Penilaian Pro Kontra

DI 06092024

Yohanes 7:12
Dan banyak terdengar bisikan di antara orang banyak tentang Dia. Ada yang berkata: “Ia orang baik.” Ada pula yang berkata: “Tidak, Ia menyesatkan rakyat.”

Kehadiran seseorg yg baru dan berbeda dari yg lain, biasanya timbul penilaian yg positif dan jg negatif, begitulah yg terjd saat Yesus hadir di tengah dunia sbg manusia.

Pengajaran yg Yesus bawa dan ajarkan itu sedikit berbeda dr apa yg selama ini orang dengar dr para pemuka agama Yahudi, ada yg bertentangan dgn adat istiadat, ada yang lebih ‘tajam’ dr hukum Taurat, shga muncul 2 kubu pendapat ttg Yesus: ada yg berkata bhw Dia org baik, tp ada jg yg berkata bhw Yesus itu menyesatkan rakyat. Tanda ajaib dan mujizat yg dilakukan-Nya, semuanya itu menambah kebingungan, apakah kuasa yg dimiliki Yesus berasal dr Tuhan ataukah dr iblis? Seseorg yg muncul dan fenomenal, yg sanggup menarik perhatian karena cara Dia mengajar, cara Dia melakukan mujizat, tidak terjun dlm dunia politik, membangkitkan org mati, dsbnya, ditambah lagi asal usul yg Dia miliki, keadaan keluarga-Nya, mungkinkah Dia itu Mesias? Di tengah beragam pikiran ttg Yesus, mujizat yg dilakukan-Nya menjd bukti yg tdk terbantahkan, Dia Pengajar dan sekaligus Mesias.

Pernahkah kehadiran kita menimbulkan pro kontra di tengah sebuah lingkungan? Mgkin karena keahlian yg kita miliki jauh di atas yg rata+l-rata, cara kita bekerja jauh lebih baik dan beretika, dsbnya. Pro kontra ini dengan sendirinya membuat kita ada dlm situasi yg kurang nyaman, timbul gosip dan hoax ttg diri kita, mulailah asal usul kita dilacak dgn begitu detail, kalau semuanya itu gagal, yg dipermasalahkan adalah jatidiri kita sebagai org Kristen, agama menjd sesuatu yg sudah dianggap sbg senjata utk menjatuhkan org yg jadi target penilaian. Apa yang harus kita lakukan dlm situasi spt ini? Teruskan apa yg baik, tingkatkan kualitas dan buktikan kalau apa yg kita lakukan itu tdk ada maksud yg terselubung dan jahat. Tetaplah jadi pribadi yg berintegritas, mencerminkan karakter & sifat Kristus di depan semua org, penilaian yg semula negatif perlahan akan berubah.

Disukai atau tdk disukai, itulah yg manusia lakukan terhadap sesamanya, masih bnyk org baik di sekitar kita, jgn lelah untuk terus berbuat baik pd semua org.

Posted in Renungan | Comments Off on Penilaian Pro Kontra

Firman itu Hidup

DI 05092024

Yohanes 6:63 ILT3
Rohlah yang memberi kehidupan, daging sama sekali tidak berguna. Firman yang Aku katakan kepadamu adalah Roh dan Dialah kehidupan.

Tubuh tanpa roh hanya sebuah ‘benda’ mati saja, jadi esensi manusia adalah roh yg ada dlm tubuhnya, rohlah yg membuat manusia itu hidup.

Tubuh jasmani kita suatu saat akan mati, di dlm pengertian bhw roh kita meninggalkan tubuh jasmani kita, meskipun tubuh jasmani kita berhenti bergerak, namun roh kita kekal sifatnya. Dlm kepercayaan Kristen, roh org yg meninggal akan dibawa ke suatu tempat sementara, menunggu pengadilan Tuhan yg berlangsung utk semua manusia yg pernah hidup di dunia ini. Firman Tuhan itu dengan mengambil penjelasan mengenai tubuh dan roh manusia, Yesus ingin menjelaskan bhw Firman Tuhan itu ialah Roh, dan Kehidupan, jadi bukan sebuah ‘benda mati’ spt sebuah kitab atau buku semata. Yesus adalah Sang Firman itu sendiri, jadi di dalam Yesus, yang keluar dari mulut-Nya adalah firman Tuhan. Firman yg bukan sekedar perkataan, tp dlm firman itu mengandung kuasa, sama spt di dlm diri Tuhan, kuasa-Nya tinggal di dalam dirinya. Roh itu menghidupkan, sementara daging hanyalah sesuatu yg tdk berguna.

Tahu firman tp tdk melakukannya, ini sama spt tubuh tanpa roh, ini sejalan dgn fungsi iman org Kristen: iman tanpa perbuatan pd hakekatnya adalah mati (Yakobus 2:26). Jd itulah mengapa Yesus mengecam para ahli Taurat: mereka hanya menjadikan firman itu sebuah kitab yg diajarkan, tetapi mereka ini tdk melakukannya sendiri (Lukas 11:52). Jd firman yg tertulis yaitu Alkitab, akan menjd hidup ketika kita jg melakukan perintah-Nya yg kita terima lewat hubungan kita dengan Tuhan setiap hari. Melakukan apa yg tertulis dlm Alkitab tanpa didasari ketaatan karena mengasihi Tuhan, hanya sebuah ketaatan yg terpaksa, takut kena murka Tuhan. Hal ini jgn sampai terjd pd diri kita, lakukan firman Tuhan karena kita mengasihi Dia, firman yg kita lakukan itu hidup, memberi kita banyak kehidupan dlm segala sisi kehidupan, hidup dlm ‘shalom’ damai sejahtera Tuhan.

Firman Tuhan itu hidup, memberikan kita kehidupan yg penuh dgn kemuliaan Tuhan, jgn hanya taat karena terpaksa, tp ketaatan kita hrs didasari oleh kasih kita pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Firman itu Hidup

Tidak Siap Diajar

DI 04092024

Yohanes 6:60, 66
Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?”
Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Apa yg kita cari dari Tuhan yg kita sembah? Hanya rezeki, rasa aman, kesembuhan atau semua yg menyangkut kebaikan bagi hidup kita? Jangan lupa bahwa Tuhan punya satu ajaran bagi umat-Nya!

Hubungan kita sbg orang Kristen dgn Tuhan itu berkaitan dgn ketaatan dan berkat, beda dgn keyakinan lain yg hanya 1 arah, hanya bertujuan memberikan manusia apa yg dia butuhkan. Kita taat maka akan diberkati, tp kalau tdk taat maka kutuk akan datang dlm hidup kita (Ulangan 28). Perlindungan-Nya tersedia bagi mereka yg mengasihi Tuhan, bukan berdasarkan apa yg manusia berikan pd yg disembahnya supaya bs hidup aman dan tenteram. Kehidupan kita sbg Kristen, bukanlah sebuah ritual agamis, tapi suatu hubungan yg nyata, karena Tuhan yang kita sembah bukanlah suatu materi yg mati, tapi Dialah Sumber Kehidupan, Dia hidup, Dia jg bergerak hingga saat ini dan selamanya. Ini yg hrs kita sadari, ada aturan Tuhan dan jg ada ajaran Tuhan yg hrs kita patuhi, namun ajaran Tuhan ada yg ‘keras’, bertentangan dgn logika bahkan budaya yang dihasilkan manusia.

Sebagian murid Yesus akhirnya pergi karna mencerna ajaran Yesus itu ‘keras’, sulit utk dipahami dan di luar nalar logika manusia. Bgmna dg kita? Ajaran ttg berkat dan hidup berkemenangan serta berkelimpahan tentu sangat menarik perhatian kita, tp ketika kita berhadapan dgn ajaran Tuhan yg melawan rasio pikiran logika kita, bisakah kita untuk menerima lalu melakukannya dgn ketaatan? Maka yg timbul kemudian adalah suatu rasa tdk percaya, dan memilih ajaran lain yg lebih masuk logika manusia. Jika Tuhan mampu dibatasi oleh logika, apa bedanya Tuhan dg manusia? Utk apa manusia menyembah yg setara dgn dirinya? Bukankah justru hal itu menunjukkan kebodohan yg memalukan? Kita menyembah yg lebih ‘tinggi’ drpd kita, dan konsekuensinya adalah hrs menerima ajaran-Nya yg kadang bertentangan dengan logika dan budaya ciptaan manusia, itulah wujud awal ketaatan, menerima utk ditaati & dilakukan.

Jangan memilih-milih perintah Tuhan yang mau dilakukan, itu bukan ketaatan, yg bisa kita pahami dgn logika maupun yg tdk bisa dipahami dgn logika, lakukan semuanya dg ketaatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Siap Diajar

Menjadi Sempurna

DI 03092024

Matius 5:48 ILT3
Oleh karena itu, hendaklah kamu menjadi sempurna, sebagaimana Bapamu yang di surga adalah sempurna.”

Bisakah kita sempurna spt Tuhan? Jawaban umum yg pasti terdengar adalah tdk mgkin kita sempurna spt Tuhan. Lalu bagaimana kita memahami ayat di atas?

Yesus yg adalah Tuhan, Dia mengatakan hal ini: kita hrs menjd sempurna sebagaimana Bapa di surga adalah sempurna. Apakah Dia sengaja menyuruh kita melakukan yg tidak mungkin? Karena menjadi sempurna seperti Bapa di surga itu sesuatu yg mustahil. Mari kita renungkan perlahan dan sedikit dengan logika supaya kita bs mengaminkan ayat ini dan mempraktekkannya ketika kita ada dlm dunia ini. Yesus mengatakan ini ketika Dia masih ada dlm dunia, artinya Dia ingin mrka yg mendengar perkataan ini mulai berusaha utk menjd sempurna. Di sinilah bisa sedikit kita pahami bhw sempurnanya manusia yg Dia maksudkan adalah manusia sempurna yg hidup dlm dunia. Bapa ada di surga dan Dia sempurna sbg Tuhan, manusia ada dlm dunia dan bs menjd sempurna sbg manusia di dlm dunia ini. Jadi kalau Bapa sempurna di surga, maka kita sbg manusia, sempurna di dunia ini. Jadi ini maksudnya.

Manusia bukan Tuhan, demikian pula Tuhan bukan manusia, jd masing-masing memiliki kesempurnaannya, kesempurnaan manusia berbeda dgn kesempurnaan Tuhan, karena itulah pemahaman ini yg hrs kita pahami & pegang dlm hidup kita. Lalu kesempurnaan manusia itu bagaimana? Manusia sebelum jatuh dlm dosa, itulah manusia yg sempurna dan inilah yg dikehendaki Tuhan. Yesus dtg ke dunia utk menebus manusia dr dosa dan maut, masalah dosa diselesaikan maka dgn demikian manusia bs kembali jd sempurna. Kita yg telah dibenarkan, disucikan dr dosa oleh darah Anak Domba Allah, menjadi org kudus dan suci, keadaannya spt Adam dan Hawa sblum jatuh dlm dosa. Kekudusan ini yg hrs terus dijaga dan diterapkan di dalam hidup org percaya, supaya kita menjd orang yg sempurna, sama spt Bapa di surga. Jika pemikiran bhw kita nanti sempurna ketika nanti masuk surga, maka dgn sengaja saat masih hidup dlm dunia, wajar jika jatuh dlm dosa, pemikiran ini tentu tdk benar.

Tetap hidup kudus di hadapan Tuhan, kita dimampukan Tuhan utk menjd sempurna, jangan bermain-main dgn dosa, Dia ingin kita menjd sempurna.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Sempurna

Bolehkah Berbohong Demi Menyelamatkan Diri?

DI 02092024

Yakobus 2:25
Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain?

Rahab telah berbohong ketika para utusan raja Yerikho yg menanyakan keberadaan 2 org pengintai Israel yg masuk dalam rumah, dan akhirnya kedua pengintai itu bs selamat kembali kepada Yosua.

Rahab telah berbohong bahkan berkhianat terhadap bangsanya dgn melepaskan para pengintai org Israel, tetapi ayat di atas dgn jelas mengatakan bahwa Rahab dibenarkan karena perbuatannya itu. Jd kebohongan yg Rahab lakukan itu ‘dibenarkan’ karna hal ini menguntungkan pihak Israel? Ini suatu hal yg tdk mudah disimpulkan: bolehkah orang berbohong demi menyelamatkan diri? Yang kita tahu bahwa Rahab bukan org Israel, jd dia hidupnya tdk terikat oleh hukum Taurat, kebohongannya tdk melanggar hukum yang dianut bangsa Israel. Praktek berbohong yg tujuannya utk menyelamatkan diri seringkali dimaklumi secara umum, apapun keyakinan yg dianut, tp bgmna kita yg adalah pengikut Kristus, bolehkah mempraktekkannya saat kita terancam? Apakah ada contoh Alkitab ttg hal ini? Mari kita selidiki dan temukan yg ada dlm Alkitab.

Abraham berbohong ttg Sara, mengatakan Sara itu bukan istrinya, tp saudarinya, Daud berpura-pura gila di hadapan raja Akhis, yg paling kita ingat adalah Petrus berbohong ketika ditanya bhw dia adalah murid Yesus. Jadi boleh atau tdk? Standart Yesus adalah: ‘Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat (Matius 5:37). Kita diharuskan berkata jujur apapun situasinya. Kita sudah tahu apa yg benar, taati dan lakukanlah. Contoh yg ada dlm Alkitab maupun kehidupan keseharian kita, haruslah disesuaikan dgn kebenaran yg bersumber dr firman Tuhan. Memang tdk mudah ketika situasi sulit yang mengancam nyawa kita itu terjd, keputusan ada di dalam tangan kita sendiri, kalau melanggar firman Tuhan, tentu itu sebuah dosa dan hukuman Tuhan tersedia bagi kita. Sekali berbohong biasanya bs menjd sebuah kebiasaan yang kita lakukan terus menerus dan itu menjadi karakter yg melekat pd diri kita.

Jangan melanggar firman Tuhan, tp jangan kita pasrah dgn keadaan, tangan Tuhan yg ajaib terkadang bertindak menolong kita di waktu-waktu terakhir.

Posted in Renungan | Comments Off on Bolehkah Berbohong Demi Menyelamatkan Diri?

Karena Salah Menduga

DI 31082024

1 Tawarikh 19:3
berkatalah pemuka-pemuka bani Amon itu kepada Hanun: “Apakah menurut anggapanmu Daud hendak menghormati ayahmu, karena ia telah mengutus kepadamu orang-orang yang menyampaikan pesan turut berdukacita? Bukankah dengan maksud untuk menyelidik, untuk mengintai dan menghancurkan negeri ini maka pegawai-pegawainya datang kepadamu?”

Akibat salah menduga tujuan kedatangan utusan raja Daud, bani Amon akhirnya jadi terlibat perang dan mengalami kekalahan besar yg penting sangat merugikan.

Terlalu curiga itu tidak baik, sebuah nasehat yang sering kita dengar tp juga kita abaikan, akibatnya tak jarang sebuah persahabatan menjd hancur, kerja sama terputus, bahkan tak jarang timbul perselisihan yg berujung pd hilangnya bbrpa nyawa. Waspada tentu sesuatu yg pasti hrs dilakukan, namun BKN berarti selalu menilai negatif apa yg sedang terjd dan apa yg org lain lakukan. Ketulusan memang tdk terlihat, namun bisa dirasakan kalau hati kita murni dan pikiran kita jernih. Mendengar nasehat yg salah tentu sangat tdk baik dampaknya di kemudian hari, yang hrs kita lakukan adalah menimbang setiap perkataan yg kita dengar, sekalipun org yg mengatakannya itu seorg yg disegani bnyk org. Dalamnya hati kita tdk tahu, apakah di dalam perbuatan orang lain ada niat rahasia yg jahat? Semua itu bisa saja benar, bs juga salah, sampai realita yang sebenarnya nanti terungkap.

Memandang ‘selalu’ terhadap org lain tentu tdk kita anjurkan utk diterapkan, manusia di dunia ini bs tiba-tiba berubah, yg baik dapat berubah menjd jahat, yg jahat bisa berubah jadi baik. Perlu waspada tp jangan curiga yg berlebihan, kecuali kita mendapat informasi terpercaya dr sumber yg benar. Sikapilah dg tenang dan tunjukkan keramahan pada org lain, tunjukkan bhw kita org yg cinta damai dan tulus, minimal ini jika dilakukan akan bs mengurangi kecurigaan kita pada pihak lain. Karna kasih adalah yg org Kristen hrs punya dlm dirinya, maka kasih inilah yg menggiring kita utk selalu mengusahakan yg baik, tidak menunjukkan niat utk bertengkar dan hanya mencari gara-gara. Jgn rusak persahabatan yg sudah terjalin baik selama sekian waktu, usahakanlah apa yg langgeng trs langgeng di kemudian hari, jgn rusak suasana dengan kecurigaan yg berlebihan, jangan berasumsi tp berpikir berdasarkan fakta yg nyata.

Berpikir jernih akan menghindarkan kita dari bnyk kemungkinan buruk dlm situasi yg sdg terjadi, waspada perlu tp jgn curiga secara berlebihan.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Salah Menduga

Memberi Pelayanan

DI 30082024

1 Tawarikh 18:14 ILT3
Dan Daud memerintah atas seluruh Israel, dan dia melaksanakan keadilan serta kebenaran di antara seluruh bangsanya.

Kerajaan Israel mengalami masa kejayaan di bawah kepemimpinan Daud, jabatan yang dipercayakan Tuhan kepadanya, rakyat dgn penuh kedamaian menikmati hasilnya.

Daud mengusahakan bangsanya untuk bisa mengalami betapa makmurnya mereka jika memiliki pemimpin yg tidak mencari hanya kekuasan belaka, tetapi kekuasan dipakai utk menjadi alat mengisi sejarah dgn suatu fakta bhw di masanyalah penuh berlimpah semua yg baik, semua yg dicari bangsa lain. Melaksanakan keadilan dan kebenaran, hal yg sulit utk dilakukan, tetapi Daud dengan segenap hati berhasil melakukannya serta sampai akhir hidupnya, Daud selalu dengan takut akan Tuhan, membawa dirinya dengan segala tekad dan kerja keras, yang terbaik bs terwujud. Ini menjd suatu pelajaran yang sangat berharga bagi kita, walau terkadang tdk mudah, tetapi mungkin terwujud, apalagi kalau kita memiliki perkenankan Tuhan dlm hidup kita, keadaan yg terbaik selalu Tuhan akan memberi upah yg pantas, yang paling dibutuhkan dan yg mustahil menjd mungkin utk dimiliki.

Berliku-liku tantangan yg Daud hadapi, baik dr dalam lingkungan terdekatnya maupun dr org-org yg tdk menyukai dirinya. Terkadang org hidup mengikuti ‘mood’ yang dirasakan, tanpa berusaha utk menguasai dirinya dlm melakukan posisi jabatan yg dipercayakan Tuhan pd dirinya. Kadang org lebih percaya omongan org lain terhadap dirinya daripada dgn percaya diri mengabaikan perkataan yg negatif. Penguasaan diri yg sempurna akan membuat seseorg bertindak di waktu yang tepat pula. Menilai sesuatu yg berharga itu menjd sangat penting dimiliki oleh seorang pemimpin dlm bidang apapun. Mengejar yg terbaik adalah pemicu semangat positif yg memacu kinerja seseorg utk berkarya dgn cara yg sportif dan mengikuti aturan yg ada tanpa takut kehilangan simpati dr org bnyk. Hidup menjd bermakna ketika membawa 1 dampak positif di lingkungan di mana orang itu ada.

Berkarya dan memiliki kualitas rohani yang baik adalah suatu kombinasi yg patut untuk dimiliki oleh org yg memimpin dan berkuasa utk mengadakan keadaan yg terbaik.

Posted in Renungan | Comments Off on Memberi Pelayanan

Pemimpin Yang Egois

DI 29082024

2 Kings 20:19 KJV
Then said Hezekiah unto Isaiah, Good is the word of the LORD which thou hast spoken. And he said, Is it not good, if peace and truth be in my days?

Kemudian Hizkia berkata pada Yesaya: Adalah baik firman Tuhan yang kau telah katakan. Dan dia berkata: Apakah itu tidak baik jika damai dan kebenaran ada di dalam hari-hariku?

Perkataan raja Hizkia menanggapi firman Tuhan utk dia melalui nabi Yesaya, sangat di luar org normal pd umumnya, dia hanya peduli semasa dia hidup, keadaannya baik dan damai.

Mari kita simak apa yg nabi Yesaya katakan pada raja Hizkia sebagai firman dariTuhan: “Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN. Dan dari keturunanmu yang akan kau peroleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel.” (2 Raja-Raja 20:17-18). Keturunan menjd sida-sida, berarti sudah mustahil utk punya keturunan berikutnya karena sudah dikebiri. Hizkia tdk mencoba meminta kemurahan Tuhan spt saat sakit dan diberi Tuhan tambahan umur 15 tahun, tdk menilai dirinya bersalah dan perlu untuk bertobat, tetapi malah egois, asalkan semua firman Tuhan yg disampaikan itu tdk terjadi ketika dia masih hidup. Pemimpin model ini patutlah diteladani?

Pemimpin yang baik pasti memikirkan nasib generasi berikutnya, bukan hanya mencari kesenangan di zaman dia memimpin. Dalam semua posisi kepemimpinan, pasti ada saja pemimpin spt raja Hizkia, yg penting semua baik, masa depan nanti bukan urusannya, nikmati semua fasilitas yg ada. Pemimpin yg baik hrs sadar ketika ada tindakan salah yg dilakukannya, apalagi Tuhan yg langsung menegur lewat org lain. Apalagi jika posisi si pemimpin itu adalah yg teratas, tidak ada org yg berani menegur kecuali punya suatu nyali besar. Resiko seorg nabi di zaman itu jika pesan Tuhan yg dia sampaikan, raja yg mendengarnya tidak suka, sang nabi dapat langsung dipenjarakan bahkan dibunuh, itu sebuah resiko yg hrs siap ditanggung bila mendapat tugas dr Tuhan. Contoh yg baik kita lihat pd diri raja Daud, ketika dirinya dgn tegas ditegur oleh nabi Natan, bertobat dan mengakui kesalahannya secara terbuka.

Jadilah pemimpin yg menjd berkat bagi yg dipimpinnya, yg memikirkan kebaikan bkn hanya utk dirinya sendiri, tetapi utk semua orang dan generasi berikutnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Pemimpin Yang Egois

Sengaja Diruntuhkan

DI 28042024

Lukas 21:5-6
Ketika beberapa orang berbicara tentang Bait Allah dan mengagumi bangunan itu yang dihiasi dengan batu yang indah-indah dan dengan berbagai-bagai barang persembahan, berkatalah Yesus:
“Apa yang kamu lihat di situ — akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”

Bangunan tempat ibadah seringkali dinilai sbg tempat yg sakral dan terkadang dinilai punya unsur ‘magis’ di dalamnya, tapi bagi Tuhan yg penting bukanlah bangunannya.

Apakah Anda bangga melayani atau menjd jemaat dr sebuah gereja yg ternama dan jg besar? Ditambah dgn bangunannya dengan design yg mewah menakjubkan? Bangga itu wajar dan normal, tapi di mata Tuhan, bukan di gereja mana kita melayani, tp bgmna dgn kualitas pelayanan kita menurut Tuhan? Jg bukan soal di gereja mana kita berjemaat, tp bgmna pertumbuhan rohani kita hari ke hari, apakah bertumbuh ataukah justru tidak ada pertumbuhannya sama sekali. Bait Suci di zaman Yesus berada di dunia memang bisa dikatakan megah dan indah sesuai ayat yg kita baca, tp Yesus bernubuat bhw suatu hr akan diruntuhkan dan itu benar-benar jadi kenyataan spt yg tercatat dlm sejarah, pada thn 70 M, diruntuhkan oleh tentara Romawi di bawah pimpinan jendral Titus. Tuhan tdk melihat gedung ibadahnya bgmna, tp yang Dia lihat bagaimana ibadah umat-Nya dan apakah dilakukan dgn takut dan gentar.

Renungkanlah, mengapa terkadang apa yg kita banggakan sbg manusia seringkali itu justru diruntuhkan Tuhan? Bbrpa contoh dr Alkitab misalnya, Menara Babel yg sangat dibanggakan manusia sedunia di zaman itu justru digagalkan pembangunannya sampai tuntas (Kejadian 11:1-9), juga ttg raja Hizkia karena memamerkan kekayaan pada utusan raja Babel shga muncullah pesan Tuhan yg isinya sangat buruk: “Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN” (2 Raja-Raja 20:17). Pamer hanya akan menerima kekaguman dr manusia, tapi kerendahan hati akan mendpt perkenankan dr Tuhan. Jangan menyombongkan apapun yg kita punya, Tuhan bs meruntuhkannya.

Ingatlah selalu menjd pribadi yg rendah hati, kita hanya pengelola dr semua yang Tuhan percayakan pada kita, berbanggalah tapi jgn menjd sombong.

Posted in Renungan | Comments Off on Sengaja Diruntuhkan

Disesatkan Rohaniwan

DI 27082024

Matius 23:15 ILT3
Celakalah bagimu, hai para ahli kitab dan orang-orang Farisi, hai orang-orang munafik, karena kamu menjelajah lautan dan daratan untuk membuat satu orang proselit, dan ketika dia sudah jadi, kamu membuatnya sebagai anak neraka yang dua kali lipat daripada kamu.

Bobroknya para ahli Taurat di zaman Yesus ada dlm dunia ini sangat tdk nyaman untuk kita ketahui, semua dibongkar Tuhan nyata dan tanpa ditutup-tutupi.

Salah satu yg diungkap melalui ayat ini ialah ttg prosesi perekrutan pengikut baru yg luar biasa pengusahaannya, tetapi ternyata saat dimuridkan, ternyata lebih parah dr para ahli Taurat dan org Farisi, bahkan Yesus dengan gamblang menyebut mereka: anak neraka! Mereka lebih parah 2 kali lipat dari gurunya! Bila kita perbandingkan dgn zaman ini, yang terjadi adalah upaya penginjilan yg sangat luar biasa: sesusah apapun diusahakan utk bisa merekrut seseorg menjd Kristen, lewati lautan dan daratan, semua demi mendapati banyak pengikut baru. Sampai di situasi ini, usaha penginjilan spt ini patut ditiru, bahwa keselamatan utk 1 jiwa pun hrs diusahakan sekuat mungkin. Tenaga, dana, dan doa, yg bisa dilakukan utk penginjil, wajib utk dapat diusahakan dgn baik. Jgn fokusnya menjadi keliru: melirik jemaat gereja lain supaya dgn usaha apapun akhirnya mereka mau pindah gereja, ini bukan penginjilan!

Penginjilan harus dilengkapi dgn pemuridan yg baik dan benar. Gereja jangan dirasuki dg berbagai macam pengajaran yang kelihatan sptnya bagus tetapi ternyata sesat. Praktek pengajaran yg dilakukan para ahli Taurat & org Farisi di zaman itu sangat menyesatkan karena murid yg dihasilkan bukanlah calon penghuni surga, tetapi anak-anak neraka! Apakah pengajaran mereka salah? Taurat yg mereka ajari, tetapi diselipkan dg ajaran kemunafikan! Bukan mencontoh teladan yg baik tetapi contoh yg buruk! Pengajarannya benar tp contoh hidupnya yg salah, ini bnyk terjd di sekitar kita. Sikap di dalam gereja kadang berbeda dgn sikap di luar gereja, ini suatu kemunafikan yg nyata. Seharusnya di manapun kita berada, tingkah laku kita sbg org Kristen haruslah sama, nilai moral yang kita tunjukkan jg haruslah sama, baik ketika kita dlm gereja maupun di lingkungan kita.

Penginjilan itu kewajiban semua org Kristen, demikian jg menjaga diri dr pengajaran yg menyesatkan, juga sesuatu yg penting utk dilakukan, berikan teladan yg baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Disesatkan Rohaniwan