Serupa Dengan Bapa

DI 05112024

Matius 5:44-45
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

Ciri-ciri seorang anak seseorg punya 2 jenis kesamaan, pertama secara fisik, ada suatu kemiripan dgn wajah orgtuanya, kedua, ada kesamaan dalam caranya bertingkah laku yg mirip dgn orgtuanya.

Wajah mirip, cara jalannya mirip, tertawanya jg mirip, dsbnya, sesuatu yg bisa dgn mudah terlihat oleh mata bhw seseorg itu anak dari si A atau si B, utk lebih mudah, kita gunakan kata ‘banyak kesamaannya’. Dlm ayat di atas dapat kita temukan bhw Yesus ingin kita utk punya banyak kesamaan dgn Bapa di dalam hal perbuatan terhadap org yg tdk benar. Ini tentu bicara mengenai mereka yg hidup dgn pola pikir mereka sendiri yg merugikan org lain, termasuk pd kita. Dari kerugian yg kecil hingga kerugian yg besar, dlm hal apapun, yg Yesus inginkan dr kita adalah mengasihi dan mendoakan ‘musuh’ kita. Ini digambarkan dg bagaimana Bapa menerbitkan matahari utk semua org, apakah dia org benar atau tidak. Berkat Tuhan hrs terasa utk semua org, baik dia org baik maupun org jahat. Tentu ini tdk mudah utk dilakukan secara manusia, tapi bila ada kasih Tuhan dlm diri kita, kita akan dimampukan utk melakukannya.

Melakukan sesuatu yg berlawanan dgn pola pikir org-org dunia, ibarat kita melawan arah dan tdk banyak org yg bersama dengan kita melakukan yg sama. Bagi org percaya, yang terpenting adalah penyertaan Tuhan, walau hanya sedikit dukungan dr manusia, Tuhan jauh lebih bernilai dibandingkan dukungan yg diberikan manusia. Biasanya orang yang melakukan ayat ini akan terlihat bodoh dan ‘lembek’, karena tdk membalas dgn cara yg sama dgn perlakuan org lain terhadapnya. Tdk melawan malah mendoakan, sesuatu yg diberi makna sbg kebodohan menurut cara berpikir duniawi, tp justru bagi org percaya, itu suatu kebanggaan karena menjd suatu kemiripan karakter dgn Bapa, kita mirip dgn karakter Bapa, spt seorg anak punya banyak kemiripan dgn orgtuanya. Kita harus jadikan sebuah kebanggaan jika kita menjadi pelaku firman Tuhan, sementara org duniawi sangat bangga dgn pola pikir duniawi mereka.

Pola pikir dan perbuatan mana yg ingin kita terapkan dlm hidup kita? Pilihlah pola pikir Bapa di surga, itu sebuah kebanggaan yang sangat ‘berkelas’.

Posted in Renungan | Comments Off on Serupa Dengan Bapa

Syarat Manusia

DI 04112024

Matius 27:42
“Orang lain Ia selamatkan, tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? Baiklah Ia turun dari salib itu dan kami akan percaya kepada-Nya.

Orang-orang yg ada di sekitar tempat Yesus disalib mencemooh Yesus dan mengejek Dia dgn perkataan spt ayat di atas, pelajaran yg bs kita ambil dr peristiwa ini adalah tentang syarat manusia.

Pihak yg dianggap bs menjd Tuhan dinilai dr persyaratan manusia, Tuhan harusnya begini begitu, dia tdk boleh ini dan itu, pastinya dia hrs punya kuasa besar. Kalau tdk memenuhi kriteria itu, tdk bs dianggap bhw dia Tuhan. Satu pola pikir yg jg diberlakukan pd Yesus oleh bbrpa kalangan yg menentang bhw Dia adalah Tuhan. Yesus menurut mereka cuma manusia yg ‘hebat’, tp bukan Tuhan, sesuatu yg menggelikan pd akhirnya: kalau manusia bs menentukan siapa yg adalah Tuhan atau bukan, berarti manusia lebih hebat dr Tuhan karena bs menentukan syarat tertentu. Lalu bgmna dg kita, Yesus itu Tuhan atau bukan? Atau mgkin kita jg menentukan persyaratan tertentu, barulah bs mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan? Kalau Yesus menolong, kalau Yesus menyembuhkan, kalau Yesus ini atau itu, itulah pola pikir sebagian org bahkan org yang katanya Kristen sekalipun, kalau Yesus tdk memenuhi syarat mereka, Yesus begitu mudah mereka tinggalkan.

Yesus itu Tuhan, tdk bergantung pd syarat yg manusia tentukan ttg layak atau tdknya satu pribadi disebut Tuhan. Banyak org tdk dapat percaya, bukan berarti ketuhanan Yesus itu menurun. Jgn kita terjebak dgn pemikiran yg sangat tidak berkualitas spt itu. Sejarah dan yg tercatat dlm Alkitab, menunjukkan bahwa Yesus menyatakan diri-Nya dan memberikan banyak bukti bhw Dia adalah Tuhan. Apa yg tdk bs manusia lakukan, Yesus sanggup utk melakukannya. Dia ada di surga sejak awal karena Dia kekal. Dia sanggup bangkitkan org mati, kalau waktu disalibkan Dia memilih utk mati, itulah yg ingin Dia lakukan utk kita, menjd Tuhan yg menebus dosa manusia. Yg manusia tdk bisa memahami ini, pikirannya telah tertutup bagi keselamatan yg diberikan padanya secara cuma-cuma. Jn sampai hal ini terjadi pd diri kita, meragukan ketuhanan Yesus oleh karena kita menentukan kriteria tertentu pd Yesus.

Peganglah teguh iman percaya kira sebagai pengikut Kristus walaupun banyak org yang tdk mengakui Dia sbg Tuhan, jgn sampai kita kehilangan keselamatan kekal karenanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Syarat Manusia

Berpikir Yang Harus Dipikir Saja

DI 02112024

Roma 12:3 ILT3
Sebab, melalui anugerah yang diberikan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang yang ada di antara kamu agar tidak berpikir di atas yang seharusnya dipikirkan, melainkan agar benar-benar berpikir jernih, sebagaimana Elohim telah membagikan ukuran iman kepada tiap-tiap orang.

Berpikir sedikit maka disebut bodoh, banyak berpikir disebut apa? Di sinilah kita temukan bahwa banyak berpikir belum tentu diartikan pasti org itu pintar.

Dlm ayat ini, kita diajarkan utk berpikir tidak di atas yg seharusnya dipikirkan, jadi Tuhan mengajar kita bhw ada batasan dlm pikiran yg kita gunakan. Terlalu berlebihan berpikir bs menimbulkan suatu tekanan stress atau depresi yg disebabkan karena kekuatiran & ketakutan yg timbul dlm hati kita. Sulit tidur dan lemah iman, ini jg dampak dr berpikir yg berlebihan. Jadi batas apa yg hrs jd patokan bagi kita utk berpikir sebatas yg sewajarnya menurut Tuhan? Seringkali kita dihadapkan pd realita bhw kemampuan, kekuatan, daya berpikir kita terbatas dlm menangani situasi yg sedang terjd, itulah sebabnya ada istilah ‘jalan buntu’, mustahil, sudah berakhir, takdir, dsbnya. Berarti di sinilah letak batas berpikir yg kita terapkan: ada hal yg bs dilakukan dgn kemampuan manusia, dan ada hal yg hanya bs Tuhan saja yg melakukannya. Itulah knpa Tuhan siapkan mujizat, terobosan, mustahil menjd mungkin, dsbnya.

Serahkan pd Tuhan ketika kita telah dengan sungguh-sungguh mengusahakan yg terbaik dgn kemampuan yg kita miliki. Tiap org pny ukuran iman yg Tuhan berikan. Jadi jangan heran kalau ada org yg disanggupkan untuk melakukan mujizat dan hal supranatural yg dahsyat. Dlm Alkitab PL, hanya sedikit nabi yg bs membangkitkan org mati, Elisa dapat menjd contohnya. Dlm PB, hanya bbrpa org rasul saja yg bs membangkitkan org mati & hal supranatural lainnya. Sapu tangan milik Paulus bs menyembuhkan org sakit (Kisah Para Rasul 19:12), Petrus membangkitkan Dorkas dr kematian (Kisah Para Rasul 9: 40). Kalau dengar kesaksian org sembuh dr sakit kanker ganas, itu ada faktor ukuran iman yg Tuhan berikan kepadanya cukup besar, tapi org lain yg sakit kanker ganas justru tidak sembuh bahkan meninggal. Ukuran iman yg kita miliki akan berpengaruh pd cara berpikir kita, itulah kenapa Tuhan ingin kita memiliki ukuran iman yg besar.

Berpikirlah dgn jernih, jgn melampaui batas dari ukuran iman yg Tuhan berikan pd setiap kita, ada hal-hal yg hanya Tuhan sanggup utk melakukannya, jgn kita sombong.

Posted in Renungan | Comments Off on Berpikir Yang Harus Dipikir Saja

Mengakui Bahwa Yesus Adalah Tuhan

DI 01112024

Roma 10:9-10
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Dlm sepanjang sejarah gereja, selalu timbul pengajaran yg menyesatkan, ada yg dengan berani mengatakan bahwa Yesus itu bukan Tuhan, Tuhan itu ada gendernya, dsbnya.

Dlm ayat yg kita renungkan, sudah jelas dgn sangat mudah dipahami: yang mengaku dgn mulut bhw Yesus adalah Tuhan, dia nantinya akan diselamatkan. Jadi kalau tidak percaya bhw Yesus itu Tuhan, Yesus tdk sederajat dg Bapa, Yesus tdk satu dgn Bapa, mereka akan tdk diselamatkan. Pengajaran bhw Yesus itu hanya ciptaan dan lebih rendah dr Bapa, itu jelas melanggar ayat yg kita baca. Jadi jika ada dlm sebuah diskusi apapun, pendapat yg berkata bhw Yesus itu bukan Tuhan, jgn kita menyetujuinya, hati-hati dgn penyusup yg ingin mengacaukan iman kita, peganglah apa yg dr semula bapa-bapa gereja ajarkan ttg ketuhanan Yesus, sejarah memang telah mencatat begitu banyak ajaran bidat dengan kerasnya berupaya mengacaukan jemaat dg ajaran-ajaran yg spt itu, kita harus waspada dan jgn tertipu dgn logika berpikir mereka yg menyesatkan.

Hati kita hrs percaya bhw Tuhan Yesus telah bangkit, maka kita menerima pembenaran dr Tuhan, jadi tidak hanya mengakui bhw Yesus itu Tuhan, tetapi jg percaya bhw Dia mati jg dibangkitkan, ini suatu kesatuan pengakuan iman yg hrs kita pegang teguh. 2 hal itulah yg selalu diperdebatkan oleh org-org yg tdk berniat baik terhadap iman kekristenan. Dlm sejarah saja, terbukti bhw Yesus disalibkan dan setelah bangkit dr kematian, bnyk saksi yg melihat Dia, bahkan saat naik ke surga. Tdk mengimani 2 hal ini maka sesuai ayat di atas, kita akan kehilangan keselamatan kita dan menuju kebinasaan. Keselamatan yang kita terima hrs ‘dikerjakan’ artinya tunjukkan gaya hidup kita sbg pengikut Kristus, hidup sbg org yg beriman pd Kristus, dan jangan pernah menukar keselamatan itu dg apapun jg. Pegang teguh hingga kita diselamatkan secara utuh: masuk dlm kekekalan berusaha Tuhan.

Waspada dgn para penyusup yg ajarannya berusaha utk merusak iman dr org percaya. Pegang doktrin yg diakui oleh sinode gereja kita dan jadilah jemaat yg bertumbuh dalam iman.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengakui Bahwa Yesus Adalah Tuhan

Roh Kudus Bersyafaat Untuk Kita

DI 31102024

Roma 8:26-27 ILT3
Dan demikianlah juga Roh membantu dalam kelemahan-kelemahan kita, karena kita tidak tahu apa yang dapat kita doakan, sebagaimana seharusnya, tetapi Roh sendiri bersyafaat demi kita dengan keluhan-keluhan yang tak terungkapkan.
Dan Dia yang menyelidiki hati telah mengetahui bagaimana pikiran Roh itu, karena menurut Elohim Dia bersyafaat demi orang-orang kudus.

Roh Kudus bersyafaat utk para orang kudus, sesuatu yg bahkan mgkin kita tdk menyadari hal ini, tetapi mari kita renungkan apa makna dari syafaat yg dilakukan Roh Kudus.

Yg harus kita batasi adalah apa itu bersyafaat dan apa tujuannya. Dlm bahasa aslinya, kata bersyafaat adalah entugchanō yg berarti dgn perpanjangan utk memohon utk sepakat. Jd bersyafaat itu bukan sekali dua kali, tapi terus menerus hingga terjd sebuah kesepakatan. Di dalam prakteknya, bersyafaat dianggap satu atau bagian dari jenis doa shga timbul istilah doa syafaat, doa yg mendoakan kepentingan org lain atau sesuatu selain diri kita. Tapi jika syafaat dianggap sama dgn berdoa, kita akan bingung karena Roh Kudus bersyafaat nanti bs diartikan Roh Kudus berdoa pd Bapa, tapi bukankah Roh Kudus dan Bapa itu Tuhan? Jd pengertian bersyafaat jgn dianggap sebatas kegiatan berdoa utk kepentingan org lain dgn terus menerus, tapi ini spt sebuah usaha utk mendapatkan sebuah ‘deal’ utk obyek dari yg kita syafaatkan. Manusia bersyafaat dlm doa kepada Tuhan, namun Roh Kudus bersyafaat dgn Bapa dlm kesatuan sbg Tuhan. Bkn cuma doa, tapi ada ‘diskusi’ di dalamnya.

Contoh syafaat yg mudah ditemukan adalah ketika Abraham ‘berdiskusi’ dgn Tuhan untuk kota Sodom dan Gomora, Tuhan mendengar tawaran dr Abraham, dan membuatnya sbg 1 kesepakatan. Jadi Tuhan sangat peduli pada kehidupan setiap kita, di saat kita lemah dan tdk sanggup utk berdoa, Roh Kudus tetap trs bersyafaat bagi kita. Apa yg jadi keluhan kita, Roh Kudus tahu, Dia jg tahu pikiran Tuhan, jd bagaimana mendapatkan ‘deal’ yg sesuai dgn kehendak Tuhan, itu yang Roh Kudus lakukan utk kita. Kita tdk sendirian, Tuhan menyertai kita, sekalipun org lain tdk peduli menolong kita, tetap ada Roh Kudus yg bersyafaat untuk kita. Mgkin kita sedang lemah, tubuh lelah & pikiran kita sudah ‘buntu’, tetaplah bertahan karena bila ‘deal’ itu sudah didapati, kita bisa keluar dr tekanan dan masalah itu dgn penuh kekuatan dan hikmat. Tak ada pihak siapapun yg sanggup menghentikan kehendak Tuhan itu terjd dlm hidup kita. Bertahanlah sampai akhir, karena yg kita hadapi tidaklah melebihi dr kemampuan kita, Tuhan sdh mengukurnya.

Bersyukurlah kita punya pensyafaat yg besar dan luar biasa, yg tahu ttg pikiran Tuhan yang selalu memikirkan yg terbaik utk kita, kuatlah dan teguhkan hati kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Roh Kudus Bersyafaat Untuk Kita

Tetap Ada Batasan Tuhan

DI 30102024

Ayub 2:5-6
Tetapi ulurkanlah tangan-Mu dan jamahlah tulang dan dagingnya, ia pasti mengutuki Engkau di hadapan-Mu.”
Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.”

Memang akan timbul pertanyaan: Iblis dlm kisah ini terlihat begitu mudah berbicara dgn Tuhan, bukankah Tuhan itu Kudus? Ini perlu suatu pendalaman khusus, itu bukan fokus dari apa yg akan kita renungkan.

Dari apa yg dialami Ayub sbg ujian dr Tuhan, kita bs pelajari bhw Tuhan bs gunakan ‘iblis’ utk menguji kita, dan iblis taat pada apa yg Tuhan firmankan: sayangi nyawa Ayub. Jadi pahami bhw iblis itu tidaklah lebih besar dan tdk lebih berkuasanya drpd Tuhan, iblis wajib tunduk pd apa yg Tuhan firmankan. Dasar ini yg perlu kita ingat bhw iblis wajib tunduk dan taat pd firman Tuhan! Dlm kisah Ayub ini, yg dia alami sbg ujian kedua dr Tuhan ialah dlm hal sakit penyakitnya yang akan memancing emosinya, agak parah tp tdk membawa pd kematian, tp tujuannya utk menguji apakah Ayub dgn mulutnya akan mengutuki Tuhan atau tdk? Itulah batasan yg Tuhan tetapkan saat Dia mengizinkan iblis utk mencobai & mematahkan pujian Tuhan terhadap Ayub. Di dlm hidup kita jg, ada saatnya ujian Tuhan itu datang menghampiri kita, wujudnya bisa berupa musibah atau malapetaka, yang sdh dipelihara dgn baik, dlm sekejap runtuh dan tak bersisa sama sekali.

Kalau ternyata yg Tuhan uji adalah dalam hal kesehatan jasmani kita, pasti tujuannya utk sesuatu yg Tuhan inginkan. Harus paham di dlm sakit penyakit, ada penyakit yg sumber dan penyebabnya adalah dr iblis. Tidak bisa ditengking atau digagalkan karena memang itu bagian dr ujian Tuhan terhadap kita. Yang harus kita tunjukkan adalah respon terhadap apa yg sedang kita derita, jgn sampai semua itu memancing emosi kita sehingga nantinya kita berdosa dlm ucapan. Memang sulit saat sakit kita hrs menahan diri utk mengeluh, tp dgn kekuatan yg dr Tuhan, kita mampu untuk melewati semuanya itu. Setiap ujian yg kita hadapi, pasti ada waktu berakhirnya, apakah kita bs menggunakan waktu yg ada dengan bijak sehingga kita didapati lulus ujian dgn hasil yg memuaskan Tuhan. Menguasai diri sepenuhnya adalah kunci kita lulus dr ujian Tuhan dgn hasil yg spt Tuhan inginkan. Kita dimampukan oleh Tuhan utk itu.

Tak mudah membedakan antara cobaan dr iblis ataukah ujian dr Tuhan, namun yg harus kita lakukan adalah tetap mengucap syukur dan perkuat iman kita semakin teguh.

Posted in Renungan | Comments Off on Tetap Ada Batasan Tuhan

Tidak Menuduh Tuhan

DI 29102024

Ayub 1:22
Dalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patut.

Tidak ada sesuatupun yg terjadi dlm hidup kita tanpa seizin Tuhan, termasuk peristiwa yg buruk dan mengerikan sekalipun, dan hal inilah yg disadari Ayub ketika mengalami yg buruk dlm hidupnya.

Seluruh anaknya mati, harta dan bisnis Ayub hancur, suatu kondisi yg sangat mengerikan, tapi Ayub tdk menuduh Tuhan yg membuat semuanya ini terjadi. Apakah berarti hanya peristiwa yg baik saja berasal dr Tuhan? Jd karena yg terjadi adalah hal yang buruk, itu berarti iblis yg melakukannya? Pola berpikir Ayub tidak spt itu, yg dia pahami bhw Tuhan yg punya hidupnya, yg punya hartanya, shga kalau Tuhan mengambil semuanya, apakah dgn tangan-Nya langsung, atau memakai org atau pihak lain, bahkan memakai alam juga, itu adalah hal yg normal terjadi dalam hidup manusia, bs terjd pada org lain, bs juga terjd pada dirinya sendiri. Ayub agaknya sadar, yg sedang terjd atas seizin Tuhan, karena itulah dia berkata “Tuhan yg memberi, Tuhan yang mengambil”, segala yg dia punya adakah dr Tuhan dan Tuhan berhak mengambilnya dgn cara apapun, kapan saja Dia mau. Sungguh suatu pemikiran yg jarang semua org punya dan itulah yg seharusnya kita miliki jg.

Org yg mengeluh akan beratnya tekanan dlm situasi yg dia alami, tak jarang punya pikiran yg menuduh bhw Tuhanlah yg merekayasa & membiarkan semuanya terjd. Belum lakukan evaluasi diri, sudah menuduh semuanya itu salah Tuhan dan org-org yang di sekitarnya. Org spt ini biasanya org yg pikirannya tidak dipakai, pikirannya dipakai sebatas utk bisa cari uang dan kekayaan saja, kalau soal cari uang, pikirannya ‘jalan’, tp kalau terjd sesuatu yg merugikan hartanya, pikirannya berubah jadi kecil dan sempit, salahkan org lain pdhal belum mengevaluasi dirinya sendiri. Jangan menjd org spt itu, sadariah bhw Tuhan yang kita sembah, bukan hanya mengizinkan hal baik utk terjd dlm hidup kita, tp juga hal yang buruk dan mengerikan, namun Dia memiliki alasan mengapa Dia biarkan kita mengalami dan menjalaninya. Ujian hidup pasti datang, bs berwujud peristiwa buruk yg terjadi, dan kita hrs bersiap utk itu.

Tuhan tdk pernah salah, Dia tidak ‘iseng’, tapi kadang Dia ‘diam’ dan membiarkan itu terjd karena itulah ujian iman yang harus kita lalui, setelah semuanya selesai, yg Dia ambil akan diberikan kembali pd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Menuduh Tuhan

Tuhanlah Yang Melakukannya

DI 28102024

Mazmur 44:6-7
Sebab bukan kepada panahku aku percaya, dan pedangku pun tidak memberi aku kemenangan,
tetapi Engkaulah yang memberi kami kemenangan terhadap para lawan kami, dan orang-orang yang membenci kami Kauberi malu.

Suatu pola pikir yg kelihatannya terlalu amat rohani, Daud mengakui bhw kemenangannya bukan disebabkan oleh kehebatan senjata & keahliannya berperang.

Inilah pola pikir yg seharusnya kita miliki dan diterapkan dlm keseharian hidup kita: sadar bhw kita hidup dlm 2 alam yg berjalan scra bersama-sama yaitu alam jasmani, yg dapat terlihat mata dan dirasakan indera kita, serta dunia roh, dunia di mana Tuhan ada dan roh kita sangat terpengaruh olehnya. Dunia roh beda dgn dunia gaib spt yg dipahami orang pd umumnya. Spt kita, yg terlihat oleh mata adalah tubuh jasmani saja, tapi roh dan jiwa tdk bs kelihatan oleh mata jasmani, ada tapi tdk terlihat, ini jg yg membuka pikiran untuk percaya bhw ada pengaruh Tuhan dlm hidup setiap manusia, meskipun tdk terlihat, tetapi dampaknya sampai ke alam jasmani kita. Di ayat yg kita renungkan, Daud mengakui bhw kemenangan itu bukan tergantung dr senjata yg dimiliki, tetapi Tuhanlah yg memberikan dia kemenangan, yg tdk terlihat ternyata bisa lebih berpengaruh drpd yg terlihat mata.

Pola pikir yg serupa harusnya juga membuat kita sadar bhw semua yg kita punya, asalnya itu adalah milik Tuhan: katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!” Perkataan Ayub dlm Ayub 1:21 ini menjadi suatu bukti bhw sekalipun di alam jasmani, semua harta yg ada padanya itu miliknya, tp secara rohani, itu adalah milik Tuhan yg Dia percayakan pd Ayub. 2 pola pikir yg sejalan, yg ditunjukkan oleh Daud dan Ayub, mereka yg hingga akhir hidupnya sangat diberkati Tuhan walaupun mereka harus melalui ujian yg sangat berat menurut ukuran manusia, tp setelah berhasil melaluinya, pengenalan ttg Tuhan menjd sangat cepat bertumbuh, dan Tuhan bukan hanya memberi, tp dgn kasih Dia melimpahkan yg terbaik. Jadi akuilah Tuhan dlm setiap hidup kita, jangan menjadi pribadi yg sombong dan arogan.

Tuhanlah yg memberi, suatu pemahaman yg perlu kita tetapkan sepanjang hidup kita, ini yg akan membuat langkah hidup kita menjd lebih ringan dan kita menikmati hari-hari yg baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhanlah Yang Melakukannya

Berkata Pada Diri Sendiri

DI 26102024

Efesus 5:19 KJV
Speaking to yourselves in psalms and hymns and spiritual songs, singing and making melody in your heart to the Lord;

Berbicara pada dirimu sendiri dalam mazmur dan kidung pujian, dan lagu rohani, bernyanyilah dan membuat melodi di dalam hatimu kepada Tuhan.

Terjemahan ini memang berbeda dgn TB yg dikeluarkan LAI, jadi mari kita renungkan dr terjemahan KJV, ini tentang bagaimana kita berbicara pd diri sendiri.

Ayat ini ada dlm perikop ttg hidup sbg anak terang, dan apa maksud dr berbicara pd diri sendiri? Tentu ini sesuatu yg kita lakukan di keseharian kita, mulai dr hal sederhana, kita mau beraktivitas apa saja hari ini, kita bicara dgn diri sendiri. Mgkin ada yg berkata bahwa kita bicara dgn pikiran kita sendiri. Hampir di sepanjang hari kita bicara pd diri sendiri, dgn hati kita, dgn pikiran kita, namun nasehat dr Rasul Paulus dlm ayat ini menarik, bicara pd diri sendiri dalam mazmur, kidung rohani & lagu rohani, dan membuat melodi dalam hati kita pd Tuhan. Apakah ini sama dgn apa yg kita kenal sbg penyembahan? Kalau tentang penyembahan, jelas arahnya pd Tuhan, bkn pd diri sendiri. Jd kalau tujuannya pada diri sendiri, jadi ini ttg bagaimana kita sengaja untuk membangun spiritual atau kerohanian kita, caranya dgn bermazmur dan bernyanyi lagu rohani. Sesuatu yg hampir jarang sekali dibahas dan diajarkan.

Daud adalah pemazmur handal, dan jika kita teliti, dlm mazmurnya itu dia berbicara pada dirinya sendiri: “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku! (Mazmur 42:5). Daud mencoba utk menguatkan rohaninya dgn menulis mazmur ini. Contoh mazmur spt inilah yang perlu kita gunakan untuk menguatkan kerohanian kita, daripada kita mengeluh dan mengaduh krna beratnya tekanan yg kita alami. Berkata pd diri sendiri melalui kidung pujian, mengingat ttg betapa besarnya Tuhan yg kita sembah, bagi Dia tdk ada yg mustahil, membuat kita sadar bhw kita punya pengharapan yg tidak mengecewakan karena Tuhan pasti tdk lalai menggenapi semua janji-Nya. Mulailah utk melatih hati kita membuat melodi atau satu susunan nada-nada dlm hati kita pd Tuhan, dan ini membuat hati dan pikiran kita tetap terarah pd Tuhan, bukan pd situasi yg ada.

Ini memang spt sesuatu yg ‘asing’ karena yg biasanya kita hanya diajar utk sering dengar lagu rohani, sering menyembah Tuhan, tapi ada baiknya kita mulai terapkan ayat ini dlm keseharian hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Berkata Pada Diri Sendiri

Seperti Zaman Nuh

DI 25102024

Matius 24:37-39
“Sebab sebagaimana halnya pada zaman Nuh, demikian pula halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.
Sebab sebagaimana mereka pada zaman sebelum air bah itu makan dan minum, kawin dan mengawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera,
dan mereka tidak tahu akan sesuatu, sebelum air bah itu datang dan melenyapkan mereka semua, demikian pulalah halnya kelak pada kedatangan Anak Manusia.

Kedatangan Yesus kedua kalinya akan terjd setelah tanda-tanda dan peristiwa-peristiwa yg mendahuluinya muncul, salah satu tanda yg dijelaskan dlm ayat ini adalah zaman itu akan spt zaman Nuh waktu hidup.

Ada air bah yg menjd hukuman atas apa yg manusia seluruh dunia zaman Nuh perbuat. Ciri pertama yg disebutkan adalah makan & minum, tentu ini bukan makan dan minum yg spt biasa dilakukan, tetapi ini dilakukan oleh karena dorongan hawa nafsu yang ‘serakah’. Kita bs melihat di sekeliling kita begitu bnyk informasi ttg makanan dan minuman enak yg bs kita temukan dgn mudahnya, vlog ttg kuliner begitu berlimpah, org-org rela antri & menunggu sekian jam hanya utk menikmati makanan dan minuman yg katanya ‘favorit’ & viral. Bukankah ini sesuatu yang biasa saja? Jika kita ikuti perkembangan zaman, hal ini memang biasa saja, tp kalau dilihat dari sisi yg berbeda, berapa banyak waktu terbuang hanya untuk seporsi makanan dan minuman, bukankah waktu yg terbuang itu bisa dipakai utk hal yg bermanfaat? “dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat” (Efesus 5:16).

Ciri kedua adalah kawin dan mengawinkan, tentu kita tahu keadaan di sekitar kita, bnyk org yg tdk lagi menghormati pernikahan sbg sesuatu yg sakral, perceraian menjd solusi cepat untuk meraih ‘kebahagiaan’, berusaha cepat bercerai supaya bs menikah lagi, dan sebagainya. Menikah tp tdk tahu tujuannya utk apa, inilah yg sedang terjd di sekitar kita. Belum lagi bgtu banyaknya penyimpangan yg terjd: org menikah dgn dirinya sendiri, dgn sesama jenis, murtad meninggalkan Kristus demi menikahi org yg dicintainya, dan masih banyak lagi yg lain. Peringatan kedatangan Yesus kedua kali dianggap sbg dongeng dan org mulai meragukan ttg hal itu. Sama spt di zaman Nuh, org tdk peduli dgn apa yang Nuh lakukan, membuat bahtera begitu besar dan bukan di laut, tp di atas gunung! Itulah yang terjd jg hari-hari ini, org dunia menertawakan kita yg mempersiapkan diri utk kedatangan Tuhan Yesus kedua kalinya, kita disamakan spt ‘orang tdk waras’.

Tuhan Yesus akan segera datang kembali, sudahkah kita bersiap diri? Tanda-tanda yg mendahului kedatangan-Nya sudah banyak terjadi, jgn sampai kita tertinggal!

Posted in Renungan | Comments Off on Seperti Zaman Nuh