Berkata Benar Tentang Tuhan

DI 11072022

Ayub 42:8-9
Oleh sebab itu, ambillah tujuh ekor lembu jantan dan tujuh ekor domba jantan dan pergilah kepada hamba-Ku Ayub, lalu persembahkanlah semuanya itu sebagai korban bakaran untuk dirimu, dan baiklah hamba-Ku Ayub meminta doa untuk kamu, karena hanya permintaannyalah yang akan Kuterima, supaya Aku tidak melakukan aniaya terhadap kamu, sebab kamu tidak berkata benar tentang Aku seperti hamba-Ku Ayub.”
Maka pergilah Elifas, orang Téman, Bildad, orang Suah, dan Zofar, orang Naama, lalu mereka melakukan seperti apa yang difirmankan TUHAN kepada mereka. Dan TUHAN menerima permintaan Ayub.

Tentu kita ingin menjd org yang permintaannya akan diterima Tuhan, dari kisah Ayub kita dapati ada 2 kriteria khusus yg membuat Ayub menjadi org yg permintaannya didengar Tuhan.

Tentu Ayub bukan org yg sempurna, dari 2 ujian yg dialaminya, dia hanya sukses 1x dan ujian yg kedua dia gagal tp ditolong oleh Tuhan sendiri, jd 2 kriteria ini memang apa yang Tuhan sendiri i ingin dapati dlm diri setiap kita. Pertama, org yg menjadi hamba di hadapan Tuhan, artinya orang yg hidupnya utk Tuhan, hidup yg taat & berkenan di hadapan Tuhan. Ini bukan soal menjd fulltime atau bukan, tp ini ttg mengabdikan diri pd Tuhan dgn hidup benar di hadapan Tuhan. Apapun yg jd profesi kita, berapapun usia kita, di manapun kita berada, yg kita lakukan, yg kita perkatakan, kita lakukan utk Tuhan dan memuliakan Tuhan. Kita mgkin org yg kaya di hadapan manusia, kita mgkin org yg punya kekuasaan dan pengaruh yg besar, tp ketika berhadapan dgn Tuhan, semua itu tidak kita banggakan karena kita tahu bahwa itu adalah kepercayaan dr Tuhan, apa yg Tuhan percayakan, kita kelola dgn baik, memberi bnyk keuntungan bagi Tuhan dan sesama, kita juga berani untuk mempertanggung jawabkannya di hadapan Tuhan nanti. Jgn ada kesombongan di hadapan Tuhan, justru kita akan direndahkan & tdk bs Tuhan pakai secara maksimal.

Kedua, berkata yg benar ttg Tuhan. Ini hal yg tdk sulit jika kita suka membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap hari, punya hubungan dgn Tuhan yg intim dan bertumbuh. Spt kita bergaul dgn teman kita, makin bnyk kita berkegiatan dan menghabiskan waktu bersama, kita akan makin tahu dan mengenal pribadinya lebih dalam. Utk bs berkata benar ttg Tuhan, perlu bergaul karib dgn Tuhan, melewati proses dan ujian, kita lihat karya Tuhan, kita lihat bgmna cara Tuhan saat Dia memberikan solusi bagi kita. Dari sejarah yg kita baca melalui Alkitab, kita belajar sifat dan karakter Tuhan, apa yg jd kehendak-Nya dan apa yg tdk Dia sukai, dan masih bnyk hal lainnya. Dr pengalaman berjalan dlm Tuhan, kita bersaksi ttg Tuhan dan kuasa-Nya, shga org lain jg makin tahu ttg pribadi Tuhan melalui kesaksian dan jg sharing yg kita bagikan. Org yg bnyk bicara ttg Tuhan belum tentu berkata yg benar ttg Tuhan. Tentu ini butuh proses dan pertumbuhan, waktu yg panjang untuk terus belajar makin mengenal pribadi Tuhan. Menjd berkat bukan sekedar bisa memberi hal yg sifatnya materi atau uang, tapi membagikan pengetahuan yg benar ttg Tuhan, ini jg perlu kita miliki.

Menjd hamba dan berkata yg benar ttg Tuhan, keduanya perlu kita miliki, shga kita makin lama makin bergairah bergaul dgn Tuhan karena Dia mendengar dan menerima permintaan yang kita ajukan pada Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Berkata Benar Tentang Tuhan

Jangan Kira Hanya Sekali

DI 09072022

Ayub 2:6-7
Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, ia dalam kuasamu; hanya sayangkan nyawanya.”
Kemudian Iblis pergi dari hadapan TUHAN, lalu ditimpanya Ayub dengan barah yang busuk dari telapak kakinya sampai ke batu kepalanya.

Ujian pertama bs Ayub lewati dgn hasil yg baik, Tuhan ‘membanggakan’ Ayub di depan iblis, dan ini justru membuat iblis ingin mencoba Ayub utk kedua kalinya dgn menyentuh kesehatan tubuh, namun Tuhan membatasinya dgn tdk memberi kuasa utk nyawa Ayub.

‘Kecele’, ini istilah yang tepat bagi org yg berpikir bhw sesuatu hanya sekali saja terjd dan setelah itu tdk mgkin terjd lagi. Hati-hati, iblis tidak puas jika dia gagal menjatuhkan kita pd cobaan yang pertama, dia akan berusaha utk kedua kalinya, ketiga, dstnya. Banyak org bersaksi dgn bangga saat berhasil lulus dari ujian Tuhan: saya sudah menang, puji Tuhan, haleluyah! Banyak orang yg kagum dan menjadikan org itu sbg inspirasinya, tapi kemudian suatu saat org ini akhirnya ‘jatuh’ dan membuat bnyk org kaget dan akhirnya balik menghujat dan menghakimi. Kita hrs dasar bhw ujian dr Tuhan itu belum tentu hanya sekali saja, mgkin ada ‘next levelnya’ dengan ujian yg lebih berat dr yg sebelumnya. Kalau kita menang dari ujian yg pertama, belum tentu di ujian kedua kita jg menang. Kalau kita tdk berhati-hati, kita jatuh dlm kesombongan rohani yg nantinya berujung pd cobaan iblis yg kelihatannya sepele tp justru itu membuat kita jatuh sangat dalam, dari orang yg membanggakan berubah menjd orang yang memalukan, sadarlah dan berjaga-jagalah, iblis akan selalu berusaha ‘menelan’ kita, memangsa kita lalu membinasakan kita.

Pada ujian kedua, Ayub akhirnya gagal dari ujian yg Tuhan lakukan dlm hidupnya. Ujian pertama berhasil dijalani dgn baik, namun ketika ujian dr Tuhan mulai menyentuh fisik dan emosinya, kali ini Ayub jatuh dlm perkataannya. Namun Tuhan tdk membiarkan Ayub jatuh semakin dalam, Dia turun tangan sendiri menjawab keluh kesah yg Ayub katakan shga pd akhirnya Ayub bertobat, dia mengakui dulu hanya mengenal Tuhan dari apa kata org saja, dan skrg dia mengenal Tuhan lewat ujian hidup yg dijalaninya. Kalaupun kita gagal di ujian yg kedua atau ketiga, Tuhan akan menolong dan membangkitkan kita kembali, tdk membiarkan kita dipermalukan di hadapan iblis dan manusia. Walaupun teman-teman Ayub dgn perkataan mereka justru membuat Ayub kesal, namun pd akhirnya Ayub lebih memilih dengan rendah hati utk ditegur dan dikoreksi Tuhan dan Tuhan sangat menghargai Ayub dgn menyuruh teman-teman Ayub mempersembahkan korban dan harus Ayublah yg mendoakan mereka spya Tuhan mau mengampuni mereka. Di mata orang mgkin kita menjadi hina, jelek dan ‘sampah’, tapi di mata Tuhan kita adalah tetap anak yg dikasihi dan dimuliakannya.

Ayub kemudian dipulihkan dan diberkati 2x lipat dr sebelum dia diuji oleh Tuhan, ingatlah bahwa saat kita lulus ujian, ada kekuatan Tuhan yg dgn penuh kasih memampukan kita untuk bisa dgn baik melewati semuanya.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Kira Hanya Sekali

Kalau Tuhan Tidak Memberkati

DI 08072022

Ayub 1:9
Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah?

Iblis tahu kelemahan manusia, salah satunya di dlm hal berkat Tuhan, kalau Tuhan tdk memberi berkat-Nya lagi, masihkah ada manusia yg tetap hidup takut akan Tuhan?

Kalau kita tidak mendapat apa-apa dari Tuhan, apakah kita masih mau percaya pd Tuhan dan tetap hidup kudus dan takut akan Tuhan? Masih bs tulis status di medsos dgn kalimat bersyukur dan yang positif? Masih bs berkata dan bersaksi bhw Tuhan itu baik? Kenapa orang menyembah sesuatu? Salah satunya karena yang disembah diyakini bs memberikan hidup yg lebih baik dan menerima banyak harta dan kebaikan. Model ini spt sebuah transaksi: saya sembah kamu karna saya mau terima banyak dgn kamu, pokoknya semua syarat saya akan penuhi, bagian kamu adalah menjaga saya dan membuat hidup saya bahagia. Penyembahan terhadap Tuhan dengan model spt ini tentu saja sangat salah, dasarnya adalah transaksi bukan karena mengasihi, tentu tidak akan bertahan lama, jika ada tuhan lain yg bs memenuhi keinginannya, dia akan berpaling dan meninggalkan tuhan yg lama. Kenapa ada yg murtad meninggalkan Tuhan, salah satunya karena menemukan tuhan baru yg lebih hebat & cocok utk disembah. Apakah Tuhan disamakan spt baju yg dibeli karena kita suka dan cocok dg selera kita?

Ayub sempat mengucapkan hal baik saat baru saja menyadari apa yg terjadi, tp karena diajak berdiskusi dgn teman-temannya, maka muncul perbincangan yg pd akhirnya memancing emosi Ayub shga dia mengucapkan kata-kata yg tidak seharusnya dia katakan. Ini jg yg perlu utk kita perhatikan saat berusaha utk menghibur org yg sdg mengalami sesuatu yg buruk, jgn mengajak berbicara terlalu banyak, lebih baik sedikit bcra dan diakhiri dgn doa, bs dilanjuti dgn memberi sesuatu sesuai dgn yg sdh disiapkan. Jika kita mengalami spt yg Ayub alami, tidak menerima lagi dr Tuhan tp malah Tuhan mengambil semua yg dulu Dia berikan, tetaplah bersyukur dan mau tetap hidup takut akan Tuhan, ingat bhw semua ini hanya sementara, Tuhan menguji kita dengan batas waktu yg Dia tetapkan. Komentar org lain bs saja sangat menggelitik telinga, tapi tetaplah menjaga pikiran kita tetap jernih dan hati tetap mengasihi Tuhan, jika kita mampu bertahan, ini akan membawa dampak yg positif untuk masa depan kita. Tuhan tahu batas kekuatan kita, Dia akan ‘muncul’ di waktu yg sdh Dia perhitungkan dgn baik demi kebaikan kita.

Jika Tuhan tdk memberikan, tetap bersyukur utk apa yg pernah Tuhan berikan, Dia tdk memberi karena pasti ada alasannya, bukan karena Dia tdk lagi mengasihi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Kalau Tuhan Tidak Memberkati

Kalau Tuhan Tidak Izinkan

DI 07072022

Ayub 1:12
Maka firman TUHAN kepada Iblis: “Nah, segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya.” Kemudian pergilah Iblis dari hadapan TUHAN.

Apa yg terjd pada Ayub dan keluarganya adalah seizin Tuhan, dan iblis menjd pelaksananya, tapi dlm ayat ini perlu kita pahami bhw iblis bisa dgn bebas melakukannya karena Tuhan memberinya kuasa atas semua yg Ayub miliki.

Membedakan antara serangan iblis dgn ujian dr Tuhan memang tidak mudah, yang terlihat mata adalah hal-hal buruk dan jahat, bencana, situasi yg mencekam, jalan buntu bahkan bisa sampai kehilangan segalanya yg kita miliki. Sementara kita menjalaninya pasti bingung dan takut, ada rasa kecewa pd Tuhan dan ingin protes, bahkan mgkin ingin mengakhiri hidup karena sdh tidak kuat menghadapi kenyataan yg ada. Ayub tidak sampai ingin bunuh diri, tapi dia sempat berkata yang buruk ttg hari kelahirannya (Ayub 3:1,3,7). Org yg bgtu saleh dan takut akan Tuhan tetaplah manusia biasa, ketika mengalami sesuatu yang sangat-sangat buruk, penderitaannya menuntun emosinya utk meledak dan kehilangan kendali atas perkataannya. Jd jangan kita menghakimi org yg tadinya sangat kita kagumi kerohanian yg dimilikinya saat mereka mengalami keadaan yg sangat buruk dan respon mereka terlalu bersifat manusiawi, yg hrs kita lakukan justru adalah dg memberi support dan penghiburan, menguatkan bukan justru melemahkan, membangun dan bkn menjatuhkan. Kalau kita makin membuat mrka jatuh, berarti kita satu visi dgn iblis tentunya.

Tuhan tidak membiarkan Ayub terus tergelincir dlm kesalahan perkataannya, Dia menjawab apa yg menjd pertanyaan Ayub atas apa yg dia alami shga Ayub akhirnya sadar dan bertobat. Inilah yg menjd perbedaan antara serangan iblis dgn ujian dr Tuhan, di ujung dari semua yang terjadi ada campur tangan Tuhan, dan iblis diam karna tdk berani melawan kuasa Tuhan. Awal yg buruk dan berakhir dgn indah, itulah ujian dr Tuhan, ini yg perlu kita ingat supaya kita bs membedakan antara keduanya. Tanpa campur tangan Tuhan maka Ayub pasti tdk akan lulus dr ujian yang dia alami saat itu. Orang yg kerohaniannya sangat baikpun punya batas kekuatan utk menanggung sesuatu beban yg hrs dia alami, dan jika itu lebih dr kekuatannya, maka kestabilan imannya bisa tergoncang, dan emosinya bs meledak dg tidak terkendali. Jgn merendahkan org yg sedang dlm pergumulan hidup yang berat, jgn menghina apa yg mereka lakukan, krna mgkin saja jika kita yg mengalaminya, bs jauh lebih buruk dr apa yang mereka lakukan dan responi. Jadilah sahabat di dlm kesukaran dan teman di dlm kesukaan, bkn di saat senang kita mau dekat, tp saat orang itu terpuruk justru kita hrs tetap bertahan dekat dg org itu sampai dia menang atas pergumulannya.

Penderitaan yg berat bs membuat kita berkata yg negatif dan salah ttg Tuhan dan diri kita, jaga ketahanan iman kita dgn terus berkomitmen utk mengasihi Tuhan dlm keadaan apapun yang kita alami.

Posted in Renungan | Comments Off on Kalau Tuhan Tidak Izinkan

Di Rumah Ibadah Juga Ada

DI 06072022

Lukas 13:10-11
Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.

Apakah roh jahat tdk ada dlm rumah ibadah spt film-film yg kita tonton, begitu org yg dirasukinya masuk ke tempat ibadah lalu roh jahat itu tidak bs masuk dan terpental keluar?

Kisah dlm ayat ini tentu bisa memberi jawaban ttg hal ini, ada seorg perempuan yg dirasuk roh jahat bs dgn tenang mendengar ajaran yg Yesus ajarkan di rumah ibadah yaitu sinagoga, akibat 18 tahun dirasuki roh jahat adalah tubuhnya jadi bungkuk shga tdk dpt berdiri dgn tegak. Apa yg bs kita pelajari dari situasi di atas? Yg membuat kudus suatu tempat ibadah bukan karena sering dipakai utk beribadah, tp kalau rumah ibadah itu ada kemuliaan dan hadirat Tuhan di dalamnya. Apa yg terjd di Bait Suci dlm Perjanjian Lama bs menjd penguat dari pengertian ini, ketika Tuhan menyatakan kemuliaan-Nya di Bait Suci, tempat itu menjd kudus, apalg di ruang mahakudus, jika Imam Besar masuk dlm keadaan tdk kudus, dia akan mati dan dikeluarkan dgn cara ditarik, bkn digotong keluar, krna hanya Imam Besar saja yg boleh masuk ke sana. Jd kita jangan mengikuti pemahaman umum yg ‘mengkeramatkan’ suatu tempat apalagi tempat ibadah, Tuhan yang kita sembah itu Mahahadir, artinya ketika Dia hadir, tempat itu menjd kudus. Bedakan antara kudus dgn keramat, jgn disamakan. Itulah sebabnya di bnyk tempat gedung gereja yg sdh tdk terpakai ada yg dijual dan dijadikan tempat dgn fungsi yg berbeda.

Dalam plynan kesembuhan luka batin di gereja, tentu ada jg pengusiran terhadap roh jahat, bisa tahan berada dlm gereja. Mgkin kita berpikir itu krna mrka masuk ke tubuh seseorg, jadi mereka bs tahan ada dlm gereja. Tunggu dulu, ingat apa yg dikisahkan dlm kitab Ayub, bgmna iblis bisa secara ‘santai’ berbicara dgn Tuhan (Ayub 1). Ini tentu sesuatu yg sulit utk dipahami, bgmna iblis yg tidak kudus itu bisa tahan berdiri di hadapan Tuhan Yang Mahakudus? Tentu ini hanya hamba Tuhan yg pakar dlm masalah ‘dunia roh’ yg bisa menjelaskannya. Yg perlu kita sadari adalah si iblis dan anak buahnya ada di mana-mana, bila mereka lihat ada org yg bs dirasuki, mrka akan mencoba merasukinya dan membuat hidup org itu sangat menderita, bahkan pengaruhnya juga sampai ke fisik berupa sakit penyakit ataupun dalam bentuk cacat fisik. Kita hrs waspada jgn sampai roh jahat masuk dlm hidup kita, jangan biarkan ada celah bagi roh jahat itu bisa masuk, jgn terlibat okultisme, jgn meledak-ledak dalam emosi yg tinggi, dan jgn punya pikiran yang tdk kudus, dan yg utama jgn sampai kita kehilangan Roh Tuhan dlm hidup kita, jgn ‘kosong’, tapi kita harus terus menerus hidup benar di hadapan Tuhan.

Gedung gereja hanyalah sebuah gedung biasa tanpa adanya kemuliaan Tuhan di dalamnya, ini jg mengingatkan kita bhw tanpa Roh Tuhan ada dlm hidup kita, maka kita hanyalah orang biasa, bukan lebih dari pemenang.

Posted in Renungan | Comments Off on Di Rumah Ibadah Juga Ada

Melayani itu Merepotkan

DI 05072022

Matius 4:24
Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.

Tdk semua jemaat ‘tertarik’ utk terlibat di dalam pelayanan, baik dlm gereja maupun organisasi rohani di luar gereja. Alasannya pun beragam & ada yg mungkin masih bs dimaklumi, misalnya karena sekarang masih belum bs menyediakan waktu secara rutin utk terlibat dalam pelayanan, atau belum ada dorongan hati utk ikut melayani, dua alasan ini tentunya bs dimaklumi krna tentu kita tahu bhw melayani itu butuh banyak waktu dan hrs dilakukan dgn komitmen yang kuat. Tapi ada jg org yg beralasan tdk mau melayani karna tdk mau jadi repot, tdk mau bertemu dgn orang susah dan penyakitan, dsbnya. Tidak mau repot, ini realita yg bisa kita temui dlm diri bbrpa orang shga mereka hanya mau memberi sumbangan uang saja, tp tdk mau terlibat dlm aktivitas atau kegiatannya. “Kalau ketemu org sakit, nanti jika ketularan, bagaimana?”, “Saya orangnya alergi debu, alergi ini … alergi itu …”, pdhal bnyk orang yg bersaksi justru saat terjun ke dlm pelayanan, alergi yg dideritanya disembuhkan Tuhan. Jujur saja, itu cuma alasan utk menghindar dr apa yg kita kenal sbg panggilan Tuhan untuk melayani, supaya tdk repot-repot dan bs jalan-jalan sambil kulineran di akhir pekan dan hari Minggu.

Tuhan tentu tdk akan memaksa seseorang utk mau melayani, tp ingatlah bhw setiap org Tuhan beri karunia Roh masing-masing (1 Korintus 12), artinya setiap org minimal punya 1 jenis karunia Roh, masalahnya adalah ada yg mau memakai karunianya dgn terlibat dlm pelayanan, to ada jg yg sengaja pura-pura tidak mau tahu, alasannya nanti karena tdk tahu karunia Roh apa yg diberi Tuhan pd dirinya. Bgmna mau tahu karunia yang dimiliki kalau tdk terlibat dlm melayani? Rumus kalau dipertemukan dgn soal maka akan bs kita dapatkan hasil dari soal yg ada. Bayangkan jika kita mengobarkan karunia yg kita miliki, berapa bnyk org yg bs dijangkau oleh kuasa dan kasih Tuhan dan sebagian dr mereka akhirnya menjd percaya dan dibaptis? Pertanyaan ekstrim yang akan ditanyakan pd diri kita adalah: senang lihat org masuk surga atau masuk neraka? Saat kita ikut melayani, di situlah kita punya kesempatan utk menginjil, memberitakan keselamatan hanya ada di dlm nama Tuhan Yesus Kristus, dan tentu ini akan berdampak pd orang yg mendengar Injil ini meresponinya atau tdk, dan itu berpengaruh pd keselamatan dan hidup kekal nantinya yang akan dia jalani.

Melayani pasti akan merepotkan, tapi dr sinilah kita bs membagi waktu hidup kita bagi sesama, menjadikan kita menemukan arti hidup yg benar yaitu hidup bukan hanya utk diri sendiri, tp juga utk Tuhan dan sesama.

Posted in Renungan | Comments Off on Melayani itu Merepotkan

Karena Salah Orang Lain

DI 04072022

2 Samuel 21:1
Dalam zaman Daud terjadilah kelaparan selama tiga tahun berturut-turut, lalu Daud pergi menanyakan petunjuk TUHAN. Berfirmanlah TUHAN: “Pada Saul dan keluarganya melekat hutang darah, karena ia telah membunuh orang-orang Gibeon.”

Memiliki raja yg takut akan Tuhan adalah suatu berkat tersendiri bagi bangsa Israel, namun juga terjd kelaparan di saat kepemimpinan raja yang diurapi Tuhan, dan ternyata bukan karena Daud tp karena raja sebelumnya yaitu Saul.

Ada hutang darah yg Saul lakukan terhadap org Gibeon, shga wabah kelaparan terjadi selama 3 tahun, tentu suatu situasi yg sangat tidak baik, seberapa daya tahan pangan kerajaan saat itu, tampaknya sudah mulai menipis shga raja Daud meminta petunjuk Tuhan ttg hal ini. Kisah ini bs menjd pembelajaran bagi kita bhw terkadang yg sedang terjd apalagi sesuatu yg buruk, itu tidak selalu akibat dr perbuatan kita sendiri, bs jd itu adalah dampak dr perbuatan org lain, bs karena perbuatan salah satu anggota keluarga, teman, rekan kerja, dsbnya. Yang terpenting adalah kita hrs bertanya pd Tuhan ttg penyebab dari semua yg sedang terjd, supaya kita bs segera mencari solusi dan mengatasi masalah itu, apalagi kalau itu terjd sudah sejak lama. Jgn mengandalkan pikiran kita sendiri, krna kita ini tidak mahatahu spt Tuhan, kita tdk tahu apa yg pernah diperbuat orgtua kita di masa lalu, yg terkadang itu menjd penyebab situasi buruk yg kita alami, sesuatu yg pernah terjd di masa lampau terkadang menjadi penyebab keadaan buruk yg terjadi hingga skrg, ada baiknya belajar ttg ‘sejarah’ kehidupan dari orgtua atau kerabat kita, bisa saja ada sesuatu yg berkaitan dgn okultisme misalnya.

Kita hrs berhati-hati dlm mengambil keputusan dan melakukan keputusan itu, karena dampak & akibatnya bs dlm jangka waktu panjang, bs saja tdk langsung dirasakan, tp bbrpa bulan bahkan bbrpa tahun kemudian barulah kita merasakan semuanya. Kalau keputusan kita tepat, dampak yg kita rasakan bs baik, walaupun tetap hrs ada resiko dari keputusan yg kita ambil dan lakukan, tp tentu tdk separah saat kita salah mengambil keputusan, dampaknya bs terasa sampai pada keturunan kita yg berikutnya, apalg jika berbuat dosa penyembahan berhala, bisa terasa hingga keturunan keempat (Keluaran 20:5). Masa lalu dr org terdekat kitapun bisa mengakibatkan kita ikut merasakan dampak buruknya. Kita perlu utk meminta pengampunan dr Tuhan dan juga perlu mengadakan ‘pemutusan’ dgn kuasa gelap, dan ini perlu pelayanan scra khusus, minta pada grja kita masing-masing untuk membantu kita dalam pelayanan ini. Bijaklah dlm bertindak, ingat bhw kita terikat dgn hukum tabur tuai, yg kita tuai itu bs berkali-kali lipat dr yg kita tabur, angin bs jadi badai, satu bisa jadi sepuluh, jgn main-main dan berpikir kita sanggup utk menanggung akibat & resikonya sendiri, keluarga bahkan org di sekitar kita bs ikut merasakan dampaknya.

Koreksi diri itu wajib kita lakukan, tp perlu jg utk mengecek masa lalu kita ataupun org-org yang kita kenal, mgkin penyebabnya bukan ada pada kita, tapi dlm diri org lain.

Posted in Renungan | Comments Off on Karena Salah Orang Lain

Berubah Setelah Menang

DI 02072022

Kejadian 32:28, 31
Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.”
Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.

Yakub akhirnya menjd pincang setelah dia pada malam itu ‘bergumul’ dgn Tuhan dan manusia, & dia akhirnya menang, jadi ada dampak secara fisik yg terjd pd tubuh Yakub.

Org dg kaki yang pincang pasti akan sulit berlari dengan normal, pdhal Yakub sebentar lagi akan bertemu dgn Esau yg dlm pikirannya masih mau untuk membalaskan dendam, seandainya Esau nanti mau menikamnya, bgmna bs kabur kalau kakinya pincang? Apa yg disebut sebagai suatu kemenangan atas pergumulan Yakub melawan Tuhan dan manusia, bs diartikan bhw nantinya Yakub akan ditolong Tuhan ketika berhadapan dgn Esau, dan itu terbukti saat keduanya nanti bertemu dan berdamai. Tuhan melatih mental dr Yakub, dan Dia akhirnya membuat Esau bs utk mengampuni adik kembarnya itu. Tentu kita sdh tahu bahwa Tuhan itu dikenal oleh bangsa Israel dikaitkan dgn 3 nama nenek moyang mrka yaitu Abraham, Ishak dan Yakub. Memang scra fisik bangsa Israel ialah keturunan dr 12 anak Yakub, tp tentu ada alasan mengapa justru Yakub yang Tuhan pilih utk melanjutkan garis keturunan dari Abraham dan Ishak, pasti karena ada yg sesuai dgn kriteria yg Tuhan tetapkan, dan 3 orang ini dinilai Tuhan pantas utk dipilih walaupun mrka jg bukan org yg sempurna, ada bnyk kekurangan dan kesalahan yg pernah mereka lakukan.

Dlm proses dan pergumulan dlm hidup yang kita jalani tentu saja akan menimbulkan efek dan jg perubahan dlm diri kita. Menjd seorg pemenang kadang hrs jg siap utk menanggung resiko dan akibat dr perjuangan utk mencapai kemenangan itu. Ada org yg hrs kehilangan sesuatu bahkan kehilangan org yg dia kasihi supaya nantinya dia bs menguatkan org lain yg mengalami hal yang serupa dgn yg dia alami. Ada yg hrs mengalami peristiwa yg buruk sehingga fisiknya cacat dan dr kecacatannya itu dia bs bersaksi ttg kebaikan Tuhan. Tentu beragam hal yg bs terjd, walau tdk semua org hrs kehilangan atau mengalami hal yg buruk akibat dr proses dan pergumulan hidup yg dia jalani, namun hasil dari semuanya adalah kita menjd pribadi yg lebih baik secara karakter, tutur kata, sudut pandang pemikiran, ketulusan hati, dsbnya, tergantung dr bagian mana dr diri kita yg ingin Tuhan ubahkan atau pertajam lagi. Pastinya kesombongan kita akan terkikis, mulai paham arti dari merendahkan diri, rasa percaya diri yg berlebihan, Dia ubah menjd sepenuhnya percaya pd Tuhan, membuang sesuatu yg buruk dr dlm hidup kita.

Pengorbanan utk menjd seorg pemenang harus kita sikapi dgn benar, tdk selalu Tuhan pulihkan kembali spt keadaan semula, tapi Dia ingin agar kita dgn perubahan yg terjadi atas hidup kita itu menjd pribadi yg lebih penuh kasih dan rendah hati.

Posted in Renungan | Comments Off on Berubah Setelah Menang

Esau Yang Pemaaf

DI 01072022

Kejadian 33:3-4
Dan ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu.
Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka.

Dendam yg lebih dari 20 tahun itu akhirnya sirna atau hilang, berganti dgn mengampuni dan juga kembali mengasihi, apalg mereka adalah 2 sdr kembar, tanpa adanya kakak atau adik lainnya.

Khotbah atau renungan ttg Esau biasanya bcra ttg hal-hal negatif yang dia lakukan, seakan tdk ada hal positif yg dia pernah lakukan. Ayat yang kita baca ini melukiskan bhw Esau berhasil utk menghapus dendamnya pd Yakub, ini terlihat pd saat keduanya kembali bertemu setelah sekian lama berpisah. Yakub yang ketakutan tentu tdk pernah menyangka Esau akan mengampuni dia, bahkan mgkin dlm hatinya dia sudah siap jika di saat itu akhirnya dia hrs mati dibunuh oleh Esau, dia sdh berusaha agar isteri-isteri & semua anak bs selamat. Apa yg membuat Esau bs akhirnya mau untuk mengampuni Yakub dan membuang dendamnya jauh-jauh? Tidak ada pelayanan spt yang kita kenal sekarang sbg ‘kesembuhan luka batin’ di zaman itu, lalu bgmna caranya? Secara logika sepertinya Tuhan menjadi ‘modiator’ bagi Esau dan Yakub utk berdamai, yg kita baca ialah sblum bertemu Esau, Yakub ditemui malaikat & ‘bergumul’ dgn Tuhan, satu sisi Tuhan berusaha utk menguatkan mental Yakub, di sisi lain mgkin Tuhan jg menemui Esau dan membuat dia sadar dan mau untuk berdamai dgn adiknya. Tentu hal ini cuma sekedar pendapat pribadi krna tdk ada di dlm Alkitab.

Esau yg pemaaf, dr seorg pendendam berubah menjd org yg lembut hati, tentu ada proses yang telah dia lewati sehingga dia kembali mau untuk mengasihi adik kembarnya kembali. Hati yang keras akhirnya diubah menjd hati yg lembut, hati yg bs mengampuni, yg kembali biss mengasihi org yg telah berbuat jahat terhadapnya. Jarang sekali Esau dikhotbahkan atau dalam renungan dibahas ttg sisi baiknya dlm kisah ini, krna kita terlanjur dicecoki dgn khotbah dan renungan yg hanya membahas bhw Tuhan sangat membenci Esau, dlm bayangan kita pasti Esau ini orang yg tdk ada sisi baiknya, itulah cara penilaian orang pd umumnya terhadap seseorg: baik 100% atau jahat 100%, jadi kita sulit menerima saat org yg kita beri label ‘baik’ ternyata suatu saat berbuat yg tidak baik, biasanya langsung kita ubah label ‘baik’nya dgn label ‘penipu’, ‘munafik’, dsbnya. Di sisi lain kita juga sulit menerima kenyataan bhw org yg ‘jahat’ ternyata bs jg berbuat apa yg baik. Hindari kita memberi label yg spt itu, tidak ada yg 100% baik atau jahat, karena manusia akan bs berubah sewaktu-waktu, dan nantinya malah kita yg kecewa dan merasa tertipu.

Menyimpan dendam itu tidak baik, spt memberi makan sel kanker dlm tubuh kita, awalnya tidak kelihatan efeknya, namun suatu saat tanpa kita sadari kanker itu sdh menjalar ke seluruh bagian tubuh kita, dendam merusak hati kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Esau Yang Pemaaf

Menginginkan Orangtua Cepat Mati

DI 30062022

Kejadian 27:41
Esau menaruh dendam kepada Yakub karena berkat yang telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya sendiri: “Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama lagi; pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh.”

Saat perkataan ini diucapkan, Ishak belum mati, masih hidup, namun Esau, anaknya, sudah mulai berpikir utk membalas dendam setelah nantinya hari-hari perkabungan sudah lewat.

Menginginkan orgtua cepat mati, ini suatu sikap yg tdk baik, walaupun secara usia memang sdh cukup tua dan waktunya mgkin tdk lama lagi. Ini hal yg tdk patut dicontoh dilakukan oleh semua org, apalg kita sbg anak-anak Tuhan. Padahal yg kita ketahui adalah bhw Esau ialah ‘anak emas’ yg Ishak sangat kasihi, seharusnya Esau menjd anak yg tahu balas budi, namun dendamnya pd Yakub sdh menguasai hati dan pikirannya, jelas ini membuat dia tidak lagi bs berpikir jernih dan hanya punya keinginan utk bs membunuh Yakub secepatnya. Bukan hanya baru berupa pikiran, tapi sdh diucapkan pd org lain sehingga ibunya yaitu Ribka mengetahui rencana itu & berusaha utk menyelamatkan Yakub, tdk ingin kehilangan kedua anak kembarnya dalam satu hari. Setelah sekian tahun kemudian akhirnya Esau & Yakub berdamai dan dendam itu tdk membuat timbul korban nyawa. Kadang memang waktu menjadi sesuatu yg bs menyurutkan dendam, namun ini perlu jg disertai dgn jalan pemikiran yang jernih dan mau membuka hati utk mendengar nasehat dr Tuhan maupun org lain. Harus dipisahkan utk sementara waktu memang bs dilakukan supaya tdk adanya jatuh korban akibat dendam.

Menginginkan orgtua cepat mati tentu dlm bnyk pandangan org adalah suatu ‘dosa besar’ yang hanya dilakukan oleh anak yg durhaka. Ishak br meninggal saat berumur 180 tahun (Kejadian 35:28), berarti ada jarak waktu cukup lama dari sejak peristiwa pemberkatan atas Yakub terjadi, Yakub lari dan tinggal di rumah Laban selama 20 tahun (Kejadian 31:38) dan ada bbrpa jedah waktu sekian tahun lg hingga tiba saatnya Ishak meninggal. Perkiraan Ishak bhw umurnya tidak akan lama lagi ternyata keliru, dia masih hidup lebih dari 20 tahun lagi, ini tentu mengingatkan kita bahwa umur manusia itu memang sebuah rahasia Tuhan, ada yg kita kira umurnya pendek ternyata panjang, ada yg umurnya kita kira msh panjang, ternyata pendek. Tdk boleh kita untuk menginginkan kematian seseorang datang lebih cepat dr waktu yg Tuhan tentukan, apalg orgtua kita sndri, ditambah alasannya krna ingin cepat mendapatkan warisan hartanya, atau krna sdh bosan merawat penyakitnya berbulan-bulan dan sudah menghabiskan bnyk uang utk biaya slma perawatannya. Apakah kasih sayang orgtua bisa dibandingkan dan diukur dgn sejumlah nilai dari harta yg kita miliki?

Rawatlah orgtua di masa tuanya, apakah mrka dlm keadaan sehat atau sakit, itu adalah suatu kesempatan emas bagi kita sebagai anak untuk membalas budi dan menunjukkan bakti kita pd orgtua selagi mereka masih hidup.

Posted in Renungan | Comments Off on Menginginkan Orangtua Cepat Mati