Mengapa Jadi Lebih Buruk?

DI 23092025

Matius 12:44-45
Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapi teratur.
Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.”

Rumah tak berpenghuni, hanyalah sebuah benda mati tak bertuan, siapa saja dapat dgn bebas memasukinya dan mengklaim kepemilikan atasnya.

Roh jahat atau roh najis yg keluar dr tubuh seseorg akan selalu mencari tempat yang bs didiaminya, dlm Alkitab jelas dikisahkan bhw roh jahat bs merasuki tubuh manusia, juga bs merasuki tubuh binatang, spt kisah roh jahat Legion yg masuk ke tubuh hewan babi. Jd perlu diingat bhw selesai seseorg dilayani pelepasan, jgn anggap dia itu sdh bebas selamanya dr roh jahat yang pernah merasukinya. Susuai ayat ini, roh jahat bisa saja kembali merasuki orang yg pernah dia rasuki sebelumnya apabila org itu ternyata ‘kosong’, bukan ‘otak kosong’ atau bodoh, tapi org yg tdk memiliki Roh Kudus dalam dirinya. Digambarkan spt rumah indah tapi tak berpenghuni. Sudah dilayani pelepasan, bukan berarti sudah selesai, hrs dilanjutkan dgn pemantauan dan kewaspadaan penuh terhadap serangan lanjutan dr roh jahat yg bs 7x lebih parah dr sebelumnya.

Diampuni dosanya bukan berarti bebas dr berbuat dosa selanjutnya, pengertian ini yg hrs kita tanamkan dlm pikiran kita. Datang beribadah bukan berarti otomatis bebas dr serangan roh jahat, Yesus saja setelah Dia selesai berpuasa 40 hari 40 malam, iblis datang mencobai-Nya di Padang gurun. Yg perlu kita perhatikan adalah jgn biarkan diri kita ‘kosong’, penuhi hidup kita dgn segala yg baik. Ibarat sebuah rumah, hidup kita ini hrs berpenghuni, hrs ada Roh Tuhan dalam diri kita. Bangun hubungan dgn Tuhan tiap saat, lakukan disiplin rohani dgn rutin dan berkualitas, berjaga-jaga dlm doa, supaya kita punya kekuatan dan kuasa melawan iblis dan rencana jahatnya. Jgn biarkan dia masuk kembali dan menguasai hidup kita yg telah dikuduskan oleh Tuhan. Jgn buat celah utk iblis masuk dan merusak kembali hidup yg telah dipulihkan Tuhan.

Iblis tak pernah berhenti menargetkan kita utk dijadikan ‘tempat tinggal’nya, jgn lelah atau lengah dlm menjaga hidup kita tetap kudus dan berkenan di hadapan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengapa Jadi Lebih Buruk?

Pohon dan Buahnya

DI 22092025

Matius 12:33 KJV
Either make the tree good, and his fruit good; or else make the tree corrupt, and his fruit corrupt: for the tree is known by his fruit.

Matius 12:33 TB
Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.

Matius 12:33 ILT3
“Peliharalah setiap pohon yang baik maka buahnya pun baik, sebaliknya, peliharalah pohon yang buruk maka buahnya pun buruk. Sebab dari buahnyalah pohon itu dikenal.

Kali ini kita lihat ayat yg sama dgn 2 jenis terjemahan yg agak berbeda. Intinya sama yaitu baik buruknya sebuah pohon dinilai dr pohonnya.

Terjemahan KJV dan ILT3 memiliki sesuatu kesamaan, yg satu menekankan cara yang dipakai utk memelihara sebuah pohon yg ingin dinikmati hasil buahnya (KJV), kalau diurus dgn baik, pohon itu menjd baik lalu menghasilkan buah yg baik juga, lalu jika kita lihat terjemahan ILT3, ditekankan ttg benih pohonnya, memelihara benih pohon yg baik, tentu nanti pohonnya jadi baik jg, kalau memelihara benih pohon yg buruk, maka buah yg dihasilkan jg buruk. Banyak khotbah cenderung hanya menekankan ttg mengenali org dr perbuatannya (buahnya), tapi tdk membahas bgmna cara utk dapat memelihara sebuah pohon supaya nanti bs menghasilkan buah yg baik. Misalnya dlm harapan ingin memiliki anak yang hebat di masa depan, semua tergantung orgtua di dlm mendidik anak dan mempersiapkan masa depannya. Jadi fokusnya bukan pd ‘buah’, tapi pd ‘pohon’nya.

Manusia bs berpura-pura baik demi suatu kepentingan, misalnya ingin mendapatkan pencitraan positif, mendapat kepercayaan, ingin mendapat pujian dan terkenal, masih banyak lagi motivasi yg buruk. Suatu saat terbongkarlah sifat aslinya, banyak orang yg tertipu oleh penipuan yg dilakukannya, tiba-tiba melakukan tindakan kriminal yang mengejutkan banyak orang, hanya org-org terdekatnya saja yg tahu persis bagaimana karakter dan sifat yg sebenarnya. Menilai org tdk cukup hanya jangka pendek, sekali lagi ingat, org bs berpura-pura, jadi pahami ayat ini dgn benar: jangan lihat perbuatan yg dilakukannya (buah), tetapi lihat dengan jelas karakternya (pohonnya), lebih jernih kita menilai seseorg dr karakternya, bukan perbuatannya saja, tapi sayangnya hanya org-org terdekat yg bs melihat karakter yg aslinya.

Fokus pd karakter, bukan perbuatan baik, karakter yg mulia pasti menghasilkan bnyk perbuatan baik, milikilah karakter yg mulia dan memuliakan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pohon dan Buahnya

Menguji Perbuatan Sendiri

DI 20092025

Galatia 6:4-5 ILT3
Namun hendaklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri dan pada waktunya dia akan memperoleh kemegahan hanya bagi dirinya sendiri dan bukannya bagi orang lain,
karena setiap orang akan menanggung tanggungannya sendiri.

Lebih banyak mana: membicarakan orang lain dgn segala kelebihan dan kekurangan yg dimilikinya, atau menguji diri sndri dgn jujur dan rindu memperbaiki diri?

Terkadang sebagian orang mudah dg teliti menemukan kesalahan dan kekurangan yg org lain miliki, sampai detail, hingga orang itu tak berkutik utk menyangkalnya. Dalam Lukas 6:42 dikatakan bhw :Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” Ayat ini mengingatkan kita utk intropeksi diri terlebih dahulu dgn teliti sblum kita menilai org lain. Dlm ayat lain diingatkan supaya kita jgn spt orang buta yg menuntun org buta (Matius 15:14). Jadi ujilah diri kita terlebih dahulu, bukan malah mengurusi hidup org lain.

Setiap org akan menerima kemuliaan utk dirinya sendiri, apa bangganya melihat org lain dimuliakan tp diri kita sendiri terpuruk dan gagal? Membicarakan keadaan orang lain memang lebih mengasyikan daripada mengakui kesalahan dan kekurangan yang kita miliki. Itulah sebabnya kenapa banyak org memilih utk memiliki idola: si idolanya ini bs mencapai apa yg tdk bs dia lakukan dan peroleh. Kebanggaannya ditaruhan pd diri org lain. Terkadang dlm didikan orang tua zaman dulu, anak dibebankan banyak harapan karena orgtua tak sanggup untuk meraihnya, akibatnya anak jadi tumpuan harapan dan tulang punggung keluarga, si anak tdk punya pilihan utk menjadi dirinya sendiri. Ujilah pekerjaan atau perbuatan yg kita lakukan, sudah beres belum? Karakter sdh oke belum? Rohani kita sdh dewasa?

Bangga pd prestasi org lain hanyalah satu impian yg semu, sementara realita sangat menyedihkan, mulailah lebih banyak waktu utk intropeksi diri sejujur-jujurnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Menguji Perbuatan Sendiri

Dosa Membuat Murka

DI 19092025

Yesaya 64:9
Ya TUHAN, janganlah murka amat sangat dan janganlah mengingat-ingat dosa untuk seterusnya! Sesungguhnya, pandanglah kiranya, kami sekalian adalah umat-Mu.

Dosa itu membuat murka Tuhan bangkit & hukuman Tuhan dijatuhkan. Jadi dosa itu sesuatu yg tdk menyenangkan hati Tuhan, jangan kita sengaja melakukannya.

Kadang pikiran negatif berseliweran dalam otak sebagian manusia: tak apalah berbuat dosa, itu sudah kodratnya manusia, tinggal nanti minta ampun, kan selesai, berbuat lg ya tinggal minta ampun lagi, susah amat! Dgn dalih semua manusia berdosa, tdk ada yg benar dlm pengertian tdk berbuat dosa, maka pikiran spt inilah yang menyesatkan sebagian org yg pd akhirnya berani dengan sengaja ‘mempermainkan Tuhan’: “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu (Galatia 6:7-8). Bermain-main dgn dosa, itu hanya membinasakan diri kita sendiri saja.

Tuhan menyediakan pengampunan, bukan berarti kita bebas terus berbuat dosa. Dia tahu ke depannya, kita masih trs berjuang melawan keinginan daging kita, mungkin suatu saat kita berhasil melawannya, tapi di saat yg lain kita kalah dan jatuh, di saat inilah kita butuh pengampunan Tuhan. Yg membuat Tuhan murka adalah dosa yang tdk diakui sbg dosa oleh org yg melakukan dosanya. Di pikirannya itu sesuatu yg tidak penting, normal, karena banyak orang yang juga melakukannya. Jd kita perlu waspada, bukan berarti kalau banyak org melakukan sesuatu, hal itu bukan sebuah dosa. Suatu pikiran atau prinsip yg berbahaya, sesuatu itu dosa atau bukan, ditentukan sesuai dgn standart Tuhan, kalau Dia sudah tegaskan bhw sesuatu itu dosa, maka apapun alasan yg manusia berikan utk membenarkannya, itu sebuah pembelaan yg duniawi.

Jgn sengaja membangkitkan murka Tuhan dgn sengaja berbuat dosa terus menerus, ingat upah dosa adalah maut, binasa, dan kita kehilangan keselamatan.

Posted in Renungan | Comments Off on Dosa Membuat Murka

Susah Payah Diselamatkan

DI 18092025

1 Petrus 4:17-18 ILT3
Sebab, ini saatnya untuk memulai penghakiman dari bait Elohim, dan jika pertama-tama dari kita, bagaimanakah akhirnya dengan mereka yang tidak taat kepada injil Elohim?
Dan, jika orang benar dengan susah payah diselamatkan, di manakah orang fasik dan orang berdosa akan nampak?

Org benar susah payah diselamatkan saat penghakiman Tuhan terjadi, ini sesuatu yg perlu kita pahami supaya kita jgn sampai meremehkan anugerah keselamatan yang kita terima dr Tuhan.

Setiap manusia termasuk org Kristen tentu melakukan dosa, kadang menang melawan keinginan berbuat dosa, kadang kalah dan akhirnya berbuat dosa. Jadi pengertian ttg org benar dlm Kristen adalah pertama, org yg dibenarkan, artinya dosanya diampuni: “Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah (Roma 5:9). Jadi tdk ada manusia satupun yg sanggup menyelamatkan dirinya dr jerat maut yang diakibatkan oleh dosa yang diperbuatnya, hanya oleh darah Kristus, kita dibenarkan dan diperdamaikan dgn Bapa. Sbg orang yg menerima pengampunan Tuhan, hidup harus benar-benar menghargai kemurahan Tuhan, jgn hidup lagi sbg org berdosa dan jgn diperhamba oleh dosa, kita telah bebas dan dimerdekakan, jgn kembali pd hidup yg gelap, karena kita adalah anak-anak terang yg menerangi dunia ini.

Kedua, orang benar adalah org yg dg sadar ingin hidup benar di hadapan Tuhan. Dlm ayat ini: “Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karna perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman (Yakobus 2:24). Jadi dgn iman kita percaya bhw kita sudah dibenarkan oleh darah Kristus, lalu perbuatan-perbuatan kita seharusnya juga mentaati perintah Tuhan, inilah yg disebut sbg hidup benar di hadapan Tuhan. Bukan hanya bertobat tetapi menanggalkan yang lama, meninggalkan kegelapan dan hidup dlm kebenaran firman Tuhan. Buah harus muncul dr pertobatan kita, perbuatan kita itulah buah pertobatan. Tetapi perbuatan kita tdk bs menyelamatkan kita dari maut, sebenar-benarnya perbuatan kita, hal itu spt: “Namun kami semua menjadi seperti orang yang najis dan semua kebenaran kami seperti kain yang najis. Dan kami semua layu seperti daun, dan kejahatan kami seperti angin mengembus kami (Yesaya 64:6 ILT3). Kita selamat karena Tuhan yg menyelamatkan kita.

Hiduplah sbg org yg bertobat, taati semua perintah Tuhan, jadi pelaku firman, jangan anggap murah kebaikan Tuhan, hidup dgn takut akan Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Susah Payah Diselamatkan

Mengasihi Yang Tidak Mengasihi Kita

DI 17092025

Matius 5:43-45 ILT3
“Kamu sudah mendengar yang telah dikatakan: Kasihilah sesamamu dan bencilah musuhmu.
Namun Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuh-musuhmu, berkatilah mereka yang mengutuk kamu, perlakukanlah dengan baik mereka yang membenci kamu dan berdoalah bagi mereka yang melecehkan kamu dan menganiaya kamu,
supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di surga. Sebab Dia menerbitkan matahari-Nya bagi yang jahat dan yang baik, dan Dia menurunkan hujan bagi yang benar dan yang tidak benar.

Apa makna dr mengasihi musuh? Kita bisa sederhanakan makna musuh di sini sbg yg tdk mengasihi kita dan berbuat jahat karna mereka membenci kita.

Dlm konteks perang, tentu prinsip yang ada adalah menaklukkan atau ditaklukkan, tdk cocok prinsip ‘mengasihi musuh’ dlm ayat ini diterapkan. Jd pahami konteksnya spya kita jgn tersesat pikiran kita. Dalam situasi tertentu, Yesus justru mengajar utk musuh coba utk diadakan perdamaian: “Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dgn sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yg mendatanginya dengan dua puluh ribu org? Jikalau tdk, ia akan mengirim utusan slma musuh itu msh jauh utk menanyakan syarat-syarat perdamaian (Lukas 14:31-32) Jd intinya adalah jgn mencari keributan, tp perdamaian dgn semua org, termasuk yg memusuhi dan tdk mengasihi kita. Hitung untung dan ruginya jika kita berurusan dgn org lain, biasanya perselisihan lebih banyak merugikan drpd menguntungkan kita.

Pepatah mengatakan punya 1 musuh jauh lebih merugikan drpd memiliki 1000 teman, 1 musuh saja bs sangat merepotkan, maka lebih baik spt ayat ini, kita mendoakan dan memberkati musuh, biarlah pembalasan yg adalah milik Tuhan itu tetap Tuhan yg pny wewenang melaksanakannya. Bgmna jika kita terus dimusuhi, dipersulit, ditekan, dan diperlakukan tdk adil? Inilah penderitaan yg hrs kita tanggung sbg pengikut Kristus, di ayat ini dikatakan: “Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dlm nama Kristus itu” (1 Petrus 4:16). Bertahan dlm penderitaan yg disebabkan karena kita seorg Kristen, hrs memuliakan nama Tuhan, tetap bersikap dan berbuat kebaikan, menjd terang dunia dan jangan menimbulkan celah bagi org lain utk bisa mencemooh nama Tuhan. Memang sulit, tp tdk mustahil utk kita lakukan.

Jadilah cerminan Kristus dalam keseharian hidup kita, berikan teladan yang baik, kasihi semua org, bahkan mereka yg memusuhi & tdk mengasihi kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mengasihi Yang Tidak Mengasihi Kita

Beri Juga Pipi Kirimu

DI 16092025

Matius 5:39-40 ILT3
Namun Aku berkata kepadamu: Janganlah melawan yang jahat, melainkan siapa yang menampar engkau pada pipimu yang kanan, serahkanlah kepadanya pipi yang lain juga.
Dan kepada dia yang menginginkan engkau dihukum dan mengambil pakaianmu, tinggalkanlah kepadanya jubahmu juga.

Apa sebenarnya makna dr ayat ini? Apakah kita diajar utk jadi org yg lemah? Ditampar malah diam saja, bahkan memberikan pipi yg lain utk ditampar jg?

Lebih baik kita mengerti apa makna suatu tamparan di zaman itu, dalam Ensiklopedia Alkitab, dijelaskan bhw tamparan pada pipi berarti celaan atau kekalahan (Ayub 16:10; Mat 5:39). Nah jadi konteks ayat ini bukan pd situasi normal spt yg sering kita pikir & bayangkan, keributan lalu terjadi adu fisik dan membiarkan diri ditampar. Jgn terlalu ‘polos’ dlm menafsirkan ayat ini! Org yang ditampar pipinya adalah org yg kalah, ada di bawah kekuasaan musuh. Spt seorang tawanan perang, ditaklukkan dan dengan bebas diperlakukan apa saja oleh pihak yg menaklukkan. Membiarkan diri ditampar tujuannya supaya jgn sampai diperlakukan lebih buruk drpd itu. Emosi orang penakluk biasanya sangat tinggi, lebih baik memberi kepuasan emosi pd orang yg menaklukkan kita drpd nyawa kita hilang pd akhirnya. Di dlm hidup ini, ada waktunya kita kalah dan merugi, di saat inilah kita jgn melawan dgn sembarangan.

Dlm perselisihan, kadang kita hrs dengan sengaja membiarkan orang lain mendapat apa yg diinginkannya. Misalnya ketika ada seseorg yg dijambret, diancam dgn pisau, lebih baik kehilangan harta drpd nantinya kehilangan nyawa, bukan? Di sinilah semua dr kita diajar utk bijak, mana yg lebih patut kita pertahankan, mana yg harus rela untuk dilepas. Memang tdk menyenangkan, tapi di situasi spt itulah kita jangan kehilangan yg paling berharga. Harta masih bs dicari, tetapi kita hanya punya 1 nyawa. Ditampar dan membiarkan ditampar lagi, jauh lebih baik drpd mengalami hal yang lebih buruk, dan kehilangan nyawa. Kali ini kita kalah, tp suatu saat kita bisa bangkit membalikkan keadaan. Dulu ditindas, nanti berkuasa, itu yg hrs kita pahami. Bijaklah dlm menyikapi keadaan buruk yg sedang menimpa, lebih baik mengalah sesaat demi nantinya bisa menang selanjutnya.

Pikirkanlah apa yg paling berharga, jangan biarkan kita kehilangan itu, lepaskan yang berharga, karna suatu saat kita bs memiliki semuanya kembali.

Posted in Renungan | Comments Off on Beri Juga Pipi Kirimu

Walaupun Rugi

DI 15092025

Mazmur 15:4 ILT3
Dan orang yang jahat direndahkan di hadapannya, tetapi dia menghormati orang-orang yang takut akan YAHWEH; dia telah bersumpah sekalipun rugi dan tidak mengubahnya.

Org yg menepati perkataannya, janjinya, itu dihormati Tuhan, sekalipun dia merugi, tapi menepati janji atau sumpah yg diucapkan menjd suatu integritas dirinya.

Pernah mengalami org lain seenaknya dgn gampang mengubah isi perjanjian? Tentu kita menjd kesal bahkan marah, kita sudah menepati yg jadi bagian kita, tetapi org lain yang terikat perjanjian itu malah ingkar, lalu mengubah isi perjanjian seenaknya. Dalam pandangan Tuhan, org yg tdk menepati isi sumpahnya tdk pantas utk mendpt suatu kehormatan dr Tuhan. Pepatah umum yg kita tahu ialah: yg bs dipegang/dipercayai adalah ‘mulutnya’ atau perkataannya. Jika perkataannya saja susah dipegang, tentu sdh pasti kehilangan kepercayaan dan org banyak akan malas berinteraksi dgn orang macam ini. Bersumpah membawa nama Tuhan supaya menyakinkan org lain, tetapi justru dgn tanpa merasa bersalah, ingkar & lari dr tanggung jawabnya. Mgkin selalu bs ‘mengerjai’ org, tapi selanjutnya pasti tidak akan mendapatkan kepercayaan lagi, jadi sebenarnya dia itu merugikan dirinya sndri.

Walaupun rugi, tetap menepati perkataan atau janji yg diucapkan. Dalam PB, semua org memang dilarang mudah bersumpah atas nama Tuhan: Kamu telah mendengar pula yg difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan (Matius 5:33). Yang sering kita ucapkan di keseharian biasanya bukan sumpah, tetapi janji ttg sesuatu. Misalnya, orgtua berjanji jika sang anak bs mencapai sesuatu, mrka berjanji memberikan apresiasi, tujuannya utk mendongkrak semangat si anak untuk bs menaikkan kualitas dirinya. Janjikan yg bs kita penuhi, jgn melampaui kemampuan yg kita miliki, nantinya ketika tidak ditepati, kita akan kehilangan kepercayaan dan bisa dicap sbg pembohong, nama baik kita jadi tercemar, apabila org banyak mengetahui hal ini, sulit bagi kita membangun ‘network’ atau jaringan kerjasama dgn org baru.

Tepati janji atau sumpah kita, kebohongan hanya akan merusak nama baik dan masa depan kita, pertahankan kepercayaan yang sudah org lain berikan pd kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Walaupun Rugi

Pemimpin Umat Yang Arogan

DI 13092025

3 Yohanes 1:9-10
Aku telah menulis sedikit kepada jemaat, tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka, tidak mau mengakui kami.
Karena itu, apabila aku datang, aku akan meminta perhatian atas segala perbuatan yang telah dilakukannya, sebab ia meleter melontarkan kata-kata yang kasar terhadap kami; dan belum merasa puas dengan itu, ia sendiri bukan saja tidak mau menerima saudara-saudara yang datang, tetapi juga mencegah orang-orang, yang mau menerima mereka dan mengucilkan orang-orang itu dari jemaat.

Tokoh bernama Diotrefes menang jarang dibahas dan nyaris luput dr perhatian kita, tetapi sepak terjangnya ini amat berbahaya bagi keberlangsungan pertumbuhan gereja mula-mula.

Dlm Ensiklopedia Alkitab, dikatakan bahwa DIotrefes itu seorg yang keras kepala dan mempunyai cita-cita yang angkuh sekali. Ia tak mau mengakui penatua (Yohanes), dan menyerang penatua itu secara terbuka. Ia melarang utk menerima pengikut-pengikut penatua itu, dan mengucilkan mereka yang tetap menerimanya, atau mengucilkannya secara resmi, ataupun dengan kekerasan badani. Walaupun pengantaraan pribadi dr penatua itu pd akhirnya akan menentukan, kekuasaan dari surat-suratnya bisa saja dibatalkan oleh pengaruh yg ada sekarang pada Diotrefes (3 Yoh 9-10). Sederhananya kalau zaman skrg ini ada pendeta melawan pendeta, yg junior melawan yg senior. Tak jarang hal spt itu kita temui dlm kehidupan bergerak saat ini: persaingan ketat yang pd akhirnya membuat sebuah gereja terpecah dan tentunya ini bukan sesuatu yang baik utk kehidupan bergereja.

Memang kita hrs berlogika dgn sehat, bhw pemimpin gereja tetaplah manusia biasa & punya kelemahan. Ada pimpinan yg tidak suka dibantah, gila hormat, gila kekuasaan supaya bs mengatur gereja sesuai apa yg dia inginkan, dsbnya. DIotrefes senang utk membicarakan rasul Yohanes dan org-org yg dipercayainya, mencegah jemaat untuk menerima kehadiran mereka dan memberi sanksi PD jemaat secara otoriter. Apakah sedahsyat itu kedudukan pemimpin dalam gereja pd masa itu shga DIotrefes tergoda utk memilikinya? Biasanya hal keuangan di dlm gereja yg jadi penyebabnya, drpd uang disumbangkan utk jemaat gereja lain, lebih baik dimasukkan kantong sendiri. Ingat jg bhw sekalipun menjd murid Yesus, Yudas Iskariot sering mencuri kas rombongan utk kepentingannya sendiri. Cinta uang yg pd akhirnya berubah menjd hamba uang.

Hormatilah pemimpin di atas kita, jangan berusaha merebut posisinya, ingat kisah Absalom yg berusaha mengkuduta tahta ayahnya, Daud, akhirnya dia mati dengan mengenaskan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pemimpin Umat Yang Arogan

Memberi Salam

DI 12092025

2 Yohanes 1:10-11 ILT3
Jika seseorang datang kepada kamu dan dia tidak membawa ajaran ini, janganlah menerima dia ke dalam rumah dan janganlah mengucapkan salam kepadanya.
Sebab, siapa yang mengucapkan salam kepadanya, dia sedang bersekutu dalam pekerjaan-pekerjaannya yang jahat.

Pengajaran yg sesat memang hrs selalu diwaspadai, bukan hanya ajarannya, tetapi juga dlm hal memberi salam, dlm ayat ini jelas dilarang utk dilakukan.

Konteks memberi salam di sini dijelaskan sbg memberi salam di dlm rumah seperti tuan rumah menyambut tamu yg datang. Org yg diizinkan masuk dlm rumah dalam pengertian ini adalah sekutu atau sahabat yg berniat baik, sekutu artinya berada dlm satu kelompok berjenis sama. Pengajaran sesat biasanya mengincar ttg ke-Tuhanan Yesus, tdk mengakui Yesus sbg Anak, tapi melihatnya hanya sekedar yg diutus Bapa. Intinya adalah pengajaran ini tdk mengaku bhw Bapa, Yesus, dan Roh Kudus adalah Satu. Jadi ketika ada org yg mencoba utk berdiskusi ttg ke-Tuhanan Yesus, kita hrs paham bhw tujuan mereka sebenarnya itu hanya utk membuat kita menyangkal bhw Yesus itu Tuhan. Jgn memberi salam bisa dimaknai sbg bentuk penolakan, bersikap tdk ramah, dan tdk diberi kesempatan utk bicara panjang lebar.

Penyebar ajaran sesat biasanya berusaha bersikap ramah, memberikan sesuatu, dan berupaya terlihat menyakinkan. Sebaiknya hindari utk berdiskusi atau berdebat dgn mereka, tdk ada gunanya dan jelas di dlm ayat ini dilarang memberi salam layaknya seorg yg bersekutu atau bersahabat. Org yg memberikan salam pd pengajar sesat, dlm ayat ini dianggap sdg bersekutu dgn pekerjaan penyebar ajaran sesat ini. Bisa ada banyak doktrin yg timbul, tp apabila doktrin-doktrin ini sama-sama mengakui ke-Tuhanan Yesus, masih bisa ditoleransi dan dihormati doktrinnya masing-masing. Jadi bedakan antara doktrin dgn ajaran yg sesat, sejak zaman gereja mula-mula, sdh ada banyak pengajar sesat bahkan Injil yg lain selain Injil yang diberitakan oleh para rasul. Ingatlah yang diincar itu ke-Tuhanan Yesus.

Jangan memberi salam pada sembarang org, jgn bersikap terbuka dan ramah pada ajaran sesat, dan jgn bersekutu dg mereka dan pekerjaan jahatnya.

Posted in Renungan | Comments Off on Memberi Salam