Mengasihi Yang Tidak Mengasihi Kita

DI 17092025

Matius 5:43-45 ILT3
“Kamu sudah mendengar yang telah dikatakan: Kasihilah sesamamu dan bencilah musuhmu.
Namun Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu, berkatilah mereka yang mengutuk kamu, perlakukanlah dengan baik mereka yang membenci kamu dan berdoalah bagi mereka yang melecehkan kamu dan menganiaya kamu,
supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga. Sebab Dia menerbitkan matahari-Nya bagi yang jahat dan yang baik, dan Dia menurunkan hujan bagi yang benar dan yang tidak benar.

Apa makna dr mengasihi musuh? Kita bisa sederhanakan makna musuh di sini sbg yg tdk mengasihi kita dan berbuat jahat karna mereka membenci kita.

Dlm konteks perang, tentu prinsip yang ada adalah menaklukkan atau ditaklukkan, tdk cocok prinsip ‘mengasihi musuh’ dlm ayat ini diterapkan. Jd pahami konteksnya spya kita jgn tersesat pikiran kita. Dalam situasi tertentu, Yesus justru mengajar utk musuh coba utk diadakan perdamaian: “Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dgn sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yg mendatanginya dengan dua puluh ribu org? Jikalau tdk, ia akan mengirim utusan slma musuh itu msh jauh utk menanyakan syarat-syarat perdamaian (Lukas 14:31-32) Jd intinya adalah jgn mencari keributan, tp perdamaian dgn semua org, termasuk yg memusuhi dan tdk mengasihi kita. Hitung untung dan ruginya jika kita berurusan dgn org lain, biasanya perselisihan lebih banyak merugikan drpd menguntungkan kita.

Pepatah mengatakan punya 1 musuh jauh lebih merugikan drpd memiliki 1000 teman, 1 musuh saja bs sangat merepotkan, maka lebih baik spt ayat ini, kita mendoakan dan memberkati musuh, biarlah pembalasan yg adalah milik Tuhan itu tetap Tuhan yg pny wewenang melaksanakannya. Bgmna jika kita terus dimusuhi, dipersulit, ditekan, dan diperlakukan tdk adil? Inilah penderitaan yg hrs kita tanggung sbg pengikut Kristus, di ayat ini dikatakan: “Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dlm nama Kristus itu” (1 Petrus 4:16). Bertahan dlm penderitaan yg disebabkan karena kita seorg Kristen, hrs memuliakan nama Tuhan, tetap bersikap dan berbuat kebaikan, menjd terang dunia dan jangan menimbulkan celah bagi org lain utk bisa mencemooh nama Tuhan. Memang sulit, tp tdk mustahil utk kita lakukan.

Jadilah cerminan Kristus dalam keseharian hidup kita, berikan teladan yang baik, kasihi semua org, bahkan mereka yg memusuhi & tdk mengasihi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengasihi Yang Tidak Mengasihi Kita

Beri Juga Pipi Kirimu

DI 16092025

Matius 5:39-40 ILT3
Namun Aku berkata kepadamu: Janganlah melawan yang jahat, melainkan siapa yang menampar engkau pada pipimu yang kanan, serahkanlah kepadanya pipi yang lain juga.
Dan kepada dia yang menginginkan engkau dihukum dan mengambil pakaianmu, tinggalkanlah kepadanya jubahmu juga.

Apa sebenarnya makna dr ayat ini? Apakah kita diajar utk jadi org yg lemah? Ditampar malah diam saja, bahkan memberikan pipi yg lain utk ditampar jg?

Lebih baik kita mengerti apa makna suatu tamparan di zaman itu, dalam Ensiklopedia Alkitab, dijelaskan bhw tamparan pada pipi berarti celaan atau kekalahan (Ayub 16:10; Mat 5:39). Nah jadi konteks ayat ini bukan pd situasi normal spt yg sering kita pikir & bayangkan, keributan lalu terjadi adu fisik dan membiarkan diri ditampar. Jgn terlalu ‘polos’ dlm menafsirkan ayat ini! Org yang ditampar pipinya adalah org yg kalah, ada di bawah kekuasaan musuh. Spt seorang tawanan perang, ditaklukkan dan dengan bebas diperlakukan apa saja oleh pihak yg menaklukkan. Membiarkan diri ditampar tujuannya supaya jgn sampai diperlakukan lebih buruk drpd itu. Emosi orang penakluk biasanya sangat tinggi, lebih baik memberi kepuasan emosi pd orang yg menaklukkan kita drpd nyawa kita hilang pd akhirnya. Di dlm hidup ini, ada waktunya kita kalah dan merugi, di saat inilah kita jgn melawan dgn sembarangan.

Dlm perselisihan, kadang kita hrs dengan sengaja membiarkan orang lain mendapat apa yg diinginkannya. Misalnya ketika ada seseorg yg dijambret, diancam dgn pisau, lebih baik kehilangan harta drpd nantinya kehilangan nyawa, bukan? Di sinilah semua dr kita diajar utk bijak, mana yg lebih patut kita pertahankan, mana yg harus rela untuk dilepas. Memang tdk menyenangkan, tapi di situasi spt itulah kita jangan kehilangan yg paling berharga. Harta masih bs dicari, tetapi kita hanya punya 1 nyawa. Ditampar dan membiarkan ditampar lagi, jauh lebih baik drpd mengalami hal yang lebih buruk, dan kehilangan nyawa. Kali ini kita kalah, tp suatu saat kita bisa bangkit membalikkan keadaan. Dulu ditindas, nanti berkuasa, itu yg hrs kita pahami. Bijaklah dlm menyikapi keadaan buruk yg sedang menimpa, lebih baik mengalah sesaat demi nantinya bisa menang selanjutnya.

Pikirkanlah apa yg paling berharga, jangan biarkan kita kehilangan itu, lepaskan yang berharga, karna suatu saat kita bs memiliki semuanya kembali.

Posted in Renungan | Comments Off on Beri Juga Pipi Kirimu

Walaupun Rugi

DI 15092025

Mazmur 15:4 ILT3
Dan orang yang jahat direndahkan di hadapannya, tetapi dia menghormati orang-orang yang takut akan YAHWEH; dia telah bersumpah sekalipun rugi dan tidak mengubahnya.

Org yg menepati perkataannya, janjinya, itu dihormati Tuhan, sekalipun dia merugi, tapi menepati janji atau sumpah yg diucapkan menjd suatu integritas dirinya.

Pernah mengalami org lain seenaknya dgn gampang mengubah isi perjanjian? Tentu kita menjd kesal bahkan marah, kita sudah menepati yg jadi bagian kita, tetapi org lain yang terikat perjanjian itu malah ingkar, lalu mengubah isi perjanjian seenaknya. Dalam pandangan Tuhan, org yg tdk menepati isi sumpahnya tdk pantas utk mendpt suatu kehormatan dr Tuhan. Pepatah umum yg kita tahu ialah: yg bs dipegang/dipercayai adalah ‘mulutnya’ atau perkataannya. Jika perkataannya saja susah dipegang, tentu sdh pasti kehilangan kepercayaan dan org banyak akan malas berinteraksi dgn orang macam ini. Bersumpah membawa nama Tuhan supaya menyakinkan org lain, tetapi justru dgn tanpa merasa bersalah, ingkar & lari dr tanggung jawabnya. Mgkin selalu bs ‘mengerjai’ org, tapi selanjutnya pasti tidak akan mendapatkan kepercayaan lagi, jadi sebenarnya dia itu merugikan dirinya sndri.

Walaupun rugi, tetap menepati perkataan atau janji yg diucapkan. Dalam PB, semua org memang dilarang mudah bersumpah atas nama Tuhan: Kamu telah mendengar pula yg difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan (Matius 5:33). Yang sering kita ucapkan di keseharian biasanya bukan sumpah, tetapi janji ttg sesuatu. Misalnya, orgtua berjanji jika sang anak bs mencapai sesuatu, mrka berjanji memberikan apresiasi, tujuannya utk mendongkrak semangat si anak untuk bs menaikkan kualitas dirinya. Janjikan yg bs kita penuhi, jgn melampaui kemampuan yg kita miliki, nantinya ketika tidak ditepati, kita akan kehilangan kepercayaan dan bisa dicap sbg pembohong, nama baik kita jadi tercemar, apabila org banyak mengetahui hal ini, sulit bagi kita membangun ‘network’ atau jaringan kerjasama dgn org baru.

Tepati janji atau sumpah kita, kebohongan hanya akan merusak nama baik dan masa depan kita, pertahankan kepercayaan yang sudah org lain berikan pd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Walaupun Rugi

Pemimpin Umat Yang Arogan

DI 13092025

3 Yohanes 1:9-10
Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami.
Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.

Tokoh bernama Diotrefes menang jarang dibahas dan nyaris luput dr perhatian kita, tetapi sepak terjangnya ini amat berbahaya bagi keberlangsungan pertumbuhan gereja mula-mula.

Dlm Ensiklopedia Alkitab, dikatakan bahwa DIotrefes itu seorg yang keras kepala dan mempunyai cita-cita yang angkuh sekali. Ia tak mau mengakui penatua (Yohanes), dan menyerang penatua itu secara terbuka. Ia melarang utk menerima pengikut-pengikut penatua itu, dan mengucilkan mereka yang tetap menerimanya, atau mengucilkannya secara resmi, ataupun dengan kekerasan badani. Walaupun pengantaraan pribadi dr penatua itu pd akhirnya akan menentukan, kekuasaan dari surat-suratnya bisa saja dibatalkan oleh pengaruh yg ada sekarang pada Diotrefes (3 Yoh 9-10). Sederhananya kalau zaman skrg ini ada pendeta melawan pendeta, yg junior melawan yg senior. Tak jarang hal spt itu kita temui dlm kehidupan bergerak saat ini: persaingan ketat yang pd akhirnya membuat sebuah gereja terpecah dan tentunya ini bukan sesuatu yang baik utk kehidupan bergereja.

Memang kita hrs berlogika dgn sehat, bhw pemimpin gereja tetaplah manusia biasa & punya kelemahan. Ada pimpinan yg tidak suka dibantah, gila hormat, gila kekuasaan supaya bs mengatur gereja sesuai apa yg dia inginkan, dsbnya. DIotrefes senang utk membicarakan rasul Yohanes dan org-org yg dipercayainya, mencegah jemaat untuk menerima kehadiran mereka dan memberi sanksi PD jemaat secara otoriter. Apakah sedahsyat itu kedudukan pemimpin dalam gereja pd masa itu shga DIotrefes tergoda utk memilikinya? Biasanya hal keuangan di dlm gereja yg jadi penyebabnya, drpd uang disumbangkan utk jemaat gereja lain, lebih baik dimasukkan kantong sendiri. Ingat jg bhw sekalipun menjd murid Yesus, Yudas Iskariot sering mencuri kas rombongan utk kepentingannya sendiri. Cinta uang yg pd akhirnya berubah menjd hamba uang.

Hormatilah pemimpin di atas kita, jangan berusaha merebut posisinya, ingat kisah Absalom yg berusaha mengkuduta tahta ayahnya, Daud, akhirnya dia mati dengan mengenaskan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pemimpin Umat Yang Arogan

Memberi Salam

DI 12092025

2 Yohanes 1:10-11 ILT3
Jika seseorang datang kepada kamu dan dia tidak membawa ajaran ini, janganlah menerima dia ke dalam rumah dan janganlah mengucapkan salam kepadanya.
Sebab, siapa yang mengucapkan salam kepadanya, dia sedang bersekutu dalam pekerjaan-pekerjaannya yang jahat.

Pengajaran yg sesat memang hrs selalu diwaspadai, bukan hanya ajarannya, tetapi juga dlm hal memberi salam, dlm ayat ini jelas dilarang utk dilakukan.

Konteks memberi salam di sini dijelaskan sbg memberi salam di dlm rumah seperti tuan rumah menyambut tamu yg datang. Org yg diizinkan masuk dlm rumah dalam pengertian ini adalah sekutu atau sahabat yg berniat baik, sekutu artinya berada dlm satu kelompok berjenis sama. Pengajaran sesat biasanya mengincar ttg ke-Tuhanan Yesus, tdk mengakui Yesus sbg Anak, tapi melihatnya hanya sekedar yg diutus Bapa. Intinya adalah pengajaran ini tdk mengaku bhw Bapa, Yesus, dan Roh Kudus adalah Satu. Jadi ketika ada org yg mencoba utk berdiskusi ttg ke-Tuhanan Yesus, kita hrs paham bhw tujuan mereka sebenarnya itu hanya utk membuat kita menyangkal bhw Yesus itu Tuhan. Jgn memberi salam bisa dimaknai sbg bentuk penolakan, bersikap tdk ramah, dan tdk diberi kesempatan utk bicara panjang lebar.

Penyebar ajaran sesat biasanya berusaha bersikap ramah, memberikan sesuatu, dan berupaya terlihat menyakinkan. Sebaiknya hindari utk berdiskusi atau berdebat dgn mereka, tdk ada gunanya dan jelas di dlm ayat ini dilarang memberi salam layaknya seorg yg bersekutu atau bersahabat. Org yg memberikan salam pd pengajar sesat, dlm ayat ini dianggap sdg bersekutu dgn pekerjaan penyebar ajaran sesat ini. Bisa ada banyak doktrin yg timbul, tp apabila doktrin-doktrin ini sama-sama mengakui ke-Tuhanan Yesus, masih bisa ditoleransi dan dihormati doktrinnya masing-masing. Jadi bedakan antara doktrin dgn ajaran yg sesat, sejak zaman gereja mula-mula, sdh ada banyak pengajar sesat bahkan Injil yg lain selain Injil yang diberitakan oleh para rasul. Ingatlah yang diincar itu ke-Tuhanan Yesus.

Jangan memberi salam pada sembarang org, jgn bersikap terbuka dan ramah pada ajaran sesat, dan jgn bersekutu dg mereka dan pekerjaan jahatnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Memberi Salam

Kasih Sempurna

DI 11092025

1 Yohanes 4:18
Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Memahami ayat ini tak semudah sekedar membacanya, sekalipun sdh menjd orang Kristen, kita pernah merasa takut, apakah dgn begitu kasih kita belum sempurna?

Sbg awal utk memahaminya, kita pikirkan dulu darimana asalnya ketakutan itu? Dari situasi yang sdg terjadi, tekanan dr pihak luar yg menindas kita, kekuatiran yg terus menerus tinggal dlm diri kita, dsbnya. Hal inilah yg menyita fokus kita sehingga ada kemungkinan kita mengabaikan apa yang seharusnya dilakukan sbg prioritas utama dan inilah yg membuat kita dikuasai oleh ketakutan. Mengasihi Tuhan berarti tidak mengabaikan apa yang seharusnya untuk diberikan sbg hak-Nya Tuhan. Bandingkan ketika kita sedang kuatir, fokus pd situasi saja hanya memperbesar rasa ketakutan itu menguasai diri kita, dengan kita tetap melakukan disiplin rohani setiap saat. Bs ada ketakutan, tp iman ahan mengalahkan ketakutan kita, masih ada Tuhan yg punya kuasa melebihi apapun yg ada di dunia.

Kasih yg sempurna melenyapkan dengan cara membuang ketakutan itu dr dlm diri kita. Pahamilah bhw ketakutan itu seperti sampah yg hrs dibuang, bukan disimpan. Realita memang kadang berat & mustahil, tetapi kita bukanlah org yg tdk ber-Tuhan, kemampuan kita terbatas, tetapi Dia tidak terbatas kuasa-Nya. Mengasihi Tuhan itu bukan hanya bicara keintiman rohani, tapi bgmna kita mempercayakan hidup secara utuh pd Tuhan di segala situasi yg sedang dan akan terjadi. Mempercayakan berarti tdk punya keraguan sedikitpun, tdk curiga, mengandalkan Tuhan dlm segala hal. Hal ini memang butuh proses utk sampai pd level kasih yg sempurna, kita tdk takut utk kehilangan apapun karena percaya bahwa semua itu pemberian Tuhan, Dia berhak & punya wewenang memberi kepada siapa yg Dia pandang kayak.

Buang ketakutan dr dlm diri kita, pertebal iman kita dgn mengasihi Tuhan dgn lebih sungguh-sungguh, hidup dlm anugerah & kuasa-Nya yg ajaib.

Posted in Renungan | Comments Off on Kasih Sempurna

Tinggal Dalam Tuhan

DI 10092025

1 Yohanes 3:6 ILT3
Setiap orang yang tetap tinggal di dalam Dia, dia tidak berdosa. Setiap orang yang berdosa, dia tidak melihat Dia bahkan tidak mengenal-Nya.

Kunci untuk tidak berbuat dosa ialah tetap tinggal dlm Tuhan, kalau seseorg berbuat dosa, berarti dia sedang tdk tinggal dalam Tuhan.

Jadi ini yg kita waspadai bhw kadang kita bs tdk tinggal dlm Tuhan, kalau dijabarkan scra sederhana, ini spt org yg keluar dari area payung di saat sedang hujan, yg terjd pasti akan kehujanan, basah, hingga bisa sakit meriang nantinya. Bergeser sedikit saja, ini artinya tdk tinggal dlm Tuhan lagi. Bergeser ini bs kita samakan sbg sebuah kompromi kecil yg kelihatannya tdk akan berdampak apa-apa. Ikut berbohong dlm masalah yg kecil misalnya, kelihatannya sih sederhana, tp begitu berbohong yang menjd sebuah kebiasaan, ini yg tdk bnyk org sadari terjd. Sekali, dua kali, akhirnya keseringan, dan menjd sebuah kebiasaan yg sulit utk ditinggalkan. Kompromi akan sesuatu secara trs menerus akan berubah menjd sebuah keterikatan, spt kulit yang menempel pd daging, menyatu, berubah menjd sebuah karakter menetap.

Tetap tinggal dalam Tuhan, artinya berada di bawah naungan Tuhan. Ini spt seorang warga negara dari sebuah negara, dirinya ada dlm perlindungan hukum negaranya, di luar negeri pun dia tetap berhak untuk mendapatkan perlindungan melalui duta besar yg bertugas di kedutaan luar negeri. Tp begitu dia melepas kewarganegaraan yg dimilikinya, di sinilah dia tdk lagi punya hak mendpt semua haknya sbg warga dari negara awalnya. Kita ini sdh beralih menjd warga negara surgawi, walaupun kita msh hidup dlm dunia ini, tp kita punya hak utk mendapatkan perlindungan Tuhan. Tentu ada hukum dan aturan yg kita harus taati, bila dilanggar, ini menjd sebuah tindakan melawan hukum. Tetap tinggal dlm Tuhan berarti ada dalam naungan hukum Tuhan, dan wajib taat pd aturan Tuhan. Patuh pd aturan Tuhan, ini bukti kita tetap tinggal di dlm Tuhan.

Di mana posisi kita sekarang? Tetap dlm Tuhan atau bergeser? Jgn kompromi dgn segala yg memancing kedagingan, karena pd akhirnya kita akan berbuat dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Tinggal Dalam Tuhan

Hidup di Dunia

09092025

1 Yohanes 2:16
Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia.

Rasul Yohanes menyimpulkan ada 3 jenis keduniawian yg ada dlm dunia, ketiganya tentu berkaitan dgn hidup manusia, tetapi kita diperingatkan utk tidak terikat dengan semuanya itu.

Pertama, keinginan daging, keinginan yg hanya utk memuaskan daging tanpa batas sehingga justru merusak tubuh kita. Kalau keinginan daging hanya dikaitkan dengan dosa, agaknya terlalu sempit pemahaman ttg ini, jd mari kita perjelas lagi: segalanya yg membuat tubuh kita merasa nikmat, ini dpt berwujud sbg makan dgn rakus, yang harusnya porsi secukupnya dan sehat, tp justru porsinya berlebihan, sembarangan makan apa saja, akibatnya tubuh cepat jd sakit dan berusia pendek. Wujud lainnya bs sbg meledaknya nafsu birahi, tdk puas hanya dgn pasangan, sehingga timbulnya bnyk perselingkuhan dan hubungan tidak wajar, tentu mengarah pd dosa. Nafsu yg membuat tubuh merasa nikmat hrs dapat dikendalikan, Tuhan tdk melarang kita bs menikmati makan enak ataukah keintiman bersama pasangan, tp lakukan semuanya dlm batas wajar dan jgn serakah.

Kedua, keinginan mata, mau ini dan itu, jd berakibat nekad mencoba ini dan itu, tidak takut akan resiko yg ditimbulkan. Jangan hidup ‘hedon’, tdk tahan melihat barang yg mahal, demi gengsi shga pengeluaran jadi lebih besar drpd pendapatan, terlibat dgn hutang kredit, hidup justru jadi susah dan menderita. Tergoda lawan jenis yg cantik atau ganteng, bs termasuk dlm keinginan mata. Ketiga, keangkuhan hidup, org pada umumnya suka dihormati, tapi jgn sampai jd ‘gila hormat dan kekuasaan’. Semuanya diukur dr harta, status sosial, jabatan, dan lainnya. Merasa kaya shga bs menista org seenaknya, kurang dihormati shga marah dan bertindak kasar. Semua yg kita punya bukan utk disombongkan, tapi digunakan untuk memuliakan Tuhan dan memberkati banyak org. Jgn memandang rendah org lain hanya karena status sosialnya.

Dunia lebih menghargai org dgn status yg tinggi, kita jgn terjebak dgn penilaian yang spt itu, hargailah semua org sbg ciptaan Tuhan yg mulia.

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup di Dunia

Mengenal Tuhan

DI 08092025

1 Yohanes 2:3-4 ILT3
Dan dengan ini kita mengetahui, bahwa kita mengenal Dia, jika kita memelihara perintah-perintah-Nya.
Siapa yang berkata, “Aku mengenal Dia,” tetapi tidak memelihara perintah-perintah-Nya, dia adalah pendusta, dan kebenaran tidak ada di dalam dia.

Entah mengapa org lebih heboh dengan kesaksian mereka yg secara supranatural diberi kesempatan melihat sosok Tuhan dibandingkan dgn org yg menuruti semua perintah-Nya.

Hidup dlm kekristenan bkn mengejar yang supranatural secara berlebihan, ada orang yg terjebak dlm prinsip ini, sehingga lebih menyukai ritual keagamaan dibandingkan hidup menuruti firman Tuhan. Karunia roh itu baik dan penting, tetapi teladani Yesus ketika Dia melayani di dunia, bukan hanya melakukan mujizat, mengusir roh jahat, tp jg Dia mengajar, supaya org-org mengenal Tuhan dan hidup dlm kebenaran. Dlm ayat ini jelas dikatakan bhw bukti pengenalan akan Tuhan yg benar adalah ketika seorg itu memelihara perintah-perintah Tuhan. Memelihara itu bukan sesaat, kita pelihara hewan bukan cm 1-2 hari, tetapi dlm kurun waktu panjang, berminggu-minggu hingga bertahun-tahun. Jadi seorg Kristen bukan taat pd Tuhan hanya sesaat, tetapi dalam jangka wkt sangat panjang: seumur hidup.

Memelihara itu butuh perhatian yg cukup, pertanyaannya adalah: apakah perhatian kita pd perintah Tuhan itu sdh cukup atau tdk? Membaca Alkitab secara rutin belum berarti kita memelihara perintah Tuhan. Di dlm prinsip sebenarnya, kita harus bukan sekedar membaca, tp teruskan dgn suatu perenungan sehingga kita mendapatkan pencerahan dan mendpt pemahaman yg benar ttg apa yg kita baca. Buat apa kita baca 2 juta x Alkitab dr Kejadian – Wahyu, tp tdk memahami ttg pribadi Tuhan dan segala perintah-Nya? Org yang mengaku kenal seseorg, pasti tahu banyak tentang sifat, karakter, apa yg disukai, yg dibenci, dsbnya, dr org yg dikenalnya itu. Kenapa Tuhan memberi perintah utk jangan ini & jangan itu, perlu kita dapatkan jawabannya sehingga kita jangan hanya tahu tp tidak paham sama sekali.

Pelihara perintah-perintah Tuhan, kejar itu, jgn kejar hanya ingin punya pengalaman supranatural, karena org non Kristen bisa melihat sosok Tuhan kalau Dia izinkan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengenal Tuhan

Berjalan Dalam Terang

DI 06092025

Yesaya 2:5 ILT3
Hai kaum Yakub, datanglah, dan kita akan berjalan dalam terang YAHWEH.

Berjalan dalam suasana terang pasti lebih nyaman dibandingkan berjalan dlm gelap, ada rasa aman dan waktu tempuh menuju ke arah yg kita tuju tentunya lebih sedikit.

Berjalan dlm terang Tuhan, berarti ada jg jalan yg bukan jalan Tuhan. Dlm Tuhan tdk ada kegelapan: “Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan” (1 Yohanes 1:5). Berjalan dlm terang membuat kita lebih jelas ketika membaca rambu-rambu lalu lintas, inilah gambaran bgmna saat berjalan dlm terang Tuhan, kita bs melihat dgn jelas petunjuk dan aturan-aturan yg Tuhan berikan dalam sepanjang hidup kita. Aturan-aturan Tuhan dlm Alkitab merupakan ‘rambu lalu lintas’ yg hrs kita patuhi ketika berjalan bersama Tuhan di dalam terang, jika melanggarnya, pasti ada konsekuensi dan hukuman yang akan Tuhan berikan, supaya kita bisa lebih berhati-hati dlm melangkah, tdk salah dlm menentukan arah dan bs sampai ke tujuan dgn selamat.

Berjalan dlm terang Tuhan jg berarti tidak munafik, dlm terang semuanya terlihat dg jelas, hidup kita tdk tersembunyi dr Tuhan dan kita hrs berani bertanggung jwb dlm bertindak apapun. Hidup dlm terang tidak melakukan hal-hal ‘kotor’, menjadikan hal baik dlm hidup Yesus selama di dunia sbg sebuah teladan. Kita yang dulu berjalan di jalan kegelapan, hidup dlm ketakutan dan tanpa bimbingan, lebih menuruti nafsu yg menguasai kita, menjd hamba dosa. Kita dahulu menyembunyikan dosa, tetapi saat hidup dalam terang, dosa itu kita akui dan kita bertekad utk tdk mengulanginya lagi. Tdk semua org berani hidup dalam terang, karena takut semua keburukannya nanti tersingkap dan diketahui semua org. Hal inilah yg membuat orang enggan bertobat karena masih bisa terus melakukan dosa dan menikmatinya.

Berjalan dlm terang Tuhan, hidup terbuka di hadapan Tuhan dan manusia, tdk menjd munafik, tetapi terus melangkah menuju kepada kemuliaan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Berjalan Dalam Terang