Dasarnya Memang Tidak Suka

DI 30032024

Matius 12:22, 24
Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat.
Tetapi ketika orang Farisi mendengarnya, mereka berkata: “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.”

Di hidup ini, ada org yg suka dan ada juga yg tdk suka terhadap kita, mereka yg tidak suka cenderung berusaha utk membuat kita hidup dlm ketidak nyamanan,

Dasarnya memang sdh tidak suka, semua yg dibicarakan ttg kita biasanya sesuatu yg tdk benar, yg buruk, yg mengada-ngada. Bahkan mgkin kalau kita punya masa lalu yg pernah kita berbuat salah, hal itu ‘digoreng’ supaya org lain kehilangan rasa hormat pd kita. Ini tentu sangat menyebalkan, saat di nana kita sudah ingin melupakan masa lalu itu, orang lainpun sudah melupakannya, tiba-tiba ada org yg mengungkitnya lagi, ditambah lagi dg gosip-gosip yg sumbernya tdk jelas, rasanya kadang kita sudah hilang kesabaran dan ini bisa membuat kita emosian dan tdk lagi bisa mentolelir apa yg org itu perbuat. Kisah dlm ayat di atas sangat jelas mencerminkan hal ini, dasarnya memang sudah tidak suka, hal baik yg dilakukan Yesuspun dibantah dan jg memfitnah Yesus dgn mengatakan bhw Dia melakukannya dgn kuasa Beelzebul. Apakah Yesus berdiam diri dgn fitnahan yg tentunya sangat keji itu?

Ada pandangan yg umumnya kita dengar ttg kalau kita difitnah orang lain: “Sudah, biarkan saja, nanti kebenaran jg akan muncul, jangan ikut heboh. Di satu sisi pandangan ini baik & sebagian org melakukannya. Tetapi dlm hal difitnah, Yesus saat itu tdk diam, Dia lakukan pembelaan diri dgn memberikan beberapa dalil supaya yg memfitnahnya terbungkam. Jadi kita hrs berhikmat, kapan saatnya diam ketika difitnah, kapan waktunya melakukan pembelaan diri, keduanya punya dampak yg kita harapkan bagus utk kita. Diam tdk bisa selalu tepat, demikian juga dgn membela diri saat ada fitnahan terhadap kita, berusahalah untuk tetap tenang, hati panas tetapi kepala tetap dingin, jangan asal membalas, justru bisa tambah membuat rumit situasi, ingatlah bhw Tuhan membela org benar, serahkan pd Tuhan mengenai hal pembalasan, mungkin nantinya org itu dijamah Tuhan dan bertobat, ini hal yg baik, bukan?

Mengikuti emosi yg panas, tentu bukan satu hal yg bijak, percayalah Tuhan ingin kita ada dlm damai sejahtera-Nya, berhikmatkah dlm memilih bgmna sikap kita menyikapi hal itu.

Posted in Renungan | Comments Off on Dasarnya Memang Tidak Suka

Cara Memahami Alkitab

DI 28032024

Kisah Para Rasul 8:29-31
Lalu kata Roh kepada Filipus: “Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!”
Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: “Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?”
Jawabnya: “Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?” Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.

Anjuran untuk membaca Alkitab pasti sering kita dengar, tapi kebanyakan dari apa yg kita baca, sekedar dibaca tanpa bisa memahami apa makna dari ayat dan pasalnya.

Sida-sida dr Etiopia, bukan org Yahudi, tetapi saat itu dia membaca kitab Yesaya tapi tidak mampu utk mengertinya. Ini sesuatu yg luar biasa, org bukan Yahudi tp berusaha utk bisa mengerti isi kitab nabi Yesaya. Atas perintah Roh Tuhan, Filipus akhirnya pergi mendekati sida-sida itu dan menerangkan pengertian & akhirnya sida-sida ini menjd percaya dan dia dibaptis. Mujizat terkadang tidak membawa seseorg pd pertobatan dan percaya pd Injil, org hanya ingin mengalami kesembuhan dan mujizat, tetapi utk percaya pd Yesus, mereka berpikir itu sesuatu yg bukan tujuan yg mrka inginkan. Kita melihat bgmna lebih dr 3000 org pd hari Pentakosta, ketika Roh Kudus itu turun memenuhi mereka yg berdoa bersama para murid Yesus, Petrus berkhotbah, berita Injil dinyatakan, mereka memberi diri untuk dibaptis, bukan karena mujizat, kesembuhan atau yg lainnya, tp karena mengerti isi berita Injil.

Ada tahapan yg bs kita pelajari dr ayat yang kita baca, bgmna bisa mendapatkan sebuah pengertian yg benar dr apa yg kita baca dlm Alkitab. Pertama, miliki dorongan Roh Kudus utk membaca Alkitab, spt Roh Kudus dengan menyuruh Filipus membimbing sida-sida itu, demikian jg membaca Alkitab sebaiknya kita dasari bukan utk ‘kejar target’, tp rindu dapat pengertian dr apa yg kita baca. Kedua, tekun membaca Alkitab walau belum mengertinya. Sida-sida Ini tetap tekun membaca walau dia tdk mengerti, tp ketekunannya membuahkan hasil, Filipus diutus utk membimbing dia dlm memahami isi kitab Yesaya. Ketiga, siap utk dibimbing oleh org yg kompeten dlm hal isi Alkitab, artinya bs membantu utk mengerti tanpa lari atau keluar dr konteks isi pasal & ayatnya. Memang tdk bs dgn sembarang org utk dibimbing, karena rawan terjd salah dlm memahaminya. Keempat, sediakan waktu di dalam usaha mengerti apa yg kita baca, ada kesabaran dan hati yg terbuka utk dibimbing sehingga pada saatnya, kita mengerti makna dr apa yg kita baca.

Banyak hal yg masih belum bs dipahami dlm membaca Alkitab, jika bukan hari ini, sabar & tunggu cara Tuhan yg akan memberikan kita pengertian, lewat org-org yg benar-benar dg metode yg benar menjelaskannya utk kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Cara Memahami Alkitab

Asal Dapat Uang

DI 27032024

Matius 28:13-15
dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.”
Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Uang dan kekuasaan, keduanya bs mengatur hidup manusia sesuai dgn apa yg diinginkan oleh org yg memiliki keduanya, ayat yg kita baca menjadi salah satu contohnya.

Para penjaga kubur Yesus diperintahkan utk sengaja mengabarkan berita bohong perihal kebangkitan Yesus. Disusunlah satu cerita di saat itu bahwa mayat Yesus sengaja diambil atau dicuri oleh para murid-Nya. Tentu saja mereka jg menerima sejumlah uang supaya ‘tutup mulut’ atas fakta yg sebenarnya terjadi mengenai kebangkitan Yesus. Pengaruh yg dimiliki uang sangat luar biasa, siapa yg tdk menginginkan uang? Tetapi kalau uang yang kita terima adalah uang untuk melakukan hal yg salah atau bahkan melawan hukum, uang ini tentunya bukan menjadi berkat bagi hidup kita, di hadapan Tuhan nanti kita harus bisa mempertanggung jawabkannya. Lolos dari penghakiman dunia, tapi tetep tdk bisa lolos dr penghakiman Tuhan. Tetapi bnyk org yg tidak memiliki rasa takut sama sekali karna merasa masih berumur panjang, Pikiran yg sesat menguasai mereka: nikmati dulu baru nanti bertobatnya, rugi donk kalau bertobat sekarang!

Selain mendapatkan uang, mereka jg dijamin mendapat perlindungan imam-imam kepala yg menyuruh mereka, ini bicara ttg pengaruh kekuasaan yang sanggup melindungi semua yg terlibat dlm rencana jahat yg disusun dgn begitu rapinya. Hal ini mgkin pernah ditemui dlm keseharian kita, persekongkolan tingkat tinggi yang melibatkan org-org dr level tinggi hingga yg rendah, semuanya sulit utk dapat diungkapkan, karena semuanya sdh bekerja sama utk menutupi semuanya. Di sinilah yg hrs kita perhatikan dan waspadai, godaan yg datang pd kita utk melakukan sesuatu yang adalah salah dan dosa, yg disertai dgn uang dlm jumlah besar serta perlindungan orang yg memegang kekuasaan, apakah kita bisa menahan diri utk tidak mengikuti godaan itu dan tetap memegang prinsip bhw kita hanya mengerjakan sesuatu yg benar, tdk melawan hukum dan uang yg kita terima adalah hasil kerja kita yg benar?

Tidak seorangpun bs lolos dr penghakiman Tuhan, jgn bermain-main dgn pikiran kita yg sudah terpesona oleh godaan kekuasaan & yang yg banyak, mata Tuhan melihat!

Posted in Renungan | Comments Off on Asal Dapat Uang

Menyikapi Tanda Alam

DI 26032024

Matius 27:51
Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,

Matius 28:2
Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.

Beberapa hari lalu kita mendengar berita ttg terjadinya gempa di Jawa Timur dg skala yg cukup besar, dan beberapa kalangan ada yg percaya bhw ada makna dibalik gempa yang terjadi.

Bencana alam oleh bbrpa pihak dimaknai dg negatif, misalnya sbg wujud amarah Tuhan, karena ada dosa besar yg terjd di wilayah yg terkena gempa. Dalam ayat perenungan kita, gempa terjadi saat Yesus mati disalibkan & juga saat malaikat turun ke kuburan Yesus & menggulingkan batu penutup kubur itu. Jadi apakah bisa dianggap bhw terjadinya gempa itu bukan sekedar proses natural alam saja? Atau hrs selalu diselidiki mengapa terjd dan apakah ada faktor dr manusia sbg penyebab hal itu terjd? Tentu secara logika, kita selalu akan menganggap terjadinya gempa karena faktor alam semata, tetapi pola pikir bbrpa pihak yg memaknai ada faktor Tuhan dan jg manusia di balik semuanya, ini jg tdk dapat disalahkan. Lalu bgmna kita membedakan keduanya supaya jika memang gempa terjd karena faktor Tuhan, kita tdk kehilangan apa yg Tuhan ingin katakan melalui peristiwa itu?

Kalau kita melihat dalam Alkitab, jika Tuhan ingin menghukum, biasanya masih diberikan peringatan awal sblum itu terjd, dgn sebuah harapan bhw manusia bs bertobat dan tidak perlu terjd penghukuman Tuhan. Contoh yg bs kita temukan adalah saat Tuhan dengan sengaja menemui Abraham sblum hukuman atas Sodom dan Gomora terjd. Nuh ditemui Tuhan utk membuat bahtera karena Tuhan akan menghukum dunia dgn air bah, Tuhan jg mengutus Yunus ke Niniwe sebelum Dia akan menghukum mereka. Jadi sblum satu peristiwa bencana alam terjd sbg hukuman dr Tuhan, biasanya Dia akan bicara pd org yg Dia pilih dan menyerukan pertobatan. Dalam kitab Wahyu, apa yg terjd dgn alam bumi ini jg menjd pertanda bahwa Tuhan melakukan sesuatu di surga dan efeknya terjd bencana di bumi ini. Tdk bs disalahkan kalau ada yg menganggap sebuah bencana alam terjadi diakibatkan dosa manusia.

Bencana alam bs terjd kapan saja, yg harus kita sikapi adalah bertobat dr kesalahan kita yg berakibat buruk pd keadaan alam tempat di mana kita tinggal.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyikapi Tanda Alam

Jangan Bermain Mata

DI 25032024

Matius 5:29-30
Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

Apakah ayat ini mengandung makna secara tertulis ataukah ada pesan di dalamnya? Ini suatu hal yg tdk mudah kita jabarkan, karna jika dilakukan sesuai dgn yg tertulis, banyak org akan cacat tentunya.

Kebanyakan org pasti sepakat bhw untuk tdk melakukan ayat ini secara tertulis, karna tiap org masih perlu mata dan tangan, tanpa itu sulit utk beraktifitas secara normal dan tidak bs menikmati hasil dari jerih lelah dlm hidup ini. Yg menarik adalah Yesus menyebut dua bagian dr anggota tubuh kita saja yg mampu membuat seluruh tubuh kita masuk neraka. Tentu ini bukan tubuh jasmani yg nanti kita tinggalkan saat meninggal, tp tubuh kekal yg tercipta saat pengadilan Tuhan itu tiba untuk semua org: “Ada tubuh sorgawi dan ada tubuh duniawi, tetapi kemuliaan tubuh sorgawi lain dari pada kemuliaan tubuh duniawi.” (1 Korintus 15:40). Itulah mengapa sebagian besar doktrin di gereja-gereja lebih mengakui penguburan daripada kremasi. Ini bs jg terlihat dr sesaat setelah kematian dari Yesus saat disalibkan: “Yesus berseru pula dengan suara nyaring lalu menyerahkan nyawa-Nya. Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, mereka pun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.” (Matius 27:50-53).

Jadi perhatikan mata dan tangan kita, yang kita lihat dan kita kerjakan, dua hal ini punya dampak serius ttg arah kekekalan kita, nanti ke arah surga atau neraka. Banyak dosa yg berawal dr apa yg kita lihat, masuk pikiran & memerangi hati nurani kita. Mana yang lebih kuat akan menentukan apakah tangan akan melakukan sesuatu yg berdosa atau tdk. Jd hati-hati dgn apa yg kita lihat. Yesus dengan tegas menyebut ttg mata kanan, sisi kanan selalu mengandung makna yg mulia, benar, dsbnya. Pemisahan ‘kambing dan domba’ di akhir zaman menjd contoh bgmna golongan ‘domba’ dipisahkan ke sisi kanan. Pesan yg kita dapat adalah bhw mata kita hrs dipakai utk mengarahkan kita berjalan menuju arah surga, bukan neraka, mata janganlah dipakai utk memancing hawa nafsu dan kedagingan yg akhirnya melawan hati nurani, shga kalau godaan lebih kuat, maka kita cenderung utk berbuat dosa dgn tangan kita.

Bagian tubuh lain yg penting kita jaga penuh adalah lidah kita, waspadalah dgn perkataan yg kita ucapkan, karena seringkali lidah juga membuat kita berdosa pd Tuhan & melukai org lain dgn perkataan yg kita ucapkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Bermain Mata

Menjadi Sempurna

DI 23032024

Matius 5:48
Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Tidak ada manusia yg sempurna, ini sebuah pengakuan yg di-aminkan oleh semua orang, tp mengapa Tuhan Yesus menyuruh kita utk menjadi sempurna?

Membaca ayat ini memang perlu ketelitian, karena kalau salah menafsirkannya, kita bs berkata bhw ayat ini mustahil utk dilakukan. Kuncinya ada di kalimat terakhir: sama spt Bapamu yg di surga adalah sempurna. Yang bs kita pelajari adalah ini: Bapa itu sempurna dan Dia ada di surga. Jadi kesempurnaan yg Tuhan maksudkan adalah sempurna seperti Bapa di surga, sesempurna apa Bapa kita di surga? Di surga tdk boleh ada dosa, di surga semuanya kudus, di surga semuanya mulia. Sedangkan kita masih hidup di dunia, masih ada dosa, kita punya kelemahan, keburukan, dsbnya. Jadi kesempurnaan kita itu berbeda dgn kesempurnaan Tuhan, karena Dia ada di surga, sementara kita ada di dunia. Bgmna kita jadi sempurna di tengah dunia yg penuh dosa ini? Maka teladan Yesuslah yg menjadi patokannya, karena Yesus pernah hidup dlm dunia ini.

Mari kita lihat ayat ini: “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa (Ibrani 4:15). Jd sempurna yg dimaksud adalah tidak berbuat dosa walau kita dicobai utk itu. Lihat org lain bebas dgn keinginan berbuat dosa terus menerus, kita tdk berpikiran sama dgn mereka. Tapi fakta yg ada, kita masih melakukan dosa jg, jadi apakah kita tdk bs jd sempurna? Dg secara logika, tentu jawabannya mustahil untuk jadi sempurna, tapi mari kita renungkan hal ini: dlm beraktifitas, tubuh kita mgkin saja menjd kotor, itulah sebabnya kita setiap hari mandi utk membersihkan diri. Setelah mandi, tubuh kita jadi bersih kembali. Dlm hidup ini masih berbuat dosa, tdk setiap kali bs menahan diri utk berbuat dosa, dlm keadaan ‘kotor’ inilah, kita perlu ‘mandi’, yaitu menyucikan diri dgn mengakui dosa & menerima pengampunan dosa dr Tuhan.

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yohanes 1:9).

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Sempurna

Susah Hidup Kudus?

DI 22032024

Galatia 5:16-17 ILT3
Dan aku berkata, hiduplah dalam Roh, dan kamu sekali-kali tidak akan memenuhi hasrat kedagingan.
Sebab daging berhasrat melawan Roh, dan Roh melawan daging, dan hal ini berlawanan satu dengan yang lain, sehingga apa yang tidak kamu inginkan, itu yang kamu lakukan.

Topik ttg kekudusan memang hal yg selalu menimbulkan perbedaan pendapat, mudah atau susah utk hidup kudus di zaman yang berkembang begitu pesat, dosa atau tidak kadang sudah bergeser kriterianya.

Sbg org Kristen, kita hrs mampu utk menilai apakah sesuatu yg dilakukan itu suatu dosa atau bukan. Hal yang org banyak lakukan itu belum tentu sesuatu yang benar. Tergantung pd lingkungan di mana kita berada, misalnya kalau di satu lingkungan bohong itu dinilai 1 hal yg biasa, maka bohong bukan lagi suatu dosa, tetapi menjd satu kebiasaan yg biasa org lakukan tanpa merasa berdosa. Bahkan kita mengenal istilah ‘dosa berjemaah’, dosa yang dilakukan bersama-sama dlm sebuah lingkungan, hampir semua org di lingkungan itu terlibat di dalamnya, saling melindungi & saling menutupi. Maka kita hrs kembali pada kebenaran dr firman Tuhan, di dalamnya ada kita temukan bbrpa perbuatan yg pasti ialah sebuah dosa. Tapi bgmna yg tdk disebutkan karena di zaman itu belum ada kemajuan & perkembangan spt zaman ini? Belum lagi ini ditambah dgn penafsiran yg berbeda ketika masing-masing org menafsirkan ayat dalam Alkitab.

Ayat ini mengajar kita utk hidup dalam Roh, jadi hidup mengikuti apa yg Roh Tuhan beri petunjuk pada kita. Bukan lagi standart yang manusia tetapkan, tp yg Tuhan tetapkan utk kita. Misalnya, kalau manusia menganggap sesuatu itu adalah dosa kalau sudah dalam wujud sebuah perbuatan, maka standart yg Tuhan punya adalah bhw meskipun itu baru muncul dlm hati dan pikiran, itu sudah sama dgn berbuat dosa. Kita bisa lihat dalam ayat ini: “Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.” (Mat 5:27-28). Maka kita akan lebih mudah menentukan 1 hal itu dosa atau tidak, kalau kita mengikuti standart yg Tuhan tentukan. Jika bohong itu dosa, maka ‘bohong putih’ itu tetaplah dosa meskipun tujuannya ‘positif’, tapi berkata hal yg tdk benar, itu sebuah dosa.

Standart apa yg kita pakai sbg pedoman dlm kehidupan kita? Gunakan standart dr Tuhan, ini yg paling akurat utk tidak membuat kita bingung mengenai apakah hal itu ialah satu dosa atau tidak.

Posted in Renungan | Comments Off on Susah Hidup Kudus?

Yang Sesungguhnya

DI 21032024

Markus 5:6-8 (TB)
Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,
dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!”
Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!”

Ternyata siapa kita yg sesungguhnya bukan terlihat dr fisik atau yg melekat padanya, tapi yang terlihat dalam alam ‘roh’, dan tentu saja ini tdk bs terlihat oleh mata jasmani kita.

Roh jahat ini mengenali Yesus sebagai Anak Allah Yang Mahatinggi, dan memohon untuk tdk menyiksanya, bukan spt manusia yg pd umumnya mengenali Yesus hanya sebatas seorg nabi, guru atau anak dr Yusuf & Maria semata. Manusia lebih mementingkan yang terlihat oleh mata jasmani, dari yang melekat di tubuh, bs dinilai apakah seseorg itu orang kaya atau miskin, dr harta benda miliknya, bs dinilai apakah ini org kaya biasa atau sangat kaya. Dari cara bicara, menyelesaikan suatu masalah, bs dinilai seseorg itu berhikmatkah atau bodoh. Tapi apakah semua itu penting? Yang kita punya itu bisa datang dan hilang dlm sekejap mata, penilaian orang terhadap kita bs saja berubah-rubah seiring keadaan kita yg dinamis. Jadi lebih penting keadaan kita dlm alam ‘roh’, siapa kita di mata Tuhan dan iblis beserta anak buahnya. Ini tentang apa yg kita miliki di alam roh.

Seorg hamba Tuhan belum tentu lebih baik kedudukannya di alam roh dibandingkan dg jemaatnya sendiri. Kita ingat kisah Ayub yg hanya seorg pengusaha kaya, tapi Tuhan dg tegas mengakui bhw Ayub seorg yg sangat saleh, tdk ada org lain yg menyamai Ayub di dlm hal ini (Ayub 1:8). Bukankah yg hrsnya lebih saleh itu mereka yg berkutat di bidang rohani, tp knpa justru seorg pengusaha yang diakui Tuhan sbg yg tersaleh di muka bumi? Inilah perbedaan antara yg terlihat mata dgn yg sesungguhnya terlihat di alam roh. Dapat kita ingat jg ttg pengemis Lazarus dan orang kaya, ternyata yg hidupnya sengsara di dunia justru masuk dlm kesenangan di alam stlah seseorg mati. Jadi apa yg kita kejar? Semua yg bisa membuat org mengagumi kita? Atau kedudukan kita di alam roh? Keduanya harus seimbang, kita masih hidup di dunia, tp juga nanti kita akan meninggalkan dunia ini, jadi kita mgkin bs meniru Ayub sebelum dia diuji yaitu dia kaya tetapi juga saleh.

Kejarlah apa yg mendatangkan keuntungan positif bagi kita, seimbang antara kemajuan dlm hidup jasmani dan rohani, jgn mengejar hal-hal yg sia-sia.

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Sesungguhnya

Tuhan Tidak Peduli?

DI 20032024

Markus 4:37-38
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”

Ketika taufan mengamuk, para murid sangat ketakutan karena mereka berpikir di saat itu mereka akan mati, dan ketakutan mereka itu membuat mereka berpikir kenapa Dia diam?

Hal serupa mgkin jg ada dlm pikiran kita di saat menghadapi jalan buntu dlm masalah & dihadapkan pd kemustahilan, kenapa Tuhan diam dan tdk peduli? Dlm kisah ini Yesus di dlm keadaan tertidur setelah sepanjang hari mengajar org banyak, biasanya kalau orang sampai tertidur, lelahnya itu sudah tdk dapat ditahan, tubuh secara otomatis ‘memaksa’ seseorg utk tidur pulas, tidur yg bs membuat seseorg tdk tahu apa yg sedang terjadi. Tapi benarkah Yesus tdk tahu bhw saat itu terjadi taufan yg mengamuk? Meskipun Dia dalam rupa manusia, Dia tetaplah Tuhan yang tahu segalanya, pasti Yesus tahu saat itu semua orang sdg berjuang mempertahankan nyawa masing-masing, tapi Dia tdk bereaksi sblum para murid membangunkan Dia. Pasti Tuhan punya alasan tersendiri belum bertindak dan barulah ketika tiba waktunya, Dia bertindak dan hanya sekejap saja, badai itu berhenti.

Tuhan diam karena Dia ingin menguji iman kita, seberapa kita percaya bhw Dia sanggup menyelesaikan semuanya. Namun yg harus kita perhatikan saat mengalami masalah yg berat adalah; jangan punya pikiran yg negatif dan salah ttg Tuhan. Kalau iman kita murni & besar, seberat apapun keadaan yg kita alami, kita bs tetap tenang, berdoa, dan berseru pd Tuhan dan yakin Tuhan peduli dg apa yg sdg kita alami. Iman yg murni bs membuat kita yakin bhw sekalipun akhirnya kita mati, Dia sanggup utk membangkitkan kita kembali, jadi kita punya keyakinan bhw sekalipun dlm pandangan manusia itu sdh terlambat, tetapi bagi Tuhan itu belum terlambat. Kisah Yesus membangkitkan Lazarus yang sudah 4 hari dikuburkan, sdh terjd rangkaian reaksi tubuh yg biasa dialami org yg sudah mati, bisa jadi sebuah contoh bhw jika Tuhan ‘sengaja’ utk diam dan tdk bereaksi terhadap masalah yg kita hadapi, bukan berarti Dia tdk peduli.

Waktu Tuhan pasti yg terbaik, yg penting kita jgn kehilangan iman, tetap percaya Dia beri yg terbaik, sekalipun km menurut pandangan manusia bhw semuanya sdh terlambat, tapi bagi Tuhan, semuanya tepat waktu.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Tidak Peduli?

Istirahat itu Penting

DI 19032024

Markus 4:37-38
Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: “Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?”

Yesus sedang tertidur ketika ada taufan yg mengamuk, sebelumnya Dia baru selesai utk mengajar di tepi danau. Apa pelajaran yang bs kita ambil dr kisah ini?

Fokus kita adalah saat Yesus tertidur, inilah salah satu sisi ke-manusiaan Yesus saat Dia masih ada di dunia ini, Dia bs lapar, ngantuk, haus, dsbnya, seperti manusia pd umumnya. Fisik yg lelah biasanya ‘memaksa’ seseorang utk tidur supaya saat bangun, tubuh kembali dlm keadaan yg segar utk beraktivitas nanti. Yesus butuh tidur setelah lelah mengajar di tepi danau karena hari itu sudah petang. Ini hal yg jarang org perhatikan: ada waktu utk beristirahat setelah beraktivitas, baik setelah bekerja, mengurus rumah, bahkan melayani Tuhan pun butuh waktu istirahat. Biasanya gereja menjadikan hari Senin sbg ‘hari libur’ bagi para ‘full timer’nya setelah dr hr Selasa hingga Minggu bekerja melayani kebutuhan jemaat dan juga ibadah. Istirahat yg cukup & berkualitas menjd sebuah kebutuhan semua org supaya jgn karena kesibukan yg teramat lelah, tubuh menjd lemah dan rentan mudah sakit.

Dunia kedokteran secara umum berkata bhw jam tidur ideal adalah 8 jam: jam 10 malam hingga 6 pagi. Saat tidur inilah ada waktunya organ-organ tubuh beristirahat bekerja serta mengembalikan kebugaran tubuh saat nanti bangun dr tidur. Jgn memaksakan tubuh utk beraktifitas secara berlebihan, dampaknya baru terasa bbrpa tahun ke depan. Saat usia muda mgkin belum terasa dampaknya, tapi saat memasuki usia 30 tahun ke atas, baru bs terasa dampaknya, apalagi diperburuk dg pola hidup serta pola makan yg tdk baik, ini bahkan bs memperpendek umur seseorang. Jadi kalau Yesus saja tahu utk beristirahat setelah beraktifitas, kita pun perlu lakukan hal yg sama, jgn rusak tubuh kita, itu adalah modal yg harus kita jaga, kalau tubuh sakit, aktifitas pasti terganggu, bekerja jadi tidak maksimal, bahkan pelayanan jd terhambat. Kalau umur kita panjang, kita bisa melayani Tuhan lebih lama lagi.

Terapkan pola hidup dan pola makan yang baik, miliki waktu utk beristirahat, kalau kita sehat, kita bs lakukan apapun dgn bebas, ini sesuatu yg penting utk kita perhatikan.

Posted in Renungan | Comments Off on Istirahat itu Penting