Memberi Dengan Sukarela

DI 19062017 
1 Tawarikh 29:9 

  • Bangsa itu bersukacita karena kerelaan mereka masing-masing, sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela kepada TUHAN; juga raja Daud sangat bersukacita. 

Bbrpa org Kristen memiliki pemikiran yang aneh ttg kolekte atau persembahan di gereja, dan sbnarnya kalau ditanyakan balik pd mrka, blm tentu bs menjawab dg Alkitabiah. 
Pertanyaan yg sering diajukan adalah: “Apa benar uang kolekte yg dipungut setiap kali ibadah itu dipakai dg benar?” Memang dlm bbrpa kasus yg pernah terjd ada penyelewengan uang kolekte gereja. Misalnya dlm perhitungan uang kolekte, ada oknum yg ber’tangan jahil’ yg mencuri sebagian uang itu shga jumlah yg seharusnya berkurang. Tp tetap saja ada yg menghitung dg benar. Lalu uang itu dipakai utk apa? Tentu saja utk membiayai kebutuhan grja, misalkan utk membayar biaya listrik, air, keamanan, dsbnya. Jgn berprasangka buruk jika tdk ada bukti kuat dr apa yg kita tuduhkan. 
Kemudian ada komentar ini: “Gereja dan pendeta kan sdh kaya, ngapain kita kasih kolekte lagi?” Kalau gereja kita keuangannya ‘minim’, tentu ini menjd sebuah cibiran bagi org Kristen: “Tuh lihat, tempat ibadahnya jelek dan pendetanya miskin, berarti Tuhan yg km sembah tdk sanggup memberkati, buat apa km percaya pd Tuhan?” Mgkin saja pendeta itu kaya krna dia memiliki bisnis sndri sblm akhirnya jd pendeta. 
Mitos bhw uang kolekte itu diambil oleh pendeta jelas hrs dicari kebenarannya. Memang utk grja yg kecil, pengaturan keuangan sederhana saja. Masing-masing gereja punya aturan pengelolaan uang kolekte. Bahkan ada pendeta yg tdk menerima uang dr persepuluhan selain hanya ‘gaji’ bulanan yg jumlahnya ditentukan oleh grja sndri. Tuduhan bhw pendeta memperkaya diri dg uang gereja hrs disertai dg bukti. 
Ayat di atas mengajar utk kita memberi dg rela, masalah penggunaannya itu tanggung jwb petugas grja di bidang keuangan, Tuhan tdk tutup mata, kalau ada penyelewengan, Dia pasti bersikap tegas 

Posted in Renungan | Comments Off on Memberi Dengan Sukarela

Tuhan Melakukan Lebih

DI 17062017 
Kisah Para Rasul 3:2 

  • Di situ ada seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya sehingga ia harus diusung. Tiap-tiap hari orang itu diletakkan dekat pintu gerbang Bait Allah, yang bernama Gerbang Indah, untuk meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Tuhan. 

Seorg lumpuh sejak dr kandungan ibunya tentu menganggap keadaan dirinya itu sbg sebuah ‘takdir’ yg hrs dia jalani. Berpikir bs sembuh mgkin hampir tdk pernah, shga dia hanya melakukan meminta-minta sedekah dr org lain. 
Nasibnya berubah ketika rasul Petrus dan Yohanes dtg dan bertemu dg dia, awalnya cuma meminta sedekah, tp ternyata malah dia mengalami kesembuhan dr kelumpuhannya. Sesuatu yg lebih dr uang yg bnyk, dia mengalami mujizat kesembuhan. 
Tdk ada takdir dlm iman Kristen, ketika Tuhan menyentuh hidup seseorg maka keadaannya bs berubah terbalik. Keadaan yg kita alami itu sementara sifatnya, jd jgn pasrah menerima nasib, masih ada Tuhan yg bs mengubah nasib kita ketika Dia menginginkannya. Itulah sebabnya ada pengharapan di dlm Tuhan, dan Dia bs pakai siapapun utk menyatakan kemuliaan-Nya di dlm hidup kita. 
Hanya minta sedekah tp justru mengalami kesembuhan, Tuhan memberi lebih dr yg diminta. Jgn batasi iman kita dg kemustahilan yg ada, walaupun mgkin skrg blm mengalami perubahan, pd waktu-Nya Tuhan, hanya butuh wkt yg sedikit Tuhan mengubah semuanya. Ketaatan pd Firman Tuhan menjd awal sebuah mujizat Tuhan terjd dlm hidup kita. Utk taat maka kita hrs percaya pd Tuhan, itulah yg membuat iman kita timbul dan membesar. Bkn cuma beriman dan taat, ada sesuatu yg hrs kita lakukan sesuai dg apa yg Tuhan perintahkan. 
Kalau kita kehilangan pengharapan, iman kita berarti sdh mengecil atau ‘lumpuh’, sulit percaya akan mengalami perubahan nasib. Drpd pasrah, bknkah lebih baik berharap pd Tuhan? Perlu kesabaran utk menantikan waktu Tuhan, krna mgkin saja itu terjd di waktu yg tdk kita duga, tiba-tiba saja kesempatan itu muncul 

Posted in Renungan | Comments Off on Tuhan Melakukan Lebih

Mengapa Jadi Jahat?

DI 16062017 
2 Tawarikh 12:14 NKJV 

And he did evil, because he did not prepare his heart to seek the Lord. 

  • Dan dia berbuat jahat, karena dia tidak menyiapkan hatinya untuk mencari Tuhan. 

Benarkah bahwa baik atau jahatnya seseorg itu ada faktor dr bawaan lahir? Bgtu mulai menjd besar dan dewasa maka mulai kelihatan sifat-sifat jahatnya. Sptnya anggapan ini tdk benar. 
Mnrut ayat ini, seseorg menjd jahat disebabkan karena org itu tdk menyiapkan hatinya utk mencari Tuhan. Mencari Tuhan beda dg memiliki agama atau kepercayaan. Mencari Tuhan tdk selalu sama dg dtg ke tempat ibadah. Mencari Tuhan itu perlu persiapan hati. Disiapkan utk apa? 
Kalau seseorg ingin mendaftar masuk di sebuah sekolah, maka bnyk hal yg hrs dipersiapkan, misalnya uang, fotocopy surat-surat yg diperlukan, dtg pada wkt yg telah ditentukan. Stlah tiba di lokasipun hrs menunggu giliran utk dilayani. Jadi perlu disiapkan jg waktu yg cukup spya proses pendaftaran ini selesai dg sempurna. 
Mencari Tuhan tentu saja bkn bcra ttg Tuhan ada di mana, jelas Tuhan ada di surga, Dia omnipresen, mahahadir, ada di mana-mana. Pertanyaannya, utk urusan apa kita ingin bertemu Tuhan? Bnyk org sekedar dtg ke tempat ibadah namun tdk bertemu dg Tuhan. Mencari Tuhan itu butuh wkt dan usaha, jd hati perlu disiapkan spya tdk mengeluh dan tawar hati. 
Menolak utk bertemu Tuhan dipandang sbg sesuatu yg jahat oleh Tuhan. Bnyk org merasa tdk butuh Tuhan dlm hidupnya, mulutnya berkata percaya Tuhan tp dlm hatinya justru tdk percaya. Lebih mengandalkan diri sndri dan kemampuan manusia drpd tunduk pd kedaulatan Tuhan. Kesombongan itu pijakan utk seseorg berubah menjd jahat. Kekuasaan dan kekayaan bs membuat org bertindak semena-mena terhadap org lain, bahkan menganggap dirinya sndri sbg tuhan. 
Carilah Tuhan dg hati yg siap, siap diselidiki Tuhan, siap ‘dibongkar’ yg buruk dr hati kita, siap utk mulai taat pd hukum Tuhan, tdk menyombongkan diri, mau dibentuk dan diubahkan oleh Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Jadi Jahat?

Dikasihi Walaupun Gagal

DI 15062017 
Ulangan 34:6 

  • Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini. 

Mungkin hanya Musa saja satu-satunya manusia yg oleh Tuhan sendiri dikuburkan, tentu krna Musa sangat istimewa di mata Tuhan. 
Musa dipilih Tuhan utk memimpin org Israel keluar dr perbudakan Mesir utk masuk ke dlm Tanah Perjanjian yaitu Kanaan. Menjelang akhir perjalanan, Musa ternyata melakukan kesalahan dan sbg akibatnya dia tdk diperbolehkan masuk ke Tanah Perjanjian, hanya diizinkan melihatnya dr puncak Pisga, gunung Nebo (Ulangan 34:1). 
Kegagalan seorg yg dipilih Tuhan tentunya tdk Tuhan inginkan, namun kita melihat 2 sikap Tuhan yg sangat berbeda terhadap kegagalan org-org pilihan-Nya. Bandingkan antara Saul dg Daud misalnya, keduanya dipilih Tuhan dan ternyata mrka jg melakukan dosa besar, Saul lebih memilih kekuasaan drpd taat pd Tuhan, dia ‘dicopot’ Tuhan dr jabatan raja dan mati dlm keadaan yg mengenaskan. Daud dipilih Tuhan menjd raja menggantikan Saul, namun dia melakukan dosa besar shga anak hasil perzinahannya tdk Tuhan biarkan hidup, dan anak-anaknya saling bunuh dan berebut kekuasaan. Namun Daud tetap dikasihi Tuhan, Saul tdk. 
Manusia bersikap tdk adil, kalau berjasa dipuji, bgtu ketahuan berbuat dosa lgsg dihakimi dan ditolak. Tuhan kita itu adil, dosa hrs dihukum tp ketika ada pertobatan, Tuhan memulihkan hubungan dg mrka. Musa dikasihi Tuhan, terlihat saat Yesus suatu saat dlm dimensi roh terlihat bertemu Musa dan Elia (Matius 17:3). Kesalahan dan dosa memang bs merusak hubungan kita dg Tuhan, namun Tuhan tetap menghargai hal baik yg pernah dilakukan, kesalahan dihukum, ketaatan dihargai. 
Musa gagal tp tetap dikasihi Tuhan, Tuhan sndri yg mengubur Musa, ini sebuah bentuk kasih Tuhan terhadap Musa. Hubungan Musa dg Tuhan sangat indah, selama hidupnya Musa belajar utk memenuhi tugas yg Tuhan percayakan sekalipun dia sadar bhw dia tak mampu.

Posted in Renungan | Comments Off on Dikasihi Walaupun Gagal

Bergairah Mengasihi

DI 14062017 
1 Petrus 4:8 NKJV 

And above all things have fervent love for one another, for “love will cover a multitude of sins.” 

  • Dan di atas segala hal miliki kasih yang menyala-nyala untuk satu sama lainnya, karena ‘kasih akan menutupi sejumlah besar dosa’. 

Mengapa dosa itu ditutupi? Bknkah dosa hrs diakui dan diselesaikan di hadapan Tuhan? Setiap org berbuat dosa, jadi tdk ada yg lebih baik dibandingkan org lain. 
Org yg punya niat jahat akan ‘mempublikasikan’ dosa org lain pdhal mgkin saja dosanya sndri lebih memalukan, hanya saja masih blm ketahuan oleh org lain. Org yg kasihnya bernyala-nyala justru akan ‘menutupi’ dosa org lain. Ini bkn berarti mengatakan bhw org lain tdk berbuat dosa yg sbnarnya dia perbuat, tp menjaga nama baik org itu dg tdk menceritakan dosa yg org itu perbuat. 
Bnyk org yg baik dan berkualitas justru dihantam dg tindakan jahat lawannya dg sengaja menonjolkan dosa yg diperbuatnya. Dosa apapun wujudnya tetaplah dosa, namun di mata manusia, dosa spt ada level dan penggolongan berdasarkan ukuran tertentu, midalnya dosa besar dosa kecil, dosa yg sangat memalukan dan dosa biasa-biasa saja. Inilah yg menjd sebuah kesempatan utk mencurangi org lain ketika dosanya ketahuan. 
Sesungguhnya dosa itu urusan tiap pribadi dg Tuhan, sebagian tentu berurusan jg dg sesama jika berkaitan dg dosa terhadap sesama, apa hak kita utk ikut campur? Kalau dosa kita dipublikasikan tentu kita sangat malu dan mgkin akan menarik diri dr pergaulan, akibatnya mgkin kita menjd stress hingga timbul pikiran utk bunuh diri. Tindakan itu sangat kejam dan tentu saja jahat di mata Tuhan. 
Kalau kita tahu dosa org lain, cukup kita yg tahu, jgn ceritakan ke org lain, tdk semua org itu dewasa dlm berpikir dan mempraktekkan Firman Tuhan. Dosa org lain bknlah topik pembicaraan yg tepat, ‘tutupi’ dosanya agar tdk diketahui org yg bermaksud buruk. Doronglah org itu utk bertobat dan menerima pengampunan dr Tuhan. Lindungi nama baiknya 

Posted in Renungan | Comments Off on Bergairah Mengasihi

Tujuan Baik Tuhan 

DI 13062017 
Ulangan 8:16 NKJV 

who fed you in the wilderness with manna, which your fathers did not know, that He might humble you and that He might test you, to do you good in the end-– 

  • yang memberimu makan di padang gurun dengan manna, yang mana bapa leluhurmu tidak mengetahuinya, supaya Dia boleh merendahkan hatimu dan Dia boleh menguji kamu, melakukan yang baik padamu di akhirnya. 

Ikut Tuhan selalu berhubungan dg penderitaan. Istilah ‘bayar harga’ menjd sebuah hal yg melekat dlm pikiran kita. Dari ayat ini kita belajar bhw ada tujuan dr semua yg Tuhan lakukan terhadap umat-Nya. 
Ada 2 hal yg jadi fokus Tuhan dlm hidup kita yaitu bhw Dia ingin kita memiliki kerendahan hati dan Dia ingin kita hidup sbg org yg berkualitas. Hrs rendah hati spya tdk menyombongkan diri di hadapan Tuhan dan org lain. Hrs dites spya kualitas hidup kita terlihat jelas. 
Dlm penderitaan yg sering diistilahkan sbg ‘padang gurun’, memang tdk ada bnyk hal baik yg kita alami. Spt org Israel setiap hr hanya mkn ‘manna’, pasti bosan. Ada sebuah situasi kebosanan ketika kita mengalami penderitaan, tdk ada kelimpahan, pas-pasan, tdk bs negosiasi dg Tuhan, dsbnya. Spt org yg dipenjara, ruang gerak terbatas, jalan rasanya tiada berujung. 
Apa tujuan atau ‘goal’ yg ingin Tuhan capai dr semuanya ini? Ternyata utk memperlakukan kita dg baik, melakukan yg baik utk hidup kita, membuat kita bnyk menerima kebaikan Tuhan pd akhirnya. Kalau kita mengerti ttg ini, kita tdk akan menilai bhw Tuhan itu jahat, tdk sayang kita, dan kita bs menjalani proses ini dg kesabaran, krna kita tahu bhw hasilnya itu baik utk kita. Tuhan tdk mgkin jahat, krna tdk ada kejahatan di dlm diri-Nya, semuanya itu adalah didikan Tuhan yg adalah Bapa bagi kita yg adalah anak-anak-Nya. Semua anak pasti dididik orgtuanya, spya punya masa dpn yg baik dan terhindar dr semua yg buruk. 
Kalau kita sdg diproses dan diuji Tuhan, jgn mengeluh walaupun bosan dan menderita, semua ada akhirnya 

Posted in Renungan | Comments Off on Tujuan Baik Tuhan 

Harta Untuk Menghormati

DI 12062017 
Amsal 3:9 KJV 

Honour the LORD with thy substance, and with the firstfruits of all thine increase: 

  • Hormati Tuhan dengan hartamu, dan dengan buah pertama dari segala peningkatanmu. 

Uang dan Tuhan bagi sebagian org dianggap punya ‘dunia’ masing-masing sehingga dianggap tak ada hubungan satu sama lainnya. Benarkah? 
Sbg seorg Kristen, kita hrs punya pandangan yg benar ttg harta, harta kita itu bersumber dr Tuhan. Tp bknlah harta itu hasil kerja kita? Memangnya harta turun dr langit? 
Ulangan 8:17-18 menjelaskan bhw kekayaan dr org percaya itu disebabkan krna Tuhan memberikan kuasa utk memperoleh kekayaan. Artinya sekalipun seseorg itu bekerja keras, rajin, pintar dlm hal mendpt kekayaan, tp jika Tuhan tdk memberinya kuasa, usahanya sia-sia. Tp mengapa bnyk org yg bkn Kristen yg sangat kaya? 
Kita hrs tahu dahulu darimana hartanya berasal, dr cara yg benar atau salah. Bknkah iblis jg bs membuat seseorg kaya? Bknkah org yg korupsi dan curang bs jg menjd kaya? Ini bkn seseorg beragama Kristen atau bkn, tp apakah org itu dipercaya Tuhan utk memiliki dan mengelola kekayaan dlm jumlah besar. 
Harta hrs kita gunakan utk menghormati Tuhan. Cara kita mengelola dan memakai uang menjd salah satu hal yg mempengaruhi nama baik Tuhan di mata org lain. Contoh: kalau ada org non Kristen yg dlm kesusahan, ada org Kristen yg sbnarnya bs membantu, tp dia ‘menutup mata dan hatinya’ terhadap kondisi org itu, jgn salahkan org non Kristen menilai Tuhan kita mengajar umat-Nya hanya menolong org yg seiman saja, yg bkn Kristen jgn ditolong. Tentu penilaian ini tdk memuliakan nama Tuhan. 
Semakin harta kita bertambah, kita hrs semakin menghormati Tuhan dg menggunakan harta kita. Hati tdk boleh cinta pd harta, hati kita hrs tetap cinta Tuhan. Jgn sampai kuasa yg Tuhan berikan utk memperoleh kekayaan, nantinya Dia ambil kembali. Krna itu kelolalah harta kita dg benar dan baik. Pelajari Alkitab, bnyk ayat ttg harta 

Posted in Renungan | Comments Off on Harta Untuk Menghormati

Persiapan Sebelum Berdoa

DI 10062017 
1 Petrus 4:7 KJV 

But the end of all things is at hand: be ye therefore sober, and watch unto prayer. 

  • Tapi akhir dari segala sesuatu sudah dekat, karena itu jadilah tenang dan berjaga-jaga sampai berdoa. 

Bnyk dr kita merasa sulit utk konsentrasi saat berdoa, shga kehilangan bnyk hal penting yg seharusnya kita peroleh dr Tuhan krna doa itu komunikasi 2 arah dg Tuhan. 
Rasul Petrus memberi nasehat bgmna caranya spya waktu doa kita menjd waktu yg berkualitas dg Tuhan. Berdoa itu butuh persiapan. Seringkali org terjebak dlm keagamaan yg semu, berdoa itu menjd sebuah ritual. 
Misalkan kita menjadwalkan berdoa jam 7 malam, jam 6.30 kita masih nonton tv, selesai jam 6.50. Ketika doa jam 7 masih terbayang apa yg kita tonton. Atau dlm kasus lain, jam 6 tiba-tiba kita ada sedikit ribut dg suami/istri, maka ketika berdoa jam 7, hati masih dongkol, marah, pasti akan sulit berdoa. 
Apa yg hrs kita lakukan sbg persiapan utk berdoa? Ayat ini mengajar utk membuat diri kita tenang. Ini berarti kita hrs menjaga diri dr sesuatu yg bisa mengganggu kita saat nanti berdoa. Jgn mudah tersinggung, jgn kebanyakan ngobrol, jgn sibuk main games dan medsos di handphone kita, dsbnya. Ini kelihatannya sepele, tp renungkan, kalau pikiran kita sdh penuh dg hal-hal lain, bgmna bs yg dr Tuhan bs masuk dlm pikiran dan hati kita. Hrs tersedia ‘ruang’ yg cukup utk bs menampung sesuatu yg Tuhan berikan sewaktu kita berdoa. Pikiran yg ruwet sulit menerima jwban doa dr Tuhan. Tak heran bnyk org sulit mendengar suara Tuhan, bkn karena tdk peka, tp tdk mempersiapkan dirinya saat berdoa. 
Saat ingin berdoa, hati kita hrs teguh, jgn bimbang dan bingung. Itulah gunanya kita menguasai diri, kitalah yg mengendalikan seluruh anggota tubuh, pikiran dan hati kita, bkn situasi atau org lain yg mengendalikannya. Baik atau buruknya situasi yg kita alami, tetaplah berdoa. Doa tdk boleh dipengaruhi oleh ‘mood’ atau suasana hati. Doa bs mengubah keadaan 

Posted in Renungan | Comments Off on Persiapan Sebelum Berdoa

Hajarlah Anakmu 

DI 09062017 
Amsal 19:18 

  • Hajarlah anakmu selama ada harapan, tetapi jangan engkau menginginkan kematiannya. 

Anak yg nakal, suka melawan, pemberontak, tdk menghormati org tua, suka bikin gara-gara, bikin malu orgtua, memang harus dihajar, bkn sekedar diajar. 
Bgmna cara yg benar menghajar anak yg demikian? Dlm bahasa Inggris, kata hajar digunakan kata ‘chasten’ yg punya makna : menegur, menahan diri, berusaha mengendalikan, memonitor. 
Jadi makna menghajar di sini bukan dlm pengertian menggebuk dg penuh amarah, memukul atau memberi hukuman fisik lainnya. Dg hukuman fisik tdk menjamin si anak akan berubah dan kapok, malah bs timbul dendam di masa dewasanya. Jgn sampai nanti si anak mati karena disiksa berlebihan oleh orgtuanya. Hukuman itu perlu diimbangi dg disiplin dan kasih, jika tdk maka sangat berbahaya efeknya. 
Mulailah dg sebuah teguran, beritahu apa kesalahannya, kemudian tenangkan situasi selama proses komunikasi berlangsung, usahakan mengendalikan tingkah laku si anak, jika perlu memberikan hukuman fisik, lakukan dg penuh pengendalian diri, kalau sdg terpancing amarah, sebaiknya jgn lakukan hukuman fisik, bs fatal akibatnya. Selanjutnya trs memonitor kehidupan anak kita. 
Selama ada harapan, berarti ada kesempatan utk membuat anak yg nakal kembali menjd baik. Sbg orgtua hrs berpikiran luas, perdalam pengetahuan ttg bgmna mendidik anak scra benar. Bawa dlm doa setiap hr, di dlm Tuhan ada jln keluar dan solusi dr setiap masalah. Yg paling penting adalah orgtua hrs menjd teladan, jgn sampai anak menemukan kemunafikan kita, percuma saja semua yg kita ajarkan jika kita sndri tdk mempraktekkannya. Cari tahu penyebab mengapa si anak menjd nakal sekali, kalau ada kesalahan dr pihak orgtua, maka hrs diselesaikan. Pantau lingkungan pergaulan anak kita, pantau isi gadget anak kita, dlm dunia maya bnyk konten yg isinya negatif, jgn sampai itu merusak anak kita. 
Mendidik anak perlu disiplin yg diimbangi dg kasih 

Posted in Renungan | Comments Off on Hajarlah Anakmu 

Banyak Kemalangan 

DI 08062017 
Mazmur 34:19 

  • Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu; 

Menjd org percaya yg hidup benar di hadapan Tuhan bkn berarti bebas dr kemalangan. Kemalangan itu sesuatu yg menyebabkan rasa sakit dan penderitaan. Lalu apa gunanya perlindungan Tuhan dlm hidup kita? 
Kadang kita tdk mengerti mengapa sesuatu yg dikatakan ‘sial’ itu terjd dlm hidup kita shga org lain atau bahkan diri kita sndri berkata betapa malangnya nasib kita. Mengapa Tuhan biarkan kita mengalaminya? Lalu apa gunanya kita hidup benar? Bukankah kita beribadah utk mencari keselamatan dr semua kejadian buruk? 
Utk memahami sedikit arti diselamatkan, mgkin kita lihat dr perumpamaan berikut: 
Suatu saat kompleks perumahan si A terbakar, sekian rumah telah terbakar, hingga akhirnya rumah si A pun ikut terbakar, namun si A sempat menyelamatkan diri keluar rumah serta membw surat-surat berharga dan bbrpa harta yg bs diselamatkan. 
Si A tentu saja mengalami musibah, bkn krna dia buat kesalahan shga rumahnya terbakar, gara-gara rumah org lain terbakar, merembet ke rumah sekelilingnya. Rumah terbakar tentu sebuah musibah, kemalangan. Tapi si A selamat dari kematian, tdk terluka dan sempat menyelamatkan sebagian hartanya. Si A malang tp selamat. 
Pemikiran kita seringkali bkn berfokus pd keselamatan hidup, tp pd apa yg kita miliki. Kita hrs sadar bhw apapun yg kita punya, suatu saat bs hilang dr genggaman tangan kita. Harta bs lenyap seketika. Bagi Tuhan, yg paling penting adalah hidup kita, bkn harta kita. Mudah sekali bagi Tuhan utk membuat kita memiliki bnyk harta, itulah sebabnya Dia menyelamatkan hidup kita sekalipun kita mgkin kehilangan yg kita miliki. Org umumnya berkata bhw harta masih bs dicari, dan memang itu benar. Utk mempertahankan sesuatu kadang kita hrs kehilangan sesuatu yg lain. Melepas yg baik guna tetap memiliki yg terbaik. 
Tuhan selalu memperhatikan semua yg kita alami, Dia menyelamatkan kita 

Posted in Renungan | Comments Off on Banyak Kemalangan