Mudah dan Ringan

DI 04032025

Matius 11:30 KJV
For my yoke is easy, and my burden is light.

Karena kuk-Ku itu mudah, dan beban-Ku ringan

Ikut Tuhan, menjd seorg Kristen, bukan berarti semuanya Tuhan yg kerjakan dan kita tunggu hasilnya saja, itu pemikiran anak-anak, di dalam Tuhan ada kuk dan beban yg harus kita pikul.

Kuk Tuhan itu mudah, dari kata khrase-tos yang punya arti berguna (useful) dalam tata krama, baik hati, lebih baik. Jadi org yg ‘dipasangkan’ kuk Tuhan itu nantinya akan memiliki tata krama atau sikap moral yg baik, punya hati yang baik & dirinya menjd lebih baik dr sisi kualitas. Masalah yg sedang kita hadapi, bila itu seizin Tuhan, ada tujuan yg ingin Dia capai, utk mencapai tujuan itu, kita akan ‘dipasangkan kuk’ dari Tuhan, yaitu gambaran ttg berjalan bersama Tuhan supaya bs belajar dan diajar oleh Tuhan. Bukan berarti masalah yg kita hadapi akan ditangani Tuhan & kita hanya diam saja, tetapi kita diajar utk punya sikap tata krama moral yg baik, hati baik, menjd pribadi dgn kualitas yg meningkat. Dengan tiga modal ini, bisa kita praktekkan untuk menolong kita mengatasi masalah yg sedang kita hadapi. Gambarannya mudah, spt guru yang mengajar ttg rumus matematika, jawaban dari soal ujian itu akan benar kalau kita memakai rumus yang telah diajarkan, tetapi kitalah yg mengerjakan soalnya, bukan sang guru matematika.

Banyak org berpikir bhw ditolong Tuhan itu hrs dgn tangan Tuhan sendiri yang bekerja, mujizat dinyatakan, Tuhan yg ‘berperang’ ganti kita, jadi kita cuma duduk menyaksikan Tuhan yg kerja, prinsip ini jelas tdk mendewasakan kita. Setiap kejadian di mana Tuhan yg aktif melakukan, hrs dilihat konteksnya, kalau Yesus menyembuhkan org buta dgn ludah yg bercampur tanah, bukan berarti selalu itulah cara Tuhan menyembuhkan mata yg buta. Kadang Tuhan menyuruh orang lumpuh itu sendiri yg bangun dan berdiri, tetapi Dia yg bekerja menyembuhkan kelumpuhannya. Iman tanpa perbuatan itu mati, mau jadi pintar berhikmat tapi menolak diajar Tuhan, itu suatu kemustahilan. Utk memahami pelajaran di SMP, hrs paham dulu pelajaran yg sama di SD, hikmat Tuhan bukan spt hasil semedi, puasa, tapi hasil dr sukses mengatasi masalah yg terdahulu, ada peningkatan kualitas diri sehingga ketika suatu saat dihadapkan pd masalah yg lebih besar dan rumit, hikmat Tuhan yg ada pada kita itulah yg jadi ‘rumus’ utk menjawab persoalan dgn tepat. Utk bbrpa kasus, mujizat memang dibutuhkan, tetapi utk kasus yg berbeda, hikmat Tuhan yang memegang peranan penting, dilengkapi dengan seberapa kualitas diri yg kita miliki.

Kuk Tuhan itu mudah, beban Tuhan juga ringan, keduanya kita pikul utk belajar dr Tuhan, bukan planga plongo menantikan mujizat Tuhan, kalau memang kasusnya butuh mujizat Tuhan, Tuhan pasti berikan utk kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mudah dan Ringan

Harusnya Bertobat

DI 03032025

Matius 11:21
“Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.

Sudah melihat dan mengalami mujizat Tuhan, tp itu ternyata blm cukup membuat kesadaran utk bertobat, itu menjd sebuah penilaian buruk yang Tuhan sampaikan.

Ternyata tujuan Tuhan melakukan mujizat yaitu supaya ada pertobatan dan kesadaran supaya murka Tuhan jangan turun. Masih berdosa tapi Tuhan menunjukkan kemurahan-Nya dgn semua mujizat yg Dia lakukan, supaya semua org dapat menyadari bhw Tuhan sanggup melakukan yang manusia tdk dapat lakukan, supaya sadar bhw Tuhan itu sudah memperhatikan dan ingin agar ada pertobatan dan memohon pengampunan dr Tuhan. Parahnya kalau tidak peka ketika Tuhan sedang menginginkan pertobatan, malah tidak merasa punya dosa sama sekali. Mujizat Tuhan itu tdk selalu pertanda bhw Dia mengasihi karna punya hubungan yg dekat dgn Tuhan, tapi suatu pertanda bhw Tuhan merindukan pertobatan yg sejati, sudah berdosa tapi masih mengalami yg luar biasa dr Tuhan. Tuhan beri kesempatan utk bertobat dan murka-Nya tdk turun, berusaha utk Tuhan mempertimbangkan pertobatan yg nyata dan menunjukkan belas kasihan, supaya murka Tuhan surut dan kembali mengasihi. Takut akan Tuhan, inilah yg harusnya dimiliki ketika banyak mujizat Tuhan yg Dia tunjukkan, mengabaikan semua itu berarti meremehkan Tuhan, tdk ingin mendengar teguran Tuhan.

Mujizat belum tentu membuat seseorg bertobat dan memohon pengampunan Tuhan atas dosa yg telah diperbuat. Banyak org sekedar takjub & kagum saja, tetapi hatinya tdk tersentuh karena masih menutup ‘pintu hati’nya ketika ‘diketuk’ dg lembutnya oleh Tuhan. Tuhan masih beri suatu kesempatan, tp justru dianggap ‘murahan’, satu pikiran keliru ketika berpikir bhw Tuhan hanya marah sesaat, nanti juga tak marah lagi, Tuhan dianggap layaknya spt orangtua, marah tetapi nanti juga tak marah lagi. Org spt ini perlu untuk merasakan langsung murka Tuhan, barulah dgn terpaksa mau bertobat. Tunggu bonyok dulu, br minta ampun, ini persis spt maling tertangkap basah, kalau tdk ketahuan, masih maling terus, menjd seorang pembuat kriminal terasa sangat membanggakan dan hebat. Itulah sifat manusia yg biasanya tunggu kepepet baru bertobat. Tak jarang pertobatan hrs dikarenakan hal yg tidak menyenangkan dulu, bangkrut, sakit tak dapat diobati, terpuruk, dsbnya. Tuhan mengejar untuk kita bertobat, Dia lebih ingin mengasihi kita drpd menghukum kita, tapi kadang kita lebih suka utk bonyok dulu baru bertobat. Kita mirip maling yg tertangkap basah.

Segeralah bertobat ketika Tuhan menunjukkan mujizat-Nya, jangan keraskan hati, jgn merasa disayang Tuhan, jangan permainkan Tuhan dgn pikiran kekanak-kanakan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Harusnya Bertobat

Satu Roh Dengan Tuhan

DI 01032025

1 Korintus 6:17 ILT3
Namun orang yang terikat kepada Tuhan, dia menjadi satu Roh.

Sulit utk memahami ayat ini, menjadi satu Roh itu apa maksudnya? Bukankah manusia dengan Tuhan itu berbeda? Bgmna mgkin bs menyatu dan menjadi satu Roh?

Terikat dengan Tuhan, kata terikat bila kita lihat dlm bahasa Yunani adalah kollaō yg bermakna merekatkan diri, tetap bergabung dengan Tuhan, tetap berpartner dgn Tuhan. Supaya kita mudah utk mengerti, ingat bhw Yesus berkata: “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.” (Matius 11:29-30). Hewan yang dipakai utk membajak biasanya lebih dr satu, hewan yg baru dipakai membajak biasanya dipasangkan dgn yg sudah sering membajak, dia mengikuti arah ke mana si ‘senior’ membajak. Menjd satu kuk inilah yg mgkin bs menggambarkan apa itu menjd satu Roh, Tuhan yg bergerak, langkah kita mengikuti Dia. Tentunya bukan berarti roh kita & Roh Tuhan bergabung jadi satu, tapi spt 2 jenis perusahaan yg bekerja sama dlm 1 produk baru, inilah alasan mengapa kita hrs mengakui andil & karya Tuhan di dlm setiap kesuksesan yang kita capai, bukan karena kehebatan kita, tetapi ada peran Tuhan yg nyata di dalamnya, apresiasi yg adil tetap hrs kita berikan pd Tuhan.

Tuhan itu Roh, sementara kita manusia masih tinggal di dalam tubuh daging, maka yang harus kita pahami adalah bgmna kita mengurusi roh supaya bisa terkoneksi dgn Roh Tuhan. Tentu tdk mgkin tubuh jasmani kita bs datang ke dlm surga, tetapi doa-doa kita bs sampai ke telinga Tuhan yg ada di surga. Roh manusia kita harus dlm keadaan kudus dan berkenan di hadapan Tuhan supaya bs terus terhubung dgn Dia. Dosa menjd penghalang kita dgn Tuhan, karena dosa membuat kita tidak kudus dan terpisah dari Dia, segera bereskan urusan dosa kita supaya tidak ada penghalang antara kita dgn Tuhan. Apapun yg bs menjd penghalang antara kita dgn Tuhan, semua itu harus kita singkirkan secepatnya, jgn ditunda, penundaan hanya akan mempersulit yg sedang kita atasi, masalah akan bertambah jadi semakin rumit, tekanan makin besar, kekuatan kita akan terkuras, emosi menjd labil, maka kita akan mungkin melakukan kecerobohan dan tdk berpikir panjang, nekad dan terbawa emosi. Ini yg hrs kita jaga, Tuhan itu sempurna, tetapi kita tdk sempurna, banyak kelemahan dan kadang membuka celah tanpa kita sadari, iblis masuk dgn bebasnya merusak hubungan kita dengan Tuhan.

Tetaplah punya keintiman dgn Tuhan, dekat dan tdk menjauh, terikat dgn Tuhan, sehingga dapat terus terhubung dgn Dia dan mengalami banyak keberhasilan bersama Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Satu Roh Dengan Tuhan

Terserah Tuhan

DI 28022025

Yeremia 18:4 ILT3
Ketika bejana yang ada di tangan panjunan, yang sedang ia buat dari tanah liat itu rusak, maka dia mengembalikan dan dia membentuk hal itu menjadi bejana yang lain, menurut apa yang baik di mata panjunan untuk menjadikannya.

Tuhan memperlakukan kita digambarkan dg bejana di tangan penjunan, dibentuk dan jika terjd suatu yg salah, bejana itu kemungkinan bs dibentuk ulang dlm bentuk yg berbeda.

Terserah Tuhan, inilah yg hrs kita ingat, kita hanyalah ciptaan-Nya, Dia membentuk kita utk menjd seseorang dgn peran tertentu, tapi ada kalanya karena bbrpa alasan, yg semula jadi tujuan pembentukan, diubah kembali ke awal dan dimulailah proses pembentukan yg baru. Yg menilai itu Tuhan, bukan kita, faktor penyebabnya biasanya ialah apa yg manusia sikapi dan lakukan. Pembatalan terjadi krna manusia ingin menjadi apa yg dia inginkan sndri, dan itu bs saja berlawanan dgn tujuan Tuhan bagi hidup kita. Perjalanan bersama seharusnya hanya 1 tujuan, dan karna Tuhan yg punya kedaulatan, Dia berhak mengubah tujuan kita dan memproses ulang kita untuk sesuatu yg baru. Memang terlihat ada suatu yg kelihatan spt ‘pemaksaan’ yg Tuhan buat, tetapi percayalah bhw Dia lakukan itu semua utk kebaikan kita, supaya apa yg dirancang oleh Tuhan itu terwujud nyata, jadi ingatlah kata ini: terserah Tuhan.

Kita tak punya hak utk melawan, karena kita sudah dibeli lunas oleh Tuhan: “Sebab, kamu telah dibeli dengan sebuah harga, karena itu, muliakanlah Elohim dengan tubuhmu dan dengan rohmu yang adalah milik Elohim” (1 Korintus 6:20, ILT3). Tugas kita adalah untuk memuliakan Tuhan dgn tubuh kita, dan juga muliakan Tuhan dengan roh kita, tubuh yang dikendalikan oleh roh, itulah hidup manusia, artinya biarlah hidup kita memuliakan Tuhan karena kita adalah milik Tuhan yg ditebus & lunas dibayar. Prinsip yg berkata bhw setiap org punya kehendak bebas, sebaiknya coba dikoreksi & diuji oleh ayat-ayat Alkitab yang ada, contohnya spt ayat 1 Korintus 6:20 ini. Kita ini ‘dibeli’, spt budak di zaman dahulu, mati hidupnya bergantung pd belas kasihan majikan atau tuannya. Mau dibuat apapun oleh tuannya itu hanya bs pasrah, bukankah ini sama spt gambaran bejana yg di tangan seorg penjunan?

Apakah kita dlm proses pembentukan yang Tuhan kerjakan? Ingat bhw: terserah Tuhan, percaya saja bhw semua akan indah pada waktu-Nya Tuhan, tunduk saja.

Posted in Renungan | Comments Off on Terserah Tuhan

Bisa Tidak Jadi

DI 27022025

Yeremia 18:9-10 ILT3
Ada kalanya Aku berbicara mengenai suatu bangsa dan suatu kerajaan, bahwa Aku akan membangun dan menanamnya,
tetapi jika bangsa itu melakukan kejahatan di mata-Ku, tidak mendengarkan suara-Ku, maka Aku akan menyesali kebaikan yang Aku katakan akan Kuperbuat kepada mereka

Tuhan pasti rancangan selalu yg terbaik utk kita, namun dgn alasan tertentu, rancangan itu bs Dia batalkan, dan justru pd akhirnya yg Dia berikan adalah hukuman.

Jangan hanya melihat Tuhan dr sisi berkat & kebaikan yg Dia miliki, tapi lihat juga Tuhan dr sisi yg lain, keadilan Tuhan dan bahwa Dia tdk bs dipermainkan spt manusia. Dlm ayat ini kita diperlihatkan bhw faktor utama knpa apa yg baik dr Tuhan itu gagal kita terima & alami, semua disebabkan karena melakukan yg jahat di mata Tuhan. Bukan Tuhan itu tdk konsisten, Dia berjanji tentu dgn persyaratan dan kondisi yg sesuai dgn standart yang Dia tetapkan. Misalnya ketika Dia berjanji bahwa keturunan Daud tdk akan putus dr tahta raja atas Israel, Dia kondisikan ini terjadi apabila keturunan Daud tetap mengikuti perintah & hukum Tuhan: dan supaya TUHAN menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel (1 Raja-Raja 2:4). Tentu Dia mengasihi tanpa syarat, tetapi Dia memberi janji dgn syarat!

Jadi ingatlah, kalau Tuhan membatalkan utk mewujudkan rancangan-Nya, itu bukan salah Tuhan, tetapi salah manusianya. Janji Tuhan disertai syarat tertentu, artinya bukan suatu pemberian yg cuma-cuma spt kasih karunia, ini 2 hal yg berbeda. Knpa janji Tuhan tidak terjadi dlm hidup kita? Koreksi diri, apakah ada sesuatu yg jahat telah kita lakukan? Jgn selalu menganggap diri kita benar, standart apakah sesuatu itu dosa dan jahat, berbeda dgn kriteria kita tentang itu. Misalnya orang bs menganggap punya dendam itu hak yang dia miliki, tetapi bagi Tuhan, menyimpannya itu sesuatu yg jahat karena kita menolak utk mengampuni. Intropeksi diri itu selalu harus kita lakukan setiap saat, apalagi kalau Tuhan sdh beri ‘alarm’ di hati nurani kita, diabaikan berarti kita bs gagal menikmati janji Tuhan yg semula Dia ingin berikan utk kita. Jadilah pribadi yg ‘peka’ dgn suara hati nurani, di situ biasanya Tuhan bicara pada kita.

Tuhan bs membatalkan rancangan dan janji yg semula Dia berikan, bukan faktor Tuhan, tp diri kitalah yg melakukan kejahatan, terus lakukan koreksi diri, temukan apa yg menjd penghalang kita menikmati janji Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bisa Tidak Jadi

Tuhan Sang Pembalas

DI 26022025

Yeremia 17:10
Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.”

Yang biasanya selalu kita ingat ttg Tuhan itu berkaitan dgn kasih-Nya, kuasa-Nya, mujizat dan hal-hal lainnya. Tapi yg sering luput ialah bhw Tuhan adalah Tuhan Pembalas.

Hidup kita bukan hanya dijagai saja, tetapi jg diperhatikan, ada 2 hal yg Dia perhatikan di dlm ayat ini yaitu tingkah langkah dan hasil perbuatannya. Tingkah langkah berkaitan dg apa yang kita ambil sebagai keputusan, apa yg jadi sikap kita, apa yg kita pilih, karakter & hal lain yg berkaitan dg moral dan integritas yg kita miliki. Apakah kita ini org yg ceroboh atau bijak? Apakah kita org yg terburu nafsu atau sabar menantikan waktu Tuhan? Di dlm kita bersikap terhadap situasi yang dialami, seberapa kita menggunakan iman atau kita mengandalkan kemampuan manusia? Yang terutama apakah Tuhan atau diri kita sendiri yg diprioritaskan? Ingat dlm ayat ini, Tuhan menyelidiki hati dan menguji batin manusia, tdk bs kita menutupi apapun dr Tuhan, Dia tahu semuanya, Dia menilai hati kita supaya kita tahu apa saja yg ada dlm hati kita, bisa saja yg sudah kita tahu, atau sesuatu yg tdk pernah kita tahu sebelumnya itu tinggal dlm hati kita.

Tuhan membalas setimpal hasil perbuatan yg kita lakukan. Inilah bagian dari keadilan Tuhan, membalas dgn adil dan tdk kurang atau lebih, pas sekali. Semua yg kita perbuat diingat oleh Tuhan, suatu saat akan dibalas ketika Dia mengadili kita, perbuatan baik ada balasannya sendiri, demikian juga perbuatan yg tdk baik, buruk, dosa, dsbnya, sudah Dis siapkan balasannya. Jadi kita hrs mengingat ttg hukum ‘tabur tuai’, apakah langsung dan cepat terima balasan dr Tuhan, atau tunggu waktu yg Dia tentukan, dibalaskan sekaligus. Itu kedaulatan Tuhan, bagian kita jgn sampai kita menerima yang buruk karena perbuatan kita yg jahat dan adalah dosa. Pikirkan dgn matang apa resiko dan dampak yang timbul dr perbuatan yg kita lakukan, jgn sampai yg turun adalah murka Tuhan, hidup kita akan spt dlm kegelapan pekat, ketika kita berani melawan Tuhan, di situlah awal kehancuran hidup kita.

Tuhan Sang Pembalas, mari kita selalu ingat akan hal ini, jgn bertingkah langkah yg salah, jgn berbuat sesuatu yg buruk atau dosa, jgn sampai murka Tuhan menimpa hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Sang Pembalas

Mengandalkan Manusia

DI 25022025

Yeremia 17:5-6
Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.

Apakah kita sama sekali tidak boleh dengan mudah menggunakan kemampuan manusia, misalnya teknologi, ilmu pengetahuan, harta, dsbnya? Apa yg hrs jadi sikap kita?

Mengandalkan di sini mengandung makna yaitu menjadi berani karena percaya diri sbg hasil memiliki sesuatu yang dihasilkan dari kekuatan manusia. Kita hrs ingat bahwa yg ada dlm dunia ini adalah fana dan terbatas sifatnya. Sehebat-hebatnya teknologi tetap tdk bs menyamai mujizat yg Tuhan lakukan, bahkan teknologi tdk mampu menjelaskan bgmna mujizat Tuhan itu terjadi. Tetapi bkn berarti apa yg dihasilkan dr kemampuan yg manusia miliki itu tdk berguna, boleh untuk dimanfaatkan, tetapi tdk diandalkan. Ingat bhw manusia terdiri dr roh, jiwa dan tubuh, artinya masalah yg manusia hadapi terdiri dr masalah yg menyangkut tubuh, jiwa dan roh. Masalah yg berkaitan dgn roh inilah yg tidak dpt diselesaikan dg mengandalkan kekuatan yg manusia miliki, bila dipaksakan maka yg akan manusia cari adalah kekuatan di luar dirinya, ini yg dikenal dgn cara alternatif yg kuasanya bukan berasal dr Tuhan.

Terlibat dg okultisme inilah yg mengundang kutuk masuk dlm kehidupan seseorg. Sakit tubuh bisa berobat ke RS, jiwa terganggu bs memakai jasa psikiater, tp masalah yg kena dgn roh manusia, hanya ada 2 pilihan, kuasa Tuhan atau kuasa iblis. Mengandalkan iblis dan kuasanya akan mendatangkan kutuk di dalam hidup seseorg, tetapi mengandalkan Tuhan akan mendatangkan berkat dlm hidup manusia. Kuasa Tuhan mengandung sebuah kepastian dan tanpa resiko, tetapi okultisme hanya bisa menjanjikan dan beresiko tinggi, memberi sedikit tetapi mengambil banyak dr hidup kita. Dlm ayat di atas, betapa sulitnya hidup orang yang mengandalkan kekuatan manusia dan dirinya sendiri. Menolak untuk digembalakan oleh Tuhan tentu beresiko utk hidup kita, kita merendahkan kuasa Tuhan di saat kita memilih utk percaya pd kuasa yang di luar Tuhan, tdk yakin Tuhan bs menolong dan menyelesaikan masalah yg kita hadapi.

Jangan mengundang kutuk masuk ke dalam hidup kita, andalkan Tuhan dan percaya dgn sepenuhnya pd kuasa Tuhan, kita akan alami berkat dan kemenangan dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengandalkan Manusia

Selalu Ada Pengecualian

DI 24022025

Kisah Para Rasul 10:47-48 ILT3
“Apakah seseorang dapat menghindari air, sehingga mereka ini, yang telah menerima Roh Kudus sama seperti kita, tidak dibaptiskan?”
Maka dia memerintahkan mereka untuk dibaptis di dalam Nama Tuhan. Kemudian, mereka meminta dia untuk tinggal beberapa hari.

Mengalami kelebihan Roh Kudus padahal di situasi belum dibaptis air, ini sebuah hal yg jadi pengecualian, karena umumnya dibaptis air dahulu baru mengalami kepenuhan Roh Kudus.

Tapi pengecualian ini dilakukan Tuhan tentu dgn tujuan mulia, bukan berarti Tuhan tidak tertib atau teratur, tetapi Dia punya hak dan wewenang total yang tdk bs diperdebatkan. Ini pelajaran penting bagi kita, terkadang di dlm pemahaman kita ttg cara kerja metode yg Tuhan gunakan, akan selalu sama dalam semua peristiwa atau kasus yg ada. Tanpa kita sadari terjd sebuah ‘kenakalan’ pikiran seolah-olah kita bisa menebak urutan apa yg akan Tuhan lakukan, pasti awalnya begini, di langkah selanjutnya pasti begini dan nanti akhirnya begitu. Kalau pikiran manusia bisa menebak langkah-langkah cara kerja Tuhan, berarti manusia setara dgn Tuhan. Tentu ini tdk benar dan tdk mgkin terjadi. Terkadang ini yg jadi masalah, org-org yg sok tahu ini & kebetulan tebakannya benar, dianggap org yang peka dan punya karunia roh, dianggap selevel dgn paranormal.

Karunia roh tdk boleh jadi ‘dagangan’, jemaat jg harus memahami ini. Keingin Tahuan ttg masa depan memang sangat menggoda, tp jgn diperbesar sehingga menjadi kebutuhan yg harus dipenuhi. Tuhan yg Mahatahu, jika Dia tdk memberitahu sesuatu pd hamba-Nya maka si hamba Tuhan ini tdk tahu apa-apa. Ini terlihat jelas saat nabi Elisa tdk diberitahu Tuhan bhw anak dr perempuan Sunem mati (2 Raja-Raja 1-47). Kalau ada hamba Tuhan yg serba tahu, berhati-hatilah, mungkin saja karunia yg dia punya itu bukan dr Tuhan! Yg spt nabi Elisa saja tetap ada yg tdk diketahui dan memang Tuhan tdk memberitahunya. Jd jgn bergantung pd karunia seorang hamba Tuhan, itu bs menjadi kutuk bagi kita, karena ini: “Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! (Yeremia 17:5).

Tuhan bekerja dengan cara & pertimbangan yg akurat, sesekali pasti ada pengecualian, kita hrs siap ketika ditolong Tuhan, jgn coba mengatur-atur Tuhan harus begini & begitu.

Posted in Renungan | Comments Off on Selalu Ada Pengecualian

Sama-Sama Manusia

DI 22022025

Kisah Para Rasul 10:25-26
Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus.
Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: “Bangunlah, aku hanya manusia saja.”

Perbincangan di kalangan jemaat, salah satu di antaranya adalah perlakuan istimewa yg diterima oleh para hamba Tuhan, terutama yg terkenal, pantaskah sebegitunya?

Misalnya, seorg hamba Tuhan mengadakan acara KKR di suatu daerah, ‘katanya’ dia dgn sengaja minta panitia utk tinggal di hotel yg terbaik di daerah itu. Menyusahkan panitia? Pengeluaran jd bertambah? Di sini kita harus tahu persis, memakai dana siapa utk biaya si hamba Tuhan ini menginap? Kalau pakai dr dana pribadi si hamba Tuhan, itu tidak salah tentunya, tp kalau biaya itu dimasukkan dlm proposal dana acara itu, ini bergantung pada kondisi keuangan penyelenggara, jika bukan atau tdk membebani anggaran, tentunya itu tdk jadi masalah, tp kalau jadi beban berat, ini yg agaknya dipersoalkan oleh jemaat yg umum, haruskah biaya ‘hospitality’ atau utk keramah tamahahan hamba Tuhan terlalu besar? Di sinilah kita bs belajar dr kisah dari Petrus yg menolak disembah oleh Kornelius, karena sadar, dia hanya manusia biasa, bkn org yg harus dihormati berlebihan meskipun dia adalah seorg pemimpin dr para rasul.

Sbg seorg hamba Tuhan, perlu memahami ttg etika dan batasan moral yg benar, walau punya wewenang sesuai jabatan dlm gereja, tetapi perlu mempertimbangkan nantinya yg akan dikatakan, disikapi, dan diperbuat. Org hanya menilai dr apa yg terlihat, dan hamba Tuhan seringkali dianggap sbg ‘sempurna’ di segala bidang, jadi panutan dan ‘tidak boleh berbuat salah’. Sanksi sosial terkadang lebih menyakitkan drpd sanksi organisasi sinode, karena itulah para hamba Tuhan perlu untuk punya integritas dan sadar diri spt Petrus, dg sadar bhw dirinya hanya manusia biasa, dan status hamba Tuhannya hanya jd pembeda dirinya dgn jemaat. Jemaat jg jangan terlalu berlebihan dlm hal memperlakukan seorang hamba Tuhan, jgn terlalu diistimewakan, tapi perlakukan dgn hormat dan selayaknya saja. Ini semua utk menjaga semua pihak dr dosa yg tdk diinginkan, jemaat jgn bergosip, dan hamba Tuhan jgn gila hormat.

Walau kadang bukan kita yg berbuat dosa, tp kita bisa jadi pemicu org berbuat dosa, inilah perlunya kita saling menjaga, jemaat dan jg hamba Tuhan, bersikap sepantasnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Sama-Sama Manusia

Apa Yang Tuhan Tahirkan

DI 21022025

Kisah Para Rasul 10:11-16 ILT3
Dan dia melihat langit yang terbuka, dan sebuah wadah seperti kain lebar yang terikat pada keempat sudutnya yang turun kepadanya dan dibiarkan turun ke atas tanah.
Di dalamnya terdapat segala macam binatang berkaki empat dari darat, dan binatang-binatang buas dan binatang-binatang merayap dan burung-burung di udara.
Dan datanglah suatu suara kepadanya, “Hai Petrus, bangun, sembelihlah dan makanlah!”
Namun Petrus berkata, “Tidak, ya Tuhan, karena aku tidak pernah makan setiap yang cemar atau najis.”
Dan suatu suara datang lagi kepadanya untuk kedua kalinya, “Apa yang Elohim tahirkan, janganlah engkau mencemarkannya.”
Dan hal ini terjadi sampai tiga kali, lalu wadah itu terangkat kembali ke langit.

Ada sedikit beda terjemahan dlm ayat ke-15, dlm TB diterjemahkan halal dan haram, tapi sebenarnya adalah tahir dan cemar, meski 2 hal itu punya kemiripan makna, namun tidak sama 100% maknanya.

Apa yg dinyatakan halal oleh Allah, padahal menurut hukum Taurat itu sesuatu yg haram memang membuat rasul Petrus ragu bahwa itu perintah dr Tuhan utk memakannya. Dia hanya mendengar suatu suara, apakah satu suara itu dr Tuhankah? Atau mgkin juga dari iblis? Hal spt ini seringkali kita temui dalam keseharian kita, sulit membedakan mana yg dari Tuhan dan mana yg bukan dr Tuhan. Ini membuat kita ragu utk menentukan pilihan, mengambil keputusan hingga melangkah ke arah yg mana. Kita takut nantinya salah dlm memilih, mengambil keputusan & bertindak, di sinilah kita butuh peneguhan dari Tuhan, belajar bgmna Dia mengatur semuanya dgn baik dan sistematis. Penglihatan yg Petrus lihat, akhirnya terjawab pengertiannya oleh pertemuannya dgn Kornelius, maksud dari penglihatan itu ternyata Tuhan ‘mentahirkan’ bangsa-bangsa bukan Yahudi utk bs masuk dlm keselamatan yg Tuhan sediakan.

Kita perlu paham jg mengenai aturan untuk org Yahudi bergaul dgn org yg non Yahudi, misalnya spt yg Petrus katakan: “Ia berkata kepada mereka: “Kamu tahu, betapa kerasnya larangan bagi seorang Yahudi untuk bergaul dengan orang-orang yang bukan Yahudi atau masuk ke rumah mereka. Tetapi Allah telah menunjukkan kepadaku, bahwa aku tidak boleh menyebut orang najis atau tidak tahir (Kisah Para Rasul 10:28). Di dalam kekristenan, jangan lagi membedakan org dr asal usulnya, semua suku, bangsa dan bahasa, semua adalah tubuh Kristus, jangan lagi menghambat org utk percaya Yesus dgn sikap kita yg menjaga jarak dgn mereka yg berbeda suku dgn kita. Petrus yang awalnya bingung dgn penglihatan itu kemudian jadi mengerti, inilah sistem kerja Tuhan, Dia sdh menyiapkan Kornelius sbg konfirmasi Tuhan utk Petrus, jadi kalau Dia berfirman, pasti jg Dia sediakan konfirmasi bagi kita.

Kalau kita belajar memahami cara kerja yg Tuhan lakukan, kita akan kagum memahami betapa Dia sesungguhnya tdk ingin kita ragu dan bingung, Dia sediakan konfirmasinya.

Posted in Renungan | Comments Off on Apa Yang Tuhan Tahirkan