Bertobat atau Tidak

DI 07052025

Daniel 4:37
Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar dan jalan-jalan-Nya adalah adil, dan yang sanggup merendahkan mereka yang berlaku congkak.

Catatan terakhir ttg raja Nebukadnezar ialah ttg kisah dirinya direndahkan oleh Tuhan dan kembali dipulihkan setelah sadar bhw semua adalah pemberian Tuhan, dia tdk lagi berani menyombongkan diri.

Apakah raja Nebukadnezar bertobat? Dalam hal ini diartikan dia hanya menyembah Tuhan bangsa Israel? Agaknya sulit menyimpulkan jawabannya, tdk tercatat dlm Alkitab bhw dia menyingkirkan para berhala yg disembahnya dahulu lalu menyembah Tuhan. Konteks saat itu kalau menyembah Tuhan berarti menjadi
penganut Yudaism, dan ini sangat mustahil dilakukannya karena dia seorg raja Babel yg justru dengan kekuatannya sdh menaklukkan bangsa Israel dan menawan mereka, jadi yg bisa kita dapati adalah bahwa Nebukadnezar hanya menyembah Tuhan tp tidak mengikuti Yudaism, tahu bhw Tuhannya bangsa Israel adalah Tuhan Yangbenar dan tertinggi, tidak ada yg dapat menyamai Dia. Apakah posisi spt ini bs diterima? Kalau zaman sekarang ini ada org yg tidak menjd Kristen, punya cerita pengalaman spiritual dgn Tuhan Yesus, dan dia menghormati Tuhan, apakah org ini dapat dibenarkan? Katakanlah dia bukan Kristen tp percaya pd Yesus.

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah menjd Kristen pasti dia menyembah Yesus? Banyak kita temui org-org Kristen yg malas ke gereja, jarang baca Alkitab, hidup duniawi, dsbnya. Kadang terpikir lebih baik mana: yang dengan status beragama Kristen tp hidupnya sangat tdk kristiani, ataukah yg bukan Kristen tetapi takut akan Tuhan? Ini menjd suatu renungan pribadi bagi setiap kita, bgmna kita hidup dg status sbg org Kristen, sesuaikan dgn yang diinginkan oleh Tuhan lewat firman-Nya yang tertulis yaitu Alkitab? Apakah kasih yang kita miliki itu hanya sebatas perkataan ideal saja ataukah nampak dlm perbuatan? Pertobatan nyata dlm sikap dan perbuatan, bukan cuma sebatas penyesalan yg mendalam. Kisah dari raja Nebukadnezar ini menjd contoh yg bisa kita maknai bhw Tuhan menghargai siapapun yg benar-benar takut akan Tuhan, Dia dengan tegas akan merendahkan org yg sombong dg pencapaiannya, dan Tuhan memulihkan org yg merendahkan diri serta bertobat.

Yang penting bukan status sbg Kristen, tetapi gaya hidup dan perbuatannya apakah dengan benar mencerminkan pengikut Kristus? Mari kita koreksi diri masing-masing dan jujur.

Posted in Renungan | Comments Off on Bertobat atau Tidak

Kenapa Kadang Terlambat

DI 06052025

Daniel 3:17-18, 20 ILT3
Lihatlah, ada Elohim kami yang kami puja, yang sanggup melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala, dan Dia pun akan melepaskan dari tanganmu, ya raja.
Dan seandainya tidak, hendaklah diketahui olehmu, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja ilah-ilahmu atau menyembah patung emas yang telah engkau dirikan itu.”
Dan dia memerintahkan kepada beberapa orang kuat pemberani dari pasukannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, dan mencampakkan mereka ke tengah-tengah perapian yang menyala-nyala.

Mengapa Tuhan seolah-olah bertindak sedikit terlambat menurut pemikiran manusia? Satu istilah yg mgkin menggambarkannya adalah: ‘bikin jantungan’ yg tentu tdk ingin dirasakan ketika hidup ini terancam.

Setidaknya ada bbrpa contoh kejadian yang bs menggambarkannya: peristiwa 3 sahabat Daniel dlm ayat ini yg sempat dimasukkan ke dlm dapur api, Daniel yg sempat dimasukkan ke goa singa, Lazarus yg sakit lalu mati, baru hari ke-4 setelah dikubur baru dibangkitkan. Tuhan seakan membiarkan keadaan semakin memburuk bahkan hingga nyawa nyaris saja melayang. Tentu 3 org teman Daniel sempat merasakan sangat panasnya api dlm dapur api ini karena prajurit dr Nebukadnezar yang mengikat dan memasukkan mereka saja jadi ikut terbakar karenanya. Kalau kita ada dalam situasi itu, jgn-jgn kita sdh mengumpat Tuhan karena tidak segera menolong kita. Iman kita teruji bukan saat semuanya baik, tapi ketika nyawa kita terancam, kematian tinggal satu jengkal saja. Namun diujung kekuatan imam kita, Tuhan bertindak dan menyelamatkan, ini tentu sebuah pengharapan akhir yg kita miliki dan di situlah kita melihat kuasa & kemuliaan Tuhan yg tanpa batas.

Apakah peristiwa dlm ayat ini disengaja oleh Tuhan supaya raja Nebukadnezar ‘bertobat’ dari kesalahannya? 3 sahabat Daniel terlihat spt alat yg Tuhan gunakan untuk menyatakan kuasa & kemuliaan-Nya. Sudut pandang yang spt ini mgkin sebagian adalah benar. Contoh yg mgkin bs menjelaskannya adalah bgmna jemaat Tuhan yg ditangkap Saulus kemudian menjadikan Saulus dikenal sbg pemburu org yg mengikuti Yesus dan ketika Saulus dibuat Tuhan bertobat dan menginjil, pengorbanan jemaat Tuhan yg dianiaya Saulus menjd tidak sia-sia. Kesimpulannya adalah Tuhan ketika ingin menyatakan kuasa dan kemuliaan yang besar, seringkali membiarkan situasi makin memburuk, kita mgkin dipakai Tuhan untuk menjd alat untuk menyatakan maksud Tuhan bagi pihak tertentu yg jadi sasaran-Nya. Bisa jadi nyawa kita ikut terancam, tapi Tuhan tdk akan membuat kita jadi ‘tumbal’, Dia pastinya akan bertindak sesuai dgn perhitungan-Nya yg sempurna, namun di mata manusia hal itu terlihat terlambat dan mengerikan situasinya.

Kalau kita tetap teguh beriman, akhirnya kita akan melihat kuasa dan kemuliaan Tuhan yg besar, sekalipun situasinya mengerikan, jgn sampai mengumpat Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kenapa Kadang Terlambat

Berkat dan Kutuk

DI 05052025

Yakobus 3:10
dari mulut yang satu keluar berkat dan kutuk. Hal ini, saudara-saudaraku, tidak boleh demikian terjadi.

Kekerasan bukan hanya secara fisik, tapi juga secara verbal melalui ucapan, dlm ayat ini, dg jelas dikatakan bhw mulut bs mengeluarkan kutuk, sesuatu yg buruk sifatnya.

Yg kita ucapkan itu keluar dr yg kita pikirkan dan yg ada di dlm hati: “Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.” (Lukas 6:45). Yang diucapkan mulut itu meluap dari hati, maka bisa disimpulkan kalau mulut seseorang mengucapkan berkat, berarti org itu hatinya baik, tapi sebaliknya, yg mengucapkan kutuk berarti hatinya jahat. Dr ayat perenungan kita, diingatkan supaya kita waspada, kita ini org yg berhati baik ataukah jahat, karena hati kita adalah perbendaharaan yaitu tempat menyimpan sesuatu yg kita pikir itu berharga buat kita. Org yg mengucapkan berkat berarti berkat itu sesuatu yg berharga buat dia, sementara org yg mengucap kutuk, kutuk itulah yg berharga buat dia, berarti dlm hatinya, dia banyak menyimpan kutuk, aneh kedengarannya, tp itulah kesimpulan dr apa yg kita renungkan dr 2 ayat di atas.

Apa yg sedang kita pikirkan mempengaruhi suasana hati kita, sedang kesal maka dalam hati bs muncul dendam, memikirkan kuatir maka hati kita bs takut, dsbnya. Bermula dari pikiran maka berlanjut pd suasana hati yang. Kemudian keluar menjd perkataan. Memang penting utk memikirkan apa yg baik supaya hati kita jg merancang kan yg baik, demikian jg sebaliknya, kalau kita tdk menjaga pikiran kita dr yg jahat sifatnya, mengikuti emosi dan hawa nafsu, maka perkataan kita menjd kotor dan kasar. Pikirkanlah apa yg baik, perkataan kita jg menjd berkat bagi org lain. Memikirkan yg jahat maka perkataan kita menjadi kutuk bagi org lain. Menjaga pikiran dan hati perlu suatu pengendalian diri yg nyaris sempurna, yg kuat dgn disiplin rohani, berani menolak yg jahat dan merusak sifatnya, dan selalu ingin mengusahakan apa yg baik utk semua orang. Memang kita tdk bertujuan utk mampu untuk menyenangkan semua org, tp paling tdk kita disukai kehadirannya, bukan biang masalah.

Yang kita ucapkan itu meluap dr hati, meluap karena volumenya banyak, jadi hal apakah yg banyak tersimpan dlm hati kita: berkat atau kutuk? Kita yg tahu jawabannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Berkat dan Kutuk

Tidak Cukup Niat Saja

DI 03052025

Yakobus 1:26 ILT3
Jika seseorang di antara kamu berpikir untuk menjadi orang yang beribadah dengan tidak mengendalikan lidahnya, tetapi dengan menipu hatinya, inilah ibadah yang sia-sia.

Biasanya orang cukup tinggi menilai kualitas dirinya sendiri, merasa sdh cukup baik, cuma sedikit saja kekurangan yg masih tersisa, dan merasa lebih baik drpd org lain.

Ini yg terjd pd org dlm ayat di atas, punya niat cukup besar utk tekun beribadah tapi dengan sengaja tdk mengendalikan lidahnya, ini hal ttg perkataan yg diucapkan tentunya. Dalam bnyk hal, pengendalian diri memegang satu peranan penting dlm hidup seseorg, di dalam hal mengendalikan perkataan, ini yg sangat sulit karena hrs dilakukan trs menerus dalam sepanjang hidupnya. Bs saja hari ini ternyata mampu mengendalikan perkataan, tapi esok ternyata gagal, mengatakan sesuatu yg bisa menyakiti hati org lain. Dlm ayat lain tertulis bhw org yg mampu mengendalikan lidahnya adalah org sempurna: “Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya (Yakobus 3:2). Jadi jgn heran bila suatu saat orang yg bijak sekalipun bs mengeluarkan perkataan yg tdk baik, karena tdk ada manusia yg dgn sempurna mampu mengendalikan lidahnya.

Mengapa perlu mengendalikan lidah? Tentu kita hrs pahami bgmna dampak yg timbul dr perkataan yg diucapkan, bisa positif dan bisa negatif, tergantung isi perkataannya. Dengan pertimbangan ini, maka pikirkan isi perkataan yg ingin diucapkan sblum kita mengeluarkan perkataan itu. Perlu memiliki kemampuan di dlm berkomunikasi yg baik, perkataan apa yg tidak pantas diucapkan, sebaiknya tidak perlu diucapkan, dan yg tdk boleh diucapkan. Jelas bhw Tuhan melarang kita berkata dusta, jika ya katakan ya, jika tidak katakan tidak. Dunia umumnya mengenal istilah ‘bohong putih’ yg katanya terpaksa berbohong demi kebaikan, tetapi bohong tetaplah bohong, hrs kita nanti pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan. Ini yg kadang menjd dilema, manusia bs terima hal ini, tetapi firman Tuhan tdk bs tolelir dosa apapun. Pilihan ada di tangan kita, mau taat sepenuhnya atau tidak, akan dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan, apapun alasan yg akan kita gunakan.

Kendalikan perkataan kita sblum timbul hal yg merusak sifatnya, jgn sakiti hati sesama melalui perkataan kita, usahakanlah damai & suasana keakraban tetap terjaga.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Cukup Niat Saja

Tetap Diingatkan

DI 02052025

2 Petrus 1:12
Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dalam kebenaran yang telah kamu terima.

Manusia punya kecenderungan lupa tentang sesuatu yg pernah diingat, maka ada org-org tertentu yg peduli pd kita dgn mengingatkan kembali apa saja yg penting utk diingat.

Kesibukan kadang membuat kita mudah lupa akan sesuatu yg hrsnya dilakukan, lupa harus menepati janji bertemu seseorg, lupa makan tepat waktu, dsbnya. Pikiran kita punya daya tampung terbatas utk memikirkan hal-hal yg bs dipikirkan, bila sdh penuh maka pasti ada bbrpa hal yg tak terpikirkan, salah satunya hal yg harusnya diingat tetapi jadi lupa. Karna itu kita harus bijak menentukan mana yang hrs dipikirkan sekarang, mana yang bs dipikirkan nanti, mana yg diutamakan, mana yg masih bs ditunda. Mengelola pikiran akan menolong kita tetap mengingat hal-hal yg penting untuk dilakukan, selain itu mgkin bs menuliskannya di catatan yg kita miliki, atau menyimpannya menggunakan aplikasi pengingat, saat waktu tiba, maka ada nada pengingat yg berbunyi. Banyak hal bs kita lakukan utk mengingatkan kita akan sesuatu, agaknya bila berharap pd org lain utk bantu mengingatkan, kadang org itupun jg sibuk sehingga lupa utk membantu mengingatkan kita.

Ada baiknya jujur pd org-org terdekat bila kita sadar bhw kita mudah lupa akan hal penting, sehingga mereka dgn tulus bs membantu utk mengingatkan kita dgn berbagai cara. Selain hal-hal di atas, yg terpenting adakah kita hrs minta diingatkan oleh Tuhan apabila jalan yg kita tempuh ternyata mulai menyimpang dari jalan yg benar. Daud minta Tuhan menyelidiki hatinya supaya dia tahu apakah dia berjalan di jalan yg benar atau tdk: “Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku” (Mazmur 26:2). Kalau kita pernah bernazar sesuatu pd Tuhan, jgn lalai segera memenuhinya, jgn terpesona dg pertolongan yg kita terima dr Tuhan, ingat bhw itu didapat dgn sebuah nazar pd Tuhan. Bila diingatkan Tuhan, segeralah koreksi diri, bertobat, lalu kembali melakukan apa yg seharusnya untuk dilakukan. Minta ampun bila yg diingatkan itu adalah dosa di mata Tuhan, jgn berantah tapi segeralah rendahkan diri dan mengaku dosa, jgn sampai murka Tuhan turun atas kita.

Diingatkan supaya kita mengingat kembali, bukan karena kita bodoh, tetapi supaya kita tetap menjd pribadi yg berintegritas, baik di hadapan Tuhan maupun manusia.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Diingatkan

Dibangkitkan Tuhan

DI 30042025

Yehezkiel 37:11-12
Firman-Nya kepadaku: “Hai anak manusia, tulang-tulang ini adalah seluruh kaum Israel. Sungguh, mereka sendiri mengatakan: Tulang-tulang kami sudah menjadi kering, dan pengharapan kami sudah lenyap, kami sudah hilang.
Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.

Tulang dalam kubur, sesuatu yg menandakan bhw kematian sudah terjadi lama, tdk mgkin ada kebangkitan lagi, itulah gambaran Israel di masa nabi Yehezkiel.

Tuhan sanggup membangkitkan manusia itu walau hanya tersisa tulang-tulang saja, yang mustahil menjd mgkin karena Tuhan. Dalam ayat ini, keadaan bangsa Israel spt tulang di dlm kubur, tdk bs diapa-apakan lagi, tentang hal ini, adalah gambaran bangsa Israel yang telah hilang pengharapan, merasa dirinya itu telah hilang, akan lenyap dr sejarah ke depan, istilahnya sudah ‘habis’, kadang inilah jg yang banyak dirasakan oleh sebagian dr kita saat sedang mengalami suatu beban berat, sudah terlambat, tdk bisa dipulihkan, tinggal tunggu keadaan terburuk datang dan menimpa. Tak ada org satupun yg sanggup utk memulihkan, semua sudah berakhir. Putus asa, tdk berani menatap masa depan, iman sdh gugur, tawa sudah tak tersisa, air mata sdh kering. Yang tertinggal adalah ratapan duka yg terdalam, layaknya sebuah keluarga menangisi orang terkasih anggota keluarga yg meninggalkan mereka, sudah tak ada peluang disembuhkan karena sudah mati.

Bagi kita mgkin sudah berakhir, tapi tdk sama dgn pikiran Tuhan. Lazarus yg mati menurut manusia, Tuhan katakan bhw dia hanya tidur saja. Mata kita hanya sanggup utk melihat yg adalah realita, pikiran kita memprediksi tetapi belum pasti itu yg nanti pasti terjadi. Sampai suatu waktu firman Tuhan itu Dia berikan utk kita, maka keadaan kita akan dipulihkan, hal inilah yg harusnya kita pahami. Kalau Tuhan sudah berfirman, yg mustahil menjd mungkin dan bisa! Tapi di sisi lain, jika tak ada firman yg Dia berikan, realita menjd hal yg final dan tak bs berubah lagi. Kasih Tuhan pd bangsa Israel itulah yg mendorong Dia bertindak utk memulihkan bangsa Israel, hukuman diberi & tiba waktunya utk pemulihan. Tuhan tdk lupa akan janji-Nya, Dia pasti genapi sekalipun dlm perjalanan pengenalannya itu dari pihak kita atau manusia yg melanggar isi perjanjian dgn Tuhan. Dia murka tp penuh dg belas kasihan, itulah keadilan Tuhan, kedaulatan-Nya nyata ketika Dia menepati janji-Nya pd kita.

Nantikan Tuhan berfirman pd kita, waktunya pemulihan itu datang setelah kita menjalani hukuman akibat dosa yg kita perbuat, beias kasihan-Nya ada pd umat-Nya.

Posted in Renungan | Comments Off on Dibangkitkan Tuhan

Jijik Dengan Dosa

DI 29042025

Yehezkiel 36:31 ILT3
Kemudian kamu akan teringat kembali dengan kelakuan-kelakuanmu yang jahat dan perbuatan-perbuatanmu yang tidak baik, dan kamu akan merasa jijik menurut pandanganmu sendiri oleh karena kesalahan-kesalahan dan kekejianmu.

Ketika seseorg mulai kembali pd Tuhan dan hidup benar, kesadaran bahwa dirinya terlihat dan terasa jijik karena dosa yg dilakukannya akan muncul dan itulah awal satu pertobatan yg sejati.

Org belum mau bertobat karena berpikir bhw berbuat dan hidup dlm dosa itu bukan suatu kejijikan, memalukan, dan menghambat yang dari Tuhan masuk dlm kehidupannya. Diberi nasehat, wejangan, bahkan hukuman disiplin juga tdk membuatnya kapok, masih sengaja sembunyi-sembunyi berbuat dosa, terus dlm kebohongan yg semakin bertambah, dsbnya. Ketika kita melihat hasil dari hidup benar di hadapan Tuhan, menikmati janji Tuhan, kita baru sadar bhw kenikmatan dosa itu tidak bs menyamai nikmatnya pemberian Tuhan. Tdk sebanding, tdk selevel, karenanya sangatlah bodoh menukar kenikmatan dari pemberian Tuhan yg berlimpah dgn kenikmatan dosa yg sifatnya fana dan menyengsarakan. Apakah kita sdh merasa jijik dgn diri kita yang dahulu hidup dlm dosa? Jika ya, berarti kita sudah bs membandingkan antara hidup dlm Tuhan dgn hidup dalam dosa, keadaan yg kita alami tdk selevel, dan pastinya kita menyesal mengapa dulu menikmati hidup dlm dosa.

Pertobatan yg palsu biasanya menyesal tapi sementara waktu saja, kembali melakukan dosa yg sama bahkan dgn keparahan yg lebih menyeramkan dr sebelumnya. Menyesal tapi bukan karena takut akan Tuhan, tapi takut tdk lagi disupport manusia, jadi bertobatnya tdk asli, tp palsu, kelihatannya sih mulai terlihat rohani lagi, tp tak lama kemudian mulai bisa terlihat kumat, nanti menyesal lagi, tp kumat lagi dan terulang terus. Nanti kalau semua jd buntu, tidak ada jalan keluar, baru cari Tuhan dgn serius, ditolong Tuhan tp kemudian jadi kumat lagi. Itulah sifat manusia, tunggu sdh babak belur barulah kapok, mau berhenti. Ini sesuatu yg sangat merugikan hidup karena waktu tdk akan terulang, bgmna jika tidak ada waktu lagi utk bertobat karena jatah hidup di dunia sdh habis? Kadang berpikir masih ada banyak kesempatan utk bertobat, Tuhan kan penuh kasih, selalu siap menerima kita kpn saja kita bertobat, tp ternyata kesempatan yg terakhir sudah dilewatkan, tak punya waktu lagi utk bertobat.

Jangan tunda utk bertobat, segera ambil wkt dan kesempatan utk kembali pd Tuhan dgn pertobatan yg sungguh-sungguh, mulailah utk hidup benar di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jijik Dengan Dosa

Batin Itu Rumah

DI 28042025

Matius 12:44-45
Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur.
Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.”

Dlm ayat ini, manusia digambarkan seperti sebuah rumah, jika roh jahat meninggalkan rumah itu, maka rumah itu menjadi kosong dan dia bebas masuk lagi ke dalamnya.

Kalau demikian, sebuah rumah seharusnya tdk boleh kosong, hrs ada pemiliknya yg dgn penuh hak bs tinggal di dalamnya. Rumah yg nyaman pasti membuat betah utk ditinggali oleh pemiliknya. Jadi kenapa sebuah rumah itu kosong walau tertata rapi setelah keluar roh jahat dr dalamnya? Kenapa tidak dihuni? Di sinilah kita perlu memahami, manusia yg ‘kosong’ bukan berarti tdk ada rohnya, kalau rohnya tdk ada, maka pasti sudah meninggal. Jadi walaupun manusia hidup dan tetap ada rohnya di dalamnya, bs saja dia spt rumah yg kosong. Berarti kekosongan ini ada penyebab yg perlu diketahui. Hanya ada 2 jenis roh yg bs masuk dlm hidup manusia, roh jahat atau Roh Tuhan, jadi inilah yg hrs dipahami, dalam hal roh, ternyata ada 2 jenis roh yg bs tinggal bersama, roh kita dgn salah satu dari kedua jenis roh tadi. Lihat ayat ini: “Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya (Yehezkiel 36:27).

Jadi bagaimana kita bs taat sepenuhnya pd Tuhan? Memakai kasih kita pd Tuhan? Brpa kali kita gagal taat pd Tuhan sekalipun kita mengaku mengasihi Dia? Jadi yg membuat kita mampu taat adalah karena Roh Tuhan ada di dalam batin kita! Tapi ini terjadi kalau roh kita sudah diperbaharui! “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Mustahil kita bisa taat dgn kemampuan diri sendiri, tapi semua itu bs terjadi karena roh kita diperbaharui dan Tuhan menaruh Roh-Nya ke dalam batin kita. Jadi rumah yg kosong itu adalah batin setiap manusia, siapa yg masuk dan tinggal, ini yg akan mempengaruhi hidup kita. Seberapa hal kerinduan kita utk pemulihan, tapi tidak lanjut utk hidup dalam Tuhan dan Dia di dalam kita, maka itu hanya seperti membuat rumah yang berantakan kembali menjd rapi, tapi kosong dan roh jahat siap utk menempatinya kembali utk merusak hidup.

Jagalah batin kita, jangan sampai iblis dapat masuk dan tinggal di dalamnya, biarlah Roh Tuhan saja yg menetap sehingga kita mampu taat sepenuhnya pd Tuhan

Posted in Renungan | Comments Off on Batin Itu Rumah

Terimalah Yang Lemah Imannya

DI 26042025

Roma 14:1
Terimalah orang yang lemah imannya tanpa mempercakapkan pendapatnya.

Org yg lemah imannya, bisa diartikan 2 jenis yaitu orang yg baru bertumbuh imannya, jadi imannya masih lemah, atau org yg imannya sudah kuat, tetapi karena sesuatu hal menjd lemah imannya.

Keadaan org yg imannya lemah karena baru bertumbuh, biasanya terlalu berlebihan dlm mendeklarasikan imannya, semua dianggap mungkin, mujizat Tuhan selalu tersedia bagi dia, Tuhan sangat sayang sekali dengan dia, dunia seakan milik dia dan Tuhan saja. Orang ini biasanya mudah menghakimi orang lain & berani berpendapat ttg sesuatu tanpa dasar firman Tuhan yg cukup. Istilahnya: sok pintar dan merasa yg paling tahu, dan terkadang yg dia katakan itu bs menimbulkan perdebatan yg berakhir dgn pertengkaran. Org umumnya mengatakan orang ini punya ‘roh perpecahan’ yg merugikan kepentingan sesama. Ingatlah firman ini: “Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; (Yakobus 1:19). Petobat baru harus dibimbing, kalau tdk maka dia menjadi liar dlm pemikiran dan pendapatnya, jangan diberikan banyak bicara saat membahas hal yg mendalam sifatnya.

Kemudian org yg kuat imannya tp sementara menjd kemah karena sesuatu keadaan. Tidak semua org sanggup menerima orang spt ini, org cenderung menganggap org yg imannya kuat tak mgkin jadi lemah, ini salah besar. Di dlm Alkitab, Yesus juga bergumul di malam sblum Dia ditangkap dan disalibkan, dengan jujurnya Dia mohon pd Bapa kalau mgkin utk melakukan cawan penderitaan yang hrs Dia jalani. Apakah itu kelemahan Yesus? Tdk spt itu kita memahaminya, Dia itu Roh Tuhan yg tinggal dlm tubuh jasmani manusia, Roh Dia tetaplah kuat, tetapi daging atau tubuh-Nya yg lemah karena tahu apa yg nanti dihadapi, karena itulah Dia berkata: “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Matius 26:41). Yg bisa membuat org lemah imannya adalah hal yg berkenaan dgn dagingnya. Jadi jangan kita menjauhi org yg lemah imannya, justru kita hrs membantu dia kembali menguatkan diri dan imannya sehingga bs kembali hidup dgn normal.

Petobat baru dan org yg sedang bergumul dg masalahnya, keduanya hrs kita terima, jangan justru dihakimi dan dijauhi, tolonglah mereka utk bertumbuh dlm imannya.

Posted in Renungan | Comments Off on Terimalah Yang Lemah Imannya

Kasih Yang Tidak Munafik

DI 25042025

Roma 12:9 ILT3
Kasih yang tidak munafik itu: dengan membenci yang jahat, dengan berpaut pada apa yang baik

Ada org yg berpura-pura mengasihi, kelihatan sangat memperhatikan, bisa seperasaan, tapi sesungguhnya ada niat jahat yg terselubung dari sikapnya itu, itulah kasih yg munafik.

Suatu kecurangan bila org dgn tulus sangat mengasihi kita, tapi kita balas dengan kasih yg berpura-pura atau munafik. Sederhananya adalah mengasihi yg benar itu tanpa ada niat jahat dibaliknya. Dlm ayat di atas, kasih yang tdk munafik itu kasih yg membenci yg jahat & berpaut pd apa yg baik, jd selama mengasihi, yg dipikirkan adalah bgmna berbuat baik pd org yg dikasihi, berpikir apa yg baik utk orang yg kita kasihi, tdk ada niat jahat di balik sikap mengasihi kita. Jadi orang yg mengasihi dgn benar itu tdk menyimpan dendam, kesalahan org lain, tetapi selalu tersedia maaf dlm satu jumlah yg banyak, karena sadar bhw setiap org bs buat kesalahan, punya peluang dapat melukai hati kita, dsbnya. Kita cenderung bs memaafkan kesalahan yg kecil, tp amat sulit memaafkan kesalahan yg besar, tetapi kasih akan menguasai dendam, kasih bs melebihi rasa sakit karena hati terluka, yg terpenting adalah hubungan bs dipulihkan spt semula, dan berdamai dgn semua org.

Setiap org punya kelemahan, itulah gunanya kita mengasihi mereka: saling melengkapi & saling menolong utk kuat satu sama lain. Di dlm kondisi yg lemah, seseorang cenderung lebih mengekspresikan emosinya drpd jalan pikiran yg jernih. Butuh org lain menasehati, butuh org lain sbg tempat mengadu, curhat, butuh org lain utk mensupport supaya dapat melewati situasi yg tdk mudah dan sukar. Di dalam ilmu sosial, manusia tdk baik seorang diri, hrs bersosial dgn sesamanya, kasih akan memegang peranan penting utk mempererat hubungan antar manusia, tdk boleh munafik ketika mengasihi, terlihat baik padahal punya niat jahat yg tersembunyi, dikira kawan pdhal ternyata lawan, dikira menguatkan tapi justru ingin menjatuhkan. Sbg org Kristen, kita tidak boleh spt itu, Tuhan tdk berkenan, contohlah bgmna Tuhan mengasihi kita, jutaan dosa yg kita lakukan mau Dia ampuni karena Dia mau trs punya hubungan dg kita, Dia mengampuni dan jg memulihkan hubungan dgn kita, orang yg penuh dosa ini.

Pulihkanlah hubungan dgn org-org terdekat yg kita kenal, walaupun mgkin akan ratusan kali kita mengulang memaafkan mereka lagi, contohlah kasih Tuhan pd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih Yang Tidak Munafik