Kasih Sempurna

DI 11092025

1 Yohanes 4:18
Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Memahami ayat ini tak semudah sekedar membacanya, sekalipun sdh menjd orang Kristen, kita pernah merasa takut, apakah dgn begitu kasih kita belum sempurna?

Sbg awal utk memahaminya, kita pikirkan dulu darimana asalnya ketakutan itu? Dari situasi yang sdg terjadi, tekanan dr pihak luar yg menindas kita, kekuatiran yg terus menerus tinggal dlm diri kita, dsbnya. Hal inilah yg menyita fokus kita sehingga ada kemungkinan kita mengabaikan apa yang seharusnya dilakukan sbg prioritas utama dan inilah yg membuat kita dikuasai oleh ketakutan. Mengasihi Tuhan berarti tidak mengabaikan apa yang seharusnya untuk diberikan sbg hak-Nya Tuhan. Bandingkan ketika kita sedang kuatir, fokus pd situasi saja hanya memperbesar rasa ketakutan itu menguasai diri kita, dengan kita tetap melakukan disiplin rohani setiap saat. Bs ada ketakutan, tp iman ahan mengalahkan ketakutan kita, masih ada Tuhan yg punya kuasa melebihi apapun yg ada di dunia.

Kasih yg sempurna melenyapkan dengan cara membuang ketakutan itu dr dlm diri kita. Pahamilah bhw ketakutan itu seperti sampah yg hrs dibuang, bukan disimpan. Realita memang kadang berat & mustahil, tetapi kita bukanlah org yg tdk ber-Tuhan, kemampuan kita terbatas, tetapi Dia tidak terbatas kuasa-Nya. Mengasihi Tuhan itu bukan hanya bicara keintiman rohani, tapi bgmna kita mempercayakan hidup secara utuh pd Tuhan di segala situasi yg sedang dan akan terjadi. Mempercayakan berarti tdk punya keraguan sedikitpun, tdk curiga, mengandalkan Tuhan dlm segala hal. Hal ini memang butuh proses utk sampai pd level kasih yg sempurna, kita tdk takut utk kehilangan apapun karena percaya bahwa semua itu pemberian Tuhan, Dia berhak & punya wewenang memberi kepada siapa yg Dia pandang kayak.

Buang ketakutan dr dlm diri kita, pertebal iman kita dgn mengasihi Tuhan dgn lebih sungguh-sungguh, hidup dlm anugerah & kuasa-Nya yg ajaib.

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih Sempurna

Tinggal Dalam Tuhan

DI 10092025

1 Yohanes 3:6 ILT3
Setiap orang yang tetap tinggal di dalam Dia, dia tidak berdosa. Setiap orang yang berdosa, dia tidak melihat Dia bahkan tidak mengenal-Nya.

Kunci untuk tidak berbuat dosa ialah tetap tinggal dlm Tuhan, kalau seseorg berbuat dosa, berarti dia sedang tdk tinggal dalam Tuhan.

Jadi ini yg kita waspadai bhw kadang kita bs tdk tinggal dlm Tuhan, kalau dijabarkan scra sederhana, ini spt org yg keluar dari area payung di saat sedang hujan, yg terjd pasti akan kehujanan, basah, hingga bisa sakit meriang nantinya. Bergeser sedikit saja, ini artinya tdk tinggal dlm Tuhan lagi. Bergeser ini bs kita samakan sbg sebuah kompromi kecil yg kelihatannya tdk akan berdampak apa-apa. Ikut berbohong dlm masalah yg kecil misalnya, kelihatannya sih sederhana, tp begitu berbohong yang menjd sebuah kebiasaan, ini yg tdk bnyk org sadari terjd. Sekali, dua kali, akhirnya keseringan, dan menjd sebuah kebiasaan yg sulit utk ditinggalkan. Kompromi akan sesuatu secara trs menerus akan berubah menjd sebuah keterikatan, spt kulit yang menempel pd daging, menyatu, berubah menjd sebuah karakter menetap.

Tetap tinggal dalam Tuhan, artinya berada di bawah naungan Tuhan. Ini spt seorang warga negara dari sebuah negara, dirinya ada dlm perlindungan hukum negaranya, di luar negeri pun dia tetap berhak untuk mendapatkan perlindungan melalui duta besar yg bertugas di kedutaan luar negeri. Tp begitu dia melepas kewarganegaraan yg dimilikinya, di sinilah dia tdk lagi punya hak mendpt semua haknya sbg warga dari negara awalnya. Kita ini sdh beralih menjd warga negara surgawi, walaupun kita msh hidup dlm dunia ini, tp kita punya hak utk mendapatkan perlindungan Tuhan. Tentu ada hukum dan aturan yg kita harus taati, bila dilanggar, ini menjd sebuah tindakan melawan hukum. Tetap tinggal dlm Tuhan berarti ada dalam naungan hukum Tuhan, dan wajib taat pd aturan Tuhan. Patuh pd aturan Tuhan, ini bukti kita tetap tinggal di dlm Tuhan.

Di mana posisi kita sekarang? Tetap dlm Tuhan atau bergeser? Jgn kompromi dgn segala yg memancing kedagingan, karena pd akhirnya kita akan berbuat dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Tinggal Dalam Tuhan

Hidup di Dunia

09092025

1 Yohanes 2:16
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

Rasul Yohanes menyimpulkan ada 3 jenis keduniawian yg ada dlm dunia, ketiganya tentu berkaitan dgn hidup manusia, tetapi kita diperingatkan utk tidak terikat dengan semuanya itu.

Pertama, keinginan daging, keinginan yg hanya utk memuaskan daging tanpa batas sehingga justru merusak tubuh kita. Kalau keinginan daging hanya dikaitkan dengan dosa, agaknya terlalu sempit pemahaman ttg ini, jd mari kita perjelas lagi: segalanya yg membuat tubuh kita merasa nikmat, ini dpt berwujud sbg makan dgn rakus, yang harusnya porsi secukupnya dan sehat, tp justru porsinya berlebihan, sembarangan makan apa saja, akibatnya tubuh cepat jd sakit dan berusia pendek. Wujud lainnya bs sbg meledaknya nafsu birahi, tdk puas hanya dgn pasangan, sehingga timbulnya bnyk perselingkuhan dan hubungan tidak wajar, tentu mengarah pd dosa. Nafsu yg membuat tubuh merasa nikmat hrs dapat dikendalikan, Tuhan tdk melarang kita bs menikmati makan enak ataukah keintiman bersama pasangan, tp lakukan semuanya dlm batas wajar dan jgn serakah.

Kedua, keinginan mata, mau ini dan itu, jd berakibat nekad mencoba ini dan itu, tidak takut akan resiko yg ditimbulkan. Jangan hidup ‘hedon’, tdk tahan melihat barang yg mahal, demi gengsi shga pengeluaran jadi lebih besar drpd pendapatan, terlibat dgn hutang kredit, hidup justru jadi susah dan menderita. Tergoda lawan jenis yg cantik atau ganteng, bs termasuk dlm keinginan mata. Ketiga, keangkuhan hidup, org pada umumnya suka dihormati, tapi jgn sampai jd ‘gila hormat dan kekuasaan’. Semuanya diukur dr harta, status sosial, jabatan, dan lainnya. Merasa kaya shga bs menista org seenaknya, kurang dihormati shga marah dan bertindak kasar. Semua yg kita punya bukan utk disombongkan, tapi digunakan untuk memuliakan Tuhan dan memberkati banyak org. Jgn memandang rendah org lain hanya karena status sosialnya.

Dunia lebih menghargai org dgn status yg tinggi, kita jgn terjebak dgn penilaian yang spt itu, hargailah semua org sbg ciptaan Tuhan yg mulia.

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup di Dunia

Mengenal Tuhan

DI 08092025

1 Yohanes 2:3-4 ILT3
Dan dengan ini kita mengetahui, bahwa kita mengenal Dia, jika kita memelihara perintah-perintah-Nya.
Siapa yang berkata, “Aku mengenal Dia,” tetapi tidak memelihara perintah-perintah-Nya, dia adalah pendusta, dan kebenaran tidak ada di dalam dia.

Entah mengapa org lebih heboh dengan kesaksian mereka yg secara supranatural diberi kesempatan melihat sosok Tuhan dibandingkan dgn org yg menuruti semua perintah-Nya.

Hidup dlm kekristenan bkn mengejar yang supranatural secara berlebihan, ada orang yg terjebak dlm prinsip ini, sehingga lebih menyukai ritual keagamaan dibandingkan hidup menuruti firman Tuhan. Karunia roh itu baik dan penting, tetapi teladani Yesus ketika Dia melayani di dunia, bukan hanya melakukan mujizat, mengusir roh jahat, tp jg Dia mengajar, supaya org-org mengenal Tuhan dan hidup dlm kebenaran. Dlm ayat ini jelas dikatakan bhw bukti pengenalan akan Tuhan yg benar adalah ketika seorg itu memelihara perintah-perintah Tuhan. Memelihara itu bukan sesaat, kita pelihara hewan bukan cm 1-2 hari, tetapi dlm kurun waktu panjang, berminggu-minggu hingga bertahun-tahun. Jadi seorg Kristen bukan taat pd Tuhan hanya sesaat, tetapi dalam jangka wkt sangat panjang: seumur hidup.

Memelihara itu butuh perhatian yg cukup, pertanyaannya adalah: apakah perhatian kita pd perintah Tuhan itu sdh cukup atau tdk? Membaca Alkitab secara rutin belum berarti kita memelihara perintah Tuhan. Di dlm prinsip sebenarnya, kita harus bukan sekedar membaca, tp teruskan dgn suatu perenungan sehingga kita mendapatkan pencerahan dan mendpt pemahaman yg benar ttg apa yg kita baca. Buat apa kita baca 2 juta x Alkitab dr Kejadian – Wahyu, tp tdk memahami ttg pribadi Tuhan dan segala perintah-Nya? Org yang mengaku kenal seseorg, pasti tahu banyak tentang sifat, karakter, apa yg disukai, yg dibenci, dsbnya, dr org yg dikenalnya itu. Kenapa Tuhan memberi perintah utk jangan ini & jangan itu, perlu kita dapatkan jawabannya sehingga kita jangan hanya tahu tp tidak paham sama sekali.

Pelihara perintah-perintah Tuhan, kejar itu, jgn kejar hanya ingin punya pengalaman supranatural, karena org non Kristen bisa melihat sosok Tuhan kalau Dia izinkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengenal Tuhan

Berjalan Dalam Terang

DI 06092025

Yesaya 2:5 ILT3
Hai kaum Yakub, datanglah, dan kita akan berjalan dalam terang YAHWEH.

Berjalan dalam suasana terang pasti lebih nyaman dibandingkan berjalan dlm gelap, ada rasa aman dan waktu tempuh menuju ke arah yg kita tuju tentunya lebih sedikit.

Berjalan dlm terang Tuhan, berarti ada jg jalan yg bukan jalan Tuhan. Dlm Tuhan tdk ada kegelapan: “Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan” (1 Yohanes 1:5). Berjalan dlm terang membuat kita lebih jelas ketika membaca rambu-rambu lalu lintas, inilah gambaran bgmna saat berjalan dlm terang Tuhan, kita bs melihat dgn jelas petunjuk dan aturan-aturan yg Tuhan berikan dalam sepanjang hidup kita. Aturan-aturan Tuhan dlm Alkitab merupakan ‘rambu lalu lintas’ yg hrs kita patuhi ketika berjalan bersama Tuhan di dalam terang, jika melanggarnya, pasti ada konsekuensi dan hukuman yang akan Tuhan berikan, supaya kita bisa lebih berhati-hati dlm melangkah, tdk salah dlm menentukan arah dan bs sampai ke tujuan dgn selamat.

Berjalan dlm terang Tuhan jg berarti tidak munafik, dlm terang semuanya terlihat dg jelas, hidup kita tdk tersembunyi dr Tuhan dan kita hrs berani bertanggung jwb dlm bertindak apapun. Hidup dlm terang tidak melakukan hal-hal ‘kotor’, menjadikan hal baik dlm hidup Yesus selama di dunia sbg sebuah teladan. Kita yang dulu berjalan di jalan kegelapan, hidup dlm ketakutan dan tanpa bimbingan, lebih menuruti nafsu yg menguasai kita, menjd hamba dosa. Kita dahulu menyembunyikan dosa, tetapi saat hidup dalam terang, dosa itu kita akui dan kita bertekad utk tdk mengulanginya lagi. Tdk semua org berani hidup dalam terang, karena takut semua keburukannya nanti tersingkap dan diketahui semua org. Hal inilah yg membuat orang enggan bertobat karena masih bisa terus melakukan dosa dan menikmatinya.

Berjalan dlm terang Tuhan, hidup terbuka di hadapan Tuhan dan manusia, tdk menjd munafik, tetapi terus melangkah menuju kepada kemuliaan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Berjalan Dalam Terang

Mempermalukan Tuhan

DI 04092025

2 Samuel 12:14 ILT3
Hanya, karena engkau telah membuat musuh-musuh YAHWEH sangat mencemooh melalui hal ini, juga anak yang akan dilahirkan bagimu pasti akan mati.”

Perbuatan dosa Daud terhadap keluarga Uria ternyata berdampak dicemoohnya nama Tuhan oleh para musuh-musuh dr Tuhan.

Siapa musuh Tuhan? Hal ini menarik, jadi apakah musuh ini dr pihak manusia? Atau musuh di surga? “Sebab itu demikianlah firman Tuhan, TUHAN semesta alam, Yang Mahakuat pelindung Israel; “Ha, Aku akan melampiaskan dendam-Ku kepada para lawan-Ku, dan melakukan pembalasan kepada para musuh-Ku. (Yesaya 1:24). Pihak yg melawan Tuhan, itulah musuh bagi Tuhan. Org yg melawan Tuhan dpt dikategorikan sbg musuh bagi Tuhan. Org yg tdk mau taat pada perintah Tuhan, itulah musuh Tuhan. Yang pastinya tentu saja iblis jg termasuk musuh Tuhan, karena itu kita sbg pengikut Kristus, harus melawan iblis, bukan malah bersekutu dg dia. Dosa Daud menjd pergunjingan oleh mereka yg berani melawan Tuhan, suatu hal yg memalukan karena hamba yang Dia banggakan ternyata bs melakukan hal yg keji spt itu.

Dosa yg kita lakukan ternyata berdampak pd nama baik org-org terdekat kita, mulai dr keluarga, kerabat, tempat kita bekerja, bahkan gereja kita. Mereka yg tdk percaya pd Tuhan selalu menunggu kejatuhan kita dan siap utk mencemooh nama Tuhan dg senangnya. “Walah, tuh lihat, pendeta koq istrinya di-kdrt?” Lha anak pendeta koq bs hamil di luar nikah? Banyak kasus nyata yg terungkap ttg mereka yg harusnya pny moral di atas standart justru melakukan hal-hal kejahatan dan amoral. Memang bs dipahami, pendeta jg manusia, tp bila sdh berani menjabat sbg pemimpin agama, ia hrs bertanggung jawab dlm berkelakuan & berkata-kata. Standart mereka dinilai lebih tinggi drpd org pd umumnya, itulah alasan kenapa ketika mereka jatuh, pergunjingan ttg dosa mereka menjd makanan ’empuk’ utk mempermalukan nama Tuhan.

Jaga nama baik Tuhan, gereja & keluarga kita, jangan melakukan hal yg jahat, tidak bermoral dan memalukan, waspadalah dg kelemahan yg kita miliki.

Posted in Renungan | Comments Off on Mempermalukan Tuhan

Nyaris Sempurna

DI 03092025

1 Raja-raja 15:5
karena Daud telah melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan tidak menyimpang dari segala yang diperintahkan-Nya kepadanya seumur hidupnya, kecuali dalam perkara Uria, orang Het itu.

Ketaatan Daud pd Tuhan memang sangat baik, nyaris sempurna, tapi ada satu hal yg merusak kesempurnaan itu yaitu dosa yg dia perbuat terhadap keluarga Uria.

Ringkasnya, demi menutupi perzinahan yg dia lakukan dg Batsyeba, Daud membuat sebuah rencana jahat, menskenariokan yg jahat yaitu menempatkan Uria, suami sah Batsyeba, di garis terdepan dlm perang dg tujuan supaya mudah dibunuh lawan. Pd akhirnya menang Uria mati, namun Tuhan sangat murka dgn perbuatan Daud, anak hasil perzinahan dgn Batsyeba tdk Tuhan izinkan hidup. Walaupun diampuni, tetapi dosa ini membawa dampak besar kepada keturunan Daud pd akhirnya. Merusak dgn sengaja keluarga bawahannya, Daud hrs menanggung akibatnya, keluarganya hrs mengalami banyak konflik, hingga suatu saat kerajaannya terpecah dua di zaman cucunya: ”
Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu (2 Samuel 12:10).

Kita hrs menyadari bhw setiap org punya titik lemahnya, Daud lemah dlm hal nafsu, itu membuatnya akhirnya berdosa besar, lalu apa kelemahan kita? Perkataan yang sering berbohong? Mudah ditipu org lain karena mudah percaya apa kata org? Tdk puas dgn harta? Kita yg hrs tahu ttg itu, yg penting adalah perketat pengendalian diri kita, begitu sadar kelemahan kita sedang ‘dirangsang’ utk berbuat dosa, segeralah diatasi dg tuntas. Jgn biarkan benih dosa
akhirnya menjd perbuatan dosa. Jgn lalu kompromi dgn kelemahan kita, itu hal yg hrs ‘diperangi’ dan hrs ditaklukkan, kalau tidak, maka kitalah yg diperhamba dosa trs menerus seumur hidup kita. Jangan sampai yg awalnya kita menerima suatu keselamatan, tapi pd akhirnya kehilangan keselamatan itu akibat gagalnya kita dlm menaklukkan keinginan berbuat dosa.

Taat pd Tuhan dlm setiap perkara, itu yang akan memampukan kita selalu setia dan taat pd Tuhan, selalu kasihi Tuhan dengan segenap hati.

Posted in Renungan | Comments Off on Nyaris Sempurna

Menjerumuskan Sesama Hamba Tuhan

DI 02092025

1 Raja-raja 13:17-18
sebab telah diperintahkan kepadaku atas firman TUHAN: Jangan makan roti atau minum air di sana. Jangan berjalan pulang melalui jalan yang telah kauambil itu.”
Lalu jawabnya kepadanya: “Aku pun seorang nabi juga seperti engkau, dan atas perintah TUHAN seorang malaikat telah berkata kepadaku: Bawa dia pulang bersama-sama engkau ke rumahmu, supaya ia makan roti dan minum air.” Tetapi ia berbohong kepadanya.

Apa yg ada dlm pikiran kita ttg figur seorg hamba Tuhan? Lebih mudahnya kita sebut saja dia seorg pendeta? Apakah figur yang kudus layaknya malaikat? Atau?

Kalau kita membaca kisah ini seluruhnya, akhirnya abdi Allah atau nabi ini dihukum Tuhan karena melanggar pesan Tuhan yg telah diberikan, namun ada seorg nabi tua yg justru membohonginya shga nabi yang muda ini hidupnya berakhir tragis, mati dg mengenaskan dan ini disebabkan karena dia percaya begitu saja pd perkataan nabi tua yg bicara seolah-olah Tuhan menyuruh dia mengajak nabi muda untuk ikut pulang bersamanya. Kalau zaman skrg kita sebut 2 org pendeta, tetapi salah 1 pendeta dgn sengaja berbohong pd pendeta lain shga terjadilah pelanggaran terhadap Tuhan. Ini sesuatu yg bs saja terjadi, kadang hamba Tuhan terlalu mudah memakai kalimat utk menyakinkan org lain: “saya dapat ini dari Tuhan!” padahal tidak demikian faktanya, seorg hamba Tuhan bisa saja berbohong demi maksud tertentu.

Kadang sbg hamba Tuhan, kita perlu juga waspada dgn hamba Tuhan lain, terutama mereka yg mengaku seorg ‘nabi’, terkenal ‘tajam’ nubuatannya. Selama mereka bisa menjaga integritas dan hati nurani tetap bersih, karunia dan pelayanan mereka bs sangat memberkati jemaat dan org bnyk, tetapi kalau sudah tergiur kemewahan & kekuasaan, maka terjadilah hal-hal yang sudah bs kita temui sekarang: mereka dgn tanpa merasa berdosa menyalah gunakan karunia dan pelayanannya utk memenuhi ambisi dan hawa nafsunya. Jemaat yang lugu terkesima dgn karunia hamba Tuhan ini, para org kaya tertipu karena berpikir yg dia lakukan itu memberkati hamba Tuhan dgn pikiran bodoh: nanti yg saya berikan sbg taburan pd hamba Tuhan akan balik ke saya berkali lipat. Biasanya yg banyak jadi korban ialah org-org kaya yg mudah spt terhipnotis oleh pesona hamba Tuhan.

Mengagumi boleh, tp tetap waspada dgn ajaran yg kelihatannya bagus tp tdk cocok dgn kebenaran firman Tuhan, ada hamba Tuhan yg baik, ada jg yg jahat.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjerumuskan Sesama Hamba Tuhan

Kehilangan Dukungan

DI 01092025

1 Raja-raja 12:14
ia mengatakan kepada mereka menurut nasihat orang-orang muda: “Ayahku telah memberatkan tanggungan kamu, tetapi aku akan menambah tanggunganmu itu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi.”

Rakyat Israel meminta keringanan, namun Rehabeam, anak Salomo, yg saat itu baru saja menjd raja, justru berkata bahwa dia akan lebih menekan rakyat.

Akhirnya rakyat terpecah menjadi 2: yaitu 10 suku tidak lagi mendukung Rehabeam sbg raja Israel, hanya 2 suku yg tetap akui Rehabeam sbg raja (1 Raja-Raja 12). Dari kisah ini, kita belajar utk punya semangat ‘servant leadership’, diberi kekuasaan tapi bukan memerintah secara diktator, tetapi memerintah dgn semangat melayani. Dgn posisi yg tinggi tapi punya jiwa melayani, ini hal yg tdk mudah. Posisi tinggi mudah membuat seseorg lupa diri, bahkan agak kelewatan: menganggap diri spt Tuhan, yg tdk boleh dilawan dan harus patuh secara mutlak. Akibat dr kebijakan Rehabeam ini, dia kehilangan sebagian besar rakyat yang mendukungnya, 10 suku memilih seorang yg bernama Yerobeam menjd raja Israel, sementara 2 suku mendukung Rehabeam sbg raja Yehuda. Kerajaan Israel terpecah dua, yg awalnya disegani justru terpecah.

Apa yg sedang terjd di negara kita punya kemiripan dgn kisah Rehabeam ini, bagi rakyat, ada bbrpa aturan yang dianggap semakin membebani rakyat yg sedang dalam keadaan tdk baik-baik saja. Demo terjd di berbagai tempat, protes dgn keras diteriakkan, semoga tdk terjd sama spt kisah dlm ayat ini, perlunya peduli dgn keadaan rakyat, dengarkan keluh kesah yg mereka katakan, jgn lagi lebih membebani rakyat dgn aturan dan kebijakan yg justru lebih memberatkan drpd sebelumnya. Ini jg pelajaran bagi kita, kalau kita ada dlm posisi pemimpin, jgn justru otoriter atau menindas, kekuasaan yg kita miliki harus dipertanggung jawabkan pd Tuhan, ingat akan hal ini, supaya kita jangan bertindak sembarangan dan merugikan mereka yg kita pimpin, tp jadilah pemimpin dgn jiwa melayani, bukan dibenci tetapi dikasihi.

Jangan menekan org-org yg kita pimpin, tapi arahkan mereka utk melakukan yang terbaik, jgn diperberat bebannya, tapi kita hrs memimpin dgn penuh kasih.

Posted in Renungan | Comments Off on Kehilangan Dukungan

Tuhan Mengawasi

DI 30082025

Amsal 5:21
Karena segala jalan orang terbuka di depan mata TUHAN, dan segala langkah orang diawasi-Nya.

Jalan adalah sarana utk menuju ke suatu tempat, berjalan berarti sedang menuju ke tempat yg kita inginkan, jalan jg bicara ttg rencana atau visi kita.

Visi dibutuhkan supaya hidup bergerak ke arah yg diinginkan, cara yg dipakai disebut sbg misi atau perencanaan. Pengertian ttg misi ini perlu kita pahami dulu, karena sdh ada pengertian umum di kalangan Kristen bhw misi itu sebuah jenis kegiatan, wujud dr kegiatannya adalah penginjilan, baksos, dan sejenisnya. Kita tdk sedang bahas ttg kegiatan misi dlm pengertian itu, tapi misi sbg perencanaan utk mewujudkan sebuah visi yg telah ditentukan. Dlm ayat ini mata Tuhan mengawasi segala langkah orang, artinya org yg sedang ber-misi, dipantau Tuhan dgn seksama. Maka pastikan bhw visinya sdh benar, kalau visinya salah dan liar, itu sekedar sebuah ambisi, tdk salah banyak org mengaku punya sebuah visi, tp sebenarnya itu bukan visi, tetapi ambisi yg dimodifikasi sedemikian rupa spya terlihat sbg sebuah visi.

Selanjutnya, kita sedang mengejar visi yg kita tentukan sendiri ataukah visi yg dari Tuhan? Kehidupan seorg Kristen itu harus kita pahami, kita ini sdh ditebus, harganya telah lunas Tuhan bayar, artinya hidup kita ini milik Tuhan seutuhnya. Kita bkn owner atau pemilik hidup kita, tetapi ‘pengelola’ yg Tuhan percayakan. Mengelola berarti boleh menggunakan, walau bukan milik sendiri, penggunaannya hrs bertanggung jawab dan menghasilkan keuntungan utk Tuhan. Perumpamaan ttg 3 hamba yang dipercayakan uang talenta dlm Matius 25, ini gambaran yg mudah kita pahami. Kita jgn menyimpang dr apa itu talenta zaman itu, bukan bakat spt pengertian skrg, tapi itu adalah uang dlm jumlah tertentu. Uang yg dilipat gandakan pd akhirnya diberikan seutuhnya pd hamba yg setia. Hidup org Kristen spt itu, hidup kita milik Tuhan yang Dia percayakan utk kita kelola dan hrsnya menghasilkan ‘keuntungan’ bagi Tuhan.

Misi apa yg sdg kita jalankan? Mata Tuhan mengawasi langkah kita, Dia menguji visi yg kita miliki, jika itu hanya sebuah ambisi, Dia akan membatalkannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Mengawasi