Jangan Dibiarkan

DI 14112016 
Galatia 6:1 KJV 

Brethren, if a man be overtaken in a fault, ye which are spiritual, restore such an one in the spirit of meekness; considering thyself, lest thou also be tempted. 

  • Saudara-saudara, jika seseorang dikejar sebuah kesalahan, kamu yang rohani, memulihkan sebagaimana orang yang dalam roh lembut hati; dengan mempertimbangkan dirimu sendiri, jangan sampai dirimu juga tergoda. 

Setiap org pernah berbuat salah, krna itu pasti tahu rasanya menyesal. Org yg menyesal perlu pendampingan, jika tdk dia akan mgkin berbuat salah lagi, krna keinginan utk berbuat dosa dan kesalahan selalu ada. 
Mengapa ada org yg menyesal tp tdk bertobat? Menyesal dan bertobat itu jelas berbeda. Pertobatan adalah penyesalan yg diwujudkan dg tindakan nyata. Jd kalau hanya menyesal, tp tdk bertindak utk melawan godaan dan kelemahan diri sndri, pasti akan mengulangi kesalahan yg sama. Butuh sekian kali menyesal barulah betul-betul bertobat. 
Apakah kita diam saja melihat org yg selalu ‘dikejar’ oleh kesalahan yg dia perbuat? Respon manusia kita adalah biarkan saja, biar tahu rasanya akibat berbuat salah, biar menyesal dan lain kali jgn coba-coba berbuat salah lagi. Apakah pola pikir ini sesuai dg Firman Tuhan? 
Rasul Paulus menasehati spya mendampingi org yg sdg dikejar oleh kesalahannya, bahkan memulihkan org itu sambil menjaga diri jgn justru turut tergoda melakukan kesalahan yg sama. Dan ini butuh pertimbangan matang, hrs rohaninya kuat dan dewasa, pny penguasaan diri yg cukup. Jd bkn sekedar asal mendampingi, bahaya! 
Semua org butuh pemulihan, apalg dlm keterpurukan akibat kesalahan yg diperbuat. Dari menyesal, menyalahkan diri sndri hingga keinginan utk bunuh diri krna merasa Tuhan tdk mau mengampuni dia. Jgn biarkan iblis yg mengambil kesempatan dr situasi yg spt ini, dekatkan org itu pd Tuhan, pemulihan yg sempurna sanggup Tuhan lakukan, kemampuan kita terbatas, tp Tuhan sanggup melakukan yg tdk bs kita lakukan 

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Dibiarkan

Posisi Hukum Taurat

DI 12112016 
Galatia 5:4 NKJV 

You have become estranged from Christ, you who attempt to be justified by law; you have fallen from grace, 

  • Kamu telah menjadi terasing dari Kristus, kamu yang mencoba untuk dibenarkan oleh hukum (Taurat); kamu telah gugur dari anugerah 

Bnyk org yg percaya Kristus tp tdk mengerti dan paham bgmna hidup sbg org yg percaya, sbg org Kristen. 
Apakah org Kristen hrs taat pd hukum Taurat? Ini pertanyaan ‘jebakan’, bila dijwb ‘tidak’ maka kita berarti tdk usah menghormati orgtua lagi, boleh mencuri, berzinah, dsbnya. Jika dijwb ‘iya’, mengapa tdk seluruh isi hukum Taurat ditaati: hrs sunat, ke rumah ibadah tdk usah tiap minggu, dsbnya. Jd apa sbnarnya posisi hukum Taurat bagi org Kristen? 
Scra garis besar, ada 2 golongan besar org Kristen yaitu : org Yahudi/Israel yg percaya Kristus dan org non Yahudi yg percaya Kristus (Gentile). Bagi org Kristen yg ‘Yahudi’, mrka masih terikat dg hukum Taurat scra jasmaniah, krna mrka keturunan Abraham scra jasmani, tp mrka jg mempraktekkan ajaran Kristus. Bagi ‘Gentile’ tdk ada keharusan mentaati hukum Taurat, namun diberi peringatan bhw kalau mrka mau mentaati hukum Taurat scra utuh, maka Kristus tdk lg berfungsi dlm hidup mrka (Galatia 5:3), scra singkatnya, mrka bkn lg Kristen, tp menjd Yudaism, penganut agama Yahudi. 
Sbnarnya hukum Taurat dibuat Tuhan sbg pedoman hidup bagi org Israel setelah mrka bebas dr penjajahan Mesir slma 400 tahun, dipimpin Musa keluar dr Mesir. Hukum Taurat dibuat Tuhan spya org Israel tdk lg hidup mnrut hukum yg berlaku sewaktu mrka ada di Mesir, punya gaya hidup sndri. Dlm sejarah Perjanjian Lama, hukum Taurat hanya berlaku di bangsa Israel saja, bangsa-bangsa lain punya hukum masing-masing. 
Org Kristen tdk hidup menurut hukum Taurat, tp ada bbrpa bagian dr hukum Taurat yg baik utk dijadikan pedoman hidup, misalkan menghormati orgtua, jgn mencuri, dsbnya. Dr hukum Taurat kita bljar bgmna Tuhan mengatur hidup yg baik

Posted in Renungan | Comments Off on Posisi Hukum Taurat

Dengar Dengan Tenang

DI 11112016 
Pengkhotbah 9:17 

  • Perkataan orang berhikmat yang didengar dengan tenang, lebih baik dari pada teriakan orang yang berkuasa di antara orang bodoh. 

Sebagian org senang utk belajar pd org bijaksana, dan yg dilakukan biasanya adalah menyediakan wkt yg cukup utk berbincang-bincang atau sekedar mendengar perkataannya dg seksama. 
Bgmana spya perkataan yg bijak itu bs masuk dlm pikiran dan hati kita? Jwbannya adalah saat kita menguasai diri kita dlm ketenangan. Kalau tdk tenang, apapun yg kita dengar pasti sulit utk kita terima, apalg utk dipahami. Misalkan kita dlm keadaan marah, susah utk dinasehati, dlm keadaan sedih, susah utk diberi nasehat, sdg kuatir atau takut berlebihan, sulit utk percaya akan Firman Tuhan. Yg hrs bs kita lakukan adalah berusaha menjd tenang spya kita bs mendengar perkataan yg memberi kekuatan, penghiburan dan solusi. 
Tekanan dan masalah yg berat seringkali membuat kita sulit utk bersemangat dan beriman, di situasi spt ini scra manusiawi, kita memilih utk berharap dan bergantung pd org-org yg kita kenal. Kita berpikir bhw Tuhan cuma melihat dan tdk bertindak, minta nasehat jwbannya sdh kita duga: terus berdoa, percaya pd janji Tuhan. Kita inginnya Tuhan langsung menyelesaikan masalah yg besar ini, kita berpikir kalau masalah selesai maka kita bs tenang, tentu ini sesuai logika, tp percaya Tuhan justru kita hrs tenang dulu, barulah kita bs menyelesaikan masalah. 
Percaya bhw Tuhan ada bersama kita, inilah awal dr ketenangan, kita hrs ‘bunuh’ rasa kuatir dan takut yg berlebihan, jika dibiarkan maka kita tdk bs tenang dan justru semakin kuatir dan takut. Tuhan itu nyata, walau tdk terlihat oleh mata jasmani, tp karya-Nya itu nyata, Dia melindungi kita dr bahaya, Dia menyembuhkan sakit kita, Dia beri kita kekuatan. Kadang solusi tdk lgsg terjd, tp lewat perkataan org yg bijak, Tuhan pakai perkataan itu utk memberi kita petunjuk spya bs menyelesaikan masalah yg ada. Asal kita dengar dg tenang

Posted in Renungan | Comments Off on Dengar Dengan Tenang

Dimusuhi

DI 10112016 
Galatia 4:16 NKJV 

Have I therefore become your enemy because I tell you the truth? 

  • Apakah aku oleh sebab menjadi musuhmu karena aku mengatakan kebenaran kepadamu? 

Semua org tdk suka dibohongi, tapi ternyata tdk semua org suka mendengar ttg kebenaran, sesuatu yg bkn bohong. 
Sesuatu yg benar maka akan menyingkapkan sesuatu yg salah, akibatnya tdk semua org senang jika kesalahannya diungkap, mgkin akan merasa malu, atau sebaliknya, marah dan memusuhi org itu. Ada saja org yg memang senang melakukan kejahatan, dan ketika ditegur, ternyata dia marah dan menilai kita ingin menyengsarakan dia. 
Bgmna dg kita? Suka pd kebenaran atau tdk? 
Kebenaran memang kadang tdk enak didengar telinga, bikin ‘panas’ krna kita merasa disalahkan, tp dg diungkapkannya kesalahan yg ada, ada kesempatan utk kita kembali melakukan yg benar. Mgkin cara menyampaikan kebenaran kurang ‘sreg’ di hati, tp yg penting adalah isi dr perkataannya mengandung kebenaran. Org yg mengatakan kebenaran itu jgn kita anggap sbg musuh yg ingin menjatuhkan kita. Justru kita hrs berterima kasih diberitahu ttg kebenaran, itu tanda bhw kita diperhatikan dan dikasihi. 
Kalau kita yg dlm posisi hendak menyatakan kebenaran pd org lain, sampaikanlah dg cara yg positif, tdk menghakimi dan sopan. Cari waktu yg tepat, jgn kurangi nilai-nilai kebenaran yg ingin disampaikan. Jgn terbawa emosi saat berbicara, tetap tenang seandainya kebenaran yg kita sampaikan ternyata ditolak dan ditertawakan. Bagian kita adalah hrs menyampaikan kebenaran tanpa dikurangi atau ditambah semau pikiran kita saja, Jika A kita katakan A, ini yg penting. Jgn kita anggap org itu tdk suka kebenaran, tp mgkin pikirannya belum terbuka, blm bs menerima, jgn kita malah kecewa atau tersinggung, asalkan sdh disampaikan, tugas kita bs terselesaikan, krna ada org yg baru bs mengerti setelah sekian lama wkt berlalu, yakinlah bhw kebenaran yg kita sampaikan bs mengubah hidup org lain menjd lebih baik 

Posted in Renungan | Comments Off on Dimusuhi

Kehilangan Hak

DI 09112016 
Amsal 17:2 KJV 

A wise servant shall have rule over a son that causeth shame, and shall have part of the inheritance among the brethren. 

  • Seorang pelayan yang bijaksana akan memiliki kuasa atas seorang anak yang menyebabkan malu, dan akan memiliki bagian warisan di antara saudara-saudara. 

Pelayan turut mendpt warisan, ini hal yg tdk lazim berlaku di zaman kita, namun ini berlaku di zaman dulu bangsa Israel. Bgmna menjelaskannya? 
Galatia 4:1 NKJV 

Now I say that the heir, as long as he is a child, does not differ at all from a slave, though he is master of all, 
Sekarang aku berkata kepadamu: sepanjang dia adalah seorang anak kecil, tidak berbeda semuanya dari seorang budak, meskipun dia adalah tuan dari segalanya 
Seorg anak, mnrut budaya Israel, dlm usia kanak-kanak, disamakan statusnya dg seorg budak, biasanya di bawah pengawasan seorg hamba dr ayahnya, baru ketika menjelang akil balik, usia remaja, dia berguru pd seorg Rabi, guru di Israel. 
Anak yg membuat malu orgtuanya di zaman itu, maka dia akan dihukum, bahkan kehilangan hak utk menerima warisan dr orgtuanya, haknya diserahkan pd seorg hamba, hamba yg bijaksana. 
Menjd anak-anak Tuhan berarti kita mendpt bagian dr semua yg Tuhan punya, syaratnya adalah dg menjd anak yg bijaksana, kalau tdk, maka apa yg seharusnya kita terima dr Tuhan, diberikan pd org lain yg Tuhan nilai pantas menerimanya. 
Mgkin kita pernah mengalami, sesuatu yg sdh di dpn mata, yg seharusnya jd milik kita, ternyata Tuhan beri ke org lain. Tender gagal, toko sepi, gagal transaksi, dsbnya. Ternyata ada 2 penyebabnya, pertama, krna kita masih ‘child’ atau kanak-kanak scra rohani, tdk dewasa pdhal mnrut ukuran Tuhan sdh hrs menjd dewasa rohani. 
Yg kedua, membuat malu Tuhan. Sbg org Kristen malah tipu sana sini, kutip ayat Alkitab tp kelakuan bejat dan memalukan, di gereja spt malaikat, di rumah melakukan KDRT pd istri dan pembantu, dsbnya. Org yg spt ini kehilangan bagiannya dr Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Kehilangan Hak

Teman Yang Negatif

DI 08112016 
Amsal 16:28 KJV 

A perverse man sows strife, And a whisperer separates the best of friends.

  • Seorang yang jahat menabur perselisihan, dan seorang pembisik memisahkan teman-teman dekat. 

Pihak ketiga dlm sebuah hubungan memang lebih sering diartikan negatif, misalnya dinilai sbg selingkuhan, pembuat gara-gara, dsbnya. Ayat di atas sedikit menggambarkan hal ini. 
Seorg teman yg buruk adalah org yg merusak hubungan baik temannya dg org lain. Masuknya seseorg dlm sebuah kelompok justru bs merusak kekompakan yg telah ada, caranya dg membuat rasa saling curiga, ada gosip dan rumor seru, atau dg sengaja membuka aib org lain sehingga terjadilah pertengkaran yg ujungnya adalah putus pertemanan. 
Pembisik justru biasanya teman yg kita percayai, org yg ‘kepo’ selalu saja mau tahu dan cari tahu. Namun justru teman yg kita percayai malah berusaha merusak hubungan pertemanan kita dg org lainnya. Awalnya mgkin info yg benar, kemudian mulai dimasukkan info yg salah shga terjd kesalah pahaman, curiga dan salah sangka. Teman dekatpun bs diadu domba. 
Motivasinya beragam, mulai dr krna ‘cemburu’, merasa krg diperhatikan, kecewa dg kedekatan kita dg seorg teman, dsbnya. Dia ingin hanya dg dialah nanti kita trs berteman. Tentu ini bkn suatu hal yg mudah utk disadari dr awal, krna kita menilai dia betul tulus terhadap kita, namun ‘di belakang’ ternyata dia menyebar fitnah dan segala hal yg jahat. 
Biasakan meng-cross check setiap info yg kita terima, jgn lgsg percaya pd sesuatu yg dibisikkan pd kita, teman yg baik mgkin saja berbuat kesalahan, jd jgn kaget. Terlalu dekat dg seseorg jg punya resiko, dlm sebuah kelompok hindari punya ‘teman emas’, cobalah berinteraksi scra adil dan merata, teman yg lama jgn dilupakan, teman yg baru jgn terlalu diistimewakan. Memang tdk bs dipungkiri, kita lebih nyaman berteman dg org yg bs mengerti kita, namun teman kita tetaplah manusia, tdk sempurna, bs buat kesalahan fatal. Sediakanlah maaf selalu

Posted in Renungan | Comments Off on Teman Yang Negatif

Hikmat dan Pengertian 

DI 07112016 
Amsal 16:16 KJV 

How much better is it to get wisdom than gold! and to get understanding rather to be chosen than silver! 

  • Betapa lebih baik untuk mendapatkan hikmat daripada emas! dan untuk mendapatkan pengertian lebih dipilih daripada perak! 

Apa yg dpt hikmat beli di dunia ini? Kalau uang, jelas bs membeli rumah mewah, berbisnis, dsbnya. Jd lebih berguna mana, uang atau hikmat? 
Renungkan pertanyaan ini: bisakah dg hikmat, seseorg memperoleh harta benda? Sebaliknya, bisakah dg harta, kita memperoleh hikmat? 
Jika penilaian seseorg ttg kebahagiaan itu ditentukan brp jumlah harta yg dimiliki, maka kebahagiaan spt ini tdk stabil, punya harta bnyk merasa bahagia, punya harta sedikit merasa tdk bahagia. Tp jika penilaian kita tdk berdasarkan pd harta, tp pd punya hikmat atau tdk, maka pengertian itu berubah, hikmat memampukan setiap org utk menikmati hidupnya terus menerus dlm kebahagiaan. 
Hikmat dan pengertian, 2 hal yg melengkapi satu sama lain, harta bs membuat org lupa diri, hikmat bs membuat org sadar diri. Karena harta, ada org rela menjual nyawanya pd iblis demi kekayaan, tp hikmat  membw kita mendekat pd Tuhan. Hikmat sifatnya lebih membw hidup seseorg menjd lebih tenang, drpd org yg bnyk punya harta berlimpah, tp takut kehilangan hartanya. Hikmat dan pengertian lebih berharga drpd harta, jgn salah memprioritaskan semua sesuai dg apa yg Firman Tuhan katakan, maka semuanya akan menjadi indah, tepat guna dan menjd berkat bagi bnyk org. 
Pengertian menjauhkan kita dr salah paham, pertengkaran sia-sia dan kebodohan. Pengertian membuat kita terhindar dr niat jahat org lain. bs melihat jalan keluar dr setiap situasi yg sdg terjd, pengertian membuat hidup bahagia bahkan berbagi kebahagiaan dg org lain. Pintar saja tdk cukup, hrs berhikmat dan berpengertian. Harta itu hiasan tubuh, pengertian itu hiasan bagi jiwa, hikmat itu hiasan bagi roh kita. Ketiganya kita butuhkan dlm hidup sehari-hari

Posted in Renungan | Comments Off on Hikmat dan Pengertian 

Kasih Lebih Utama

DI 05112016 
Amsal 15:17 KJV 

Better is a dinner of herbs where love is, than a stalled ox and hatred therewith. 

  • Lebih baik makan malam rempah-rempah/herbal di mana terdapat kasih, daripada sebuah kedai sapi dan kebencian besertanya. 

Nikmatnya mknan ternyata bkn faktor utama kita bs menikmati hidangan dg penuh nikmat. 
Semalam, saat saya dan teman-teman cool/komsel sdg fellowship di sebuah resto mknan, awalnya suasana sangat menyenangkan, namun setelah km mendpt kabar bhw ada kericuhan di bbrpa tempat imbas dr peserta demo, bbrpa dr kami mulai kuatir akan situasi dan akhirnya memutuskan utk pulang, pdhal ada sebagian yg masih menikmati mknan yg dibeli. Krna ulah sekelompok org yg penuh kebencian, suasana kota jd mencekam, termasuk kami yg akhirnya tdk bs berlama-lama menikmati mkn malam bersama. Puji Tuhan semua tiba di rumah dg selamat. 
Adanya kasih membuat hidangan sederhana bs dinikmati dg suasana sukacita dan bersyukur. Tdk ada bentak membentak di meja makan, tdk ada rasa ‘sebel’ saat semeja dg org lain yg konflik dg kita. Selezat apapun mknan yg tersedia, tdk bs dinikmati saat rasa benci dan takut ada dlm hati kita. 
Suasana saat mkn menjd faktor utama kita bs menikmati moment mkn dg sukacita, krna itulah firman Tuhan mengingatkan agar kita selalu hidup dlm damai dg siapapun jg. Uang bs membeli mknan mahal yg lezat, tp uang tdk bs membeli suasana damai saat menyantap mknan. Yang ada dlm pikiran dan hati menentukan suasana aktivitas kita. Kalau kita tdk menjaga hati dg baik, maka suasana hidup kita akan tdk ‘positif’, marah, benci, sakit hati akan membuat kita inginnya bertengkar saja, mau tdr jg sulit, wajah org itu selalu saja terbayang di mata. Jika trs menerus spt ini, kesehatan tubuh kita bs terganggu. 
Usahakan hidup damai dg semua org, sekalipun org lain tdk ingin berdamai dg kita, minimal kita terbebas dr amarah, kebencian dan luka batin. Tetaplah menjaga hati setiap saat, jgn sampai terpolusi dan kotor 

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih Lebih Utama

Hati Yang Gembira

DI 04112016 
Amsal 12:25 KJV 

Heaviness in the heart of man maketh it stoop: but a good word maketh it glad. 

  • Depresi dalam hati seseorang membuatnya bungkuk, tapi sebuah kata yang baik menbuatnya senang 

Suasana hati ternyata berhubungan dg fisik seseorg, misalnya org yg putus asa biasanya merasa fisiknya lemah, tak bertenaga. 
Bgmna supaya hati kita mengalami kegembiraan? Ternyata bergantung pd perkataan yg kita ucapkan. Ayat ini berkata bhw perkataan yg baik membuat hati senang. Apa yg kita tabur itu jg yg akan kita tuai, termasuk jg dlm hal perkataan. Menabur perkataan yg baik misalnya memberi nasehat, menghibur hati, dsbnya, maka kita jg akan menuai bnyk nasehat, dihibur saat letih dan berduka, dsbnya. Itu semua kita alami kalau kita bnyk memberkati org melalui perkataan yg kita ucapkan. 
Memperkatan yg baik itu butuh kesadaran penuh dlm diri seseorg, kemudian menjd sebuah kebiasaan dan pd akhirnya menjd bagian dr karakter. Faktor pergaulan jg sangat besar dlm membentuk karakter seseorg, salah bergaul sdkit bnyk akan mempengaruhi cara seseorg berkata-kata. Bergaul dg org yg cerewet, kitapun tanpa sadar bs ikut cerewet. Apalg dlm sebuah kelompok/komunitas, salah berkata-kata bs memicu pertengkaran bahkan konflik bingga bs menjd sebuah pembunuhan. Karenanya berpikirlah sblm kita mengucapkan sesuatu, apalg di forum yg resmi. 
Dlm wawancara utk bekerja di sebuah perusahaan, si pelamar akan sangat hati-hati dlm menjwb aetiap perkataan yg diajukan. Jika ada jawaban yg tdk sesuai dg yg diharapkan, bs saja  lamaran kerja seseorg ditolak. Perkataan yg tdk jelas maksudnya bs membuat miskomunikasi, artinya salah mengerti maksud dr perkataan itu, tentu ini sangat merugikan. Perkataan bs membuat seseorg bersemangat atau malah sebaliknya, menjd putus asa dan berpikir negatif. 
Kendalikan lidah kita saat berkata, jgn menceritakan aib seseorg pd org lain, apalg membocorkan rahasia, kita akan menjd org yg diacuhkan dan dijauhi

Posted in Renungan | Comments Off on Hati Yang Gembira

Dimulai Dari Keluarga

DI 03112016 
1 Timotius 3:5 NKJV 

(for if a man does not know how to rule his own house, how will he take care of the church of God?); 

  • karena jika seorang pria tidak tahu bagaimana untuk mengatur rumahnya sendiri, bagaimana akan dia mengurus gereja Tuhan? 

Wajarnya, kalau mampu menangani yg besar, pasti bs menangani yg kecil. Tolak ukur seseorg layak utk bnyk berperan dlm pengelolaan gereja adalah bgmna dia sukses mengatur keluarganya sndri. 
Knpa keluarga? Tentunya bkn krna jumlahnya sdkit, tp kalau dg org terdekat kita punya kesaksian hidup yg baik, maka org yg ‘tdk dekat’ punya dasar utk bs mempercayai kita mengelola sesuatu. Keluarga seringkali digambarkan sbg ‘gereja kecil’, di mana punya kemiripan dg gereja. Misalnya, dlm sebuah keluarga, Tuhan menjd pusat/kepala, bgmna seorg pria menjalani fungsinya sbg kepala keluarga, sbg suami yg takut akan Tuhan, jika dia mampu dan berhasil, maka dia dinilai layak utk mengurusi gereja Tuhan. 
Kenyataannya di zaman ini bnyk hamba Tuhan yg ‘sukses’ mengelola gerejanya tp ‘gagal’ dlm mengelola keluarganya. Ada saja anak hamba Tuhan yg terlibat narkoba, salah bergaul, nakal, dsbnya. Tentu ini tdk menjd teladan yg baik. Keluarganya berebut jabatan dlm gereja, istri tdk hormat pd si hamba Tuhan krna dinilai tdk peduli dg kondisi keluarga, lebih mementingkan kebutuhan jemaat drpd keluarganya. Ada saja pengerja grja yg rumah tangganya terpaksa berakhir dg perceraian, org-org yg bnyk menghabiskan waktunya utk mengurusi gereja tapi mengabaikan kebutuhan suami/istri dan anak-anaknya, tentu tdk memuliakan nama Tuhan karenanya. 
Hidup org Kristen memang hrs melayani, tp jgn sampai plynan justru menggeser posisi keluarga dlm prioritas hidup. Ambillah porsi plynan yg sesuai dg kemampuan kita membagi wkt, dana dan perhatian kita. Jadilah teladan dlm keluarga kita, dlm gereja org bs memakai ‘topeng’ malaikat, tp dlm keluarga karakter aslinya akan terlihat jelas

Posted in Renungan | Comments Off on Dimulai Dari Keluarga