Cantik Fisik dan Hati

DI 16112024

Ester 8:6
Karena bagaimana hamba dapat melihat malapetaka yang menimpa bangsa hamba dan bagaimana hamba dapat melihat kebinasaan sanak saudara hamba?”

Ester secara fisik pasti yg tercantik di zaman itu di seluruh kerajaan, terpilih menjadi ratu dan punya kedudukan tinggi tentunya, tapi jg Ester punya hati yang ‘cantik’.

Zaman di mana Ester hidup adalah bangsa Israel atau org-org Yahudi ada dlm sebagai bangsa yg terjajah dan rawan utk ditindas & mau dimusnahkan. Secara posisi, Ester sdh aman dari ancaman ikut dibunuh, tapi Ester tetap berusaha untuk menyelamatkan orang sebangsanya, tdk memikirkan keselamatan dirinya saja. Ini sebuah ‘kecantikan’ hati yang dia miliki, tdk semua org dlm kondisi aman & nyaman, tetap mau memikirkan nasib orang lain yg sedang terancam nyawanya. Hati yg tergerak oleh kasih dan punya belas kasihan, suatu kombinasi yg nyaris sempurna, cantik secara fisik dan jg hati. Ester berani datang pd raja walaupun dia tdk dipanggil, menurut peraturan itu sangat berbahaya, bisa jadi dia akan dihukum bila raja murka. Berkorban itu membutuhkan keberanian dan pengorbanan, dan Ester mau melakukan hal itu dgn resiko kehilangan nyawanya sendiri. Itulah bentuk dr kasih yg murni.

Sbg seorg pemimpin, baik dlm keluarga, dlm lingkungan tempat tinggal kita maupun saat kita di kantor atau perusahaan, kita jg harus memikirkan kebutuhan org-org yg ada dlm pimpinan kita. Mereka punya hati dan punya kebutuhan, kalau kita peduli maka kita jadi pemimpin yg melayani, spt teladan yg Yesus berikan pd kita. Memang ini berlawanan dgn prinsip dunia yg mengatur bawahan itulah yg melayani atasannya. Hal ini perlu kita untuk pahami dilihat dr sudut pandang Tuhan. Hal yg pertama Tuhan lakukan sbg bentuk suatu tindakan melayani adalah menutup tubuh dr Adam dan Hawa yg saat itu jatuh dlm dosa dan akibatnya mereka telanjang. Harusnya itu yg Adam dan Hawa hrs lakukan, tp karna mereka takut, Tuhanlah yg akhirnya dengan kasih-Nya menutup tubuh mereka. Kasih itu salah satunya adalah menjd ‘cover’ atau jadi penutup sesuatu: “Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa”(1 Petrus 4:8).

Jadilah pemimpin yg melayani, bukan saja dihormati tapi jg dikasihi, butuh waktu utk bs memahami ini dgn tepat, mulailah dari dlm keluarga kita sendiri.

Posted in Renungan | Comments Off on Cantik Fisik dan Hati

Bertanya Pada Tuhan

DI 15112024

Markus 9:31-32
sebab Ia sedang mengajar murid-murid-Nya. Ia berkata kepada mereka: “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia, dan mereka akan membunuh Dia, dan tiga hari sesudah Ia dibunuh Ia akan bangkit.”
Mereka tidak mengerti perkataan itu, namun segan menanyakannya kepada-Nya.

Ucapan Yesus seringkali tidak bs langsung dipahami dgn pengertian biasa, apalagi jika Dia dlm ayat berkata bhw Dia akan dibunuh dan bangkit.

Tdk mengerti tapi segan bertanya, hasilnya sebuah kebingungan yg berkelanjutan. Saat apa yg Yesus katakan dalam ayat ini terjadi tepat dan jelas, para murid barulah paham & responnya tentu sangat tdk tepat. Peristiwa penangkapan Yesus hingga Dia mati dan jg bangkit, sama sekali tdk teresponi dg benar oleh para murid. Berita kebangkitan Yesus tdk langsung begitu saja dipercaya oleh para murid, barulah ketika Yesus menampakkan diri, mereka percaya dan bersukacita. Inilah pelajaran yg kita dapati, ada perkataan yang Yesus ucapkan itu punya arti bahwa sesuai dgn yang nanti akan terjadi, ada juga berupa perumpamaan yg perlu direnungkan supaya dapat dipahami dgn benar, ada jg yg berupa hal rahasia, setelah terjadi barulah bisa dgn benar dimengerti. Untuk itulah jangan segan utk bertanya pd Tuhan ketika kita berusaha utk memahami makna yg terkandung dalam firman Tuhan yg sedang kita renungkan.

Segan bertanya, bs diartikan beragam arti & penyebabnya. Bs karena takut dianggap sbg org ‘bodoh’, jadi diam saja biar dianggap sdh mengerti, ada jg karena sdh pernah dengar sblumnya dan diulang kembali, harusnya bs dianggap sdh dimengerti, atau, Yesus mnrut mereka sedang mengatakan sesuatu yang ‘sekedar cerita karangan’ karena banyaknya tekanan yang Dia hadapi dlm pelayanannya. Bgmna dgn kita, knpa kita kadang segan utk bertanya pd Tuhan? Mungkin pernah tanya tp belum dijawab Tuhan, mungkin takut utk menerima kebenaran bhw yg kira renungkan itu ternyata menjelaskan ttg dosa kita, atau jg ada alasan lainnya, tp lebih baik bertanya drpd nanti ketika terjadi sesuai ayat itu, kita tdk siap meresponi dgn benar, kebingungan dan akhirnya salah langkah dan melakukan dosa. Bertanyalah dan tunggu jawaban dari Tuhan itu datang, karena kadang kita kurang sabar menanti jawaban Tuhan.

Bersabar dlm menantikan jawaban Tuhan, ini yg perlu kita lakukan, jangan kita cepat untuk bertindak tanpa tuntunan Tuhan yang seharusnya jd pedoman kita dlm bertindak dan mengambil keputusan.

Posted in Renungan | Comments Off on Bertanya Pada Tuhan

Menyelesaikan Masalah

DI 14112024

Markus 9:33-34
Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?”
Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.

Terjadi sebuah pertengkaran di antara para murid Yesus ttg siapa yg terbesar di antara mereka, Yesus tahu tentang ini, namun kita pelajari bagaimana Dia menyelesaikannya.

Yesus tdk menegur mereka waktu masih di tengah perjalanan, walaupun adalah hak yg Dia miliki sbg pemimpin utk langsung dapat menegur sewaktu pertengkaran itu terjadi. Di sini kita belajar ttg kapan waktu yg tepat utk menegur dan menyelesaikan masalah yg terjadi. Bila ditegur di tengah perjalanan, ini tentu saja bs memancing bnyk perhatian org banyak dan tentu bs timbul komentar negatif ttg Yesus dan para murid, baru ditegur saat mereka ada di dlm rumah, di tempat nyaman dan bukan tempat umum, sehingga dengan bebas Yesus bs menegur sekaligus memberi solusi dgn mengajar mereka ttg bagaimana seharusnya menjd yg terbesar dgn menjadi pelayan terhadap satu sama lain. Pikiran yg panas dan suasana tegang bukan saat yang tepat utk banyak menasehati dan menegur, dinginkan suasana dahulu, perut diisi, hati & pikiran lebih siap utk menerima teguran dan pengajaran.

Kemarahan bukanlah solusi yg tepat untuk menyelesaikan sebuah masalah, Yesus dgn baik-baik menanyakan apa yg mereka tadi perbincangkan sepanjang perjalanan hingga menimbulkan pertengkaran. Walaupun Dia sebenarnya sdh tahu, tapi perlu bertanya utk mengetahui apakah para murid-Nya mau dg jujur menceritakan masalah yg ada. Solusi bagi sebuah masalah harusnya dimulai dari kejujuran semua pihak, jgn ada yg ditutupi & semua pihak bersedia dimediasi. Pemimpin hrs tahu bgmna memediasi org-org yg Dia pimpin ketika terjd sebuah pertengkaran. Di semua pihak harus bersikap adil, yg salah & yg benar hrs mendapatkan pengakuan dan keadilan yg sama. Yabg salah jgn dikatakan benar, yg benar jgn disalahkan. Tegurlah dan berikan solusi dr masalah yg ada, nasehati & buka pikiran mereka ttg kebenaran, jika hrs ada pemberian hukuman atau sanksi, harus tetap diberikan sbg peringatan agar jangan sampai ke depannya terulang kembali.

Selesaikan masalah dgn cara, waktu dan jg tempat yg tepat, cepat selesaikan dan cepat diakhiri, jgn sampai masalah jd makin besar dan menyusahkan semua pihak.

Posted in Renungan | Comments Off on Menyelesaikan Masalah

Pertengkaran Hamba Tuhan

DI 13112024

Kisah Para Rasul 15:37-39
Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;
tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka.
Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus.

Makin hari kita banyak mendengar berita yg tdk nyaman bagi telinga kita, pertengkaran para hamba Tuhan yg mengakibatkan suatu perpecahan, sesuatu yg kurang baik utk citra kekristenan pd umumnya.

Sejak zaman para rasul di gereja mula-mula, Alkitab mencatat perselisihan antara Paulus dgn Barnabas, keduanya berbeda pendapat ttg seseorg yg bernama Markus, akibatnya mereka bertengkar dan akhirnya berpisah. Ternyata perselisihan hamba Tuhan sudah terjd sejak awal mula gereja ada, jd jangan kita heran lagi kalau frekuensi kejadian spt ini makin meningkat di akhir zaman. Mereka yg seharusnya memberi teladan yg baik, tapi justru menampilkan ‘drama politik’ dlm bnyk hal di gereja. Rapat gereja terkadang menjd ajang adu kekuasaan dan otoritas dari para hamba Tuhan, walaupun ada yg sebatas dlm info utk kalangan sendiri, hingga heboh dan viral di medsos, sengaja mencari simpati & pembenaran diri, hal spt ini tentu saja bukan sesuatu yg baik, masyarakat umum banyak yg memberi stigma negatif terhadap gereja, dan akhirnya sulit percaya pd berita Injil.

Perebutan gereja menjd suatu hal yg sering kita jumpai belakangan ini, bukankah semua biasanya berkata bahwa gereja adalah milik Tuhan? Apakah pengakuan ini hanya suatu pengakuan ‘bohong’ belaka? Sangat prihatin jika harusnya melayani tetapi justru dengan begitu ambisinya ingin dihormati & menjadi ‘top leader’ dlm gereja. Yesus mengajarkan ttg hal ini: Lalu Yesus duduk dan memanggil kedua belas murid itu. Kata-Nya kepada mereka: “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.” (Markus 9:35). Melayani, bukan dilayani, sesuatu yg berlawanan dgn prinsip dunia ini yg mengajar bhw menjd pemimpin dan memiliki kekuasaan itu akan mendapat pelayanan istimewa, tdk diremehkan, tidak terlupakan, dsbnya. Kedua sudut pandang yg saling berlawanan ttg menjd pemimpin, tapi kita sbg pengikut Kristus harusnya menolak prinsip dan pola pikir duniawi.

Jangan tiru apa yg buruk dr para pemimpin lakukan, mereka tetap adalah manusia yang punya kelemahan dan nafsu, bisa jatuh dan berdosa walau sudah tahu banyak tentang kebenaran firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Pertengkaran Hamba Tuhan

Hidup Dalam Kebersamaan

DI 12112024

1 Tesalonika 5:14
Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang.

Tuhan tdk mengatur kita utk hidup hanya utk diri sendiri, tetapi mengatur hidup kita dalam kebersamaan, baik dengan saudara seiman, dan jg semua org secara umum.

Hal pertama yg dianjurkan adakah menegur org yg hidup dgn tdk tertib. Kekacauan bisa ditimbulkan karena tdk tertib, tdk mengikuti aturan atau panduan, bertindak semaunya & menuruti pola pikir yg salah. Org yang punya kemungkinan menimbulkan kekacauan dlm sebuah lingkungan, ayat ini mengingatkan supaya kita menegurnya. Artinya kitalah yg pertama-tama hrs hidup tertib, keteladanan itu penting dimiliki bagi org yg ingin dengan terus terang menegur org lain, jangan justru yg menegur hidupnya jg tdk tertib, tentu saja tegurannya tdk akan berarti sama sekali. Jd kita hrs paham benar, bgmna hidup secara tertib, punya teladan yg baik, nama baik juga terjaga, dsbnya. Kekacauan akan membuat suasana cenderung bergejolak negatif, perlu suatu ketertiban utk mencegah yang negatif itu muncul, budaya hidup tertib harusnya jadi sebuah pilihan bersama, disepakati dan juga diterapkan di lingkungan di mana kita ada.

Kemudian, peduli dgn mereka yg sedang dlm keadaan kesusahan, ini jgn diartikan sekedar susah ekonomi, itu namanya berkekurangan, org yg sedang susah belum tentu miskin, tp mgkin mereka sedang menghadapi masalah yang amat sulit, sehingga mereka tawar hati, mereka perlu dihibur dan dibangkitkan lagi semangat hidupnya. Lalu membela yg lemah jg perlu dilakukan, kaum lemah memang bs diartikan lemah ekonomi, lemah dlm status sosial, kekuatannya kecil dlm segala hal dan mereka rawan untuk ditindas, dipermainkan oleh mereka yg punya kekuasaan. Kita perlu membela mereka sesuai kapasitas yang kita miliki, supaya mereka bisa hidup tenang dan bangkit dr kelemahannya. Terakhir, kita hrs sabar terhadap semua org karena karakter dan daya tahan masing-masing org berbeda dan kita hrs bijak menyikapinya. Kesabaran kita bs membuat suasana kondusif dan org lain merasa nyaman berada dekat kota, jadi berkat utk sesama.

Hiduplah dengan tertib, sabar, dan peduli pd mereka yg membutuhkan pertolongan kita, karena kita tidak diatur Tuhan utk hidup utk diri sendiri, tp utk hidup dlm kebersamaan.

Posted in Renungan | Comments Off on Hidup Dalam Kebersamaan

Mitos dan Keduniawian

DI 11112024

1 Timotius 4:7 ILT3
Dan, tolaklah hal-hal yang duniawi serta mitos-mitos nenek tua, sebaliknya latihlah dirimu sendiri dengan kesalehan!

Mitos, sesuatu yg dianggap benar dan sudah dipercayai turun temurun ratusan bahkan jg ribuan tahun, sesuatu yang bahkan dianggap setara dgn firman Tuhan.

Nasehat rasul Paulus dlm ayat ini untuk dgn tegas menolak 2 hal yaitu hal yg duniawi dan mitos nenek tua, perlu kita cermati dg benar dan diterapkan dlm hidup kita. Hal duniawi bs kita sederhanakan sbg hal yg lebih dekat dgn kedagingan kita sbg manusia, dosa bisa dianggap bukan dosa, lebih mementingkan kepuasan manusiawi dan bertentangan dgn kebenaran firman Tuhan. Dlm konteks bhw dunia diartikan sbg sistem yg menolak Injil dan firman Tuhan, hanya mementingkan hal kehidupan di dunia saja, tp tdk percaya ada hidup kekal setelah manusia meninggalkan dunia ini. Puas-puasin hidup di dunia, nanti meninggal ya semuanya selesai. Berbuat yg dosa tak apa-apa, nanti mati ya tak ada hal yang perlu dipertanggung jawabkan. Prinsip inilah yg bertentangan dgn firman Tuhan yg jelas menunjukkan bhw setiap org yang mati akan mempertanggung jawabkan semuanya di hadapan Tuhan.

Tolaklah mitos nenek tua, karena setiap hal haruslah kita uji: “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik (1 Tesalonika 5:21). Ini mengingatkan kita bhw ada mitos yg benar dan itu pantas utk kita terapkan dalam hidup kita, tp ada jg mitos yg salah dan sesat, utk yg ini harus tegas kita tolak dan jauhkan dari hidup kita. Pantangan-pantangan, larangan, cerita dongeng, dsbnya, semua ini tdk boleh masuk dlm pikiran dan hati kita. Kita harus paham mengapa sesuatu itu dilarang, atau wajib dipatuhi, bukan sekedar percaya tanpa dasar pemahaman yg benar, karena mitos ini sudah ratusan tahun, bukan berarti mitos itu pantas masuk dalam hidup kita. Latihlah diri kita dgn kesalehan, hidup berjalan dlm yang telah Tuhan gariskan, jadi firman Tuhan tdk boleh disetarakan dgn mitos apapun, budaya tdk boleh disetarakan dgn Tuhan, sepertinya ini terlihat ekstrem, tapi begitulah cara hidup org yg percaya pd Kristus.

Tuhan berikan kita logika utk menguji segala sesuatunya, yg masuk logikapun kembali hrs diuji dg kebenaran firman Tuhan, barulah hal itu layak diterapkan dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Mitos dan Keduniawian

Perkataan Yang Sia-Sia

DI 09112024

Matius 12:36 (TB)
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggung jawabkannya pada hari penghakiman.

Menarik kalau kita mau memahami apa itu perkataan yg sia-sia, supaya kita bisa untuk menghindari berkata-kata yg sia-sia dan tdk merugikan kita kelak.

Kita lihat kata ‘sia-sia’ dlm bahasa asli ialah argos yg punya makna ‘pengangguran’, tidak berguna, ‘tandus’. Pengangguran tentu saja berarti tdk punya pekerjaan, tdk punya karya dan tdk punya pemasukan atau penghasilan, dimaknai sbg tdk punya daya cipta. Kata yg sia-sia berarti kata yg tdk menjadikan dan jg akibatnya tdk menghasilkan, dampaknya tdk ada, apalagi memberi keuntungan. Kata yg sia-sia hanya sekedar diucapkan tapi tidak menghasilkan sesuatu yg menguntungkan atau positif. Kemudian ‘tidak berguna’, kata yg seharusnya tidak perlu diucapkan, cukup dimasukkan dlm kosa kata saja, tdk berguna bila diucapkan. Mungkin kata-kata ‘manis’ yg terlalu berlebihan, kata-kata yg hambar, yang tdk memberikan pengaruh sama sekali. Lalu ‘tandus’, ditanami apapun tdk akan tumbuh, ini gambaran ttg kata-kata yg tidak memberi kita ‘pertumbuhan’, artinya tdk mempererat hubungan, tdk membangun semangat, tidak membuat situasi semakin baik, dsbnya.

Sederhananya, kata yg sia-sia itu, kata yang tidak perlu diucapkan, yg hanya utk ditaruh dlm hati, jgn sampai keluar dr mulut kita, ini sesuatu yg butuh hikmat utk melakukannya. Pikirkan dampak yg ditimbulkan jika dengan sadar kita mengatakan sesuatu, jgn sampai situasi berubah menjd ‘panas’, tdk enak, tdk nyaman dan org lain tdk terberkati oleh apa yg kita katakan. Jgn salah berucap, intinya seperti itu. Lalu apakah sumpah serapah bs dikategorikan dlm kata yg sia-sia? Keluhan tdk berdampak positif bagi diri sendiri atau org lain, jadi mgkin sumpah serapah dapat digolongkan dlm perkataan yg sia-sia. Lalu kata-kata yg mengutuk, kalau kita tidak pny kuasa utk mengutuk, itu jd suatu perkataan yg sia-sia dan hrs dipertanggung jawabkan di hadapan Tuhan. Demikian jg kata-kata yg sepertinya memberkati, kalau kita tidak pny kuasa utk memberkati, itu semua hanya satu kesia-siaan belaka.

Perkataan kita akan diadili oleh Tuhan, jadi mulailah kendalikan perkataan kita dengan hikmat, tdk perlu ucapkan perkataan sia-sia dan yg tdk berdampak positif.

Posted in Renungan | Comments Off on Perkataan Yang Sia-Sia

Masalah Boleh Atau Tidak Boleh

DI 08112024

Matius 12:10
Di situ ada seorang yang mati sebelah tangannya. Mereka bertanya kepada-Nya: “Bolehkah menyembuhkan orang pada hari Sabat?” Maksud mereka ialah supaya dapat mempersalahkan Dia.

Sesuatu itu diperbolehkan atau tidak, bukan sesuatu yg mudah dicerna dan dimaknai dgn benar, perlu suatu pendalaman yg dilihat bkn hanya dr sudut pandang moral, tp dari sudut pandang Tuhan.

Apa yg boleh dan tdk boleh dilakukan pada hari Sabat memang telah diatur, tetapi dlm realitanya, ada bbrpa hal baik yg sebenarnya sangat berguna, tp apakah itu boleh dengan tegas dilakukan, ini masih dlm perdebatan. Contohnya dlm kisah ini, membuat mujizat di hari Sabat, menyembuhkan org sakit, itu sesuatu yg baik dan bermanfaat, namun utk sebagian kalangan, tindakan itu melanggar larangan dlm hari Sabat. Dlm hidup kita pun sbg org Kristen, masih ada bbrpa hal ada di dlm ranah perbedaan pendapat, boleh atau tdk sebenarnya, beragam pendapatpun tdk menyelesaikan keraguan yg ada. Bagaimana kita melihat hal ini? Misalnya dlm kasus yg berkaitan dgn KDRT dlm rumah tangga, jika tetap dibiarkan, mgkin salah satu pihak akan mati di tangan pasangan hidupnya, tp di sisi lain, Tuhan membenci perceraian, dilema yg tdk mudah utk ditemukan solusinya. Contoh lain jg dlm hal bolehkah org Kristen yg telah meninggal itu dikremasi?

Awal yg bs kita lakukan adalah: ikutilah apa yg sinode gereja kita anut sbg doktrin, coba kita pelajari secara mendalam. Doktrin yang dianut sinode gereja biasanya telah melalui banyak pendalaman dan pengkajian. Namun kita jg hrs berjiwa besar, hormati doktrin yg sinode gereja lain akui dan terapkan. Hindari utk berdebat, sekedar diskusi saja itu masih dlm batas wajar. Kemudian, jikalau menurut pemahaman kita, sebuah doktrin itu masih punya celah yg meragukan dan kita punya 1 pemahaman sendiri, biasanya ini dikenal dg ‘dogma’, peganglah dogma itu selama teruji melalui pemahaman Alkitab yg benar. Jadi bukan hasil pemikiran liar semaunya sendiri, belajarlah utk memahami apapun dilihat dari sudut pandang Alkitab ttg hal itu. Jgn paksa org lain utk membenarkan dogma kita, tetap kita hrs hidup damai dgn sesama kita, yang pasti ialah setiap org hrs mempertanggung jawabkan hidupnya pd Tuhan, termasuk yg dia pegang sbg doktrin dan dogma, Tuhan yg berhak menghakiminya.

Boleh atau tidak, memang ada yg perlu utk dikaji secara mendalam, tanyakanlah pada mereka yg memahami kebenaran Alkitab yg mendalam, dan pertimbangkanlah apakah kita siap menerapkannya dlm hidup kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Masalah Boleh Atau Tidak Boleh

Ada Maunya

DI 07112024

Matius 11:20
Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya:

Tujuan Tuhan Yesus melakukan mujizat di banyak tempat, salah satunya adalah untuk membuat banyak org bertobat, namun tidak semua org meresponi panggilan pertobatan ini.

Ini seperti ‘dibaikin’ tapi tdk tahu balas budi, percuma jadinya. Cuma karena ada maunya, setelah dapat yang diinginkan, ya responnya spt patung, ‘dingin’ dan bahkan menghargai pun tidak. Yesus melakukan banyak mujizat tentu atas dasar kasih-Nya pd mereka yang menderita secara fisik maupun roh, mujizat kesembuhan, pengusiran roh jahat, bahkan membangkitkan org mati, semuanya belum cukup bagi penduduk kora-kota utk bertobat dan meresponi positif apa yg Yesus kerjakan di tempat mereka. Gambarannya spt seorg yg menderita, dibantu dan ditolong, tp malah ‘menyerang’ balik. Kasus yg sedang viral di waktu belakangan ini mengenai donatur dgn si penderita mata, bs sedikit menyadarkan kita bhw kebaikan tdklah selalu direspon dg positif, tapi sebaliknya justru menyudutkan pihak yg susah payah berniat menolong dgn tulus ikhlas.

Kalau ada maunya, baru cari Tuhan, kepepet dan putus asa, jajan sudah buntu, mustahil & hanya Tuhan yg bs tolong, sikap ini bukanlah sikap yg terpuji. Saat susah maupun senang, tetap cari Tuhan, berusaha mendapatkan yg diperkenan Tuhan, itu yg seharusnya, bukan sebaliknya. Kita pun akan merasa sangat tdk nyaman kalau orang mencari dan mendekati kita hanya saat mereka menginginkan yang mereka mau dari kita. Terkadang kita akan merasa spt ‘mesin ATM’, spt minimarket yg hanya didatangi jika mencari yg dibutuhkan. Kita pun jgn spt org-org demikian, kehadiran kita spt hantu yg menakutkan: kalau datang pasti ada maunya, kalau tdk dikasih, belum mau pergi juga. Kadang org spt itu layaknya seorg preman, terkadang memaksa minta sesuatu dgn ‘kekerasan’, mengata-ngatai dg perkataan kutuk, tdk ditolong malah marah & membuat fitnahan, sikap spt ini ada dan bisa kita temui dlm keluarga dan lingkungan kita berada.

Jangan jadi org yg menyusahkan orang lain, tapi jg jgn menjd org yg ‘kejam’, tdk berniat menolong org lain padahal kita mampu, jgn jadi org yg tdk tahu balas budi.

Posted in Renungan | Comments Off on Ada Maunya

Yang Menertawakan Tuhan

DI 06112024

Matius 9:24-25
berkatalah Ia: “Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur.” Tetapi mereka menertawakan Dia.
Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.

Ketika ada dlm sebuah masalah, siapa-siapa saja yg patut utk kita libatkan, haruslah lebih dahulu diseleksi, karena akan ada org yang meragukan kuasa Tuhan.

Orang mati tapi oleh Yesus dikatakan tidur, ini jd bahan tertawaan banyak org, sesuatu yg mgkin secara logika bs dianggap benar, tetapi secara iman, ini sesuatu yg membuat iman menjd lemah dan lumpuh. Pertanyaan mendasarnya adalah: kita lebih percaya apa kata Tuhan atau logika manusia? Jawaban yg kita pilih akan menentukan masa depan kita nantinya. Kalau kita lebih percaya pada apa kata logika manusia, bersiaplah untuk mengalami banyak kemustahilan dlm hidup kita, dokter bilang tinggal tunggu waktunya meninggal, sudah konsultasi dgn para ahli & mereka bilang sudah mustahil, dsbnya. Tapi kalau kita lebih percaya apa kata Tuhan, ada kemungkinan besar utk kita mengalami bnyk mujizat, terobosan, yg mustahil menjd suatu hal yg mungkin, dsbnya. Namun semuanya ini bergantung pd kedaulatan Tuhan dan jg bgmna cara hidup kita, apakah Tuhan Yesus berkenan atas hidup kita atau tidak.

Yesus mengusir mereka yg menertawakan perkataan-Nya, kesannya Yesus sangat tidak sopan dan arogan, tp sebenarnya itulah yang hrs kita lakukan jg ketika menghadapi hal yg genting dlm hidup kita. ‘Usirlah’ pihak-pihak yg justru melemahkan iman kita, mereka yg tdk percaya akan kuasa Tuhan, mereka yang pura-pura berempati dan hanya mencari hal yg menguntungkan dirinya dr situasi yg sdg kita alami. Ingat, harus ‘diusir’ dan berikan keleluasaan bagi Tuhan utk bekerja di dalam situasi yg sdg kita hadapi. Tuhan sanggup & Dia lebih besar drpd masalah yg kita hadapi. Pilihlah org-org yg bs menguatkan kita, org yg menopang kita, yg memberi semangat & setuju dgn apa yg kita yakini. Kesepakatan dlm iman dapat menyingkirkan penghalang dan ‘kegelapan’ yg menghalangi pandangan kita ke depan. Karena itu, jangan sembarang org kita libatkan dlm situasi yg sedang kita hadapi dan gumulkan.

Percayalah pd firman Tuhan, sekalipun pada kenyataannya situasi semakin tertekan dan masalah semakin rumit, ada Tuhan yg selalu siap menolong kita.

Posted in Renungan | Comments Off on Yang Menertawakan Tuhan