Buah Yang Baik

DI 05042022

Matius 7:18-19
Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api.

Sering kita dengar pengajaran ttg hidup yang berbuah, tapi sayangnya tdk lengkap, hanya dibahas ttg berbuah atau tdk berbuahnya, tp apa yg Yesus ajarkan dlm ayat ini lebih detail dan masuk pd esensi hidup yg berbuah.

Memang ada ‘pohon yg berbuah’ dan ada yg tdk berbuah, namun lebih detail lagi: apakah pohon yg berbuah ini menghasilkan buah yg baik atau buruk? Di sinilah materi yg kurang diajarkan pd jemaat, yg penting hrs berbuah saja, tp coba baca ayat di atas, yang buahnya tdk baik akan berakhir ‘tragis’ yaitu ditebang dan dibuang dalam api. Jd sekalipun berhasil mengeluarkan buahnya, tp buahnya tdk baik, maka nasibnya sama saja dgn pohon yg tdk berbuah. Ini sebuah peringatan keras utk kita supaya hidup kita ini menghasilkan buah yg baik, dan itu bs terwujud kalau hidup kita ini spt sebuah pohon yg baik. Ini yg justru amat sangat penting untuk diajarkan drpd sekedar mengajar ttg berbuah atau tdk berbuah. Kita hrs tahu bgmna bs menghasilkan ‘buah’ yang baik, artinya bisa me-manage diri kita sendiri dg metode yg tepat dan sesuai dgn apa yang Tuhan kehendaki utk kita lakukan. Ibaratnya kita ini pohon milik Tuhan, Dia pengusahanya dan tentu Tuhan senang jika kita nantinya bs menghasilkan buah yg baik.

Yg paling mengenaskan adalah org yang dulu adalah org baik, kini berubah menjd org yang jahat, ini gambaran ttg pohon yg buahnya tdk baik. Kata ‘tdk baik’ ini dlm bhsa aslinya ialah ponéros yang artinya bad (buruk), evil (jahat), wickness (fasik), harm (berbahaya). Penting bagi kita menjaga kehidupan kita supaya jgn menghasilkan hal-hal yg tdk baik, jgn sampai ada hal-hal yg jahat masuk dlm hidup kita ini, perlu adanya ‘filter’ yg menyaring hal yg jahat itu yaitu kebenaran firman Tuhan. Mudahnya adalah membandingkan segala sesuatu dgn apa yg firman Tuhan katakan yaitu firman yg tertulis (Alkitab), maupun suara Tuhan yang kita dengar dari Tuhan. Contohnya, jelas kita dilarang Tuhan utk terlibat okultisme, itu ada dlm Alkitab, jd jgn coba-coba terlibat dengan alasan apapun, itu akan mengubah sesuatu yg awalnya berkat menjd kutuk, anak menjadi tumbal, yg awalnya anak sbg berkat Tuhan tp krna orgtuanya terlibat okultisme, umur anak itu ‘dicuri’ iblis shga mati muda atau hidupnya dirasuki roh jahat. Jangan melanggar apa yg Tuhan sudah larang utk kita lakukan.

Sudah bs berbuah itu hal yg baik, tapi jangan sampai buah yg dihasilkan adalah buah yang tdk baik, awalnya berjalan menuju surga tapi menyimpang berjalan ke neraka.

Posted in Renungan | Comments Off on Buah Yang Baik

Jangan Menghakimi

DI 04042022

Matius 7:1-2
“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

Apa itu menghakimi? Bnyk org yang berbeda pandangannya ttg apa itu menghakimi, dan org yg sebenarnya tdk sedang kita hakimi, dia bs merasa kita sedang menghakiminya.

Perhatikan kata ‘hakim’, kalau dlm budaya yg berlaku di Israel pd zaman setelah Yosua dan sebelum adanya raja di Israel, seorang hakim itu adalah orang yg memenuhi syarat utama untuk memangku jabatan ini haruslah orang yang berjiwa pahlawan, berani, dan ditunjuk (dipanggil) oleh Tuhan, ataupun dipilih secara aklamasi, bisa kita ambil kesimpulan bhw org menghakimi org lain adalah org yang merasa punya otoritas dr Tuhan, punya jiwa pahlawan dan punya pengertian yg lebih dr org lain. Tp apakah benar org itu punya otoritas dr Tuhan utk menghakimi suatu perkara? Di zaman ini tentu sdh berbeda konteksnya, namun kita jg mengenal istilah ‘dihakimi massa’, orang yg dengan sengaja memberikan vonis bersalah dan merasa berhak utk menjatuhkan sanksi atau hukuman. Tak jarang orang yg dihakimi massa ini akhirnya meninggal dunia, pasahal belum tentu org yg dihakimi itu benar-benar bersalah. Jadi sebenarnya amat mengerikan dampak tindakan menghakimi org lain, pdhal itu bukan wewenangnya.

Mengomentari tentu sah-sah saja, hak setiap org, itu bukan suatu kesalahan, menasehati itu jg baik, tapi selebihnya kita hrs berhati-hati krna bs saja kita ‘bablas’ melakukan tindakan menghakimi org lain. Jd batas yg masih bisa kita lakukan adalah : berkomentar, memberi pembuktian bhw yg org lain lakukan itu salah, dan kemudian kita menasehatinya. Tapi kalau kita melangkah lebih lanjut dgn memberikan ‘label’ negatif pd seseorg, padahal belum ada bukti bhw dia bersalah, itu akan membuat org lain ikut memandang negatif pd org itu. Kita tentu ingat bbrpa kisah nyata, hanya krna ada org yg meneriaki maling, jambret, dsbnya, org di sekitarnya langsung saja percaya, dan kita tahu akhirnya justru org yg dihakimi itu ialah sang korban, yang berteriak justru pelakunya. Apakah kita ini lebih hebat dr Tuhan sehingga merasa berhak menentukan nasib orang lain? Jadi lakukanlah hingga batas menegur dan jg menasehati, selebihnya serahkan pd pihak yg memang punya kewenangan utk menghakimi yaitu para hakim pengadilan utk urusan yang berkenaan dgn kasus-kasus yang sdh diatur dlm hukum dan undang-undang, utk kasus yg berkaitan dg kehidupan kerohanian, serahkan pd para pemimpin rohani yg sdh dipilih Tuhan dan memang punya otoritas utk itu.

Jgn ragu utk menegur kesalahan org lain, itu suatu kewajiban yg Tuhan sdh atur, tapi ingat bhw jgn kita menghakimi jika tidak diberikan otoritas dr Tuhan lewat lembaga gereja dan sinode yg ada.

Posted in Renungan | Comments Off on Jangan Menghakimi

Yang Penting Terasa Dampak Baiknya

DI 02042022

Matius 6:5
“Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.

Di ayat ini Yesus menegur ttg tujuan org dlm melakukan aktivitas kerohaniannya, ada yang sengaja untuk dilihat org bnyk, bagi Tuhan ini adalah suatu bentuk kemunafikan.

Makanan yg enak memang terbantu dgn cara ‘plating’nya, yaitu bgmna mengatur estetika semua elemen yang ada supaya terlihat enak dilihat mata dan bs mengugah nafsu makan org yg melihatnya. Tapi bagi para kontestan kompetisi masak memasak, yg terpenting itu adalah rasanya, jd makanan yg terlihat bagus pengaturan ‘plating’nya, belum tentu disertai dg rasa yg lezat pula. Ini mirip dgn apa yang Yesus ingin sampaikan mengenai aktivitas rohani yg dilakukan, sebagian org hanya mau dilihat sangat rohani, seolah-olah memiliki 1 keintiman dgn Tuhan, ingin dihormati, diberi pujian, didahulukan, tentu sangat nikmat utk dinikmati, namun di mata Tuhan justru suatu bentuk kemunafikan yg dibenci Tuhan. Satu kalimat rhema yg saya dapatkan: yg penting bukan supaya terlihat rohani, tapi yg penting adalah kerohianmu terasa dampak baiknya bagi org lain. Jadi yg penting bukan terlihat, tp terasa dampak baiknya, menjd tulus dan bukan malah munafik, yg penting penilaian dr Tuhan, bukan pujian dr manusia.

Berbuat baik bukan berarti org itu org yg baik juga, para koruptor pun bnyk yg menyumbang dana utk kegiatan sosial dan amal, tetap rajin melakukan aktivitas keagamaannya, tp yang terjd orang dikejutkan dgn penangkapannya krna terlibat korupsi. Jgn buat kerohanian itu hanya sekedar pakaian yg bs dipakai dan juga dilepas, tp biarlah kerohanian kita menjd spt ‘kulit’ yg melapisi ‘tubuh rohani’ kita, kulit tdk dilepas atau dipakai, tp melekat seterusnya dg tubuh. Org yg bnyk bicara ttg Tuhan, blm tentu mengenal Tuhan dgn dalam, org yang terlibat dlm plynan di gereja belum tentu dia jg melayani Tuhan dengan hidupnya. Tuhan ingin kita jgn menjd org yg munafik, org yang tidak tulus pd Tuhan dan sesama, orang yang justru memanfaatkan nama Tuhan untuk bisa mendpt keuntungan dari itu, kejarlah apa yg berkenan bagi Tuhan, bukan penghargaan dr manusia. Manusia bs kita tipu, tapi Tuhan tdk mgkin bs kita tipu, Dia tahu semua isi hati & pikiran kita, tdk ada yg tersembunyi dr Tuhan.

Bangun kerohanian kita dgn dasar hati yang tulus murni, bukan demi pujian manusia tapi kerinduan tulus utk menjd berkat bagi banyak org, supaya mereka melihat Tuhan itu hidup dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Penting Terasa Dampak Baiknya

Akibat Kurang Detail

DI 01042022

Kejadian 15:4
Tetapi datanglah firman TUHAN kepadanya, demikian: “Orang ini tidak akan menjadi ahli warismu, melainkan anak kandungmu, dialah yang akan menjadi ahli warismu.”

Kalau scra logika, tindakan Sara dg menyuruh Abraham menjadikan Hagar sbg isterinya dan lahirlah Ismael, ini bukan sesuatu yabg salah, budaya zaman itu membolehkan hal itu.

Ini akibat pesan Tuhan yang salah dimengerti oleh Abraham, Tuhan hanya bilang bhw nanti Abraham akan punya anak kandung sendiri, artinya anak dr benihnya, jd ketika Sara waktu itu menyerahkan Hagar, hambanya, Abraham memandang itu sbg penggenapan janji Tuhan ttg keturunannya. Jadi siapa yg salah? Baru 13 tahun kemudian, Tuhan berfirman secara detail bhw Sara akan mengandung benih dari Abraham, saat Ismael lahir, umur Abraham 86 tahun (Kejadian 16:16), Ishak lahir saat umur Abraham 100 tahun (Kejadian 21:5). Kenapa Tuhan tidak detail berkata bhw Saralah yang nanti akan melahirkan anak bagi Abraham? Ini suatu misteri, bnyk tafsiran yang beragam ttg peristiwa Abraham, Sara dan Hagar, saya pribadi berpendapat bhw tdk ada yg salah di dlm kasus ini, Sara hanya mengikuti budaya yang berlaku, Abraham mengira itu sbg ‘jalan Tuhan’ utk penggenapan janji-Nya, yang hrs kita pelajari dr kisah ini adalah ketika Tuhan menyampaikan sebuah pesan, jgn sungkan utk menanyakan detailnya.

Abraham tdk bertanya scra detail: siapa yang nanti akan mengandung dr benihnya, percaya pd perkataan Tuhan itu baik, tp kalau kurang detail, maka bs salah tafsir, ini terjd dlm kisah lahirnya Ismael. Kita jg jgn terlena jika situasi yg sedang terjd sepertinya mendukung janji Tuhan itu sedang digenapi, hati-hati! Menilai sesuatu sbg tahapan dari penggenapan janji Tuhan itu perlu suatu ketelitian, perlu banyak bertanya pd Tuhan utk minta konfirmasi, tapi kadang iblis ikut campur dlm situasi ini, dia tdk menyerang tp memanipulasi pikiran kita bhw apa yg terjd itu adalah dr Tuhan. Yg kita kira itu mujizat Tuhan ternyata jebakan iblis untuk menjerat kita, waspada! Ini pentingnya kita memiliki keintiman dg Tuhan dilengkapi dg pengetahuan ttg firman Tuhan yang benar. Jgn terlena dgn asyiknya berprofetik, to lupa untuk memiliki dasar iman yg berdiri di atas kebenaran firman Tuhan. Keduanya hrs dlm kadar yg seimbang, teori tanpa praktek tentu tdk membuat kita yakin apakah teori yg kita pelajari itu benar atau tidak. Firman Tuhan yg tertulis juga harys dilengkapi dgn melakukan apa yg difirmankan, salah satunya adalah dg tindakan profetik yg didasari kebenaran dari firman Tuhan.

Jgn malas bertanya pd Tuhan, nantinya kita malah salah mengartikan apa yg Tuhan telah firmankan, akibatnya bs timbul masalah yang seharusnya tdk perlu ada.

Posted in Renungan | Comments Off on Akibat Kurang Detail

Meragukan Tuhan

DI 31032022

Matius 11:3
lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?”

Apa penilaian kita terhadap org yg kecewa & meragukan Tuhan? Kita mgkin berpikir mrka itu pikirannya sempit, tdk punya keingiman dg Tuhan, dan penilaian negatif lainnya.

Coba kita renungkan ayat ini, bgmna Yohanes Pembaptis, seorg nabi yg membuka jalan utk pelayanan Yesus, saat itu meragukan tentang ke-Mesias-an Yesus, apa ini hal yang normal? Wah apa yang terjd dgn Yohanes Pembaptis? Di sinilah kita hrs belajar dan ingat bhw kita ini masih manusia biasa, bisa stress, iman bs turun naik, bs jg meragukan Tuhan. Biasanya ini terjd saat kita sdg mengalami sesuatu yg sangat menekan, sangat menguras kekuatan kita, diperhadapkan dgn situasi yg mustahil, dsbnya. Apa reaksi kita terhadap org-org yg sedang meragukan Tuhan dlm hidupnya? Jgn mudah menghakimi, tokoh-tokoh dlm Alkitab jg sempat pernah berpikir ‘pendek’, kita ingat kisah nabi Elia setelah diancam oleh Izebel, ingat kisah ttg nabi Yunus, Sara yang gagal utk menunggu penggenapan janji Tuhan shga bertindak salah, dsbnya. Jadi kita hrs paham bhw iman manusia itu tidak selalu stabil, ada saat di mana iman itu menjd lemah & timbul pikiran yg salah dan negatif ttg Tuhan. Bukan berarti mereka tdk punya iman, tapi kekuatan iman mrka sdg merosot tajam.

Apa yg hrs kita lakukan pd mrka? Hanya diam saja? Jika dibiarkan maka ada kemungkinan mrka pd akhirnya kehilangan iman dan menjd murtad pd akhirnya. Kalau kita diam, padahal kita tahu keadaan mrka, ingat bhw kita akan dituntut Tuhan karena hal itu, membiarkan org lain berbuat salah dianggap sbg setuju & mendukung perbuatan salah tersebut:

Yehezkiel 3:20-21
Jikalau seorang yang benar berbalik dari kebenarannya dan ia berbuat curang, dan Aku meletakkan batu sandungan di hadapannya, ia akan mati. Oleh karena engkau tidak memperingatkan dia, ia akan mati dalam dosanya dan perbuatan-perbuatan kebenaran yang dikerjakannya tidak akan diingat-ingat, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.
Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang yang benar itu supaya ia jangan berbuat dosa dan memang tidak berbuat dosa, ia akan tetap hidup, sebab ia mau menerima peringatan, dan engkau telah menyelamatkan nyawamu.”

Org benar bisa berbuat dosa dan murtad, jadi jgn sampai kita kehilangan mrka, apalagi jika kita tahu mrka sdg mengalami keadaan yang sulit, kalau kita cuma diam, Tuhan meminta pertanggung jwban kita dlm hal ini.

Posted in Renungan | Comments Off on Meragukan Tuhan

Iblis Tidak Rela Kehilanganmu

DI 30032022

Lukas 9:42
Dan ketika anak itu mendekati Yesus, setan itu membantingkannya ke tanah dan menggoncang-goncangnya. Tetapi Yesus menegor roh jahat itu dengan keras dan menyembuhkan anak itu, lalu mengembalikannya kepada ayahnya.

Dlm pelayanan pelepasan, kita pasti pernah melihat apa yg terjd saat roh jahat yg ada dlm diri seseorg berusaha utk diusir, manifestasi roh jahat semakin terlihat ganas, krna itulah kesempatan terakhirnya bisa merusak hidup seseorg.

Iblis tdk rela kehilangan kita, ini hal yg perlu utk kita ingat, apalagi bagi mereka yg sudah menyerahkan jiwanya pd iblis tp ingin segera bertobat dan lepas dr ikatannya. Dalam kisah ayat ini, jelas terlihat roh jahat berusaha utk menciderai tubuh anak itu, bahkan mgkin jika bs membunuhnya, tp Yesus menegor apa yg roh jahat itu lakukan sehingga anak itupun bs sembuh dan tetap hidup. Iblis ingin kita mati, binasa dan masuk neraka, krna itu waspada jgn sampai masuk dalam jeratan iblis melalui bnyk hal: uang, kekuasaan, nafsu, dsbnya. Dia memakai berbagai cara supaya kita berpikir bhw apa yg kita inginkan itu manusiawi, apa salah menjd kaya? Apa salah pny kekuasaan? Apa salah menikmati kesenangan hidup? Hal spt inilah yg menggoda pikiran dan hati tiap org utk membenarkan tindakannya mencari kesenangan duniawi. Bukan masalah benar atau salah, tapi apa pengaruh totalnya semua hal itu bagi hidup kita, apakah membuat kita pada akhirnya menikmati kebahagiaan atau justru kita terlibat dlm bnyk masalah.

Sekali terjerat oleh jebakan iblis, sangat sulit utk bs lepas darinya, tdk cukup punya niat utk bertobat, krna iblis berusaha menghalanginya dan bahkan menawarkan apa yg lebih dari yg sblumnya. Itu sebabnya ada org yg bertobat tp kemudian jatuh lagi, alasannya godaannya lebih kuat drpd tekadnya utk bertobat. Dalam kasus spt itu, perlu pertolongan dari luar diri kita, perlu kuasa Tuhan utk melepaskan kita dr cengkeraman iblis dan anak buahnya. Kita perlu dilayani oleh hamba Tuhan yg memang porsinya tepat utk hal ini, mrka yg mengerti seluk beluk okultisme dan tahu caranya utk melayani org yg butuh pelepasan. Kalau iblis tdk bs lagi mendapatkan jiwa kita, dia tetap akan berusaha merusak tubuh kita, membuat kita menderita fisik hingga membunuh kita. Seram bukan? Awalnya berwujud tawaran yg manis dan menyenangkan, tapi berakhir dgn semua yg mengerikan dan membinasakan. Sekali masuk dlm perangkap iblis, susah utk bs bebas dr itu, puji Tuhan, ada kuasa Tuhan yg mampu memerdekakan kita seutuhnya.

Kedagingan kita itulah celah bagi iblis untuk mulai menjerat kita, nafsu yg tdk terkendali bs berubah menjd akar dosa yg nantinya bs berbuahkan kebinasaan jika sudah ‘matang’.

Posted in Renungan | Comments Off on Iblis Tidak Rela Kehilanganmu

Punya Belas Kasihan

DI 29032022

Lukas 7:12-13
Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”

Kehilangan anak tunggal di masa tua bukan sesuatu yg diduga akan terjd, setiap orgtua pasti berharap mereka dahulu yg ‘pergi’, dan anak-anak mrka akan mengantar ke tempat peristirahatan yg terakhir.

Seorg janda hidup dgn anak tunggalnya, tidak disebutkan brpa usia anak itu, apakah masih anak-anak, remaja atau dewasa, dalam KJV dipakai kata ‘man’ yg merujuk bhw anak yang meninggal itu sudah dewasa usianya. Tidak dicatat jg si anak ini sdh menikah dan punya anak, jd kesimpulannya, dgn kematian anak tunggalnya, putuslah garis keturunan dr pihak almarhum suami janda ini, nantinya janda ini akan hidup seorg diri, suatu keadaan yg pahit & pasti tdk diinginkan oleh orgtua manapun juga. Yesus berpas-pasan dgn rombongan ini yg sdg berduka, tidak pernah kenal dgn janda itu, tp suasana kedukaan yg begitu menyayat hati tentu sedikit banyak membuat org yang melihatnya ikut bersimpati. Ketika Yesus saat itu melihat janda ini, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan, Yesus pasti tahu kehidupan si janda ini, krna Dia Tuhan, dan agaknya inilah yg membuat belas kasihan Yesus ini muncul. Pasti ada sesuatu dalam hidup janda ini yang ‘istimewa” di mata Yesus, mengingat banyak org yg turut menghantar pemakaman ini, bisa disimpulkan bhw janda ini org yg cukup baik perilakunya di mata masyarakat.

Yg paling diinginkan oleh janda ini tentu anak tunggalnya kalau bisa jangan mati, tp semua sdh terjd, dan Yesus tahu yg bs menghapus kesedihan janda ini adalah anak tunggalnya itu hidup kembali shga bs meneruskan garis keturunan orgtuanya. Tahu persis apa yg org lain butuhkan dlm keadaan mrka yg ada dlm ‘lembah’ atau kemustahilan, ini yang bisa kita teladani dr Yesus dlm kisah ini, memang kita tdk mahatahu spt Tuhan, tp minimal kita bisa ‘membaca’ situasi yg kita lihat, dan kalau kita punya kesanggupan utk menolong, lakukan dg segera, itu tanda belas kasihan kita masih normal, tdk tumpul. Memang ada org-org yg memang merekayasa suatu peristiwa guna mengambil keuntungan dr itu, perlu juga utk mencari tahu informasi yg sebenarnya. Kalau sdh terkomfirmasi benar, tolonglah sesuai dg apa yg mampu kita lakukan, minimal kita bisa meringankan sdkit beban mrka, memberikan dorongan utk mrka bs tetap bersemangat, & membuat mrka bs tersenyum kembali. Kita hrs jd perpanjangan tangan Tuhan bagi mrka.

Yesus ‘berbagi’ surga dgn kita, itu suatu belas kasihan terbesar bagi manusia, sementara di dunia ini ada org-org yang hanya memikirkan kesenangan utk dirinya sndri, kita harus tetap punya belas kasihan pd mrka yg sedang dlm kesulitan.

Posted in Renungan | Comments Off on Punya Belas Kasihan

Dengar dan Lakukan

DI 28032022

Lukas 6:47
Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya — Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan —,

Kita pasti pernah bertemu dgn orang yg tidak serius, dengar tapi tidak dilakukan, kelihatan seperti tertarik dgn yg kita bicarakan, tapi itu hanya utk menyenangkan telinganya saja, yg kita ucapkan hanya spt dongeng yg indah.

Di antara ribuan org yang sering mendengar apa yg Yesus ajarkan di banyak tempat, tentu tdk semua dr mereka yang benar-benar ingin belajar dan melakukan apa yg Yesus ajarkan, sebagian hanya ingin melihat mujizat, yg lain hanya ingin minta dilayani kesembuhan dan pelepasan, ada juga yg malah ingin mencobai Yesus dgn berbagai pertanyaan yg ‘menjebak’ shga kalau saja Yesus salah menjawab, ini bs dijadikan sbg alasan utk menuduh Yesus dg tuduhan menghujat kitab suci dan Tuhan. Yg Yesus sukai adalah org yg bukan saja tertarik utk mendengar ajaran-Nya, tp juga orang yg mau belajar mengerti dan lalu melakukan apa yg sudah dia pelajari dr Tuhan. Tentu saja Dia masih akan terus melayani apa yg org-org itu butuhkan, tetap melakukan mujizat, melayani kesembuhan dan pelepasan, namun Dia ingin ada org-org yabg menjd pelaku firman Tuhan. Mari kita koreksi diri kita sndri, apakah sudah menjadi pelaku firman Tuhan? Atau kita jenis org yang hanya suka dengar khotbah pendeta terkenal saja.

Tentu tdk mudah utk menjd pelaku firman, ini spt kita sdg menerapkan resep masakan, jika salah dlm tahapannya maka hasilnya akan jd berbeda dgn yg seharusnya, kurang bahan jg akan merubah rasanya. Di sinilah proses kita merenungkan firman Tuhan sangat penting, kalau sampai salah memahami firman Tuhan maka nanti dlm prakteknya pun jg salah, kita tdk boleh memahami firman Tuhan hanya dg menggunakan logika saja, firman Tuhan beda dgn ilmu pengetahuan dan filsafat, itulah yg menjd sebab ada org yg justru tersesat karna salah dalam memahami firman Tuhan. Perlu utk kita memiliki org-org yg pemahaman ttg firman Tuhan cukup baik, gunanya spya kita jgn memiliki pemahaman yg salah, membuat lebih ‘tajam’ dlm mempelajari firman Tuhan. Ini penting karna kalau nantinya kita ‘sharing’ sesuatu yg ternyata ada salahnya, org yang mendengarnya percaya lalu melakukannya, ini akan sangat membahayakan. Lebih baik agak lama baru memahami firman Tuhan itu drpd terlalu cepat tp ternyata pemahaman yg didapatnya ternyata salah.

Mendengar, merenungkan lalu melakukan yg kita pelajari ttg firman Tuhan, membuat kita akan ada dlm kondisi iman yang kuat karena apa yg kita pelajari itu terbukti benar dan juga nyata.

Posted in Renungan | Comments Off on Dengar dan Lakukan

Apa Isi Hati Kita?

DI 26032022

Lukas 6:45
Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

Tidak satupun manusia yg bisa tahu isi hati org lain, tapi kita bs menilai kualitas hati org lain dr apa yg dia ucapkan, sesuai dg ayat yg kita baca, ucapan seseorg berasal dari isi hatinya.

Ucapan bs berbeda dgn pikiran, itulah kenapa manusia itu berbohong, tp ucapan tdk mgkin berbeda dr isi hati seseorg, pikiran bisa tidak sejalan dgn pertimbangan hati nurani. Ini bisa kita lihat ketika kita ingin membeli sesuatu yg kita sukai: hati sudah ingin sekali membeli tp pikiran kita menimbang-nimbang krna kondisi keuangan yang pas-pasan, sebaliknya pikiran muncul ide utk berbohong, tp hati nurani kita menolak utk melakukannya. Jadi apa isi hati kita akan terlihat dari ucapan kita, kalau yang kita ucapkan itu sesuatu yg baik, artinya isi dr hati kita jg adalah hal-hal yg baik, org yg tulus berarti ucapannya baik, positif & dlm hatinya tidak ada motivasi dan niat yg jahat. Manusia bs berpura-pura baik, berkata-kata manis, tapi suatu saat semuanya akan terbongkar, akan muncul isi hati yg sebenarnya. Jadi untuk kita menilai seseorg itu baik atau jahat, tidak bisa dlm jangka waktu yg pendek, apalagi org bisa saja berubah sewaktu-waktu, dulu baik skrg ternyata berubah jd jahat, atau demikian juga sebaliknya.

Apa yg akan kita simpan dlm hati kita? Kalau kita simpan hal-hal yg baik, maka kita menjd org yg berbicara dgn santun, tdk menghakimi, memiliki bnyk nasehat yg bijak, dsbnya. Tapi kalau yg kita simpan itu hal-hal yang negatif, maka ucapan kita akan berubah menjd kasar, mudah memaki-maki, suka menghakimi org lain, dsbnya. Spt kita menyimpan file di dlm memori HP kita, kalau file yang tdk berguna tetap kita simpan, memori HP kita jadu penuh dan membuat HP kita kerjanya makin berat & bs berakhir dgn ‘hang’ atau suka ‘restart’ scra tiba-tiba. Kalau dlm menjalani hidup ini kita rasakan sangat berat, mgkin saja ‘memori’ dr hati kita terisi bnyk hal-hal yg tdk berguna, tdk penting bahkan hal-hal yg bs merusak hati & pikiran kita. Semua yg buruk hrs kita buang dr dlm hati kita, supaya beban hidup kita menjd lebih ringan dan hati kita penuh dgn damai & sejahtera dr Tuhan. Sifat seseorg dipengaruhi oleh isi dan suasana hatinya, kalau hati tidak dijaga dgn baik, maka hidup kita akan banyak mengalami masalah yg sebenarnya tdk perlu kita alami.

Isilah hati kita dgn hal-hal yg baik, terutama isi dgn kebenaran firman Tuhan, ini berguna utk tetap menjaga suara hati nurani kita tetap murni dan Tuhan akan terus bicara lewat hati nurani kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Apa Isi Hati Kita?

Kenapa Dipersulit?

DI 25032022

Keluaran 11:10
Musa dan Harun telah melakukan segala mujizat ini di depan Firaun. Tetapi TUHAN mengeraskan hati Firaun, sehingga tidak membiarkan orang Israel pergi dari negerinya.

Di satu sisi, Tuhan berencana utk membawa bangsa Israel keluar dr tanah Mesir, to di sisi lain justru Dia yang mengeraskan hati Firaun, kalau kita di posisi Musa saat itu, apa yg ada dlm pikiran kita?

Metode penyelesaian masalah yg umumnya dipakai adalah: yg besar diperkecil, yg rumit di buat sederhana, tapi ini tidak sejalan dgn apa yg Tuhan perbuat pd Firaun dan bangsa Israel saat itu, justru Tuhanlah yg ‘membuat’ situasi semakin rumit, sudah bnyk mujizat yg Musa dan Harun tunjukkan di depan Firaun & bawahannya, tapi justru Tuhan mengeraskan hati Firaun. Logika berpikir manusia berkata, seharusnya Tuhan melunakkan hati Firaun sehingga bangsa Israel bs dg mudah dibawa keluar dari Mesir. Walaupun kita sudah tahu bhw akhirnya bangsa Israel bs keluar jg dari Mesir, namun alasan mengapa Tuhan justru melakukan hal itu, tdk mudah utk kita pahami dan mgkin kita jg berpikir yg salah ttg Tuhan. Sederhananya, Tuhan itu punya hukum-Nya sndri, setiap dosa dan kesalahan ada hukum dan hitungannya. Sbg contoh ketika Tuhan menghukum kota dan penduduk Sodom dan Gomora, ada alasan-Nya kenapa tdk segera dihukum, kenapa hrs memberitahukan pada Abraham terlebih dahulu?

Setiap dosa dan kesalahan ada hukumannya masing-masing, katakanlah ada levelnya, ada dosa yg berakhir dg hukuman dirajam hingga mati, ada dosa yg hanya perlu ganti rugi brpa kali lipat, dsbnya. Utk menghukum berat dosa Firaun atas bangsa Mesir, maka perlu alasan mengapa hukumannya sangat berat. Jadi spt suam-suam kuku, panas tidak, dingin jg tidak, perlu ‘memenuhi kuota’ dosa yg hukumannya baru bs dijatuhkan. Itulah sebabnya dlm kitab Wahyu, Tuhan menegaskan manusia itu hrs jelas posisinya, kuduskah atau berdosa:

Wahyu 22:11-12
Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!”
“Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya.

Di sinilah kita mencoba memahami kenapa Tuhan mengeraskan hati Firaun: butuh posisi yg tepat bagi Firaun, dg mempersulit bangsa Israel keluar dr Mesir, dosa Firaun makin kian bertambah hingga pada ‘kuota’ yg pas, maka hukuman bs diberikan dan itu legal di alam roh, karena iblis akan selalu mendakwa dan berusaha melawan Tuhan. Kita tahu akhir dr kisah ini tentara Mesir mati dipendam oleh air Laut Teberau yg sebelumnya Tuhan buat terpisah kiri dan kanan (Keluaran 14).

Kalau Tuhan campur tangan dlm situasi yang sedang kita hadapi, jgn heran kalau justru ada kemungkinan kesulitan semakin bertambah, tapi yakinlah bhw akhir dr semuanya adalah kita melihat kemuliaan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Kenapa Dipersulit?