Adakah Manusia Lain Selain Adam?

DI 25012025

Kisah Para Rasul 17:26 KJV
And hath made of one blood all nations of men for to dwell on all the face of the earth, and hath determined the times before appointed, and the bounds of their habitation;

Kisah Para Rasul 17:26 ILT3
Dia juga telah menjadikan segala bangsa manusia dari satu darah untuk berdiam di atas seluruh muka bumi, dengan menentukan musim-musim dan batas-batas kediaman mereka ketika direncanakan sebelumnya,

Apakah ada manusia lain selain Adam saat penciptaan manusia? Hal ini tentu harus dg sudut pandang dr berbagai sumber, apa yg Alkitab katakan ttg ini?

Ayat ini ada perkataan rasul Paulus saat dia menginjil di Atena, berkata bhw Tuhan telah menjadikan segala bangsa manusia dr satu darah utk berdiam di atas seluruh bumi, jadi semua bangsa yg ada di bumi ini berasal dr satu darah, berarti satu manusia saja karena saat penciptaan manusia, belum ada proses melahirkan, Hawa dibentuk dr tulang rusuk Adam sehingga dia jd manusia, barulah saat manusia berdosa, manusia selanjutnya ada lewat proses kelahiran dr ibunya. Bagaimana dgn sudut pandang ilmu pengetahuan yang meneliti bhw ada manusia purba yg raksasa, diperkirakan hidup jutaan tahun lalu, tp saat kita mencoba menghitung tahun hidup dari manusia hingga Adam, tidak sampai jutaan tahun bahkan. Belum lagi teori evolusi dari Darwin yg menyatakan bhw manusia yg ada itu dulunya berevolusi dr kera, tampaknya dr 2 sudut pandang ini, tidak ada titik temunya.

Dari ayat di atas, kita temukan satu bukti dr Alkitab bhw seluruh bangsa yg ada di bumi berasal dari satu darah, satu manusia, dari Adam yg kemudian diberikan Hawa dr Tuhan dgn bahan dr tulang rusuknya. Adakah bukti lain dr Alkitab yg bs menguatkan ‘dalil’ yang kita yakin bhw tdk ada manusia selain Adam saat penciptaan Tuhan lakukan. Dalam iman kekristenan, kita percaya ini: “Karena semua org telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Dosa terjadi di mulai dr Adam dan Hawa, merekalah yang pertama-tama diciptakan Tuhan dan hidup di bumi ini. Kalau ada manusia lain selain dr mereka, berarti ada manusia yg tdk berdosa! Ini tdk sesuai dgn ayat di atas, semua orang telah berbuat dosa. Jadi bgmna menyikapi ttg sudut pandang Alkitab dgn pandangan dr ilmu pengetahuan ttg manusia? Tentu lebih percaya apa kata Alkitab, tetapi menghargai apa yg ilmu pengetahuan telah dapatkan dr hasil penelitiannya karena di sisi lain, banyak kegunaan bagi hidup manusia yg berasal dr ilmu pengetahuan.

Alkitab dan ilmu pengetahuan kadang dapat sejalan, banyak penelitian yg membuktikan kebenaran dr isi Alkitab, tapi pengetahuan yg berasal dr kemampuan manusia tentu tidak sebanding dgn kebenaran dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Adakah Manusia Lain Selain Adam?

Cinta Pada Rumah Tuhan

DI 24012025

Mazmur 26:8
TUHAN, aku cinta pada rumah kediaman-Mu dan pada tempat kemuliaan-Mu bersemayam.

Menyenangi suatu tempat itu ada beragam alasannya, mgkin tempat itu ada kenangan indahnya antara kita dgn org lain, bangunan yg arsitekturnya indah, dsbnya.

Sesuatu yg mulia jika kita menyenangi satu tempat karena bukan hanya bentuk tempat yg luar biasa, tp jg siapa yg tinggal di dalam tempat itu. Raja Daud begitu mencintai dan selalu merindukan rumah Tuhan, tempat di mana Tuhan bersemayam. Tentunya Tuhan tdk mgkin berdiam di tempat buatan tangan manusia: Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia (Kisah Para Rasul 17:24), tetapi karena Tuhan ingin ada di tengah-tengah umat-Nya, Dia menyuruh Musa membuat Bait Suci atau Tarbenakel yg pertama, sbg tempat Dia berfirman dan juga menerima persembahan umat-Nya. Daud yg sangat menginginkan kemuliaan Tuhan ada di tengah bangsanya, membawa Tabur Allah ke Yerusalem dan menempatkannya di satu tenda dan diadakanlah puji-pujian sepanjang hari, dikenal sbg Tarbenakel ‘Pondok Daud’.

Seorg raja yg begitu religius, sesuatu yg tdk mudah ditemukan pd raja yg lainnya, di saat mereka memegang kekuasaan tertinggi, tapi tetap tunduk pd kekuasaan Tuhan. Hal yang bs jadi perbandingan adalah antara Daud dg Nebukadnezar, raja Babel, keduanya pernah ada di posisi tertinggi, disegani, dan ditakuti oleh seluruh dunia pd masa itu, Daud yang religius meninggal dlm keadaan mulia dan tahtanya tetap dia miliki, sementara di sisi lain, Nebukadnezar ‘ditegur’ Tuhan karna dia meninggikan dirinya karena merasa hebat & paling berkuasa, pernah hidup layaknya cara hidup binatang, hingga akhirnya dia bertobat dan mengakui kemahakuasaan Tuhan.Yang perlu kita renungkan adalah apakah posisi & profesi kita membuat kita takut menjd sosok yg religius? Kalau malu, itu persis spt seorg istri yg malu mengakui suaminya sbg suami di depan umum, bukankah seharusnya kita bangga memiliki Tuhan Yesus?

Menjadi religius itu sesuatu yg mulia, namun jgn kebablasan, religius bukan berarti tidak berurusan lagi dgn kebutuhan yg duniawi, tp menempatkan Tuhan di atas segalanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Cinta Pada Rumah Tuhan

Hati dan Pikiran

DI 23012025

Yeremia 17:10 ILT3
Aku YAHWEH, yang menyelidiki hati, menguji pikiran manusia, untuk membalas kepada setiap orang sesuai dengan tingkah lakunya dan sesuai dengan hasil perbuatannya.

Apa yg Tuhan lakukan terhadap pikiran dan hati manusia? Ternyata perlakuan terhadap keduanya berbeda, dlm ayat ini kita temukan perbedaannya.

Untuk hati manusia, Tuhan menyelidikinya. Apa yg ingin ditemukan dlm sebuah usaha penyelidikan? Dlm sebuah kasus kriminal, yg ingin didapati dlm penyelidikan adalah dua alat bukti yg cukup utk memberikan status tersangka pd seseorg atau lebih yg diduga melakukan tindakan melawan hukum. Tapi coba renungkan, Tuhan itu Mahatahu, tapi knpa masih hrs menyelidiki hati manusia? Di sinilah kita bisa paham kegunaan dr sebuah penyelidikan terhadap hati manusia, bukan utk Tuhan kegunaannya, tetapi bagi pemilik hati itu sendiri: “Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku (Mazmur 26:2). Raja Daud berani memohon pd Tuhan utk menyelidiki batin dan hatinya, sesuatu yg berguna utk mengungkapkan yg tdk benar yg ada dlm hati, motivasi terselip ambisi duniawi, rancangan jahat terhadap org lain, dsbnya. Di saat semua diungkapkan maka ada kesempatan utk memperbaiki yg salah.

Kemudian terhadap pikiran, Tuhan menguji. Sesuatu diuji utk melihat seberapa kualitas apakah sesuai dgn klaim penghargaannya. Belakangan ini marak kasus over claim dari bbrpa produk kecantikan, yg dipromosikan ternyata tdk selaras dgn kandungan zat yg ada di dalamnya. Kadang kita pikir bhw diri kita ini sudah hebat, ketika Tuhan menguji pikiran kita, ternyata penilaian ttg kehebatan kita hanya berdasar pd standart dunia saja, belum mencapai standart Tuhan. Sombong tp sebenarnya malu-maluin, merasa hebat tp ternyata belum apa-apa. Pikiran untuk boleh atau tdknya melakukan sesuatu, ketika oleh Tuhan diuji, akan terlihat apa dalil kita untuk membenarkan melakukan yang sebenarnya sdh jelas-jelas Tuhan larang dan hukum pun di negara kita sdh mengkategorikannya sbg tindakan melawan hukum. Pikiran yang diuji Tuhan akan membuat pemiliknya memiliki pikiran yg jernih.

Beranikah spt raja Daud, kita memohon pada Tuhan utk menyelidiki hati dan batin kita? Yg selanjutnya, beranikah kita jg memohon pd Tuhan utk menguji pikiran kita?

Posted in Renungan | Comments Off on Hati dan Pikiran

Apa Salahnya?

DI 22012025

2 Samuel 24:10
Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat, lalu berkatalah Daud kepada TUHAN: “Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, TUHAN, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh.”

Kenapa perbuatan Daud menghitung jumlah org Israel di kerajaannya itu menjadi sebuah dosa di hadapan Tuhan? Sekedar sensus? Di mana letak salahnya?

Sekilas memang itu sesuatu yg wajar, seorg raja mengadakan sensus shga diketahui ada brp jumlah rakyat, tetapi di bagian sensus ini khusus dihitung brpa jumlah org yg mampu untuk menyandang pedang (ay 5). Tdk tahu alasan pastinya, namun kalau menghitung brpa yg sanggup menyandang pedang, pasti ada hubungannya dgn perang, atau sekedar utk memperkuat pertahanan kerajaan. Tentu saja sampai di titik ini, semuanya hal wajar & patut dilakukan. Apa salahnya? Di hadapan Tuhan, tindakan Daud ini adalah benih suatu pemberontakan, tdk lagi percaya bhw Tuhan yg memberikan keamanan bagi Israel, tidak lagi percaya bhw Tuhan yg membuat mereka sanggup mengalahkan lawan-lawannya. Dari mengandalkan Tuhan berubah menjd mulai mengandalkan kekuatan manusia, sesuatu yg mengundang kutuk dan terbukti hukuman Tuhan datang bagi bangsa Israel, dan Daud pd akhirnya sangat menyesal.

Apa yg kita perbuat, tampaknya sesuatu yg normal, tapi belum tentu itu baik di hadapan Tuhan. Perbedaan standart antara Tuhan dg kita menjd dasarnya. Ketika kita mulai ingin lepas dr ketergantungan pd Tuhan, ini menjd suatu yg buruk: Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN! (Yeremia 17:5). Jadi pengetahuan, teknologi itu tdk berguna? Bukankah Tuhan memberi kita akal budi? Tdk boleh pergi ke dokter? Bukan begitu maksudnya, tetapi ini ttg bgmna arah iman kita: pd Tuhan atau ke pribadi yg lain? Dlm ayat di atas dituliskan ttg hati yg menjauh dr Tuhan, menyimpang, tdk lagi lurus pd Tuhan. Ingin bebas lakukan apapun tanpa peduli pendangan Tuhan ttg hal itu. Daud seorg raja, punya kuasa besar, bebas memerintahkan apapun pd bawahan, tapi dia mulai menjauh dr Tuhan, tidak lagi bergantung pd Tuhan, lupa kebiasannya utk selalu bertanya pd Tuhan sblum melakukan apapun.

Apakah kita mulai lebih mengandalkan apa yg kita miliki: harta, kekuasaan, backing org penguasa? Itu bukti hati kita mulai menjauh dan menyimpang dr Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Apa Salahnya?

Tidak Amannya Keseharian Manusia

DI 21012025

Mazmur 91:5-6 ILT3
Engkau tidak akan takut terhadap kengerian malam, terhadap anak panah yang terbang pada siang hari.
Terhadap tulah yang merajalela pada kegelapan, terhadap kebinasaan yang sia-sia pada tengah hari.

Bagian perlindungan Tuhan dlm Mazmur 91 ini mengingatkan kita bhw ada hidup setiap manusia itu pada dasarnya tidak aman, ada banyak hal buruk yg bs saja terjadi.

Di malam hari ada kengerian, siang hari ada anak panah yg terbang. Ini gambaran yang mengarah pd serangan musuh yg berusaha utk mengalahkan dan menguasai. Jadi ingat bhw ada ‘musuh’ dlm hidup kita, ada si iblis yg selalu menjadikan kita target perusakan & pembiasaannya, selalu mencari celah dan jg waktu yg tepat utk menyergap: Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama spt singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya (1 Petrus 5:8). Selain iblis dan pengikutnya, ada jg manusia yg memusuhi kita, berusaha utk mengambil keuntungan dr kita dengan sifat munafiknya, pura-pura baik tp ‘menikam’ dari belakang, bermulut manis tp berkhianat, dan ada saja org yg melihat kita bahagia, sukses, bahkan diberkati Tuhan. Kita harus waspada terhadap org-org terdekat, karena justru yg paling mungkin membuat kita menderita itu org-org terdekat kita.

Tulah yg merajalela pd kegelapan, ini bicara ttg penghukuman Tuhan, kegelapan bukan selalu berarti malam, tapi terang yg tertutup bs membuat menjd gelap. Org yang dosanya sdh sangat menyakiti hati Tuhan, salah satu bentuk hukuman-Nya adalah tulah yg wujud utamanya adalah penyakit sampar di zaman itu (1 Tawarikh 21:1-17). Kalau kita taat pd Tuhan, tulah tdk akan menimpa hidup kita, tp kalau kita berani melawan Tuhan, bersiaplah utk hancur dan binasa. Kebiasaan yg sia-sia pd tengah hari, ini tentang musibah yg dapat terjd sekalipun seseorg hidup benar, jika kita dlm perlindungan Tuhan, musibah tdk akan menimpa kita. Ada upah yg Tuhan sediakan bagi kita yg hidup benar di hadapan Tuhan. Jadi sadarlah betapa tdk amannya hidup ini kalau kita hidup di luar perlindungan Tuhan, hidup mengandalkan ‘kekuatan’ harta dan jg bersandar pd kekuatan manusia yg terbatas.

Berlindunglah pd Tuhan, perlindungan yang sempurna bagi kita, hiduplah benar dan jgn berani melawan Tuhan, taat dan setia, inilah yg hrs kita hidupi setiap saat.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Amannya Keseharian Manusia

Di Bawah Sayap Tuhan

DI 20012025

Mazmur 91:4 KJV
He shall cover thee with his feathers, and under his wings shalt thou trust: his truth shall be thy shield and buckler.

Mazmur 91:4
Dia akan menutupi engkau dengan bulu sayap-Nya, dan di bawah sayap-Nya, kamu akan percaya, kebenaran-Nya akan menjadi perisai dan naunganmu

Mazmur 91 menjd sebuah pasal yang sering menjd pengakuan iman, apalagi di saat dulu ketika pandemi terjd, namun kadang terlalu sempit pengertian kita ttg pasal ini.

Dlm ayat ini, Tuhan digambarkan ‘bersayap’, tentu kita jgn langsung menyakini Tuhan itu benar-benar bersayap spt gambaran kita ttg wujud malaikat. Dlm ayat ini kita dilukiskan spt berada di bawah sayap, perlindungan yg spt anak burung di bwh sayap induknya, jika ingin menyerang si anak burung, maka harus berhadapan terlebih dulu dgn induknya. Jadi ini menggambarkan keadaan bhw kita yang adalah manusia dgn keterbatasan, kalau kita hidup beribadah pd Tuhan, Dia akan menjadi perlindungan kita, Tuhan yg ‘mengcover’ kita. Spt air hujan yg tdk bs mengenai kepala org yg menggunakan payung, itu gambaran ttg perlindungan Tuhan atas kita. Dlm dunia ini ada banyak hal yg bs membuat manusia jadi takut, Tuhan menjd tempat perlindungan yg aman, Dia ‘menutupi’ kita dg bulu sayap-Nya, membuat kita tetap nyaman walaupun dlm keadaan yg tertekan, tetap ‘hangat’ walau di luar ‘temperatur’ sdg sangat dingin.

Di bawah sayap-Nya nantinya kita akan bisa percaya, dan membuktikan bhw semua yang Tuhan janjikan itu benar adanya. Tuhan tidak membiarkan kita sendirian menghadapi apa yang buruk sekalipun, Dia berjalan bersama, Dia jg berjalan di depan kita, menuntun kita ke jalan yang benar. Di luar Tuhan, kita pasti tdk bs membuktikan bhw janji Tuhan itu ya dan amin. Ini spt asuransi, kalau kita bukan jadi pesertanya, pihak asuransi tidak punya kewajiban utk mengcover biaya pengobatan kita ataupun hal lainnya, tp kalau kita adalah peserta yg punya asuransi itu, kita punya hak utk menikmati kegunaan asuransinya, punya hak menuntut jika pihak asuransi lalai dalam janjinya. Kebenaran Tuhan menjd perisai dan naungan bagi kita, serangan yg si jahat coba arahkan pd kita, dapat dipatahkan ketika ada perisai iman di tangan kita, tdk akan kena & melukai kita, itulah perlindungan Tuhan yang sempurna bagi kita yg percaya pada-Nya.

Apakah kita sudah berlindung di dalam Dia? Dunia ini penuh dgn ketidak aman, hanya di dlm Tuhan, kita temukan perlindungan yang paling aman dan nyaman.

Posted in Renungan | Comments Off on Di Bawah Sayap Tuhan

Bukan Karena Usaha Manusia

DI 18012025

Roma 9:16 KJV
So then it is not of him that willeth, nor of him that runneth, but of God that sheweth mercy.

Roma 9:16 ILT3
Jadi kemudian, bukan karena seseorang yang berkehendak ataupun yang berusaha, tetapi karena Elohim yang merahmati.

Hasil yg kita capai, benarkah seluruhnya itu karena kerja keras kita? Sbg org percaya, yg kita yakini adalah Tuhan turut berkarya dlm seluruh aktivitas yg kita lakukan.

Semua manusia berdosa, dosa merusak apa yg baik di hidup kita, itulah sebab mengapa kita mengalami situasi yg sulit karna kitalah yg menjd penyebabnya, dosa yg kita perbuat ‘mengundang’ situasi yg tdk pernah kita mau atau inginkan. Seringkali kita berseru kepada Tuhan dlm situasi terpojok, ‘di ujung tanduk’, hanya Tuhan yg bisa tolong. Jadi kita harus sadar bhw bbrpa peristiwa dlm hidup kita ini, ada belas kasihan Tuhan yg Dia berikan pd kita sehingga kita kembali mengalami yang baik. Bahkan kesuksesan kita, itupun karena Tuhan menghendakinya sehingga kita dapat mengalaminya, tdk ada sesuatupun bisa kita nikmati kalau bukan Tuhan yg menghendaki dan berikan pd kita: Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah (Pengkhotbah 3:13). Jadi inilah dasar yg kita gunakan sbg landasan berpikir kita.

Apakah ini akan dinilai terlalu religius? Tentu tidak, karena ini memang ayat dlm Alkitab yg kita percaya sbg firman Tuhan. Kita hanya bs melihat dgn mata jasmani, tetapi kita terdiri dr roh, jiwa dan tubuh, selama kita hidup dlm tubuh jasmani ini, kita tdk bs melihat bentuk dr roh kita, dunia roh itu tertutup untuk mata jasmani kita. Bbrpa org diizinkan Tuhan utk bs melihat dunia roh, itulah mengapa ada yg mengaku mendapat penglihatan, bs melihat kondisi roh seseorg, dsbnya. Sementara kita beraktivitas, kita tdk melihat apa yang Tuhan kerjakan bagi kita, tetapi hasilnya bs terlihat bahkan kita nikmati. Bbrpa org yg sadar ttg hal ini biasanya pertama berterimakasih pd Tuhan ketika dia mendapat penghargaan dr pihak lain, mengakui bhw Tuhanlah yg telah mengizinkan dan memberikan keberhasilan itu padanya, selain karena kerja kerasnya, ia sadar bhw tangan Tuhanlah yg mengizinkan semuanya dia capai.

Jangan kita 100% mengakui semua yg telah kita capai itu sbg hasil kerja keras kita sndri selama sekian waktu, ingatlah bhw Tuhanlah yg ‘bekerja di balik layar’ utk kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Karena Usaha Manusia

Karena Kebencian

DI 17012025

1 Yohanes 2:11 ILT3
Tetapi dia yang membenci saudaranya, dia ada di dalam kegelapan, dan dia berjalan di dalam kegelapan, bahkan dia tidak tahu ke mana dia pergi, sebab kegelapan telah membutakan matanya.

Rasa benci, kita pasti pernah merasakannya dan tahu bgmna rasanya dipengaruhi benci ini, seberapa besar pengaruhnya dlm hidup kita, mari kita renungkan bersama.

Di dalam kasih ternyata bs timbul kebencian, tapi agaknya ini sulit diterima, karena Tuhan itu adalah kasih, tetapi Dia jg membenci. Ini terlihat dr ayat ini: seperti ada tertulis: “Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau (Roma 9:23). Menurut manusia, kalau kasih itu ada dlm hidup ini, tdk boleh ada tempat utk rasa benci, itulah alasan mengapa dalam bnyk kasus kepahitan, dianjurkan utk segera mengampuni dan menyingkirkan rasa benci dr hati. Tapi mengapa Tuhan bisa ‘stabil’ dlm keadaan bahwa diri-Nya adalah kasih, tetapi jg punya rasa benci terhadap Esau dlm hal ini? Kalau Tuhan saja ‘boleh’ membenci, lalu kenapa kita dilarang utk membenci? Untuk menemukan jawabannya memang sulit, ini butuh perenungan yg dalam, tapi mungkin saja alasan ini bs kita pakai: kesempurnaan Tuhanlah yg membuat Dia bertindak bukan didorong oleh kebencian, tapi karena kasih sempurna yg Dia miliki.

Dosa pembunuhan pertama yg terjadi yaitu pembunuhan Habel oleh Kain, kakaknya, bs jadi gambaran betapa rasa benci yg sangat dalam bs menggerakkan seseorg bertindak jahat dan melakukan dosa. Dlm ayat di atas, digambarkan spt org yg dalam gelap tetapi terus berusaha utk berjalan. Rasa benci yg ada telah ‘membutakan’ matanya. Saudara dlm ayat ini bs berarti saudara yg lahir dari rahim ibu yg sama, atau saudara seiman di dlm Kristus, keduanya tentu pernah berbuat salah kepada kita, tetapi jangan sampai kita membenci mereka, ini sesuatu yg sulit untuk dilakukan. Pengendalian diri kita tdk selalu ada dlm kondisi yg ‘prima’, beda dgn Tuhan yg selalu ‘stabil’, karena itulah utk kita bisa terhindar dari kemungkinan berdosa karena dikuasai kebencian, secepat mungkin buang kebencian itu dlm hati dan pikiran kita, rasa benci mendorong kita masuk dlm kegelapan yg membuat hidup kita ada dlm ‘gelap’.

Jangan ‘dibutakan’ oleh kebencian, cepatlah membuangnya jauh dr hati dan pikiran kita, kasihilah saudara kita, karena mereka orang yg Tuhan tempatkan utk memproses tabiat buruk kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Kebencian

Pembela dan Pengantara Kita

DI 16012025

1 Yohanes 2:1-2 ILT3
Hai anak-anakku, aku menuliskan hal-hal ini kepada kamu, supaya kamu tidak berdosa, dan jika seseorang telah berdosa, kita memiliki pembela pada Bapa, yaitu YESHUA HaMashiakh yang adil.
Dan Dia sendiri adalah pendamaian karena dosa-dosa kita, dan bukan karena yang kita punyai saja, melainkan juga karena yang seluruh dunia punyai.

2 ayat ini mengingatkan kita ttg dosa, apa yg Yesus lakukan dan peranan Yesus bagi kita, perenungan ini biarlah menyadarkan betapa pentingnya Yesus dlm kehidupan kita.

Pertama, Tuhan ingin kita jgn berbuat dosa, hal ini tentu sesuatu yg perlu diperjuangkan oleh kita utk mewujudkannya. Namun realita yg ada, perjuangan kita melawan keinginan berbuat dosa itu kadang berhasil tp kadang malah gagal. Hal ini beda dgn org yg dengan sengaja menceburkan diri dlm kubangan yg kotor yaitu dosa, nafsu yg duniawi. Sebagian org beralasan ditekan keadaan yg memaksa dirinya berbuat dosa, sebagian lagi berkata bhw dirinya belum bs mengalahkan niat utk berbuat dosa, dan sedang berusaha utk itu, apapun alasan yg diberikan, jujurlah ketika kita berhadapan dgn Tuhan. Kedua, kita pny seorg Pembela yaitu Yesus Kristus, seperti seorg pengacara yg mendampingi seorang terdakwa dlm persidangan. Salah satu dari fungsi Pembela atau pengacara adalah utk mengadakan mediasi, usaha utk mencapai perdamaian sblum masuk dlm persidangan kasusnya, dan inilah yg Yesus lakukan.

Yesus sendiri menjd perdamaian utk semua dosa kita, seharusnya murka Tuhan turun yg diakibatkan semua dosa yg kita lakukan, tp Yesus membela kita di hadapan Bapa, yang Dia lakukan saat disalibkan, membuat kita dengan Bapa bs didamaikan, dosa kita bisa diampuni dan kita menerima pembenaran dr Tuhan sehingga yg awalnya kita berdosa, tp dikembalikan status kita sbg org benar, dosa kita diampuni dan kita dibenarkan, darah yg tercurah bagi kita, darah Anak Domba Yesus Kristus, itulah yg menghapus semua dosa yg kita akui di hadapan Tuhan. Dosa diampuni hrs lebih dulu diakui, lalu bgmna jika dosa itu diakui? Jelas org yg tdk mengakui dosanya adalah org yg belum bertobat, dosanya tetap ada hingga akhirnya dia bersedia mengakui dan benar-benar bertobat. Tdk otomatis bhw suatu dosa diampuni, hrs diakui dulu barulah Tuhan memberikan pengampunan atas dosa yg telah kita lakukan.

Bersyukur kita memiliki Pembela yaitu Yesus Kristus, kita manusia berdosa, didamaikan oleh Yesus melalui darah-Nya, jgn bermain dgn kasih karunia Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pembela dan Pengantara Kita

Tuhan Masuk Kepada Kita

DI 15012025

Wahyu 3:20 ILT3
Lihatlah, Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk, jika seseorang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk kepadanya dan Aku akan makan bersama dia dan dia bersama-Ku.

Tuhan akan masuk pada org yg mendengar suara-Nya ketika Dia mengetuk pintu, tentu ini terdengar bukan sesuatu yg biasa, kalau normalnya tentu bukan masuk ke seseorang tp ke dalam rumah org itu.

Kata ‘masuk’ ini, dlm bahasa Yunani adalah eiserchomai yg berarti go in through, artinya menuju ke dalam melalui, jd gambarannya adalah spt ini: Tuhan berdiri di depan pintu, mengetuk pintu sambil bersuara, org yg ada dlm rumah yg mendengar suara Tuhan lalu datang membuka pintu, Tuhan lalu masuk, lalu bersama org itu berjalan masuk ke dlm lalu makan bersama. Hal menariknya adalah bhw org yg membuka pintu itu, biasanya ada 2 golongan, pertama, bisa saja dia si pemilik rumah, atau kedua, dia itu hamba dr pemilik rumah. Zaman itu, org yg makan di meja yg sama adalah mereka yg sederajat, terhormat dan dianggap pantas utk itu. Kalau firman ini bicara ttg Tuhan, maka yg makan semeja dg Dia itu tentulah hrs org yg berkenan bagi Dia, sederhananya adalah org kudus dan benar. 2 hal yg jadi fokus kita: mendengar panggilan Tuhan dan membuka ‘pintu’ bagi Tuhan. Hal ini yg kita akan renungkan lebih dalam.

Org yg mendengar Tuhan memanggil sambil mengetuk pintu, berarti org yg peduli dengan kedatangan tamu di rumah, mgkin sdh tahu jika Tuhan akan datang, dan berjaga-jaga. Di ayat ini ada disinggung ttg makan bersama, berarti ada hidangan yg telah disiapkan. Hal ini mengingatkan kita ketika Abraham suatu saat ‘dikunjungi’ oleh Tuhan dan menyiapkan hidangan utk disantap (Kejadian 18). Di saat kita menantikan suatu penggenapan firman Tuhan, kita bukan hanya sekedar menunggu, tp jg menyediakan ‘hidangan’ bagi Tuhan. Di dlm sebuah ayat, Yesus berkata ttg makanan yg Dia inginkan: “Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. (Yohanes 4:34). Jadi kita jg harus melakukan kehendak Bapa yg karena kasih-Nya menghendaki semua org percaya dan diselamatkan, beritakan Injil bagi orang yg belum percaya supaya mereka menerima keselamatan dr Tuhan.

Tuhan akan datang kembali, siapkah kita? Jgn bising dgn banyaknya cerita atau kabar yang hanya memusingkan kita, fokus dengar akan penggilan Tuhan yg “mengetuk pintu”.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Masuk Kepada Kita