dia. 

Raja Yosia, raja Yehuda mulai memerintah di usia 8 tahun, 31 tahun memerintah di Yehuda, raja yg berbalik pd Tuhan setelah kakeknya, raja Manasye dan ayahnya, raja Amon, hidup jahat di mata Tuhan. 
Tapi apa fakta kehidupannya, sungguh sbg manusia mgkin kita bertanya-tanya pd Tuhan, mengapa raja yg ‘bertobat’ dan hidup sesuai Taurat Musa justru akhir hidupnya sangat mengenaskan, Firaun Nekho membunuhnya saat terjd perang (ayat 29). Jika dihitung, umur Yosia hanyalah 39-40 tahun. Apakah firman Tuhan keliru? Bukankah panjang umur itu salah satu berkat yg Tuhan berikan bagi org yg hidup benar? Tapi Yosia mengapa mati muda? 
Realita sehari-hari jg kadang membuat kita sulit menerima kenyataan yg terjd, mengapa ada org yg mengasihi Tuhan dg sungguh-sungguh mengalami kejadian yg tragis bahkan seharusnya org yg terkutuk yg pantas mengalaminya. Tentu semua adalah kedaulatan Tuhan, mati hidup Tuhan yg mengatur, tapi apa dasarnya Tuhan bertindak demikian? 
Dlm kisah ttg raja Yosia, ternyata Tuhan bkn scra pribadi menilai Yosia sbg raja yg jahat, tp ternyata Tuhan teringat akan dosa kakeknya Yosia, yaitu raja Manasye yg hidup melawan Tuhan (2 Raja-Raja 23:26). Memang sulit memahami mengapa Yosia ikut terkena hukuman Tuhan, tp krna ini adalah dosa lgsg terhadap Tuhan, maka hukuman Tuhan turun hingga keturunan yg ke-4 spt dlm Keluaran 20:5. 
Apa yg orgtua lakukan akan dinikmati dampaknya oleh anak cucunya jg. Jika orgtuanya baik, anak cucu ikut menikmati dampak dr kebaikan orgtuanya terhadap Tuhan dan sesama. Namun jika justru kejahatan yg dibuat oleh orgtua, maka anak cucunya akan menikmati kutuk akibat dosa yg dilakukan. Sbg orgtua, jgnlah kita sembarangan berbuat apapun

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Begitu?

Pemeliharaan Tuhan

DI 10022017 
Mazmur 37:19 KJV 

They shall not be ashamed in the evil time: and in the days of famine they shall be satisfied. 

  • Mereka akan tidak menjadi malu di dalam waktu-waktu jahat: dan di dalam hari-hari kelaparan mereka akan dipuaskan. 

Ketika melakukan kebaikan namun ternyata diresponi dg negatif, bnyk org mempertanyakan masihkah ada gunanya menjd org yg baik, jujur dan tulus hati? 
Ayat ini menjelaskan apa dampak dr hidup benar di hadapan Tuhan. Ada 2 jenis peristiwa yg disebut yaitu waktu yg jahat (evil time) dan masa kelaparan. Waktu yg jahat bs berwujud bnyk, bs diartikan bhw si jahat merencanakan sesuatu terhadap org benar, atau sesuatu yg buruk dan tak terduga terjd tiba-tiba dan terus menerus. 
Org yg tdk senang dg org baik akan berusaha menjatuhkannya serta membuat dia malu dg keadaannya. Segala cara dilakukan dan bahkan bertindak kejam, namun Tuhan tdk tinggal diam, Dia melindungi dan membela, shga apa yg jahat tdk membuat org benar dipermalukan. Apa yg direncanakan malah balik menimpa org yg merencanakan kejahatan itu. Perlindungan Tuhan membuat iblis tdk bs sembarangan ‘menyentuh’ hidup org benar. 
Ada jg yg disebut ‘hari-hari kelaparan’, ini bcra ttg situasi tdk biasa, goncangan hidup yg di luar batas, pemeliharaan Tuhan membuat org benar tetap kenyang meskipun di sekeliling mrka sdg terjd kelaparan hebat. Penyediaan Tuhan tdk ada batasnya, apa yg terbatas dan mustahil bagi manusia, bagi Tuhan segalanya mgkin dan tdk mustahil. Ada perlakuan berbeda antara org benar dan org fasik. 
Tetap ada gunanya trs menjd org baik, jujur dan tulus, walaupun skrg blm begitu disadari. Jgn menjd serupa dg dunia ini, kalau mrka sdg menghancurkan hidup mrka sendiri, jgn kita turut dlm kebodohan mrka. Mata Tuhan tertuju pd kita, jgn kita bertindak sembarangan dan merugikan org lain, teruslah bnyk berbuat baik dg ketulusan hati, suatu saat kita akan menerima upah dr Tuhan. Dia tdk pernah lupa semua yg telah kita perbuat 

Posted in Renungan | Comments Off on Pemeliharaan Tuhan

Hanya Sesaat Saja

DI 09022017 
Mazmur 30:5 KJV 

For his anger endureth but a moment; in his favour is life: weeping may endure for a night, but joy cometh in the morning. 

  • Karena amarah-Nya bertahan tapi sesaat saja; di dalam perkenanan-Nya adalah kehidupan: tangisan boleh bertahan untuk satu malam, tapi sukacita datang di pagi hari. 

Tuhan itu penuh kasih, bkn berarti Dia tdk bs murka atau marah terhadap sesuatu yg tdk benar. Namun Dia marah hanya sesaat saja. 
Tuhan ingin ada damai antara kita dg Tuhan, Dia bkn sekedar marah krna kesalahan yg kita buat, tp Dia menyediakan solusi bgmna utk menyelesaikan masalah dosa dan kesalahan kita. Dia ingin damai. 
Sikap Tuhan ini patut diteladani, dlm hal jgn membiarkan dosa menjd penghalang hubungan antara Tuhan dg umat-Nya. Marah itu wajar dan manusiawi tapi jika emosi yg tdk terkendali dan meledak-ledak, marah bs terjd dlm kurun wkt yg cukup lama, bs seharian hingga puluhan tahun, dipendam dlm hati hingga suatu saat meledak, bs mengakibatkan fisik menua dan hidup tdk nyaman. 
Marahlah jika memang marah dibutuhkan, tp cukup sesaat saja. Tunjukkan jg kasih kepada mrka, usahakan mencari cara bgmna menyelesaikan persoalan yg ada. Apakah itu dg berdoa memberkati dia, melepaskan pengampunan hingga memperbaiki komunikasi. Tindakan kasar tdklah menjamin org lain bs mengubah keadaan dan realita. Turunkan panasnya suasana ke titik normal, bangun kembali komunikasi yg sempat terganggu, dan bergembiralah. 
Ada saatnya kita berduka, suasana menjd tdk spt biasanya, spt tangisan di sepanjang malam, dlm pergumulan hidup yg paling berat, ada janji Tuhan bhw sukacita datang menjelang ‘pagi’, gelap diubah menjd terang, dukacita diubah menjd sukacita. Tdk utk selamanya org benar itu dianiaya, Tuhan Yesus akan memberi kemenangan bagi yg terlatih, sabar, tetap percaya pd Tuhan. Kalau ditegur Tuhan, segera bertobat, jgn malah menjauh dr Tuhan, nanti jd sasaran empuk buat iblis. 
Tetaplah menjd pendamai dari Kristus 

Posted in Renungan | Comments Off on Hanya Sesaat Saja

Tetap Butuh Tuhan 

DI 08022017 
Mazmur 141:3 KJV 

Set a watch, O LORD, before my mouth; keep the door of my lips. 

  • Tempatkan seorang penjaga, oh TUHAN, di depan mulutku; jagalah pintu bibirku. 

Sehebat-hebatnya kita menjaga perkataan kita, suatu saat bisa jg kita gagal, bs keceplosan, tanpa sengaja melukai hati org dg ucapan kita, bahkan kita bs berbohong. Hal inilah yg Daud sadari shga dia membuat mazmur ini. 
Paling tepat adalah melibatkan Tuhan utk ‘membantu’ kita menjaga perkataan. Daud mengumpamakannya spt ayat ini : meminta Tuhan menempatkan seorang penjaga di depan mulut kita. Apa gunanya seorg penjaga? Utk mengawasi keluar masuknya sesuatu. Ini bermakna sblum kita mengucapkan sesuatu, selain kita telah berpikir dg jernih, kita minta Tuhan jg memberi penilaian, apakah ucapan kita ini tepat dan berdampak positif. Bgmna melakukannya? 
Dlm setiap hati manusia ada ‘hati nurani’ yaitu media atau tempat Tuhan berbicara dg manusia. Sering kali disebut bagian yg terdalam dr hati, di mana ada ‘alarm’ yg aktif ketika kita hendak melakukan sesuatu yg salah. Komunikasi dg Tuhan hrs setiap saat, kalau berdoa itu tdk setiap saat. Jd bkn sekedar hrs berdoa tiap hari, tp trs berkomunikasi dg Tuhan di dlm hati nurani kita. Bgtu ada ucapan yg salah, alarm itu berbunyi dan mengingatkan kita spya jgn mengatakannya. 
Lidah diibaratkan mempunyai sebuah ‘pintu’, pintu hrs terbuka jika ingin keluar atau masuk. Jika musuh yg menguasai pintu, maka dia akan memasukkan semua yg buruk. Kalau emosi yg menguasai pintu bibir kita, maka perkataan yg keluar adalah yg didasari oleh emosi belaka, ucapan kemarahan, kata-kata yg menusuk perasaan hingga perkataan kutuk. Ketika Tuhan membantu menjaga perkataan kita, ada filter/seleksi mana perkataan yg pantas diucapkan dan mana yg tdk. Jd jelas bhw lebih terjamin melibatkan Tuhan dlm menjaga perkataan dibandingkan dg kemampuan kita sndri menjaganya. Org sombong merasa sanggup melakukannya tanpa Tuhan. Rendah hati spt Daud

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Butuh Tuhan 

Tuhan Yang Menopang 

DI 07022017 
Mazmur 145:14 KJV 

The LORD upholdeth all that fall, and raiseth up all those that be bowed down. 

  • TUHAN menegakkan semua yang jatuh, dan membangkitkan mereka semua yang bungkuk. 

Dlm hidup ini kita semua pasti pernah mengalami 2 hal ini: mengalami kejatuhan dan kekalahan/kegagalan. Keadaan yg membuat kita merasa bhw semuanya sia-sia. 
Saat dlm keadaan yg terpuruk, putus asa dan hilang semangat, Tuhan selalu hadir utk menopang kita serta membuat kita bangkit kembali. Tangan-Nya yg kuat dan penuh kuasa membuat kita kembali berdiri tegak dan siap utk mengubah kegagalan menjd keberhasilan, mengubah kejatuhan menjd kemenangan. Di saat kita berserah mengandalkan Tuhan, kuasa-Nya bekerja sempurna di dlm diri kita. 
Tuhan jg memakai org-org di sekitar kita utk menunjukkan bhw Dia ingin kita bangkit dan mengubah keadaan. Mrka yg seperasaan dan sehati dg kita, mrka yg mengasihi kita dg sungguh-sungguh dan mrka jg yg telah berhasil melewati situasi yg sdg kita alami. Kalau mrka bs melewatinya, kitapun pasti bs, apalg Tuhan ada di pihak kita. Jgn pernah sia-siakan perhatiaan dan support yg Tuhan dan org-org yg mengasihi kita berikan. 
Jgn sombong dg berkata bhw kita tdk membutuhkan org lain, tdk mau bangkit dan menyerah pd keadaan. Kalaupun ada trauma krna dijahati oleh org lain, bkn berarti tdk ada lg org yg baik di sekitar kita. Masih bnyk org yg tulus dan baik, mrka yg tdk ingin melihat kita terpuruk oleh kekalahan, mrka yg ingin melihat kita dlm keadaan baik dan berhasil. Miliki kerendahan hati utk dituntun melangkah menuju pemulihan. 
Semua butuh waktu dan proses, tak ada yg instant, segera keluar dr penyesalan dan putus asa, mulailah berharap pd Tuhan, bangkit dan mulai melangkah maju, tegakkan kepala kita dan tatap masa dpn yg Tuhan sediakan bagi kita. Tdk selamanya gelap ada di jalan hidup kita, terang Tuhan menyertai langkah hidup kita. Ikuti nasehat yg baik, percaya bhw Firman Tuhan itu ya dan amin

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Yang Menopang 

Bukan Menyusahkan

DI 06022017 
Mazmur 147:3 

  • Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka; 

Org yg sdg patah hati krna hatinya terluka memang kadang membuat org-org di sekitarnya ‘kerepotan’. Dihibur tapi malah menyendiri, tdk diajak bcra malah dianggap tdk perhatian, dinasehati tapi malah marah, jd bingung menghadapinya. 
Dlm ayat ini pemazmur bersaksi bhw Tuhan itu peduli dg keadaan seseorg yg sdg patah hati, tdk dianggap sbg beban, tp sbg org-org yg butuh dipulihkan. Walau kadang Tuhan dlm posisi jd pihak yg disalahkan: “Tuhan kan tahu kalau ternyata dia akan melukai hati saya, knpa Dia tdk mencegahnya?” Kalau ternyata Tuhan mencegah, justru bs dianggap Tuhan itu tdk berpihak pd kita. 
Org yg patah hati butuh disembuhkan, tdk cukup sekedar memberi penghiburan. Luka yg dibiarkan akan menimbulkan penyakit yg parah, maka patah hati jika tdk disembuhkan bs mengakibatkan trauma mendalam serta akar pahit, akhirnya bs membuat org itu bertindak yg aneh-aneh hingga punya niat membunuh diri. Mulailah dg memberi perhatian dan menjd pendengar yg baik. Bawa dia mendekat pd Tuhan, jgn berkomentar sembarangan atau bahkan menghakimi, bantu dia utk tdk larut dlm kesedihan yg mendalam. 
Penyesalan memang diperlukan, tp jgn menjadikan penyesalan sbg alasan utk trs menerus ingin diperhatikan. Bereskan masalah yg ada, bnyk hal yg masih hrs dikerjakan dan yg lebih penting. Dtg pd Tuhan adalah awal dr kesembuhan luka hati, tdk mau jujur pd Tuhan mengakibatkan kita sulit utk mengalami pemulihan. Biarkan hati kita ‘dibongkar’ Tuhan spya akar luka hatinya bs dicabut dan luka hatinya dibalut oleh Tuhan. Dia yg menciptakan kita, Dia tahu persis cara memulihkan kita. 
Butuh waktu utk kesembuhan itu terjd, perlu kesabaran dan tekad utk sembuh. Jgn selalu mengingat peristiwa yg melukai hati, jgn hidup di masa lalu, secepat mgkin menganpuni dan memberkati org yg melukai hati kita. Itu cara yg ampuh spya cpt mengalami pemulihan dr Tuhan 

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Menyusahkan