Hidup Dalam Tuhan

DI 07122016 
Mazmur 97:11 NKJV 

Light is sown for the righteous, And gladness for the upright in heart. 

  • Terang ditaburkan untuk para orang benar, dan kegembiraan untuk tulus dalam hati. 

Hidup di dunia ini, kita diperhadapkan dg 2 argumen atau pendpt umum yg bs membuat kita berpikir apa gunanya menjd Kristen: 
Pertama, semua agama sama, menuntun manusia ke surga. Di titik ini kita diperhadapkan pd sebuah kondisi: yg tdk boleh dlm Kristen ternyata boleh di agama lain. Kalau tujuannya sama ke surga, knpa hrs hidup tdk boleh ini dan itu? Yg patut kita syukuri dlm iman Kristen adalah bhw Pemilik Surga sdh menyatakan diri-Nya dan memberi jaminan bhw kita punya kesempatan yg sama utk bs masuk ke dlmnya. 
Kedua, tdk ada gunanya hidup suci, yg hidup bnyk dosa saja bs hidup enak. Di titik ini jika hidup enak diukur dr harta kekayaan semata, maka tentu kita merasa itu hal yg benar. Umat Tuhan tetap ada yg miskin, kalangan menengah maupun kaya. Org jahatpun bnyk yg kaya. Sbg org Kristen, kita hrs lihat ujung dr hidup setiap kita, bkn di dunia ini, tp nanti dlm kekekalan. Semua perbuatan manusia akan dimintai pertanggung jwbannya oleh Tuhan, dan akan menerima balasannya. Jd tdk sia-sia jika kita hidup benar. 
Ada terang yg ditaburkan Tuhan terhadap hidup org benar. Ditaburkan itu biasanya ditebar, tdk di satu lokasi saja, artinya di sepanjang jalan hidup kita, akan ada terang-terang yg muncul utk menerangi langkah hidup kita. Di usia muda ada terang Tuhan, di usia tuapun ada terang Tuhan jg. Terang membuat kita bs melihat semuanya dg jelas. 
Selain terang, tersedia jg kegembiraan bagi org yg tulus/lurus hatinya, org yg tdk tergoda utk meninggalkan iman pd Tuhan, org yg tdk merusak hidup org lain dan melakukan kebaikan tanpa mengharap balasan. Intinya adalah ada kasih Tuhan dlm hatinya shga dia mampu pny ketulusan hati dlm hidup kesehariannya. 
Tdk sia-sia ketika kita setiap hr hidup sesuai dg kebenaran Firman-Nya 

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Dalam Tuhan

Jangan Menjadi Bodoh 

DI 06122016 
Amsal 26:4 NKJV 

Do not answer a fool according to his folly, Lest you also be like him. 

  • Jangan menjawab seorang bodoh menurut kebodohannya, jangan sampai kamu juga menjadi seperti dia. 

Bicara dgn orang bodoh memang kadang membuat kesal, diberitahu yg benar malah kita yg dibilang salah, bicara sana sini tapi tak ada kesimpulan yg didpt, tdk mengerti topik pembicaraan. 
Menjwb org bodoh mnrut kebodohannya, tentu ini sebuah kalimat yg perlu kita mengerti maknanya. Sekilas tampaknya normal saja kalimatnya, tp ternyata tdk demikian. 
Yg seseorg katakan berasal dr hati dan pikirannya, apa yg ada dlm hati dan pikiran, itu yg akan tersirat ketika dia berbicara. Cara memahami sesuatu akan menentukan pintar atau bodohnya seseorg. 
Misalnya, di gadget atau handphone kita terdapat menu alarm, gunanya utk membangunkan kita sesuai wkt yg kita atur agar alarm berbunyi. Misalnya ingin bangun jam 5 pagi, kita setting alarmnya ke jam 5. Keesokan harinya ternyata bangun kesiangan dan alarm tdk berbunyi, ternyata kita salah mensetting waktunya, seharusnya 5 am, kita setting 5 pm. Tentu saja alarm tdk berbunyi. 
Ada saatnya kita hrs ramah dlm berbicara dg org lain, tentu memotong pembicaraan itu tdk sopan, apalg ‘pura-pura’ mendengar, namun ada saatnya kita hrs menghentikan pembicaraan krna bila diteruskan, kita hanya membuang waktu saja dan emosi kita terganggu. Meladeni bicara dg org bodoh hanya membuang waktu dan membuat emosi naik, tdk ada manfaat yg kita dapat, malah kita bs terlibat dlm pertengkaran mulut bahkan jg scra fisik, dan ayat ini mengatakan, kita malah bs jg menjd bodoh. 
Bcra dg org bijak, kita bs mendpt bnyk pengertian, bcra dg org pandai, kita bs bnyk mendpt pengetahuan, bcra dg org bodoh, kita bs naik emosi dan tdk belajar apa-apa, ramah harus, tp jgn ikut menjd bodoh. 
Jawablah pertanyaan yg memang baik dan ada jwbannya. Menjwb apa yg bodoh sbnarnya menunjukkan bhw kita jg bodoh 

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Menjadi Bodoh 

Berurusan Dengan Tuhan 

DI 05122016 
Kejadian 22:19, 

Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba. 
Kejadian 23:19

  • Sesudah itu Abraham menguburkan Sara, isterinya, di dalam gua ladang Makhpela itu, di sebelah timur Mamre, yaitu Hebron di tanah Kanaan. 

Di mana Ishak saat setelah dia ‘batal’ dijadikan korban bakaran utk Tuhan oleh ayahnya, Abraham, saat ibunya yaitu Sara meninggalpun, tercatat hanya Abraham yg menguburnya? 
Krna tdk tercatat dlm Alkitab, sulit utk mengetahui scra detail apa yg terjd dg Ishak wkt itu. Abraham turun dan pergi beserta kedua bujangnya, berarti Ishak tdk ikut turun bersama ayahnya. Berarti Ishak ada di gunung itu, lalu apa yg dia alami? 
Ini pendpt pribadi saya, ada kemungkinan bhw Ishak mengalami ‘kesendirian’ dg Tuhan. Abraham sblumnya terlibat dlm bbrpa kali dialog dg Tuhan, kalau kita ‘maju’ ke zaman Yakub, diapun mengalami bbrpa kali dialog dg Tuhan. Brpa lama persisnya, kita tdk tahu, apa yg Tuhan lakukan pd Ishak, kita jg tdk tahu. Ishak kembali ‘muncul’ saat ayahnya mencarikan jodoh utknya. 
Ada waktu-waktu tertentu dlm hidup kita, mengalami ‘kesendirian’ dg Tuhan. Mgkin kita tdk ada di sebuah tempat sepi, lalu berdoa puasa, dsbnya. Wujudnya bs beda, misalnya kita diperhadapkan pd situasi sulit, org lain bahkan keluarga tdk bs menolong, seakan Tuhan ‘sengaja’ menjauhkan semua org dr kita, di saat inilah kita merasa sndrian dan hanya tinggal Tuhan saja yg ada. Masalah dan ujian membuat kita dewasa jika kita bs menyikapinya dg benar. Dlm kesendirian bersama Tuhan, Dia mengajar bnyk hal pd kita. 
Org tua suatu saat pasti meninggalkan kita lebih dahulu, keluarga suatu saat ada dlm situasi yg ‘dingin’, masing-masing sibuk dg urusan dan masalahnya, kerabat tdk lagi dekat hubungannya, sahabat dan teman kadang tdk bs mengerti apa yg sdg kita alami, jalan buntu di dpn kita, org yg pernah kita tolong malah tdk peduli dg kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Berurusan Dengan Tuhan 

Mencari Orang Hilang 

DI 03122016 
Lukas 19:10 

  • Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” 

Kita pasti pernah membaca atau mendengar berita ttg org yg hilang, mulai dr jenjang usia anak-anak hingga lanjut usia, mengapa dicari? Krna mrka org yg berarti bagi keluarga mrka. 
Org yg blm bertobat, dlm arti percaya pd pemberitaan Injil dan menjd pengikut Kristus, disebut sbg org yg ‘hilang’ dan ‘tersesat’. Bahkan dlm zaman ayat ini, org Israel yg sekalipun sdh hidup menurut hukum Taurat, masih dikatakan ‘terhilang’. Secara umum, org yg terhilang diartikan sbg org yg hidup dlm cengkeraman dosa, jauh dr Tuhan dan blm mengenal kebenaran. 
Apakah kita ‘org hilang’ yg sdh ditemukan Tuhan atau ‘org hilang’ yg masih dicari Tuhan? Masihkah kita berdoa setiap hari? Pengertian ‘hilang’ bs jg pergi tanpa pemberitahuan, shga org lain tdk tahu kita sdg ada di mana. Doa itu komunikasi dg Tuhan, selama ada komunikasi, keberadaan kita tetap dekat dg Tuhan. 
Tuhan mencari yg hilang, ketika kita mulai tdk berdoa lg, Tuhan pasti mencari kita. Spt Tuhan mencari Adam dan Hawa saat mrka baru saja jatuh dlm dosa, Dia jg mencari kita saat kita berbuat dosa, terpisah dr Tuhan, bahkan Dia masih melindungi kita saat iblis ingin merusak hidup kita. Tuhan kita Tuhan yg aktif, kalau menunggu manusia bertobat, jgn-jgn hingga matipun org itu tdk bertobat jg. 
Spt keluarga org hilang yg kuatir dg anggota keluarganya yg tdk tahu keberadaannya, kuatir telantar atau mengalami sesuatu yg buruk, Tuhan peduli dg keadaan setiap org yg berdosa. Dia berusaha membuat org berdosa utk kembali pd-Nya dg cara apapun, bahkan sekalipun di nafas terakhirnya, Tuhan masih menunggu pertobatannya. Tuhan tdk putus asa, Dia ingin hati setiap org menyesali dan meninggalkan hidup dlm dosanya, Dia sabar dan terus mengasihi, Dia menyediakan solusi mslah dosa melalui kuasa darah-Nya. Saat seorg berdosa kembali pd Tuhan, inilah saat yg Tuhan nantikan, ada sukacita 

Posted in Renungan | Comments Off on Mencari Orang Hilang 

Tuhan Lebih Berharga

DI 02122016 
Lukas 19:8 NKJV 

Then Zacchaeus stood and said to the Lord, “Look, Lord, I give half of my goods to the poor; and if I have taken anything from anyone by false accusation, I restore fourfold.” 

  • Kemudian Zakheus berdiri dan berkata pada Tuhan: “Lihat, Tuhan, aku berikan setengah dari barang-barangku pada orang miskin, dan jika aku telah mengambil apapun dari siapapun dengan dakwaan palsu, aku kembalikan 4 kali lipat.” 

Yang Zakheus lakukan ini sangat ekstrim, bertemu Tuhan lalu banyak mengeluarkan harta bendanya, jika dihitung harta kekayaannya, sudah dipastikan lebih dari setengah hartanya berkurang, diberikan pd org miskin dan mengganti 4x lipat kerugian org yg pernah dia rugikan dg dakwaan palsu. Bertemu Tuhan malah harta berkurang. 
Sebagian org yg ikut Tuhan ada yg mengeluh: ikut Tuhan koq malah ‘turun’ bukan ‘naik’, dulu sblum ikut Tuhan Yesus, bisnis maju, harta banyak, skrg malah berkurang. Kalau kita bandingkan dg Zakheus, apa bedanya? 
Zakheus dahulu pasti ‘cinta uang’, tidak beramal bahkan menambah kekayaan dg mendakwa org lain dg dakwaan palsu, begitu mengenal Yesus, cinta uangnya lepas, berganti dg cinta Tuhan. 
Apakah setelah mengenal Tuhan Yesus, sifat cinta uang seseorg itu bisa lepas atau tetap cinta uang, bergantung pd bgmna cara tiap-tiap orang mengasihi Tuhannya. Pengaruh uang memang besar dlm kehidupan semua org, namun apakah pengaruh Tuhan dlm hidup setiap org lebih besar drpd pengaruh uang? 
Uang nomor 1, Tuhan cadangan saja. Kalau uang tdk bs menbantu lg, baru cari Tuhan, memangnya bayar ini itu tdk pakai uang? Jgn lupa, kalau Tuhan tdk izinkan kita memiliki uang, sia-sia usaha kita utk mencari uang. 
Jgn cinta uang, tp cinta Tuhan, jaminan Tuhan bagi umat-Nya, salah satunya dlm hal keuangan, tdk berkekurangan bahkan berlebih. Kalau keuangan kita tdk meningkat, koreksi diri, apakah memang Tuhan sdg memproses keuangan kita ataukah kita salah mengelolanya 

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Lebih Berharga

Tuhan Tidak Memaksa

DI 01122016 
Markus 10:22 

  • Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya. 

Seorg pemimpin yg kaya raya, mentaati hukum, dan Yesus berkata hanya 1 hal saja yg blm dia perbuat yaitu menjual hartanya dan berbagi dg org miskin, tp org ini tdk mau melakukannya. Reaksi Yesus adalah Dia memperingatkannya tp tdk memaksanya. 
Tuhan tdk memaksa pdhal Dia punya otoritas, apa artinya? Yang Tuhan inginkan adalah umat-Nya dlm hal melakukan perintah-Nya bkn sekedar krna takut, tp krna mengasihi Tuhan. Dia sabar menanti kita sadar utk melakukan Firman-Nya krna mengasihi Dia, ini butuh proses dan waktu. 
Ada sebagian org yg selalu ingin dituruti keinginannya, bila ada penolakan dianggap sebuah usaha mengecewakan bahkan dianggap sbg sebuah ‘pemberontakan’. Ketika merenungkan hal ini, Tuhan berkata pd saya: 
“Aku menciptakan manusia lengkap dg perasaan dan pikiran, jd selalu ada celah utk manusia menolak perintah Tuhan dan berjalan mnrut kebenarannya sndri. Kalau sekedar ingin selalu ditaati, Aku tdk ciptakan manusia, cukup ciptakan robot yg di dlmnya terdpt program yg bs disesuaikan kemauan-Ku. Tp robot tdk punya hati, tdk punya kasih, percuma saja.” 
Tanpa sadar kita sering memaksa org lain menjd ‘robot’, bs kita kuasai dan diatur semau kita. Mgkin org itu bs melakukan kemauan kita, tp hati mrka menolaknya. Kita sudutkan org lain spya ‘terpaksa’ mengikuti kemauan kita, dibuat merasa ‘tak enak hati’, diserang pakai ayat Firman Tuhan jg, pdhal itu cuma rekayasa kita spya org lain melakukan yg kita mau. Lalu kita merasa puas dan berpikir kita masih dihormati. 
Tuhan saja tdk memaksa, knpa kita justru sering memaksa? Terlalu besar keegoisan kita, tdk memahami situasi org lain, krna demi menyenangkan kita, mrka hrs ‘berkorban’, berkorban perasaan, uang, waktu dan terpaksa mengabaikan kepentingan yg lainnya. Kita jadikan mrka ‘robot’, tp kita tdk mendptkan hati mrka 

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Tidak Memaksa

Tidak Lemah Seharusnya

DI 30112016 
Lukas 18:1 KJV 

And he spake a parable unto them to this end, that men ought always to pray, and not to faint; 

  • Dan Dia berbicara sebuah perumpamaan pada mereka untuk akhirnya, bahwa orang-orang wajib selalu untuk berdoa, dan bukan untuk lemah;  

Penerjemahan yg kurang tepat membuat kita keliru dlm memahami perumpamaan ini, kita menganggap bs memaksa Tuhan dlm doa utk mengikuti keinginan kita, asalkan kita trs menerus berdoa, krna dlm terjemahannya digunakan kata ‘tidak jemu-jemu’. 
Pdhal bkn itu maksudnya, bkn memaksa Tuhan dg doa yg tdk jemu-jemu, tp sbnarnya ditekankan bhw doa itu harus, wajib, krna jika tdk berdoa maka kita bs menjd lemah, redup, kusam, dsbnya. Jika tdk ingin lemah, hrs berdoa. 
Dlm hal berdoa kita hrs mengerti waktu Tuhan. Misalnya saat cuaca mendung tebal, kita sdg mengendarai motor, bs kita berdoa minta Tuhan tahan hujan sementara. Jenis doa ini biasanya jwbannya cepat, tdk perlu puasa, dlm bbrpa menit bs terlihat hasilnya, tetap mendung atau malah hujan lebat. Tapi misalnya utk permintaan ingin punya mobil pribadi, perlu menunggu dan berusaha, bs jg dg berpuasa. Tdk semua doa itu sama cara berdoanya. 
Kalau kita merasa lemah, pasti kurang berdoa, kurang berdoa krna imannya goyah, iman goyah krna melihat situasi yg sulit bahkan mustahil. Apa yg kita lihat bs mempengaruhi iman kita. Doa itu spt ‘melihat’ kuasa Tuhan, inilah yg menguatkan iman kita. 
Berdoalah dg terus menerus, beda dg mengulang-ulang, tetap terhubung dg Tuhan setiap hari, mendengar suara Tuhan dan menerima petunjuk Tuhan. Jgn berhenti berdoa krna berhenti berdoa berarti berhenti percaya, meragukan Tuhan, org yg ragu dan bimbang tdk akan menerima apa yg dia minta pd Tuhan. Bkn salah Tuhan, tp krna ragu dan bimbang, kita tdk menerima yg kita minta. Singkirkan keraguan dan bimbang saat berdoa, tetap percaya dan beriman teguh. Nantikan Tuhan bertindak sesuai dg waktu-Nya yg tepat dan terbaik. Dia Bapa Yangbaik 

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Lemah Seharusnya

Hartamu itu Nyawamu 

DI 29112016 
Lukas 17:32-33 NKJV 

Remember Lot’s wife.

Whoever seeks to save his life will lose it, and whoever loses his life will preserve it. 
Ingat akan isteri Lot. 

  • Siapapun yang mencari untuk menyelamatkan hidupnya akan kehilangan itu, dan siapapun yang kehilangan hidupnya akan mempertahankannya. 

Akhir zaman kita diperingatkan agar jgn spt isteri Lot. Saat kota Sodom dihukum Tuhan, sdh diperingatkan spya jgn melihat ke blkg, trs berjalan, namun istri Lot menoleh ke blkg dan menjd tiang garam. Tadinya selamat tp akhirnya mati sia-sia. 
Apa yg ada di belakang mrka? Pastinya ada harta benda yg sangat bnyk krna Lot seorg yg kaya raya. Ini spt sebuah kalimat yg sering kita kaitkan saat kejahatan menimpa kita: “Pilih harta atau nyawa?” Tentu kita pilih nyawa tp hrs kehilangan harta, tp tentu ada rasa tak rela kehilangan harta yg kita cari dg kerja keras. Itu yg dirasakan istri Lot, selamat sih dr bencana, tp nanti trs hidup bgmna tak punya harta, kalau bisa balik sbentar ambil harta yg bs dibawa. 
Hidup tentu perlu uang, tp jgn sampai krna uang justru kita kehilangan hidup kita. Bnyk org super kaya yg takut kehilangan nyawa dan hartanya, mengamankan rumah, mobilnya dg kaca anti peluru, pdhal uang dan harta tdk dibawa mati. Jgn sampai uang justru menyeret langkah kita mendekat ke neraka. 
Tuhan tahu persis kapasitas mengelola harta yg ada pd diri kita, ada yg dipercaya harta dlm jumlah besar, ada jg yg dlm jumlah tdk besar, namun pilihan ada di tangan kita, apakah kita memaksa diri utk mencari harta sebanyak-banyaknya? Tentu saja bs punya bnyk harta, tp dampaknya mengganggu hal lainnya, kesehatan terganggu, keluarga tdk terurus, terseret pergaulan buruk, menjd materialistis, sombong, dsbnya. Harta bs mengubah karakter, sifat dan gaya hidup. 
Nyawa atau keselamatan hidup kita lebih penting drpd harta benda, jgn kita diperhamba oleh uang, jgn cinta uang, cintailah Tuhan dan jadilah hamba-Nya yg dikasihi, Dia menyediakan

Posted in Renungan | Comments Off on Hartamu itu Nyawamu 

Seperti Zaman Lot

DI 28112016 
Lukas 17:28-29 

Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun.

  • Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. 

Salah satu tanda akhir zaman adalah situasi spt pd zaman Lot hidup, apakah benar spt itu? 
Yg pertama: makan dan minum, zaman ini makin beragam jenis mknan dan minuman baru yg tercipta, dulu tdk ada, skrg ada. Malam hari di pinggir jalan atau di resto menjd tempat org berjual beli mknan, muncul bbrpa area khusus kuliner, bkn lg sekedar menghilangkan rasa lapar dan haus, namun jg menjd tempat kumpul-kumpul hingga entertaint bisnis. 
Selanjutnya membeli dan menjual, dulu hanya warung dan pasar tradisional, skrg sdh ada mal, mini market dan pasar modern. Bisnis bkn lg di lokasi, skrg menggunakan internet, bisnis scra online. Benda yg paling mahalpun tersedia dan menjd buruan sekelompok org. 
Kemudian, menanam dan membangun, kita lihat pembangunan gedung bertingkat semakin bnyk, area yg dahulu rawa berubah menjd kompleks perumahan atau apartemen, menanam bkn lg sekedar pertanian, ada yg sengaja menanam tanaman yg jd bahan dasar narkoba, muncul menanam scra organik, dsbnya. 
Apa kesalahan Lot? Dia salah memilih tempat tinggal dan akhirnya dia kehilangan semua yg dimilikinya saat Tuhan menghukum kota Sodom dg hujan belerang dr langit. Ternaknya mati, istrinya menjd tiang garam, hartanya ludes. Semua krna dia memilih tinggal di dekat kota yg nantinya dihancurkan Tuhan. 
Salah dlm memilih bs menghancurkan hidup kita, salah memilih bidang bisnis bs menjerat seseorg dlm kehabisan modal, bangkrut dan terlibat hutang, Salah memilih lokasi tempat tinggal bs membuat seseorg lebih maju hidupnya atau justru mengalami kemunduran. Apa yg mnrut pandangan mata itu baik, blm tentu pengaruhnya baik utk kita. 
Dgn siapa kita bergaul bs mempengaruhi kualitas hidup 

Posted in Renungan | Comments Off on Seperti Zaman Lot

Lambat Marah 

DI 26112016 
Amsal 19:11 NKJV 

The discretion of a man makes him slow to anger, And his glory is to overlook a transgression. 

  • Bijaksananya seseorang membuat dia lambat untuk marah, dan kemuliaannya adalah memaafkan kesalahan. 

Ternyata hal yg membuat seseorg utk tdk cepat marah itu bkn kesabaran, tp kebijaksanaan yg dia miliki. Bisa sabar tak menjamin bs tdk cepat marah krna kesabaran seseorg pny batas habisnya. 
Menjd bijaksana itu berarti mengenali diri sndri seutuhnya, tahu kekuatan dan kelemahan, tahu tabiat bawaan orgtua, tahu hrs bergaul yg baik dg siapa, dsbnya. Sederhananya, tahu apa yg baik dan buruk utk dirinya. Logikanya saja, kalau seseorg tahu akibat cepat marah bagi dirinya itu tdk menguntungkan, maka dia akan berusaha menguasai dirinya sebisa mgkin, mendengar tdk dr satu pihak saja, tdk ikuti emosi dan mood, namun jika dia blm sadar jika akibat cepat marahnya, dia merasa nyaman dg itu, dianggap hal yg normal dan org lain hrs maklum. 
Ironis sekali jika kita bs menemukan detail hidup org lain namun kita tdk mengenali diri sndri dg seutuhnya, bs nasehatin org lain tp tdk bs menasehati diri sndri. Jgn habiskan wkt utk meneliti hidup org lain, gosip terbaru selalu update, merasa dirinya lebih baik drpd org lain. Jgn malu utk bertanya pd org lain ttg apa yg hrs kita benahi dlm hidup kita. Tdk ada manusia yg sempurna, tp bkn berarti kita pasrah dg kelemahan yg kita miliki. Usahakan diri semakin hr semakin menjd lebih baik. 
Tuhan akan memproses diri kita utk menjd sempurna, prosesnya di dunia, hasilnya kita nikmati penuh di surga nanti. Bnyk kelemahan diri kita yg akan Tuhan bongkar dlm hidup kita, namun itu justru baik spya kita diajari Tuhan bgmna utk menanganinya. Dia Pencipta kita, tahu persis cara menjadikan kita pribadi yg sempurna. Percayakan pd Tuhan, hasilnya pasti luar biasa. 
Mulailah utk mengenali diri sndri scra utuh, berani jujur terhadap diri sndri, berani mengakui kekurangan dan kelemahan kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Lambat Marah