Tidak Taat dan Membantah

DI 26112024

Roma 10:21
Tetapi tentang Israel ia berkata: “Sepanjang hari Aku telah mengulurkan tangan-Ku kepada bangsa yang tidak taat dan yang membantah.”

Tuhan menceritakan bangsa Israel sebagai sebuah bangsa yg tdk taat dan membantah, suatu penggambaran yg kurang baik dan ini patut kita tanyakan pd diri kita sendiri.

Pertama, kita termasuk umat yang taat atau tdk terhadap Tuhan? Utk mengujinya sangat mudah: sudahkah kita melakukan perintah Tuhan yang tertulis di dlm Alkitab? Biasanya akan muncul pernyataan: tak seorangpun bs melakukan seluruh firman Tuhan yg tertulis dlm Alkitab. Itu memang benar, tapi dengan berdalih dgn alasan tersebut, kita sengaja membela diri utk taat pd Tuhan hanya untuk hal-hal yg mampu dan mau utk dilakukan, tp yg sulit dan tdk mau kita lakukan, kita tetap berpendapat bhw tdk perlu dilakukan karna sulit dan mustahil melakukan keseluruhan dari perintah Tuhan. Suatu pola pikir yg amat mendukung kemanusiawian kita sbg seorg manusia penuh dosa. Firman Tuhan jangan pernah ‘ditawar-tawar’ isi dan keharusan utk mentaatinya, perintah Tuhan harus ditaati & jika tdk ditaati maka akan dihakimi Tuhan & siapakah yg bs lolos dari keadilan Tuhan?

Kedua, kita termasuk umat yg membantah? Yang jelas-jelas Tuhan sdh larang, tapi tetap saja dilanggar, yg Tuhan tdk perbolehkan, tp kita justru membolehkannya, yang menurut Tuhan sesuatu itu dosa, tp kita ubah menjd sebuah hal yg normal utk dilakukan. Suatu bantahan merupakan tanda perlawanan, yg merupakan tunas dari satu pemberontakan yg sdh ada di dlm hati. Itulah sebabnya ada saja org yg murtad dgn meninggalkan Tuhan dan keluar dr kekristenan, pola pikirnya sdh disetting berani melawan Tuhan, berpikir dg mudahnya utk hidup tanpa Tuhan, cukup dg punya harta yg banyak, koneksi luas, punya ‘beking’ para pejabat, dsbnya, itu sdh cukup. Tapi mereka lupa bhw hidup manusia bukan hanya di dunia saja, ada kehidupan setelah kematian yg tdk bs dipengaruhi oleh harta maupun kekuasaan yg manusia miliki. Kita jgn jadi org yg membantah Tuhan.

2 hal di atas perlu jd perenungan kita, yang penting adalah jangan ada 2 ciri tersebut di dalam kehidupan kita, jadilah org yg taat dan tdk membantah terhadap Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Taat dan Membantah

Selamat Untuk Kasus Tertentu

DI 25112024

Roma 10:10
Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Bagaimana nasib org yg sekarat/menjelang kematian baru menerima Tuhan? Apakah dia diselamatkan? Perlu suatu pemahaman yg mendalam ttg hal ini.

Selamat atau sederhananya bs masuk surga memang ada beberapa persyaratan yg untuk orang umum, bs kita lihat misalnya di dalam Markus 16:26 ini: “Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yg tidak percaya akan dihukum. Jadi perlu ada suatu pembaptisan bagi mereka yg percaya pd berita Injil ttg keselamatan di dlm Kristus Yesus. Lalu bgmna dgn mereka yg percaya di detik-detik akhir hidupnya? Pasti tdk pny waktu utk dibaptis air secara normal. Dalam hal ini kita bs memakai ayat renungan yang kita baca sebagai dasarnya. Perhatikan ada 2 bagian diri manusia yg disebutkan, yaitu hati dan mulut, hati berkaitan dgn percaya, mulut berkaitan dgn pengakuan. Apa yang harus dipercaya oleh hati seseorg supaya ia dapat diselamatkan? Lihat konteks ayat yg berikutnya supaya kita jangan asal membuat kesimpulan: “Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? (Roma 10:14).

Yg hrs dipercayai adalah berita Injil tentang Kristus dan apa yg Dia lakukan utk menebus dosa manusia. Jadi yg hrs dilakukan adalah Injili mereka sehingga mereka percaya dgn hati bhw Yesus adalah Tuhan & Juruselamat pribadi mereka. Kemudian tuntun mereka dg percaya yg mereka miliki utk mengaku yang mereka percayai lewat mulut mereka bahwa dirinya percaya bhw Yesus adalah Tuhan & Juruselamat. Biasanya kemudian bimbing mereka mengakui dosa dan memohon dari Tuhan yaitu pengampunan dosa. Bimbing jg utk mengampuni org yg bersalah pd mereka sehingga mereka bs meninggal dlm damai. Ini utk kondisi khusus di mana tdk ada wkt utk melakukan baptisan air. Dari dasar ayat ini, kita percaya bhw ketika mereka percaya pd berita Injil, mengakui dgn mulut percaya Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat, lalu mereka dibenarkan karena pengampunan dosa dan mengampuni org lain, maka yang tertulis dlm ayat ini akan berlaku atas diri mereka: akan diselamatkan.

Beritakan Injil pd semua org, termasuk yang akan segera meninggal, Tuhan menunggu pertobatan manusia hingga detik-detik akhir hidup seseorang.

Posted in Renungan | Comments Off on Selamat Untuk Kasus Tertentu

Istri Yang Menentang

DI 23112024

Proverbs 21:9 KJV
It is better to dwell in a corner of the housetop, than with a brawling woman in a wide house.

Adalah lebih baik untuk tinggal di dalam sebuah sudut atap rumah, daripada dengan seorang perempuan penentang di dalam sebuah rumah yang luas

Wanita memang berkata-kata lebih banyak drpd pria, dan terkadang ini menjd sebuah masalah karena mungkin sifat dan karakter si wanita memang tdk baik, ditambah bnyk perkataan menimbulkan pusing bagi pria.

Kata asli dari ‘brawling’ dlm ayat ini adalah: midyân yg berarti ribut, berkelahi (brawling), dan berdebat, membantah (contentions). Ini perlu kita pahami sesuai dgn zaman waktu itu di mana penundukan diri seorg istri ialah suatu keharusan mutlak yg menandakan si wanita adalah seorg istri yg baik. Istri yang cerewet memang sesuatu yg tdk membuat suami nyaman, tetapi karena itu sdh menjadi sebuah kodrat bagi wanita, perlu penyikapan yg tepat utk hal ini. Perbedaan karakter dan latar belakang budaya seringkali memicu hal yg mengarah pd pertengkaran, dimulai dari perbedaan pola pikir, pendapat, hingga bisa saja perbedaan suku menjd permasalahan, dijadikan alasan utk pembenaran diri. Tentu kita yg lahir di zaman ini patut bersyukur dgn adanya ilmu pengetahuan yg maju dan bnyk yg membahas ttg psikologi dan parenting yg sangat membantu bagi pasangan keluarga yg membutuhkan pertolongan.

Namun realita jg menunjukkan bhw tingkat perceraian jg meningkat, walaupun di dalam kekristenan sudah jelas bhw Tuhan sangat membenci perceraian. Alasan yg dipakai utk mereka yg bercerai biasanya karena sdh tdk sepaham, seprinsip lagi, selain karna adanya perselingkuhan, dsbnya. Bagi seorg istri, jgn hanya banyak menuntut suami, tp mulailah dgn menata diri dgn baik, termasuk di dalam hal perkataan, jgn membela diri bhw itu sdh menjadi kodrat wanita, tetapi wanita Kristen diajar utk menguasai diri, menguasai apa yg akan dikatakan, cara berpendapat, cara utk menyampaikan ide, dsbnya, perlu ditata dgn baik supaya ujungnya bukan pertengkaran, tapi kedamaian. Menahan emosi jauh lebih berharga drpd melampiaskan emosi dengan tangisan. Belajar ‘story telling’ ketika ingin si suami mendengarkan keluh kesah. Jadilah wanita yg bijak, bukan yg membosankan dan menimbulkan pertengkaran.

Baik pihak suami maupun istri, keduanya itu punya kelebihan dan kekurangan, kodrat yg berbeda, karakter dan sifat yg berbeda, hal ini perlu kerjasama supaya keluarga penuh dgn damai sejahtera.

Posted in Renungan | Comments Off on Istri Yang Menentang

Akibat Tersesat

DI 22122024

Yakobus 5:20 ILT3
biarlah dia mengetahui, bahwa orang yang mengembalikan seseorang yang berdosa dari kesesatan jalannya, dia akan menyelamatkan satu jiwa dari kematian dan dia akan menudungi banyak dosa.

Tersesat bisa diartikan berjalan di jalur yang salah hingga tdk mencapai tempat tujuan yg ingin dituju, berlawanan arah bahkan akibat dr ini bs menimbulkan bancaan yg tdk perlu sebenarnya.

Ada 2 hal yg terjadi ketika seseorg tersesat dr jalan yg salah, jalan yg bukan kebenaran, jalan yg tujuannya bukan keselamatan, tapi justru menuju maut, yaitu pertama, orang ini akan banyak melakukan dosa. Orang sesat tentu pikirannya berbeda bahkan melawan kebenaran Tuhan, yg adalah dosa menurut kebenaran Tuhan, dianggap sesuatu yg BKN dosa sehingga bebas dilakukan. Kecurangan dianggap normal, berdusta dianggap wajar utk menyelamatkan diri dr situasi yg buruk, dsbnya. Org yg tersesat jalan hidupnya akan bnyk melawan Tuhan, berani berbuat dosa & itu dilakukan tanpa rasa takut sama sekali. Pikirannya cenderung mengikuti kedagingan dan hawa nafsu semata, tdk terhubung dgn Tuhan dan menolak kebenaran firman-Nya, hidup semau dirinya sendiri dan menyukai hal duniawi. Org-org spt ini banyak kita lihat di sekitar kita, mereka menilai kita sebagai org yg sok suci dan mengumpat kita.

Kedua, mereka sedang menuju kematian yg kekal. Setiap orang pasti mati tubuh jasmani, tapi kematian selanjutnya mereka pasti tdk luput: “Tetapi orang-orang penakut, org-org yang tidak percaya, orang-orang keji, org-org pembunuh, org-org sundal, tukang-tukang sihir, penyembah-penyembah berhala dan semua pendusta, mereka akan mendapat bagian mereka di dalam lautan yang menyala-nyala oleh api dan belerang; inilah kematian yang kedua.” (Wahyu 21:8). Orang yg dibenarkan Tuhan akan luput dr kematian yg kedua ini, memperoleh hidup kekal. Mgkin selama di dunia, mereka terlihat hidup lebih mewah dari kita, tp nanti dlm kekekalan, kita yg akan berbahagia, sementara mereka yang menderita selama-lamanya. Tentu kita harus menolong mereka agar jangan trs tersesat & nanti mengalami kematian kekal, berdoalah dan jangkau mereka utk kembali ke jalan yg benar, jalan yg menuju hidup kekal.

Jagalah diri kita agar jgn tersesat, amatilah dgn teliti langkah-langkah hidup kita, jangan salah memilih jalan hidup, supaya nantinya kita menikmati sukacita hidup kekal.

Posted in Renungan | Comments Off on Akibat Tersesat

Doa Yang Bekerja

DI 21112024

Yakobus 5:16 ILT3
Akuilah kesalahan seorang terhadap yang lain dan saling mendoakanlah seorang terhadap yang lain, supaya kamu dapat disembuhkan. Doa orang yang benar, ketika bekerja, memiliki kekuatan yang besar.

Doa yg punya kekuatan, ini sesuatu yg tentu semua org ingin memilikinya, namun supaya memiliki doa yg berkekuatan, ada beberapa hal yg perlu dilakukan sebelumnya.

Ayat ini mengajar kita untuk saling mengakui kesalahan satu sama lain. Apakah ini sama artinya saling terbuka dlm hal dosa? Jika ini diartikan demikian, agaknya terlalu melebar pengertiannya, akuilah dosa di hadapan yg seharusnya, yaitu di hadapan Tuhan. Hal yg dimaksud dlm ayat ini adalah: ketika punya konflik dgn org lain, kita hrs koreksi diri, jika kita punya kesalahan di dalamnya, akuilah itu di depan org yg berkonflik dgn kita, harus jujur dan jgn takut mengakui jika kita salah. Yg sering terjd adalah gengsi mengakui jika punya salah hingga makin saling menyakiti satu sama lain, konflik semakin tajam, sulit utk diperdamaikan. Ketika seseorang berani untuk mengakui kesalahan, itu tanda pikiran org itu mulai jernih, bs menilai diri sendiri dg jujur, bukan hanya menunjuk kesalahan org saja, tp berhasil menemukan kesalahan yg dilakukan oleh dirinya sendiri. Perdamaian hrs menjd tujuan bersama yg ingin dicapai lewat saling mengakui kesalahan.

Kemudian, saling mendoakan supaya dapat disembuhkan. Kata sembuh tentunya pasti berhubungan dgn sakit penyakit, jadi secara tdk langsung, kita diberitahukan bhw suatu penyakit bs saja muncul karna adanya dosa yg kita lakukan, atau menyimpan kesalahan org lain dlm hidup kita. Itulah mengapa kita hrs saling mengampuni dan mendoakan, ini supaya kalau kita sakit karena dosa kita dan menyimpan kesalahan org lain, itu bisa dgn cepat disembuhkan, tdk perlu menderita dan hidup tdk dlm damai sejahtera. Setelah kita saling mengakui kesalahan dan saling ingin mendoakan satu sama lain, doa kita punya satu kekuatan yg luar biasa, karena kita ini sdh dibenarkan oleh Tuhan dan menjadi org benar. Seringkali kita berpikir doanya yang berkuasa, tp sebenarnya org yg menaikkan doa itulah yg membuat doa yang dia naikkan berkekuatan dan hasilnya luar biasa. Jangan terjebak pemahaman bhw ada doa tertentu yg berkekuatan luar biasa ibarat mantra yg ampuh.

Sudahkah kita berdamai dgn sesama? Ayat di atas hendaknya jd sebuah peringatan utk kita supaya hidup damai dan menyelesaikan konflik yg ada dgn saling mengakui dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Doa Yang Bekerja

Naik ke Gunung Tuhan

DI 20112024

Mazmur 24:3
“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?”

Tuhan ada di mana? Pasti jawaban yg sama adalah di surga, tapi penulis Mazmur dengan jelas menggambarkan ada suatu tempat di mana Tuhan berada: di Gunung Tuhan.

Tuhan tinggal di atas sebuah gunung? Atau ini hanya sebuah gambaran saja? Gunung secara fisik sepertinya bukan yg dimaksud oleh penulis mazmur ini, namun penjabaran ttg ingin bertemu Tuhan itu layaknya orang yg ingin naik ke atas gunung. Persiapannya hrs benar-benar lengkap, stamina hrs kuat & nyali hrs besar. Jadi bukan main-main untuk kita datang bertemu Tuhan, tdk semudah yg kita pikirkan, karena Dia itu kudus, tapi kita org yg penuh dosa. Bayangkan seorang yang cacat berusaha utk mendaki gunung, itulah gambaran org yg berusaha datang pd Tuhan dgn keadaan dirinya yg penuh dosa. Jangan kita anggap remeh pertemuan dgn Tuhan, yg perlu kita siapkan itu banyak sekali, mulai dr waktu khusus yg kita siapkan, dosa yg harus kita bereskan di hadapan Tuhan, kekudusan yg sesuai standart Tuhan, dan masih banyak hal yang perlu kita persiapkan, intinya adalah hormati tempat kudus Tuhan.

Gunung memiliki ketinggian yg berbeda dgn daratan, Tuhan ada di tempat Mahatinggi, yg tdk ada seorangpun bs mencapainya tanpa diizinkan oleh Tuhan. Tuhan mendamaikan kita dgn diri-Nya melalui darah Anak Domba yg mati menebus dosa kita, sehingga semua org yg percaya dilayakkan bisa masuk dlm tempat kudus-Nya. Jadi jgn keliru, kita bisa masuk hadirat Tuhan bukan karena pujian penyembahan, tapi oleh darah Yesus! Bnyk pengajaran yg keliru mengajarkan ada lagu pujian tertentu yg Tuhan suka dan membw kita masuk hadirat Tuhan, hrs dipimpin WL yg diurapi, musik yg diurapi, hati-hati, paham spt ini sesat! Darah Yesus yang melayakkan kita masuk hadirat Tuhan yg kudus, jangan kita berusaha bertemu Tuhan dlm keadaan dosa yg belum dibereskan. Pastikan dalam hidup kita ada perdamaian oleh darah Yesus sehingga kita dikuduskan kembali dan kita dibenarkan oleh Tuhan.

Yang manusia dapat lakukan tidak mungkin bs mendamaikan kita dgn Tuhan, hanya dgn darah Yesus, dosa kita diampuni dan semua dari kita didamaikan dengan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Naik ke Gunung Tuhan

Menyerahkan Diri Untuk Berdosa

DI 19112024

Mazmur 24:4 ILT3
Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan jiwanya kepada kesia-siaan, dan tidak bersumpah palsu.

Ternyata seorg yg melakukan dosa, dirinya digambarkan spt org yang menyerahkan diri dgn sengaja pd org lain, tanpa perlawanan & justru menikmatinya.

Ini tentu akan menolong kita dlm memahami proses dr sebuah perbuatan dosa itu terjadi. Kita sengaja diperhamba oleh nafsu & emosi dan membiarkan nafsu & emosi ini ‘menyetir’ langkah kita menuju dosa. Kemungkinan yg pertama karena dosa itu ‘nikmat’ bagi apa yg kita kenal dgn kedagingan kita. Ibarat seorg yg sudah divonis suatu penyakit parah, yang seharusnya berpantang terhadap beberapa makanan tertentu, tp karena tdk bs dengan sempurna menguasai nafsu makannya, org ini akhirnya melanggar pantangan sehingga penyakitnya justru makin bertambah parah dan akhirnya meninggal lebih cepat dari wkt yg diperkirakan. Kenapa berani melanggar pantangannya? Karena tidak diawasi orang lain atau karena sembunyi-sembunyi ketika melakukannya. Sengaja melanggar dan yang terjadi adalah keadaan makin buruk, itulah gambaran ttg org yg terus menerus lakukan dosa dlm hidupnya.

Menyerahkan diri jg bisa diartikan spt orang yg kalah perang dan ditaklukkan, menjd yg ditawan. Punya kemauan bebas dr dosa, tapi tdk punya kekuatan yg cukup utk melawan & membebaskan dirinya. Org ini perlu ditolong karena dia tdk sanggup membebaskan diri dr keinginan utk berbuat dosa. Karena itulah kita mengenal pelayanan ‘pelepasan’, istilah lainnya pelayanan pemulihan diri. Khusus yg ini sedikit lebih berat karena melibatkan juga okultisme di dalamnya. Bukan hanya orang ini diperhamba dosa, tapi juga diperhamba oleh roh jahat dan kuasa kegelapan. Ganda parahnya, butuh penanganan khusus secara tepat oleh pakar di dlm bidangnya, yg sudah sering melayani di bidang ini. Setelah dapat dipulihkan, bukan berarti tdk mungkin dapat mengulang dosa yg sama, atau tdk mungkin kembali terlibat okultisme, karena itu harus diingatkan agar mendekat pd Tuhan & jaga hidupnya jgn ‘kosong’, tetapi penuh dengan Roh Kudus.

Bebaskan diri kita dr belenggu dosa, jangan trs berbuat dosa yg sama, itu keterikatan yg hrs kita lepaskan dari diri kita, kuasa Tuhan sanggup membebaskan kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyerahkan Diri Untuk Berdosa

Menerima Yang Buruk

DI 18112024

Ayub 2:10 ILT3
Namun dia berkata kepadanya, “Engkau berbicara seperti bicaranya seorang wanita bodoh! Akankah kita menerima yang baik dari Elohim, dan tidak mau menerima yang buruk juga?” Dalam kesemuanya ini Ayub tidak berbuat dosa dengan bibirnya.

Pandangan Ayub yg mungkin bertentangan dgn akal sehat bs kita baca dari ayat di atas, sesuatu yg baik dan buruk itu dari Tuhan, jd Ayub memahami bhw yg buruk itu juga dari Tuhan.

Biasanya org memahami Tuhan sbg pribadi yg memberikan semua yang baik, kesehatan, berkat keuangan, keluarga harmonis, bisnis yg meningkat pesat, dsbnya, sedangkan hal yg buruk itu datangnya dr si jahat. Tp realita hidup ini menunjukkan bhw hal buruk dapat terjadi atas hidup kita atas seizin Tuhan. Yg jadi pertanyaan bnyk orang adalah mengapa Tuhan izinkan itu terjadi? Bahkan pertanyaan berikutnya ialah mengapa Tuhan spt biarkan si jahat bebas sekali melakukan hal buruk di dlm hidup kita? Yang pasti adalah Tuhan kita selalu memikirkan dan merencanakan yang terbaik utk hidup setiap anak-anak-Nya, tapi karena dosa manusialah, sesuatu yg buruk itu bisa terjadi dalam hidup semua org. Dosa kita memang diampuni, tetapi dampak yang dihasilkan dr perbuatan dosa kita tetap hrs kita pikul, tergantung dosa apa yg telah kita perbuat. Dampak dr dosa pasti selalu yang negatif, bukan yg positif.

Ayub sadar bhw anak-anaknya berdosa dan dia selalu secara rutin mempersembahkan korban bakaran supaya semua anaknya bisa diampuni dosa-dosanya. Dosa yg berakibat kematian memang tergolong dosa besar yg mungkin nyaris tdk terampuni. Hanya Tuhan yg tahu bgmna Dia mempertimbangkan satu dosa, apakah hukumannya berat atau tidak. Kita terkadang hanya bisa melihat dampak, tapi tidak memahami penilaian Tuhan atas dosa yang kita perbuat. Karena itulah jangan kita berbuat dosa jika tidak ingin mengalami yg buruk dlm hidup kita. Di sisi berbeda, hal buruk bs saja bukan akibat dari dosa, tetapi memang Tuhan izinkan org lain melakukan yg buruk pd kita, ini sebagai sebuah ujian yg hrs kita jalani. Apakah ini sebagai ujian iman atau ujian kesabaran, atau ada tujuan mulia yg Tuhan inginkan dihasilkan oleh kita lewat ujian yg kita jalani. Jadi kita jangan dengan sengaja menyalahkan Tuhan, tetapi dengan rendah hati selalu menerima semua terjadi karena Tuhan yg mengizinkannya.

Jalani hidup ini dengan hati yang bersyukur dan pola pikir yg benar, Dia izinkan sesuatu terjadi dan Dia akan memulihkan semuanya ketika kita lulus dr ujian kehidupan ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Menerima Yang Buruk

Cantik Fisik dan Hati

DI 16112024

Ester 8:6
Karena bagaimana hamba dapat melihat malapetaka yang menimpa bangsa hamba dan bagaimana hamba dapat melihat kebinasaan sanak saudara hamba?”

Ester secara fisik pasti yg tercantik di zaman itu di seluruh kerajaan, terpilih menjadi ratu dan punya kedudukan tinggi tentunya, tapi jg Ester punya hati yang ‘cantik’.

Zaman di mana Ester hidup adalah bangsa Israel atau org-org Yahudi ada dlm sebagai bangsa yg terjajah dan rawan utk ditindas & mau dimusnahkan. Secara posisi, Ester sdh aman dari ancaman ikut dibunuh, tapi Ester tetap berusaha untuk menyelamatkan orang sebangsanya, tdk memikirkan keselamatan dirinya saja. Ini sebuah ‘kecantikan’ hati yang dia miliki, tdk semua org dlm kondisi aman & nyaman, tetap mau memikirkan nasib orang lain yg sedang terancam nyawanya. Hati yg tergerak oleh kasih dan punya belas kasihan, suatu kombinasi yg nyaris sempurna, cantik secara fisik dan jg hati. Ester berani datang pd raja walaupun dia tdk dipanggil, menurut peraturan itu sangat berbahaya, bisa jadi dia akan dihukum bila raja murka. Berkorban itu membutuhkan keberanian dan pengorbanan, dan Ester mau melakukan hal itu dgn resiko kehilangan nyawanya sendiri. Itulah bentuk dr kasih yg murni.

Sbg seorg pemimpin, baik dlm keluarga, dlm lingkungan tempat tinggal kita maupun saat kita di kantor atau perusahaan, kita jg harus memikirkan kebutuhan org-org yg ada dlm pimpinan kita. Mereka punya hati dan punya kebutuhan, kalau kita peduli maka kita jadi pemimpin yg melayani, spt teladan yg Yesus berikan pd kita. Memang ini berlawanan dgn prinsip dunia yg mengatur bawahan itulah yg melayani atasannya. Hal ini perlu kita untuk pahami dilihat dr sudut pandang Tuhan. Hal yg pertama Tuhan lakukan sbg bentuk suatu tindakan melayani adalah menutup tubuh dr Adam dan Hawa yg saat itu jatuh dlm dosa dan akibatnya mereka telanjang. Harusnya itu yg Adam dan Hawa hrs lakukan, tp karna mereka takut, Tuhanlah yg akhirnya dengan kasih-Nya menutup tubuh mereka. Kasih itu salah satunya adalah menjd ‘cover’ atau jadi penutup sesuatu: “Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa”(1 Petrus 4:8).

Jadilah pemimpin yg melayani, bukan saja dihormati tapi jg dikasihi, butuh waktu utk bs memahami ini dgn tepat, mulailah dari dlm keluarga kita sendiri.

Posted in Renungan | Comments Off on Cantik Fisik dan Hati

Bertanya Pada Tuhan

DI 15112024

Markus 9:31-32
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit.”
Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.

Ucapan Yesus seringkali tidak bs langsung dipahami dgn pengertian biasa, apalagi jika Dia dlm ayat berkata bhw Dia akan dibunuh dan bangkit.

Tdk mengerti tapi segan bertanya, hasilnya sebuah kebingungan yg berkelanjutan. Saat apa yg Yesus katakan dalam ayat ini terjadi tepat dan jelas, para murid barulah paham & responnya tentu sangat tdk tepat. Peristiwa penangkapan Yesus hingga Dia mati dan jg bangkit, sama sekali tdk teresponi dg benar oleh para murid. Berita kebangkitan Yesus tdk langsung begitu saja dipercaya oleh para murid, barulah ketika Yesus menampakkan diri, mereka percaya dan bersukacita. Inilah pelajaran yg kita dapati, ada perkataan yang Yesus ucapkan itu punya arti bahwa sesuai dgn yang nanti akan terjadi, ada juga berupa perumpamaan yg perlu direnungkan supaya dapat dipahami dgn benar, ada jg yg berupa hal rahasia, setelah terjadi barulah bisa dgn benar dimengerti. Untuk itulah jangan segan utk bertanya pd Tuhan ketika kita berusaha utk memahami makna yg terkandung dalam firman Tuhan yg sedang kita renungkan.

Segan bertanya, bs diartikan beragam arti & penyebabnya. Bs karena takut dianggap sbg org ‘bodoh’, jadi diam saja biar dianggap sdh mengerti, ada jg karena sdh pernah dengar sblumnya dan diulang kembali, harusnya bs dianggap sdh dimengerti, atau, Yesus mnrut mereka sedang mengatakan sesuatu yang ‘sekedar cerita karangan’ karena banyaknya tekanan yang Dia hadapi dlm pelayanannya. Bgmna dgn kita, knpa kita kadang segan utk bertanya pd Tuhan? Mungkin pernah tanya tp belum dijawab Tuhan, mungkin takut utk menerima kebenaran bhw yg kira renungkan itu ternyata menjelaskan ttg dosa kita, atau jg ada alasan lainnya, tp lebih baik bertanya drpd nanti ketika terjadi sesuai ayat itu, kita tdk siap meresponi dgn benar, kebingungan dan akhirnya salah langkah dan melakukan dosa. Bertanyalah dan tunggu jawaban dari Tuhan itu datang, karena kadang kita kurang sabar menanti jawaban Tuhan.

Bersabar dlm menantikan jawaban Tuhan, ini yg perlu kita lakukan, jangan kita cepat untuk bertindak tanpa tuntunan Tuhan yang seharusnya jd pedoman kita dlm bertindak dan mengambil keputusan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bertanya Pada Tuhan