Rohani Tapi Masuk Neraka

DI 26082024

Matius 23:29, 33
Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh
Hai kamu ular-ular, hai kamu keturunan ular beludak! Bagaimanakah mungkin kamu dapat meluputkan diri dari hukuman neraka?

Tdk dapat menempatkan diri dari hukuman neraka? Berarti hampir pasti masuk neraka dan yg mengatakan itu adalah Yesus, yang berkuasa memasukkan org dlm surga atau neraka!

Ahli Taurat dan org Farisi, golongan orang yg begitu mendalami Taurat bahkan sudah mengajar pula, tapi peringatan yang Yesus berikan sungguh mengejutkan! Mereka tdk sanggup meluputkan diri dr hukuman yang ada di neraka! Kita yg membaca Alkitab, yg mgkin sekolah teologia, bahkan sudah pada level pengajar dan tergolong rohaniawan, yg kalau hidupnya spt para ahli Taurat dan org Farisi di zaman Yesus hidup, maka kita juga tdk bs meluputkan diri dr hukuman neraka. Salah satu sifat mereka yang Yesus ungkap adalah kemunafikan: “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, karena kamu menutup pintu-pintu Kerajaan Sorga di depan orang. Sebab kamu sendiri tidak masuk dan kamu merintangi mereka yang berusaha untuk masuk” (Matius 23:13).

Hindarilah diri kita, jgn menjd spt ahli Taurat dan org Farisi di zaman itu, buanglah semua kemunafikan jika itu ada dlm diri kita, justru seharusnya itu sejak lama kita singkirkan secepat mgkin. Jadilah diri kita sendiri yang rohani sejati, bukan berperilaku seolah org yg rohani tetapi sebenarnya munafik. Hebat tp jahat! Lebih baik menjd org yg sederhana tetapi murni, org yg baik dan bermotivasi yg baik pula, bukan berbuat baik karena punya suatu tujuan yg terselubung. Kejujuran itu lebih mulia drpd perkataan manis yg sering merupakan kebohongan yg disalut dengan kata-kata kosong dan sia-sia. Jgn sampai kita nantinya masuk neraka, sia-sia semua yg kita lakukan di dunia ini. Jgn jadi sebuah batu sandungan bagi mereka yg ingin bisa masuk surga! Jadilah teladan dan berkat yg menuntun org menemukan jalan kebenaran dan keselamatan kekal, bertobatlah jika kita sama spt ahli Taurat dan org Farisi di dalam ayat ini.

Tuhan yg tahu diri kita yg sebenarnya, jika masih Dia beri waktu dan kesempatan, mati hidup dlm kemurnian, tdk munafik, terhindar dr hukuman neraka!

Posted in Renungan | Comments Off on Rohani Tapi Masuk Neraka

Hanya Ingin Terlihat Rohani

DI 24082024

2 Timotius 3:5 ILT3
sambil mengenakan suatu bentuk kesalehan tetapi telah memungkiri kuasanya; dan, hindarilah hal-hal ini.

Hadir tapi tdk melakukan apa-apa, sekedar mengisi absensi, bisakah seorg murid dapat menjd pintar? Tidak mencatat, tidak belajar mengerti, tetaplah jadi siswa yg bodoh.

Gambaran ttg manusia di akhir zaman, ada yg spt dlm ayat di atas, terlihat rohani tetapi mengingkari dampak dr hidup rohani. Rajin berdoa sih tp tdk percaya doa itu berkuasa, rajin datang ibadah, tp tdk yakin beribadah itu ada manfaat terhadap hidupnya. Semua dilakukan supaya terlihat rohani, demi uang jajan, demi terlihat baik oleh orang banyak, supaya orangtua tdk marah, supaya suami atau istrinya senang, dsbnya. Sama seperti org yg mau menikah, rela dibaptis demi bisa pernikahannya diberkati di gereja, sesudah menikah, hampir tdk pernah ke gereja lagi utk beribadah. Yang penting agamanya sdh Kristen, aman, mertua sudah merestui. Hal ini diungkap rasul Petrus utk memberi suatu ‘warning’ atau peringatan bagi setiap kita, yang dimaksud dlm ayat ini bs saja terjd pd diri siapapun, termasuk kita, kalau apa yang kita pahami mengenai menjd seorg Kristen itu hanya sekedar memilih satu agama saja.

Terlihat rohani atau saleh, bs terlihat dalam diri para ahli Taurat di zaman Yesus berada dlm dunia ini. Mereka melakukan penyucian diri secara jasmani, tp tdk menyucikan hati dan karakter mereka. Terlihat saleh supaya dipuji dan dihormati masyarakat. Berdoa yg bertele-tele supaya terlihat pintar berdoa & mengarang kata-kata. Peringatan Yesus pd mereka ialah: “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran (Matius 23:27). Rajin beribadah dan melayani, tentu suatu kegiatan yg baik, tapi apakah semua itu membuat kita semakin termotivasi untuk hidup kudus dan mengasihi Tuhan? Ataukah demi kita terlihat rohani saja?

Tuhan tahu isi terdalam dlm hidup kita, tapi org lain bs tertipu dgn ‘kesalehan’ luar kita, apakah semua kesalehan itu dampak kasih kita pd Tuhan ataukah kesalehan palsu?

Posted in Renungan | Comments Off on Hanya Ingin Terlihat Rohani

Kekayaan Bukan Tuhan

DI 23082024

Amsal 11:28 ILT3
Siapa yang memercayakan diri pada kekayaannya, dia akan jatuh, tetapi orang benar akan bertunas seperti dedaunan.

Kekayaan itu suatu kebutuhan bagi seluruh manusia yg hidup di dunia ini, kebutuhan yg ada bs tercukupi jika kita memiliki kekayaan yg berlimpah.

Namun sbg org percaya kita diperingatkan utk tdk mempercayakan diri pd kekayaan yg kita miliki. Secara umum, jgn berpikir bahwa kalau kita punya kekayaan yg berlimpah, itu berarti hidup kita pasti bahagia, tentram dan aman. Benar bhw kekayaan itu bisa banyak menolong kesulitan hidup kita, namun tidak berarti kita menundukkan diri pd kekayaan itu. Dlm ayat ini: “Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya, tetapi yang menjadi kebinasaan bagi orang melarat ialah kemiskinan” (Amsal 10:15). Kekayaan yang dimiliki diumpamakan spt kota yg kuat, kuat bukan berarti tak bs ditaklukkan. Harta yang berlimpah takluk pd penyakit yg tdk terobati, takluk pd kesulitan besar yg akhirnya menjd suatu mimpi buruk bagi org yg memilikinya. Harta bukanlah solusi semua masalah, jadi inilah yg hrs kita pahami, harta berlimpah jg punya keterbatasan utk menjagai hidup kita dlm semua situasi.

Jadi ingatkah bhw ‘beriman’ pada kekayaan akan membuat kita jatuh. Demi kekayaan yg berlimpah, banyak orang jatuh: “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka (1 Timotius 6:10). Perlu uang beda dgn cinta uang, jagalah hati kita supaya jgn mencintai uang dan beriman kepadanya. Peringatan lain jg hrs kita waspadai: “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang … (2 Tim 3:1-2). Diperhamba uang membuat hidup kita selalu merasa tidak damai sejahtera, ini yg seringkali membuat bnyk org sulit tidur karena memikirkan kekayaannya, curiga dg semua org, bermaksud baik demi bisa ikut menikmati kekayaan yg dimiliki. Kehilangan kebahagiaan karna kekayaan yg berlimpah.

Di surga, kekayaan kita tdk mendpt tempat di dalamnya, apa yg kita perbuat dgn harta yg Tuhan percayakan pd kita, itulah yg lebih berarti utk kita usahakan dgn baik.

Posted in Renungan | Comments Off on Kekayaan Bukan Tuhan

Dosa Yang Sunyi

DI 22082024

Yakobus 4:17
Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Dosa seringkali dimaknai hanya sebatas 1 perbuatan jahat yg merugikan org lain atau org banyak, tetapi dlm ayat ini, definisi dosa jadi diperluas kriterianya.

Tahu hrs berbuat baik tp menahan diri untuk melakukannya, Tuhan perhitungkan itu jadi sebuah dosa bagi org tersebut. Walau orang ini diam saja, tdk berbuat yg merugikan org lain, tp ketika tdk mau berbuat yg baik, bisa dikatakan dia ‘mencuri’ yg adalah hak milik org lain. Misalnya, dalam satu kesempatan, kita sebenarnya bisa menolong org lain dgn apa yg kita miliki, tetapi kita menimbang & berpikir panjang hingga akhirnya tidak mau utk menolong org itu, kita ‘mencuri’ apa yg seharusnya org itu terima dari kita sebagai sebuah pertolongan. Seharusnya orang itu bs memuliakan Tuhan karena Dia memakai kita utk menjd perpanjangan tangan Tuhan, tapi karena kita menahan diri utk menolong, tdk ada ucapan syukur yg dinaikkan orang itu utk Tuhan. Keadaan org itu tdk berubah, dan dia tetap bergumul dgn apa yg sedang dia alami, entah apakah dia bs menang atau tidak, kita justru tdk peduli.

Hal yg perlu kita sadari adalah kalau kita dg sengaja menahan diri utk berbuat baik, hal itu menjadi sebuah dosa bagi kita, Tuhan yg akan memakai org lain utk berbuat baik jika kita tdk mau melakukannya. Dosa yg sunyi, kita diam tdk melakukan yg merugikan org lain, tapi di mata Tuhan, kita menolak untuk berbuat baik, itu disa disamakan dg memilih utk berbuat yg tdk baik. Kita bisa tetapi kita tdk mau, ini yg perlu kita waspadai. Sebagai pengikut Kristus, kita hrs menjd berkat bagi sesama kita, pd org-org yg membutuhkan dan yg mereka butuhkan itu ada pd kita, tapi kita menutup mata dan telinga, seakan kita tdk tahu apa-apa. Satu ayat yg mungkin bs menjelaskan: “Siapa menahan gandum, ia dikutuki orang, tetapi berkat turun di atas kepala orang yang menjual gandum (Amsal 11:26). Jgn kita hanya mementingkan diri sendiri tp berbagilah dgn sesama, sehingga nama Tuhan dimuliakan karenanya.

Berbuat baik itu sebuah kewajiban, asalkan kita punya kemampuan utk melakukannya, jgn menahan diri, lakukan dgn sukacita, Dia akan membalaskannya dgn adil.

Posted in Renungan | Comments Off on Dosa Yang Sunyi

Makna Melayani Seperti Yesus

DI 21082024

Matius 20:28
sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Apa itu melayani? Siapakah itu seorg yang disebut pelayan? Pengertian ttg 2 hal ini yg timbul dlm pikiran org bs berbeda-beda, tapi apa kata Alkitab ttg melayani?

Dlm bahasa aslinya, Yesus memakai 1 kata: diakoneō yg punya arti :to be an attendant that is wait upon’ (menjadi seorang petugas yg ditunggu-tunggu), dan ada bbrpa arti lain yang dimiliki kata ini, namun kita renungkan ttg makna yg disebutkan di atas. Gambaran yg sederhana, misalkan kulkas kita rusak & kita telah menghubungi service center dari merk kulkas yg kita beli, dijanjikan seorang petugas akan datang ke rumah kita dengan tujuan mengecek kerusakan dan kemudian akan memperbaiki kulkas kita. Petugas ini yg disebut ‘pelayan’. Yang dia kerjakan itu disebut ‘pelayanan’ dan tindakannya ialah ‘melayani’. Tuhan sudah bernubuat melalui para nabinya dlm PL bahwa Dia mengutus seseorg yg menjd Mesias bagi Israel, dialah yg ditunggu-tunggu kedatangannya. Tentu saja Mesias bukanlah spt manusia lainnya, artinya Mesias itu seperti ‘petugas’, diutus utk memerdekakan umat-Nya dari dosa dan maut.

Seorg petugas hrs punya kemampuan yang sesuai dgn bidangnya, itulah mengapa yang terlihat adalah Yesus disertai dgn kuasa dr tempat mahatinggi, mampu mengajar dan melakukan mujizat serta mengusir roh jahat yg di zaman itu sangat banyak terjadi. Yang selanjutnya adalah Yesus melayani, bukan hanya di sinagoga, tp di manapun Dua ada, di situ Dia jg mengajar dan melakukan bnyk mujizat. Melayani bukan hanya di gereja pd hari Minggu atau saat ibadah lainnya, tapi label ‘pelayan Tuhan’ itu melekat 24 jam dlm hidup kita, di dlm keluarga, kita tetap seorg pelayan Tuhan, di kantor, di perusahaan, di tempat umum, kita tetap seorg pelayan, jadi melayani bukan masalah lokasi: dlm atau di luar gedung gereja, di manapun kita berada, kita bs melayani sesuai dgn kemampuan yg kita miliki, memenuhi kebutuhan yg ada dan perlu tercukupi, itulah melayani spt Yesus.

Melayani Tuhan itu anugerah, melayani dlm keluarga itu sebuah kecintaan, melayani dlm gereja itu sebuah pengabdian , melayani di segala tempat, itulah melayani spt Yesus.

Posted in Renungan | Comments Off on Makna Melayani Seperti Yesus

Tidak Selalu Terang Benderang

DI 20082024

1 Samuel 16:1 (TB)
Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.”

Kebanyakan org ingin mendapat firman dari Tuhan yg jelas sehingga mudah dipahami & tdk perlu perenungan yg lebih dalam, namun Tuhan selalu punya alasan utk itu.

Kenapa tdk langsung sebut nama Daud? Ini menjd sesuatu yg bisa kita renungkan, dan ketika kita memahaminya, barulah kita dgn mudah mendalami hikmat Tuhan terhadap perintah yg Dia berikan pd Samuel. Metode yg kita gunakan adalah berapa pihak dalam perintah Tuhan ini yg disebutkan? Pertama, pihak Samuel yg menerima perintah, Tuhan ingin menunjukkan pada Samuel jgn terlalu yakin dgn penampilan luar seseorg, ini bisa kita lihat ketika dia memanggil satu persatu anak Isai dan dia menilai bbrpa dari mereka adalah yg Tuhan pilih, namun hingga akhir semua anak Isai dimunculkan, tdk satupun yang dipilih Tuhan, hingga akhirnya tersisa yabg paling bungsu yaitu Daud. Jgn menilai seseorg dr penampilan luarnya, tapi lakukan spt yg Tuhan tunjukkan: Dia melihat hati. Ini yg seringkali kita abaikan, memperlakukan org lain karena penampilan luarnya dan pd akhirnya kita terkecoh dan kecewa.

Kedua, pihak Isai, Tuhan ingin menegur Isai yg tdk menyertakan Daud saat semua anak laki-lakinya diminta Samuel utk menghadap dan akan diurapi sbg raja. Perlakuan anak yg berbeda dlm sebuah keluarga bukankah sesuatu yg baik. Hal ini bs kita lihat dr satu mazmur Daud: “Sekalipun ayahku dan ibuku meninggalkan aku, namun TUHAN menyambut aku” (Mazmur 27:10). Orangtua yg meninggalkan anak tentu sebuah tragedi yg memilukan, orangtua yg sengaja terpisah dgn anaknya sangatlah tdk diinginkan oleh anak manapun. Daud pernah merasakan hal itu dan dia justru mendekatkan dirinya pada Tuhan. Dari sini kita belajar, setahu apapun kita mengenal anak-anak kita, hanya Tuhan yg tahu masa depan mereka, yg terlihat baik dan punya talenta luar biasa, bisa aja nanti dilampaui oleh anak yg terlihat biasa saja & tdk begitu menonjol. Kasihi semua anak kita dgn kasih yg tulus dan didik mereka dengan benar demi masa depan mereka nantinya.

Apakah ada jawaban Tuhan yang kita sudah terima namun kurang detail? Berarti ada hal yg ingin Dia mau kita pahami, ketika kita dg penuh ketaatan melakukan sesuai yang Dia perintahkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tidak Selalu Terang Benderang

Hidup Karena Apa Kata Orang

DI 19082024

1 Samuel 18:8
Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya: “Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itu pun jatuh kepadanya.”

Saul dipilih Tuhan menjd raja pertama Israel dan itu suatu kehormatan sebenarnya, tapi Saul takut kehilangan dukungan dari rakyat dan pemuka masyarakat pd saat itu.

Ketakutan Saul kehilangan dukungan dapat terlihat dr dia memohon Samuel untuk mau mendampingi dia setelah ditegur Samuel di saat dia tdk mentaati sepenuhnya perintah Tuhan mengenai orang Amalek (1 Samuel 15:24-25). Saul takut pada rakyat, ini satu hal yg aneh, karena seharusnya rakyatlah yg hrs takluk pd raja. Jabatannya sbg seorg raja tdk lagi dipandang sbg pemilihan Tuhan atas dirinya, tetapi bergeser menjadi pikiran bhw kedudukannya sbg raja akan terancam bila rakyat mulai meninggalkannya. 2 sudut pandang yg saling bertolak belakang, Saul tetap memilih pemikiran bhw rakyatlah yang menjadikan dia sbg raja, bukan Tuhan. Akhir hidupnya sangat tragis, Saul mulai terlibat dlm beragam jenis dosa yg dibenci Tuhan & mati mengenaskan. Bahaya sekali kalau di dlm hidup kita, banyak dipengaruhi pikiran yg berdasarkan pd komentar org, akibatnya kita jatuh dlm berbagai dosa dan hukuman Tuhan menimpa kita.

Zaman ini ada golongan org yg spt Saul, org yg hidupnya sangat dipengaruhi org lain. Di medsos misalnya, ada orang yg begitu takut kalau kehilangan followers dan subscribers, apapun dilakukan utk tetap memilikinya dlm jumlah besar. Tak jarang aksi-aksi yg tidak normalpun dilakukan, dan tanpa sadar org itu mulai mengalami gangguan psikologis & berakhir mengenaskan. Jgn disalah artikan dgn mengabaikan apa kata dokter atau ahli di bidang apapun, ini berbeda. Tidak sedikit artis yg stress dgn komentar netizen, yang pada akhirnya membuat dirinya tertekan. Jd apa sikap kita? Komentar org yang baik bisa kita jadikan masukan dan nasehat, tapi yg tdk baik, komentarnya diabaikan saja, orang terkadang berpikir yg penting berkomentar, dampaknya spt apa ke yang mendengarnya, bukan tanggung jawabnya. Realita kadang memang ‘kejam’ dan tak berpihak pd kita.

Bacalah Alkitab lalu renungkanlah, nanti kita akan menemukan apa kata Tuhan tentang kita, jangan hidup mengikuti arus komentar org yg belum tentu benar ttg kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Karena Apa Kata Orang

Mendengar dan Mentaati

DI 16082024

1 Samuel 15:22 (ILT3)
Dan Samuel berkata, “Apakah YAHWEH senang dengan persembahan-persembahan bakaran dan kurban-kurban persembahan, sama seperti menaati suara YAHWEH? Ketahuilah, menaati lebih baik daripada mempersembahkan kurban! Mendengarkan lebih baik daripada lemak domba-domba jantan.

Apa yg Tuhan inginkan dari org yg sedang mendengar firman-Nya? Cukupkah hanya mendengar? Atau adakah respon lain yang ingin Tuhan dapatkan dari kita?

Ayat ini berlatar belakang raja Saul yg telah mendapat perintah Tuhan, tapi sebagian dr perintah itu yg ditaati. Hal ini yg perlu kita ingat dan renungkan: mentaati perintah yg Tuhan berikan itu tdk boleh sebagian saja yg dilakukan, itu dipersamakan dgn ketidak taatan, dinilai taat kalau melakukan seluruh isi perintah Tuhan yg diberikan pd kita. Yang Saul lakukan adalah fatal: mencampur yang Tuhan perintahkan dgn memasukkan logika berpikir manusiawinya, ini terlihat dari yang dia biarkan tetap hidup, tetapi menurut yang jd standart Tuhan, tindakan Saul ini adalah suatu pemberontakan melawan Tuhan, dan hukuman yg diberikan sangat berat: posisi Saul sbg raja Israel akan digantikan orang lain. Jadi kita jgn sampai kehilangan semua yg telah Tuhan percayakan pd kita karena kita tdk taat pd Tuhan dgn hanya sebagian dr perintah Tuhan yg kita lakukan. Jangan melawan Tuhan, kita pasti dihukum!

2 respon yg Tuhan inginkan dr orang yang mendengar firman-Nya: pertama, dengar dg penuh perhatian, artinya menyimak semua isi firman dgn baik, menganggap firman itu penting dan dihormati. Jangan asal dengar tp tdk masuk ke pikiran dan hati, dilupakan begitu saja. Mencatat bs menjd cara efektif supaya tdk ada bagian firman Tuhan yang terlewati atau terlupakan. Kedua, mentaati firman itu. Setelah mendengar dgn penuh perhatian, maka harus ditaati sepenuhnya. Sebagian isi firman bs langsung ditaati spt perintah jangan mencuri, tetapi ada firman yg perlu direnungkan secara dalam dahulu, setelah kita mendapatkan pengertian yang benar, kita bs mempraktekkannya sesuai dg yg Tuhan inginkan. Jgn kita mempraktekkan yg di luar dari yg Tuhan perintahkan, walau hal itu secara logika bs menguntungkan dan besar manfaatnya. Tuhan tdk butuh apapun dari kita, Dia punya segalanya, yg Dia ingin adalah ketaatan kita sepenuhnya.

Persembahan kita masih dibawah nilainya dr ketaatan kita pd firman-Nya, ketaatan yg kita tunjukkan adalah sesuatu yg berkenan di mata Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mendengar dan Mentaati

Jahat di Mata Tuhan

DI 15082024

Bilangan 22:32
Berfirmanlah Malaikat TUHAN kepadanya: “Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku menuju kepada kebinasaan.

Dalam bahasa aslinya, makna dari menuju kepada kebinasaan dlm ayat ini ialah sesat dan terburu-buru, terjemahan lain menulis sbg melawan Tuhan.

Kita hidup dlm dua dunia yang berlangsung bersamaan, dunia jasmani kita dan dunia yg sering disebut ‘dunia roh’, sesuatu yang kita lihat dgn mata jasmani kita, bisa berbeda dg apa yg Tuhan lihat. Dlm kisah ini, yg Tuhan lihat adalah Bileam telah ‘tersesat’ dan sdg menuju pd kebinasaan. Yang Bileam telah pilih dan lakukan adalah sesuatu yang jahat menurut pandangan Tuhan. Sesuatu yang tampaknya baik menurut pandangan kita, bs jadi berbeda menurut pandangan Tuhan yg melihat apa yg terjd di alam roh. Hal ini yg perlu kita waspadai, maka jangan heran ketika seseorg sdg berbicara ttg kerja sama dgn pihak lain yg akhirnya setelah dilakukan malah merugi bahkan bangkrut, yang Tuhan lihat adalah spt kita sedang berjalan menuju jurang yg tepinya tdk dibuat pagar. Yg oleh mata jasmani terlihat baik, belum tentu baik jg menurut pandangan mata Tuhan. Selalu libatkan Tuhan dlm perencanaan kita.

Tuhan biasanya memberikan peringatan yg berkali-kali sblum akhirnya bertindak untuk memberikan hukuman-Nya, namun justru kita seringkali tdk menyadarinya dan terus melanjutkan kesalahan atau dosa yg telah kita buat sebelumnya. Kalau Tuhan dengan sengaja membuka mata Bileam sehingga ia bs melihat apa yg sebenarnya ada di ‘dunia roh’ pd saat itu bhw Malaikat TUHAN berdiri menentang dia dgn menghunus pedang, itu karena Dia masih ingin Bileam tidak binasa karena pilihan-Nya yg salah. Tuhan sayang pd kita sehingga masih memberi peringatan karena Dia ingin kita bertobat. Tdk peka dgn peringatan Tuhan, membuat seseorg pasti mengalami kehancuran dlm hidupnya, atau mgkin tdk ada kesempatan lagi utk berpikir mau bertobat karena hukuman Tuhan bagi dirinya adalah kematian. Karena itulah, jgn keraskan hati, segeralah bertobat, kembali ke jalan Tuhan.

Pertobatan diawali dgn kesadaran diri kita bersalah dan telah melawan Tuhan. Jangan tidak waspada terhadap peringatan Tuhan yg Dia berikan supaya kita tidak mengalami yg buruk.

Posted in Renungan | Comments Off on Jahat di Mata Tuhan

Tuhan Memperlihatkan Wajah-Nya

DI 14082024

1 Petrus 3:12 ILT3
Sebab mata YAHWEH ada atas orang benar dan telinga-Nya tersedia bagi permohonan mereka, tetapi wajah YAHWEH melawan orang yang berbuat jahat.”

Dalam ayat ini ditunjukkan 2 macam respon Tuhan yg berbeda, Dia memperhatikan org benar dan mendengar permohonan mereka, tapi wajah-Nya menentang org yg berbuat jahat.

Wajah Tuhan melawan org yg berbuat jahat, ini bisa dimaknai sbg suatu respon ketidak sukaan Tuhan terhadap org jahat. Makna yg lain mgkin spt cerita superhero yang selalu muncul pd saat para penjahat menjalankan aksi jahatnya, berhadapan langsung. Tidak butuh Tuhan turun ke bumi utk melihat dan mendengar apa yg terjd pd org benar, tetapi terkadang Tuhan perlu langsung turun tgn sendiri utk menghukum kejahatan. Di dalam bbrpa catatan kisah dlm Alkitab, seringkali Tuhan ‘langsung’ menghukum org jahat dan Dia hadir di dunia. Contoh dlm ayat berikut: “Berfirmanlah Malaikat TUHAN kepadanya: “Apakah sebabnya engkau memukul keledaimu sampai tiga kali? Lihat, Aku keluar sebagai lawanmu, sebab jalan ini pada pemandangan-Ku menuju kepada kebinasaan (Bilangan 22:32). Bahkan dalam bbrpa kisah lain, Tuhan ikut ‘berperang’ dan memberikan kemenangan pd bangsa Israel.

Org benar adalah org yg berdamai dg Tuhan, artinya Tuhan dan org benar ada di pihak yg sama, dan tdk ada penghalang apapun yang bs menghalangi hubungan kedua pihak. Di dlm ayat ini dikatakan bhw mata Tuhan dan telinga-Nya tertuju pd org benar, perhatian Tuhan ada pd org benar, apapun yg sedang dialami, semuanya tdk lepas dr pandangan mata Tuhan. Demikian jg saat orang benar ini menaikkan doa permohonan pada Tuhan, maka Tuhan memperhatikan doa mereka & melepaskan mereka dr yg jahat. Wajah-Nya bukan menunjukkan kemurkaan, tapi kasih yg memberi damai di hati org-org benar. Ini mudah dipahami spt raut wajah orangtua yg terlihat disesuaikan dgn apa yg kita lakukan sebelumnya. Tuhan tdk mentolelir semua yg org jahat lakukan, wajah-Nya menentang & siap memberikan hukuman, tetapi Dia akan mengasihi semua org benar.

Ingin ‘melihat’ raut wajah Tuhan yg seperti apa? Jangan melihat wajah yg murka, tapi biarlah sepanjang hidup kita, melihat wajah Tuhan yg penuh kasih terhadap kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Memperlihatkan Wajah-Nya