Lebih Lihai

DI 20122016 
Lukas 16:8 NKJV 

… For the sons of this world are more shrewd in their generation than the sons of light. 

  • … Karena anak-anak dunia ini lebih lihai dalam generasinya daripada anak-anak terang. 

Cerdik dan lihai ini mirip tapi berbeda. Cerdik itu banyak akal, bs menemukan jwban atas situasi yg dihadapi, tp lihai itu bisa melihat sampai ‘celah’ yg terkecil dan memanfaatkannya scra maksimal. Lihai bs jg dikaitkan dg kemampuan yg lebih. 
Anak-anak terang ‘kalah’ lihai dibandingkan dg anak-anak dunia. Dlm perumpamaan ini, terlihat si bendahara menggunakan kelihaiannya utk menyelamatkan diri dr situasi sulit yg dihadapi. Dlm perumpamaan ini, lihainya si bendahara berdampak negatif bagi org lain, artinya memanfaatkan org lain utk keuntungan dirinya sndri. 
Sbg anak terang, ada batasan Firman Tuhan yg tdk boleh kita langgar, tentu hrs lihai, tp jgn sampai org lain dikorbankan dan dirugikan. Artinya jgn cari selamat sndri, tp sebisa mgkin semua kebagian dampak positif dr apa yg kita lakukan. 
Sbg anak terang, kita punya tanggung jwb utk memberi contoh dan teladan yg baik bagi org lain. Bgmna nama Tuhan dimuliakan jika kelakuan umat dan hamba-Nya buruk? Bgmna org lain menikmati kasih Tuhan kalau justru kita menahan menyalurkan kebaikan Tuhan bagi org yg membutuhkan? Bagikan kebahagiaan yg kita terima dr Tuhan, bukan malah merampas kebahagiaan org lain krna kelihaian kita. Apa yg kita perbuat, dampak dan hasilnya akan berbalik pd diri kita lagi, entah itu baik atau buruk. Lakukanlah yg baik, yg menguntungkan bersama dan tdk merugikan org lain. Boleh lihai tp jgn menjd licik, Tuhan tdk mengajar kita utk merampas milik org lain. 
Bersukacitalah dg apa yg kita miliki, akan selalu ada org yg lebih drpd kita, tp ada jg org yg ‘kurang’ drpd kita, jgn punya niat utk menjatuhkan org lain, gunakan kelihaian kita utk semua hal yg baik, bermanfaat dan memuliakan Tuhan. Anak terang pasti perbuatannya jg hrs ‘terang’, tak ada niat negatif.

Posted in Renungan | Comments Off on Lebih Lihai

Berharganya Pertobatan

DI 19122016 
Lukas 15:7 NKJV 

I say to you that likewise there will be more joy in heaven over one sinner who repents than over ninety-nine just persons who need no repentance. 

  • Aku berkata kepadamu bahwa demikian pula akan ada lebih kesukaan di dalam surga atas seorang pendosa yang bertobat daripada atas 99 orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. 

Saya sempat salah mengerti ayat ini, sptnya org yg hidup benar itu tdk begitu ‘menyukakan’ hati Tuhan dibandingkan 1 org pendosa yg bertobat. Bukankah Tuhan senang kalau umat-Nya hidup benar? 
Dlm konteks pertobatan, maka tentu Tuhan sangat senang bila ada org berdosa yg bertobat. Lalu terhadap org benar bgmna? Ternyata Tuhan senangnya ‘dobel’ atau 2 kali dibanding org yg baru bertobat. 
Org benar dahulunya jg org berdosa, org berdosa yg bertobat. Ayat di atas berkata ada lebih kesukaan atas org yg bertobat, berarti tetap ada kesukaan jg terhadap org yg hidup benar, tp kesukaannya lebih ‘sedikit’, tetap ada kesukaan. 
Tuhan bersuka org yg bertobat, Dia jg bersuka org yg hidup benar, jd kesukaan-Nya ganda/dobel atas org benar, sedangkan kesukaan-Nya terhadap org berdosa yg bertobat cuma satu/tunggal saja.  
Jd jgn salah mengerti bhw kita berpikir Tuhan lebih sayang pd petobat baru dibandingkan org benar. Ayat ini bcra dlm hal pertobatan. Tuhan masukkan kita pd lingkungan ’99’ org benar, artinya ada sdr seiman yg turut menjaga dan membangun kerohanian kita. Mrka adalah para pemimpin rohani, org yg lebih dewasa dlm kerohanian dan juga sesama sdr seiman yg saling membangun dan menguatkan. Dlm sebuah komunitas yg tepat, kita spt ‘dipagari’ Tuhan spya hidup kita aman. Org yg sendirian cenderung lebih mudah menjd sasaran iblis, tdk ada yg menjaganya dan menolongnya. Spt domba yg tersesat sndrian menjd sasaran para pemangsanya. Supaya aman, domba hrs ditemukan dan dikumpulkan lg bersama domba lainnya. Inilah gunanya penggembalaan, menjaga kita dr serangan iblis 

Posted in Renungan | Comments Off on Berharganya Pertobatan

Penghiburan Kitab Suci

DI 17122016 
Roma 15:4 NKJV 

For whatever things were written before were written for our learning, that we through the patience and comfort of the Scriptures might have hope. 

  • Karena apapun hal-hal yang telah tertulis sebelumnya, ditulis untuk pembelajaran kita, supaya kita melalui kesabaran dan penghiburan dari Kitab Suci boleh memiliki harapan. 

Memang tdk biasa saat membaca ayat ini, bgmna bs kita mendapati penghiburan dr Kitab Suci, dr Firman Tuhan yg tertulis? 
Dlm konteks kerohanian Ibrani, seringkali sesuatu dipersamakan spt seseorg, misalnya ttg hikmat, dlm kitab Amsal, hikmat dianggap spt seorg perempuan, dlm bhsa Inggrisnya disebut ‘her’, jd utk mengerti ayat ini, gunakan perbandingan spt itu. 
Saya sering melayani kedukaan, dan saya paham benar saat keluarga atau kerabat dr org yg meninggal lebih bs dihibur dan dikuatkan oleh org yg dia kasihi, keluarga inti atau sahabat sejatinya dibandingkan dg penghiburan yg diberikan oleh hamba Tuhan yg melayani. Knp penghiburannya bs ‘masuk’? Krna ada hubungan yg sangat dekat antara keduanya. 
Bgmna mgkin kita ‘terhibur’ oleh Firman Tuhan jika kita tdk ‘bergaul erat’ dg Firman? Membacanya saja jarang apalg merenungkannya. Ibarat punya teman tp jarang bertemu, jarang ngobrol atau jarang chatting, bgmna mau dekat hubungannya? Kalau membaca Firman tp tdk mendpt apa-apa, mgkin krna kita ‘diam’ saja, tdk berusaha utk merenungkan dan memahaminya. Spt memahami karakter seseorg, gagal paham bs bermusuhan. 
Bergaulah dg Firman Tuhan, baik yg tertulis maupun Firman yaitu Tuhan sendiri. Utk mengerti dg benar Firman yg tertulis, kita butuh pewahyuan dr Firman yang ‘hidup’ yaitu Tuhan. Kombinasi keduanya memampukan kita menikmati Firman itu nyata dan hidup di dlm keseharian hidup kita. Org yg berpikir Firman Tuhan itu membosankan berarti blm tahu cara bergaul dg Firman Tuhan. Ada penghiburan di dlm Firman Tuhan, penghiburan yg membuat kita nyaman dan makin mengasihi Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Penghiburan Kitab Suci

Dibuat Senang Dulu

DI 16122016 
Roma 15:2 NKJV 

Let each of us please his neighbor for his good, leading to edification. 

  • Biarlah setiap dari kita menyenangkan sesamanya untuk kebaikan dia, memimpin pada kemajuan rohani. 

Bgmna membuat seseorg mengalami kemajuan? Ternyata ayat ini mengajarkan utk membuat senang terlebih dahulu org yg kita pimpin. 
Pemimpin mengharapkan penundukan diri dan ketaatan, namun jgn lupa bhw pemimpin punya kewajiban utk membuat org yg dipimpinnya merasa senang dahulu. Suami ingin dihormati dan dilayani hrs lebih dahulu menyatakan kasihnya pd isteri serta memenuhi kebutuhannya. Tuhan saja mengasihi kita terlebih dahulu barulah Dia menerima penyembahan dr hidup kita. 
Jgnlah memimpin dlm situasi ketegangan, pemimpin itu hrs dihormati dan disegani, bukan ditakuti setakut-takutnya. Tuhan saja tdk membuat kita dlm ketegangan saat mengikuti Dia, ada disiplin tp diimbangi dg kasih dan sukacita. 
Buatlah org yg kita pimpin itu senang dulu, itu utk kebaikan dia. Mengapa baik? Hati yg senang membuat org lebih mudah utk berpikir jernih dibandingkan saat cemas. Spt anak yg dikasihi orgtuanya lebih mudah diajari dan dinasehati. Jiwa yg tenang membuat semangat hidup meningkat. 
Setelah dibuat senang, pimpinlah dia menuju kemajuan rohani, caranya dg dididik sesuai Firman Tuhan. Hrs ada teladan dan keterampilan dr pemimpin yg hrs ditunjukkan. Pemimpin hrs punya cukup pengetahuan, memiliki hikmat dan pertimbangan yg baik, integritas yg teruji, yg diajari sama dg yg dikatakan dan diperbuat. Didiklah dlm suasana sukacita, bkn dlm situasi keterpaksaan. Mulailah dg menunjukkan kesaksian hidup, jd bukan sekedar mengajar teori, jgn pelit utk men-sharingkan bnyk hal pd org yg dipimpin, pujilah kemajuan yg dicapai, dan koreksilah kesalahan yg ditemukan. 
Jadilah pemimpin yg mem-bapa-i, artinya menganggap yg dipimpin sbg anak yg dikasihi. Spt orgtua mewariskan bnyk hal pd anaknya, demikian jg pemimpin jg mewariskan hal-hal rohani yg baik

Posted in Renungan | Comments Off on Dibuat Senang Dulu

Menanggung Kelemahan

DI 15122016 
Roma 15:1 KJV 

We then that are strong ought to bear the infirmities of the weak, and not to please ourselves. 

  • Kita kemudian yang kuat wajib untuk menanggung kelemahan orang yang lemah, dan bukan untuk memperkenankan diri kita sendiri. 

Motovasi seseorg sulit dilihat dr apa yg telah diperbuat, misalnya ada org menolong, yg satu krna ingin menolong, yg lain krna tdk enak hati, sdgkan lainnya krna tdk ingin dibuat repot dg mohon pertolongan trs menerus. 
Ayat ini mengingatkan kita ttg motivasi mengapa kita wajib utk menanggung kelemahan org yg lemah. Itu krna persaudaraan dlm Kristus, tp jg bkn utk memperkenankan diri sndri. Apa maksudnya? 
Kita tentu paham ttg istilah ‘asal ada’, yg maknanya berarti berbuat atau menyediakan sesuatu seadanya tp tdk sesuai dg yg dibutuhkan. Tentu yg ada hrs kita gunakan, tp tdk berusaha utk melakukan atau menyediakan sesuatu sesuai dg kebutuhan. Butuh 4 kita sediakan 2, butuh yg warna merah, kita beri yg warna hijau, butuh yg besar, kita sediakan yg kecil. Asal ada, kan sdh berusaha, yg penting ada. 
Knp kita sering merasa gelisah saat suatu hari tdk sempat membaca Alkitab yg biasa kita membacanya scra rutin? Utk menghilangkan gelisah akhirnya kita baca Alkitab, cuma membaca tp tdk merenungkan. Kan yg penting sdh baca, selesai kewajiban, hati lega. Pdhal sehrsnya kita membaca Alkitab krna kita mengasihi Tuhan. 
Menolong org yg lemah itu sebuah kewajiban, tp benarkah motivasi kita saat memberi pertolongan? Jgn sampai krna ingin punya ‘damai’ palsu di hati dan pikiran: “Sdh menolong, lega rasanya, aku sdh jalankan perintah Tuhan, aku ini org yg baik dan pasti Tuhan senang.” Tuhan senang atau tdk, bergantung pd motivasi kita melakukan sesuatu. 
Tuhan tdk meminta kita utk beragama, tp yg Dia inginkan adalah kita ber-Tuhan, memiliki hubungan yg intim dg Dia setiap saat. Org beragama bs saja perbuatannya berlawanan dg kitab suci agamanya. Jgn menjd agamawi 

Posted in Renungan | Comments Off on Menanggung Kelemahan

Cara Keras atau Lembut?

DI 14122016 
1 Korintus 4:21 KJV 

What will ye? shall I come unto you with a rod, or in love, and in the spirit of meekness? 

  • Apa yang kamu inginkan? Haruskah aku datang padamu dengan sebuah tongkat, atau dalam kasih, dan dalam roh lemah lembut/penurut? 

Rasul Paulus menasehati jemaat Korintus dlm bbrpa hal melalui surat yg ditulisnya, hingga sampai di kalimat ini, sptnya ada sebuah ‘kegundahan’ dlm pikiran rasul Paulus, hrs dg cara apa nantinya dia menghadapi jemaat ketika dia dtg, spt seorg ayah yg mendidik anaknya dg rotan, atau spt Bapa yg penuh kasih. 
Seorg pemimpin rohani hrs punya kasih dlm mendidik jemaat Tuhan, tp bukan berarti membiarkan kesalahan dan kompromi dg situasi ini, mendidik dlm kasih hrs disertai disiplin dan bila diperlukan maka hukuman dpt diberikan. Tujuannya spya di wkt ke depan, jemaat Tuhan terhindar dr masalah demi masalah akibat kesalahan masa lalu. 
Seorg anak yg masih kanak-kanak, dididik lebih keras dan diperbolehkan utk menggunakan ‘sesuatu’ saat memberikan hukuman scra fisik, tp orgtua hrs bisa menguasai diri, jika memukul tdk boleh krna nafsu amarah yg berlebihan, memukulpun hrs di bagian tubuh yg ‘aman’, hukuman fisik di masa kanak-kanak bs membekas dlm ingatan si anak bahkan ketika nanti dia dewasa dan lanjut usia. Karenanya hukuman hrs disertai dg memberi penjelasan mengapa orgtua menghukum, bkn krna benci, tp spya masa depan si anak tdk rusak (2 Samuel 7:14, Amsal 23:13-14). 
Bgmna kita dg Tuhan, apakah kita tergolong anak ‘nakal dan kurang ajar’ atau anak yg memahami konsekuensi dr berbuat salah? Jgn tunggu ‘tongkat’ Tuhan ‘memukul’ kita hingga hidup kita terdesak dan terhimpit, bnyk kerugian yg akan kita tanggung nantinya, miliki hati yg lembut, ketika ditegur Tuhan, bisa segera sadar dan bertobat, shga kita berhadapan dg Tuhan dlm lingkupan kasih sayang-Nya, krna tdk ada manusia yg sanggup menanggung amarah Tuhan. Jgn lukai hati Tuhan dg kebebalan kita

Posted in Renungan | Comments Off on Cara Keras atau Lembut?

Pencobaan atau Godaan?

DI 13122016 
Yakobus 1:13-14 

Let no one say when he is tempted, “I am tempted by God”; for God cannot be tempted by evil, nor does He Himself tempt anyone.

But each one is tempted when he is drawn away by his own desires and enticed. 
Biarlah tak ada seorangpun berkata ketika dia digoda: “Aku digoda oleh Tuhan”; karena Tuhan tidak dapat digoda oleh si jahat, juga tidak diri-Nya sendiri menggoda siapapun. 

  • Tapi setiap orang digoda ketika dia diseret oleh hasratnya sendiri dan tertarik. 

Terjemahan yg kurang tepat mengakibatkan kurang mengerti maksud ayat ini. Bkn pencobaan, tp godaan. Seringkali org menyamakan pencobaan dg ujian dr Tuhan, pdhal yg sdg dialami itu bkn ujian dr Tuhan, tp godaan yg berasal dr hasrat manusiawi seseorg. 
Godaan itu sumbernya bkn dr Tuhan, ayat ini berkata bhw sumber godaan itu adalah hasrat kuat/keinginan dirinya sndri. Darimana hasrat ini timbul? Dari kedagingan manusia, pikiran, hawa nafsu, dsbnya. Selain itu, sumber godaan jg berasal dr iblis. Jd jelas bhw godaan itu sifatnya negatif, krna bkn berasal dr Tuhan. 
Bacalah 1 Korintus 10:13 dg pengertian yg benar, itu bkn ttg melewati ujian dr Tuhan, tp bgmna menang atas godaan yg memang dialami oleh semua manusia di bumi ini. 
Lalu mengapa akhirnya kita tergoda? Krna kita terseret dan terpikat oleh hasrat kita. Si iblis hanya memancing hasrat negatif kita muncul, tp apakah kita terpikat atau tdk, itu pilihan kita. Kalau tdk ada penguasaan diri, pastilah kita tergoda dan jatuh. Menjauh dr Tuhan membuat iblis leluasa trs menggoda kita, di saat inilah kita cenderung mengikuti pikiran kita dibandingkan taat pd Tuhan. 
Tetaplah intim dg Tuhan, kita dijaga oleh perlindungan-Nya yg sempurna. Bnyk kerugian saat kita jatuh mengikuti godaan yg ada, bs saja harta, keharmonisan keluarga hingga nyawa bs hilang. Jgn bodoh mengikuti keinginan sesaat, tp berpikir matang sblum bertindak. Jgn terburu nafsu, nekad tanpa alasan, dan jgn salah bergaul 

Posted in Renungan | Comments Off on Pencobaan atau Godaan?

Menutup Kesempatan

DI 10122016 
2 Korintus 2:11 NKJV 

lest Satan should take advantage of us; for we are not ignorant of his devices. 

  • supaya jangan Satan/iblis akan mengambil keuntungan dari kita; karena kita tidak menyadari muslihatnya. 

Sadarilah bhw iblis mengawasi kita setiap saat, bila ada kesempatan, dia akan merusak hidup kita dan org-org yg kita kenal. Itulah sebabnya Tuhan ingatkan kita agar selalu waspada. 
Apa yg iblis inginkan dr kita? Ayat ini berkata jgn sampai iblis mengambil keuntungan dr kita. Ini bs bermakna ganda. 
Pertama, spt mencuri hasil kerja/tuaian kita. Lbh mudah mengertinya spt seorg yg baru gajian dan terkena rampok sewaktu plg kerja. Kita diingatkan bhw waspada dlm menjaga jerih lelah kita yg telah membuahkan hasil, jgn sampai itu dicuri iblis. Jgn sampai kebahagiaan keluarga kita tercuri, jgn sampai kekompakan team kita tercuri, jgn sampai persiapan utk masa dpn kita tercuri. 
Kedua, tanpa sadar kita menjd ‘alatnya’ iblis utk mewujudkan rencananya. Bisikan iblis seringkali sejalan dg kedagingan kita, dia akan berkata apa gunanya mengampuni krna org itu tdk bs berubah dan akan mengulangi kesalahan yg sama, iblis akan bilang apa gunanya rajin berdoa dan ibadah, hidup juga begini saja dr dulu, dsbnya. Kalau terlibat pertengkaran, iblis siap ‘mengompori’ semua pihak, bgtu semuanya hancur, iblis yg mengambil semuanya. 
Terkadang jd org Kristen ‘kelihatannya’ lemah dan spt ‘bodoh’ mnrut org lain, pdhal semua itu krna kita waspada, tdk terpancing emosi dan tdk memberi iblis kesempatan utk ‘merampok’ keuntungan kita, berhikmatlah dlm menilai sebuah situasi yg sdg terjd, jgn mudah terpancing emosi, pikir untung ruginya kalau bertindak, serahkan pembalasan hanya pd Tuhan, krna memang itu hak-Nya Tuhan. Mulailah utk berdoa saat menghadapi sesuatu yg mulai tdk wajar kondisinya, tanya Tuhan apa yg sebaiknya kita lakukan. Ingatlah bhw yg lebih utama adalah mengasihi Tuhan dan sesama, kesampingkan ego kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Menutup Kesempatan

Penderitaan dan Nyaman 

DI 09122016 
2 Korintus 1:4 NKJV 

who comforts us in all our tribulation, that we may be able to comfort those who are in any trouble, with the comfort with which we ourselves are comforted by God. 

  • yang menghibur kami di dalam segala kesukaran, supaya kami mampu untuk menghibur mereka yang ada dalam kesulitan, dengan penghiburan yang mana kami sendiri terhibur oleh Tuhan. 

Kita sering mengenal istilah zona nyaman atau comfort zone, suatu kondisi di mana kita merasa nyaman, dan ternyata dlm kesukaran yg dihadapi, rasul Paulus justru dihibur atau dibuat nyaman oleh Tuhan, bertolak blkg dg ajaran bhw hrs keluar dr zona nyaman. 
Apakah ini 2 hal yg berbeda? Sbg ayah jasmani, kita pasti jg ingin anak kita tdk selalu belajar trs, ada jg wkt utk berlibur. Bahkan seandainya ada anak yg sakit parah, orgtuanya rela utk menggantikan posisi anaknya menanggung sakit, spya anaknya bs menikmati hidup yg nyaman. Apalg Bapa Surgawi kita, mgkinkah Dia ingin anak-anak-Nya menderita trs? Dia jg ingin kita menikmati kenyamanan. Buktinya, Dia sediakan tempat kita di surga, tempat yg nyaman. 
Zona nyaman tdk selalu negatif, bkn zonanya yg salah, tp apa yg kita perbuat saat berada di zona nyaman. Kalau kita diam saja, tdk meng-upgrade kualitas diri, tdk bersiap utk masa dpn, jelas kita salah, tp ketika dlm kenyamanan, kita berbuat sesuatu yg positif, berbagi dg sesama, meng-upgrade diri, dsbnya, justru kita akan lebih dipakai Tuhan menjd alat-Nya. 
Dlm masa kesukaran, rasul Paulus dihibur dan dinyamankan Tuhan, bkn berarti hilang kesukarannya, namun dlm kesukarannya, rasul Paulus dumampukan utk menghibur dan menyamankan jemaat Tuhan dlm kesulitan mrka. Bkn berarti rasul Paulus mengambil alih mengatasi kesulitan jemaat, tp dia memberikan semangat spya jemaat tetap kuat dan mampu mengatasi kesulitan mrka. Selagi susah, masih bs menghibur org lain yg sdg dlm kesulitan, krna Tuhan telah menghiburnya terlebih dahulu. 
Tuhan beserta kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Penderitaan dan Nyaman 

Percaya Pada Tuhan

DI 08122016 
Mazmur 118:8 NKJV 

It is better to trust in the Lord Than to put confidence in man. 

  • Adalah lebih baik untuk percaya di dalam Tuhan daripada untuk menaruh kepercayaan di dalam manusia. 

Mazmur 118:8 merupakah titik tengah Alkitab, ada 594 pasal sblm dan sesudah ayat ini, menariknya bila dijumlah menjd 594+594 = 1188. Apakah angka-angka ini kebetulan atau tdk, ini bkn esensinya, tp perhatikan isi ayatnya. 
Titik tengah iman seseorg ternyata tepat spt ayat ini: mau percaya Tuhan atau kemampuan manusia? Bnyk org salah memahami ayat ini, ingat bhw digunakan kata ‘lebih baik’, artinya menaruh kepercayaan pd manusia itu bkn hal yg tdk baik, itu baik, namun lebih baik lg dr itu adalah percaya pd Tuhan. Pemahaman yg benarnya spt apa? 
Contohnya, BMKG memperkirakan cuaca hr ini akan terjd hujan lebat misalnya, tentu ini hasil pengolahan data teknologi hasil ciptaan manusia, tp kita punya acara yg diadakan di tempat terbuka, apa yg kita lakukan? Kita pasti berdoa spya hujan tdk turun. Namun saat berdoa, apakah kita beriman bhw hujan tdk turun atau bimbang, wah BMKG bilang hujan lebat, biasanya akurat, timbul keraguan. Mau berdoa atau cari pawang hujan? 
Cara Tuhan bertindak salah satunya dg menggunakan kemampuan yg dimiliki manusia, tdk selalu melalui cara supranatural, yg hrs kita pahami adalah tdk salah menggunakan kemampuan manusia, kalau sakit ke dokter, patah tulang ke tukang urut, dsbnya, yg salah adalah kalau kita sama sekali tdk percaya akan kuasa Tuhan. Di sinilah letak perbedaannya. 
Yg benar adalah : tetap percaya dan andalkan Tuhan meskipun scra manusia kita memiliki kemampuan, memiliki kecanggihan teknologi, teman dan koneksi yg bs menolong, yg salah adalah kita tdk percaya pd Tuhan dan hanya mengandalkan kemampuan manusia, tdk punya iman pd Tuhan. 
Teknologi bs gagal, keahlian manusia ada batasnya, org lain tdk selalu bs menolong kita, hanya Tuhan yg setia menyertai kita, kuasa-Nya tak terbatas

Posted in Renungan | Comments Off on Percaya Pada Tuhan