Mempersembahkan Tubuh

DI 18092023

Roma 12:1
Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.

Kebiasaan yg terjd adalah kita memberikan persembahan berupa uang pd Tuhan, mgkin jg uang utk pembangunan gereja, tapi tubuh kita, bagaimana mempersembahkannya?

Bagi kalangan org yg berpikir bhw hidupnya adalah miliknya sendiri, tentu tdk setuju dgn ayat ini, kalau tubuh jg hrs dipersembahkan, apalagi yg kita punya? Apakah uang saja tdk cukup? Apalagi bagi kalangan org yg trauma dg gereja, sedikit-sedikit minta persembahan utk pembangunan atau acara ini dan itu, lalu kemana uang persepuluhan? Jemaat kenapa diminta terus? Janji iman? Sebenarnya harus dibedakan antara memberi pd Tuhan, untuk taburan, atau sumbangan dana. Pihak gereja seringkali salah dlm meminta sumbangan dr jemaat, kalau memang mengumpulkan dana dr jemaat, jgn disebut taburan, jelas salah & menyesatkan! Bilang saja itu sumbangan utk keperluan gereja atau acara tertentu, jadi yg mendengar tdk merasa tak enak hati kalau memberi sedikit, namanya juga sumbangan, terserah jemaat mau kasih betapa, sesuai dg kemampuan dan tidak berharap ‘tuaiannya’ karena diiming-imingi ayat ttg ‘menabur’.

Mempersembahkan tubuh secara sederhana bs diartikan dgn memberi hidup pada Tuhan, melakukan perbuatan dgn anggota tubuh yg bertujuan memuliakan Tuhan. Persembahan yg hidup, itulah hidup kita utk Tuhan, lalu yg kudus, artinya jgn pakai anggota tubuh untuk berbuat dosa. Yang berkenan pd Tuhan, bisa diartikan sbg tidak bercacat cela dlm sifat & karakter kita. Ini memang sulit, karena kalau dituntut utk menjd pribadi sempurna, siapa yg dapat memenuhinya? Semua org berdosa dan tentu banyak melakukan kesalahan. Jd bisakah kita mempersembahkan tubuh kita sbg persembahan yg berkenan di hadapan Tuhan? Bisa atau tidak, Tuhan sendiri yang menilainya karena Dialah yg memiliki nilai & standart yg sempurna. Bagian kita hanyalah melakukan yg terbaik utk Tuhan saja. Hasil yg diperoleh, Tuhanlah yg menjd Hakimnya bagi kita, orang lain tdk bs menilai apalagi menghakimi kita.

Serahkan hidup kita utk Tuhan, jgn berdosa karena anggota tubuh kita, jadilah pribadi yg berkenan di hadapan Tuhan, lakukanlah dgn kasih kepada Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Mempersembahkan Tubuh

Kebaikan dan Kekerasan Tuhan

DI 16092023

Roma 11:22 ILT3
Oleh karena itu, perhatikanlah kebaikan dan kekerasan Elohim. Kekerasan terhadap mereka yang memang telah jatuh, sebaliknya kebaikan terhadap engkau, jika engkau tetap tinggal dalam kebaikan. Kalau tidak, engkau pun akan dipotong.

Apa pandangan kita tentang Tuhan? Jangan hanya mengenal kebaikan Tuhan saja, tetapi dlm ayat ini disinggung ttg kekerasan Tuhan bagi mereka yg telah jatuh.

Konteks ayat ini ada dalam pembahasan ttg keselamatan bagi bangsa Israel, sebagian dr mereka menolaknya shga bangsa-bangsa yg lain dapat menerima keselamatan dr Tuhan. Di dalam sejarahpun bs kita melihat bgmna Tuhan begitu sangat keras terhadap apa yg bangsa Israel telah lakukan dari generasi ke generasi berikutnya. Tuhan menghukum dgn sangat ‘kejam’ yaitu seringnya bangsa Israel kalah perang melawan musuh-musuhnya & menjd tawanan mereka. Tuhan jg membuat kematian dlm jumlah besar lewat penyakit sampar, dan beragam jenis hukuman lainnya yang tentu saja tdklah ringan sifatnya. Tuhan itu baik, tapi Dia jg keras terhadap org yang memberontak terhadap Tuhan, jadi dua sisi ini yg hrs kita ingat, jgn hanya bicara tentang berkat, tp bicara jg ttg pertobatan. Hukuman Tuhan berikan supaya umat-Nya bertobat & kembali pd Tuhan, namun sebagian org tdk meresponi hal itu dan justru senakin berani melawan Tuhan.

Kita jg pasti pernah dihukum Tuhan akibat dr perbuatan yang kita lakukan. Rasanya tentu sangat tdk nyaman dan kadang menyakitkan sampai ke fisik kita. Namun hukuman Tuhan kalau kita responi dgn pertobatan, hasilnya adalah kebaikan utk kita di masa depan. Di saat itu mgkin kita berpikir bhw Tuhan amat sangat keras terhadap kita, tp sadarlah bhw itu memang bagian dr sifat Tuhan yang perlu utk kita pahami, Dia baik tapi jg keras, kedua hal ini hrs dipandang sbg ‘satu paket’ supaya kita hidup takut akan Tuhan dan menjauhi yg jahat. Orgtua kita pun demikian jg, satu sisi sangat menyayangi kita, di sisi lain bersikap keras terhadap kita, mereka ingin masa dpn kita mengalami hal yang baik, mereka ingin kita menjd pribadi yg terhormat di masa dpn dan hidup dlm kebahagiaan selalu. Didikan memang ada unsur disiplin di dalamnya dan dlm disiplin itulah kekerasan yg positif akan diterapkan.

Kebaikan dan kekerasan Tuhan, keduanya ini perlu kita pahami, jgn bermain-main dengan Tuhan, Dia memberkati tapi jg menghukum ketika kita salah dan berdosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Kebaikan dan Kekerasan Tuhan

Sudah Ditolong, Eh Lupa!

DI 15092023

Kejadian 40:21, 23
kepala juru minuman itu dikembalikannya ke dalam jabatannya, sehingga ia menyampaikan pula piala ke tangan Firaun;
Tetapi Yusuf tidaklah diingat oleh kepala juru minuman itu, melainkan dilupakannya.

Peribahasa ‘kacang lupa kulitnya’ bs terlihat dr kisah Yusuf dan juru minuman Firaun, sdh ditolong dgn mengartikan mimpi dan terjadi sesuai dgn yg dikatakan Yusuf, tapi setelah kembali melayani Firaun, Yusuf dia lupakan.

Itulah sifat manusia yg sering kita temui dlm realita kehidupan, bahkan mgkin kita sendiri jg mengalaminya. Org yg kita tolong, setelah dia bebas dr masalahnya, diapun larut dalam kebahagiaan dan melupakan jasa baik yang kita berikan kepadanya. Menyebut nama kita pun jg tidak saat dia menceritakan semua yg dia alami, dan memang dia melupakan kita. Lupa, suatu sifat manusia yg kadang sangat menyakiti hati org yg merasa dirugikan krna kelupaan itu. Perbedaan antara melupakan dengan terlupakan ialah melupakan itu ada unsur kesengajaan, tp kalau terlupakan bisa saja karena sebab lain, misalnya sibuk atau dlm keadaan bingung. Yusuf tetap ada dlm penjara, mungkin kalau juru minuman Firaun menceritakan ttg Yusuf, ada kemungkinan Yusuf bisa dibebaskan dan bekerja di istana Firaun, tp ternyata itu bukan jalan yg Tuhan pilih utk membuat Firaun akhirnya menemui Yusuf.

Mengartikan mimpi, itu kemampuan Yusuf yg Tuhan berikan padanya, ini jg yg akhirnya membuat Yusuf dipanggil ke istana bertemu dgn Firaun. Ternyata barulah juru minuman ingat ttg Yusuf yg dulu mengartikan mimpi & ternyata yg terjd sesuai dgn yg Yusuf artikan dr mimpinya. Inilah campur tangan Tuhan yg luar biasa, sudah dilupakan tp Tuhan dengan kuasa-Nya membuat memori otak seorg juru minuman itu bs mengingat Yusuf. Jarak dari peristiwa mimpi juru minuman dgn mimpi dr Firaun adalah 2 tahun (Kejadian 41:1), sudah 2 tahun lupa, eh bisa dibuat ingat lagi! Itulah kuasa Tuhan yg luar biasa, pd akhirnya kita lihat bhw Yusuf dipercaya menjd org kedua di Mesir, mimpinya tergenapi dan segala hal pahit dan buruk spt terlupakan, namun hati Yusuf tetap murni, dia memelihara keluarga dan mengampuni kejahatan yang dilakukan oleh saudara-saudaranya, ayahnya, Yakub, bs meninggal dlm damai karena tahu bahwa Yusuf masih hidup dan sangat diberkati.

Org mgkin melupakan kita, tp Tuhan tidak, yg hrs kita lakukan adalah terus lakukan semua kebaikan yg bs kita lakukan, apakah dibalas atau tidak, urusan org itu dgn Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Sudah Ditolong, Eh Lupa!

Bukan Tergantung Situasinya

DI 14092023

Kejadian 39:21-22
Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu.
Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya.

Cara Tuhan memberkati memang sulit untuk kita pahami secara logika, dalam situasi yg buruk sekalipun, kalau Dia ingin memberkati, tidak ada yg dapat menahan-Nya.

Yusuf dipenjara karena fitnahan istri Potifar dan tentunya sangat tdk nyaman ada dalam penjara, apalagi dlm penjara tentu isinya ada org-org yg sifatnya kasar, kejam, dsbnya. Yg terbiasa hidup nyaman tentu sangat takut di dalam situasi spt itu. Namun yg kita baca dr kisah ini ternyata Yusuf diberkati Tuhan saat dia ada dlm penjara, penyertaan Tuhan ada dan nyata sehingga dia menjd kepercayaan dr kepala penjara utk mengurusi segala hal yg berkaitan dgn para tahanan. Ini sesuatu yg di luar logika dan ini disebabkan karena Tuhan menyertai Yusuf. Apakah ini bagian dr skenarionya Tuhan utk mewujudkan mimpi Yusuf sebelumnya? Sepertinya tidak begitu, ayat ini diawali dgn kata ‘tapi’, menjelaskan bhw yg terjd pd Yusuf itu karena ulah orang yg jahat terhadapnya, namun Tuhan bekerja dlm situasi yg Yusuf alami sehingga situasi yg buruk diubahkan Tuhan menjd baik, yang ditakutkan ternyata hanya sebentar saja.

Manusia bs merencanakan segala yg buruk pd kita, namun bagi orang yg disertai Tuhan, situasi seburuk apapun akan dibuat Tuhan menjd situasi di mana Tuhan bekerja dengan luar biasa dan yg negatif diubah menjd yang positif. Tentu awalnya sangat tidak nyaman dan mgkin menakutkan, tp ketika Tuhan dgn penyertaan-Nya mulai bekerja dlm situasi yg buruk, kita akan melihat bgmna ketakutan yg ada berubah menjd sebuah kesempatan utk kita dipromosikan Tuhan utk sebuah profesi yg baru dan mempunyai dampak yang besar. Bukankah mujizat terjd bukan dlm situasi yg normal? Jd kalau situasi yg kita hadapi amat berat dan di luar batas kemampuan kita utk mengatasinya, itulah ‘bahan’ yg tepat untuk mujizat Tuhan terjd. Yg perlu diingat adalah hal ini terjd kalau ada penyertaan Tuhan dlm hidup kita, kejarlah perkenanan Tuhan spya ketika kita dijahati oleh org lain, anugerah dr Tuhan membuat kita ‘naik’ dan tidak ‘turun’.

Apakah kita sedang mengalami situasi yang buruk, menakutkan dan bisa mencelakakan kita? Jgn takut kalau kita punya perkenanan Tuhan dlm hidup kita, Dia selalu menyertai & memberkati dalam situasi yg buruk.

Posted in Renungan | Comments Off on Bukan Tergantung Situasinya

Menghancurkan Kalau Tidak Dapat

DI 13092023

Kejadian 39:14-15
dipanggilnyalah seisi rumah itu, lalu katanya kepada mereka: “Lihat, dibawanya ke mari seorang Ibrani, supaya orang ini dapat mempermainkan kita. Orang ini mendekati aku untuk tidur dengan aku, tetapi aku berteriak-teriak dengan suara keras.
Dan ketika didengarnya bahwa aku berteriak sekeras-kerasnya, ditinggalkannyalah bajunya padaku, lalu ia lari ke luar.”

Gagal dgn cara halus membujuk Yusuf untuk tidur dengan dia, isteri Potifar akhirnya dgn liciknya memfitnah Yusuf hendak berbuat yg asusila terhadapnya.

Ada karakter org spt isteri Potifar, kalau dgn cara halus gagal mendapatkan keinginannya maka dia akan menghancurkan hidup orang yg membuat dia kecewa. Tidak dapat, awas! Aku akan membuatmu menyesal! Karakter & sifat org spt ini patut kita waspadai, jangan terlalu dekat dlm berhubungan dgn dia, nanti dia akan mengamuk dan menghancurkan yg dapat dia hancurkan. Mgkin sejak kecil org ini terlalu menguasai orgtuanya, apapun yg dia minta hrs diberi, kalau tidak dia dengan sengaja membuat kegaduhan supaya orang tuanya segera memenuhi keinginannya drpd org banyak membicarakan situasi itu. Akan sangat berbahaya jika orang spt ini memiliki satu otoritas atau kekuasaan yg cukup besar dan luas, dia akan menciptakan satu ‘drama’ seolah-olah dia adalah korban dr perbuatan org lain. Bisa saja dgn cara memfitnah serta menuntut org lain untuk melakukan sesuatu yg sangat keji.

Sifat atau karakter spt ini jg terlihat dr Izebel, isteri raja Ahab, ketika suaminya gagal untuk mendapatkan kebun anggur Nabot, dia lalu membuat 1 ‘drama’ yang membuat akhirnya Nabot mati dilempari batu karna dia difitnah telah mengutuk Tuhan dan raja (1 Raja-Raja 21:1-29). Polanya sama: tidak dapat lalu dgn jahat menghancurkan dan membinasakan. Nasehat orgtua zaman dulu berkata bahwa anak jgn terlalu ‘dialemin’ atau selalu dituruti kemauannya, karena nanti si anak akan PNY satu konsep bhw apapun bs dia dapat walau dgn cara yg tidak normal dan negatif. Orang lain hrs hormat dan tunduk, orang lain harus melayani dia, kalau tidak, sebuah skenario akan disiapkan untuk menghancurkan hidup org itu. Ngeri benar jika org spt ini ada dekat kita. Didiklah anak selagi bs dididik, belajar utk berbesar hati kalau suatu saat keinginan dia tidak tercapai atau org lain membuat dia kecewa, jgn membalas kejahatan orang dgn kejahatan yg lebih keji.

Jangan kecewa jika permohonan kita ditolak oleh Tuhan, jgn protes atau ‘mengancam’ Dia ingatlah bhw bukan Tuhan yg harus taat pd kita, tp kitalah yg hrs taat pd Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Menghancurkan Kalau Tidak Dapat

Lebih Percaya Siapa?

DI 12092023

Kejadian 39:20
Lalu Yusuf ditangkap oleh tuannya dan dimasukkan ke dalam penjara, tempat tahanan-tahanan raja dikurung. Demikianlah Yusuf dipenjarakan di sana.

Potifar diperhadapkan pada kenyataan yang sulit, istrinya berkata Yusuf hendak berbuat yg asusila terhadapnya, tapi di sisi lain Yusuf itu jg org kepercayaannya.

Tentu isteri punya kedekatan yang lebih drpd bawahan terpercaya sekalipun, apalagi yang melapor adalah seorg wanita dgn percobaan perkosaan, umumnya org akan lebih percaya pd ucapan si wanita dalam kasus seperti ini. Tapi kebenaran seringkali berbeda dgn yang dituduhkan. Waktu itu belum ada CCTV yang bisa dijadikan alat bukti utk menguji laporan istri Potifar, sehingga Yusuf akhirnya harus menerima kenyataan pahit, kesetiaannya pd Potifar, tuannya, berujung pd penangkapan berdasarkan fitnah belaka. Dari kisah ini ada pelajaran menarik yg kita dapatkan: apa yg dikatakan oleh org terdekat kita belum pasti benar adanya, bs direkayasa demi tujuan yg ingin dicapai atau mengambil keuntungan pribadi dg memanfaatkan otoritas yang kita miliki. Mau percaya siapa kalau keduanya itu org-org terdekat kita? Pasti salah satunya yg berdusta, karena itu jgn langsung terpancing emosi atau bersandar pd laporan sepihak.

Sulit menilai org hanya dr perkataan dan jg ekspresi wajahnya karena ada org yg sangat mahir bersandiwara, punya 2 kepribadian yg membuat kita lebih percaya kepadanya. Kita ingat kisah Salomo menangani kasus 2 org ibu yg mengaku masing-masing adalah ibu kandung dr bayi yg diperebutkan. Perlu kita memiliki hikmat dlm menangani kasus yang rumit apalagi melibatkan bbrpa org yg dekat dan kita percayai. Bisa saja istri atau suami kita sendiri yg salah, atau memang org yang kita percayai itu yg salah, pembuktian harus dgn metode yg benar, kecuali ada saksi yang melihat kejadian tersebut, itupun hrs 2 saksi barulah bs dipercaya kesaksiannya. Di dunia pengadilan pun bisa terjadi salah menvonis org, bahkan ada yg sudah dipenjara puluhan tahun barulah diketahui bhw sebenarnya dia bukan pelakunya. Salah memvonis tentu hrs jgn sampai terjd, apalagi menyangkut nyawa dan masa depan seseorg.

Jgn bertindak hanya karena emosi semata, gunakan logika dan jika perlu meminta dari Tuhan petunjuk supaya kasus yg ada dapat diketahui siapa yg sebenarnya bersalah.

Posted in Renungan | Comments Off on Lebih Percaya Siapa?

Berdosa Pada Tuhan dan Manusia

DI 11092023

Kejadian 39:9
bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain dari pada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?”

Yusuf paham kalau seandainya dia tidur dgn istri Potifar, tuannya, maka dia berbuat dosa terhadap Tuhan dan jg berbuat jahat di mata manusia, jadi ada 1 tindakan dosa, tapi ada 2 pihak yg jadi sasaran dosanya.

Kalau demikian, kita hrs paham bhw setiap dosa yg kita lakukan terhadap sesama, itu jg berarti berdosa pd Tuhan. Karena tindakan dosa itu pasti melawan perintah Tuhan yang sudah diberikan kepada kita melalui Alkitab, selain itu tindakan dosa kita jg melawan UU atau KUHP/KUHAP yg berlaku di negara kita. Ini malah membuat 1 tindakan dosa yg kita perbuat hrs dipertanggung jawabkan pada 3 pihak sekaligus: org yg padanya kita berbuat jahat, hukum yg berlaku di negara kita, dan pada Tuhan tentunya. Kalau ttg hukum, jelas sudah diatur oleh hukum yg berlaku, diadili lalu divonis bersalah dan dipenjarakan. Tapi kita jg akan menghadapi penghakiman oleh Tuhan, ada hukuman yang diberikan Tuhan di waktu kita masih hidup di dunia ini, ada jg nanti saat penghakiman terakhir setelah kita meninggal dunia. Belum lagi balasan dr org yg kita jahati, bs saja keluarga atau kerabat org itu menuntut balas secara adat istiadat.

Walaupun kita melakukan yg jahatnya pada manusia, maka tdk cukup hanya memohon pengampunan pd org itu atau keluarganya, tapi jg hrs memohon pengampunan yg dari Tuhan. Anggapan bhw sudah cukup mohon maaf pd manusianya ternyata itu salah, hrs juga minta ampun pd Tuhan, selain kita juga harus menerima hukuman oleh hukum yang berlaku di lingkungan dan negara kita. Kalau org itu mengampuni kita, belum tentu Tuhan jg pasti mengampuni kalau kita merasa bhw kita hanya berdosa pd manusia tp tdk pada Tuhan. Hati-hati, jangan-jangan dosa karena kejahatan kita pd manusia itu belum beres di mata Tuhan! Ingatlah utk jg minta ampun pd Tuhan terlebih dulu barulah memohon maaf dr org yg padanya kita berbuat jahat. Tentu saja jg hrs siap menanggung hukuman jika perbuatan itu bersalah di mata hukum, jgn lari dari tanggung jawab, lebih baik selesai di dunia drpd nanti dipertanggung jawabkan di alam kematian.

Tahan diri kita ketika kita sadar akan dapat melakukan perbuatan jahat dan dosa, ingat betapa rumitnya masalah yang akan timbul jika akhirnya kita ternyata jadi berbuat dosa.

Posted in Renungan | Comments Off on Berdosa Pada Tuhan dan Manusia

Percaya atau Tidak?

DI 09092023

Yohanes 10:19-21 ILT3
Oleh karena itu, terjadilah lagi perpecahan di antara orang-orang Yahudi, karena perkataan-perkataan ini.
Dan banyak dari antara mereka berkata, “Dia kerasukan roh jahat dan gila! Mengapa kamu mendengarkan Dia?”
Yang lain berkata, “Ini bukanlah perkataan-perkataan seseorang yang kerasukan roh jahat. Adakah setan dapat mencelikkan mata orang buta?”

Perkataan Yesus memang sering membuat org-org yg mendengarnya menjd terbagi dlm 2 golongan: yg percaya dan yg tidak percaya, dan inipun terjd hingga sekarang.

Kalau bicara ttg keseluruhan perintah Tuhan, bisakah semuanya diterapkan dlm seluruh bidang kehidupan? Para pebisnis seringkali sulit menjawabnya, karena memang sistem dunia membolehkan utk menggunakan cara berbisnis yg tdk sejalan dg kebenaran firman Tuhan, kalau terlalu jujur, mana bisa? Bagi yg lainnya jg demikian, menerapkan firman dlm bidang dan profesinya harus siap menerima resikonya, hasil yg diharapkan mungkin tidak tercapai hanya karna memakai cara-cara yg ‘bersih’. Dlm hal kerohanian pun demikian jg, kita bs melihat bgmna ada rohaniawan yang bersikap dan bertindak tdk sesuai dgn yang Tuhan perintahkan dlm Alkitab. Sebagian dr kita mungkin tegas berkata bhw bisa untuk mempraktekkan seluruh firman Tuhan yang ada, sebagian lagi berkata bhw itu sesuatu yg mustahil, tdk ada yg sanggup melakukan seluruh perintah Tuhan. Jd bgmna yg benar dan seharusnya?

Ini kembali pd dasar iman kita, percayakah kita pd Tuhan dan firman-Nya? Sebagian org hanya percaya pd kuasa Tuhan: percaya Dia sanggup melakukan mujizat, kesembuhan, dsbnya, tp meragukan firman-Nya: kalau hrs jujur dlm berbisnis, mana bs bisnis jalan dan dapat keuntungan besar? Kalau tdk bohong, nanti urusannya tidak lancar, dsbnya. Semua ini disimpulkan berdasarkan pengalaman & cerita yg dialami ataupun yg didengar dr org lain, pernah coba dipraktekkan dan hasilnya tdk spt yg diharapkan. Ini kembali pada iman masing-masing org, melakukan firman-Nya perlu waktu yg tidaklah sebentar, tdk hanya sekali dua kali saja, tp harus terus menerus, jgn berhenti di tengah jalan. Ada jg yg punya pengalaman yg positif ketika dia melakukan seluruh perintah Tuhan meskipun belum bs secara sempurna, tp dia mengalami bukti dr apa yg Tuhan janjikan bagi mereka yg taat & percaya pd firman-Nya.

Logika memang kadang menghambat untuk kita mau taat pd perintah Tuhan, kembali pd iman masing-masing org, percaya pd kuasa Tuhan, percaya jg pd firman-Nya?

Posted in Renungan | Comments Off on Percaya atau Tidak?

Tuli Terhadap Firman Tuhan

DI 08092023

Yohanes 8:43 ILT3
Mengapa kamu tidak mengerti perkataan-Ku? Sebab, kamu tidak bisa mendengarkan firman-Ku!

Tuli membuat seseorg tidak bisa mendengar suara apapun sehingga org yg tuli tidak tahu suara apa saja yg ada di sekitarnya, tdk tahu apa yg sedang org lain katakan.

Utk bisa mengerti ttg firman Tuhan memang butuh suatu kemampuan khusus, mengolah data yg ada dlm sebuah ayat atau pasal utk menjd sebuah pengertian yg nantinya dapat menghasilkan suatu ‘rhema’ buat kita. Kalau tdk mampu mengolah datanya, org itu akan mengalami kesulitan utk memahami makna dr firman Tuhan yg didengarnya, kondisi ini mirip dgn org yg tuli, tidak tahu apa yg orang lain bicarakan. Apakah firman Tuhan itu sulit utk dipahami? Ini tergantung dari bagaimana seseorg menafsirkan apa yang dia baca dan dia dengar ttg firman Tuhan. Tidak boleh utk menafsirkan secara sembarangan, harus dg sebuah metode yg benar dan baik. Makna dr sebuah kata bs saja berbeda antara bangsa, belum lagi terjemahan yang menggunakan kata yg kurang tepat atau malah salah, maka ada baiknya utk melihat dlm bahasa aslinya utk menangkap makna yg sebenarnya. Juga perlu memahami budaya yg berlaku zaman di mana ayat ini ada karena ada perbedaan budaya antara zaman PL dan PB.

Kalau kurang mampu bs menafsirkan firman Tuhan secara benar, apa yg hrs kita lakukan? Pastinya hrs mulai sering berlatih, bisa juga dgn belajar memahami melalui khotbah yg kita dengar, merenungkan mengapa khotbah itu menafsirkan sebuah ayat dg pemahaman yg seperti itu. Namun inipun perlu diseleksi mengingat belakangan ini banyak muncul yg kita kenal sbg pengajaran yg menyimpang dr apa yg umumnya gereja dan org Kristen sdh yakini sebagai kebenaran yg bersumber dari firman Tuhan. Menggunakan imajinasi saat membaca kisah dlm PL dan PB tentu harus juga dilakukan, ini bs membantu kita belajar memahami alur cerita layaknya kita sedang menonton sebuah film. Kita jg bisa bertukar pikiran dgn org-org yg punya pemahaman yg lebih baik drpd kita ttg firman Tuhan. Paling penting adalah jg bertanya pd Tuhan, apa yg ingin Dia sampaikan melalui firman Tuhan yg kita baca atau dengar, minta bimbingan Roh Kudus utk menafsirkannya.Jgn sampai kita disesatkan oleh pengajaran yg salah, teruslah belajar untuk menafsirkan firman Tuhan secara benar, jgn kita menjadi ‘tuli’ terhadap firman Tuhan.

Posted in Renungan | Comments Off on Tuli Terhadap Firman Tuhan

Menjadi Pelayan

DI 07092023

Matius 20:26
Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,

Mengapa Yesus mengambil profesi seorang pelayan utk menjelaskan bgmna seseorg yg ingin menjd besar dan terkemuka? Tentulah ada alasan yg kuat di balik itu.

Kita tentu ingat ttg perkataan Yesus bhw Dia datang utk melayani, bukan dilayani (Matius 20:28), artinya bahwa Yesus memiliki apa yg harusnya dimiliki oleh seorg pelayan. Jadi ini bukan ttg level jabatan atau profesi, tp ini ttg kualitas diri yang dimiliki oleh seorg pelayan. Jabatan atau profesi boleh tinggi, tapi punya kualitas seorg pelayan, ini tentu tidak mudah karena dunia memiliki sistem bhw orang yg memiliki jabatan atau profesi yg tinggi akan dilayani dg lebih baik karena kehormatan yg dimilikinya, ada fasilitas yg disediakan, serta punya banyak hak istimewa di dalamnya. Jd bgmna menjelaskan hal ini supaya mudah & kita bs memahaminya dgn benar? Yg mgkin bs kita pahami scra sederhana adalah ketika seseorg dgn jabatan atau profesi yang tinggi tetap konsisten melakukan apa yang dahulu pernah dikerjakan ketika ada di level bawah dlm jabatan atau profesinya. Contoh yg bisa kita lihat pd org-org yg masih mengerjakan pekerjaan rumah sendiri walaupun sbnarnya mereka sanggup utk membayar org lain utk menjd pembantu di rumahnya.

Apa sih yang Yesus layani selama Dia ada di dunia ini? Mgkin kita teringat kisah Yesus yg mencuci kaki para murid, ya mgkin ini dapat menjd salah satu contohnya. Tp sebenarnya yg perlu kita pahami bhw seorg pelayan hrs bs menyediakan apa yg dibutuhkan org lain. Kita bs memuji pelayanan sebuah resto krna para pelayan resto sukses memenuhi apa yg kita butuhkan ketika kita makan di sana, kita disambut dgn ramah, diberi informasi menu makanan yg lengkap, dsbnya. Jd apakah kita sudah memiliki jiwa seorg pelayan, bisa kita ukur dg apakah kita sudah menjadi orang yg dibutuhkan oleh org-org di sekitar kita, dlm keluarga, pelayanan di gereja, dsbnya. Yesus memenuhi kebutuhan manusia: keselamatan kekal dan Dia menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan utk menebus kita dr kuasa dosa dan maut. Sanggup menyediakan kebutuhan dgn baik, itulah kualitas seorg pelayan dalam diri seseorg.

Tdk semua org memiliki jiwa seorg pelayan ketika dia sudah memiliki jabatan yg tinggi dan justru minta dilayani oleh org iain, Tuhan tdk mencari org-org yg gila hormat, tetapi yg memiliki jiwa seorg pelayan.

Posted in Renungan | Comments Off on Menjadi Pelayan